<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berikut adalah ciri blogger munafik (JADI BLOGGER BAIK ATAU DIAM)</title>
	<atom:link href="http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/</link>
	<description>Ilmu dalam aplikasi perjuangan memupuk iman dalam Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 10:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: hotarticle</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/#comment-460</link>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 04:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=79#comment-460</guid>
		<description>saya hanya mengingatkan bahwa Anda tidak pantas menyebut saya munafiq, walau menurut Anda saya ini munafiq. Walhal, saya ini bukanlah seorang munafiq, itu hanya persangkaan Anda saja. Rasul tidak membenarkan Anda untuk menyebut saya ini munafiq. Kalo ternyata menurut Allah saya ini bukan munafiq, maka kasihan Anda.

O ya, PKS bikin kalender yg menampilkan Habib Munzir dah tau? Malu2in banget ya PKS...
Nampilin foto orang kesohor tanpa minta izin sebelumnya. Setelah beredar dan mungkin telah banyak orang awam yg ketipu, baru deh minta maaf. Saya aja ga boleh nampilin lambang PKS dg disandingkan dg lambang Yahudi, sendirinya menyandingkan Habib Munzir dg orang yg mengharapkan jabatan pemerintahan.


&lt;blockquote&gt;Jawab Jaisy01:

Hehehe, Abdullah bin ubay pun perkataannya sama (walaupun tidak persis) seperti anda :D
Kata siapa Rasulullah tidak menyatakan orang munafiq kepada orang yang benar-benar munafiq? Ada dalil yang mendukung? Sedangkan dalil yang anda katakan diatas sudah terpatahkan, bahkan anda sendiri tidak tahu persis haditsnya seperti apa. Bahkan Sebab-sebab keluarnya hadits itupun anda tidak tahu. Anda ini lucu yah! :D
Bahkan Rasulullah pun dilarang oleh Allah untuk shalat dimasjid yang dibuat orang munafiq! Ini sebuah pelajaran yang besar tentang manusia yang munafiq.

Saya tidak menyatakan diri anda itu munafiq sepenuhnya, tetapi yang munafiq itu adalah perbuatan anda. Jadi perbuatan anda yang patut dibenci! Kenapa sih anda tidak mengakui salah dan sulit sekali meminta maaf atas perbuatan anda! Apakah anda tidak tahu bahwa sikap seperti itu juga ciri sikap kemunafiqan! 

Alhamdulillah, inilah PKS yang selalu menghormati setiap orang dari setiap jamaah-jamaah pengajian yang ada di Indonesia. Saya benar-benar salut, karena dengan begitu PKS benar-benar bukan penganut taklid buta!

PKS saja berani membagikan kalender dengan foto habib anda! Kenapa anda tidak berani membagikan kalender dengan foto PKS yang disandingkan dengan Bintang Davidnya Yahudi? :D

Lah kalau ditampilin di blog sama aja para pengecut or pecundang namanya! Beraninya cuman sembunyi-sembunyi. 

Mungkin anda sudah terlalu sering bersembunyi dalam tulisan-tulisan anda, sehingga anda tidak memahami kata pengecut or pecundang. Apalagi kata fitnah! :D
Si blog salafytobat yang anda gaung2kan juga sama. Saya undang untuk berdebat dengan tokoh Hizb salafy saja juga tidak berani. Malah merekomendasikan orang lain. Aneh bukan. Yang punya masalah dia, yang dia suruh orang lain. Wah, benar-benar kumpulan pengecut dan pecundang.

Wah, anda prasangka buruknya sangat akut sekali yah! Hehehe, pasti sudah sangat mendidih hati anda ketika menulis komentar diblog ini, sehingga tidak membaca hadits-hadits yang saya berikan untuk dijadikan pelajaran. Ingatlah &quot;Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.”

Yah itu terserah anda. 

NB: Pasti seperti biasanya, anda akan lama sekali untuk mencari pembenaran-pembenaran dari sifat kemunafiqan anda. Setelah itu balik lagi berkomentar disini. Sadarlah bro, kematian kita semakin dekat. Jangan engkau selalu menjawab kesalahan-kesalahanmu dengan pembenaran-pembenaran nafsu burukmu. Karena itu akan menambah dosa-dosamu.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya hanya mengingatkan bahwa Anda tidak pantas menyebut saya munafiq, walau menurut Anda saya ini munafiq. Walhal, saya ini bukanlah seorang munafiq, itu hanya persangkaan Anda saja. Rasul tidak membenarkan Anda untuk menyebut saya ini munafiq. Kalo ternyata menurut Allah saya ini bukan munafiq, maka kasihan Anda.</p>
<p>O ya, PKS bikin kalender yg menampilkan Habib Munzir dah tau? Malu2in banget ya PKS&#8230;<br />
Nampilin foto orang kesohor tanpa minta izin sebelumnya. Setelah beredar dan mungkin telah banyak orang awam yg ketipu, baru deh minta maaf. Saya aja ga boleh nampilin lambang PKS dg disandingkan dg lambang Yahudi, sendirinya menyandingkan Habib Munzir dg orang yg mengharapkan jabatan pemerintahan.</p>
<blockquote><p>Jawab Jaisy01:</p>
<p>Hehehe, Abdullah bin ubay pun perkataannya sama (walaupun tidak persis) seperti anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Kata siapa Rasulullah tidak menyatakan orang munafiq kepada orang yang benar-benar munafiq? Ada dalil yang mendukung? Sedangkan dalil yang anda katakan diatas sudah terpatahkan, bahkan anda sendiri tidak tahu persis haditsnya seperti apa. Bahkan Sebab-sebab keluarnya hadits itupun anda tidak tahu. Anda ini lucu yah! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Bahkan Rasulullah pun dilarang oleh Allah untuk shalat dimasjid yang dibuat orang munafiq! Ini sebuah pelajaran yang besar tentang manusia yang munafiq.</p>
<p>Saya tidak menyatakan diri anda itu munafiq sepenuhnya, tetapi yang munafiq itu adalah perbuatan anda. Jadi perbuatan anda yang patut dibenci! Kenapa sih anda tidak mengakui salah dan sulit sekali meminta maaf atas perbuatan anda! Apakah anda tidak tahu bahwa sikap seperti itu juga ciri sikap kemunafiqan! </p>
<p>Alhamdulillah, inilah PKS yang selalu menghormati setiap orang dari setiap jamaah-jamaah pengajian yang ada di Indonesia. Saya benar-benar salut, karena dengan begitu PKS benar-benar bukan penganut taklid buta!</p>
<p>PKS saja berani membagikan kalender dengan foto habib anda! Kenapa anda tidak berani membagikan kalender dengan foto PKS yang disandingkan dengan Bintang Davidnya Yahudi? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lah kalau ditampilin di blog sama aja para pengecut or pecundang namanya! Beraninya cuman sembunyi-sembunyi. </p>
<p>Mungkin anda sudah terlalu sering bersembunyi dalam tulisan-tulisan anda, sehingga anda tidak memahami kata pengecut or pecundang. Apalagi kata fitnah! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Si blog salafytobat yang anda gaung2kan juga sama. Saya undang untuk berdebat dengan tokoh Hizb salafy saja juga tidak berani. Malah merekomendasikan orang lain. Aneh bukan. Yang punya masalah dia, yang dia suruh orang lain. Wah, benar-benar kumpulan pengecut dan pecundang.</p>
<p>Wah, anda prasangka buruknya sangat akut sekali yah! Hehehe, pasti sudah sangat mendidih hati anda ketika menulis komentar diblog ini, sehingga tidak membaca hadits-hadits yang saya berikan untuk dijadikan pelajaran. Ingatlah &#8220;Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.”</p>
<p>Yah itu terserah anda. </p>
<p>NB: Pasti seperti biasanya, anda akan lama sekali untuk mencari pembenaran-pembenaran dari sifat kemunafiqan anda. Setelah itu balik lagi berkomentar disini. Sadarlah bro, kematian kita semakin dekat. Jangan engkau selalu menjawab kesalahan-kesalahanmu dengan pembenaran-pembenaran nafsu burukmu. Karena itu akan menambah dosa-dosamu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jabrixs</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/#comment-449</link>
		<dc:creator>Jabrixs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 19:16:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=79#comment-449</guid>
		<description>Eh loe wahaby, sudah jelas-jelas loe nggak punya ilmu, pake sok segala. Nah loe keder sendiri. Katanya punya ilmua tapi nggak bisa jawab pertanyaannya Jais. 

Sudah jelas, loe kumpulan orang munafik yang suka bawa nama-nama agama. Itu juga golongan loe yang pengen dianggap pintar (Si Hotarticle) malah kayak orang dungu! Pake hadits nggak tahu maknanya. Jangan-jangan loe semua kayak gitu yah. Halah, Islam kok kayak kafir. Menghalalkan segala cara.

Gue nggak tahu siapa itu Hasan Al banna yang loe maksud. Kalau itu Imam teroris loe yang kerjaannya fitnah orang, gua nggak ikut2. 

Jangan Sok loe, gayanya kayak orang pintar. Tapi Gobloknya minta ampun. Jaisi loe babat abis aja, nggak usah pake bahasa halus segala. Si wahaby itu orang goblok. Pake bahasanya orang goblok juga. Loe pake bahasa yang halus and bahasa orang-orang berpendidikan kayak gitu percuma nggak ngaruh.  wahaby itu goblok yang pengen dianggap pintar! Cuman sayang, gobloknya ketahuan sejak awal.


&lt;blockquote&gt;Jawab Jaisy01:

Mas Atau mbak Jabrixs, yang sabar yah :) 
Jangan terlalu diambil pusing.
Oh iya, untuk Hasan Al banna. Beliau adalah ulama yang hanif (lurus). Jalan dakwahnya santun, dan selalu ingin mempersatukan umat Islam seluruhnya. Beliau adalah ulama yang tidak ingin diklompok-klompokkan oleh sebuah klaim tertentu. 
Memang sangat banyak berita-berita yang menyimpang tentang Assyahid Hasan Al banna. Nah mungkin si wahaby juga mendengar berita yang menyimpang tersebut, sehingga akhirnya sudah merasa paling tahu maksud dan tujuan Assyahid Hasan Al banna. Padahal dari awal komentarnya saya melihat ketidakpahaman pengetahuannya tentang hal tersebut. Namun sayang, jika sudah dihinggapi kesombongan, kebenaran itu tidak akan pernah masuk kedalam hati dan pikirannya. Sehingga yang keluar kata-kata yang bernada hujatan.
Saya sering berhadapan orang-orang macam wahaby tersebut. Yah seperti blog artikelislami atau hotarticle. Mereka sukanya &quot;main belakang&quot;. kalau benar-benar dilayani mereka pasti lari layaknya para pengecut, tetapi kalau nggak dilayani mereka terus &quot;menggonggong&quot;. Mereka tidak akan mengakui kelemahannya walupun sudah jelas-jelas terbukti kelemahannya. Yah mungkin karena kesombongan yang sudah merasa diri paling benar dari yang lain. 

Walaupun begitu, mas atau mbak Jabrixs tidak usah emosi. Kita semua harus bersabar atas fitnah-fitnah dunia yang akan terus dilakukan para munafiq sampai kiamat terjadi. Jadi kita semua harus berpegang teguh kepada Al Qur&#039;an dan Sunnah. Dan ketika melihat ada gerakan Islam yang merasa paling benar dari yang lainnya. Sudah selayaknya kita waspada! Jangan-jangan mereka adalah gerakan yang menghalalkan darah muslim yang lainnya. Karena, jika kita memang memegang teguh Al Qur&#039;an dan Sunnah, maka kita akan menjaga saudara muslim seluruhnya, walaupun berbeda pandangan tetapi dalam Islam dilarang untuk menfitnah dan menghujat yang lain. Itulah Islam, yang santun dan damai. Jadi kita semua harus berhati-hati dengan golongan pengajian yang suka melecehkan saudaranya sendiri.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh loe wahaby, sudah jelas-jelas loe nggak punya ilmu, pake sok segala. Nah loe keder sendiri. Katanya punya ilmua tapi nggak bisa jawab pertanyaannya Jais. </p>
<p>Sudah jelas, loe kumpulan orang munafik yang suka bawa nama-nama agama. Itu juga golongan loe yang pengen dianggap pintar (Si Hotarticle) malah kayak orang dungu! Pake hadits nggak tahu maknanya. Jangan-jangan loe semua kayak gitu yah. Halah, Islam kok kayak kafir. Menghalalkan segala cara.</p>
<p>Gue nggak tahu siapa itu Hasan Al banna yang loe maksud. Kalau itu Imam teroris loe yang kerjaannya fitnah orang, gua nggak ikut2. </p>
<p>Jangan Sok loe, gayanya kayak orang pintar. Tapi Gobloknya minta ampun. Jaisi loe babat abis aja, nggak usah pake bahasa halus segala. Si wahaby itu orang goblok. Pake bahasanya orang goblok juga. Loe pake bahasa yang halus and bahasa orang-orang berpendidikan kayak gitu percuma nggak ngaruh.  wahaby itu goblok yang pengen dianggap pintar! Cuman sayang, gobloknya ketahuan sejak awal.</p>
<blockquote><p>Jawab Jaisy01:</p>
<p>Mas Atau mbak Jabrixs, yang sabar yah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Jangan terlalu diambil pusing.<br />
Oh iya, untuk Hasan Al banna. Beliau adalah ulama yang hanif (lurus). Jalan dakwahnya santun, dan selalu ingin mempersatukan umat Islam seluruhnya. Beliau adalah ulama yang tidak ingin diklompok-klompokkan oleh sebuah klaim tertentu.<br />
Memang sangat banyak berita-berita yang menyimpang tentang Assyahid Hasan Al banna. Nah mungkin si wahaby juga mendengar berita yang menyimpang tersebut, sehingga akhirnya sudah merasa paling tahu maksud dan tujuan Assyahid Hasan Al banna. Padahal dari awal komentarnya saya melihat ketidakpahaman pengetahuannya tentang hal tersebut. Namun sayang, jika sudah dihinggapi kesombongan, kebenaran itu tidak akan pernah masuk kedalam hati dan pikirannya. Sehingga yang keluar kata-kata yang bernada hujatan.<br />
Saya sering berhadapan orang-orang macam wahaby tersebut. Yah seperti blog artikelislami atau hotarticle. Mereka sukanya &#8220;main belakang&#8221;. kalau benar-benar dilayani mereka pasti lari layaknya para pengecut, tetapi kalau nggak dilayani mereka terus &#8220;menggonggong&#8221;. Mereka tidak akan mengakui kelemahannya walupun sudah jelas-jelas terbukti kelemahannya. Yah mungkin karena kesombongan yang sudah merasa diri paling benar dari yang lain. </p>
<p>Walaupun begitu, mas atau mbak Jabrixs tidak usah emosi. Kita semua harus bersabar atas fitnah-fitnah dunia yang akan terus dilakukan para munafiq sampai kiamat terjadi. Jadi kita semua harus berpegang teguh kepada Al Qur&#8217;an dan Sunnah. Dan ketika melihat ada gerakan Islam yang merasa paling benar dari yang lainnya. Sudah selayaknya kita waspada! Jangan-jangan mereka adalah gerakan yang menghalalkan darah muslim yang lainnya. Karena, jika kita memang memegang teguh Al Qur&#8217;an dan Sunnah, maka kita akan menjaga saudara muslim seluruhnya, walaupun berbeda pandangan tetapi dalam Islam dilarang untuk menfitnah dan menghujat yang lain. Itulah Islam, yang santun dan damai. Jadi kita semua harus berhati-hati dengan golongan pengajian yang suka melecehkan saudaranya sendiri.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hotarticle</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/#comment-429</link>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 23:39:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=79#comment-429</guid>
		<description>Ketika Rasul SAW bertamu pada salah seorang shahabat, orang yang buta,Rasul SAW ketika sedang duduk, para shahabat berbincang satu sama lain tentang salah seorang yang tingkah lakunya buruk, banyak berdusta, banyak berkhianat, banyak berbuat kesalahan dan dosa. Shahabat berkata, &quot;Dia itu munafik.&quot; Rasul SAW bertanya, &quot;Kenapa kalian sebut ia itu munafik?&quot; Jawab shahabat, &quot;Wahai Rasulullah, tingkah-lakunya sesuai dengan perbuatan orang munafik.&quot; Maka Rasul berkata, &quot;Bukankah ia mengucap &#039;LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADUR ROSUULULLOOH&#039;? Para shahabat berkata, &quot;Betul, wahai Rasulullah! Ia tidak mengingkari kalimat itu.&quot; Maka Rasul berkata, &quot;Sungguh Allah mengharamkan orang yang mati dalam &#039;LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADUR ROSUULULLOOH&#039; dalam api neraka.&quot;


&lt;blockquote&gt;Jawab Jaisy01:

Saya beritahu hadits yang anda maksud.
Haditsnya berbunyi:
Dari Mahmud bin Rabi` ia berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau. Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka.

Jika melihat hadits, maka lihatlah sebab-sebab kenapa hadits itu turun. Bukan seenaknya sendiri memakai dalil tetapi tidak tahu sebab-sebab turunnya hadits tersebut. Hal ini bisa menjadi petaka. Bisa jadi semua orang berpendapat &quot;Ah berbuat dosa saja, nggak apa-apa kok. Toh kita sudah berkata kalimat Tauhid. Jadi pasti deh masuk surga!&quot; Jika hadits disalah tafsirkan seperti itu, wah bisa sangat banyak sekali orang munafiq. Dan bisa jadi, muslim yang munafiq adalah hal yang biasa. Aneh! :D

Munafiq yah munafiq. Perbuatan itu tercela dan berdosa. Yang dimaksud Rasulullah adalah mendoakan celaka terhadap orang munafiq tersebut, tetapi seharusnya orang-orang munafiq harus diberikan penyadaran tentunya dengan do&#039;a meminta agar Allah menyadarkan kemunafiqannya. Anda sendiri sadar dengan kemunafiqan anda kok malah membuat sebuah dalil yang terkesan menghalalkan perbuatan kemunafiqan anda. Bagaimana anda begitu bangga menjadi orang munafiq hingga memuat dalil yang tidak tahu jelas bunyinya? Wah-wah, kemunafiqan yang akut!

Coba renungi hadits dibawah ini:
&quot;Dari Buraidah Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga; seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka.&quot; Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Hakim.&quot;

&quot;Dari Anas Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat.&quot; Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah. Sanadnya kuat.&quot;

&quot;Dari Hudzaifah Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Tidak akan masuk surga orang yang suka memfitnah.&quot; Muttafaq Alaihi.&quot;

&quot;Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya.&quot; Riwayat Tirmidzi.&quot;

&quot;Dari Ibnu Mas&#039;ud Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong, karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan, dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongan, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat pembohong.&quot; Muttafaq Alaihi.&quot;

&quot;Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda: &quot;Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.&quot; Muttafaq Alaihi.&quot;

&quot;Semua umatku masuk surga kecuali orang yang menolaknya. Mendengar sabda tersebut para sahabat bertanya, &quot;Siapa orang yang menolak itu, ya Rasulullah?&quot; Rasulullah Saw menjawab, &quot;Orang yang menentang (perintah dan larangan)ku adalah orang yang menolak masuk surga.&quot; (HR. Bukhari)&quot; 
Apakah menjadi munafiq dan berkata bohong bukan larangan dari Allah dan Rasul-Nya? 

Mas... kalau bermain dalil, harus mempunyai dasar pengetahuan tentang sebab-sebab turunnya apa yang disabdakan Rasulullah atau yang difirmankan Allah. Bukan seenaknya sendiri memakai dalil yang pada dasarnya tidak diketahui bunyinya secara jelas maupun sebab-sebab turunnya. Malah itu akan membuat celaka diri anda sendiri.
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Rasul SAW bertamu pada salah seorang shahabat, orang yang buta,Rasul SAW ketika sedang duduk, para shahabat berbincang satu sama lain tentang salah seorang yang tingkah lakunya buruk, banyak berdusta, banyak berkhianat, banyak berbuat kesalahan dan dosa. Shahabat berkata, &#8220;Dia itu munafik.&#8221; Rasul SAW bertanya, &#8220;Kenapa kalian sebut ia itu munafik?&#8221; Jawab shahabat, &#8220;Wahai Rasulullah, tingkah-lakunya sesuai dengan perbuatan orang munafik.&#8221; Maka Rasul berkata, &#8220;Bukankah ia mengucap &#8216;LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADUR ROSUULULLOOH&#8217;? Para shahabat berkata, &#8220;Betul, wahai Rasulullah! Ia tidak mengingkari kalimat itu.&#8221; Maka Rasul berkata, &#8220;Sungguh Allah mengharamkan orang yang mati dalam &#8216;LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADUR ROSUULULLOOH&#8217; dalam api neraka.&#8221;</p>
<blockquote><p>Jawab Jaisy01:</p>
<p>Saya beritahu hadits yang anda maksud.<br />
Haditsnya berbunyi:<br />
Dari Mahmud bin Rabi` ia berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau. Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka.</p>
<p>Jika melihat hadits, maka lihatlah sebab-sebab kenapa hadits itu turun. Bukan seenaknya sendiri memakai dalil tetapi tidak tahu sebab-sebab turunnya hadits tersebut. Hal ini bisa menjadi petaka. Bisa jadi semua orang berpendapat &#8220;Ah berbuat dosa saja, nggak apa-apa kok. Toh kita sudah berkata kalimat Tauhid. Jadi pasti deh masuk surga!&#8221; Jika hadits disalah tafsirkan seperti itu, wah bisa sangat banyak sekali orang munafiq. Dan bisa jadi, muslim yang munafiq adalah hal yang biasa. Aneh! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Munafiq yah munafiq. Perbuatan itu tercela dan berdosa. Yang dimaksud Rasulullah adalah mendoakan celaka terhadap orang munafiq tersebut, tetapi seharusnya orang-orang munafiq harus diberikan penyadaran tentunya dengan do&#8217;a meminta agar Allah menyadarkan kemunafiqannya. Anda sendiri sadar dengan kemunafiqan anda kok malah membuat sebuah dalil yang terkesan menghalalkan perbuatan kemunafiqan anda. Bagaimana anda begitu bangga menjadi orang munafiq hingga memuat dalil yang tidak tahu jelas bunyinya? Wah-wah, kemunafiqan yang akut!</p>
<p>Coba renungi hadits dibawah ini:<br />
&#8220;Dari Buraidah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga; seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka.&#8221; Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Hakim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari Anas Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat.&#8221; Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah. Sanadnya kuat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari Hudzaifah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tidak akan masuk surga orang yang suka memfitnah.&#8221; Muttafaq Alaihi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya.&#8221; Riwayat Tirmidzi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari Ibnu Mas&#8217;ud Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong, karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan, dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongan, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat pembohong.&#8221; Muttafaq Alaihi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.&#8221; Muttafaq Alaihi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua umatku masuk surga kecuali orang yang menolaknya. Mendengar sabda tersebut para sahabat bertanya, &#8220;Siapa orang yang menolak itu, ya Rasulullah?&#8221; Rasulullah Saw menjawab, &#8220;Orang yang menentang (perintah dan larangan)ku adalah orang yang menolak masuk surga.&#8221; (HR. Bukhari)&#8221;<br />
Apakah menjadi munafiq dan berkata bohong bukan larangan dari Allah dan Rasul-Nya? </p>
<p>Mas&#8230; kalau bermain dalil, harus mempunyai dasar pengetahuan tentang sebab-sebab turunnya apa yang disabdakan Rasulullah atau yang difirmankan Allah. Bukan seenaknya sendiri memakai dalil yang pada dasarnya tidak diketahui bunyinya secara jelas maupun sebab-sebab turunnya. Malah itu akan membuat celaka diri anda sendiri.
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wahaby</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/#comment-421</link>
		<dc:creator>wahaby</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 14:13:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=79#comment-421</guid>
		<description>buat hendra..saya sarankan anda jangan terlalu mencari kelemahan dan kesalahan orang lain..tanpa melihat realita dan alur cerita dari awal,..ingat d dalam islam itu tidak di benarkan lho..!..maaf ini bukan debat..,dan jangan anda membuat kesan seperti itu,hati-hati malu di lihat orang luar islam.. seolah-olah anda datang jadi wasit..adu domba (devide .....mpera),..jangan asal loncat..jadi kesan nya anda tukang ADU..,semoga ini menjadi koreksi buat kita bersama



&lt;blockquote&gt;Jawab Jaisy01:
Mas wahaby yang insya Allah dimuliakan oleh Allah. Ketika anda di ingatkan oleh seseorang, alangkah baiknya ketika anda berterima kasih kepadanya. Ketika anda menyuruh orang melihat realita, dan realita anda dengan realita yang dilihat orang lain berbeda dengan yang anda harapkan. Maka anda harus harus siap untuk berbeda. Dan menghargai pendapat mereka. Saya melihat tidak ada keburukan dari apa yang disampaikan oleh mas Hendra kepada kita. Lalu kenapa harus bersu&#039;udhon kepadanya? Mas wahaby, anda tahu yang dinamakan debat, diskusi dan syara&#039;? Jika anda memahami ini, insya Allah anda mengerti apa yang dimaksud perdebatan. 
Saya juga malu dilihat orang diluar Islam jika seperti ini. Kesan asal loncat memang tidak dirasakan oleh mas Hendra. Saya juga merasakan hal itu, anda meloncat-loncat ketika berdebat. Masalah satu belum selesai, maka anda beralih kemasalah lainnya. Hal ini memang akhirnya tidak fokus, apa yang sebenarnya kita bicarakan ini.

Insya Allah, untuk saat ini saya tidak ingin menjawab komentar anda, sebelum anda menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang belum anda jawab secara lengkap. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan saya:

1. Siapa yang membunuh ulama-ulama yang anda sebutkan diawal komentar anda?
2. Apakah benar anda mengenal saya sepenuhnya?
3. Apakah anda berani bersumpah atas nama Allah dengan tidak mengganggp saya seorang hizb Salafy pada awalnya?  Karena anda tidak berani, maka saya tanyakan lagi. Beranikah? Dan sumpah apa yang anda inginkan kepada saya? 
4. Kapan saya mengatakan tidak bermanhaj salaf?
5. Apa perbedaan Hizb Salafy dengan manhaj salaf?
6. Kapan saya menyatakan diri dengan terang berisnad kepada wahabi? (bukan bahasa kiasan loh yah! Anda harus membedakannya)
7. Komentar anda ini adalah “anda bukan manhaz salafy tapi anda mengaku wahabi” Dengan sangat jelas saya katakan, saya tidak pernah mengatakan kalau saya bukan bermanhaj salafy! Kapan itu, dan jawaban yang mana?
8. Maksud anda saya disuruh bersumpah apa? Kenapa hanya sebatas sumpah saja, untuk menyatakan diri tidak su’udzhan sangat berat bagi anda? Ada apa ini? Kenapa? (pertanyaan ini sama dengan no 3, anda boleh menjawab salah satu. Tetapi tetap harus ada alasannya kenapa!)
9. Apa hubungannya Hasan Al banna dengan Muhammad bin Abdul Wahab? Di risalah keberapa Hasan Al banna menyatakan hal tersebut?
10. Pergerakan apa yang anda ikuti?
11. Sebutkan pengetahuan anda tentang siapa itu wahaby?
12. Apakah benar Hasan Al banna berisnad kepada wahaby?
13. Kenapa Hasan Al banna harus menjadi imam wahaby menurut anda?
14. Parameter apa anda menyamakan antara Hasan Al banna dengan wahaby?
15. Dan bukti apa anda menyatakan bahwa saya dualisme akhidah?

Kewajiban anda menjawab pertanyaan ini, karena pertanyaan anda sudah saya jawab. Dan beberapa pertanyaan saya belum anda jawab. Saya tidak akan menampilkan komentar anda sebelum anda menjawab pertanyaan yang belum atau tidak anda jawab dengan komentar anda yang lalu. Agar tidak menumpuk dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan saya yang belum anda jawab, maka saya tidak akan menampilkan komentar anda selama anda belum menjawab pertanyaan yang telah saya tanyakan dulu.
Tafadhol dijawab dulu, sebelum berkomentar tentang yang lain, agar lebih fokus dalam bahasannya. Syukron.
Wassalam&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buat hendra..saya sarankan anda jangan terlalu mencari kelemahan dan kesalahan orang lain..tanpa melihat realita dan alur cerita dari awal,..ingat d dalam islam itu tidak di benarkan lho..!..maaf ini bukan debat..,dan jangan anda membuat kesan seperti itu,hati-hati malu di lihat orang luar islam.. seolah-olah anda datang jadi wasit..adu domba (devide &#8230;..mpera),..jangan asal loncat..jadi kesan nya anda tukang ADU..,semoga ini menjadi koreksi buat kita bersama</p>
<blockquote><p>Jawab Jaisy01:<br />
Mas wahaby yang insya Allah dimuliakan oleh Allah. Ketika anda di ingatkan oleh seseorang, alangkah baiknya ketika anda berterima kasih kepadanya. Ketika anda menyuruh orang melihat realita, dan realita anda dengan realita yang dilihat orang lain berbeda dengan yang anda harapkan. Maka anda harus harus siap untuk berbeda. Dan menghargai pendapat mereka. Saya melihat tidak ada keburukan dari apa yang disampaikan oleh mas Hendra kepada kita. Lalu kenapa harus bersu&#8217;udhon kepadanya? Mas wahaby, anda tahu yang dinamakan debat, diskusi dan syara&#8217;? Jika anda memahami ini, insya Allah anda mengerti apa yang dimaksud perdebatan.<br />
Saya juga malu dilihat orang diluar Islam jika seperti ini. Kesan asal loncat memang tidak dirasakan oleh mas Hendra. Saya juga merasakan hal itu, anda meloncat-loncat ketika berdebat. Masalah satu belum selesai, maka anda beralih kemasalah lainnya. Hal ini memang akhirnya tidak fokus, apa yang sebenarnya kita bicarakan ini.</p>
<p>Insya Allah, untuk saat ini saya tidak ingin menjawab komentar anda, sebelum anda menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang belum anda jawab secara lengkap. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan saya:</p>
<p>1. Siapa yang membunuh ulama-ulama yang anda sebutkan diawal komentar anda?<br />
2. Apakah benar anda mengenal saya sepenuhnya?<br />
3. Apakah anda berani bersumpah atas nama Allah dengan tidak mengganggp saya seorang hizb Salafy pada awalnya?  Karena anda tidak berani, maka saya tanyakan lagi. Beranikah? Dan sumpah apa yang anda inginkan kepada saya?<br />
4. Kapan saya mengatakan tidak bermanhaj salaf?<br />
5. Apa perbedaan Hizb Salafy dengan manhaj salaf?<br />
6. Kapan saya menyatakan diri dengan terang berisnad kepada wahabi? (bukan bahasa kiasan loh yah! Anda harus membedakannya)<br />
7. Komentar anda ini adalah “anda bukan manhaz salafy tapi anda mengaku wahabi” Dengan sangat jelas saya katakan, saya tidak pernah mengatakan kalau saya bukan bermanhaj salafy! Kapan itu, dan jawaban yang mana?<br />
8. Maksud anda saya disuruh bersumpah apa? Kenapa hanya sebatas sumpah saja, untuk menyatakan diri tidak su’udzhan sangat berat bagi anda? Ada apa ini? Kenapa? (pertanyaan ini sama dengan no 3, anda boleh menjawab salah satu. Tetapi tetap harus ada alasannya kenapa!)<br />
9. Apa hubungannya Hasan Al banna dengan Muhammad bin Abdul Wahab? Di risalah keberapa Hasan Al banna menyatakan hal tersebut?<br />
10. Pergerakan apa yang anda ikuti?<br />
11. Sebutkan pengetahuan anda tentang siapa itu wahaby?<br />
12. Apakah benar Hasan Al banna berisnad kepada wahaby?<br />
13. Kenapa Hasan Al banna harus menjadi imam wahaby menurut anda?<br />
14. Parameter apa anda menyamakan antara Hasan Al banna dengan wahaby?<br />
15. Dan bukti apa anda menyatakan bahwa saya dualisme akhidah?</p>
<p>Kewajiban anda menjawab pertanyaan ini, karena pertanyaan anda sudah saya jawab. Dan beberapa pertanyaan saya belum anda jawab. Saya tidak akan menampilkan komentar anda sebelum anda menjawab pertanyaan yang belum atau tidak anda jawab dengan komentar anda yang lalu. Agar tidak menumpuk dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan saya yang belum anda jawab, maka saya tidak akan menampilkan komentar anda selama anda belum menjawab pertanyaan yang telah saya tanyakan dulu.<br />
Tafadhol dijawab dulu, sebelum berkomentar tentang yang lain, agar lebih fokus dalam bahasannya. Syukron.<br />
Wassalam</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wahaby</title>
		<link>http://suara01.wordpress.com/2008/07/03/berikut-adalah-ciri-blogger-munafik-jadi-blogger-baik-atau-diam/#comment-420</link>
		<dc:creator>wahaby</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 12:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suara01.wordpress.com/?p=79#comment-420</guid>
		<description>alhamdulillah..ada ahli bahasa..mas hendra..bahasa kiasan mana yang salah saya kiaskan? silahkan koreksi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah..ada ahli bahasa..mas hendra..bahasa kiasan mana yang salah saya kiaskan? silahkan koreksi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
