<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!</title>
	<atom:link href="http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/</link>
	<description>Ilmu dalam aplikasi perjuangan memupuk iman dalam Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 10:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat? &#171; Bukan Omong Kosong</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/#comment-216</link>
		<dc:creator>Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat? &#171; Bukan Omong Kosong</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 19:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=77#comment-216</guid>
		<description>[...] ini tidak tanggung-tanggung menfitnah seseorang dengan sangat mudah tanpa keimanan dalam Islam (lihat disini). Entah apakah mereka memang diajarkan seperti itu oleh Habaibnya! [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini tidak tanggung-tanggung menfitnah seseorang dengan sangat mudah tanpa keimanan dalam Islam (lihat disini). Entah apakah mereka memang diajarkan seperti itu oleh Habaibnya! [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hendr4</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/#comment-118</link>
		<dc:creator>Hendr4</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:10:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=77#comment-118</guid>
		<description>Wah, jawaban Admin Blog puanjang banget. Salut neh buat Admin yang bisa dengan jelas menjawab komentar-komentar orang-orang yang &quot;dirinya paling benar&quot;.

Btw, saya heran ini bahasannya fitnah apa bid&#039;ah sih? kan jelas-jelas di atas disebutkan  &quot;Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!&quot; tapi kok merembet ke masalah bid&#039;ah? Seharusnya yang dibahas apa benar admin blog ini difitnah apa tidak. Gitu ajaloh kok merembet masalah bid&#039;ah. 

Kalau komentar saya, memang admin ini benar-benar di fitnah. Saya melihat artikel yang dimaksud, memang &quot;jaisy01&quot; tidak ada kaitannya dengan artikel itu. Tetapi kok malah dipublikasikan di komentar apalagi admin &quot;hotarticle&quot; yang menfitnah dengan mengatakan &quot;pikirannya rusak&quot;. Saya geli membaca artikelnya si pemilik blog &quot;hotarticle&quot; kayaknya ada dendam pribadi dengan &quot;jaisy01&quot; :D

Jawab Jaisy01: Hehehe, iya yah. Kok masalah bid&#039;ah yah? padahalkan masalahnya adalah fitnah!

Yah, mungkin ada dendam pribadi dengan saya. Padahalkan saya sudah mengclearkan semuanya, tidak ada perasaan apapun. Kalau mereka mau berdialog yah saya mau, kalau mereka mau berhenti yah saya akan berhenti. Tetapi kok mereka malah mukul saya dari belakang. Padahal saya kan sudah males menghadapi anak2 kecil kayak mereka (ups maaf ghurur and takabur neh. Astagfirllah). 

Biasanya mereka kalau berani yah di blog2 kayak gini, tapi kalau diajak benar2 dialog mereka akan lari. Jadi sebaiknya jangan terlalu dipikir pusing anak2 kecil itu. :D mau dibuat serius ayoo..., mau dibuat bercanda ayoo...

Terima kasih telah berkunjung Mas :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, jawaban Admin Blog puanjang banget. Salut neh buat Admin yang bisa dengan jelas menjawab komentar-komentar orang-orang yang &#8220;dirinya paling benar&#8221;.</p>
<p>Btw, saya heran ini bahasannya fitnah apa bid&#8217;ah sih? kan jelas-jelas di atas disebutkan  &#8220;Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!&#8221; tapi kok merembet ke masalah bid&#8217;ah? Seharusnya yang dibahas apa benar admin blog ini difitnah apa tidak. Gitu ajaloh kok merembet masalah bid&#8217;ah. </p>
<p>Kalau komentar saya, memang admin ini benar-benar di fitnah. Saya melihat artikel yang dimaksud, memang &#8220;jaisy01&#8243; tidak ada kaitannya dengan artikel itu. Tetapi kok malah dipublikasikan di komentar apalagi admin &#8220;hotarticle&#8221; yang menfitnah dengan mengatakan &#8220;pikirannya rusak&#8221;. Saya geli membaca artikelnya si pemilik blog &#8220;hotarticle&#8221; kayaknya ada dendam pribadi dengan &#8220;jaisy01&#8243; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jawab Jaisy01: Hehehe, iya yah. Kok masalah bid&#8217;ah yah? padahalkan masalahnya adalah fitnah!</p>
<p>Yah, mungkin ada dendam pribadi dengan saya. Padahalkan saya sudah mengclearkan semuanya, tidak ada perasaan apapun. Kalau mereka mau berdialog yah saya mau, kalau mereka mau berhenti yah saya akan berhenti. Tetapi kok mereka malah mukul saya dari belakang. Padahal saya kan sudah males menghadapi anak2 kecil kayak mereka (ups maaf ghurur and takabur neh. Astagfirllah). </p>
<p>Biasanya mereka kalau berani yah di blog2 kayak gini, tapi kalau diajak benar2 dialog mereka akan lari. Jadi sebaiknya jangan terlalu dipikir pusing anak2 kecil itu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  mau dibuat serius ayoo&#8230;, mau dibuat bercanda ayoo&#8230;</p>
<p>Terima kasih telah berkunjung Mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: artikelislami</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/#comment-117</link>
		<dc:creator>artikelislami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 22:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=77#comment-117</guid>
		<description>o ya, mengenai hadits itu, coba dicek &lt;a href=&quot;http://hotarticle.org/bidah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;.

&lt;strong&gt;Jawab Jaisy01&lt;/strong&gt;: Iya, insya Allah saya sudah mengetahui.

Saya berikan pengertian tentang Bid&#039;ah secara komplet insya Allah. Dan tidak sepotong-sepotong pemahaman seseorang ulama yang membuat kita &lt;strong&gt;Taklid Buta&lt;/strong&gt; terhadap ulama. Ini akan menambah wawasan kita:

1. Pengertian Bid\&#039;ah Secara Bahasa

Secara bahasa bid\&#039;ah itu berasal dari ba-da-\&#039;a asy-syai yang artinya adalah mengadakan dan memulai. Dan kata \&quot;bid\&#039;ah\&quot; maknanya adalah baru atau sesuatu yang menjadi tambahan dari agama ini setelah disempurnakan. 

2. Pengertian Bid\&#039;ah Secara Istilah dan Perbedaan Pandangan

Secara istilah, bid\&#039;ah itu didefinisikan oleh para ulama dengan sekian banyak versi dan batasan. Hal itu lantaran persepsi mereka atas bid\&#039;ah itu memang berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang meluaskan pengertiannya hingga mencakup apapun jenis yang baru (diperbaharui), sedangkan yang lainnya menyempitkan batasannya.

Kelompok Pertama 

Mereka yang meluaskan batasan bid\&#039;ah itu mengatakan bahwa bid\&#039;ah adalah segala yang baru diada-adakan yang tidak ada dalam kitab dan sunnah. Baik dalam perkara ibadah ataupun adat. Baik pada masalah yang baik atau yang buruk. 

a. Tokoh 

Diantara para ulama yang mewakili kalangan ini antara lain adalah Al-Imam Asy-Syafi\&#039;i dan pengikutnya seperti Al-\&#039;Izz ibn Abdis Salam, An-Nawawi, Abu Syaamah. Sedangkan dari kalangan Al-Malikiyah ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani. Dari kalangan m1 seperti Ibnul Abidin dan dari kalangan Al-Hanabilah adalah Al-Jauzi serta Ibnu Hazm dari kalangan Dzahiri. 

Bisa kita nukil pendapat Al-Izz bin Abdis Salam yang mengatakan bahwa bid`ah perbuatan yang tidak terjadi pada masa Rasulullah SAW, yang terbagi menjadi lima hukum. Yaitu bid\&#039;ah wajib, bid\&#039;ah haram, bid\&#039;ah mandub (sunnah), bid\&#039;ah makruh dan bid\&#039;ah mubah.

b. Contoh 

Contoh bid\&#039;ah wajib misalnya belajar ilmu nahwu yang sangat vital untuk memahami kitabullah dan sunnah rasulnya. Contoh bid\&#039;ah haram misalnya pemikiran dan fikrah yang sesat seperti Qadariyah, Jabariyah, Murjiah dan Khawarij. Contoh bid\&#039;ah mandub (sunnah) misalnya mendirikan madrasah, membangun jembatan dan juga shalat tarawih berjamaah di satu masjid. Contoh bid\&#039;ah makruh misalnya menghias masjid atau mushaf Al-Quran. Sedangkan contoh bid\&#039;ah mubah misalnya bersalaman setelah shalat.

c. Dalil 

Pendapat bahwa bid\&#039;ah terbagi menjadi lima kategori hukum didasarkan kepada dalil-dalil berikut : 
Perkataan Umar bin Al-Khattab ra tentang shalat tarawih berjamaah di masjid bulan Ramadhan yaitu : 

Sebaik-baik bid\&#039;ah adalah hal ini. 

Ibnu Umar juga menyebut shalat dhuha\&#039; berjamaah di masjid sebagai bid\&#039;ah yaitu jenis bid\&#039;ah hasanah atau bid\&#039;ah yang baik. 
Hadits-hadits yang membagi bid\&#039;ah menjadi bid\&#039;ah hasanah dan bid\&#039;ah dhalalah seperti hadits berikut : 

&lt;strong&gt;Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi\&#039;ah (kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat.&lt;/strong&gt;


Kelompok Kedua 

Kalangan lain dari ulama mendefinisikan bahwa yang disebut bid\&#039;ah itu semuanya adalah sesat, baik yang dalam ibadah maupun adat. 

Diantara mereka ada yang mendifiniskan bid\&#039;ah itu sebagai sebuah jalan (tariqah) dalam agama yang baru atau tidak ada sebelumnya (mukhtara\&#039;ah) yang bersifat syar`i dan diniatkan sebagai tariqah syar\&#039;iyah. 

a. Tokoh 

Diantara mereka yang berpendapat demikian antara lain adalah At-Thurthusy, Asy-Syathibi, Imam Asy-Syumunni dan Al-Aini dari kalangan Al-Hanafiyah. Juga ada Al-Baihaqi, Ibnu Hajar Al-`Asqallany serta Ibnu Hajar Al-Haitami dari kalangan Asy-Syafi\&#039;iyah. Dan kalangan Al-Hanabilah diwakili oleh Ibnu Rajab dan Ibnu Taymiyah. 

b. Contoh 

Contohnya adalah orang yang bernazar untuk puasa sambil berdiri di bawah sinar matahari atau tidak memakan jenis makanan tertentu yang halal tanpa sebab yang jelas (seperti vegetarian dan sebangsanya).

c. Dalil 

Dalil yang mereka gunakan adalah :
Bahwa Allah SWT telah menurunkan syariat dengan lengkap diantaranya adalah fiman Allah SWT : 

... &lt;strong&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni\&#039;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu...(QS. Al-Maidah : 3)&lt;/strong&gt;

Juga ayat berikut : 

&lt;strong&gt;dan bahwa adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An`am : 153)&lt;/strong&gt;

Setiap ada hadits Rasulullah SAW yang berbicara tentang bid\&#039;ah, maka selalu konotasinya adalah keburukan. Misalnya hadits berikut :

...&lt;strong&gt;bahwa segala yang baru itu bid\&#039;ah dan semua bid\&#039;ah itu adalah sesat&lt;/strong&gt;.

Terlepas dari semua itu. Jadi, bid&#039;ah yang buruk dan sesat adalah dalam urusan ibadah mahdah dan ritual Islam yang tidak memiliki landasan sama sekali. Adapun yang memiliki landasan atau urusan muamalah yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti komputer, hp, radio, tv, dan semacamnya bukanlah termasuk bid&#039;ah. Bahkan, ia termasuk yang disuruh untuk dikembangkan oleh Rasul saw., &quot;Hikmah adalah barang hilang milik mukmin. Maka, di manapun ia menemukannya, ia lebih berhak atasnya.&quot;. Kita juga harus ingat bahwa ketika Umar melakukan bid&#039;ah dengan penyesuaian tarif mahar, dengan serta merta Umar langsung di protes oleh seorang wanita, dan akhirnya Umar harus mengkoreksi fatwanya tersebut. Apalagi dalam masalah yang melibatkan bab shalat, pastilah para shahabat protes bila apa yang diprakarsai Umar itu termasuk bid&#039;ah.

&lt;strong&gt;Inti dari semua itu, jangan menyamakan semua bid&#039;ah adalah sesat, atau bahkan menyamakan semua bid&#039;ah dengan hasanah. Ada sesuatu yang harus di ingat dengan ucapan Abu Bakar &quot;Bagaimana aku berbuat suatu hal yg tidak diperbuat oleh Rasulullah&quot;, Inilah cermin untuk berhati-hati. Sebagaimana Amr Bin Ash ketika ditanya oleh masalah mengenai Taqwa, &quot;Taqwa itu adalah ketika engkau berjalan, dan di jalan itu banyak terdapat duri-duri tajam yang akan melukai kakimu. Dan Pasti engkau akan berhati-hati untuk berjalan!&quot; Jadi taqwa adalah berhati-hati dalam melangkahkan tubuh ini!&lt;/strong&gt;

Hal yang paling penting adalah, tidak merasa bahwa pendapat ulama kita lebih unggul daripada pendapat ulama yang lainnya, dan akhirnya menghujat, menjelekkan bahkan menfitnah segolongan umat Islam yang lain apalagi ulama! 

Kedewasaan kita menerima ilmu, manakalah ketika kita tahu keberagaman pola fikir orang yang lainnya, serta memahami apa yang mereka perbuat!

Apakah umat Islam akan selesai perkaranya dengan menjelek-jelekkan umat Islam yang lainnya? Tentu jika kita melakukan itu, pastilah kita telah melakukan bid&#039;ah Dhallalah yang akan terjerumus pada lembah kesesatan yang paling dibenci oleh Allah dan Rasulullah.

Admin ArtikelIslam. Apakah anda pernah saya hujat tanpa sebab apapun? Apakah anda pernah saya lecehkan tanpa sebab apapun? Apakah saya pernah menfitnah anda dengan mengatakan bahwa &quot;&lt;strong&gt;cara berfikir anda rusak&lt;/strong&gt;&quot;?

Anda seharusnya tahu adab2 tentang berdiskusi. Ketika anda telah menyatakan selesai, maka tidak ada lagi masalah yang perlu di pendam lagi dalam hati! Masya Allah. Pendapat anda saya bantah dengan akhsan (baik) tetapi anda malah menfitnah saya dengan jelas! Bertobatlah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>o ya, mengenai hadits itu, coba dicek <a href="http://hotarticle.org/bidah/" rel="nofollow">di sini</a>.</p>
<p><strong>Jawab Jaisy01</strong>: Iya, insya Allah saya sudah mengetahui.</p>
<p>Saya berikan pengertian tentang Bid&#8217;ah secara komplet insya Allah. Dan tidak sepotong-sepotong pemahaman seseorang ulama yang membuat kita <strong>Taklid Buta</strong> terhadap ulama. Ini akan menambah wawasan kita:</p>
<p>1. Pengertian Bid\&#8217;ah Secara Bahasa</p>
<p>Secara bahasa bid\&#8217;ah itu berasal dari ba-da-\&#8217;a asy-syai yang artinya adalah mengadakan dan memulai. Dan kata \&#8221;bid\&#8217;ah\&#8221; maknanya adalah baru atau sesuatu yang menjadi tambahan dari agama ini setelah disempurnakan. </p>
<p>2. Pengertian Bid\&#8217;ah Secara Istilah dan Perbedaan Pandangan</p>
<p>Secara istilah, bid\&#8217;ah itu didefinisikan oleh para ulama dengan sekian banyak versi dan batasan. Hal itu lantaran persepsi mereka atas bid\&#8217;ah itu memang berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang meluaskan pengertiannya hingga mencakup apapun jenis yang baru (diperbaharui), sedangkan yang lainnya menyempitkan batasannya.</p>
<p>Kelompok Pertama </p>
<p>Mereka yang meluaskan batasan bid\&#8217;ah itu mengatakan bahwa bid\&#8217;ah adalah segala yang baru diada-adakan yang tidak ada dalam kitab dan sunnah. Baik dalam perkara ibadah ataupun adat. Baik pada masalah yang baik atau yang buruk. </p>
<p>a. Tokoh </p>
<p>Diantara para ulama yang mewakili kalangan ini antara lain adalah Al-Imam Asy-Syafi\&#8217;i dan pengikutnya seperti Al-\&#8217;Izz ibn Abdis Salam, An-Nawawi, Abu Syaamah. Sedangkan dari kalangan Al-Malikiyah ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani. Dari kalangan m1 seperti Ibnul Abidin dan dari kalangan Al-Hanabilah adalah Al-Jauzi serta Ibnu Hazm dari kalangan Dzahiri. </p>
<p>Bisa kita nukil pendapat Al-Izz bin Abdis Salam yang mengatakan bahwa bid`ah perbuatan yang tidak terjadi pada masa Rasulullah SAW, yang terbagi menjadi lima hukum. Yaitu bid\&#8217;ah wajib, bid\&#8217;ah haram, bid\&#8217;ah mandub (sunnah), bid\&#8217;ah makruh dan bid\&#8217;ah mubah.</p>
<p>b. Contoh </p>
<p>Contoh bid\&#8217;ah wajib misalnya belajar ilmu nahwu yang sangat vital untuk memahami kitabullah dan sunnah rasulnya. Contoh bid\&#8217;ah haram misalnya pemikiran dan fikrah yang sesat seperti Qadariyah, Jabariyah, Murjiah dan Khawarij. Contoh bid\&#8217;ah mandub (sunnah) misalnya mendirikan madrasah, membangun jembatan dan juga shalat tarawih berjamaah di satu masjid. Contoh bid\&#8217;ah makruh misalnya menghias masjid atau mushaf Al-Quran. Sedangkan contoh bid\&#8217;ah mubah misalnya bersalaman setelah shalat.</p>
<p>c. Dalil </p>
<p>Pendapat bahwa bid\&#8217;ah terbagi menjadi lima kategori hukum didasarkan kepada dalil-dalil berikut :<br />
Perkataan Umar bin Al-Khattab ra tentang shalat tarawih berjamaah di masjid bulan Ramadhan yaitu : </p>
<p>Sebaik-baik bid\&#8217;ah adalah hal ini. </p>
<p>Ibnu Umar juga menyebut shalat dhuha\&#8217; berjamaah di masjid sebagai bid\&#8217;ah yaitu jenis bid\&#8217;ah hasanah atau bid\&#8217;ah yang baik.<br />
Hadits-hadits yang membagi bid\&#8217;ah menjadi bid\&#8217;ah hasanah dan bid\&#8217;ah dhalalah seperti hadits berikut : </p>
<p><strong>Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi\&#8217;ah (kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat.</strong></p>
<p>Kelompok Kedua </p>
<p>Kalangan lain dari ulama mendefinisikan bahwa yang disebut bid\&#8217;ah itu semuanya adalah sesat, baik yang dalam ibadah maupun adat. </p>
<p>Diantara mereka ada yang mendifiniskan bid\&#8217;ah itu sebagai sebuah jalan (tariqah) dalam agama yang baru atau tidak ada sebelumnya (mukhtara\&#8217;ah) yang bersifat syar`i dan diniatkan sebagai tariqah syar\&#8217;iyah. </p>
<p>a. Tokoh </p>
<p>Diantara mereka yang berpendapat demikian antara lain adalah At-Thurthusy, Asy-Syathibi, Imam Asy-Syumunni dan Al-Aini dari kalangan Al-Hanafiyah. Juga ada Al-Baihaqi, Ibnu Hajar Al-`Asqallany serta Ibnu Hajar Al-Haitami dari kalangan Asy-Syafi\&#8217;iyah. Dan kalangan Al-Hanabilah diwakili oleh Ibnu Rajab dan Ibnu Taymiyah. </p>
<p>b. Contoh </p>
<p>Contohnya adalah orang yang bernazar untuk puasa sambil berdiri di bawah sinar matahari atau tidak memakan jenis makanan tertentu yang halal tanpa sebab yang jelas (seperti vegetarian dan sebangsanya).</p>
<p>c. Dalil </p>
<p>Dalil yang mereka gunakan adalah :<br />
Bahwa Allah SWT telah menurunkan syariat dengan lengkap diantaranya adalah fiman Allah SWT : </p>
<p>&#8230; <strong>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni\&#8217;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu&#8230;(QS. Al-Maidah : 3)</strong></p>
<p>Juga ayat berikut : </p>
<p><strong>dan bahwa adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An`am : 153)</strong></p>
<p>Setiap ada hadits Rasulullah SAW yang berbicara tentang bid\&#8217;ah, maka selalu konotasinya adalah keburukan. Misalnya hadits berikut :</p>
<p>&#8230;<strong>bahwa segala yang baru itu bid\&#8217;ah dan semua bid\&#8217;ah itu adalah sesat</strong>.</p>
<p>Terlepas dari semua itu. Jadi, bid&#8217;ah yang buruk dan sesat adalah dalam urusan ibadah mahdah dan ritual Islam yang tidak memiliki landasan sama sekali. Adapun yang memiliki landasan atau urusan muamalah yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti komputer, hp, radio, tv, dan semacamnya bukanlah termasuk bid&#8217;ah. Bahkan, ia termasuk yang disuruh untuk dikembangkan oleh Rasul saw., &#8220;Hikmah adalah barang hilang milik mukmin. Maka, di manapun ia menemukannya, ia lebih berhak atasnya.&#8221;. Kita juga harus ingat bahwa ketika Umar melakukan bid&#8217;ah dengan penyesuaian tarif mahar, dengan serta merta Umar langsung di protes oleh seorang wanita, dan akhirnya Umar harus mengkoreksi fatwanya tersebut. Apalagi dalam masalah yang melibatkan bab shalat, pastilah para shahabat protes bila apa yang diprakarsai Umar itu termasuk bid&#8217;ah.</p>
<p><strong>Inti dari semua itu, jangan menyamakan semua bid&#8217;ah adalah sesat, atau bahkan menyamakan semua bid&#8217;ah dengan hasanah. Ada sesuatu yang harus di ingat dengan ucapan Abu Bakar &#8220;Bagaimana aku berbuat suatu hal yg tidak diperbuat oleh Rasulullah&#8221;, Inilah cermin untuk berhati-hati. Sebagaimana Amr Bin Ash ketika ditanya oleh masalah mengenai Taqwa, &#8220;Taqwa itu adalah ketika engkau berjalan, dan di jalan itu banyak terdapat duri-duri tajam yang akan melukai kakimu. Dan Pasti engkau akan berhati-hati untuk berjalan!&#8221; Jadi taqwa adalah berhati-hati dalam melangkahkan tubuh ini!</strong></p>
<p>Hal yang paling penting adalah, tidak merasa bahwa pendapat ulama kita lebih unggul daripada pendapat ulama yang lainnya, dan akhirnya menghujat, menjelekkan bahkan menfitnah segolongan umat Islam yang lain apalagi ulama! </p>
<p>Kedewasaan kita menerima ilmu, manakalah ketika kita tahu keberagaman pola fikir orang yang lainnya, serta memahami apa yang mereka perbuat!</p>
<p>Apakah umat Islam akan selesai perkaranya dengan menjelek-jelekkan umat Islam yang lainnya? Tentu jika kita melakukan itu, pastilah kita telah melakukan bid&#8217;ah Dhallalah yang akan terjerumus pada lembah kesesatan yang paling dibenci oleh Allah dan Rasulullah.</p>
<p>Admin ArtikelIslam. Apakah anda pernah saya hujat tanpa sebab apapun? Apakah anda pernah saya lecehkan tanpa sebab apapun? Apakah saya pernah menfitnah anda dengan mengatakan bahwa &#8220;<strong>cara berfikir anda rusak</strong>&#8220;?</p>
<p>Anda seharusnya tahu adab2 tentang berdiskusi. Ketika anda telah menyatakan selesai, maka tidak ada lagi masalah yang perlu di pendam lagi dalam hati! Masya Allah. Pendapat anda saya bantah dengan akhsan (baik) tetapi anda malah menfitnah saya dengan jelas! Bertobatlah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: artikelislami</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/#comment-116</link>
		<dc:creator>artikelislami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 22:42:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=77#comment-116</guid>
		<description>mrrudi, jangan habiskan energi Anda di sini. Ini bukan masalah Anda. Sayalah yg dipermasalahkan. Terimakasih atas perhatian Anda. Doakan saja mereka, sebagaimana mereka mendoakan kita. Bukankah mereka selalu mendoakan kita agar selalu diberi hidayah?

&lt;strong&gt;Jawab Jaisy01: Benar, sebaiknya mrrudi menghabiskan energi untuk menghasut, menfitnah, menghujat segolongan Islam yang lainnya. Mungkin itu yang dimaksud Artikelislami. Doakan saja saya dan saudara2 muslim yang lainnya untuk bersabar menerima hasutan, hujatan serta fitnahan.&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mrrudi, jangan habiskan energi Anda di sini. Ini bukan masalah Anda. Sayalah yg dipermasalahkan. Terimakasih atas perhatian Anda. Doakan saja mereka, sebagaimana mereka mendoakan kita. Bukankah mereka selalu mendoakan kita agar selalu diberi hidayah?</p>
<p><strong>Jawab Jaisy01: Benar, sebaiknya mrrudi menghabiskan energi untuk menghasut, menfitnah, menghujat segolongan Islam yang lainnya. Mungkin itu yang dimaksud Artikelislami. Doakan saja saya dan saudara2 muslim yang lainnya untuk bersabar menerima hasutan, hujatan serta fitnahan.</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mrrudi</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/06/24/saya-difitnah-oleh-orang-yang-mengaku-dirinya-paling-benar/#comment-115</link>
		<dc:creator>Mrrudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 04:41:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=77#comment-115</guid>
		<description>Kan ada juga hadist. Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya. Maka demikian ada bidah hasanah n dhlalah. Hal itu tercermin dari hadist yang anda sebut permulaan. Dengan jawaban umar.  Logo bisa mirip kalo proses transformasinya sedikit. Saya sendiri sering bikin logo. Kalo ada 10 transformasi jangankan logo pks bintang davidpun bisa jadi peta dunia

Jawab Jaisy01:
Wah, kayaknya anda harus benar2 banyak belajar mrrudi! :D 
Untuk hadits yang anda sebutkan tadi &lt;strong&gt;(Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya)&lt;/strong&gt; Tolong sebutkan perawi and sanadnya. Dan hadits tersebut no berapa. Insya Allah saya kroscek langsung biar saya tahu lafadznya yang jelas. Untuk Umar, emang Umar menjawab apa? Apa Umar yang ditanya? Atau Umar yang memberikan stimulusnya? Tolong anda baca sekali lagi, kayaknya anda benar2 ghurur dalam mengambil kesimpulan. Wah, anda harus benar2 belajar lagi dengan mendalam mrrudi jangan sepotong-potong kalau belajar. 

Lah, maksud anda gimana tentang logo? Kan sudah jelas, kalau orang2 desain yang kurang kerjaan dan sukanya ngotak-ngatik logonya seseorang. Apalagi disandingkan dengan logo yang pada dasarnya adalah musuh besarnya sebuah organisasi, atau malah memberikan stigma bahwa organisasi itu dicitrakan seperti apa yang dia inginkan, ini jelas bentuk fitnah!

Maaf, anda kalau mau diskusi jangan ngalor-ngidul nggak jelas apa yang dibahas. Jadi jika anda komentar, sebaiknya dengan ilmu yang benar, bukan pada pikiran anda yang pada dasarnya tidak mempunyai dasar yang benar. OK. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kan ada juga hadist. Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya. Maka demikian ada bidah hasanah n dhlalah. Hal itu tercermin dari hadist yang anda sebut permulaan. Dengan jawaban umar.  Logo bisa mirip kalo proses transformasinya sedikit. Saya sendiri sering bikin logo. Kalo ada 10 transformasi jangankan logo pks bintang davidpun bisa jadi peta dunia</p>
<p>Jawab Jaisy01:<br />
Wah, kayaknya anda harus benar2 banyak belajar mrrudi! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Untuk hadits yang anda sebutkan tadi <strong>(Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya)</strong> Tolong sebutkan perawi and sanadnya. Dan hadits tersebut no berapa. Insya Allah saya kroscek langsung biar saya tahu lafadznya yang jelas. Untuk Umar, emang Umar menjawab apa? Apa Umar yang ditanya? Atau Umar yang memberikan stimulusnya? Tolong anda baca sekali lagi, kayaknya anda benar2 ghurur dalam mengambil kesimpulan. Wah, anda harus benar2 belajar lagi dengan mendalam mrrudi jangan sepotong-potong kalau belajar. </p>
<p>Lah, maksud anda gimana tentang logo? Kan sudah jelas, kalau orang2 desain yang kurang kerjaan dan sukanya ngotak-ngatik logonya seseorang. Apalagi disandingkan dengan logo yang pada dasarnya adalah musuh besarnya sebuah organisasi, atau malah memberikan stigma bahwa organisasi itu dicitrakan seperti apa yang dia inginkan, ini jelas bentuk fitnah!</p>
<p>Maaf, anda kalau mau diskusi jangan ngalor-ngidul nggak jelas apa yang dibahas. Jadi jika anda komentar, sebaiknya dengan ilmu yang benar, bukan pada pikiran anda yang pada dasarnya tidak mempunyai dasar yang benar. OK. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
