Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?


Artikel Ini Telah Dihapus


Atas Taujih dari beberapa ustad, dipandang dari beberapa kemaslahatan, maka saya hapus artikel ini. Berikut petikan taujih Ustad Agung kepada saya ketika melihat artikel yang saya buat.Akhi, ana sarankan antum hapus saja artikel antum yang mengenai ini. Ana melihat sedikit kemaslahatan yang dapat dipetik dari artikel antum. Ana tahu antum ingin membuat kebaikan atas artikel ini. Namun, dari beberapa komentar yang masuk. Ana malah melihat banyak yang belum begitu mampu untuk menelaah apa yang antum tuliskan.

Akh, antum ingin membuat orang tersadar dengan artikel antum. Tetapi dari komentar-komentar yang masuk, bukan kesadaran yang dapat dipetik hikmahnya. Tetapi malah menyekat persaudaraan sesama umat Islam. Antum coba baca dengan hati, setiap komentar-komentar tersebut adalah seorang yang merasa tersakiti hatinya. Dan ini sama saja antum menzhalimi perasaan mereka.

Walaupun ada oknum (blog Artikelislami) dari penganut Majelis Rasulullah. Tetapi jangan sampai kita membalas rasa sakit hati kita atas fitnahan-fitnahan yang melanda kita dan ulama-ulama yang kita hormati. Biarkan saja, fitnah tampil terus untuk menjadi sebuah contoh yang nyata tentang bentuk-bentuk fitnah yang selalu melanda umat Islam.

Antum jangan egois, ingin dia (Blog Artikelislami) menghapus yang telah diposting. Biarkan saja. Islam itu memberikan dua pilihan. Mau berbuat baik atau buruk. Kedua-duanya ada akibat yang akan diberikan Allah kepada kita. Maka dari itu antum tidak perlu susah-susah untuk menyuruh menghapus postingannya.

Untuk nasehat kepada dia adalah sekedar memperingatkan saja, jangan sampai kapasitas antum melebihi itu. Sudah seharusnya, jamaahnya sendiri yang memberikan nasehat kepada dia. Bukan antum. Ketika antum memberikan nasehat lebih dari kapasitas, akhirnya yah seperti artikel antum ini. Banyak yang mengira antum membenci Majelis Rasulullah. Padahal maksud antum adalah hanya untuk memperingatkannya. Sesungguhnya sifat manusia itu tidak akan pernah mau divonis bersalah, dia atau bahkan teman-temannya. Mereka akan cenderung membela jamaah mereka daripada menelusuri akar permasalahannya.

Jadi berdoa saja akh, semoga yang melakukan kesalahan itu sadar atas kesalahan yang dia perbuat. Dan antum jadilah seperti air, yang dengan kesabarannya meneteskan setiap butir-butirnya hingga merubah batu yang tadinya padat dan berbentuk tidak biasa akhirnya menjadi luarbiasa enak dilihat. Itulah akh, kesabaran kita. Kesabaran yang berpuluh-puluh tahun kita pupuk lama. Jangan sampai antum kehilangan kesabaran akh. Karena kesabaran itu tidak mengenal batasan.

Ana melihat antum beberapa hari ini I’tikaf bawa laptop malah jarang melihat antum tilawah dan menambah hafalan Qur’an dan hadits akh? Antum ini ijin sama istri meninggalkan anak, untuk menambah setiap pahala-pahala antum. Jangan antum terlalaikan menjawab komentar-komentar yang tidak enak dibaca. (Saya cuma cengar-cengir).

Sudah akh. Tafadhol antum pilih sendiri mau hapus artikel antum apa nggak. Ana hanya memberikan masukan saja akh. Tapi jangan lupa bisa terjadi akibat yang lebih besar dari letupan kecil seperti ini akh. Mungkin dia (blog Artikelislami) tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukan fitnah atas pemahamannya sendiri. Tetapi bukan berarti antum juga harus berpaham seperti itu. Mari kita berkhusnudhon kepada mereka atas segala macam tindakan yang mereka lakukan kepada kita, baik dan buruknya. Tidaklah seorang yang difitnah, dicaci dan dimaki menjadi lebih buruk. Melainkan kembali kepada diri mereka sendiri. Ingatlah Al Hujuraat ayat 11 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

(Dalam hati, saya berfikir apakah tidak ada ustad yang seperti ini di Majelis Rasulullah yah? Hingga mad’unya harus tega dan mudah sekali menfitnah dan menyesatkan orang diluar jamaah mereka. Wallahu’alam)

Dengan ini, saya menghapus artikel “Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?” Saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti atas artikel yang saya buat.

Hal yang menyangkut Blog Artikelislami —-> htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254 (Alhamdulillah, atas rahmat Allah. Akhirnya Admin Blog sedikit tersadar, namun masih disayangkan, walaupun saya bukan dari Hizb Salafi,  postingan yang lain seperti ini masih nampak —> htp://artikelislami.wordpress.com/2008/03/09/salafy-masonic/#comment-663 semoga  kesadarannya utuh untuk membangun pondasi umat Islam)
Kami berlepas diri atas fitnah dan hujatan yang dilayangkan kepada PKS dan ulama-ulama yang kami hormati.Tapi alhamdulillah, sisi baiknya adalah, akhirnya ada juga Penganut Majelis Rasulullah yang hanif, dan selalu berlemah lembut kepada sesama muslim. Tanpa bahasa kasar, merasa paling pintar dan tawadhu’ dalam bahasanya. Syukron atas seseorang yang mengirim email kepada saya dengan kelembutan dan kesantunan bahasanya. Dan merasa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat oleh saudaranya. Insya Allah keberkahan menyelimuti kita semua yaa Akhi. Intinya adalah kita harus Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini dengan tidak menfitnah, menghujat siapapun yang berbeda dengan pemahaman kita, selama pemahaman itu bersifat furu’.

About these ads

100 Tanggapan

  1. Assalammu’alaikum wr.wb

    Maaf akhi, apakah dengan menampilkan hal ini dan mencap bahwa mereka sesat akhi merasa puas? Apakah ketika akhi menampilkan ini akhi tdk berpikir akan menimbulkan tanggapan2 yg justru menjadi ajang bersitegang dgn pendapat msg2 dan menjurus ke hal2 yg dimurkai oleh Allah?

    Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR muslim) 
    Maraji: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam.

    Syukron akhi atas pengingatannya. Akhi, sebuah fitnah harus dijawab dengan kebenaran. Tidak ada letak penghinaan atas artikel diatas. Diatas menjelaskan realitas “Penganut” Majelis Rasulullah, yang telah dengan mudahnya mengklaim kesesatan PKS. Dan tidak tanggung-tanggung fitnahan pun dilancarkan kepada PKS, termasuk ana juga! Ana menuliskan ini adalah bentuk dari akumulasi atas tidak sadarnya atas dosa yang diaperbuat di blognya. Bahkan tidak sadarnya menfitnah PKS dan ana sendiri.

    Ana tidak menyerang Majelis Rasulullahnya, tetapi ana ingin lebih menyadarkan penganutnya. Ketika ana mendiamkan itu terus berlarut-larut, bahkan ana sendiri pengen para penganut Majelis Rasulullah lainnya untuk memperingatkan atas fitnahan penganut tersebut. Sampai sekarang mereka masih diam, bahkan terasa memberi dukungan dalam ajang fitnah-menfitnah gerakan Islam. Artikel diatas bukan letupan sesaat akhi! Tetapi artikel ini adalah akumulasi dari beberapa ikhwa yang menginginkan ana menjawab dengan ilmu pula atas fitnah yang mereka lancarkan kepada PKS.

    Kami sudah menasehati secara baik-baik. tetapi hanya menjadi olok-olokkan saja bagi mereka (Silahkan dilihat). Jadi, saya mengingatkan yang lebih keras. Semula artikel yang pertama ana hanya ingin mereka tersadar atas perbuatannya. Tetapi setelah dibiarkan mereka masih tetap melakukan fitnahan tersebut. Bahkan persoalan ana dengan admin yang ana anggap selesai, dibawa-bawa di forum yang lainnya dengan mudah mereka menfitnah ana. Ini bulan Ramadhan, bulan kemuliaan. Dengan kemuliaan Allah ini ana pengen mereka sadar dengan peringatan yang keras tersebut! Beberapa kali kami ingin bertabayyun dengan mereka, dengan bertemu mereka. Tetapi mereka beraninya hanya diblog-blog seperti ini. Jadi jika mereka ingin beradu hujjah, ana siap. Tetapi bukan saling fitnah. Kesesatan mereka adalah mereka telah menfitnah golongan Islam yang lainnya. Bahkan menfitnah salah satu ulama yang ana hormati (Hasan Al-banna) dengan sebutan Mu’tazilah, Khawarijz dsb. Bahkan fitnahan-fitnahan keji yang lain dilontarkan agar terlihat seperti nyata. Sebagai Muslim, ana wajib menjawab fitnah-fitnah keji tersebut.

    Sudah bukan jamannya PKS berdiam diri ketika fitnah-fitnah terus berkembang. Menjelaskan dengan kapasitas pengetahuan seorang muslim itu adalah wajib! Dan menyesatkan para penfitnah, pendusta apalagi pengecut-pengecut diblog-blog seperti ini adalah keharusan!

    JIka mereka menampilkan fitnahan, maka ana akan menampilkan sisi syara’ tentang fitnah-fitnah tersebut. Dan penfitnah jelas kesesatan yang nyata dalam Islam.

  2. assalamu’alaikum
    sohib dri tulisannya bawa2 nama majelis rasulullah neh…mang bnr ky gthu???klo mnrt ane ye benturan2 ini cm terjadi di grassroad aj..ngerti ga grassroad???kl habib munzir sendri kynya ga ad mslh..kmrn aj wktu dilap banteng ketua PKS diundang kok.bahkan kakak dari guru mulia habib munzir merupakan pengurus dari PKS.ente tau ga???maka dri itu jgn suka kepancing cri tau dulu bnr ap ngga nye…dan satu lagi MR bukan aliran tapi majlis taklim jd ente jgn coba2 pecah belah umat pake istilah2 yg bikin permusuhan.dan klo ente mang merasa difitnah silhkan temui habib munzir langsung selaku pimpinan MR,beliau orang yg sangat baik jd ente jgn sungkan u/ silaturahim,mau mrh2 jg gpp,beliau ga sprti yg antum pikir.tak kenal maka tak sayang.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam.

    Iya nih sohib, saya bawa nama Majelis Rasulullah seperti saudara yang mengikuti Majelis Rasulullah bawa-bawa nama PKS, bahkan dengan bangga menyandingkan PKS dengan bintang David Yahudi Laknatullah. Grassroad? Akhi, orang-orang kecil itu kadang memang seneng dibentur-benturkan. Insya Allah kalau kader PKS tidak akan mau melakukan permusuhan kepada setiap gerakan Islam. Tetapi kalau difitnah, maka kader PKS harus siap untuk menjawab dengan hujjah yang bertetapan dengan syara’. Sebelum ini ana sudah mengingatkan dengan lebih santun, tetapi belum ada i’tikad baik dari dia untuk menghapus salah satu artikel yang jelas mengandung fitnah. Nah ana mempertanyakan seberapa besar dia “ngaji” di Majelis Rasulullah hingga sampai tidak tahu hakekat fitnah itu sendiri! Beberapa DPD seperti DPD Tangerang juga pernah mengundang Kakak dari Habib Munzir. Saat itu ana merasa yakin akan kesatuan gerakan Islam kita. Namun sangat disayangkan muncul artikel yang jelas ketidak-senangan pengikut kajian Majelis Rasulullah ini menyangkut-nyangkutkan PKS dengan bintang David, bahkan sampai menghina salah satu Ulama yang kami hormati Hasan Albanna, dengan begitu keji.

    Dengan begitu ana mempertanyakan, apakah seperti itukah penganut Majelis Rasulullah itu? Sekarang apakah antum sudah mengingatkan saudara antum sendiri akan fitnah yang jelas-jelas akan merusak hubungan sesama Islam? Akhi, ana memperingatkan semua orang termasuk saudara Tarbiyah ana jika melakukan kesalahan. Dengan tetap berlemah lembut, tetapi adakalanya pengingatan keras itu akan menggugah dia tentang tindakan yang tersesat tersebut.

    Ana yakin, Habib Munzir adalah salah satu seorang yang dapat kita ambil contoh dengan perbuatan baik beliau. Tetapi apakah pengikut kajian Majelis Rasulullah yang satu ini benar-benar telah mengikuti salah satu orang yang dia anggap baik? Itulah pertanyaannya.

    Ana tidak pernah dan tidak ingin sama sekali membuat permusuhan. Tetapi ana hanya ingin mengingatkan, kalau tidak ingin sesat yah jangan fitnah gerakan lain. Apalagi jelas-jelas menfitnah ana diforum yang ana sendiri tidak mengetahui, yang pada akhirnya ana tahu karena ada ikhwah yang memberitahu, jelas ini adalah perbuatan seorang munafiq.

    Demi Allah tidak ada prasangka yang jelek kepada Habib Munzir, apalagi memusuhi beliau. Tidak. Ana hanya ingin memperingatkan pengikutnya, dan kalau bisa antum juga memperingatkan saudara antum yang telah berbuat aniaya terhadap umat Islam yang lain.

    Jelas dibolehkan, mempertanyakan pengikut sebuah kajian manapun yang melakukan tindakan kemaksiatan apalagi melakukan tindakan yang keji dalam Islam ini. Mempertanyakan apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat dengan atas perbuatan yang dilakukan pengikut tersebut adalah peringatan keras kepada setiap muslim!

    Ana pernah mengingatkan HTI, dengan mempertanyakan “Apakah Benar kader/Media HTI munafiq?” atas tindakan mereka yang jelas-jelas menyerupai tindakan munafiq. Lalu ana juga pernah membuat artikel mengingatkan saudara ana di Tarbiyah dengan “Kecewa dengan VCD Sang Murabbi” dengan keras pula, bahkan sampai ana tulisan “kezhaliman” pun ana tulis. Lalu, ana mempertanyakan “Apakah penganut Majelis Rasulullah Sesat?” Jelas karena perbuatan munafiq dan menfitnah adalah perbuatan kesesatan yang nyata dalam Islam, dan itu dilakukan oleh orang yang mengaku pengikut kajian Majelis Rasulullah.

    Ana tidak pernah dan tidak ingin membuat artikel yang ketika dibaca membuat mata dan hati ini menjadi “panas” kecuali atas ketidak-nyamanan artikel yang lain dan membuat orang menjadi “panas” juga kalau membaca. Makanya ada counter seperti ini. Tafadhol antum ingatkan pembuat fitnah-fitnah tersebut. Dan kalau bisa antum laporkan langsung kepada Habib Munzhir, atas perbuatan oknum pengikut kajian Majelis Rasulullah itu.

    Insya Allah, ana siap untuk menghapus postingan ini jika fitnah-fitnah yang dilancarkan oleh pengikut kajian Rasulullah di blog juga dihapus.

    SAYA ORANG ISLAM, TIDAK INGIN BERMUSUHAN DENGAN SIAPAPUN. TETAPI KETIKA ADA YANG MENFITNAH GERAKAN ISLAM, MAKA SAYA BERHAK UNTUK MENJAWAB FITNAHAN TERSEBUT. SIAPAPUN ORANGNYA! DEMI ALLAH TIDAK ADA YANG SAYA TAKUTKAN KECUALI ADZAB ALLAH.

    • jangan ketinggian mas ,lihat getok dulu,memang pks sih yang awalnya sok suci lalu menjelekan MR pantas lah kalo di jelekan balik. faham anda kecil di indonesia mas.anda tau …habib munzir itu dulu salah satu murid kesayangan gus maksum(salah satu dedengkot nya banser NU pejuang jaman pki) walao saya bukan anggota MR tapi kita disini siap bantu MR karena kesamaan faham maupun guru besar…..

      Jawab Abu Jaisy:
      Hehehe, ketinggian apanya mas? Demi Allah mas tahu kalau PKS pernah menjelekkan MR? Jika hanya isu, dan tidak bisa sampeyan buktikan. Lambe (Mulut) sampeyan (kamu) akan disumpal dengan batu api dineraka nanti. Gus Maksum kediri maksud sampeyan? Hehehe, masya Allah. Saya malah beberapa kali sambang kepada beliau saat sebelum beliau meninggal. ditahun 2002, saat beliau meninggal (mungkin tahun 2003) saya juga tak’ziyah. Kasihan beliau, pengennya anak lagi tapi tidak bisa hamil lagi istri-istrinya. Tahu kenapa? Sampeyan akan tahu kalau maqom sampeyan wes duwur (sudah tinggi). Saya sendiri heran dengan Pagar Nusa. Kok dari jaman dulu sampai sekarang nggak pernah mencampai puncak prestasi di IPSI.

      Saya juga bukan kader Majelis Rasulullah. Tetapi saya anti orang yang suka menfitnah. Dan saya tidak pernah menyatakan Majelis Rasulullah sesat!!! Saya hanya menyatakan oknum Majelis Rasulullah yang suka menfitna dan pendusta, dan oknum itulah yang sesat. BUKAN MAJELIS RASULULLAH-nya.

      “Maaf, saya tutup komentar topik ini. Tidak ada komentar lagi, karena saya sudah jelaskan berkali-kali kalau Majelis Rasulullah tidak ada hubungannya dengan artikel ini, kecuali OKNUM dari Majelis Rasulullah yang memang melakukan tindakan kesesatan dalam Islam”

  3. Peace laahhh Peace..

  4. iya neh yg punya punya blog kyknya emosian….ga sabar dan santai ngadepinnya….kalao dah emosi yah susah diingetin…perasaanny cuma pengen dirinya dibenerkan dan trus mencari supaya “lawan” nya yg tetep salah…..laa taghdhob !!!..

    Jawab Jaisy01:
    :) mas Abulagi, kalau mas tanya siapa Jaisy01 di chatingan seperti #cafeislam (dalnet) insya Allah beberapa orang akan bilang kalau saya orangnya suka bercanda dan tidak pernah marah, apalagi mengumbar emosi sembarangan.

    Apakah menjawab kemunkaran adalah sebuah sikap yang emosian? Ingatlah seorang ulama menyatakan “Kesabaran itu salah satunya memerangi kemunkaran” Dan silahkan melihat himbauan Allah kepada orang yang sabar “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.”

    Ingat juga “Sahabat Abi Umamah berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa cinta dan marah karena Allah, memberi sesuatu dan mencegah sesuatu karena Allah, maka berarti dia telah memiliki keimanan yang sempurna.” (HR. Abu Dawud).”

    Kalau saya salah yah silahkan diingatkan dimana letak kesalahannya. Ingat menjelaskan sesuatu kesalahan bukan terletak kepada perasaan, tetapi kepada hakekat dari apa yang diperbuat. Jika salah katakan salah, jika benar maka katakan benar.

    Sangat jelas letak kesalahan Oknum penganut Majelis Rasulullah ini suka menfitnah dan berhati munafiq. Ini bukan saya yang bilang, tetapi hadits Rasulullah yang jelas-jelas memberikan ciri bentuk kemunafikan seseorang. Ingatlah firman Allah “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

    mas Bapaknya Lagi, apakah anda ingin bercanda dengan Al Quran dan Hadits Rasulullah? Bercanda itu ada aturannya, ada Adabnya dan akhlaq dalam bercanda itu selalu diutamakan. Jangan bercanda yang jelas-jelas dilarang oleh Islam. Nah mereka diingatkan kesalahannya kok malah bangga dan tidak mau meminta maaf, dan hujjah yang jelas dari Al Quran dan Hadits tentu akan menjadikan mereka sadar jika mereka orang Islam. Tetapi kalau oknum itu kafir, maka yah seperti itu wataknya.

    “adfa’billatihiya akhsanussaiyiah nakhnu a’lamu bimaa yashifuun” (Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan)

    Hal mana sesuatu yang lebih baik dari peringatan Allah dan Rasulnya?

    Mas Bapaknya Lagi, saya tidak pernah mencari “lawan” setiap saudara muslim adalah saudara saya. Dan wajib saya mengingatkan. Dengan artikel diatas jelas itu pengingatan keras kepada oknum mengatasnamakan Majelis Rasulullah yang jelas-jelas melakukan perbuatan sesat tersebut. Nah kalau saya mencari “lawan” pastinya saya tidak akan pernah perduli apa yang ingin dilakukannya.

  5. Saya rasa Abu Jaisy memang benar, ketika saya membaca salah satu postingan artikelislami tentang logo bintang yahudi disama-samakan dengan bendera PKS. Dan setelah saya membaca seluruh komentarnya, ternyata memang pemilik artikelislami yang mengaku pengikut Majelis Rasulullah ini tidak punya dasar agama yang kuat, dalam berdiskusi pun tidak punya landasan ilmu yang bagus. Rasanya semau gue. Jadi terlihat kekanak-kanakannya.

    Dan dari beberapa artikel Abu Jaisy tentang masalah fitnah maupun kemunafikan, akhirnya memang terbukti bahwa blog artikelislami mempunyai ciri-ciri melakukan tindakan fitnah dan berbuat munafiq. Dasar hadits dan Al Quran yang dikemukakan Abu Jaisy seharusnya menjadi pertimbangan dosa-dosa bagi pemilik blog Artikelislami.

    Abu Jaisy juga saya sarankan agar jangan terlalu fulgar bahasanya, bisa menyakitkan hati juga kalau seperti itu. Nanti mengira pengikut Majelis Rasulullah sesat semua. Ini bisa menimbulkan fitnah juga loh.

    Semoga dipertimbangkan. Wassalamu’alaikum.

    Jawab Abu Jaisy:

    Waalaikumsalam.
    Syukron atas pengingatannya. Insya Allah bahasa dari artikel diatas tidak mengandung unsur fitnah, karena sesuai dengan apa kata admin artikelislami, bahwa ada kalimat tanya “?” disitu. Tapi ana memberikan gambaran yang jelas terhadap sikap dari penganut Majelis Rasulullah itu dari Nash Al Quran dan Hadits Rasulullah.

    Mungkin akan terkesan keras dan membuat sesak didada. Tetapi inilah yang harus menggugah pengikut kajian Majelis Rasulullah yang lain untuk mengingatkan juga kesesatan dari admin artikelislami tersebut.

    Insya Allah ana bukan orang yang mempersulit masalah ini, jika dia sudah tahu letak kesalahannya serta meminta maaf dan tidak melakukan perbuatan kesesatan itu kembali. Maka ana rasa postingan diatas tidak perlu ditayangkan lagi.

    Syukron atas kunjungannya, btw kalau nggak salah Abu Hanifah dosen Universitas Negeri di Malang yah? (emailnya kok sama dengan Abu Umar)

  6. mas hati2 kalo ngomong…datang dulu ke majelis baru komentar
    wahabi kampungan!

    Jawab Jaisy01:
    :D insya Allah sudah sangat hati2. Maka dari itu, kalau nyuruh orang hati-hati, yang nyuruh juga harus hati-hati. Hehehe, kebiasaan kalau sakit hati langsung menghardik :D
    Biasanya sih yang kampungan suka menghardik, soalnya nggak bisa jawab dengan ilmu jadi keluarnya yah kayak gitu :D

    hehehe, dikit-dikit wahabi, dikit-dikit wahabi. Wahabi kok dikit-dikit. Kalau menjelaskan kebenaran itu wahabi, wah saya mau jadi wahabi. :D

  7. makanya ane bilang kampungan ya ane bales kampungan lagi deh

    hehe kayaknya terlalu mulia buwat saya nanggepin artikel ginian pake ilmu…wong yang nulis artikel ini aja nggak pake ilmu yah maklumlah belajar nggak punya sanad guru jadinya nggak tahu adab memuliakan guru deh.tahunya cuman ngutip dalil, tambal sana potong sini

    contoh kecil: perhatiin tuh makam guru ente (Hujjatul islam ibnu taimiyyah) yang nggak keurus (saya pribadi juga menghormati beliau),wajar aja nggak kenal ziarah kubur,ngikutin siapa tuh,itukah perlakuan terimakasih murid atas gurunya, padahal kalo ngaku nabinya Muhammad SAW ya ziarah kudu dilakonin, lihat perlakuan nabi atas makam syuhada uhud di pekuburannya, beliau ziarah trus ngedoain

    coba tabayyun dulu kapan ada pernyataan seperti ini

    “Bahkan sampai berani mengecap diluar jamaah mereka adalah jamaah yang sesat!”

    coba tunjuk ceramah tanggal berapa antum bisa cek di situsnya..monggo, kalo nggak ada fitnah lho (fitnah lebih kejam daripada fitness mas..hehe),atau memang logika ente yang terlalu dangkal (mudah-mudahan sih enggak)

    silahkan aja mo berwahabi-ria,liberal-ria,hizbi-ria,agnostis sekalian mah silahkan aja asal jangan colak-colek, yah mudah-mudahan anda tahu juga sejarah wahabi ntu,coba cek tuh lawrence of arabia yang mimpin orang-orang arab (keluarga saud) berontak ngelawan dinasti ottoman,berlomba-lomba ngeruntuhin dinasti khilafah terakhir,lalu muncullah wahabi nguasain saudi hingga sekarang,eh baru akhir-akhir ini muncul keinginan pengen balikin lagi khilafah..rancu! (secara gitu loch)

    mas…mas baek..baek di hack y!

    peace ;)

  8. assalammualaikum Warahmatulahi wabarakatuh…..

    salam rindu buat akhi, semoga senantiasa allah melimpahkan rahmat dan hidayahnya….

    MEMBONGKAR FAKTA SEJARAH HITAM WAHHABI BERTINDAK MEMBUNUH UMAT ISLAM

    ( Edisi Sejarah Hitam Wahhabi Di Kota Thoif )

    1- WAHHABI MENYERANG KOTA THOIF SETELAH MENAWAN PEMERINTAHAN ASY-SYARIF GHOLIB HAKIM MEKAH PADA ZUL QAEDAH TAHUN 1217H BERSAMAAN 1802M KEMUDIAN WAHHABI MEMBUNUH PENDUDUK THOIF TERMASUK WANITA DAN KANAK-KANAK DAN WAHHABI TURUT MENYEMBELIH BAYI YANG MASIH DIPANGKUAN IBUNYA.
    ( Rujuk fakta sejarah tersebut dalam kitab berjudul Kasyfu Al-Irtiyab seperti yang telah discan di atas pada mukasurat 18 karangan Muhammad Muhsin Al-Amin dan beliau turut menukilkan kenyataan yang sama dari Mufti Mekah Ahmad Bin Zaini Dahlan )

    2- WAHHABI MEMBUNUH UMAT ISLAM DI DALAM MASJID-MASJID & RUMAH-RUMAH DAN WAHHABI BERTINDAK MENGEJAR SESIAPA YANG LARI DARI SERANGAN MEREKA LALU MEMBUNUH KEBANYAKAN MEREKA YANG LARI ITU, WAHHABI JUGA MENGUMPUL SEBAHAGIAN MEREKA TADI DALAM SATU KAWASAN MALANGNYA KEMUDIAN DIPUKUL LEHER MEREKA (BUNUH) DAN SEBAHAGIAN MEREKA DIBAWA OLEH WAHHABI KE SATU LEMBAH BERNAMA WADI ALUJ LANTAS WAHHABI MENINGGALKAN MEREKA DI WADI YANG KOSONG ITU YANG JAUH DARI PERKAMPUNGAN DALAM KEADAAN MEREKA DIBOGELKAN TANPA PAKAIAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN.
    ( Rujuk fakta sejarah tersebut dalam kitab sejarah berjudul Sofahaat Min Tarikh Al-Jazirah Al-Arabiyah Al-Hadithah pada mukasurat 178 dikumpulkan oleh Dr. Muhammad ‘Audh Al-Khatib )

    * bersambung… ada 7ribu lagi sejarah HITAM Wahhabi yang akan dibongkarkan dalam blog ini berdasarkan fakta sejarah yang tepat. Nantikan…

    http://www.abu-syafiq. blogspot. com
    Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen (2)

    Lihat Video Pembunuhan Kejam Terhadap Umat Islam ( klik di atas )

    WAHHABI MEMBUNUH ULAMA ISLAM, FAKTA SEJARAH YANG TIDAK AKAN DILUPAKAN

    -SEMASA KEBANGKITAN WAHHABI DI KOTA THOIF MEREKA TURUT BERTINDAK GANAS TERHADAP ULAMA ISLAM DI KOTA THOIF DAN ULAMA ISLAM YANG BERADA BERHAMPIRAN DENGANNYA TERMASUK ULAMA ISLAM DI MEKAH DAN MADINAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI BERDASARKAN FAKTA SEJARAH TEPAT.
    PADA MASA ITU WAHHABI TELAH MEMBUNUH DAN MENYEMBELIH ULAMA ISLAM TERLALU RAMAI ANTARA ULAMA ISLAM YANG DIBUNUH OLEH WAHHABI ADALAH:

    1- MUFTI MEKAH AL-MUKARRAMAH WAKTU YANG SAMA MERUPAKAN SEORANG MUFTI MEKAH DALAM MAZHAB ASY-SYAFI’IYYAH BERNAMA SYEIKH ABDULLAH AZ-ZAWAWI TELAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN KEJAM DIHADAPAN RUMAHNYA DENGAN CARA MENYEMBELIH MUFTI TERSEBUT.

    2- SEORANG QODHI (TUAN KADI) BERNAMA ABDULLAH ABU AL-KHOIR JUGA MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI KETIKA ITU.

    3- SYEIKH JA’FAR ASY-SYAIBY DAN BEBERAPA ULAMA ISLAM BERSAMANYA DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN CARA PENYEMBELIHAN KEJAM OLEH KETUA DAN BALA TENTERA WAHHABI KETIKA ITU.

    KESEMUA PERISTIWA KEJAM TADI BERLAKU PADA TAHUN 1217H BERSAMAAN 1802M.

    ( Sila rujuk fakta sejarah kekejaman Wahhabi tersebut dalam kitab sejarah yang mu’tadil berjudul Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah karangan ulama sejarah bernama As-Said Ibrahim Ar-Rawi Ar-Rifa’iy pada mukasurat 2-4 percetakan An-Najah di Baghdad Iraq Tahun cetakan 1345Hijriyyah ).

    Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen (3)

    FAKTA SEJARAH MEMBUKTIKAN KEZALIMAN WAHHABI DI MEKAH AL-MUKARRAMAH MEMBUNUH UMAT ISLAM BERDASARKAN BUKU SEJARAH WAHHABI SENDIRI

    (Edisi Sejarah HITAM Wahhabi Di Mekah Al-Mukarramah)

    Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya disana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803M : 1218H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy ‘Asyar. Manakala pengkaji sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:

    KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA MEKAH:-

    – Pada bulan Muharram 1220H bersamaan 1805M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji.

    – Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.

    – Penduduk Mekah kelaparan kerana keadaan begitu zalim dilakukan oleh Wahhabi sehingga kanak-kanak mati kelaparan berkelimpangan mayat-mayat mereka.
    – Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keldai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu

  9. SEJARAH WAHABI

    Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya
    Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal
    usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan
    berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-
    jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini
    Dahlan, I?tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah
    Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan
    lain-lain.

    Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin
    Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia
    adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke
    negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah
    Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M,
    dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher
    yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah.
    Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran
    barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan
    agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha?i. Bahkan
    Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja
    kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.

    Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut
    madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang
    sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah
    dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa
    dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh
    orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang
    lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun
    menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak
    kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar dari madzhab
    Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawaiqul
    Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah.

    Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad
    bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafii, menulis surat berisi nasehat: Wahai
    Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari
    mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa
    orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah,
    maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah
    tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang
    bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-
    Sawadul Adham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena
    engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari
    kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak
    mengikuti
    Jalan muslimin.

    Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini
    adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : Dan barang siapa yang
    menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan
    yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap
    kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka
    bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam,
    dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115)

    Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab,
    adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul,
    ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang
    disampaikan ahlussunnah wal jamaah berkaitan dengan tawassul, ziarah
    kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima.

    Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin
    sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.

    Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul
    Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan
    Ramadhan??
    Dengan segera dia menjawab, Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu
    orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak
    hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir
    Ramadhan. Lelaki itu bertanya lagi kalau begitu pengikutmu tidak
    mencapai satu persen pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum
    muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak
    itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang
    muslim.? Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu
    bahasa.

    Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat
    ayahnya dan guru-gurunya itu. Dengan berdalihkan pemurnian ajaran
    Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed.
    Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh.
    Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dariyah, Muhammad bin
    Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang
    dikemudian hari menjadi mertuanya.

    Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas
    wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah
    Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau
    merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan
    bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih,
    dan membunuh orang musyrik dijamin surga.

    Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari
    sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-
    Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku
    nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari
    daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar
    daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi
    pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya
    kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah
    musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui
    bahwa para ulama besar sebelumnya telah mati kafir.

    Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya,
    kalau tidak dia pun langsung dibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga
    sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga
    membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-
    sampai seorang pengikutnya berkata : Tongkatku ini masih lebih baik
    dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular,
    sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama
    sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya
    seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan
    wilayah kekuasaan semakin luas.

    Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya
    keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur,
    peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut
    Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia.
    Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan
    jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena
    makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada
    Allah.

    Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah
    yang ada di atas kuburan, menjarah hisan – hiasan yang ada di Hujrah
    Nabi Muhammad.

    Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah
    pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Kabah yang terbuat dari
    sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah
    tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan
    Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin
    Abbas.

    Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum
    solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang.
    Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di
    kubur kaum solihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan
    Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka.
    Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan
    Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah
    bisa direbut kembali.

    Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Saud
    bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil
    menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan
    Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I.

    Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di
    Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global.
    Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan
    ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah
    tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu
    selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafii yang
    sudah mapan.

    Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah
    di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah),
    di Baqi dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan
    tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di
    atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan
    tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta,
    namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka
    dibangun perpustakaan.

    Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah
    dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra
    (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan
    dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman
    International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan
    mengurungkan niatnya.

    Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan
    dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak
    yang menentangnya maka diurungkan.
    Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak
    mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan
    yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan
    itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan
    sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk
    perluasan tempat parkir.

    Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal,
    disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu
    juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.
    Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya
    andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah
    itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru.

    Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di
    wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam
    kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu
    akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah
    jamaah haji dan umrah.
    Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah.
    Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat
    parkir, katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300
    bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun
    terakhir.

    Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak
    Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan
    maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun
    1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, Pelestarian bangunan bangunan
    bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.

    Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan.
    Mereka banyak menghancurkan peninggalan- peninggalan Islam sejak masa
    Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh
    modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para
    arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan
    juta dollar untuk menggali peninggalan- peninggalan sebelum Islam baik
    yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata.

    Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah
    menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini
    merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu
    keraguan di kemudian hari.

    Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan
    ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh
    keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang
    tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli
    bidah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan,
    mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali
    kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan
    kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-
    Islam-kan penduduk negeri ini.

    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan
    Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 %
    penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang
    10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja
    tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka
    dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid
    kepada Allah SWT.

    Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo
    untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi
    corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme,
    penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).

    Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai
    faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka
    berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai
    golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka.
    Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai
    ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz
    (yang sekarang dinamakan Saudi).

    Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari
    para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun
    mereka bantai di hadapan ibunya.
    Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka
    lakukan dengan dalih memberantas bidah, padahal bukankah nama Saudi
    sendiri adalah suatu nama bidah Karena nama negeri Rasulullah SAW
    diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi
    yaitu As-Saud.

    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini
    dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam
    memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini
    adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI &
    MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: Fitnah itu datangnya dari sana,
    fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur
    (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

    Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an
    namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke
    hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari
    busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak
    akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).
    (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748).

    Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan
    Ibnu Hibban : Nabi SAW pernah berdoa: Ya Allah, berikan kami berkah
    dalam negara Syam dan Yaman, Para sahabat berkata: Dan dari Najed,
    wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Allah, berikan kami berkah dalam
    negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW
    bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana
    pula akan muncul tanduk syaitan., Dalam riwayat lain dua tanduk
    syaitan.

    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka
    adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas
    ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia
    telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya
    hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari
    majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah
    terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya.

    Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: Tidak
    perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab,
    karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu
    sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah
    bercukur (gundul), karena ahli bidah sebelumnya tidak pernah berbuat
    demikian. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub
    Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jalaudz Dzolam sebuah
    hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:
    Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang
    lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya
    selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi
    kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk
    berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin. (AI-Hadits)

    BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan
    Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi
    menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad
    bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan
    bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk
    setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua
    tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan
    Muhammad Ibn Abdil Wahab.

    Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang
    ulama mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: Ba daa halaakul
    khobiits (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun Said Alwy)

  10. say punya guru ngaji gak? ngaji dulu yg bener yee
    ntar kalo dah lurus lidahnya,..baru nunjuk2 orang yee

    ilmu ada di dada para ulama bukan di buku, buku bukan kiblat syariah, kiblat syariah kita adalah guru2 kita. boleh baca buku tapi harus punya sanad ilmu bukan berarti yang berkiblat pada guru itu taqlid ya..kamu paham kan say?

    perkataan seseorang itu keluar dari hatinya
    abis judulnya provokative sih, judgemental banget ntar kalo dibalikkin orang gimane? contoh : apakah benar kader PKS sesat? (gak mau khan,.dihapus aja ya say..)

    maaf yah mungkin ana terdengar sedikit sombong
    tapi gak papa deh kata Nabi saw “sombong sama orang sombong adl sedekah”..

    tuhhh ana sedekahin ente, mumpung bulan ramadhan pahalanya dilipatgandakan 700X lipat.

    Rabbiy hamba titipkan nama pembuat blog ini agar Kau limpahi hujan rahmat dan hidayah, buat lisannya hanya mengucap yang baik sebagaimana hatinya pun berprasangka baik pula.Amin ya Rabb

    makacihh..jangan marah ya

    Jawab Jaisy01:

    Wah, berarti kalau dah ngaji dan berilmu boleh nunjuk-nunjuk yah? :D

    Yah, yang terpenting satu hal. Beragama itu bukan dengan emosi, tetapi dengan pamahaman. Insya Allah saya ngaji dibeberapa ulama yang saya anggap faqih dalam beragama, juga termasuk membaca buku-buku. Karena saya tidak ingin menjadi orang yang taklid buta terhadap satu ulama saja.

    Hehehe, judulnya profokatif yah? Yah memang, realitasnya seperti itu. Kalau judul “apakah benar kader PKS sesat? ” Alhamdulillah, jadi ada kritikan disitu. Apa saja kekurangan kader PKS. Tetapi bukan berarti menfitnah loh! Nanti yang tidak ada di ada-adakan. Saya membuat artikel diatas, karena seseorang oknum penganut majelis Rasulullah ini masih belum tersadar juga akan bahaya fitnah. Akhirnya saya menyentil, eeeee tidak disangka komentarnya “lucu-lucu”. Masa mengaku mengikuti Majelis Rasulullah kok yah berkomentar dengan segala hardikan dan cacian. :D

    Hehehe, kalau saya tidak ingin menyombongkan diri. Dan saya berlindung dari sikap sombong apapun. Anda tidak tahu prasangka baik, apakah pengingatan diatas dengan dasar yang jelas bukan perkataan yang baik. Maka sanggahlah dengan baik pula. :)

  11. lho akhi mana komentar ana koq nggak dimuat tadi muncul

    mana ya? koq hilang?

    braninya di blog aja awas belog..musim hujan neh hehehe

    ah nggak transparant niey…nggak asoy geboy

    begini nih orang yang ngaku berilmu tinggi

    MENGECEWAKAN

  12. assalaamu ‘alaikum,
    wah bener tuh apa yang antum bilang????ane salah satu jama’ah majelis rasulullah, dan smua tuduhan2 ntum itu g pernah ane dapetin di dalam majelis.
    bahkan habib munzir sndiri menenangkan jama’ah ketika ada yang bersebrangan dengan assunnah.
    seperti halnya ahmadiyah, yang jelas2 sesat, habib tidak serta merta menurunkan massa untuk ikut berdemo dalam rangka pembubaran aliran tersebut. dan banyak lagi hal2 lainnya yang habib ajarkan lewat akhlak.
    afwan akhi, antum sudah pernah ikut majelisnya blum?
    nah ane mo tanya, mksd ntum memposting blog ini apa? antum g trima di kritik?di protes?kalau memang antum berada di jalur yang benar, mengapa ntum harus mengatakan bahwa santri majlis rasulullah itu sesat?dimana letak kesesatannya?
    ane mngundang antum untuk hadir di majelis setiap malam slasa di masjid almunawar, dan mlm jum’at di cidodol. ntum bisa nilai sndiri apa yang antum kira slama ini benar atau tidak.
    maaf akhi klo postingan ane ini kurang sopan, semoga Allah mengampuni ane dengan segala sifat Rahman dan RahimNya. semoga kita semua berada dalam naungan kasih sayangNya.
    wassalam.

    -alfaqir-

  13. sekedar info aja.. antum terlalu jauh berlebihan terhadap PKS, ana 2 tahun mengikuti habib munzir. dan ana tidak pernah melihat ada permusuhan dengan PKS, bahkan yang ada malah kita yang sering diusir pengajian oleh orang PKS, didepok contohnya, betapa beraninya manusia2 bodoh yang sok pinter dengan segelintir ilmu dr kitab terjemahannya mengusir cucu rasulullah, majelis mawlid..
    jujur keluarga ana PKS bgt, kakak ana jadi caleg pks disumatra, rumah ana juga sering dijadikan tempat pengajian pks. ana sering diskusi dengan ustatnya.. Alhamdulillah ga ada yang aneh.
    kalaupun ada pengikut PKS yang ekstrim wahabi menurut ana ini hanyalah sebagian dari kebodohan mereka dalam belajar. mereka hanya belajar dr kitab2 terjemahan, ga ada nasabnya. sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. sibuk mencari2 kesalahan umat daripada membangun ummat. untung ga seperti salafi jamaah takfiriah.. hehe
    ana sarankan antum berhati2.. antum istikharahlah terhadap ilmu yang antum terima.. apakah antum yakin dengan pemahaman antum diridhoi Rasulullah..
    bergaullah dengan orang2 soleh,, ulama2. biar antum terbuka pemahamannya,
    kebanyakan orang PKS terlalu eklusif, katak dalam tempurung. tidak ada satu ulama pks yang pantas ana cium tangannya… boleh tau siapa??? sebutlah satu nama… tidak ada….
    Antum bisa liat gimana majelis arifin ilham yang notabene banyak pengikut PKS disana. tapi sekarang sering ebrsama2 dgn habaib mawlid, berdzikir.. masyaAllah bgt..
    mudah2an kita semua diberi keberkahan ilmu dari sumber yang benar2 diridhoin Allah dan Rasulullah…
    Aminn

    Jawab Jaisy01:

    Oh iya, sekedar info juga. Saya sendiri sering mendapat info kalau kader PKS membubarkan pengajian-pengajian, mulai dari Salafi sampai Majelis Rasulullah. Tetapi ketika saya konfirmasi, kapan dan dimana. Serta detailnya lokasi kejadian kalau bisa diberitakan. Karena itu akan sangat baik untuk media massa. Apalagi saya yang orang media, jika melihat hal seperti itu bisa menjadi berita hangat. Nanti di Headline tertulis “Kader PKS Menyerbu Jamaah Pengajian”. Hehehehe, tapi toh nggak ada kebenarannya selain cuman isu doang! Sama kayak dulu, katanya PKS dibiayai Cendana. Bahkan siap nyerahkan data-datanya kepada saya orangnya. Tetapi ditunggu sampai 10 tahun masih tidak mau menyerahkan. Katanya rahasia. Waks! Rahasia kok diomong-omongin. Lucu yah! :D

    Oh iya, seharusnya antum juga berkomentar disini htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254

    Nah itulah akar permasalahannya. Jika seandainya Penganut Majelis Rasulullah sudah ada yang mengklarifikasi atas tindakan saudaranya yang sesat tersebut. Insya Allah tidak ada postingan seperti diatas.

    Saya nggak pernah punya masalah dengan Majelis Rasulullah, tetapi saya punya masalah dengan Penganutnya, yang dengan mudah menyesatkan orang diluar kalangannya. Bahkan berani menyesatkan ulama-ulama yang hanif dan faqih dalam beragama. Dan menfitnah saya pula! (lihat disini)

    Mereka menghina Hizb Salafi, tapi kok sifatnya sama kayak Hizb Salafi! Malah serampangan menyerang siapa saja yang tidak sepaham. Apa bedanya yah kalau gitu.

    Di PKS kan adem ayem. Nggak pengen ribut2, tetapi jangan salah. Kalau ada yang bikin ribut. Yah kita yang akan ngributin.

  14. assalamu’alaikum

    semoga rahmat Allah selalu tercurahkan kepada kita semuanya, amin.

    habib Munzir dan majelis rasulullah pada umumnya tidak suka memberi embel-embel “sesat” kepada kelompok laen yang berbeda pemahamannya. beliau tidak suka menganggap orang lain sesat, dan itulah juga yang ditanamkan kepada anggota majelis rasulullah, jadi itu juga sebetulnya sikap resmi majelis rasulullah terhadap perbedaan yang berkembang atas pemahaman Islam. apalagi terhadap suatu partai politik. beliau selalu mengatakan akan selalu mendukung setiap partai politik manapun atau pihak manapun yang menghidupkan majelis dzikir dan majelis ilmu. itu selalu ditekankan oleh beliau.

    kalau ada beberapa pengikut majelis rasulullah yang berbuat seperti yang anda katakan, maka itu bukanlah sikap habib Munzir dan majelis rasulullah pada umumnya. pahamilah saudaraku……jadi jangan sangkut pautkan perbuatan mereka dengan majelis rasulullah. andaikan ada pengikut PKS yang melakukan suatu kebathilan bukan berarti PKS itu mengajarkan perilaku bathil kan??

    nah, marilah saudaraku, kita satukan semangat dan tekad untuk membela agama Allah tanpa menyesatkan pihak lain yang tidak sefaham dengan kita.

    perlu anda ketahui juga saudaraku…ada juga pengikut PKS yang gembar-gembor bahwa apa-apa yang kami lakukan adalah bid’ah dan sesat, dengan dalil dalil yang mereka utarakan dan pemahaman menurut mereka. bagaimanakah sikap anda terhadap teman2 perjuangan anda tersebut?? apakah anda sudah menasehatinya juga.

    kalau saya amati, permasalahan perbedaan ini jadi meruncing pada tingkat bawah, pada tingkat orang-orang yang ilmunya sedikit sehingga pemahamannya sangat dangkal……tapi pada ulama-ulama kita yang kita ikuti pendapatnya masing-masing, perbedaan ini tidaklah berarti, karena mereka faham bahwa nash-nash alqur’an dan hadits yang ada memang bisa menimbulkan pemahaman yang berbeda. merekalah yang harus kita tiru, semakin berilmu semakin merendah, tidak mau dengan gampang menyalahkan atau mengatakan orang lain sesat atau ahli bid’ah.

    maaf saudaraku…..kalau saya baca artikel di atas, bisa mengundang reaksi negatif dari anggota majelis rasulullah. jadi mohon direvisi artikelnya, tidak usah dihapus. jangan menggunakan nama majelis rasulullah….karena perbuatan mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan majelis rasulullah apalagi habib Munzir….

    mohon dipertimbangkan saudaraku…..marilah kita bersatu dalam keluhuran dakwah………anda berdakwah lewat partai…kami berdakwah lewat majelis……..semoga sama-sama bernilai di sisi Allah………

    laki-laki dengan segala sifat-sifatnya dan wanita dengan segala sifat sifatnya yang mungkin sangat berbeda, apabila disatukan dalam suatu ikatan pernihakan maka itu akan menjadi sesuatu yang indah…………demikian pula saudaraku, anda dengan pehamaman anda dan kami dengan pemahaman kami yang berbeda namun masih dalam koridor dalil-dalil yang ada, akan sangat indah pula bila dipersatukan dalam dakwah demi tegaknya kalimah-kalimah ilahi di bumi ini…..

    terima kasih, wassalamu’alaikum.

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam.

    Terima kasih, atas kunjungan dan komentarnya.

    Iya, saya juga tidak bermaksud menjustifikasi Majelis Rasulullah, apalagi Habib Munzir. Tetapi saya hanya mempertanyakan penganutnya yang telah dengan mudah mengecap ulama lain sesat. Inilah yang membuat saya risau atas apa yang dilakukan oknum terserbut. Saya beberapakali mengingatkan dengan baik, dan tidak ada justifikasi. Tetapi hanya menjadi olokan saja bagi mereka. Sehingga akhirnya saya mencoba untuk “menyentil” MR, apakah penganut MR yang lain akan marah dengan artikel seperti ini. Ternyata benar, banyak yang marah dan bahkan menghujat, menghardik diblog ini. Sampai-sampai ada yang ingin Menghack blog ini.

    Saya sangat senang dengan kesatuan dan persatuan umat Islam. Dan saya tidak pernah mempermasalahkan adanya ikhtilaf, Furu’iyah ataupun khilafiah dalam agama Islam. Yang terpenting satu sama lainnya memahami bagaimana kita umat Islam itu bersaudara, yang saling menyayangi dan menjaga kehormatan.

    Oh iya, kalau bisa tolong diberitahu blog-blog tarbiyah yang membahas masalah khilafiah tersebut kepada saya. Saya ingin berkunjung dan insya Allah mencoba mengingatkan mereka! Bahkan yang lebih keras sekalipun, saya siap untuk mengingatkan orang-orang yang lalai dalam beragama.

    Mari kita bersatu, dalam Islam ini. Bekerjasama dalam segala hal, dan saling hormat dalam setiap pemahaman.

    Terima kasih.

  15. yakh, manusiawi bgt lah sentilan dibalas sentilan asal msg2 sanggup mempertanggungjawabkannya di sidang yaumul hisab di hadapan ALLAH kelak, secara saya selaku simpatisan pks yg ikut lgs menyaksikan deklarasi partai keadilan (dulu) di gor bekasi barat juga tidak setuju dgn tindakan apapun yg mengundang perpecahan, dan sebagai jama’ah MR juga saya tidak ambil pusing Anda memfitnah kami sesat, toh semua ada hisabnya kelak, jari jemari yang mengetik kalimah2 fitnah akan mengadu pada ALLAH dan menjadi saksi

    Jawab Jaisy01:

    Insya Allah, apa yang saya lakukan adalah untuk kebaikan Majelis Rasulullah kedepan. Yah inikan sebatas kritikan, bukan hujatan apalagi justifikasi. Kalau saya justifikasi, judulnya bisa nggak ada “?”
    Dan sekali lagi, saya tidak pernah menyatakan Majelis Rasulullah adalah sesat. Tetapi saya mempertanyakan kesesatan penganutnya atau fitnah dan hujatan yang dia lakukan kepada ulama-ulama yang tidak sepaham dengannya. Nah itulah kesesatannya. Bukan Jamaah Rasulullah. Kalau ada kalimat fitnahan dari artikel diatas. Silahkan dijelaskan, jika memang benar saya akan siap meminta maaf atas artikel diatas.

  16. Assalammualaikum wr wb,

    Artikel diatas menunjukan bahwa penulis adalah tipe orang yg hanya bisa menukil-nukil Al Qur’an atau hadits untuk sekedar membela kepentingan kelompoknya, apalagi kelompok yg dibelanya hanyalah sebuah parpol yg bertendensi mencari kekuasaan, Sungguh Al Qur’an dan hadits telah dinodai oleh kepentingan-kepentingan sesaat.

    Sy teringat ketika membaca sebuah tulisan di http://www.inilah.com, ketika ada seorang pembaca melalui sebuah forum menanyakan darimana dana yang diperoleh PKS untuk pengadaan mobil operasional. Kader PKS kontan menjawab bahwa si penanya telah melakukan fitnah disertai dalil-dalil AL Qur’an dan hadits . Padahal pertanyaan itu hanya memerlukan jawaban singkat saja.

    Yg lucu lg jelang Pemilu 2009, ada sebuah spanduk yang menggelitik “rasa keagamaan” saya, yaitu spanduk sebuah partai yang mengajak kadernya untuk meraih “kemenangan dakwah 2009”.

    Wah, ini baru beda! Baru kali ini ada sebuah “mobil politik” yang menjadikan dakwah sebagai “bensin”-nya supaya lajunya lebih kencang dan (mungkin) diharapkan mendapatkan berkah dan ridho dari Tuhan. Bila sang “mobil politik” tersebut menang dalam pacuan adu cepat Pemilu 2009, maka (mungkin) itulah “kemenangan dakwah”. Namun, celakanya bila sang mobil kalah cepat dengan mobil lainnya, maka (konsekuensinya) itulah “kekalahan dakwah”.

    Lho, sejak kapan dakwah yang berfungsi menyeru umat manusia kepada agama Allah dengan “hikmah dan nasihat yang baik” tiba-tiba harus “siap kalah dan siap menang” dalam sebuah drama politik yang bertitel Pemilu 2009. Bukankah tugas dakwah adalah tugas mulia para Rasul, Nabi dan segenap umat yang diperintahkan Tuhan untuk menyeru kepada sesamanya agar menuju kepada jalan Allah. Dan bukankah tugas para dai (pendakwah) hanya menyampaikan atau menyeru? Bukankah Allah sendiri yang sesungguhnya lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan siapa yang benar serta mendapat hidayah?

    Jadi, gampangnya, kalau ada yang tidak mendukung atau mencoblos “partai dakwah” tersebut, maka dia tidak mendukung “dakwah”? Kalau tidak mendukung “dakwah”, berarti sesat dan tidak mendapat hidayah? Oalah, hari gini kok masih ada sekelompok orang “kesurupan” yang berani “mengambil alih” hak Tuhan yang paling dasar, yaitu hak Allah untuk “memberi hidayah kepada orang yang Ia kehendaki”?

    Jelas, ini fasis! Sudah tahu fasis kan? Fasis adalah sikap atau ideologi yang menganggap dirinya sebagai satu-satunya kebenaran dan keunggulan. Orang lain dan kelompok lain sesat dan tidak unggul. Artefak fasis dalam sejarah adalah Hitler dengan NAZI-nya yang menganggap ras Arya Jerman adalah ras paling benar dan unggul sehingga tanpa segan-segan dia membunuh jutaan manusia hanya karena alasan ras atau identitas.

    Rupanya di Indonesia, kini mulai bersemi fasisme relijius yang menganggap segala wahyu Tuhan keluar dari bibir elit-elitnya dan sudah tercantum dalam AD-ART partainya. Pokoke, kitalah sang pemilik kebenaran! Yang lain? Ya, sesat!

    Wuih, seram…!! Saya hanya sanggup berdoa semoga rakyat Indonesia punya kejernihan hati untuk melihat kebenaran Tuhan dan tidak terkecoh oleh tipu daya kaum fasis, sekalipun yang mengklaim Tuhan ada di belakangnya!

    Semoga saja PKS bisa berubah krn kalo tidak Pemilu 2009 bisa menjadi antiklimaks buat PKS, terlebih ada kader-kader spt penulis artikel diatas.

    Salam,

    Arul (Mantan simpatisan Partai Keadilan)

    Jawab Jaisy01:

    Saya malas menjawab yang lebih panjang. Bukan apa-apa, kok kelihatannya anda sudah masuk kearah ashabiah. Semoga Allah membuka pintu hati anda.

  17. ente jadi orang pks ye….
    ente urus partai aje jangan ngomongin agama ye,…
    ga pantes……
    PKS = Partai Kafir Sekali…..
    ane ga usah debat sama ente ga ada untungnye…
    ente tinggal dimane biar ane yang hadepin….

    Jawab Jaisy01:

    Hehehe, ente orang mane? Emang yang pantes ente yah? Lebih nggak pantes lagi kalau ente ngomongin agama. Suka menghina, menghardik, menghujat itu ajaran rukun Islam yang keberapa yah?
    Ane juga nggak mau debat dengan ente, rugi waktu aje! Emang kenape tanya2 tempat tinggal ane, mau silahturahim ente atau mau mau “jual”. Hehehe, walah masa mantan atlit beladiri pelatnas ngadepin orang kayak ente. Nggak level man :D
    ente cari yang lebih kecil dari ente aja yah :D

  18. Setelah membaca tulisan dan artikel diatas, sy berkunjung ke website MR, dan pada sebuah artkel sy membaca sebuah hadits yg isinya sbb :

    Sabda Rasulullah saw :
    “Semua Amal adalah untuk keturunan Adam, kecuali puasa, akulah yang membalasnya, dan puasa adalah Benteng, maka jika kalian berpuasa janganlah berjimak, jangan mencela, jangan berbuat hal yang tidak senonoh, jika ia dicela orang lain maka katakanlah : Aku puasa, Demi diri Muhammad yang digenggaman Nya, sungguh bau tak sedap dimulut orang yang berpuasa lebih wangi dihadapan Allah daripada Misik termahal, dan bagi orang yang berpuasa itu dua kegembiraan, gembira ketika buka, dan gembira saat jumpa dengan Allah, gembira dengan puasanya” (Shahih Bukhari).

    Pada bagian lain tertulis :

    Maka “ketika datang orang orang kepada kalian untuk memerangi kita atau mencaci kita atau memusuhi kita, katakanlah aku ini orang yang berpuasa”. Jangan dibalas caciannya, jangan dibalas kemarahannya, Hal seperti ini diluar jihad fisabilillah, kalau jihad fisabilillah diperbolehkan untuk berjihad (melawan dg kekerasan bahkan membunuh), Karena apa? karena ini jihad bukan pelampiasan emosi, Jihad juga termasuk penawar hawa nafsu, sudah geram melihat musuh yang paling jahat senjatanya jatuh, tidak boleh diteruskan, Sudah geram melihat wajahnya yang sudah terbuka daripada perisainya, tinggal dihantam saja tidak boleh menyerang lagi.

    Jadi jihad fisabilillah itu tidak membatalkan puasa, karena apa?, karena menahan emosi. Berbeda dengan orang yang mencaci diri kita. Jangan pula berjimak (berkumpul dengan istrinya) dilarang di bulan ramadhan (saat berpuasa, bukan dimalam hari). Jangan pula mencaci maki dan jangan pula mengucap dengan ucapan ucapan yang buruk, Seperti apa ucapan yang buruk, teriak terbahak bahak terlalu keras dan hal itu tidak membatalkan puasa namun mengurangi kesempurnaan pahala puasanya,
    Demikian hadirin hadirat dan Allah swt sendiri yang akan membalas kemuliaan kemuliaan itu. Dan Allah swt memberikan kepada kita dua kegembiraan, pertama adalah bagi mereka orang yang berpuasa adalah kegembiraan saat mereka berbuka puasa dan yang kedua adalah kegembiraan disaat jumpa dengan Allah swt. saat jumpa dengan Allah swt, mereka sangat gembira kata Rasul saw. Dimana kita bisa membeli kegembiraan berjumpa dengan Allah swt?

    Dari kutipan tulisan artikel diatas, sy meyakini bahwa Habib Munzir dan pengikut Majelis Rasulullah adalah para pencinta Rasulullah SAW yg sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran buat mereka, mereka spt halnya Baginda Rasulullah SAW memang selalu mendapatkan cobaan berupa fitnah atau cacian. Tapi dgn kesabaran Islam jadi menang dan tersebar luas, dan segala bentuk kekuasaan akan runtuh dengan sendirinya. Amiinnn.

    Wassalam,

    Jawab Jaisy01:

    Diatas mempertanyakan penganutnya. Tidak ada justifikasi sesat pada kalimat artikel diatas kepada Majelis Rasulullah. Yang dinamakan kesesatan sudah saya ungkapkan diatas. Jadi ada dua definisinya, sesat individu atau sesat ajarannya. Jika sesat individu maka tidak bisa di-generalisasikan bahwa ajarannya sesat. Yah seperti orang Islam mencuri, bukan berarti ajaran Islam sesat. Tetapi pencuri yang beragama Islam itulah yang sesat, maka banyak orang kafir yang membuat pertanyaan atas kasuistik dengan men-generelisasikan masalah. Seperti “Islam itu sesat, lihat aja pencuri itu beragama Islam”.

    Sedangkan saya, mempertanyakan Penganut Majelis Rasulullah atas pengajaran kepada muridnya. Susah sekali diingatkan. Insya Allah saya tidak ada masalah dengan Majelis Rasulullah. Saya hanya punya masalah dengan penganutnya, dan inilah bentuk pengaduan saya kepada Majelis Rasulullah. Agar lebih mendidik setiap statement para penganutnya disemua komentar-komentar.

  19. wah ternyata postingan saya dihapus, hehehehe, makanya bos hati2

  20. mendingan kita ketemuan aja, anak2 MR siap tuk menjawab…gmn? kapan ada waktu?

  21. assalamualaikum,
    semoga rahmat, taufik, hidayah wal inayah selalu menyelimuti anda dan Allah selalu jaga untuk anda serta iman, islam, adab dan akhlak selalu Allah jaga untuk anda.

    Saudaraku, saya adalah salah seorang yang mengais ilmu pada keluhuran dan ketawadhuan yang dimiliki habib munzir bin fuad almusawwa. Saya ingin klarifikasi bahwa majelis yang habib munzir mengajar di dalamnya bukanlah majelis atauoun aliran sesat seperti yang saudara tuduhkan. Kalau antum menganggap apa-apa yang dilakukan oleh para anggota majelis sebagai fitnah dan anda marah lalu apa yang anda lakukan?seperti inikah?inikah jiwa muslim sesungguhnya?Anda jawab itu dulu, baru anda keluarkan argumen anda beserta bukti2….Apakah anda bisa menuduh si A telah membunuh si B sedangkan anda tak ada bukti? nantinya anda yang akan dituntut untuk pencemaran nama baik…apa anda sudah mengerti?
    Anda menuduh dan menulis bahwa Majelis rasulullah menjelek2kan PKS tolong anda beri saya link untuk membacanya…Anda belumlah mengerti tentang bagaimana berakhlak dan beradab ya?Anda pelajari islam anda dari kitab apa? guru anda siapa? adakah silsilah keguruan anda mencapai pada garis rasulullah saw?

    Sesungguhnya ana kagum dengan pembelajaran yang diberikan Khadim majelis rasulullah…dan ana sedih sekali mendengar bahwa telah beredar tulisan semacam ini…

    Tidak takutkah anda pada murka ALLAH?

    di dalam sebuah hukum dunia anda dapat dipidanakan dengan tulisan ini…

    Tolong anda berpikir dalam memberi pendapat…

    Lau Lal Murobbi Ma Arroftu Robbi….Maafkan saya dan semua anggota majelis rasulullah saw…

    Jawab Jaisy01
    Waalaikumsalam
    :) saya jadi mikir, kok anda merasa yang paling pintar yah? Yah, jika anda memang orang yang paling pintar menurut anda. Terserah. Oh iya untuk buktinya dapat dilihat di link ini —> http://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254

    Yah, jika antum memang benar-benar orang pintar. Insya Allah tahu hakekat dan kaedah dalam ciri-ciri fitna. Tapi kalau nggak sih, yah wallahu’alam. Antum belajar lagi, usul saya.
    Oh iya, kalau bisa beri klarifikasi yah. Apakah benar blog tersebut adalah penganut Majelis Rasulullah, atau hanya blognya orang kafir atau munafiq yang ingin menjatuhkan kredibilitas Majelis Rasulullah. Syukron.

    Untuk pertanyaannya, saya jawab. Kalau saya sudah pernah bertabayyun, dan blog tersebut tidak bisa memberikan sanggahan hadits2 yang saya utarakan. Dan akhirnya saya membuat sanggahan, “Apakah PKS mirip “Bintang Daud” Israel“. Dan disitu tidak ada embel-embel MR (Majelis Rasulullah), karena saya yakin insya Allah dia akan tersadar. Tetapi ketika setelah lama, kesadaran itu belum juga nampak. Dan malah menghina dan mencaci-maki ulama-ulama yang saya anggap fakih dalam beragama. Berarti saya perlu mempertanyakan keilmuan yang telah diajarkan dalam Majelis Rasulullah. Dengan melihat kesesatan seorang Mad’u Majelis Rasulullah, saya ingin tahu. Apakah para Mad’u lainnya juga seperti itu. Dan akhirnya, kebanyakan yang saya dapatkan adalah seperti itu. Apakah kami pernah menghina Habib anda? Apakah kami pernah menghina Majelis Rasulullah? Bahkan artikel diatas pun, jika dimasukkan dalam kaidah ushul fikih manapun sangat diperbolehkan. Yaitu, mempertanyakan pengajaran yang diterima murid dari gurunya adalah letak kefahaman seorang murid dalam beragama. Jadi disini, seorang guru harus berhati-hati mengajarkan seorang muridnya. Apakah dia mampu mengaplikasikan ilmu gurunya tersebut, atau malah bertolak-belakang dari ajaran yang diajarkan gurunya. Bisa dilihat bagaimana bangganya teman-teman anda menghina ulama-ulama yang tidak sepaham. Apakah seperti ini yang diajarkan Habib anda? Jika tidak, maka kewajiban anda sebagai “saudara” mereka, wajib untuk mengingatkan. Jangan sampai mereka bangga dengan ilmu yang baru mereka dapatkan, tanpa bandingan ilmu yang lainnya.

    Mas, saya tidak ingin menghina siapapun. Tetapi ketika kami dihina (bahkan saya difitnah), saya tidak ingin membalas dengan hinaan (ataupun fitnahan). Tetapi kami ingin mempertanyakan akhlaq dan adab seperti yang anda bilang. Saya siap untuk menghapus artikel diatas, ketika blog artikelislami dan beberapa blog yang bersangkutan juga siap untuk menghapus artikel pembuat fitnah tersebut. Ingat, letak dari ajaran Islam adalah mampu menjadikan kemaslahatan dimanapun kita berada. Bukan malah membuat permusuhan-permusuhan dengan menampilkan sesuatu yang jelas-jelas dilarang dalam Islam.

    Oh iya mas, saya ini orang Hukum. Insya Allah tahu dan faham juga tentang hukum positif Indonesia. Yah kalau mau pidanakan saya, malah saya berterima kasih. Karena unsur dari delik pengaduan penjatuhan karakter/nama baik. Tidak ada dalam kalimat di artikel diatas.

    Oh iya, saya lebih kagum dan bangga telah diajarkan oleh Rasulullah dalam Islam ini, lewat ulama-ulama yang saya singgahi. Tetapi saya tidak kagum dan bangga diajarkan oleh ulama-ulama yang memberikan ilmu kepada saya, tetapi saya menghormati mereka layaknya orang-orang berilmu yang perlu dihormati. Karena saya tidak ingin menjadi orang-orang yang taklid buta dengan satu ulama, yang akhirnya membutakan saya dalam melihat kebenaran itu ada pada setiap ulama masing-masing.

    Saya takut akan adzab Allah, tetapi dengan ini malah saya ingin mendapatkan pahala dari Allah atas peringatan kepada saudara Islam yang lainnya, yang saya utarakan dalam Artikel diatas.

    Oh iya (saya tulis huruf besar aja biar kelihatan) SAYA TIDAK PERNAH MENYATAKAN MAJELIS RASULULLAH ADALAH SESAT. TETAPI SAYA MEMPERTANYAKAN PENGANUTNYA. JADI KALAU ANTUM MEMANG PINTAR, TOLONG DIBEDAKAN YAH ANTARA KEDUANYA.

  22. Wah…mang gitu y???
    perasaan an MR ko g gitu y???

  23. Salam alaikum ya akhii..
    Ana alhamdulillah aktif di majelis rasulullah, terutama yang diadakan di rumah Habibana. Dan apa yang antum khawatirkan dari kami, ana rasa tidak sesuai dengan kenyataannya ^_^

    Walhasil, sekiranya betul persangkaan antum terhadap majelis rasulullah saw maupun jamaahnya, mohon dituliskan / dicopypastekan pernyataan-pernyataan atau diberikan link tersebut. Ana rasa dengan mengetahui pokok permasalahan, semua bisa dijelaskan dan mudah untuk difahami dengan hati yang terbuka dan tulus ikhlas.

    Saya tunggu jawabannya, dan insya4JJ1 akan kami terangkan kepada antum bagaimana cara pandang kami, cara pandang guru-guru kami, dan cara pandang salafuna soleh kami dan perbedaan-perbedaan kami dengan kaum wahabi atau salafiy.

    Tafadhdhol kalau antum mau survey langsung sendiri ke lapangan bagaimana kelembutan ajaran islam yang diajarkan oleh syaikhuna Habibana Mundzir.

    Dan ana mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Walillahi taufiq

    Wassalam

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam.

    Alhamdulillah atas kesediaan komentar antum disini. Insya Allah ana tidak pernah punya masalah dengan Majelis Rasulullah, ataupun Habib Munzir. Tetapi ketika saya membuka blog ini —> htp: artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254
    Saya jadi terusik dengan salah satu penganut (katanya) dari Majelis Rasulullah. Setelah saya sanggah dengan akhsan dan tanpa bahasa justifikasi maupun hardikan. Admin blog tersebut masih tegar dengan pendiriannya. Bahkan dikomentar-komentarnya sampai menghina dan melecehkan ulama yang kami hormati. Kami menghormati semua ulama, termasuk Habib Munzir.

    Kami tidak pernah menciptakan permusuhan, tetapi ketika kami dizhalimi ada haq kami untuk melawan kezhaliman tersebut. Insya Allah tidak ada justifikasi bahwa semua penganut seperti dia, tetapi kok yah diblog saya ini yang komentar sukanya menghardik yah?

    Insya Allah saya selalu berkhusnudhon kepada Para penganut Majelis Rasulullah yang lainnya, bahkan saya menghormati habib Munzir sesuai hormat saya kepada ulama yang lain yang juga saya hormati. Walaupun saya tidak pernah tahu dan berjumpa dengan habib Munzir, bahkan ana tahu Habib Munzir dari pencitraan diblog ArtikelIslami tersebut. Jika saya berfikir dangkal, maka saya akan mengecap Habib Munzir mengajarkan hal-hal fitnahan tersebut. Namun ana tetap mencoba berkhusnudhon bahwa itu adalah oknum yang mengatasnamakan Majelis Rasulullah untuk menghina umat Islam yang lainnya.

    Jadi saya mohon konfirmasinya, apakah benar itu blog penganut Majelis Rasulullah, atau hanya orang munafiq ataupun kafir yang mencoba untuk memakai wajah Majelis Rasulullah.

    Seorang mukmin sejatinya adalah orang yang teduh dan akan berkasih-sayang kepada saudara yang lainnya. Jika seorang mukmin mempunyai kesalahan, maka dia akan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

    Syukron.

  24. ana kecewa antum serang pengecut, yang ga punya nyali..
    yah dimaklumi sih, keterbatasan ilmunya orang pks.. udah ga ada lg ya kitab terjemahan yang bisa antun caplok2
    kalau ga mau menampilkan semua komentar mendingan antum hapus aja blog antum.. jdg jd poengecut gt

  25. Assalamualaikum Wr Wb

    Afwan,,akh,,

    ane punya pengalaman PAHITbersama PKS,,,
    terus terang ane mantan pengguna Narkoba dan ane punya abang seorang ketua DPC PKS dan seorang murrabi ( ustadz ),,ketika ane dalam lobang narkoba apa PKS dan kadernya mao peduli kepada ane, apa disaat ane koma dan maut dah didepan mata dia mau membantu ane,
    Jawabannya : TIDAK, TIDAK dan TIDAK….
    abang ane dan kadernya malah asik dengan liqo, dengan partai dengan suara..
    bukan cuma ane masih banyak temen2 ane yang terjebak narkoba, dan PKS apa mao peduli…TIDAK…
    ane tinggal di kantung suaranya PKS,,,apa PKS peduli dengan kenakalan remaja…TIDAK…
    apakah itu bukan kesesatan..? membiarkan saudaranya dalam pengaruh narkoba..
    Afwan,,,,ya akh,,,ini cuma cerita masa lalu……….

    APAKAH AGAMA BOLEH DIJADIKAN SARANA UTUK MENCARI SUARA/DUKUNGAN?

    Wassalamualaikum wr wb

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumsalam.
    Af1, kalau boleh tahu antum tinggal dimana? :)
    Antum tidak bisa men-generalisir semua seperti abang antum. Kalau seperti itu ghuluw namanya. Boleh saya tahu antum adeknya siapa, tinggal di DPC mana? di kota apa? Insya Allah nggak akan ana tampilin dikomentar ini jika antum malu. Tapi kalau itu benar, insya Allah jadi koreksi kami.

  26. camlekum..

    aku cuma mau bilang..
    aku sangat menghargai artikel ini..
    tapi..

    apapun masaalahnya..

    aku tetep sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget sama habib munzir

    ^_^

    Jawab Jaisy01:
    Walaikumsalam.

    Wah adiknya Habib munzir yah. Alhamdulillah akhirnya ada keluarga Habib Munzir yang melihat artikel ini. Insya Allah bisa menjadi koreksi terhadap Mad’u dari MR, atas tindakannya yang telah tersesat. Dan sampai detik ini, alhamdulillah saya juga masih sayang terhadap Habib Munzir, walaupun saya tidak mengenal beliau secara langsung, melainkan dari salah satu (mungkin) penganut dari Majelis Rasulullah. Tetapi saya tetap berkhusnudhon bahwa beliau terlepas dari kesesatan Mad’u MR yang telah melakukan perbuatan keji dalam Islam.

    Insya Allah sebagai umat Islam, saya berhak melindungi Majelis Rasulullah dari kekejian perbuatan penganutnya. Silahkan melihat bagaimana (mungkin) para penganut Majelis Rasulullah yang susah sekali memahami kaedah fitnah tersebut disini —> http://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254

    Jadi tidak betul jika saya menyatakan bahwa Majelis Rasulullah sesat. Tetapi diatas jelas menyatakan tentang korelasi seorang “Penganut” dari Majelis Rasulullah. Mohon diklarifikasi apakah benar blog tersebut adalah blognya para penganut dari Majelis Rasulullah atau hanya blognya orang munafiq atau merupakan blognya orang kafir. Insya Allah dengan tabayyun diatas bisa menjelaskan semuanya. Terima kasih.

  27. Wah-wah, banyak sekali yah! :D

    Maaf, karena menyibukkan diri mencari jalan kesurga, akhirnya saya nggak ngenet sama sekali beberapa hari ini.

    Sampai ada yang bersu’udzhon segala neh! :D
    Masa ngaku seorang muslim tapi bersu’udzhon dengan sesama Islam kayak gini!

    Ok, ikhwa wa akwatifillah yang merasa terusik dengan artikel diatas. Saya jelaskan bahwa artikel diatas adalah mempertanyakan tentang “PENGANUT” majelis Rasulullah yang telah tersesat dengan fitnah-fitnah yang keji, dan telah melakukan perbuatan munafiq dalam Islam.

    Jadi saya mohon, jangan begitu garang. Saya kan nggak menyatakan kesesatan MR (Majelis Rasulullah). Nah sekarang kalau umat Islam yang lainnya di fitnah seharusnya penganut Majelis Rasulullah juga garang dong untuk menentang.

    SEMUA bisa melihat disini bagaimana kemunafikan dengan fitnahan yang sangat keji.

    http://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254

    Saya mohon klarifikasinya, apakah benar pemilik blog tersebut adalah salah satu penganut dari Majelis Rasulullah, atau blog tersebut dipunyai orang kafir.

    Insya Allah jika ada klarifikasi (tabayyun) diatas, saya bersedia menghapus artikel diatas.

    Nahkan enak!

    Oh iya itu Si Abu Gosok tuh, saya bilang literature sejarahnya kacau tuh, mengambil buku-buku yang pengarangnya takut untuk mempertanggungjawabkan atas tulisannya sendiri. Ini sudah pernah terjadi. Memang blog mudah untuk menyebarkan berita-berita bohong tanpa harus mengambil dengan benar literaturnya. Walaupun saya tidak berisnad dengan Muhammad Bin Abdul Wahab, yang ente sebut pengikutnya wahabi. Saya juga pernah membaca buku-buku penentang Muhammad Bin Abdul Wahab. Tapi semuanya tulisannya “kutipan”, jadi dia tidak berani menyatakan kebenarannya. Insya Allah karena saya menghargai semua ulama, jadi saya membaca semuanya. Baik penentang dan penganutnya. Jadi biar seimbang, dan saya beritahu yah, metodologi penelitian tentang buku yang Abu Gosok sebutkan itu, termasuk pemalsuan sejarah. Buku itu tidak beredar kecuali dipasar-pasar gelap. Karena penulisnya juga takut untuk dimintai pertanggungjawaban atas penulisan tersebut. Hati-hati man, kalau kopi paste. Dipikir, dipelajari. Jangan sampai loe juga termakan fitnahan-fitnahan keji.

    Maaf, karena ini bukan dirumah. Saya tidak bisa menanggapi satu persatu dari komentar diatas. Ok bro.

  28. hehehe…jaisy kita ketemuan aja yuk…kapan ada waktunya? kita bahas secara lelaki dan berdasarkan ilmu…gmn?

    Jawab Jaisy01:

    hehehe… Alhamdulillah sudah ada yang ngajak ketemua. Iya silahkan, saya sangat terbuka sekali. Dan saya mau bertemu dengan anda, tetapi anda juga ajak teman anda yah. Si pemilik Blog ArtikelIslami. Jadi biar tahu saya siapa sebenarnya dia. Insya Allah kita bisa berdiskusi banyak tentang ini. Jangan lupa bawa hujjah yang banyak yah, atau sekalian bawa massa yang banyak? :D

    Sudah dari dulu saya ingin ketemuan. Si pemilik blog Artikelislami malah lari, nah sekarang ada temannya ArtikelIslami yang ngajak saya ketemuan. Alhamdulillah. Pucuk dicinta ulam-pun tiba. Silahkan, saya tunggu konfirmasinya lagi.

  29. yah.. mo logonya mirip bintang david, bintang 7, ga usah difikirin lah.. lagian logo partai gitu loch… gak keji2x amat menurut saya dibanding menulis judul “Apakah penganut Majelis Rasulullah Sesat”… gila say.. sesat.. artinya masuk neraka dong tuh penganut majelis.. doyan banget do’ain sodaranya masuk neraka say..

    peace ah…

    Jawab Jaisy01:

    Yah, kalau menurut anda hanya biasa-biasa saja. Seharusnya anda juga tidak perlu menanggapi artikel ini. Toh saya juga menganggap “Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?” adalah hal yang biasa-biasa saja. Memangnya penganut Majelis Rasulullah itu adalah para kumpulan malaikat yang tidak bisa sesat yah? Lah umat Islam saja bisa sesat, apalagi hanya sebatas penganut Majelis Rasullullah. :D

    Nahkan, kalau pakai terminologi perasaan, yah akhirnya beda-beda. Nah kalau mengabaikan hukum Allah yah akhirnya seperti itu. Jadi tidak peka terhadap perasaan orang lain, kecuali hanya kepada perasaan individu semata. Sahabat Ibnu Uma’r ra telah berkata: Kami berada di sisi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda: “Bagaimana sekiranya datang kepadamu lima perkara, yang aku berlindung kepada Allah agar kamu tidak menjumpamya. Lima perkara dimaksud: Tidaklah tindak kekejian (perzinaan) merajalela di tengah masyarakat, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan kelaparan yang dahsyat, yang belum pernah menimpa kaum sebelumnya. Tidaklah sekelompok kaum enggan membayar zakat, kecuali hujan akan dihentikan dan langit, yang sekiranya bukan karena kasihan kepada binatang-binatang niscaya tidak akan turun hujan selamanya. Tidaklah sekelompok kaum mengurangi timbangan dan takaran, kecuali akan ditimpa kekeringan, biaya hidup semakin mahal, dan dikuasai oleh para penguasa yang zhalim. Tidaklah para penguasa menegakkan hukum selain hukum Allah, kecuali mereka akan dihancurkan oleh musuh, hingga musuh akan menguasai semua yang berada dalam kekuasaannya. Dan tidaklah sekelompok kaum mengabaikan hukum Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan memunculkan permusuhan di antara mereka.” (HR. Baihaqi, dan Imam Hakim meriwayatkan hadis sejenis dari Buraidah, yang menurutnya termasuk hadis shahih, sejalan dengan riwayat Imam Muslim).

    peace yah :D

  30. Capek deh ngomong ma orang Model kayak lo….kagak ngarti apa2 aja sok ngerti…idup lo tuh ga manfaat kalo kayak gini aja lo urusin….LA YANFA’…Ngarti kagak lu njul?Lo udah tau belum yang buat blog itu siapa yang banding2in PKS?Islam bukan?bener2 jamaah majelis bukan?mau jadi tukang fitnah lu tanpa bukti?Mikir bro…Otak jangan di taruh di dengkul….!!!

    Jawab Jaisy01:

    Hehehehe… capek deh. Ternyata emang bener kata temen-temen. “coba antum singgung jamaah mereka, paling mereka juga ngomongnya carut marut nggak punya akhlaq. Dan emosi mereka yang lebih mereka kedepankan. Karena mereka beragama lewat emosi, bukan pemahaman” Ternyata benar! :D

  31. Lo SEKALI2 HADIR DEH DI MAJELIS RASULULLAH….KAKAK DARI KHADIM MAJELIS INI JUGA ORANG PKS TAPI DIA BIASA AJA KOK…KAGAK KAYAK LO YANG CUMA SIMPATISAN AJA TAPI SOK PENTING…NGARTI GA LO!!!!LO MAMPUS JUGA BELUM TENTU ORANG2 PKS BILANG MAKASIH MA LO KARENA ARTIKEL INI!!!

    Jawab Jaisy01:

    Hehehe… anda ini berkomentar kayak nggak pernah belajar di Majelis Rasulullah. Nah kalau seperti ini saya boleh bertanya, apakah kalimat seperti itu yang diajarkan di Majelis Rasulullah?
    Alhamdulillah, kan sudah saya katakan di komentar pertama anda. Itulah indahnya PKS, mereka berada dimana-mana dan tidak mengklaim mereka paling benar sendiri. Saya juga nggak butuh orang PKS berterima kasih kepada saya. Yang terpenting Allah tahu apa yang saya perbuat dan apa yang akan diberikan-Nya kepada saya. :)

  32. assalamu’alaikum

    semoga rahmat Allah selalu tercurahkan kepada kita semuanya. amin

    saya menangkap nada arogan dari jawaban-jawaban anda terhadap respon yang telah masuk, semoga saja saya salah.

    mas Jaisy01, sebenarnya apa maksud anda dengan memberi judul “apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?” seolah olah anda ingin menggiring pembaca tulisan anda untuk memilih antara ya dan tidak.

    ingat mas, kita hanya “meyakini” kebenaran terhadap pemahaman yang kita anut. kita tidak tahu secara hakiki bahwa yang kita pahami itulah yang benar, karena kebenaran yang hakiki itu di sisi Allah, hanya Allah lah yang tahu. jadi jangan lantas mengatakan pemahaman orang lain salah atau bahkan sesat. Naudzubillah mas…..anda dan kami bukanlah Tuhan yang mempunyai otoritas untuk memvonis sesat atau tidaknya pemahaman seseorang atau kelompok. apalagi majelis rasulullah sangat memegang teguh al quran dan sunnah, sama juga seperti pengakuan yang anda gembar gemborkan diluar sana. hanya saja mungkin pemahamannya yang berbeda.

    judul tulisan anda memang mengundang reaksi dari kami para “penganut majelis rasulullah”. semoga bukan itu tujuan anda menulis judul tersebut. anda telah menggeneralisir tindakan seseorang yang mengaku “penganut majelis rasulullah” menjadi tindakan “penganut majelis rasulullah” secara keseluruhan. itu jelas kesalahan yang fatal.

    anda menyampaikan hadits “….Dan tidaklah sekelompok kaum mengabaikan hukum Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan memunculkan permusuhan di antara mereka”. coba lihat diri anda mas…………bukankah tindakan anda di atas telah mengabaikan hukum Allah dan Rasul-Nya? apakah islam memperbolehkan kita menghujat seseorang atau memvonisnya sesat tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan???

    terlepas dari apapun anggapan anda terhadap pemahaman kami, saya berharap marilah kita mengedepankan ukhuwah, tidak perlu saling melempar artikel yang mengundang perpecahan seperti ini. bukankah menjaga ukhuwah itu merupakan perintah Allah??? jadi paling tidak saya minta supaya anda mengganti judulnya, jangan pake nama majelis rasulullah.

    yah….ini memang blog anda, saya tidak bisa mengintervensi anda. terserah anda mau nulis apa, terserah anda mau ngapain, terserah anda mas…….tapi ingat seluruh perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawabannya……..

    salam ukhuwah

    wassalamu’alaikum

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam.

    Semoga Allah merahmati kita semua, dalam hidayah yang melimpahkan kemaslahatan untuk umat Islam.

    saya sudah menjawab pertanyaan semacam ini. Silahkan anda lihat komentar-komentar yang lain. Dan komentar anda sudah saya jawab. Silahkan dibaca dahulu.

    Baik, saya tidak ingin memperpanjang emosi para penganut Majelis Rasulullah. Silahkan anda melihat artikel dari postingan blog artikelIslami ini —> htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254 baca komentar-komentarnya.

    Jika anda memang penganut Majelis Rasulullah. Beritahu saya, apakah benar pemilik blog tersebut dalah penganut Majelis Rasulullah, atau hanya sekedar kaum munafiq atau kafir yang mencoba untuk memecahkan persatuan umat Islam. Dan jika memang dia bukan dari Majelis Rasulullah, saya siap menghapus postingan yang membuat anda dan teman-teman anda tersulut dengan emosi.

    Karena jika pemilik blog tersebut umat Islam. Pasti akan dengan mudah dinasehati, dan akan siap menghapus blognya yang membuat saya geram dan akhirnya menulis judul yang membuat kalian puan geram. Saya tidak pernah ingin membuat artikel yang membuat hati ini menjadi panas, jikalau bukan karena menjawab orang-orang yang berjiwa panas. Yang mencari permusuhan diantara sesama umat Islam.

  33. Allahuyaghfir…..ana emosi karena antum begitu kerasnya..coba anda hitung berapa komentar pro dengan anda dan berapa komentar yang justru menentang anda,,,seharusnya anda bisa jadikan itu tolak ukur,….ya sudah sekarang saya mau tanya beberapa hal saja kepada anda;
    1. apa anda tau keislaman si pembuat blog yang anda bahas2 terus?
    2. apa anda bisa buktikan kepada saya bahwa pembuat blog tsb adalah jamaah MR?
    3. Apakah anda terima bila majelis anda dituduh sesat?atau anda sendiri dituduh sesat?

    Guru ana adalah seorang yang berbudi luhur dengan sanad bersambung pada Rasulullah saw apa anda menuduh ini kesesatan?

    cukup anda jawab ini….Jazakallah..

    Jawab Jaisy01:

    1. Blog tersebut mengaku dari penganut Majelis Rasulullah. Dan silahkan melihat penghujatan pada ulama-ulama dikomentarnya.
    2. Makanya, saya ingin anda berkunjung. Dan memberitahukan kepada saya, apakah benar blog artikelislami itu adalah Jamaah Majelis Rasulullah. Dan jika memang bukan dari Majelis Rasulullah, insya Allah saya siap menghapus artikel diatas.
    3. Silahkan, jika anda menjatuhkan vonis sesat disetiap jamaah. Asal ada dasarnya bukan asal saja.

    Apakah anda menganggap guru ana tidak berbudi luhur dan tidak mempunyai sanad yang jelas? Lah kalau begitu apa bedanya dengan blog Artikelislam?

  34. Satu lagi antum tulis di jawaban komentar anda pada saya seperti ini:

    Oh iya, kalau bisa beri klarifikasi yah. Apakah benar blog tersebut adalah penganut Majelis Rasulullah, atau hanya blognya orang kafir atau munafiq yang ingin menjatuhkan kredibilitas Majelis Rasulullah. Syukron.

    Loh bukannya antum mau nulis artikel ini anda survei dulu apa betul org ini anggota majelis?lalu namanya apa kalo antum ujuk2 nulis artikel yang isinya seperti di atas?kok malah nyuruh saya cari tau….nah sekarang jatuh tanggung jawab pada antum…antum klarfikasi kebenaran si pembuat blog…ana ndak ridho kalo pada penulisan artikel ini dan setiap kata yang tertulis disini bila anda tidak beri tahu saya dan yang berada di blog ini mengenai kebenaran keanggotaan pembuat blog tersebut….syukron

    Jawab Jaisy01:
    Wah berarti antum tidak melihat artikel saya yang lainnya. “Apakah benar PKS mirip dengan bintang david yahudi?” Berarti antum melihat sebuah masalah hanya beradasarkan pada satu postingan, bukan pada postingan yang lain. Berarti antum membuat komentar tidak melihat keseluruhan dari artikel-artikel yang kontroversial tersebut. Bagaimana antum bisa berkomentar tetapi tidak tahu masalah yang terjadi? Inikah ajaran seorang muslim?

  35. assalamu’alaikum

    maaf nyambung lagi….

    terhadap respon MIS, anda menjawab:
    Ternyata emang bener kata temen-temen.“coba antum singgung jamaah mereka, paling mereka juga ngomongnya carut marut nggak punya akhlaq. Dan emosi mereka yang lebih mereka kedepankan. Karena mereka beragama lewat emosi, bukan pemahaman” Ternyata benar!

    astaghfirullah…………….

    dari sini bolehkah saya simpulkan bahwa tujuan anda menulis artikel di atas adalah untuk mengetes jamaah majelis rasulullah?

    mas…….
    pertama…kami jamaah majelis rasulullah bukanlah orang-orang yang sudah sempurna akhlaqnya. bahkan banyak diantara kami dulunya adalah orang-orang yang banyak berbuat dholim terhadap diri sendiri yang kemudian alhamdulillah mendapatkan hidayah dari Allah.

    kedua….tanpa bermaksud lempar batu sembunyi tangan, saya berharap anda mengklarifikasi terlebih dahulu, sekali lagi mengklarifikasi….apakah benar yang menulis respon tersebut adalah benar-benar jamaah majelis rasulullah….
    media blog macam gini sangat rawan diprovokasi mas….
    kalo memang anda belum mengklarifikasi, ya ga perlu ditanggapi dengan jawaban seperti itu.

    ketiga….seolah olah anda ingin mengatakan bahwa pemahaman dalam beragama anda dan teman anda lah yang benar…….sedang kami….anda dan teman anda menganggap kami salah pemahamannya, karena beragama hanya lewat emosi…………
    mas……baca kembali dalil-dalil yang anda tulis di atas, kembalikan lagi pada diri anda, ngaca mas……….
    sudahkah tindakan anda tersebut sesuai dengan dalil-dalil yang anda tulis………..
    memang…….kadang gajah dipelupuk mata tidak keliatan, tapi semut diseberang laut tampak jelas…….

    keempat……..anda tidak perlu lagi mengetes akhlaq kami mas….kami mengakui akhlaq kami belum sempurna, masih amburadul……oleh karena itulah kami mengikuti majelis rasulullah, berguru kepada habib yang berakhlaq mulia….
    mungkin memang anda dan teman andalah yang lebih mulia akhlaqnya dibanding kami……jadi ajarkanlah kami akhlaq mulia itu mas, bukan seperti yang anda sampaikan dalam jawaban jawaban anda…….

    sekali lagi mas………mari kedepankan ukhuwah, ga usah nulis tanggapan-tanggapan seperti di atas. sadar atau tidak sadar, secara langsung atau tidak langsung anda telah memancing reaksi negatif dari kami jamaah majelis rasulullah yang akhlaqnya belum sempurnya ini……

    kalau emang itu tujuan anda………selamat…………..anda sudah berhasil…….
    tapi kalau bukan itu tujuan anda……….marilah kita bermuhasabah………

    terima kasih
    wassalamu’alaikum

    Jawab Jaisy01:

    Walaikumsalam
    :) Mas, kenapa saya menulis ini? Karena ada aksi yang menimbulkan reaksi. Saat saya dirumah, dan menunjukkan blog ini htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254 kepada beberapa teman. Salah satu teman saya berkata, “Sudah kalau sulit dinasehati. Buat artikel tandingan” Dan akhirnya teman saya yang lainnya. Mengatakan “coba antum singgung jamaah mereka, paling mereka juga ngomongnya carut marut nggak punya akhlaq. Dan emosi mereka yang lebih mereka kedepankan. Karena mereka beragama lewat emosi, bukan pemahaman”

    Dan akhirnya saya buktikan. Dan ternyata hujatan-hujatan pun bergelimang diblog ini. Kami tidak pernah ingin mengetest, apalagi ingin membuat kalian marah. Tetapi apakah kalian marah jika umat Islam yang lainnya dizhalimi oleh saudara kalian sendiri? Jika anda umat Islam yang setia dalam mengedepankan ukhwah maka akan ada klarifikasi dari perbuatan teman-teman anda.

    Saya tunggu tabayyunnya. Apakah benar, pemilik blog ArtikelIslami tersebut dari Majelis Rasulullah. Atau hanya seorang munafiq ataupun kafir yang ingin memecah belah kekuatan Islam.

    Karena jika dia umat Islam, maka sesungguhnya akan mudah nasehat masuk kehatinya, dan akan mudah untuk bertobat dan tidak akan mengulangi hal perbuatan tersebut dengan disertai maaf yang tulus.

    Syukron.

  36. assalamu’alaikum….

    anda menjawab:
    Baik, saya tidak ingin memperpanjang emosi para penganut Majelis Rasulullah. Silahkan anda melihat artikel dari postingan blog artikelIslami ini —> htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254 baca komentar-komentarnya.

    mas………saya tidak membahas artikel pada blog itu. memang yang ditulis disitu tidak seharusnya mas..
    tapi disini saya lebih mengedepankan membahas postingan anda ini……..benar atau tidaknya suatu perbuatan itu tidak ditentukan apakah perbuatan itu merupakan respon dari perbuatan lain atau tidak, tapi ya dari tindakan itu sendiri mas…..jadi ga usah singgung singgung blog itu lagi, itu memang ga bener….lihat blog sendiri……bener ga isinya….sesuai dalil-dalil yang ditulis ga…….???

    anda menjawab lagi:
    Jika anda memang penganut Majelis Rasulullah. Beritahu saya, apakah benar pemilik blog tersebut dalah penganut Majelis Rasulullah, atau hanya sekedar kaum munafiq atau kafir yang mencoba untuk memecahkan persatuan umat Islam. Dan jika memang dia bukan dari Majelis Rasulullah, saya siap menghapus postingan yang membuat anda dan teman-teman anda tersulut dengan emosi.

    mas……….katakanlah dia memang penganut majelis rasulullah……….apakah lantas tindakannya itu bisa anda generalisir menjadi tindakan seluruh jamaah majelis rasulullah????
    lihat kembali judul tulisan anda mas, apakah anda sudah lupa???

    kalau sudut pandang anda memandang permasalahan ini hanya dari sudut pandang partai anda………ya anda sendirilah yang benar mas……….
    coba lihat permasalahan ini dari sudut pandang islam sebagai satu kesatuan agama yang memperbaiki akhlaq…….jadi kalau ada saudara muslim kita yang berakhlaq kurang baik, ya mari kita nasehati, bukan lantas mencerca dia atau bahkan mencerca jamaah dia……..
    bahkan menggeneralisir perbuatannya menjadi perbuatan seluruh jamaah…

    mas….mas……..astaghfirullah……..

    wassalamu’alaikum

    Jawab Jaisy01:

    Mas.. mas… Sudah seharusnya muslim menasehati muslim yang lainnya. Apakah anda sudah menasehatinya dengan nasehat-nasehat anda. Sebelum anda menyuruh orang lain untuk menahan dari memposting yang kontroversial tersebut.

    Anda membahas masalah postingan ini, tetapi tidak mau membahas postingan lain. Bagaimana anda ini, seharusnya letak dari kejadian dalam permasalahan tersebut yang harus di singgung. Bukan menyinggung artikel yang ditulis dari counteran dari blog yang lain. Seharusnya jika anda bijak, anda harus menjelaskan apa yang terjadi. Bukan malah menjustifikasi postingan yang saya buat. Nah kalau memang dia penganut Majelis Rasulullah, lalu berarti saya memposting sebuah kebenaran? Dan anda takut akan menjadi besar hal ini? Inilah kesalahan anda mas.

    Benahi rumah anda (Majelis Rasulullah) yang diisi saudara-saudara anda. Bukan malah mengkritisi artikel yang diatas. Nah kalau teman-teman anda seperti itu, lalu apakah saya salah memposting dengan pertanyaan seperti itu? Dimana letak kesalahannya?

    Jika memang ada dalil dari hadits yang saya kemukakan tidak benar. Tolong bisa dijelaskan dimana letak kesalahannya? Yah, jangan sampai kita mengatakan salah tapi tidak tahu letak kesalahannya.

    Nah, kalau sudut pandang anda hanya memandang dari Sudut Pandang jamaah Majelis Rasulullah. Yah anda sendirilah yang benar mas. Dan mari jika kita menggunakan akhlaq, mari kedepankan akhlaq. Nah lalu kalau kita mengendepankan akhlaq apakah Penganut Majelis Rasulullah berhak melecehkan kami? Bisa tunjukkin sesuatu cercaan dari artikel diatas yang anda sebutkan tadi?

    Sudah saya jelaskan berulang-ulang. Bahwa saya tidak ada masalah dengan Majelis Rasulullah. Tetapi penganut yang menyatakan diri dari Majelis Rasulullah lah yang pertama kali membuat masalah. Seharusnya dan kewajiban anda sebagai saudaranya untuk menasehatinya. Bukan malah menyalahkan kami. Ini sama juga anda masih berashabiah kepada Majelis Rasulullah.

    Saya sudah jelaskan, bahwa saya memperingatkan siapapun, termasuk dari PKS jika ada ketidakbenarannya. Bahkan kalimat kezhaliman pun saya lontarkan. Entah kenapa, setiap saya memposting untuk memperingatkan PKS, mereka selalu menggunakan bahasa yang santun dan meminta maaf dan akan berusaha untuk tidak mengulangi hal tersebut.

    Jika kita berakhlaq, akhlaq kitalah yang akan bermain dalam segala perbuatan kita. Kita berbuat, dan kita tahu konsekuensinya. Jika salah, maka sebagai umat Islam kita wajib meminta maaf dan tidak mengulangi hal tersebut.

    Nah seharusnya jika memang ada penganut Majelis Rasulullah yang melakukan itu, seharusnya orang yang pertama menasehati adalah saudara-saudaranya dari Majelis Rasulullah sendiri, bukan orang lain seperti saya yang akhirnya menimbulkan prasangka bahwa saya mendengki Majelis Rasulullah. Jika seandainya ada sanggahan dari penganut Majelis Rasulullah yang lainnya atas artikel dari ArtikelIslami terserbut. Sangat dipastikan insya Allah tidak akan ada postingan yang seperti diatas.

    Jadi, sudah kewajibannya anda mencari sumber akar permasalahannya. Bukan malah membuat masalah lagi dengan menyalahkan kami? Ini namanya tidak proporsional. Masa orangnya sendiri dibiarkan, tetapi ketika ada orang lain melakukan sesuatu malah dilarang. Sebelum orang bertindak melakukan sesuatu, sudah selayaknya anda sendiri yang mengingatkan akan konsekuensinya dari artikel tersebut.

    Konsekuensi dari penganut ArtikelIslami tersebut, adalah harga yang dia harus bayar manakalah dia men-generelisasikan PKS adalah orang-orang sesat. Bahkan menyesatkan ulama-ulama yang kami hormati. Maka kami mempertanyakan “apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?” karena dari hasil postingan tersebut.

    Ingat mas, akhlaq. Imam Syaifi’i menyatakan bahwa “Sesungguhnya manusia itu ingin menjadi pembenar dari setiap apa yang dialakukan. Bahkan menjadi pembenar bagi teman yang berbuat kesalahan. Tetapi manusia akan sulit untuk menerima kesalahan diri dan temannya dari orang lain. Mereka akan cenderung untuk saling melindungi dengan jalan mencari kesalahan orang-orang yang lain. Karena sesungguhnya orang-orang seperti itu adalah orang telah lalai dalam memelihara akhalaqnya. Dan terlalu berlebihan dalam berkawan”

    Padahal sangat mudah, anda tinggal menyatakan bahwa blog itu salah. Dan sebagai saudaranya anda meminta maaf atas kesalahan saudara anda. Dan bersedia untuk terus menasehatinya. Nah kan mudah! Kok dipersulit lagi dengan malah menuduh saya dan artikel-artikel saya.

    Jika anda ingin memelihara ukhuwah. Maka peliharalah lisan dan saudara anda! Jangan marah jika akhirnya anda tidak bisa menjaga akhlaq saudara anda dan akhirnya ada yang terusik.

    Waalaikumsalam

  37. dah tenang aja sodara2, kalo niey orang masi susah diajak dialog cuma sombong2an ria,kunjungin aja friendsternya,liat baek2 wajahnya di : fajar212000@yahoo.com

    trus kite samperin deh ajak ngomong baek2 …ulama besar niey yang punya ni blog..okeh

    Jawab Jaisy01:

    Iya, lihat baik-baik wajah saya. Jika ketemu Sapa dan salam. Ok! :D
    Kita ngobrol baik2 kan enak. Daripada harus menghardik dan merasa paling benar sendiri! :) Amien. Semoga Allah mengabulkan doa anda untuk menjadikan saya seorang ulama.

  38. semoga sanad gurunya mutasshil sampai kepada Rasulullah saw.

    Jawab Jaisy01:

    Amien. Semoga begitu pula dengan anda.

  39. assalaamu ‘alaikum wr.wb.
    oh ane faham skr. maksud dari saudara kita ini adalah, bahwa bliau tidak terima kalau lambang partainya dibilang menyerupai bintang daud.
    akhi yang dirahmati Allah, lebih baik ntum mngkonfirmasi kepada yg menulis blog tersebut. nte bisa jamin apakah yg mnulis blog tersebut adalah jama’ah MR???
    apakah blog tersebut bisa mewakili jama’ah MR yang ribuan, atukah hanya mewakili sebagian kecil saja????
    krna dari postingan ntum seolah2 menuduh bahwa sebagian besar jama’ah MR lah yang membuat ulah. ini dapat menyebabkan perpecahan akhi..ane tau ntum pasti tidak pernah diajarkan untuk membuat perpecahan bukan???
    dan buat semua jama’ah MR, ane berharap kita bisa menyelesaikan semua postingan yang ada di blog ini dengan akhlak dan kepala dingin seperti yang diajarkan guru mulia kita. jangan sampai Nabi SAW, kecewa melihat kelakuan2 kita sebagai umatnya.
    semoga Allah menyempurnakan ibadah puasa kita semua…
    alafwu minkum…
    wassalam.
    -alfaqir-

  40. assalamu’alaikum

    semoga rahmat Allah selalu tercurahkan pada kita semuanya..

    wah…rupanya ini jadi berkepanjangan

    mas, rupanya apa yang saya sampaikan tidak anda dapatkan poinnya…

    1. judul anda adalah “Apakah benar penganut majelis rasulullah sesat?” apakah esensi dari judul anda tersebut mas? penulis blog yang anda counter dengan tulisan anda di atas adalah “SEORANG” yang mengaku jamaah majelis rasulullah. tapi anda menggeneralisir perilakunya itu menjadi perilaku “PENGANUT MAJELIS RASULULLAH”. bagaimanakah anda mempertanggungjawabkan tuduhan anda ini?

    2. pada tanggapan saya terdahulu, saya sudah bilang kalau tulisan pada blog tersebut memang salah, ga seharusnya. jadi tidak benar tuduhan anda kalau saya hanya menyalahkan anda. dan dengan ini saya meminta maaf kepada anda mas………
    akan tetapi poin yang saya sampaikan adalah gini mas:
    == sampeyan membenarkan tindakan anda yang salah dengan alasan bahwa tindakan anda itu adalah sebagai balasan atas tindakan orang lain yang salah ==
    mas….benar atau buruknya suatu perbuatan itu ya dinilai dari perbuatan itu sendiri mas. jika anda telah difitnah oleh orang lain itu bukan berarti anda dibenarkan untuk memfitnah orang lain juga mas. jika fitnahan dalam blog tersebut menurut anda adalah perbuatan yang keliru…….mengapa anda juga melakukan fitnah mas….ingat!!!!!! judul anda adalah “PENGANUT MAJELIS RASULULLAH” itu termasuk kami jamaah yang tidak ikut ikutan menulis blog tersebut.

    3. saya tidak pernah menyatakan bahwa dalil dalil yang anda kemukakan tidak benar. tapi saya hanya menyatakan pada anda agar menggunakan dalil tersebut untuk diri anda sendiri. sudah sesuaikah perbuatan anda dengan dalil yang anda kemukakan itu?
    contoh: anda menyampaikan dalil Rasulullah telah memperingatkan kita “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah jangan menyakiti hati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaklah berbicara yang balk atau berdiam diri (sekiranya tidak bisa berbicara baik).” (HR. Bukhari dan Muslim).” ===>> lihat perbuatan anda mas, secara langsung atau tidak langsung anda telah menyakiti kami jamaah majelis rasulullah yang tidak ikut ikutan menulis blog tersebut. ====>> maka lihatlah diri anda apakah perbuatan anda sudah sesuai dengan dalil yang anda kemukakan????

    anda menyampaikan hadits “….Dan tidaklah sekelompok kaum mengabaikan hukum Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan memunculkan permusuhan di antara mereka”. (dalil yang ini kok hari ini sudah tidak ada ya………sudah dihapus ya???) ===>> coba lihat diri anda mas…………bukankah tindakan anda di atas telah mengabaikan hukum Allah dan Rasul-Nya? apakah islam memperbolehkan kita menghujat seseorang atau memvonisnya sesat tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan??? ===>>maka lihatlah diri anda apakah sudah sesuai dengan dalil yang anda kemukakan??

    4. anda menjawab: Nah, kalau sudut pandang anda hanya memandang dari Sudut Pandang jamaah Majelis Rasulullah. Yah anda sendirilah yang benar mas. Dan mari jika kita menggunakan akhlaq, mari kedepankan akhlaq. Nah lalu kalau kita mengendepankan akhlaq apakah Penganut Majelis Rasulullah berhak melecehkan kami? Bisa tunjukkin sesuatu cercaan dari artikel diatas yang anda sebutkan tadi?

    saya sama sekali tidak memandang dari sudut pandang jamaah majelis rasulullah mas. saya memandang dari sudut pandang islam secara utuh. bagaimanakah islam mengajarkan pada kita jika ada saudara kita yang salah?? bukankah islam mengajarkan kita untuk menasehati dia tidak memandang apa pun golongannya??
    sudahkah anda menasehati dia………kalau sudah kenapa respon anda adalah balik menghujat dia??? bahkan memfitnah kami jamaah lain yang tidak ikut ikutan??? apakah itu dibenarkan???

    ya….memang tanggung jawab kami jugalah kalau dia memang benar jamaah majelis rasulullah, karena dia satu majelis dengan kami, untuk yang ini insya Allah saya akan menyampaikan pada habib Munzir, biar dapat juga menyampaikannya pada jama’ah lain yang tidak tahu kasus ini, karena mungkin banyak jamaah majelis rasulullah yang tidak berkesempatan untuk berinternet seperti ini.

    5. anda menulis:
    NB: Artikel diatas akan tetap ditayangkan jika para penganut Majelis Rasulullah tetap menampilkan setiap kebencian dan fitnahan diblog dan situsnya.

    astaghfirullah…………anda membalas fitnahan dengan fitnahan juga mas………

    wassalamu’alaikum

  41. .. Kecuali hanya seorang yang mengaku penganut …

    bertentangan dengan

    … para penganut Majelis Rasulullah tetap menampilkan setiap kebencian dan fitnahan diblog dan situsnya…..

    …pula dengan judul kalimat bersayap yang memancing terciptanya perpecahan dan permusuhan
    menunjukkan bahwa si penulis hanyalah seorang pemuda arogan dengan keinginan menuntaskan dendam yg memenuhi dada, menurutkan hawa nafsu syaitan yang tersamar dalam wujud tulisan2 bertopeng kebaikan semata

    sangat bertentangan dg penjelasan tentang kami..

    haha…

    BUKAN OMONG KOSONG !
    padahal isinya hanyalah tong kosong nyaring bunyinya…

    orang2 yg rendah hati dengan memberi judul blog
    SEKEDAR OMONG KOSONG lebih mengenal akhlaq dari si sombong ini

    sudah bosan saya bertemu tipikal simpatisan2 kacangan yang sombong dan ashobiyah macam gini
    dari kesombongannya jelas terlihat bahwa mereka merasa merekalah yg paling baik dan lurus agamanya… spt yang telah kita ketahui pada umumnya perilaku para pion, baru tau satu jurus lagak lagunya minta ampun

  42. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong
    pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
    (QS. 4:120)

    Iblis berkata:”Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka”. (QS. 15:39-40)

    hamba yg mukhlis adalah hamba yang ikhlas berbakti pada RABB nya, tanpa pamrih, tidak ingin terkenal dan tidak suka mengumbar prestasi, atau kebaikan yang telah dilakukannya demi alasan apapun

    Anda bilang : “SAYA ORANG ISLAM, TIDAK INGIN BERMUSUHAN DENGAN SIAPAPUN. TETAPI KETIKA ADA YANG MENFITNAH GERAKAN ISLAM, MAKA SAYA BERHAK UNTUK MENJAWAB FITNAHAN TERSEBUT. SIAPAPUN ORANGNYA! DEMI ALLAH TIDAK ADA YANG SAYA TAKUTKAN KECUALI ADZAB ALLAH.”

    –> ketahuilah bahwa ALLAH SWT tidak suka pada hambanya yang SOMBONG… atau Anda tunggu aja Adzabnya setelah memercik api perpecahan ini

    Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. 57:23)

    Dari Abdullah bin Mas’ud R.A, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat rasa sombong walaupun hanya sebesar dzarrah”.

    “Sombong itu
    menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia”. (HR Muslim).

    “Maaf, karena menyibukkan diri mencari jalan kesurga ”

    –>berbuat baik itu gak usah bilang2 Mas, pahala bisa2 terbakar karena ujub & riya

    saya lihat FSnya… ah kesombongan pula yang terlihat

    Semoga Allah hapuskan setiap noda kesombongan meski sebesar dzarrah dari dada muslimin… Amiin

  43. saya telah baca banyak dari komentar maupun isi blog anda…kok anda berani sekali umbar sumpah atas nama Allah…ingat setiap sumpah anda akan dimintai pertanggungjawaban…
    maafkan saya jika menurut anda saya salah karena mungkin andalah yang paling benar disini…saya lebih baik menunggu sebuah batu hancur pelan2 oleh tetesan air daripada harus menghancurkannya dengan gigi…wassalam…

  44. Assalamualaikum

    Subhanallah, mau sahur jalan-jalan diblog Abu Jaisy.

    Nah gitu akh, sudah seharusnya kita memakai bahasa yang santun dan nggak sefulgar kemaren.

    Iya, antum masih ingat aja sama ana ternyata. Abu Umar, itu anak ana yang pertama. Sekarang Allah memberikan amanah lagi kepada ana seorang anak perempuan akh. Dan Alhamdulillah sekarang di Playgroup, jadi biasa dipanggil Abu Hanifah juga :)

    Ana rasa antum tidak perlu lagi menanggapi satu persatu komentar kepada orang-orang yang sedang sakit hati akh. Yah, pahamilah atas apa yang telah antum perbuat. Tetapi tetap istiqomah akh dalam menjawab fitnah.

    Eh, ngomong-ngomong Ustad Agung masih ditempat antum yah akh? Seorang hafidz masih menyelimuti antum akh. Ana dulu belajar Bulughul Maram dan setoran hadits serta Al Quran sama beliau akh.

    Salam akh, kepada beliau dari ana.

    Inilah indahnya Tarbiyah kita akh. Ketika ada salah, maka kita wajib mengakui kesalahan kita, dan bersedia meminta maaf atas kesalahan kita. Berarti didikan ustad Agung yang satu ini sudah menguasai banyak hal nih :)

    Sudah akh, nggak usah diladeni. Apalagi komentar Ranggas, kayaknya “terlalu pintar” tapi perlu belajar banyak masalah “kesombongan” terlihat masih tekstual dalam memahaminya.

    Salam untuk Istri antum akh.

    Wassalamualaikum

    Jawab Abu Jaisy:

    Alhamdulillah benar. Iya akh, ustad Agung masih berada disini. Barakallah akh atas keberkahan Allah memberikan antum amanah lagi :)

    Wah, makan sahurnya di internet nih :D

    Macam-macam pinternya para komentator disini. Ada yang pintar berprasangkau buruk, ada yang pintar membalikkan kata-kata, ada yang pintar tapi bingung. Hehehe Yah sudahlah! Iya, ana malas juga akhirnya menjawab komentar-komentar orang-orang pintar itu. Padahal komentar-komentar itu sudah ada jawabannya di artikel ana yang lain. Yah mungkin karena “saking” pinternya mereka, akhirnya tidak mau membaca artikel ana yang lainnya mungkin :D

    Benar juga kata-kata Hasan Al Banna, kita disuruh menjauhi perdebatan. Dari artikel diatas saja ana minimal harus menjawab 2 orang. Tersita waktu yang lain akhirnya! Alhamdulillah, ada Ustad Agung mengingatkan akan hal ini, dan juga kelapangan seseorang yang akhirnya membuat ana harus hormat kepada salah satu penganut Majelis Rasulullah yang jauh lebih mudah menerima dan mengerti apa maksud dibalik yang ana tulis di artikel sebelumnya. Mungkin memang benar “Jiwa-jiwa ikhlas itu akan mendapatkan jawaban dari jiwa-jiwa yang ikhlas pula”

    Ana ini bingung. Ana tidak pernah menampilkan alamat FS dimanapun blog ana. Kok yah ada yang usil bin jahil mempublikasikannya disini. Ini maksudnya apa? Nah kalau dilihat orang, lalu bilang seperti Ranggas itu yang ana takutkan. Nanti kalau komentar yang ada alamat FSnya, ana hapus. Nanti dibilang nggak gentle, pengecut, dsb. Padahal FS itu ana khususkan untuk orang yang sudah kenal ana lama. Memang susah jadi orang, kalau pikirannya buruk terus. Yah saran ana, bagi yang tidak ana undang untuk hadir di FS, saya mohon untuk tidak melihat FS ana. Karena FS yang saya buat adalah untuk orang-orang yang sudah kenal lama dengan saya, bukan orang yang baru kenal, apalagi baru tahu saya

    Insya Allah ana sampaikan salam antum kepada beliau akh. Tapi untuk beberapa hari ini beliau lagi banyak amanah, beberapa hari lagi akan berangkat ke Jepang untuk ngisi taujih ikhwa-ikhwa disana. Belum lagi menyiapkan beberapa anak didik yang mau melanjutkan S2 di Mesir. Wallahu’alam, i’tikaf beliau ikut dimasjid yang sama atau i’tikaf di Jepang :D

    Iya akh, inilah indahnya tarbiyah. :D

    Barakallah akh. Salam juga dengan istri antum akh.

  45. Di 9 hari terakhir ramadhan ini, saya mohon maaf lahir batin..

    Jawab Jaisy01:

    Sama-sama. Semoga Allah memafkan segala kekhilafan yang telah kita perbuat. :)

  46. Salam alaikum

    Ana mau berpendapat untuk rekan-rekan semua. Pertama-tama kita fokuskan masalah ini di lambang PKS yang sepertinya (oleh saudara kita) dipertanyakan apakah mirip dengan bintang david atau tidak. Tidak perlu menyerempet jadi ke yang lainnya seperti ideologi / gerakan partai PKS sendiri maupun ke Majelis Rasulullah sebagai majlis ta’lim.

    Tendensi dari pertanyaan tentang kemiripan lambang ana rasa sebetulnya tidak mendiskreditkan PKS sebagai partai politik (ana tidak bilang Islam, karena Islam tidak berpolitik secara kepartaian dan juga karena yang memperjuangkan Isla tidak hanya PKS seorang).

    Adapun apabila saudara Jaisy merasa bahwa hal itu menjurus ke arah sana (fitnah dlsb), ana sendiri berpendapat bahwa mungkin itu adalah perasaan dari antum sendiri, yang timbul dari kecintaan antum terhadap PKS, dan hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun satu hal, orang akan mengeluarkan apa yang ada didalam dirinya. Mungkin memang itulah yang ada dalam diri antum kalau antum membuat sebuah pertanyaan yang serupa misalnya.

    Jadi menurut ana besarnya permasalahan ini (alau boleh dibilang besar), karena kecurigaan dalam diri antum, yang menyebabkan antum mengeluarkannya ketika melihat hal serupa terjadi kepada diri antum.

    Afwan, bukan ana berusaha menjudge antum, tapi ada baiknya kita semua berintrospeksi diri dulu sebelum mengcounter sesuatu yang “mencurigakan” menurut hati kita. Jangan-jangan keburukan kita akan muncul karena hal-hal yang kita takuti tersebut.

    Karena hal tersebut dapat membiaskan masalah kepada hal-hal yang sebetulnya bukan masalah ^_^

    Wassalam

    NB : Oia, nasab dalam keilmuan sangat penting. Karena itulah pertanggung jawaban kita nantinya atas amalan-amalan kita. Berhati-hati terhadap guru-guru yang tidak memilikinya, karena sandaran kita berarti rapuh dan mudah jatuh.

    Jawab Jaisy01:

    Yah terserah anda, insya Allah saya sudah malas membahas ini. Saran saya kepada anda, jika melihat persoalan jangan setengah-setengah. Silahkan anda lihat jawaban admin blog ArtikelIslami tentang PKS, sudah jelas-jelas ada kebencian didirinya kepada PKS. Apalagi menghina para ulama. Silahkan dilihat jawaban dari setiap komentar admin ArtikelIslami. Jadi anda bisa mengetahui semuanya, bukan hanya dari postingan tanpa kata yang tidak akan pernah mau media resmi manapun menampilkan gambar tersebut! Bisa terkena somasi.

    NB : Jadi jika anda ingin belajar sesuai nasab, maka belajarlah mengetahui permasalahan sampai akarnya. Jangan hanya melihat sehelai daun yang terjatuh.

  47. assalamualaikum Wr.Wb
    salam rindu bagi para pecinta Rasulullah SAW, moga limpahan keberkahan dan cahaya ALLAH SWT menrangi kalian semua…
    disini al faqir cuma ingin memberikan tanggapan, bukan berarti sok pintar ataupun berilmu tinggi,,
    kebetulan sekali al faqir adalah pengikut setia majelis rasulullah, kita ini bukanlah suatu aliran, tapi ini adalah suatu majelis yang dimana kita bershalawat kepada rasulullah dan juga membacakan kisah2 atau riwayat rasulullah serta tausiah agama yg menyangkut fiqih,tauhid dan sifat2 daripada rasulullah SAW, supaya kita lebih mengenal beliau dan mendekatkan diri kita kpd ALLAH….

    jadi al faqir rasa tidak perlu kita saling memfitnah satu sama lain, walaupun kita sudah berkali2 ingatkan mereka tapi tetap saja mereka mengaku kl mereka itu paling benar,paling jelas sanad dan ajarannya,,,sebaiknya kita sesama muslimin jika sudah mengikatkan dan orang tersebut tidak mau diingatkan dan terus melakukan hal tersebut, marilah kita mendoakan mereka agar mereka kembali kepada ALLAh dan RASUL-NYA

    habib munzir pun mengingatkan sifat dari rasulullah, berlemah lembutlah kalian sesama umat karena ALLAh paling suka dengan kelembutan..ingatlah wahai saudaraku akan pesan RAsulullah

    biarkan mereka mengikuti ajaran mereka masing2, yg jelas kita tetap pada ajaran rasulullah, tetap mengikuti hadits2 beliau, tetap berlandaskan al qur’an dan mencintai sunnahnya,,kita agungkan beliau dan kita ucapkan terimakasih kpd Rasulullah karena telah membebaskan kita dari kegelapan menuju kepada cahaya ALLAh,,untuk itu rasa terimakasih dan pengakuan rindu kepada manusia yg paling suci, pling baik dan lembut budi pekertinya, kekasih ALLAH, kita sampaikan dengan BERSHALAWAT KPD RASULULLAH, MENGIKUTI SUNNAHNYA, DAN HADIS2 RASULLAH…hanya orang2 yg bodoh dan tidak ada rasa hormat kpd manusia yg paling agung derajatnya di sisi ALLAh yg bilang kalau bershalawat itu BID’AH..masya ALLAh,semoga orang2 tersebut diberi hidayah oleh ALLAh SWT,amin

    sabda rasulullah SAW :
    “semua ummatku masuk surga kecuali yg menolak”. para sahabat bertanya : siapa yang menolak wahai rasulullah? beliau SAW bersabda : “yg taat padaku msuk surga, yg tidak taat padaku maka ia telah menolak”(shahih bukhari)

    maka darii itu ikutilah SUNNAH2 RASUL dan haditsnya,,bershalawatlah kpd beliau sebagaimana firman ALLAH SWT
    Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat atas nabi (saw), wahai orang2 yag beriman bersholawatlah padanya, dan berilah salam kepadanya dengan sebaik2 salam sejahtera

    ikutlah dan bergabunglah kepada kami para pencinta ALLAh dan RASUL, bergabunglah di dalam keluhuran menyanjung nama ALLAH dan bersholawat kpd RASUL..

    ALLAH berfirman :
    “barang siapa memusuhi wali2ku, maka aku umumkan perang padanya”

    mudah2an ini bisa menjadi penerang bagi hamba2 ALLAh yg masih dalam kesesatan akidah dan memusuhi wali2 ALLAH..kita semua disini mendoakan kalian agar bersatu dalam akidah dan menjadi pengikut dan pecinta sayyidina MUHAMMAD SAW..

    wassalamualaikum Wr.Wb

    al faqir yg berdosa,lemah akan ilmu dan jauh dari kesucian
    semoga ALLAh mengampuni dosa2ku, amin

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam.

    Untuk yang dimaksud Firman Allah, merupakan hadits qudsi. Insya Allah berbunyi ““Dari Abu Hurairah radhiAllohu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya”.

    Insya Allah dengan menunjukkan setiap kelengkapan hadits, pemahaman kita tidak sepotong-sepotong.

  48. Setelah membaca artikel diatas, eh ternyata telah dihapus.

    Bahasanya santun banget ustadnya yang memberikan nasehat. Jadi adem bener.

    Kalau melihat kata-kata
    “Banyak yang mengira antum membenci Majelis Rasulullah. Padahal maksud antum adalah hanya untuk memperingatkannya.”

    Saya jadi merinding. Hanya untuk memperingatkan saja, si Jaisy01 harus siap untuk mendapatkan komentar-komentar yang ganas. Memang susah kalau sudah bertemu dengan pengikut yang fanatik, sukanya emosian kalau dikritik atau diingatkan.

    Ada juga komentar-komentar yang menggurui segala! Sampai-sampai merasa nasabnya paling benar. Sanadnya paling sahih. Lucu nih para pengikut Majelis Rasulullah.

    Ada yang nantang, dilayanin malah nggak komentar lagi. Ada yang komentar tapi bahasanya merasa paling pintar.

    Yang paling lucu, ada yang menyuruh mengikuti Sunnah Rasulullah dengan harus mengikuti Majelis Rasulullah. Apa bedanya dengan menyatakan kesesatan yang lain, kalau bahasanya seperti itu.

    Tapi, melihat bahasanya si Jais kayaknya nih orang juga pemaaf dan sabar orangnya. Walaupun saya orang luar yang tidak begitu paham organisasi Islam. Dari komentar-komentar para pengikut Majelis Rasulullah, saya rasa mereka telah menjadi fanatik buta. Nggak mau dikritik, tapi sukanya ngritik.

    Tapi, apa linknya itu benar. Kok saya buka htp://artikelislami.wordpress.com/2008/04/30/benarkah-pks-mirip-indosat/#comment-254 nggak ada artikelnya. Apa nggak salah itu linknya?

    Jawab Jaisy01:

    Alhamdulillah, mungkin blog ArtikelIslam sudah bertobat. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.

  49. Assalamualaikum Wr. Wb
    semoga curahan dan rahmat ALLAh selalu membimbing kita semua…
    maafkan al faqir, bukan maksud fanatik atau gimana,dan al faqir juga ga mengharuskan jika ingin mengikuti sunnah rasul harus dengan mengikuti majelis rasulullah,, semua sunnah rasul pun diajarkan dalam setiap majelis dzikir dan itu semua tergantung kpd yg diajarkan, mau mengikuti atau tidak,karena kata Rasul, barang siapa yg mengikuti sunnahku,berarti dia mencintaiku…

    tidak harus berada pada majelis rasulullah,,mohon maaf saudara jgn terlalu emosi dan cepat mengambil kesimpulan, disini saya hanya mencoba memberi tahu kl kita mencintai rasulullah ya kita ikuti sunnahnya,bershalawat kepada beliau, karena akhir2 ini banyak orang yg mengatakan kl bersholawat kpd beliau itu bid’ah, mengagungkan seseorang itu bid’ah karena yg pantas kita agungkan hanya ALLAH,betul?banyak kan orang yg berpendapat seperti itu sekarang…?

    coba kita pikir2 lg,ALLAH pun beserta malaikat bersholawat kpd beliau,,beliau adalah sosok manusia yg sangat mencintai ummatnya, ketika beliau sebelum wafat, beliau selalu memanggil umatnya,,ya ummati,ya ummati..begitu cintanya beliau terhadap umatnya sehingga beliau berat untuk meninggalkan kita semua, namun ALLAH dengan perantara malaikat jibril as, mengatakan ..tenang ya rasulullah, ALLAH sudah menciptakan surga untuk umatmu,setelah mendengar malaikat jibril berkata seperti itu barulah beliau tenang..

    apakah kita sebagai umatnya yg sangat dicintai beliau ini tidak patut untuk bershalawat kpd beliau?inikah balasan kita kpd manusia yg sangat mencintai umatnya, dengan membikin fatwa kl bersholawat dan mengagungkan manusia itu adalah bid’ah?dengan menzirahi makam manusia yg paling baik budi pekertinya , yang sangat mencintai umatnya dibilang bid’ah…? masya ALLAH, seandainya kalian hidup pada zaman Rasulullah, tidak akan kalian berkata demikian,kalian akan mencintai rasulullah dengan hati yg ikhlas, mengorbankan apa saja untuk rasulullah sebagaimana sahabat2 beliau…

    sekali lg, artikel diatas yg dibuat oleh al faqir sendiri bukan maksud untuk mengkritik tapi untuk mengajak bersholawat dan mencintai beliau,,buanglah kata2 bid’ah kalian, jangan kalian cuma mementingkan kepentingan pribadi dan golongan kalian demi mencapai keagungan di mata manusia, tapi demi ALLAH kalian tidak mendapat keagungan dimata ALLAH , karena ALLAH sangat mencintai Rasulullah SAW..kalau kita cinta kepada Rasulullah berarti kita dicintai oleh ALLAH,kenapa? karena kita mencintai apa yang dicintai oleh ALLAh, maka ALLAH akan lebih mencintai kita

    jadilah para pecinta RASULULLAH SAW, janganlah kau khianati manusia yg sangat cinta kpd kita umatnya dengan bilang kl bersholawat itu bid’ah…

    al faqir bukannya mengajak kpd antum2 semua untuk ikut ke majelis rasulullah, bukan untuk membela majelis rasulullah, bukan untuk mencari ketenaran pribadi atau golongan, tapi al faqir disini mengajak kpd antum untuk menjadi seorang yg cinta kepada rasulullah dan buang kata2 bid’ah kalian,,kalian akan melihat kebenaran ketika kalian mengalami sakaratul maut, jangan sampai itu terlambat buat kalian dengan sesatnya dan tidak ada penghormatan yg agung kpd seorang manusia yg telah menerangi kita, minazzulumati ilan nur…ALLAH akan murka kpd kalian,ALLAH akan memberikan adzab yg begitu perih kpd kalian, ALLAH akan menurunkan bencana kepada kalian,,ingatlah Azab ALLAH itu sangat pedih,,knp?karena kalian secara otomatis memusuhi beliau dengan fatwa kalian bahwa bersholawat itu bid’ah,,kalian memusuhi kekasih ALLAH yg sangat dicintai-NYA, sangat dicintai oleh para2 malaikat, yg sangat dicintai oleh seluruh makhluk yg ALLAH ciptakan…tunggulah kehancuran kalian…

    al faqir bukan bersumpah, tapi ini sudah terjadi pada orang2 yg menentang beliau..perang Badr, umat muslimin hanya 313 dan kufar quraisy ribuan orang,,tapi ALLAH sangat mencintai kekasihnya,diberi kemenangan oleh ALLAH kpd umat beliau yg cinta kpd beliau,,habis kafir qurais oleh ALLAH dengan sekejap..inilah bukti cintanya ALLAH kpd baginda nabi besar Muhammad SAW..

    Wassalamualaikum Wr.Wb

  50. Udeh sekarang kite ketemuan aje dimane….
    ente jgn bawa-bawa agama deh…….
    ini pribadi aje……
    skarang brp no hp ente, biar gw yang hubungin lo…
    gue mo dapet pahala kalo bisa bunuh orang kayak lo… cepet gw tunggu….

    Jawab Jaisy01:

    Abho_ika ini malah memperburuk citra. Hem, kok masih ada orang Islam kayak gini!

    Jika anda ingin ketemuan dengan saya, silahkan.

    Jika saya tidak membawa agama, lalu apa yang saya bawa? Apakah anda sudah melepaskan agama dari kehidupan anda sehingga anda menyuruh saya melepaskan apa yang saya bawa?

    Silahkan menghubungi saya di 081330261804

    Jika anda ingin membunuh seorang mukmin dan menyangka akan mendapatkan pahala! Silahkan. Tetapi ingatlah ini :

    Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

    “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.”

    Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa RasuluHah saw telah bersabda: “Barangsiapa menolong seseorang yang sengaja akan membunuh seorang mukmin walau hanya dengan sepotong kalimah saja, maka dia akan bertemu dengan Allah sedang di antara kedua matanya tertulis: Orang yang dijauhkan dari rahmat Allah.” (HR. Ibnu Majah).

    Inilah agama yang saya bawa. Saya tidak pernah ingin membunuh muslim dari setiap dosa yang dia lakukan. Tetapi kewajiban muslim yang lainnya adalah saling mengingatkan.

    Jika anda sudah tidak membawa agama dalam segala hal. Dan ingin membunuh saya, maka saya ikhlas. Dan siap mati dan bertahan atas kezhaliman yang anda perbuat. Saya tidak ingin membunuh anda, tetapi jika anda ingin membunuh saya, dan saya terbunuh maka kematian saya adalah syahid dalam Islam. Tetapi jika sebaliknya anda yang terbunuh, karena anda ingin membunuh seorang mukmin, maka balasannya adalah jahannam.

    Insya Allah, sejak saya terlahir kedunia, orang tua saya sudah mengajarkan keberanian dalam menentang kezhaliman.

  51. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Met puasa ya akhi Jaisy. salam kenal dari saya

    saya adalah pengikut Majelis Rasulullah. karena jama’ahnya cocok dengan akidah saya yang Ahlussunnah Wal Jama’ah bi madzhab Imam Syafi’i ra. (jadi ngga sesat dong!! ane juga husnudzhon ma bang jaisy kalo akidah ente juga lempeng alias ngga sesat. cuma kita beda sanad aja. akur yak!!! hehe…)

    walau saya Jama’ah MR (saya juga member milis MR loh! pasti banyak yang kenal saya kalau tau nickname yang saya ambil dari email saya) dan saya juga bukan kader n simpatisan PKS. saya tidak ingin membela siapapun. saya hanya ingin mengeluarkan “unek unek” saya atas artikel bang jaisy dan artikel lambang PKS mirip bintang david yang menjadi penyebab permasalahan ini. saya ngga perlu pake dalil2 segala. takut disalah tafsirkan oleh dua kubu yang berbeda. Bukannya jadi sok penengah ni.

    saya sangat menyayangkan artikel tentang lambang PKS yang dikait kaitkan dengan lambang bintang david milik israel laknatullah alaihim dan sampai sekarang masih ada dan ditampilkan di menu utama blog. sangat provokatif dan tidak logis. juga artikel2 yang mendiskreditkan PKS. miris sekali bacanya. sangat dangkal dan tidak bermutu ilmu. ingat! saya bukan kader atau simpatisan PKS loh!! demi Allah!!

    apalagi di blog tersebut ada salah satu artikel yang sempat mendiskreditkan pula Imam Syahid Hasan Al Banna. Astaghfirullah……kalau memang penulis artikel tersebut memiliki ilmu yang mumpuni, pengikut setia MR dan berakidah sama dengan saya. saya yakin dia akan berfikir seribu kali membuat artikel provokatif seperti itu. dan artikel kontroversi lainnya. saya ingat waktu saya menghadiri majelis Ta’lim Al Afaf pimpinan Habib Ali bin Abudrrahman Assegaf di tebet. waktu itu pengkajian kitab Syaraful Ummah Al Muhammadiyyah. beliau Habib Ali menceritakan detik detik menjelang wafatnya Imam Syahid Hasan Al Banna yang tertembak. kemudian Habib Ali memuji dan menceritakan sepak terjang dakwah Imam Hasan Al Banna dengan ikhwanul muslimin-nya yang gemilang. dan subhanallah Habib Ali menyeru kepada jama’ah untuk menghadiahkan Fatihah kepada Imam Syahid Hasan Al banna

    Habib Ali adalah kakak dari Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf bukit duri. Habib Umar adalah Khadim ponpes dan Majelis Ta’lim Tsaqofah Islamiyah di bukit duri. dan waktu remaja Habibana Munzir Almusawa pernah dan belajar kepada Habib Umar di ponpes Tsaqofah tersebut. maka tidak ada alasan bagi penulis untuk mendiskreditkan Imam Syahid Hasan Al Banna setelah saya jelaskan sedikit hubungan sanad keilmuan Habib Ali dengan Habib umar dan Habib Munzir.

    karena itu saya berani dan bertanggung jawab atas apa yang saya tulis hari ini kepada Allah. bahwa artikel tentang gambar PKS, indosat dan bintang david milik israel laknatullah. juga artikel yang mendiskreditkan Imam Hasan Al Banna. adalah artikel yang syarat dengan Provokasi. kontoversi dan tidak logis serta kurang bermutu ilmu. dan saya sangat menyayangkan artikel tersebut ditulis oleh orang yang mengaku pengikut MR. dan cinta kepada Habibana Munzir. saran saya kepada penulis dan pemilik blog tersebut agar berhati2 dalam menulis dan menampilkan artikel.

    tidak semua PKS itu wahhabi kan…. banyak juga teman saya yang seakidah dengan saya dan pengikut MR yang juga kader PKS. lawong kakaknya Habibana Munzir aja kader PKS. ingat PKS itu bukan aliran. tapi Partai. Partai itu menampung semua akidah yang memiliki visi dan misi yang sama dengan PKS. wajar kalau mereka banyak yang berbeda paham. yang saya tahu mereka menyatukan Visi dan Misi dalam dakwah. dan meskipun saya bukan kader atau simpatisan PKS. saya tidak mau berprasangka buruk apapun kepada PKS. juga lainnya, partai yang bernafaskan islam. entah itu PKS, PKB, PKNU, PPP atau lainnya. saya ingin seperti apa yang dikatakan Habibana Munzir. menyatukan semua partai dan semua elemen masyarakat agar mereka agar kembali kepada Al Qur’an dan sunnah. serta mengidolakan Rasulullah SAW dengan kembali menghidupkan sunnah sunnah beliau yang hampir punah. kalau bukan kita Muslimin. siapa lagi yang akan menghidupkan sunnah-sunnah idola kita Rasulullah SAW.

    dan terakhir ini “uneg-uneg” saya kepada bang Jaisy. walaupun saya tidak membaca artikel anda sejak awal. (saya baru kali ini membuka blog anda. diperkenankan ya…biar lebih formal. ucapin salam lagi ah… sam likum……hehe….) yang saya tahu artikel Bang Jaisy telah dihapus dan menimbulkan perdebatan. setelah saya lihat judulnya. dan semua komentar serta jawaban Bang Jaisy. saya dapat mengambil beberapa kesimpulan.

    Membaca judulnya aja sudah menimbulkan kontroversi. jadi wajar jika banyak komentar-komentar dari Jama’ah MR yang hendak membela MR dan Habibana Munzir secara “sporadis” kepada anda sampai kebanyakan dari mereka lupa kepada akar yang dipermasalahkan. sebenarnya kalau mereka ditanya tentang artikel provokatif yang memojokkan PKS apalagi Imam Syahid Hasan Al Banna yang menjadi permasalahan. saya yakin sebagian besar dari mereka Jama’ah MR juga tidak “sreg” dengan artikel tersebut dan sangat menyayangkannya.

    Hanya saja. sepertinya anda berlebihan membalas artikel yang menjadi masalah tersebut. lihat aja judulnya. maka benarlah apa yang dikatakan ustad agung. murabbi anda. jangan kehilangan kesabaran Bang…..kesabaran itu ngga ada batasannya.anda juga sedikit terlalaikan dalam menjawab komentar2 yang tidak enak dibaca.

    saya akui anda punya dua puluh jari tangan (ibaratnye pandai bersilat lidah. hehe…..jangan marah ya Bang…..maaf kalau tersinggung) kalau anda bilang “dia duluan yang mulai”. wah…… ngga ada habis2nya. nanti juga banyak yang jawab lagi. “ada banyak juga qo artikel yang menghina kami duluan. duh…..repot deh…..sesama muslimin jadi berantem deh. ngga di dunia nyata. ngga di dunia maya sama aja. kita sama sama istighfar aja ya Bang…..

    maka dari itu dengan penuh penghormatan dan kesadaran saya sebagai tamu di blog abang Jaisy. agar lebih selektif dalam memilih dan menampilkan artikel. pilihlah artikel yang bermanfaat dan lebih memlikiki kemashlahatan kepada semua ummat dari berbagai kalangan. yang penting ngga sesat. apalagi bener bener nyata sesatnye kayak Ahmadiyah atau si Al Mosadeq n si lia edan itu. hehe….

    demikian komentar saya
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Dailami “Ami” Firdaus
    rasulullah_my_idol@yahoo.com

    Jawab Jaisy01:

    Waalaikumsalam. Syukron atas sudi berkomentar diblog saya. Iya, saya meminta maaf atas artikel kontroversi yang saya buat.

    Alhamdulillah, orang-orang hanif dari Majelis Rasulullah akhirnya menyuarakan kebenaran. Kalau saya ingin berandai-andai, seandainya tidak ada artikel kontroversial ini, apakah blog ArtikelIslami masih tetap menayangkan postingan dan komentar-komentarnya yang menghujat tersebut. Tetapi Alhamdulillah, akhirnya dengan seijin Allah, postingannya pun dihapus setelah saya membuat artikel yang kedua kalinya atas pengingatan yang keras untuk blog ArtikelIslami. Insya Allah banyak pengikut MR yang tersentak, karena ada saudaranya yang berbuat hal yang tidak dibenarkan dalam ilmu-ilmu Islam yang diajarkan oleh Habib Munzir.

    Dengan kerendahan hati ini, saya memohon maaf kepada seluruh orang yang pernah membaca artikel saya mengenai “Apakah Benar Penganut Majelis Rasulullah Sesat?” Semoga dengan ini, tidak ada lagi sengketa antara umat Islam satu dengan yang lainnya. Menjadikan ukhuwah Islam sebagai landasan berpijak dalam setiap persaudaraan.

    • Assalamu’alaikum………

      Wahai para muslimin muslimin saudaraku,
      Bagaimanakah kalau pembuat artikel bang jaisy dan artikel lambang PKS mirip bintang david bukan muslimin saudara kita.???
      mereka hanyalah orang-orang yg menginginkan islam terpecah belah…..
      Seandainya pembuat artikel bang jaisy dan artikel lambang PKS mirip bintang david itu orang yg ingin menghancurkan islam, pasti ia akan tertawa bahagia diatas perdebatan kita ini…..
      Rasulullah SAW pun berkata Bahwasannya islam itu hancur bukan karena serangan2 dari luar(peperangan misalnya), tapi islam hancur dari dalam(tentunya dgn perselisihan semacam ini)……….
      kita bangkit Saudara-saudaraku………
      Maaf itu indah,

      Ana hanyalah pengikut majelis rasulullah yang mencoba sedikit berbuat untuk kebaikan islam, namun dengan bantuan antum2 sekalian.

      Semoga kedamaian selalu dalam diri kita…
      Wallahualam,
      wassalamu’alaikum….
      Apakah kita mau islam hancur,???

    • tukang bohong

      Jawab Abu Jaisy: :)
      Awas, perkataan itu akan balik kembali kepada sampeyan. Bertobatlah!
      Seperti oknum yang Mencatut Majelis Rasulullah pemilik blog Artikelislami. Yang sudah jelas menfitnah dan pendusta/tukang bohong terbuka kedoknya karena suka mengumbar kata “tukang bohong”.

  52. Sepengetahuan saya itu hanyalah sebuah nama Majelis bukan “aliran”. Dan Mereka tidaklah sesat, bukatinya seringkali orang MUI hadir di majelisnya, Bahkan Ketua Umum PKS dan Ust. Igo Ilham pernah juga Hadir kalau memang majlis ini sesat untuk apa mereka hadir?
    jangan merasa di fitnah lantas membalas dengan fitnah pula, kalau begito anda sama saja dengan memfitnah. Dan dengan adanya artikel ini, mereka akan berterima kasih karena anda sudah mempromosikan majelis mereka, dan akan semakon banyak orang yang tahu akan majelis ini, sepengetahuan saya anda bukan orang pertama yg memfitnah majelis ini, tetapi sudah yang kesekian kalinya, akan tetapi majelis ini hanya akan semakin besar. Karena orang jadi semakin tertarik, sudah 10 tahun majelis ini dan jamaahnya semakin banyak, dan tidak ada istilah mantan di jamaah mereka, brarti orang yang mengikuti majelis ini sangat betah di dalamnya

    Jawab Jaisy01:

    Tolong, bacalah dengan seluruh tulisan dan komentar saya. Jangan hanya membaca judul, lalu anda juga akhirnya termakan fitnah seperti ini.

    Bacalah dengan kesejukan hati, bukan membaca karena melihat judul yang menipu emosi anda. Saya tidak pernah menyatakan Majelis Rasulullah sesat.

  53. Alhamdulillah,semuanya berjalan baik2 saja. ane simpatisan pks, tapi juga suka ikut ta’liman seperti MR.
    ga ada yang sempurna di dunia ini. saran ente, coba ente berpikir terbuka, sebelumnya ane juga berpikir seperti ente yang ibarat kata, anti ta’lim yang isinya cuma nyanyi2 doang kalo di lihat dari covernya, tapi…coba sekali2 ente dateng, begitu indahnya persaudaraan muslim. begitu banyak manfaat yang ga di dapat dari sekedar pengajian biasa.

  54. Assalam mualaikum Wr. Wb.

    Ane mau tanya nich , apa kalo kite mati , malaikat nanya partai kita apa?….he..he…he..

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumsalam

    Yah pastinya nggak dong, tetapi yang pasti salah satu pertanyaannya juga termasuk ditanya pernah menfitnah atau nggak? he…he…he..

  55. yang jelas, mari rapatkan barisan, sudah saatnya berguru pada yang jelas sanadnya sampai Rasulullah SAW, karena imam akhir zaman juga keturunan Rasulullah SAW…

    Jawab Jaisy01:
    Yups, mari kita rapatkan barisan dengan tidak merasa benar sendiri atau merasa paling shahih sanadnya. Mari kita jadikan rujukan Rasulullah dengan menerima kebenaran darimana datangnya tanpa taklid buta terhadap satu madzhab ataupun ulama.

  56. mari kita bersatu,sudah saatnya islam bangkit..buanglah segala bentuk atribut2 yang menyerupai kafir…jika engkau bukan dari golongan sesat dan munafik”siapa yang menyerupai suatu golongan..maka dia termasuk dari golongan itu”,sejarah telah membuktikan mereka membantai ulama2 saleh..dan lebih menyukai bangunan2 mewah tipe barat dari pada melestarikan peninggalan islam..mereka ibarat kentut bunyi dan bau doang..seperti sikap mereka dalam serangan israel ke palestina…padahal kekuasaan d arab sekarng d pimpin oleh manhaz mereka..bisa nya cuman ngutuk ngerutuk doang..klo ngemusrikin orang mereka paling pinter,

    Jawab Jaisy01:

    What? Hehehe, kalau ngomong harus pakai dalil yang jelas. Apakah benar kami memakai atribut yang menyerupai kafir? Contohnya apa? Bisa dibuktikan? Jangan hanya menfitnah yah! Memang tukang fitnah yah akan terus menfitnah.
    Membantai ulama Shaleh? Siapa? dimana? buktinya apa? Wah, terus menfitnah neh! Apa emang kurikulum yang diajarkan kepada anda ada kurikulum cara menfitnah yang baik dan benar yah? :D
    Whats ngutuk doang? Hehehe, yang perang disana HAMAS adalah bagian dari kami! PKS adalah jalan dakwah kami. PKS telah mengirim relawan kesana! Nah sedangkan anda bagaimana? Apa hanya terus melancarkan fitnah kepada umat Islam! Biasanya cara seperti anda ini adalah propaganda kafir dan munafiq untuk menyusutkan semangat umat Islam.
    Anda sendiri kalau menfitnah paling pinter yah!? :D Kasihan. Sadarlah bro.

  57. Ya jangan sampe juga taklid sama syetan., ngakunya pemurnian agama tapi pakaian ala barat sama lambang ala zionis semua..hati2 dengan propaganda kafir..

    Jawab Jaisy01:

    Yups, bener. Jangan sampai taklid sama syetan. Karena syetan yang menjerumuskan kita kelembah fitnah dan kemunafikan. Emang pakaian kami seperti apa? Dan emang pakaian anda seperti apa? Bisa tolong dicontohkan pakaian ala barat atau zionis dengan pakaian yang anda gunakan? Hayo, jangan asal nguap doang loh! :)
    saya rasa propaganda anda yang kental nuansa kafirnya ketimbang postingan saya. Masa sudah jelas-jelas munafiq kok nggak sadar! Muslim itu kalau dibilangin salah pasti tahu kesalahannya dan menyesalinya. Anda sendiri malah menghujat habis2an. Apalagi pakai nick wahabi segala, apakah anda ingin mengadu domba saya kepada orang2 Salafi? Wah, jelas nih niatnya kalau gitu. Wah, benar-benar cara Belanda. Cara kafir yang dipakai.

    Jika anda seorang muslim, pasti anda tidak akan takut dimanapun anda berada menunjukkan identitas siapa anda. Kecuali jika anda termasuk kaum munafik atau kafir, pastilah menjadi pengecut dan pecundang yang selalu bersembunyi dibalik kasur! Waks… hihihiih.

  58. Salafy??Apaan tuh?
    Dah th sodara qt d palestina teraniaya msh sempet jg mecah blh ssm muslim,bc aja ftw syehny dr saudi sono
    mending orang2 salafi d jdkn tameng peluru bg rakyat palestina aja,biarmati sangit!

  59. Assalamu alaikum wr.wb

    Sedih saya baca postingan2 diatas, kapan bersatunya umat islam kalau terus begini??
    Yang satu menuduh sesat …yang lain menuduh munafik…

    Saya teringat dengan tulisan ust.Fathi Yakan dibukunya yang judul terjemahannya “Konsep Penguasaan da’wah” yang kira-kira spt ini:

    “Salah satu point yang harus diperhatikan oleh para da’i adalah : menyeru manusia kepada Al Islam, bukan kepada golongan/partai/hizb. Karena jika itu yang dilakukan maka mereka akan membela golongan/partai/hizb-nya bukan kepada AlIslam itu sendiri.

    Akhuna.., yang ingin saya katakan adalah : Jangan kita membela “gerakan islam” tapi bela-lah Agama Islam. Bila ada kritik yang keras dari saudara kita yang lain, terima dengan lapang dada, jawablah dengan tidak menyinggung saudara kita tsb. Karena bagaimanapun kita adalah manusia biasa yang tidak ma’shum.

    Tunjukkan akhlak islami dimanapun kita berada.., jangan karena satu dua orang,kita salah menilai sesuatu secara keseluruhannya.

    Takutlah kita kpd Allah…jangan berpecah belah karena membanggakan kelompoknya dan mencari-cari kesalahan kelompok lain.

    Jazakumullah khair…
    Assalamu alaikum.

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumsalam

    Syukron atas taujihnya. Ana tidak pernah bermaksud membela hizb ataupun golongan yang sedang ana ikuti. Tetapi ana berhak mempertanyakan fitnah-fitnah untuk menyudutkan pihak Islam yang lain. Tafadhol antum membaca bagaimana bencinya blog artikelislami terhadap umat Islam yang lain. Bahkan ulama yang seharusnya dihormatipun dicaci maki dan difitnah. Saya tidak pernah menyatakan golongan yang sedang di ikutinya itu golongan munafik. Tetapi saya hanya ingin mempertanyakan kadernya yang sering melakukan perbuatan kemunafiq-an tersebut!

    Dengan artikel diatas dengan jelas, betapa banyak sekali dari jamaah Majelis Rasulullah yang tergugah atas fitnah yang dilancarkan oleh Artikelislami. Saya tidak pernah meng-generalisasi semua jamaah tersebut seperti pemilik blog artikelislami. Tetapi saya hanya ingin menanyakan fitnah-fitnah yang selalu dia hembuskan untuk memecah umat Islam. Postingan masalah “PKS disandingkan dengan Bintang Daud” mungkin sudah dia hapus, untuk menghilangkan jejak fitnah2annya. Tetapi antum masih dapat melihat bagaimana kebenciannya terhadap golongan lain dengan memampang logo golongan Islam yang lain, antum baca komentar2nya bagaimana kebenciannya masuk keranah fitnah.

    Ana beberapa kali berdialog dengan si empunya blog artikelislami sampai sekarang. Kerjaannya hanya mencari-cari kesalahan gerakan lainnya, tetapi ketika hujjahnya kalah dengan dalil yang qhot’i, dia lari tanpa melanjutkan diskusinya lagi, nanti setelah lama…. dia pasti kembali membawa isu yang baru lagi. Dan beberapa kali saya difitnah di forum-forum yang saya tidak pernah berkomentar didalamnya atau tanpa ada sangkut pautnya.

    Dalam hati ana, tidak pernah ada sedikitpun rasa benci terhadap Jamaah Majelis Rasulullah atau dengan si empunya blog artikelislami. Tetapi ana hanya membenci perbuatan yang dilakukan blog artikelislami yang sangat dimurkai oleh Allah. Betapapun muslim harus memberikan peringatan kepada semuanya, tetapi untuk saat ini saya tidak ingin memberikan peringatan apapun kecuali hanya berdo’a kepada Allah agar dia diberikan hidayah, serta menjawab fitnah-fitnahan dia yang terus dia gulirkan.

    Syukron. Telah mampir diblog ini.

  60. assalamu’alaikum wa rahmah
    mas,,,
    sabar,,sabar,,sabar,,
    i’ve already read ur article n all comments…
    yah sabar,,,
    beberapa komentar yang terakhir2 dr jamaah MR udah jauh berbeda dibanding komen2 sebelumnya yang sangat emosional,,yang sayangnya mas jaisy kadang2 jd ikut terpancing jd agak emosional,,
    but overall,,itu sangat manusiawi banget mas,,as a human being that’s so natural,,
    ada aksi karena reaksi,,dan akan terus slaing bereaksi satu sama lain,,
    tetep istiqomah mas jaisy,,,
    tetep nulis article yang bermanfaat,,
    “segala amal perbuatan tergntung dari niatnya”
    insya Allah,,kita senatiasa mendapat keridhoanNYA dalam
    setiap helai nafas dan jejak langkah kita di dunia yang fana ini,,,amin,,
    sedikit menanggapi,,salah satu komen panas di atas,,
    shalawat kepada Rasulullah SAW adalah suatu hal yang sangt dianjurkan,,bahkan dalam setiap shalat wajib pun kita bershalawat kpd Rasulullah SAW di dalam tahyat sebelum salam..
    bahkan pada hari jum’at juga merupakan suatu keutamaan,,
    ASALKAN,,sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNYA,,
    kata siapa shalawat itu bid’ah???hmmm,,coba kita sama2 cari hujjah nya dulu,,
    Shalawat akan jadi bid’ah kalo dilaksanakan secara ngarang,,ya iya,,
    tapi klo shalawatnya sesuai Qur’an n Sunnah,,wah gak tau deh klo ada yang bilang itu bid’ah,,
    lagi emosi kali bacanya :)
    so let’s try to find a truth with the pure heart,,not to blaime each other,,
    syukran katsiran mas jaisy,,
    salam dari Darfur,Sudan,,negeri yang terkoyak karena perang saudara yang diciptakan oleh tangan2 jahat yang mengadu-domba sesama muslim atas dasar HAM dan Sukuisme,,yang pada akhirnya ketahuan lagi2 WAR FOR OIL,,
    la’natullah fi israeilyah wa amerikiyah
    wassalam

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumsalam

    Syukron akhi atas taujihnya. Insya Allah tetap istiqomah dan akan selalu berusaha bersabar. Mungkin karena kesalahan saya juga, yang telah membuat postingan kontroversial tersebut sehingga banyak orang dari Jamaah Majeli Rasulullah yang emosi saat hanya melihat judulnya saja.

    Insya Allah, akan selalu menulis artikel2 yang insya Allah bermanfaat. Mohon doanya.
    Yups, benar. Shalawat adalah hal yang harus senantiasa kita lakukan. Tetapi tetap harus merujuk kepada Al Quran dan Sunnah.
    Syukron telah mampir di blog saya ini. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepada setiap muslim dimanapun berada. Dan semoga Allah memudahkan perdamaian antara dua pertikaian yang terjadi di Darfur, Sudan. Amien. Tetap bersabar atas ujian dalam pertikian perang saudara akhi. Semoga Allah juga memudahkan perjuangan-perjuangan saudara kita di Gaza dan Palestina seluruhnya dengan memberikan kemenangan atas setiap tanah-tanah yang telah dirampas. Karena sesungguhnya musuh abadi Islam adalah Yahudi. Mari kita sama-sama berjuang demi Agama kita dimanapun kita berada.

  61. baru baca niy ane ada yg gini walaupun artikelnya udah dihapus,dari judulnya nggak ngenakin banget.
    orang ahmadiyah aja nggak mau dibilang sesat padahal udah jelas mreka sesat dan menyesatkan,apalagi Majelis Rasulullah..
    afwan ya,pengasuh kita aja seorang dari keturunan Sang Pembawa Cahaya Kebenaran mana mungkin ada yg antum cantumkan di judul.
    koreksi diri,jangan terus mau menang.
    ane juga pro PKS – tapi kecewa aja ada orang PKS kaya antum

    Jawab Jaisy01: :)
    Maka dari itu lebih baik nggak usah terprovokasi dengan judul! :)
    Memang untuk mengingatkan seseorang kadang harus di “kerasin”. Orang sesat sering kalau di ingatin dengan lembut nggak sadar-sadar, makanya kadang perlu “tegasin”.
    Sudah sangat jelas, saya tidak pernah mengutik-utik Jamaah Majelis Rasulullah. Yang saya utik itu “penganutnya”. Jadi harus dibedakan antara penganut dan majelisnya . Penganut PKS juga bisa jadi sesat kalau mereka melanggar syari’at! Gitu aja kok repot.
    Hehehe, saya sih nggak mau tahu, apakah benar habieb anda keturunan “Sang Pembawa Cahaya Kebenaran”. Apa maksud “Sang Pembawa Cahaya Kebenaran” apakah keturunan dari Rasulullah? Hem, mungkin saya hanya bisa bilang “yah anda salah satu yang mengakui guru anda seperti itu. Tetapi disana… juga sangat banyak yang mengakui bahwa gurunya juga keturunan dari Rasulullah” tetapi kalau saya. Tidak pernah mengakui guru2 saya keturunan Rasulullah. Karena kalau benar-benar diruntut sifat sifat “keturunan” asal dari bangsa Arab. Maka akan malu yang menyatakan dirinya keturunan Rasulullah!

    Saya tidak pernah mau menang! Buat apa?
    Yang terpenting adalah pemahaman yang benar dengan akhidah yang jelas tanpa harus taklid buta terhadap ulama.
    Alhamdulillah, dengan artikel ini dan beberapa artikel yang lain. Para munafiqun itu berguguran. Walaupun sampai sekarang terus menyerang PKS. Tetapi mereka tidak pernah berani bertatap muka dengan kader PKS atas perbuatan munafiq mereka. Coba saja anda lihat, blog saudara anda “artikelislami”. Menghapus postingan tanpa minta maaf, atau apa ke’. Langsung ngacir aja! Itukah sifat seorang muslim yang berasal dari guru yang berketurunan “Sang Pembawa Cahaya Kebenaran”?

    Mungkin anda yang pro terhadap PKS kecewa dengan saya. Tetapi lebih banyak orang-orang yang pro terhadap PKS dan pro juga terhadap artikel saya.
    Tidak ada sedikitpun kebencian saya terhadap Jamaah Majelis Rasulullah. Tetapi inilah bentuk rasa kasih sayang saya terhadap saudara anda yang telah menfitnah PKS agar tersadar atas perbuatannya. Walaupun sampai sekarang mungkin dia belum sadar akan perbuatannya. Tetapi minimal saya sudah mengigatkannya.

  62. Ya Allah, ampunilah hamba hambamu ini…

    Q.S Yunus :99-100
    “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.

    Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”

    QS. Al Ahzab : 41-43
    “Hai orang orang yag beriman, berdzikirlah (kepada) Allah, (dengan)dzikir yang sebanyak banyaknya.

    Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang hari.

    Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya, supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang orang yang beriman.”

    saudara saudaraku, kelak semuanya akan terlihat jelas sejelas jelasnya, dan kita semua akan menuai apa yang telah kita perbuat, dengan seadil adilnya.

    Irhamnaa yaa Ar hamarroohimiin

  63. habib munzir…silsilah nasabnya bersambung kpd nabi saw….kalau nt tdk percaya silahkan cek ke rabithoh alawiyyin tanah abang, suatu lembaga yg mencatat seluruh nasab habaib di indonesia…silahkan cek kalo hati nt msh memungkiri nasab guru mulia kami

    Jawab Jaisy01:
    Loh, Muhammad SAW emang lahir di Tanah Abang yah? :D
    Wah, kalau gitu yang ngaku-ngaku nasabnya dari Rasulullah di Arab sono-no nggak termasuk yah bro?
    Hehehe, baru tahu saya kalau Nabi Muhammad Saw lahir di Tanah Abang sehingga punya Nasab orang-orang Indonesia. :D

  64. mengenai “Taqlid” ini,justru dasar dari agama ini adalah Taqlid, karena taqlid berarti mengikuti atau memanut, namun orang orang wahabi memang tak mau memanut pada guru guru yg mempunyai sanad hingga Rasul saw, karena memang mereka tak punya guru, sanad mereka terputus.

    maka nt mengingkari taqlid, nt lebih senang melihat dalil dari buku daripada taqlid kepada guru, padahal mencari dalil dari buku bukanlah sunnah, dan asal muasalnya iman dan syariah ini berdasarkan Taqlid sahabat pada nabi saw, lalu para tabi’in bertaqlid kepada sahabat, lalu tabi’ tabiin bertaqlid kepada tabi’in, demikian seterusnya dari guru ke muridnya hingga kini.

    maka mestilah kita mengikuti cara rasul saw yaitu bertaqlid kepada guru kita, dan lebih baik juga kalau tahu dalilnya,

    namun disaat kita tak menemukan guru yg merupakan Ulama yg mengamalkan ilmunya, dan kita tak menemukan guru yg mempunyai sanad guru kepada nabi saw, maka kita tak boleh taqlid (memanut) kepada sembarang orang sebelum mengetahui dalilnya, karena bisa saja orang itu menipu, atau tak tahu apa apa, maka taqlid kita batil.

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, langsung saja kebiasaan! Dikit-dikit Wahabi, dikit-dikit Wahabi, Wahabi kok dikit-dikit :D
    Selalu Wahabi, please deh. Wahabi kok selalu :D

    Eh, bro. Emang bro nggak tahu yah, kalau taklid untuk kata “mengikuti” kepada Rasulullah itu sebuah bahasa yang tidak akhsan serta kasar dan tidak sesuai jumhur para ulama.
    Bro, saya bilangin yah. Kalau untuk “mengikuti” Rasulullah bahasanya bukan taklid, tapi ada bahasa yang lebih enak didengar ketimbang taklid, dan ini semua ulama menyepakati (tapi nggak tahu kalau ulama bro?).

    Namanya itu, perhatikan baik-baik yah bro. Namanya bukan taklid, tetapi. Sekali lagi perhatikan yah bro. (Hehehe kena loe, sorry bercanda bro, jangan senewen gitu lah santai aja). Taklid itu tidak dipernankan untuk kata “mengikuti” Rasulullah, tetapi beri’ttiba’.

    Nah kalau kepada ulama boleh ngomong taklid. Tetapi setiap ulama sepakat bahwa Taklid yang tidak diperbolehkan itu taklid buta! Tahu taklid buta nggak bro? Yah paling nggak sama butanya sama “membabi buta” :D

    Nah, yang namanya taklid buta itu orang-orang yang paling sok benar sendiri. intinya “Pokoknya kata ulama ini, pasti masuk surga!” (emang surga milik engkong loe apa!). :D

    Kebenaran itu bisa datangnya darimana saja, bukan hanya pada ulama. Sudah sangat jelas sekalikan! Bahkan Rasulullah pernah memarahi Umar gara-gara menyepelekan seorang badui (orang udik/bodoh). Sudah baca sirrah atau tahu haditsnya nggak bro?

    Bro, sorry-sorry aja yah! Teman-teman loe yang ada disini yang katanya paling mengikuti ulama “bernasab” kepada Rasulullah tetapi kok “keok” kalau masalah agama. Malah kelihatan bego’ bangets, ups. Sorry bro, bener-bener sorry.

    Sekali lagi, gue nggak punya urusan sama Habieb Munzir. Gue hormat kepada beliau seperti gue hormat kepada ustad-ustad gue, tetapi kalau sama mad’u-mad’u yang kayak loe-loe, malah membuat malu habieb loe!

    Ok, bro! Sekali lagi, belajar sama ustad-ustad yang lain, jangan jumud and saklek pada satu ulama tertentu. Malah membuat ilmu loe buta, karena nggak tahu kebenaran yang lainnya. Sorry bro, gue sudah berdialog (ups dialog apa debat yah?) sama teman-teman loe. Dan semuanya pada melarikan diri semua, nggak ada yang bertanggung jawab atas komentar-komentarnya sendiri. Sorry aja bro, gue juga nganggep loe kayak yang lainnya. Karena sama gitu loh!:D
    jadi, sorry-sorry aja yah bro, gue males bahas serius dengan orang-orang yang taklid buta. Pokoknya sembuhin dulu taklid butanya, biar bisa melihat indahnya kebenaran dari setiap madzhab.

    Semoga sukses bro. Terus berjuang mencari ilmu. Merdeka, ups salah! Allahu Akbar. :D

  65. hehehe yg taqlid buta justru nt, sanad ilmu kaga nyambung ke nabi saw, eh eh eh malahan taqlid buta sama ulama2 wahabi yg jelas2 ga ada satupun yg mencapai derajat muhadist (hapal lbh dr 100 rb hadist beserta sanad dan matan hukumnya), ANA YAQIN, NT DISURUH NYEBUTIN SANAD ILMU GURU2 NT YG NYAMBUNG SAMPAI KPD NABI SAW PASTI GA BISA NYEBUTIN SATU PERSATU… ….alhamdulillah bro…org2 yg berpaham kaya nt di seluruh jakarta udah hampir terkikis habis berkat dakwah mulianya alhabib munzir…wahabi dr hari ke hari masih mempermasalahkan bid’ah, taqlid buta (kata wahabi yg ga punya sanad ilmu ke nabi saw)…..dakwah kita MR sdh jauh kemana2 dakwahnya sampai pelosok2 pedalaman manokwari bahkan ke luar negeri…APA YG SDH NT PERBUAT UTK MENYELAMATKAN MUSLIMIN DI PAPUA MANOKWARI???

    Jawab Jaisy01:
    Nahkan, hehehe, sekarang sudah tahu taklid buta bro! Makanya belajar dulu, tadi bilang taklid sama nabi, sekarang sudah tahu ilmunya yang ngasih ilmu dilecehkan gini. Haduh, repot orang ini, sama saja, type sejamaah kali? :D
    Berarti sangat jelas, keruh hati dan tukang fitnah banyak yang menghinggapi para penganut Majelis Rasulullah. Masya Allah, semoga Habieb Munzir dapat mengetahui mad’u-mad’u yang seperti ini!
    Tahu sanad nggak sih? Tahu dasar sanad nggak sih? Tahu dasar pengertian sanad yang benar nggak sih? (3 x cukup). Sejak debat sama orang kayak loe saya yang selalu menerangkan arti sanad! Dan ujung2nya ngacir!
    Hehehe, sorry yah bro. Gue malah tahu Majelis Rasulullah dari tukang fitnah, tapi demi Allah meskipun gua tahu Majelis Rasulullah dari tukang fitnah, gua masih yakin habieb Munzir nggak kayak kalian!Di Manokwari saya punya saudara disana, dan sampai sekarang juga tidak kenal Majelis Rasulullah tuh! Padahal beliau salah satu ustad disana.

  66. dasar dangkal pemahaman…rabithoh allawiyin itu suatu lembaga yg mencatat nasab keturunan nabi saw, letaknya di tanah abang….bukan nabi saw lhr ditanah abang…kalo bukan walisongo (keturununan nabi saw)…nt sama kakek2 nt masih nyembah berhala bro…

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, wah, yang pintar pemahamannya tapi nggak tahu arti taklid! Haduh, pemahaman apa yah ini? Bingung gua! Hehehe, kalau keturunan walisongo emang semua keturunan nabi? Ah masa? Saya lihat sejarahnya tidak begitu tuh! Pasti nggak pernah baca buku “Sejarah Walisongo, kedatangan dan perkembangannya” yah! Dulu para pendukung Habieb Rizieq juga menyatakan bahwa beliau adalah nasab dari Rasulullah. Semua itu terserah, saya nggak mau ambil pusing, karena di mata Allah semua hambanya sama saja. Jika melakukan kesalahan yah berdosa, jika melakukan kebaikan yah dapat pahala, gitu aja kok repot.
    Sekarang saya tanya, nasab dari kultur Arab itu bagaimana sih? Dijawab yah bro!

  67. bro yg taqlid buta itu adalah org yg ga punya sanad ilmu itu baru taqlid buta…kalo kita mah alhamdulillah sanad ilmu sampe ke nabi saw…makanya justru nt yg taqlid buta…sanad ilmu lo aja kaga bisa nyebutin…hehehe jelas kan siapa yg taqlid buta?…atau jgn2 nt liatnya oake mata kaki? jd buta? huehehehehe

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, lucu. Ngerti arti sanad nggak seh? Please deh!
    Sekarang sudah nggak ada sebuah sanad. Ngerti awal sanad dan akhir sanad nggak seh? hehehe, kasihan. Yah gini, kalau taklid buta sejarah sanad saja nggak tahu, kok ngatakan kalau paling bersanad. :D (masya Allah, dari teman-teman anda, anda yang sangat pede walaupun nggak tahu apa-apa masalah sanad)
    Hehehe, bro, belajar dulu. Sanad itu artinya apa, lalu ulama awal sanad dan akhir sanad itu siapa. Kalau dijaman sekarang mah sudah nggak ada ulama sanad! Ah, please deh!

  68. ANA JUGA MALES DIALOG/DEBAT SAMA ORG YG GA PUNYA SANAD ILMU KAYA NT..LAYANFA HUEHEHEHE…

    1. Berkata Imam Syafii : “Tiada ilmu tanpa sanad”,

    berkata pula AL Hafidh Imam Attsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak memiliki senjata, maka dengan apa kau membela diri?”.

    berkata Imam Ibnul Mubarak rahimahullah : penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yg ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

    berkata pula Imam Syafii : “penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan pencari kayu bakar yg mencari kau bakar ditengah malam, yg ia membawa tali pengikatnya adalah ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir Juz 4 hal 442)

    NAAH…JADI PERCUMA KITA2 DIALOG/DEBAT SAMA NT…KAYA NGOMONG SAMA TEMBOK…WONG GA ADA SANAD…GITU AJA KOK REPOT

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe
    Bro, yang bicara masalah Sanad pertama kali itu bernama Muhammad bin Sirrin. Please deh gitu aja nggak tahu. Iniloh kata-kata Muhammad bin Sirrin “Mereka (yakni para ulama hadits) tadi tdk menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata. Sebutkan kpd kami nama rawi-rawi kamu, bila dilihat yg menyampaikan Ahlus Sunnah diterima haditsnya, tapi bila yg menyampaikan ahlul bid’ah maka ditolak haditsnya”
    Tahu Muhammad bin Sirrin nggak sih? Saya berita tahu yah, beliau salah satu ulama madzhab diatas Imam Syafi’i.
    Hehehe, masa ngaku-ngaku ngaji di nasab Rasulullah, tetapi nggak punya akhlaq dalam berdialog. Huh, please deh! Males gua sama orang-orang macam loe! :D
    Alhamdulillah, kalau loe nggak mampir disini lagi. Karena gua males bertemu orang-orang macam loe! Dah kelaut aja sana, sambil teriak-teriak “AKU AKAN MASUK SURGA….AKU AKAN MASUK SURGA” hehehe,” emang surga milik engkong loe apa!”

  69. hehehe….emang orang yg udah gelap mata hatinya susah dikasih tau, kebenaran macam apapun akan ditolak..ngaku ahlaqnya plg bener…kata2 lu aja kaya preman pasar,…paham dah ana…wahabi ahlaqnya preman pasar semua…wakakaka…dah ah…percuma dialog sama orang yg otaknya dikit

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, nah loe datang-datang di Gublog gue pake ngata2in segala. Emang diajarkan yah sama jamaah loe? Kalau datang “kerumah” orang itu ada adabnya, ada akhlaqnya, kalau ngobrol sama orang itu ada tata-kramanya. Jangan salahkan yang punya rumah kalau loe datang menghujat yang punya rumah lalu loe dicaci maki sama yang punya rumah! Hehehehe, kasihan. Nggak diajarkan yah sama jamaah loe cara bicara yang baik kepada orang yang tidak dikenal? Padahal Rasulullah selalu mengajarkan loh! Wah, pasti deh sanadnya terputus! :D

  70. wkakaka wahabi kalo udah kepepet jawabannya gitu….ana ga minta jawaban nt yg macem2…ana cuma minta satu, sebutin satu2 sanad ilmu guru2 nt, itu aja cukup, kalo ga bisa jawab berarti ilmu nt ngaco…gitu aja kok repot..jgn muter2 lg dah kata2 nt…jawab dulu pertanyaan ana..sanggup?

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, repot memang kalau dah sama pengikut yang satu ini. Sudah dibilangin kalau sekarang nggak ada ulama sanad kok masih ngeyel terus. Nih, ilmu haditsnya ngambil dimana sih? :D
    Kalau gue disuruh nyebutin sanad gue darimana? Yah tentu gue jawab dari Rasulullah beralih ke sahabat-sahabatnya dan kepada ulama salaf. Setelah ini titik, sudah tidak ada lagi sanad.
    Eh, Bro lihat dulu dialog gue dengan saudara loe “Artikelislami” di “Tentang Kami” biar loe tahu artinya sanad dulu! Males gue ngelayanin loe and saudara-saudara loe. Untuk sekarang dan seterusnya gue nggak akan nanggapin loe-loe pade, ngabis2in energi and amal sabar gua. Dah kelaut sana sambil teriak-teriak “GUE MASUK SURGA SENDIRIAN…GUE MASUK SURGA SENDIRIAN” Hehehehe

  71. ditanya kok balik nanya? aneh…jawab dulu pertanyaan ana baru pertanyaan nt ana jawab….pemikiran nt kaya anak kecil ye? huehehhehehehee

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, anak kecil kok teriak anak kecil! Memang repot kalau sama anak kecil itu :D
    Yah, sono ke bapak loe minta duit buat beli permen! :D

  72. ya allah hari gini masih debat beginian..sholat dulu yg bener

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, sebenarnya sih males nanggapin. Tapi untuk sekarang sudah bener2 males nanggepin :)

  73. afwan..ini ada amanat dari saudara kita yg lain..

    moga hilangkan kesalahpahaman ..

    salam
    hana

    =========///=====================

    Wa’alaykumussalam warohmatullohi wabarokaatuhu,

    Syukran atas nasehatnya, mudah- mudahan bisa dijadikan pelajaran buat kita
    semua.

    Sekedar memberikan tanggapan atas apa yang telah disampaikan. Mudah- mudahan
    bila yang disampaikan Haq InsyaAllah sebagai Ahlu Sunnah kita akan rujuk
    kepada kebenaran terlepas dari mana yang menyampaikan , termasuk ahlu Bid’ah
    sekalipun. Tetapi semuanya haruslah ditimbang dulu dengan Rujukan kebenaran
    Kitabullah dan Sunnah Nabawiyah yang shahih yang dipahami oleh para
    pendahulu kita yang shalih.Insya Allah Ta’ala.

    Pertama :

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki
    merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih
    baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
    kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan
    janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan
    gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah
    (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak
    bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
    (kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
    janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan
    satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
    saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
    Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat
    lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat:11- 12]

    Tanggapan :

    Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian kaum muslimin yang memahami Diennya
    dengan kaca mata perasaan dan Nafsunya, telah menjadikan Dalil Kitabullah
    dan Sunnah Nabinya Shallallahu alaihi wa sallam yang dipahami dengan
    pemahaman yang Mujmal tanpa memberikan suatu perincian yang mendalam.

    Bagaimana kita melihat ayat diatas secara proporsional, dan tidak disalah
    pahami bahwasannya kemutlakkan dilarangnya mentahdzir ( mencela /peringatan
    ) terhadap sesama saudara kaum muslimin untuk demi menjaga ukhuwah persatuam
    kaum muslimin, menjaga agar tidak timbul perpecahan.

    Disatu sisi ayat diatas mengandung kebenaran, dilarangnya kita sesama
    saudara muslim untuk merendahkan Saudaranya sesama muslim tanpa adanya
    alasan Syar’I, sebagaimana yang dijelaskan diatas adalah hukumnya haram.

    lbnu Taimiyah Rohimahullah berkata, “Ukhuwah di sini adalah ukhuwah sesama
    mukmin, karena orang mukmin disifati oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
    :

    “ Perumpamaan orang mukmin di dalam kasih sayang mereka, belas kasihan
    mereka, kelembutan mereka seperti satu badan. (HR.Muslim 4687; lihat Majmu’
    Fatawa Ibnu Taimiyah 3/419) “.

    Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi berkata, “Persaudaraan di dalam ayat ini ialah
    persaudaraan seagama, karena kemuliaan bukanlah terletak pada keturunan.”
    (Tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an 16/322) .

    lbnu Jarir At-Thabari berkata, “Allah menjelaskan bagi orang yang beriman
    kepada-Nya, bahwa orang mukmin itu bersaudara karena agamanya, maka
    hendaknya mereka memperbaiki saudaranya bila mereka bertengkar dan hendaknya
    meluruskan mereka dengan hukum Alloh dan Rasulullah “ (Tatsir Jami’ ul Bayan
    fi Tat sirit Qur’an 26/66).

    Tetapi bila dikarenakan alasan syareat maka diperbolehkan demi menjaga
    keutuhan Bangunan Dien Islam dari perongrong atau perusak. Bangunan Dien
    telah sempurna semenjak ditinggalkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa
    sallam. Kita sudah ketahui bersama bahwa kaum Yahudi yang berpura-pura masuk
    islam yang dimotori oleh Ibnu Saba’ telah membuat Fitnah atas nama Islam
    dengan menyebarkan ribuan Hadist palsu yang diatas namakan kepada
    Rasulullah, apakah dengan kaidah ayat diatas apakah kita kan membiyarkan
    saja orang yang mengaku muslim tetapi merusak keutuhan Dien Islam ?

    Pada awal munculnya firqah-firqah. Ibnu Sirin berkata,”Mereka (pada mulanya)
    tidak pernah menanyakan tentang sanad. Ketika terjadi fitnah (para ulama)
    mengatakan: Tunjukkan (nama-nama) perawimu kepada kami. Mereka melihat bila
    ia termasuk Ahlus Sunnah hadits mereka diambil, dan bila termasuk ahlul
    bi’dah maka hadits mereka tidak di ambil”.

    Dilain sisi dalil diatas tidaklah tepat bila hal tersebut dimaksudkan untuk
    menghilangkan kaidah amar makruf nahi mungkar, Memberikan Nasehat kepada
    saudaranya baik dengan kelemah lembutan ataupun dengan peringatan tegas (
    memang hukum asal Dakwah adalah kelembutan), tetapi terkadang ketegasan juga
    diperlukan dikarenakan semakin kerasnya tipu daya ahlu Bid’ah dalam
    mempropagandakan Syubhat dan menyebarkan Fitnah kepada dakwah yang Haq, hal
    ini semata –mata untuk memperingatakan Saudaranya akan bahayanya
    penyimpangan syareat.

    Memang benar bahwa umat Islam satu sama – lain bersaudara, hendaknya saling
    kasih sayang, bantu membantu, saling menghormati satu sama lain sebagaimana
    disebutkan di dalam hadits. Tetapi prinsip ini bukan berarti mutlak tanpa
    ada taqyid atau batasan, sehingga apa yang mereka kerjakan harus didukung
    dan dibantu, bahkan dipuji dan disanjung.

    Sebab bila prinsip ini kita terima, tentu kita akan menolak nahi mungkar
    sebagaimana yang dilakukan oleh sekelompok manusia yang menamakan dirinya
    juru dakwah. Mereka biarkan kemungkaran, yang penting ajak manusia untuk
    shalat jama’ah. Tidak mengapa mereka berbuat syirik, menyembah kuburan, jin,
    dan kyai yang penting mereka golongan atau partai kita. Prinsip ini seperti
    orang yang menanam padi yang penting dipupuk, tidak perlu ada pemberantasan
    hama penyakit. Petani yang akalnya sehat tentu akan menolak pemikiran
    amburadul ini, maka bagaimana dengan tugas da’i yang intinya mengajak insan
    agar beribadah kepada Alloh Tabaroka wa Ta’ala dan menjauhi kemusyrikan?

    Amar makruf Nahi Munkar adalah sebagai pilar Agama kita yang muliya. Bila
    sebagian kaum muslimin menghilangkan kaidah tersebut maka berarti akan
    merobohkan sendi- sendi Dien yang telah dibangun melalu Syareat yang telah
    sempurna. Inilah keinginan dari musuh-musuh Islam yang menginginkan Dien
    Islam hancur dengan menghilangkan kaidah Amar Makruf Nahi Mungkar.

    Tidakkah ingat kita dengan kaum Yahudi yang menghilangkan kaidah amar makruf
    nahi mungkar hanya dikarenakan bertoleransi atas kesalahan saudaranya, dan
    membiarkan saudaranya dalam kesesatan tanpa memberikan nasehat,

    Dan Allah telah melaknat bani Israil yang membiarkan perbuatan mungkar
    merajalela di tengah-tengah mereka.
    Telah dikutuk orang-orang kafir bani Israil melalui lisan nabi Dawud dan
    Isa bin Maryam yang demikian itu karena mereka berbuat maksiat lagi melampui
    batas.
    Mereka tidak mencegah mungkar yang terjadi ditengah-tengah mereka sungguh
    buruk perbuatan yang mereka lakukan. (Al-Maidah 78-79).
    Rasulullah telah bersabda dalam haditsnya yang berbunyi:
    Tiada seorang nabi pun yang diutus sebelumku kecuali mempunyai
    sahabat-sahabat yang setia yang mengikuti benar-benar sunnahnya. Kemudian
    akan datang setelah mereka generasi yang hanya banyak bicara dan tidak suka
    beramal dan mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan. Maka siapa yang
    melawan mereka dengan kekuatan tangannya maka ia adalah mukmin, dan siapa
    yang melawan dengan lisannya makadia adalah mukmin dan siapa yang membenci
    mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Selain itu tidak ada lagi iman
    walau seberat biji sawi.(HR Muslim).
    Dalam hadits lain Rasulullah bersabda :
    Perumpamaan orang yang teguh menjalankan hukum Allah dan orang yang
    terjerumus didalamnya bagakan suatu kaum yang mengundi tempat diatas perahu.
    Sebagian mendapat tempat diatas sebagian lainnya dibawah. Yang dibawah
    apabila membutuhkan air harus naik keatas, sudah tentu akan mrngganggu orang
    yang ada diatas. Orang yang dibawah berkata “Lebih baik kita lobangi saja
    tempat kita ini supaya tidak mengganggu orang yang diatas!” Maka apabila
    tindakan mereka itu dibiarkan oleh orang yang diatas pasti binasa semua
    penumpang perahu itu, tetapi jika tindakan itu bsa dicegah maka selamatlah
    semua penumpang perahu itu (HR Bukhari).
    Inilah kerancuan sebagian dari pemahaman sebagaian saudara kita. Atau ini
    memang Syubhat yang sengaja untuk mempengaruhi awwam kaum muslimin untuk
    menjauhi Dakwah yang Haq. Allahu ta’ala A’lam.

    Berikut ana cuplikan dari Risalah yang ditulis oleh al Ustadz Abdirrahman
    bin Thayib LC.

    Sering kita mendengar celotehan sebagian orang jika dia menyaksikan
    seseorang membantah/menyingkap kesesatan kelompok-kelompok/dai-dai yang
    menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah serta manhaj salaf (ahli sunnah wal
    jama’ah), dia mengatakan (entah dimimbar-mimbar jum’at atau
    dimajlis-majlisnya) : “Jagalah lisanmu, janganlah engkau mengghibah
    (ngrasani) saudaramu sendiri sesama muslim, bukankah Allah berfirman :
    ‘Janganlah sebagian kamu menghibah (menggunjing) sebagian yang lain sukakah
    salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?’”.
    (QS. Al-Hujurat : 12).

    Apakah benar celotehan mereka ini??? Mari kita simak bersama sebagian
    ucapan-ucapan emas para ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Selamat
    menikmati -semoga Allah menampakkan yang benar itu benar dan memberi kita
    kekuatan untuk mengikutinya dan semoga Allah menampakkan yang batil itu
    batil serta memberi kita kekuatan untuk menjauhinya- :

    1. Imam Nawawi v (salah seorang ulama madzhab Syafi’i yang meninggal tahun
    676 H) mengatakan dalam kitabnya “Riyadhus Shalihin” bab “penjelasan ghibah
    yang dibolehkan” :

    “Ketahuilah bahwa ghibah dibolehkan untuk tujuan yang benar dan
    disyariatkan, yang tidak mungkin tujuan itu tercapai kecuali dengan ghibah
    tersebut. Hal ini ada dalam enam perkara :

    a. Mengajukan kedzaliman orang lain. Dibolehkan bagi orang yang didzalimi
    untuk mengajukan yang mendzaliminya kepada penguasa atau hakim dan selain
    keduanya dari orang-orang yang memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk
    mengadili sidzalim itu. Orang yang didzalimi itu boleh mengatakan si fulan
    itu telah mendzalimi/menganiaya diriku.

    b. Meminta pertolongan untuk merubah kemungkaran dan mengembalikan orang
    yang berbuat dosa kepada kebenaran. Seseorang boleh mengatakan kepada yang
    memiliki kekuatan yang ia harapkan bisa merubah kemungkaran: si fulan itu
    berbuat kejahatan ini dan itu, maka nasehati dia/dan larang dia berbuat
    jahat. Maksud ghibah disini adalah merubah kemungkaran/kejahatan, jika tidak
    bermaksud seperti ini maka ghibah tersebut haram.

    c. Meminta fatwa. Orang itu mengatakan kepada sang pemberi fatwa : ayahku
    atau saudaraku atau suamiku telah mendzalimi diriku, apakah hal ini boleh?
    Bagaimana jalan keluarnya? dll. Ghibah seperti ini boleh karena suatu
    kebutuhan/tujuan (yang syar’i-pent). Tapi yang lebih utama tidak disebutkan
    (personnya/namanya) semisal: Bagaimana pendapat Syaikh tentang seorang suami
    atau ayah yang begini dan begitu? Hal ini juga bisa dilakukan dan dapat
    mencapai tujuan yang diinginkan meskipun tanpa menyebut nama/personnya. Tapi
    menyebutkan nama/personnya dalam hal ini hukumnya boleh seperti yang akan
    disebutkan dalam hasits Hindun -insya Allah-

    d. Memperingatkan kaum Muslimin dari bahaya kesesatan
    (seseorang/kelompok-pent) dan sekaligus dalam rangka saling menasehati. Yang
    demikian itu mencakup beberapa hal:

    – Mencela para perawi-perawi (hadits) atau para saksi yang tidak memenuhi
    syarat. Hal ini dibolehkan secara ijma’ kaum muslimin bahkan bisa jadi hal
    tersebut wajib hukumnya.

    – Meminta pendapat/musyawarah orang lain dalam hal menikahi seseorang atau
    bergaul dengannya atau meninggalkannya atau dalam hal bermuamalah dengannya
    dll. Maka wajib bagi yang diajak bermusyawarah untuk tidak menyembunyikan
    sesuatupun tentang keadaan orang tersebut bahkan dia harus menyebutkan semua
    kejelekannya dengan niat saling menasehati.

    – Apabila seseorang melihat penuntut ilmu sering berkunjung kepada ahli
    bid’ah (dai penyesat-pent) atau fasik untuk mengambil ilmu darinya dan dia
    khawatir si penuntut ilmu itu akan terkena racun kesesatan orang tersebut
    maka wajib baginya untuk menasehati si penuntut ilmu dengan menjelaskan
    hakekat (kesesatan) sang guru/dai penyesat itu dengan syarat tujuannya untuk
    menasehati. Dalam hal ini ada sebagian orang yang salah mempraktekkannya,
    dia tujuannya bukan untuk menasehati tapi karena hasad/dengki dengan orang
    yang ditahdzir (dighibahi itu), yang telah dihiasi oleh syaitan seolah-olah
    dia menasehati tapi hakekatnya dia hasad dan dengki.

    – Seseorang yang memiliki tanggung jawab/tugas tapi dia tidak menjalankannya
    dengan baik atau dia itu fasik dan lalai dll. Maka boleh bagi yang
    mengetahuinya untuk menyebutkan keadaan orang tersebut kepada atasannya agar
    memecatnya dan menggantinya dengan yang lebih baik atau agar hanya diketahui
    keadaannya saja lalu diambil tindakan hingga atasannya tidak tertipu
    dengannya atau agar atasannya tersebut menasehatinya kepada kebaikan

    e. Menyebutkan aib orang yang menampakkan kefasikan dan bid’ahnya seperti
    orang yang bangga meminum khomer, menganiaya orang lain, merampas harta dan
    melakukan hal-hal yang batil. Boleh bagi orang yang mengetahui keadaan orang
    diatas untuk menyebutkan aib-aibnya (agar orang lain berhati-hati
    darinya-pent)

    f. Mengenalkan orang lain dengan menyebut gelar (laqob) nya yang sudah
    terkenal misalnya Al-A’masy (yang cacat matanya), Al-A’raj (yang pincang),
    Al-Ashom (yang tuli) dan selainnya. Boleh mengenalkan dengan julukan-julukan
    diatas tapi tidak untuk mencela/mengejeknya dan seandainya mengenalkan tanpa
    menyebutkan julukan-julukan tersebut ini lebih baik.

    Inilah keenam perkara yang disebutkan oleh para ulama (dalam membolehkan
    ghibah-pent) kebanyakannya telah disepakati dan dalil-dalil keenam perkara
    tersebut ada dalam hadits-hadits shohih yang sudah masyhur/terkenal,
    diantaranya:

     Dari Aisyah Radhiallahu anha beliau berkata :

    “Bahwa ada seorang yang meminta ijin untuk (menemui) Nabi r, maka beliau
    mengatakan : Ijinkanlah dia, dia adalah sejelek-jeleknya kerabat”. (HR.
    Bukhari 6054 dan Muslim 2591).

    Imam Bukhari berdalil dengan hadits ini dalam membolehkan ghibah terhadap
    para perusak (penyesat)

     Dan dari beliau juga x bahwa Rasulullah r pernah bersabda :

    “Aku kira fulan dan fulan itu tidak mengetahui sesuatupun dari agama kita”
    (HR. Bukhari 6067). Laits bin Sa’ad (salah seorang perawi hadits ini)
    mengatakan : dua orang tersebut termasuk orang-orang munafik.

     Dari Fatimah binti Qois x dia berkata :

    “Aku pernah mendatangi Nabi r lalu aku berkata : Sesungguhnya Abu Jahm dan
    Mu’awiyah telah melamarku? Maka Rasulullah r mengatakan : “Adapun Mu’awiyah
    dia itu miskin tidak punya harta dan adapun Abu Jahm maka dia itu tidak
    pernah menaruh tongkat dari pundaknya.” (HR. Muslim 1480).

    Didalam riwayat Muslim yang lain disebutkan: “Adapun Abu Jahm maka dia
    sering memukul perempuan” ini adalah penjelasan atas ucapan beliau (dia itu
    tidak pernah menaruh tongkat dari pundaknya). Ada juga yang menjelaskan
    bahwa maksudnya adalah sering berpergian jauh/safar.

     Dari Aisyah Radhiallahu anha beliau berkata :

    Hindun (istri Abu Sufyan) berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
    : Sesungguhnya Abu Sufyan seorang lelaki yang bakhil dia tidak memberiku dan
    anak-anakku nafkah yang cukup melainkan jika aku mengambil uangnya tanpa
    sepengetahuannya? Maka beliau bersabda : “Ambillah apa yang mencukupimu dan
    anak-anakmu dengan cara yang baik” (HR. Bukhari 5359 dan Muslim 1714)

    2. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -Rahimahullah- mengatakan dalam
    Syarah Riyadhus Shalihin 4/99-101 ketika menjelaskan ucapan Imam Nawawi
    diatas :

    “Imam Nawawi v menyebutkan dalam bab ini hal-hal yang dibolehkan ghibah
    didalamnya yaitu ada enam perkara. Ucapan beliau ini sangat baik sekali,
    semuanya benar dan baik” kemudian beliau menjelaskan hadits pertama yang
    dibawakan oleh Imam Nawawi v : Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :
    (ijinkanlah dia, dia itu sejelek-jeleknya kerabat) orang tersebut memang
    perusak dan penyesat. Maka hal ini menjelaskan bolehnya mengghibah para
    penyesat umat agar manusia lari dari kesesatannya dan agar mereka tidak
    tertipu. Jika anda mengetahui ada seseorang yang sesat (dan menyesatkan)
    tapi dia memiliki keistimewaan gaya bahasa dan retorika dalam menyampaikan
    (ceramah) serta menarik manusia hingga mereka tidak sadar sudah terjerumus
    kedalam jaring-jaring kesesatan maka wajib bagimu untuk menjelaskan hakekat
    orang yang sesat tersebut dan sebutkan kejelekannya (saja) agar manusia
    tidak tertipu dengannya. Berapa banyak para dai-dai/penceramah-penceramah
    yang sangat indah dan fasih bahasanya, jika anda melihatnya anda akan
    terpesona dan jika dia berbicara anda akan dengan seksama mendengarkannya
    akan tetapi dia itu hakekatnya (penyesat umat). Maka yang wajib adalah
    menyingkap hakekat dan kedoknya.”

    3. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah yang terkenal dengan sebutan Ibnu
    Abi Zamanain v (meninggal tahun 399 H) berkata :

    “Senantiasa ahlus sunnah mencela ahlul ahwa/bid’ah yang menyesatkan (umat),
    mereka melarang bermajlis dengan ahli bid’ah, mengkhawatirkan fitnah mereka
    serta menjelaskan balasan mereka. Ahlussunnah tidak menganggap hal tersebut
    sebagai suatu ghibah.” (Ushulus Sunnah oleh Ibnu Abi Zamanain hal. 293)

    Sungguh ahlus sunnah telah sepakat dari dahulu maupun sekarang dalam
    menyikapi ahli bid’ah (para penyesat umat-pent). Yang demikian itu dengan
    mencela dan memperingatkan umat akan bahaya mereka serta memboikot dan
    melarang bermajlis dengan mereka dalam rangka membendung bahaya dan fitnah
    para ahli bid’ah tersebut.

    Ahlu sunnah menganggap bahwa menyingkap kedok mereka bukanlah ghibah yang
    haram. Para ulama telah mengecualikan 6 perkara dari ghibah yang diharamkan,
    seperti yang dikatakan dalam bait-bait ini:

    Mencela bukan termasuk ghibah dalam 6 perkara

    Orang yang terdholimi, yang memperkenalkan, yang memperingatkan

    Orang yang terang-terangan berbuat kefasikan, orang yang meminta fatwa

    Dan orang yang meminta bantuan untuk memberantas kemungkaran (Keenam hal ini
    sama dengan apa yang dijelaskan oleh Imam Nawawi diatas. “Ijma ulama ‘ala
    hajr wat tahdzir min ahlil ahwa’” oleh Kholid bin Dhohawi hal. 121)

    4. Imam Ahmad Rohimahullah (Imam Ahlu sunnah) mengatakan :

    “Tidak ada istilah ghibah untuk (membantah) ahli bid’ah” (Thobaqoh
    Al-Hanabilah 2/274)

    5. Imam Ibnu Rajab Al-Hambali v mengatakan dalam kitab “Syarh ‘ilal
    At-Tirmidzi” 1/43-44 :

    (Imam Abu Isa (At-Tirmidzi) v berkata: “Sebagian orang yang tidak paham akan
    (agama ini) mencela para ahli hadits dalam ucapan mereka tentang
    perawi-perawi hadits.

    Sungguh kita telah mendapati banyak dari para Imam dari kalangan tabi’in
    membicarakan (menggunjing/mencela) para perowi diantara mereka adalah Hasan
    Al-Bashri & Thowus mereka berdua mencela Ma’bad al-Juhani, Sa’id bin Jubeir
    membicarakan Tholq bin Habib, Ibrahim an-Nakho’i dan Amir asy-Sya’bi
    membicarakan a l-Harits al-A’war. Demikian pula yang diriwayatkan dari Ayyub

    === message truncated ===

    Jawab Jaisy01:
    Syukron, Insya Allah sangat bermanfaat

  74. Jawab Abu Jaisy:
    Sorry bro, kalau gua tampilin komentar loe malah nanti membuat fitnah terhadap Habib Munzir. Semoga Habib Munzir mengetahui banyak mad’unya yang melanggar batas syar’iat Islam. Amien

  75. Ass….

    Ane kader PKS… ane juga ikut Majelis Rasulullah… Ternyata enak banget ikut MR, ilmu yang kita dapat santuuun banget. malah kalao kita mau ziarah ke makam wali atau guru ga boleh nerobos lampu merah, ga boleh kasar sama mobil yang dilewati… itu yang diajarkan Habib Munzir. Ane ikut liqo sama habib aja ah….

    Jawab Abu Jaisy:
    Yup, silahkan. Tidak ada yang melarang anda liqo’ dimanapun.

  76. MARI TINGGALKAN SAJA WAHABI YG GELAP INI, KEBENARANNYA KITA BUKTIKAN DI AKHERAT…SEKRG NAPSI2 DEH…

    OYA 1 LAGEEEEEEE :

    BERITA GEMBIRA UTK ASWAJA :

    mengenai wahabi, akan segera berakhir dalam beberapa tahun kedepan, demikian perkiraan saya, karena semakin terbukti kebodohan mereka secara ilmiah, seperti menganggap air yg dibacai doa itu bid;ah dan syirik, padahal air itu ditemukan oleh Prof Masaru Emoto bahwa air bereaksi dg emosi manusia yg didepannya, maka para ilmuwan percaya dg air doa,

    Juga hal hal lain yg diingkari para wahabi sebagai syirik ternyata bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

    Allah mengizinkan wahabi meraja lela agar ulama bangkit, muslimin bangkit, bangun dari tidurnya untuk berbenah diri dan berbenah akidah, itu saja.

    dan kini ummat sudah mulai bangkit, ulama bangkit, para ilmuwan mulai merujuk ke islam karena banyak menemukan hal hal yg ilmiah terbukti dari hadits hadits Rasul saw dan Alqur’an,

    maka wahabi akan dihilangkan oleh Allah swt karena memang mereka adalah alarm pembangun saja dari Allah swt

    Jawab Jaisy01:
    Yoi, kebenaran akherat ini yang saya tunggu-tunggu!
    OYA 1 LAGEEE….
    ADA ORANG YANG KEPEDEAN NGANGGAP WAHABI MENYATAKAN SYIRIK TERHADAP RUQYAH DENGAN MEDIA AIR!
    INI JELAS ORANG ITU BODOH, DAN TIDAK MEMPELAJARI WAHABI!

    Ummat akhirnya tahu, siapa orang-orang yang tidak berilmu!

    INI TERAKHIR KALI ANDA BERKOMENTAR DISINI. SELAMA BELUM ADA JAWABAN DARI PERTANYAAN SAYA, KEDEPAN KOMENTAR ANDA AKAN SAYA HAPUS!

  77. NT GA BERANI NAMPILIN POSTINGAN ANA, KRN TAKUT KEBUSUKAN2 WAHABI TERBONGKAR HEHEHEHE…ANA MAKLUMIN

    Jawab Abu Jaisy:
    Hahaha, ups!
    Dari dialog kita, ente-kan sudah saya peringatkan. Karena nggak bisa jawab pertanyaan-pertanyaan saya, eee ENTE NGACIIIIRRRR….
    Tiba-tiba bikin selebaran nggak jelas!
    JAWAB DULU PERTANYAAN SAYA, JANGAN KAYAK MALING AYAM. NGACIR SANA, NGACIR SINI KALAU KETAHUAN BELANGNYA NGGAK PUNYA BANYAK ILMU TAPI PEDE MENYESATKAN ORANG LAIN!

  78. kalau mau ente bantah donk kalau jamaluddin al-afghani itu syi’ah, terus muhammad abduh juga kan mu’tazilah bukannya sudah diketahui oleh umum berita2 tersebut? PKS juga banyak ikut campur dalam masalah khilafiyah, memangnya PKS itu apa?! cuma parpol kan. jadi ustadz2 PKS ga usah ikut2an lah dalm masalah khilafiyah dengan hanya berbekal gelar Lc. ga usah juga ikut2an nentukan idul fitri, juga ngeluarkan fatwa2 baru cuma karena baru baca 6 kitab hadits. sekarang siapa ustadz PKS yang pernah belajar dengan metode Talaqqi (mendapat ijazah yang sanadnya bersambung hingga para sahabat nabi RA)? yaitu cara dimana ulama ahlussunnah mencari ilmu. paling kan hanya buka 6 kitab hadits+kitab hadits2 lain tapi dengan membuang karya imam mujtahid 4 (walaupun imam 4 ini syaikhnya 6 imam hadits) tapi sudah berani berfatwa, gimana menurut ente?

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, saya sudah malas beradu hujjah dengan kalian. Malas karena ilmu masih sedikit, tetapi berani menyesatkan orang lain. MUI sendiri tidak pernah menyatakan kedua ulama itu sesuai dengan yang anda maksud. Kecuali klaim-klaim garis keras tandzir seperti kalian!
    Anda sendiri menyebut ustadz! Sedangkan di Mesir, ustadz itu setingkat profesor sama dengan ulama. Lah kalau memberikan ijtihad sah-sah saja kan! Masalah khilafiyah itu yah masalah nafsi-nafsi. Mau ikut silahkan, tidak ikut yah silahkan. Dan anda tidak perlu mengatur orang mau ikut yang mana. Terserah mereka, toh setiap orang mampu berpandangan lebih baik dari anda! :D

    Sayangnya, murid-murid orang yang ngaku-ngaku paling ahlulsunnah, paling aswaja. Tidak bisa memberikan dalil qothi tentang agama, kecuali hanya prasangka-prasangka buruk terhadap umat muslim yang lainnya. Coba deh, scroll keatas. Berapa banyak orang yang sudah saya layanin pada ngacir kalau saya yang ngasih pertanyaan! Tapi kalau kalian yang ngasih pertanyaan, getol banget. Heran aja, kok masih ada yah orang Islam seperti kalian! :D

  79. pak ustadz abu jaisy : ‘MUI sendiri tidak pernah menyatakan kedua ulama itu sesuai dengan yang anda maksud.”
    – memangnya pak ustadz udah pernah tanya mui?

    Jawab Abu Jaisy:
    Ustadz saya salah satu anggota MUI, tidak ada MUI menyatakan bahwa dua ulama tersebut adalah orang yang kalian sebut-sebut menyimpang dari jalan Islam. Dengan menyebut Syi’ah dan Mu’tazillah. Syi’ah itu memiliki metode ahlul bait, ini sama seperti pemahaman Habib dalam tasawuf. Berarti ada kecenderungan yang kalian ikuti itu sama dengan metode syi’ah bukan? Tapi bukan berarti saya menyatakan diri kalian sebagai syi’ah. Pernahkah?

    pak ustadz abu jaisy : Lah kalau memberikan ijtihad sah-sah saja kan!
    – menurut pak ustadz apa setiap orang boleh ijtihad?

    Jawab Abu Jaisy:
    Anda kan menyatakan bahwa ustad-ustad PKS tidak perlu ikut2an dalam khilafiyah. Sedangkan masalah khilafiyah itu adalah sebuah ijtihad itu sendiri. Jelas anda menyebut ustad. Berarti orang yang berilmu! Dan orang yang berilmu, dalam kafaah yang sesuai maka boleh berijtihad.

    pak ustadz abu jaisy : Sayangnya, murid-murid orang yang ngaku-ngaku paling ahlulsunnah, paling aswaja. Tidak bisa memberikan dalil qothi tentang agama
    – menurut pak ustadz qoth’i itu apa?

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh, qoth’i kok menurut saya? Bingung jadinya. Kalau Qoth’i menurut para ulama adalah dalil yang mutlak dan sesuai sebuah kepastian dalil tersebut.

    – apakah berarti pak ustadz bilang semua yang dipakai aswaja itu bid’ah?

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah saya pernah menyatakan apa yang dilakukan Majelis Rasulullah itu bid’ah semua? Sayakan nyuruh anda menscroll diatas, jadi anda harus melihat perbincangannya dulu baru bertanya! Anda lihat perilaku saudara-saudara anda seperti apa saat berkomentar? Apakah menghujat, menghina, menfitnah diajarkan dalam Majelis Rasulullah? Apakah berprasangka buruk juga jadi kebiasaan kader Majelis Rasulullah?

    – ataukah semua haditsnya aswaja itu maudhu’?

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah saya pernah menyatakan hadits yang dipakai Majelis Rasulullah maudhu’? Dikalimat mana?
    Saya hanya heran saja dengan mad’u Majelis Rasulullah, kalau mengklaim diri paling aswaja sama dengan Hizby Salafy yang mengaku diri paling mengikuti ulama Salaf. Klaim-klaim seperti ini yang merendahkan umat Muslim yang lainnya. Emang surga milik jamaah kalian sendiri apa? Ada yang bangga disebut sebagai Aswaja dan yang lain bukan Aswaja, ada yang bangga disebut Salafy, yang lain bukan Salafy. Klaim-klaim sepihak yang hanya membuat ashobiah terhadap jamaah sendiri inilah yang akhirnya menjadi benturan. Dan apakah orang yang tidak mengklaim dirinya paling aswaja ataupun Salafy tetapi mengikuti sunnah Rasulullah bukan bagian dari Aswaja atau Salafy? Inilah firqoh-firqoh yang ashabiah terhadap jamaah inilah yang membuat saling serang fitnah, hujatan dan sebagaimanya. Dan saya paling tidak senang dengan orang-orang seperti itu! Saya membuat postingan diatas, karena saya difitnah. Bukannya saudara sejamaahnya sendiri yang diingatkan, eeee banyak yang malah bahu membahu malah menfitnah, mencerca, memaki, menghujat, dan meng-meng lainnya. Yang mengingatkan!

  80. perlu dijelaskan dulu nih bahwa saya bukan dan tidak mewakili majelis rasulullah nya habib munzir, saya hanya tergelitik dengan judul ente diatas makanya ikut diskusi disini.

    Jawab Abu Jaisy:
    Perlu saya jelaskan dulu, bahwa jika anda tidak mewakili Majelis Rasulullah alangkah lebih baik anda tidak berkomentar disini. Karena ente sama saja masuk kepada masalah yang tidak ente ketahui masalahnya. Mana bisa membikin solusi kalau seperti itu, kecuali hanya ingin beradu (mungkin) ilmu saja! Apakah anda merasa hanya tergelitik melihat seorang muslim difitnah oleh muslim yang lainnya? Bagaimana ente bisa dikatakan muslim kalau melihat kesesatan cuman dianggap sebuah gelitikan!

    perkataan ente: Syi’ah itu memiliki metode ahlul bait, ini sama seperti pemahaman Habib dalam tasawuf.
    – sepertinya pekataan ente ga jelas deh, kalau madsudnya bersanad itu syi’ah lalu bagaimana ente menjelaskan didalam kutubus sittah banyak hadits yang snadnya bersambung kepada imam malik & imam ahmad tapi ternyata hadits tersebut tidak pernah tertulis dalam kitab 2 imam tersebut. itu membuktikan para ulama hadits karena banyak hal tidak selesai menulis semua hadits2nya dan itu diajarkan secara bersanad (ijazah) kepada murid2nya. imam ahmad yang diriwayatkan hapal 1 juta hadits hanya mampu menulis sekitar 20ribuan hadits saja lalu kemana sisanya?

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh, ente kan tanya. “pak ustadz abu jaisy : ‘MUI sendiri tidak pernah menyatakan kedua ulama itu sesuai dengan yang anda maksud.”
    – memangnya pak ustadz udah pernah tanya mui?”
    Nah saya jawab, kok malah ente membalikkan jawaban saya. Saya jelas tidak mengklaim Majelis Rasulullah Syi’ah bukan? Nah sedangkan ente sendiri menyerang ulama dengan menyatakan sesat dan menyatakan syi”ah segala. Ente nyatakan syi’ah bersanad? Maksudnya apa? Saya tidak pernah menyatakan ituloh! Saya menyatakan sistem ahlul ba’it. Pembicaraan ente tidak jelas, awal pertanyaan ente melenceng dari jalurnya. Sanad hadits Imam Malik bersambung pada Imam Ahmad yah? Bukankah imam Ahmad itu muridnya imam Syafi’i! Dan tidak langsung mendapatkan ilmu dari Imam Malik kecuali dari Imam Syafi’i! Dan beliau-beliau lebih dikenal bukan ulama hadits, tetapi ulama fiqh! Ulama-ulama yang ente bilang itu bukan dari ulama sanad, sesungguhnya yang harus ente pahami, awal sanad itu dimulai dari sebelum pencatat hadits dan berakhir pada sahabat atau orang dibawah Rasulullah. Yah bolehlah, Imam Malik masuk pada awal sanad. Tetapi untuk imam Syafi’i dan Imam Ahmad mereka sudah tidak disebut sanad lagi tetapi disebut sebagai mukharij atau mudawwin (penjatat hadits) juga termasuk Imam Bukhari ataupun Imam muslim. Nah, tambah ilmu kan ente :D

    perkataan ente : Dan orang yang berilmu, dalam kafaah yang sesuai maka boleh berijtihad
    – menurut ulama ente ibnul qoyyim dalam a’lamul muwaqqi’in meriwayatkan bahwa imam ahmad pernah ditanya tentang syarat orang mengeluarkan fatwa (membuat rumusan baru dlam istinbat hukum yang berbeda dari ulama sebelumnya), imam ahmad mengatakan minimal hapal 400 ribu hadits menurut ente ustadz ente sudah ya?
    – menurut imam waliyyullah al-dahlawi (w.1176H) dalam kitabnya al-inshaf hal. 33
    “termasuk kelompok ini adalah muhammad bin ismail al-bukhari. sesungguhnya beliau termasuk slah satu kelompok imam syafi’i. diantara ulama yang mengatakan bahwa al-bukhari termasuk kelompok syafi’iyah adalah syaikh tajuddin al-subki. beliau mengatakan, ” al-bukhari belajar fiqh kpd al-humaidi. sedangkan al-humaidi belajar fiqh kpd al-syafi’i. beliau juga berdalil tentang masuknya al-bukhari dalam kelompok al-syafi’iyah sebab al-bukhari telah disebut dalam kitab thobaqot al-syafi’iyah.”
    saya (centrifugal) berkata: bahkan sang matahari agama yaitu imam al-bukhari pun bermazhab syafi’i. beliau dengan keilmuan beliau yang sangat luas menyadari bahwa istinbat hukum memerlukan keahlian dan banyak persyaratan.

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, sangat jelas sekali bukan. Saya tidak melenceng dari apa yang ente maksud. Saya jelas menyatakan “Kafaahnya yang sesuai”. Yah, terserah anda. Klaim-klaim sepihak seperti yang ente lakukan sama kayak hizby Salafy. Jadi seperti anak kecil yang “memperebutkan” orang tua. Mau muridnya siapa saja, toh saya selalu menghormati setiap ulama! Oh iya, Ibnul Qayyim masih masuk runtutan Majelis Rasulullah yah? Kan beliau muridnya Ibnu Taimiyah yang paling (mungkin) “dibenci” oleh kalangan-kalangan seperti kalian.
    Wah, ente hebat sekali! Bisa meragukan muraja’ah hadits seorang ulama di MUI. Sikap ghurur yang jelas dilarang dalam Islam seperti itu. Bisa masuk keranah takkabur itu!
    Oh iya, kenapa ente kok “terlihat” fanatik sekali terhadap imam Syafi’i? Kenapa bukan Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Al-Auza’, Imam Sufyan bin Said Ats-Tsauri atau Imam Sufyan bin Uyainah. Mereka semua adalah beberapa ulama yang masih dikategorikan awal sanad. Nahkan, karena ente terlalu ashabiah akhirnya tidak begitu tahu ulama-ulama awal sanad! Saya yakin, Imam Syafi’i tidak akan meridho’i ciri-ciri orang yang berashabia seperti ente!

    perkataan ente: Kalau Qoth’i menurut para ulama adalah dalil yang mutlak dan sesuai sebuah kepastian dalil tersebut
    – sepertinya enete harus tunjukkan dalil ente bilang begitu

    Jawab Abu Jaisy: :)
    Syekh Hudhori Biek berpendapat bahwa pendapat yang rajih/ kuat adalah bahwa Allah mempunyai hukum tertentu dalam setiap perkara dan terdapat dalil atasnya. Maka barangsiapa berhasil mendapatkannya, ia pun telah bertindak tepat. Dan barangsiapa yang melakukan kesalahan sesudah mencurahkan tenaga, maka iapun dianggap salah, hanya saja ia diberi pahala untuk ijtihadnya, dan dibebaskan darinya dosa dan kesalahannya tersebut.

    Hal ini sudah jelas, bahwa masalah dalil yang saya (Abu Jaisy) katakan mutlak dan sesuai kepastian dalil tersebut adalah perkara seorang ulama yang berhasil mendapatkan dan bisa bertindak tepat dalam mengambil sebuah keputusan tentang masalah.
    Adapun saya menyatakan kepada saudara-saudara Majelis Rasulullah yang telah menfitnah, menghujat, melecehkan saya dan umat muslim yang lainnya adalah masuk keranah qoth’i ulama-ulama yang menyatakan sesatnya seorang muslim dalam bertingkah laku. Bukan kesesatan masalah ketauhidan ataupun keimanan!

    Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Ibn Qudamah Al-Maghdisi (w. 620 H) berkata:
    “Ijma’ yang diriwayatkan secara Ahad adalah tidak Qoth’I, tetapi digunakan sebagai dalil dalam masalah amal perbuatan” (Raudhatul Nadhar wa Jannatu Al-Manadzhar).

    Imam Jalaludin Abdur Rahman bin Kamaludin As-Suyuti (w. 911 H) menyatakan:
    “hadis Ahad tidak Qoth’I dan tidak dapat dijadikan dalil dalam masalah Ushul atau Aqidah” (Tadrib Al-Rawi Fi Syarh Taqrib Al-Nawawi) dan juga lihat pada kitabnya yang lain (Al-Itqon Fi Ulum Al-Qur’an juz 1\hal. 77 dan juz 2\hal.5)

    Jawab Abu Jaisy:
    Ente harus paham dulu, qoth’i itu terbagi menjadi beberapa bagian. Antara lain Kalamiyyah, Ushuliyyah, dan Fiqhiyyah.
    Dalam masalah qath’i yang dijelaskan kedua ulama tersebut adalah masuk keranah ushuliyyah!
    Saya tuliskan sedikit masalah ini.
    Yang dimaksud kalamiyyah ialah naqliyah semata, dan dalam hal ini yang benar hanya satu. Maka barangsiapa yang melakukan kesalahan terhadap hal ini, ia berdosa. Nash jenis ini di antaranya tentang kejadian alam dan penetapan wajib adanya Allah dan sifat-sifatNya, diutusnya para rasul, mempercayai mereka dan mu’jizat-mu’jizatnya dan sebagainya. Kemudian apabila kesalahan seseorang itu mengenai keimanan kepada Allah dan rasul-Nya maka yang bersalah itu kafir, kalau tidak maka ia berdosa dari segi bahwa ia menyimpang dari kebenaran dan tersesat.

    Adapun ushuliyyah adalah seperti keadaan ijma’ dan qiyas serta khabar ahad sebagai hujjah, maka masalah-masalah ini dalil-dalilnya adalah qoth’iyyah. Orang yang menyalahinya adalah berdosa.

    Mengenai masalah fiqhiyyah yang termasuk qoth’i yaitu shalat 5 waktu, zakat, puasa, pengharaman zina, pembunuhan, pencurian, minun khamar/ arak dan semua yang diketahui secara pasti dari agama Allah. Maka yang benar dari masalah-masalah itu adalah satu, dan itulah yang diketahui. Sedang orang yang menyalahinya adalah berdosa.

    Setelah mengetahui yang qoth’i seperti tersebut, maka bisa ditarik garis sebagai berikut:
    – Apabila seseorang menyelisihi hal-hal yang diketahui secara dhoruri dari maksud al-Syari’ (hal-hal yang setiap Muslim wajib tahu), maka ia adalah kafir, karena pengingkarannya tidak timbul kecuali dari orang yang mendustakan syara’. (Misalnya orang mengingkari keesaan Allah, mengingkari wajibnya shalat 5 waktu, wajib puasa Ramadhan dsb, maka pengingkarnya itu adalah kafir).
    – Apabila masalahnya mengenai hal yang diketahui secara pasti, dengan jalan penyelidikan, seperti hukum-hukum yang dikenal dengan ijma’, maka pengingkarnya bukan kafir, tetapi ia bersalah dan berdosa. (Contohnya, mengingkari tidak bolehnya perempuan mengimami shalat lelaki, maka pengingkarnya adalah berdosa).
    – Adapun masalah fiqhiyyah yang dhonni, yang tidak mempunyai dalil pasti, maka masalah ini jadi tempat ijtihad dan tidak ada dosa atas mujtahid dalam masalah itu menurut orang yang berpendapat bahwa yang tepat adalah satu, dan tidak (berdosa) pula menurut orang yang mengatakan setiap mujtahid adalah tepat.

    Oleh karena itu mujtahid yang tepat dalam syari’at adalah satu, dan hal itu karena dalil-dalil syari’at bisa berupa nash-nash dan bisa berupa qiyas yang berasal dari nash-nash itu; dan perbedaan yang terjadi adalah karena pentakwilannya.

    Adapun pentakwilan dan perbedaan di dalamnya, maka kita mengetahui dengan spontan bahwa As-Syari’ (Allah) tidak menetapkan suatu nash/ teks kecuali Ia menginginkan suatu makna tertentu. Hal ini kadang-kadang berhasil didapatkan oleh sebagian mujtahidin, maka ia dianggap tepat. Sedang yang menyimpang berarti ia berbuat kesalahan.

    jadi hal yang qoth’i itu hanya al-qur’an dan hadits mutawatir menurut ulama2 tadi (menurut yng pernah saya ketahui).

    Jawab Abu Jaisy:
    Semoga menjadi ilmu baru atas penjelasan saya diatas.

    mengenai bid’ah memang bisa panjang ceritanya. tapi perlu ente baca perkataan imam nawawi dalam mukadimah arba’in an-nawawiyah bahwa beliau mengatakan para ulama telah sepakat bahwa hadits dho’if bisa diamalkan pada masalah fadhoilul a’mal (perkara di luar halal & haram, yaitu hanya berkaitan dengan amalan2 yang utama)

    Jawab Abu Jaisy:
    Masalah bid’ah dan hadits dho’if itu berbeda. Saya tidak pernah menyatakan bahwa hadits dho’if tidak diperbolehkan untuk dijadikan hujjah! Bahkan di artikel-artikel yang lain ada beberapa hadits dho’if yang saya pakai (tentunya dengan tetap menyatakan kedho’ifannya). Dalam Jumhur ulama memang membolehkan hadits dho’if dipakai. Tetapi ketika ada hadits shahih maka tidak diperbolehkan menggunakan hadits dho’if!
    Yang dimaksud bid’ah jelas ritual-ritual (ibadah) yang tidak ada dalam Islam dan diada-adakan. Tentunya yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, Sahabat dan Tabi’in serta Tabi’ut Tabi’in. Kalau pernah dilakukan oleh mereka-mereka, namanya bukan bid’ah itu.
    Kenapa kita harus membuat ritual ibadah yang baru, padahal ibadah sunnah sangat banyak sekali yang dapat kita kerjakan. Dan belum tentu kita mengamalkan sunnah itu bisa 100%. Lalu buat apa pake ditambah-tambahi?

  81. sepertinya ente ini sulit diajak diskusi yah dengan ngusir2 saya. kalau saya ga boleh ikut diskusi mending ente ga usah tampilin komentar saya.

    Jawab Abu Jaisy:
    Bukan sulit, tapi males! Setiap bicara dengan orang macam ente yang saya rasakan hanya perdebatan tanpa titik temu. Karena apa? Karena sudah mengklaim orang lain sesat! Buat apa kita berdepat tetapi ujung2nya hanya ingin menjatuhkan orang, bukan memberikan solusi maupun titik temu sebuah persoalan?

    perkataan ente: sistem ahlul bait
    – sepertinya saya baru dengar istilah ini, bisa ente perjelas? tapi ente ga meagukan kalau dzurriyat nabi saw masih ada kan?

    Jawab Abu Jaisy:
    Saya tidak meragukan adanya garis keturunan dari Rasulullah (ahlul ba’it). Hanya yang ingin saya sampaikan adalah keashabiyahan seseorang yang merasa paling benar dari yang lain, karena merasa sudah mengikuti ahlul ba’it!

    perkataan ente: Sanad hadits Imam Malik bersambung pada Imam Ahmad yah? Bukankah imam Ahmad itu muridnya imam Syafi’i!
    – sepertinya ente tdk memahami perkatan saya

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, itu bukan sebuah pertanyaan mutlak. Dikalimat selanjutnya kan sudah ada penjelasannya! Jadi sebenarnya yang tidak memahami ini siapa yah?

    perkataan ente: Dan beliau-beliau lebih dikenal bukan ulama hadits, tetapi ulama fiqh! Ulama-ulama yang ente bilang itu bukan dari ulama sanad
    – saya baru dengar dari perkataan ente aja kalau imam mujtahid seperti imam syafi’i dan imam malik bukan bagian dari ulama hadits. bahkan imam syafi’i dikenal sebagai nashirus sunnah/ nashirul hadits ketika di baghdad.
    “imam al-aimmah muhammad bin ishaq bin khuzaimah pernah ditanya, adakah hadits nabi saw yang belum sampai kepada al-syafi’i? beliau menjawab, “tidak”. maksudnya semua hadits2 nabi saw itu telah sampai kepada beliau, tetapi terkadang dengan sanadnya, terkadang secara mursal dan terkadang munqathi’ sebagaimana yang ada dalam kitab2 al-syafi’i, wallahu a’lam.” (al-hafiz ibnu katsir, al-bidayah wa al-nihayah, 10/253)
    tentu perkataan imamul aimmah (pemimpin para imam) lebih saya percaya, maaf.

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah, benarkan. Ente tidak memahami apa yang saya tuliskan. Saya tidak bermaksud menyatakan mereka “bukan ulama hadits” tetapi konteks yang ingin saya bilang adalah bahwa mereka lebih dikenal sebagai ulama fiqh, pencipta madzab yang mungkin ente hanya kenal 4 itu saja. (mengelus dada)
    Nahkan, ente memahami apa yang saya tuliskan hanya pada tekstual. Bukan konteks atau maksud yang ingin saya sampaikan kepada ente. Saya jelas menulis bahwa mereka adalah mudawwin atau mukharij (pencatat hadits). Sedangkan saya sudah bilang bahwa Imam Syafi’i dibawah Imam Malik, sehingga tidak bisa disebut ulama sanad. Dan Kalau Imam Malik masih menjadi ulama sanad. Ente tidak membaca habis apa yang saya tulis, dengan menyebut Imam Maliki ataupun Imam Syafi’i bukan dari ulama hadits. Sedangkan imam Syafi’i jelas-jelas saya sebut mukharij, jadi sangat jelas mereka adalah ulama hadits, tetapi lebih dikenal ulama fiqh. Hal ini tidak bisa disangkal bukan!

    perkataan ente: imam Syafi’i dan Imam Ahmad mereka sudah tidak disebut sanad lagi tetapi disebut sebagai mukharij atau mudawwin (penjatat hadits).
    -sebenarnya ente sudah tau kenapa mereka disebut mudawwin, yaitu karena sebagai pencatat hadits, itu benar. tapi ketika ketika ada hadits yang ditulis oleh mudawwin contohnya imam turmudzi yang sanadnya bersambung ke imam ahmad dan terus bersambung ke generasi sebelumnya. maka saat itu imam ahmad menjadi salah satu dari rawinya imam turmudzi.

    Jawab Abu Jaisy:
    Tetapi bukan berarti lalu disebut ulama sanad awal! Kalau disebut sanad, hanya bersifat runtutan ataupun periwayat dan bukan mutlak seperti sanad para tabi’ut tabi’in (awal sanad).

    perkataan ente : ……Jadi seperti anak kecil yang “memperebutkan” orang tua?…..
    – itu pernyataan imam al-dahlawi yang bermazhab hanafi

    Jawab Abu Jaisy:
    Madzhab saya adalah setiap para ulama umat Islam. Ingatkah “Jika ada pendapatku yang menyelisihi Al Quran dan Sunnah. Maka Tinggalkan!” Jadi setiap para ulama adalah manusia-manusia yang saya hormati atas ilmu dan jasa-jasanya terhadap Islam. Tidak memihak, ijtihad mana yang benar. Kecuali hanya meyakini salah satu pendapat yang menurut hati ini benar, maka saya lakukan. Tetapi meskipun berbeda pendapat dari ulama lain, maka bukan berarti saya harus mencemooh ijtihad ulama-ulama lain.

    perkataan ente: Ibnul Qayyim masih masuk runtutan Majelis Rasulullah yah?
    – bahkan imam ibnu hajar pun kadang memperkuat pendapatnya dengan mengutip pendapat2 dari mu’tazilah

    Jawab Abu Jaisy:
    Wah, berarti ente sudah benar-benar menyatakan bahwa ibnu Taimiyah dan murid2nya orang-orang yang sesat yang bisa diambil ilmunya?

    perkataan ente: Wah, ente hebat sekali! Bisa meragukan muraja’ah hadits seorang ulama di MUI
    – bisa tunjukkan perkataan saya yang mana?
    Jawab Abu Jaisy:
    Waduh, kalau sepeti ini jadi benar-benar saya malas! Pertanyaan dalam sebuah pernyataan sendiri mudah dilupakan, bagaimana bisa mengamalkan ilmu dan perbuatan!
    “imam ahmad mengatakan minimal hapal 400 ribu hadits menurut ente ustadz ente sudah ya?”

    perkataan ente: Nah, tambah ilmu kan ente :D
    – kok kayaknya ente sombong banget sih..

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh, ente merasa apa yang saya sampaikan bukan ilmu yah? Wew, apa bukan kesombongan juga ini? Jelas ini ilmu! Saya sendiri masih belum mendapatkan ilmu baru dari ente! Apa yang ente tuliskan adalah sebuah hal yang sudah pernah saya baca! Kalau memang ente pernah baca, pasti ente tidak akan mempertentangkan apa yang saya tulis. Pasti ente mengerti! Tapi buktinya tidak. Berarti ini ilmu baru buat ente. (Nerima ilmu dari orang lain kok sulit banget sih!) Ingatkah ketika Imam Syafi’i diingatkan oleh Imam Ahmad, Imam Syafi’i menyatakan bahwa dia dapat ilmu baru dari muridnya. Subhanallah, inilah kerendahan hati seorang Imam! Ini karena Imam Syafi’i mampu berfikir sendiri, tanpa ashabiyah atau fanatik terhadap guru-gurunya.

    perkataan ente: Kenapa bukan Imam Malik, Imam Abu Hanifah
    – memangnya dengan memilih imam syafi’i berarti saya benci dengan imam malik dan imam abu hanifah?

    Jawab Abu Jaisy:
    Ketika ente sudah fanatik buta atau ashabiyah terhadap ulama satu, maka ente akan menganggap yang lain sesat dan membencinya. Sudah terbukti bukan!

    perkataan ente : ……Imam Al-Auza’, Imam Sufyan bin Said Ats-Tsauri atau Imam Sufyan bin Uyainah
    – mazhab para imam yang ente sebut itu sudah punah akhi..kenapa? karena seleksi alam yang menyisakan mazhab 4. pendapat para imam (yg telah punah) hanya bisa kita temui dari penukilan-penukilan imam 4.

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Madzhab seorang ulama saja sudah dianggap punah. Apakah karena seleksi alam, Islam juga nanti akan punah? Logika yang aneh! Bukan seleksi alam, tetapi karena kefanatikan madzab, menganggap madzab satu lebih benar dari yang lainnya. Sehingga tidak mempelajari ulama-ulama yang lain! Ini bukan seleksi alam, tetapi kemalasan yang dibingkai oleh ashabiyah! Lalu apakah ente juga akan menganggap Madzab Abu Bakar, madzab Umar bin khattab, Madzab Ustman ibn Affan, Ali bin Abi thallib juga sahabat-sahabat yang lain juga akan punah? masya Allah Ulama Tabi’ut Tabi’in saja dianggap punah! Tetapi yang tidak masuk tabi’ut tabi’in dibela mati-matian. Ngakunya aswaja! (mengelus dada).

    perkataan ente: Syekh Hudhori Biek berpendapat….
    – sepertinya bukan jawaban tentang masalah qoth’i melainkan ijtihad

    Jawab Abu Jaidy:
    Loh, masalah qoth’i sudah saya bahas “agak” detail gituloh. Masa nggak dibaca sih! Lah Imam yang ente sebutkan itu juga berijtihad! Jadi benar-benar bingung dengan ente!

    perkataan ente: qoth’i itu terbagi menjadi beberapa bagian….
    – sepertinya ente membantah ibnu qudamah dan imam suyuthi dengan pendapat ente pribadi yah? ulama mana yang menyatakan hal itu?

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Sulit sekali berdiskusi dengan ente! Coba tunjukkan pendapat mana yang membantah Ibnu Qudamah ataupun Imam Suyuthi di jawaban saya!?

    perkataan ente : bid’ah jelas ritual-ritual (ibadah) yang tidak ada dalam Islam dan diada-adakan. Tentunya yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, Sahabat dan Tabi’in serta Tabi’ut Tabi’in
    – ” dari ali bin maimun berkata: “aku mndengar al-syafi’i rhm. berkata: “aku selalu bertabarruk dengan abu hanifah dan mendatangi makamnya dengan berziarah setiap hari. apabila aku mempunyai hajat, maka aku menunaikan sholat dua rakaat, lalu aku datangi makam beliau dan aku memohon hajat itu kpd Allah di sisi makamnya, sehingga tidak lama kemudian hajatku terkabul.” (diriwayatkan imam al-khatib al-baghdadi, tarikh baghdad, 1/123)
    semoga imam syafi’i tidak berlaku bid’ah

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, siapa yang bilang kalau mendatangi makam atau berjiarah adalah bid’ah? Kapan saya bilang seperti itu? Rasulullah dulu memang melarang orang berjiarah karena melakukan hal yang tidak sesuai dengan Islam. Tetapi ketika umat Islam sudah banyak yang paham tentang keIslamannya, Rasulullah membolehkan berjiarah.
    “Dahulu aku melarangmu berziarah kubur. Maka kini, berziarah kuburlah. Sebab di dalam ziarah kubur terdapat petunjuk.”
    “Dahulu aku melarangmu berziarah kubur. Maka kini berziarah kuburlah. Sebab ziarah kubur dapat mengantar kepada zuhud (tidak bermewah-mewah) di dunia dan bisa mengingatkan kehidupan akhirat”

    Ente terlihat sekali ingin mencari-cari kesalahan saya. JIka memang ingin menunjukkan kepintaran ente. Yah saya akan anggap ente menang dan lebih pintar dari saya. Agar diskusi yang tidak ada titik temunya ini kita akhir. “Mungkin saya yang benar dan anda yang salah, mungkin juga saya yang salah dan anda yang benar”

    biar gimana pun saya ini masih saudara muslim ente akhi jadi tidak usah menggunakan kata2 jelek dalam diskusi ini seperti ghurur, takabbur, ashobiyah dll.

    Jawab Abu Jaisy:
    Saya selalu menganggap setiap muslim adalah saudara. Dengan menyatakan Ghurur, Ashabiyah, takkabur adalah sebuah peringatan. Itu bukan perkataan yang jelek! Apakah salah jika seorang muslim memperingatkan saudaranya atas sebuah sikap yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim. Apalagi menyatakan sesat kepada seorang ulama. Padahal jelas kedudukan ulama dalam Islam itu harus kita hormati atas ilmu-ilmunya. Walaupun tidak sependapat dengan ulama satu tetapi sependapat dengan ulama yang lain. Tidak patutlah kita mentandzhir kesesatan seseorang. Karena jangan-jangan yang sesat itu adalah yang mentandzhir!

  82. Ohhh..jadi ini toh cara musuh-musuh Islam memalingkan kita semua dari problem yang sebenarnya….
    Kita umat Islam telah berhasil diperdaya oleh mereka hingga kita lupa dengan AHMADIYAH,kita lupa dengan LIBERALISME,SEKULARISME..dll…yang kesemuanya berupaya ingin merobek-robek syari’ah al mutahharoh..syari’ah yang dibawa oleh Sayyidina Muhammad SAW”
    Mari kita rapatkan barisan….Pererat ukhuwah…
    Mereka para pengejek/pemfitnah para Ulama-Ulama-Nya Allah Swt..sesungguhnya sedang menabuh genderang perang terhadap Allah SWT..Na’udzubillah min Dzalik’…

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf. Maksudnya musuh Islam siapa? Dan siapa yang mengejek atau menfitnah para ulama-ulama Allah?

  83. perkataan ente: Wah, berarti ente sudah benar-benar menyatakan bahwa ibnu Taimiyah dan murid2nya orang-orang yang sesat
    – begitulah yang dijelaskan imam hafizh ibnu hajar, az-zahabi dan ulama sunni lainnya agar mewaspadai ibnu taimiyah

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Alllah. Saya menghormati setiap ulama yang berbeda pendapat. Dan biarlah Allah yang menghukumi mana yang salah dan mana yang benar. Perbedaan ijtihad itu sebuah keniscayaan akhi! Apakah boleh seorang muslim menyesatkan ulama yang lain selama tidak melanggar ketentuan-ketentuan Allah? Yah seperti sebuah pertanyaan yang lain. Apakah boleh Muhammadiyah menyesatkan NU? Ataukah Apakah boleh NU menyesatkan Muhammadiyah?

    perkataan ente :Pertanyaan dalam sebuah pernyataan sendiri mudah dilupakan
    – ooh jadi ustadz ente itu orang MUI yah dan sudah hapal 400ribu hadits lebih?!, saya tidak bisa melakukan apa2 selain percaya kepada ente, itu hak ente kan

    Jawab Abu Jaisy:
    Substansinya bukan hafal lebih banyak atau lebih sedikit. Tetapi substansinya, apakah antum masih percaya dengan ulama-ulama yang ada di MUI?

    perkataan ente : Bukan seleksi alam, tetapi karena kefanatikan madzab
    – membuktikan anda telah mencela para ulama2 murid langsung dari imam 4 kan? disini ente harus bisa membedakan taqlid dan ta’asshub. islam tidak pernah membebani orang yang belum memenuhi kapasitas sebagai mujtahid mutlaq melakukan hal diluar kapasitasnya, disinilah taqlid diperbolehkan. sedangkan ta’asshub (fanatisme buta) itulah yang dilarang dan tidaklah hal itu terjadi pada ulama2 murid dari imam 4. dan taqlid inilah yang dilakukan oleh aswaja diseluruh dunia. mengenai punahnya mazhab para imam yang lain sudah menjadi realita kan. tentu para ulama sesudahnya kenapa memilih imam 4 bukan dengan dasar kbencian kepada yang lain tetapi karena lebih mengunggulkan imam 4 yang pembahasan fiqhnya memang sangat dahsyat. sikap mengunggulkan tanpa ta’asshub bukanlah hal tercela akhi. imam nawawi didalam kitabnya syarhul muhadzdzab menjelaskan panjang lebar kenapa beliau memilih mazhab syafi’i. tentu ente tidak menganggap imam nawawi yang telah diakui oleh ulama2 ahlussunnah telah ta’asshub. dan tentu boleh kan kalau aswaja meniru jawabannya imam nawawi tersebut. sudah menjadi tradisi ahlussunnah yang diajarkan oleh para ulamanya dari dulu semenjak imam4 tdak ada hingga sekarang yaitu memilih 1diantara 4 mazhab. hanya orang2 zaman sekarang saja yang mempersoalkan masalah ini.

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Saya mencela ulama murid-murid ulama 4 madzhab? Ini ente jelas sangat tidak mengerti apa yang saya tuliskan! Ente harus tahu insya Allah setiap ulama-ulama murid langsung dari 4 madzhab juga belajar dari madzhab dari ulama lain. Benar, Islam tidak pernah membenani seseorang dengan diluar kapasitasnya. Tetapi bukan berarti kapasitas kita hanya diukur dari 4 madzhab itu saja. Jika seperti itu, apakah lalu Imam Bukhari atau Imam Muslim dan Imam-Imam yang lain ketika membukukan Hadits menjadi itu sebuah beban yang berat? Apakah ente benar-benar tahu bahwa seluruh murid-murid 4 Madzhab itu hanya belajar 4 madzhab? Kapasitas ente mengungkapkan itu sudah jelas mengetahui diri/personal seseorang. Padahal hal itu hanya Allah yang dapat mengetahuinya!

    Saya kan sudah bilang kepada ente. Sikap Imam Nawawi adalah seperti sikap saya! Imam Nawawi memilih satu madzhab itu berdasarkan analisa dan tentunya keinginan hati beliau. Sehingga beliau memilih satu diatara madzhab-madzhab yang ada dahulu!
    Saya kutipkan lagi tulisan saya: “Madzhab saya adalah setiap para ulama umat Islam. Ingatkah “Jika ada pendapatku yang menyelisihi Al Quran dan Sunnah. Maka Tinggalkan!” Jadi setiap para ulama adalah manusia-manusia yang saya hormati atas ilmu dan jasa-jasanya terhadap Islam. Tidak memihak, ijtihad mana yang benar. Kecuali hanya meyakini salah satu pendapat yang menurut hati ini benar, maka saya lakukan. Tetapi meskipun berbeda pendapat dari ulama lain, maka bukan berarti saya harus mencemooh ijtihad ulama-ulama lain.”

    Dan lalu apakah Imam Nawawi setelah memilih satu madzhab maka beliau melecehkan madzhab yang lain? TIDAK! Inilah sikap orang-orang berilmu yang beriman.

    Dan realitasnya, ente menganggap madzhab ente yang paling benar dari yang lain bukan! Tidak perlu menafikkannya. Dan ente menganggap sesat orang diluar ente. Lalu apa bedanya taklid buta atau ta’ashub!

    perkataan ente : Madzab Abu Bakar, madzab Umar bin khattab, Madzab Ustman ibn Affan, Ali bin Abi thallib juga sahabat-sahabat yang lain juga akan punah?
    – memangnya karya2 tulis dari para sahabat, bahkan tabi’in ada yang sampai ke tangan kita? atsar dan ajaran mereka cuma kita dapatkan dari kitab2 tertua kaum muslimin yang telah sampai ke tangan kita. kitab mana? tentu kitabnya ulama 4 mazhab fiqh, kutubussittah, tafsir thobari, sirah ibnu hisyam dan lain-lainnya itulah. karya2 para sahabat ra dan tabi’in tidaklah ada yng sampai ketangan kita akhi. kitab para imam tersebut lah warisan tertulis tertua di dunia yang sampai ke kita setelah alqur’an al-karim. wlaupun kita tetap menisbatkannya pada para sahabat ra.

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan akhi. Jika ungkapan ente seperti ini. Maka ente akan berlepas diri kepada Rasulullah! Apakah sebuah madzhab itu hanya karena seorang ulama yang menulis sebuah kitab? Lalu bagaimana dengan Rasulullah? Yang tidak pernah menuliskan Al Quran ataupun hadits! Logikanya, ente menafikkan orang-orang yang sholeh karena orang-orang yang sholeh tersebut tidak membuat sebuah kitab/tulisan! Jika seandainya ente memilih madzhab, logikanya ente harus memilih madzhab Utsman, karena Utsman-lah yang berhasil “membukukan” kitab Al Quran. Yang sampai saat ini ente baca. Walaupun tidak menulis, tetapi mereka bisa dijadikan sebuah madzhab! Jangan sampai kita mempersempit atau bahkan mendikotomikan arti madzhab itu sendiri.

    perkataan ente : Loh, masalah qoth’i sudah saya bahas
    – begini lho akhi, perbedaan yang jelas mengenai cerita ente yang panjang lebar dan pendapat ulama yang saya sebut adalah pada tolak ukur masalah qoth’i itu sendiri. saya tdak akan menanggapi masalah substansi yang ente ceritakan panjang lebar itu. yang saya ingin jelaskan yaitu qoth’i adlh dalil2 kepastian yang bersumber pada riwayat2 yang mutawatir begitulah yang diterangkan mayoritas ulama ahlussunnah. tolak ukurnya adalah riwayat2 yang mutawatir. al-quran yang riwayatnya mutawatir semua sehingga tdak kita temui pada sekete manapun dari kaum muslimin yang memiliki al-quran beda. semuanya sepakat denagn al-quran yang sama, kecuali beberapa sekte ghuluw dan itupun mereka tdk pernah bisa membuktikan klaim mereka. kemudian pada hadits2 riwayat yang mutawatir sehingga tidak kita temui adanya perbedaan tentang jumlah bilangan raka’at sholat dan arah kiblat yaitu ka’bah dan masalah lainnya yang kaum muslimin tidak memiliki perbedaan karena riwayatnya yang mutawatir. adapun selain riwayat yang mutawatir hanyalah bersifat zhonni (dugaan) bisa dibilang telah DIDUGA kuat bahwa nabi saw melakukan/mengatakan sesuatu. sehingga imam bukhari dan muslim pun berbeda pendapat dalam menentukan syarat sahih terhadap hadits ahad. jadi walaupun dikatakan telah sahih suatu hadits tetapi selalu diikuti dengan pertanyaan: sahih menurut syaratnya siapa saja?! wallahu a’alm.

    Jawab Abu Jaisy:
    Giniloh akhi, ente tidak mengerti apa yang saya tuliskan! Ente menjustifikasi saya berbeda dengan beberapa Imam yang ente sebutkan. Padahal tidak sama sekali! Dimanakah perbedaannya. Kalimat yang mana, tolong sebutkan! Saya sudah jelaskan bahwa apa yang dimaksud kedua ulama tersebut tentang qoth’i masalah hadits ahad itu masalah ushuliyah. Hal ini sudah saya jelaskan apa itu ushuliyah yang dimaksud oleh kedua ulama yang ente sebutkan tadi. Jadi tidak berbeda sama sekali. Afwan, antum baca detail lagi, tentunya dengan kepala dingin dan hilangkan niat untuk mencari kesalahan dari kalimat saya!

    Untuk masalah dhonni saya tidak ingin membahas dulu. Agar tidak melebar kemana-mana! Dan bisa sangat panjang sekali pembahasan ini. Dan saya yakin saya tidak berbeda dengan ente, kecuali kalau ente yang ingin membeda-bedakannya!

    perkataan ente : Hehehe, siapa yang bilang kalau mendatangi makam atau berjiarah adalah bid’ah?
    – masalahnya bukan terletak pada ziarahnya akhi tapi kata2 imam syafi’i yaitu bertabarruk dan ketika aku punya hajat. tentu ada sebagian kawan kita yang menganggap bid’ah kan? saya tambahin nih
    “Boleh membaca al-Qur’an di sisi kuburan. Telah diriwayatkan dari Ahmad bahwa beliau berkata: “Apabila kamu mendatangi kuburan, maka bacalah Ayat al-Kursi, dan tiga kali Qul Huwallau ahad, kemudian katakan: Ya Allah, aku hadiahkan pahalanya bagi orang kuburan ini.” Al-Khallal berkata: Abu Ali al-Bazzar, guru kami yang tsiqah dan dipercaya, berkata: “Aku melihat Ahmad bin Hanbal menunaikan shalat bermakmum kepada seorang buta yang selalu membaca al-Qur’an di kuburan. Dan telah datang dalam sebuah hadits, bahwa barang siapa mendatangi kuburan lalu membaca surah Yasin di sisinya, maka Allah akan meringankan siksaan mereka, dan ia akan mendapatkan pahala sebanyak orang-orang yang ada di kuburan itu. Dan telah datang pula hadits: “Barang siapa mengunjungi kuburan kedua orang tuanya, lalu membaca Yasin di sisinya, maka Allah akan mengampuninya.” Ibadah apapun yang dilakukannya, lalu pahalanya dihadiahkan kepada mayat seorang Muslim, maka insya Allah akan bermanfaat baginya” (Ibnu Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, al-Mughni, 2/243)

    Jawab Abu Jaisy:
    Itu masalah ijtihad akhi! Sudah berungkali saya jelaskan, saya tidak ingin membahas masalah siapa ulama yang benar dalam masalah ijtihad. Adapun yang menyatakan bahwa “didalam berziarah tidak perlu membaca Al Quran, dan hanya mengucapakan salam serta mengingat mati saja itu sudah cukup” ijtihad ulama-ulama yang lain seperti itu adalah masalah khilafiyah! Kita tidak akan pernah menemui titik temu dalam hal ini. Kecuali meyakini satu ijtihad dan menghormati ijtihad yang lain bukan malah mencari-cari kesalahan dari ijtihad para ulama! Jika sepeti itu, seperti imam Ahmad, Imam Maliki saat berbeda pendapat dengan masalah ziarah tersebut, lalu apakah kita menghukumi satu atau yang lainnya?
    Mungkin ada yang menganggap bid’ah hal tersebut. Tetapi saya tidak menyatakan bahwa itu bid’ah! Hal yang dimaksud bid’ah itu adalah seandainya ziarah kubur itu tidak pernah dilakukan Rasulullah dan itu dilakukan seseorang dengan menganggap hal itu adalah sebuah ibadah!
    Yang dilakukan oleh Imam Syafi’i itu ijtihad beliau atas sesuatu yang diperbolehkan oleh Rasulullah. Hal-hal yang mengenai membaca Al Quran atau tidak, hal itu adalah masalah khilafiyah para Ulama.

    Dan tentunya benar atau tidak ijtihad Imam Syafi’i tersebut hanya Allah yang mengetahui, tidak boleh ada orang mengklaim bahwa yang dilakukan Imam Syafi’i adalah yang paling benar dari ulama yang lainnya, atau sebaliknya menjadi hal yang paling salah dari ulama yang lainnya!

    Maaf, tetapi saya menganggap dialog yang kita lakukan ini terasa hanya mencari kesalahan-kesalahan seseorang. Alangkah lebih baik dialog ini kita akhiri. Ranah ijtihad yang ente yakini mungkin bisa menjadi benar dari ijtihad ulama yang lain, begitu pula sebaliknya mungkin ijtihad ente yakini bisa menjadi salah dari ijtihad ulama yang lain. Kewajiban kita hanya menerima ijtihad dan meyakini tanpa perlu memandang dan menyalahkan ijtihad yang lainnya. Apalagi menyesatkan sesuatu ijtihad.

    Judul saya diatas sangat jelas sekali “Apakah benar penganut Majelis Rasulullah sesat?” dan bukan pernyataan “Majelis Rasulullah itu sesat!”. Karena ada sebagian dari “penganut” Majelis Rasulullah yang telah berbuat sesat dengan menfitnah, menghujat, melecehkan muslim dan ulama yang lain. Maka jelas itu adalah sebuah kesesatan dalam Islam. Kewajiban umat Islam adalah meluruskan dan menyadarkannya.

    Saya ingatkan lagi, dan silahkan scroll diatas dari jawaban-jawaban saya atas komentar-komentar penganut Majelis Rasulullah. Bahwa saya tidak pernah menyatakan Majelis Rasulullah itu sesat, kecuali oknum dari beberapa penganutnya saja.

  84. perkataan ente : Apakah boleh Muhammadiyah menyesatkan NU? Ataukah Apakah boleh NU menyesatkan Muhammadiyah?
    – wah wah wah ente sudah mulai menyebut2 ormas nih. ormas, parpol itu semua tdk penting akhi. kita tdk akan ditanya tentang itu oleh malaikat munkar & nakir nanti

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi, saya tidak membawa-bawa ormas. Tetapi kita tidak bisa memungkiri bahwa kedua ormas tersebut memang “berseberangan” dalam hal fiqh! Seperti NU yang tidak “memakai” Ibnu Taimiyah karena alasan tertentu. Sebaliknya di Muhammadiyah Ibnu Taimiyah salah satu ulama yang menjadi rekomendasi. Seperti halnya Imam Shuyuti yang tidak “dipakai” di Muhammadiyah karena alasan-alasan tertentu. Kita boleh berbeda, tetapi ukhuwah harus tetap dijaga! Memang kita tidak ditanya oleh malaikat dimana organisasi kita. Tetapi salah satu yang ditanya juga, sebuah dosa-dosa kita yang menyesat-nyesatkan umat Islam yang lain.

    perkataan ente : Apakah ente benar-benar tahu bahwa seluruh murid-murid 4 Madzhab itu hanya belajar 4 madzhab?
    – tentu ente kenal imam abu yusuf kan, tentang ilmu beliau & guru2 beliau?! tetapi kenapa beliau memilih imam abu hanifah?!
    – ente tentu kenal juga imam muzani kan, tentang ilmu beliau & guru2 beliau?! tetapi kenapa beliau memilih imam syafi’i?!
    – perbedaan pandangan dalam fiqh hal yang biasa saja dalam ahlussunnah wal jama’ah tidaklah seperti cerita yang dilebih2kan oleh orang2 zaman sekarang yang seakan islam telah terpecah dengan adanya 4 mazhab, sebuah tuduhan2 yang murahan (maaf bukan ente lho).

    Jawab Abu Jaisy:
    Nah jawaban antum sekarang, malah memperkuat jawaban saya tadi. Saya menyatakan bahwa ulama-ulama yang biasa dikenal 4 madzhab tersebut, mempunyai pilihan-pilihan sendiri. Itu juga termasuk kita semua. Kita mempunyai pilihan-pilihan kita sendiri. Tetapi bukan berarti memaksakan pilihan kita kepada orang lain. Yah silahkan saja ada yang memilih imam Abu Hanifah, ada yang memilik Imam Maliki, ada yang memilih Imam Syafi’i, imam ahmad, dll. Silahkan, tidak ada larangan. Yang mejadi larangan, jangan sampai kita merendahkan orang lain ketika berbeda dengan pilihan kita.

    Seperti yang antum bilang, perbedaan diranah fiqh tidak perlu dilebih-lebihkan. Yang terpenting bagaimana kita menjadikan perbedaan itu adalah sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada kita! Tentunya perbedaan tersebut tidak berdasarkan pada hal-hal yang pokok pada akhidah dan ketauhidan kita. Karena banyak yang tidak mengenal para Imam ataupun ulama “terdahulu” (saya masukkan juga ulama yang dijadikan madzhab) sehingga banyak yang tidak mengerti dan merasa paling benar dalam bermadzhab. Hal ini yang membuat orang ta’ashub ataupun taqlid buta, sehingga merendahkan orang yang berbeda dengan yang lain.

    perkataan ente : Dan realitasnya, ente menganggap madzhab ente yang paling benar dari yang lain bukan! Tidak perlu menafikkannya. Dan ente menganggap sesat orang diluar ente. Lalu apa bedanya taklid buta atau ta’ashub!
    – mazhab apa nih ustadz? kalau mazhab fiqh jelas tidak layak kita untuk saling menyesatkan. Tapi kalau mazhab aqidah sudah jelas kan

    Jawab Abu Jaisy:
    Saya hanya melihat ketikan antum yang merendahkan ulama yang lain. Dan merendahkan orang yang berbeda madzhab dari madzhabnya Imam Syafi’i. Maka dari itu, jika kepada ranah fiqh tidak layaklah kita saling menyesatkan! Karena itu mari kita saling memuliakan setiap orang yang mampu menjaga dien- Islam Ini. Walaupun berbeda pandangan, berbeda ijtihadnya, yang terpenting kita mampu mengaplikasikan Islam dengan baik dan tidak saling memendang kebencian ataupun prasangka terhadap satu dan yang lainnya.

    perkataan ente : Maka ente akan berlepas diri kepada Rasulullah! Apakah sebuah madzhab itu hanya karena seorang ulama yang menulis sebuah kitab? Lalu bagaimana dengan Rasulullah? Yang tidak pernah menuliskan Al Quran ataupun hadits!
    – sudah seharusnya kita kita bermazhab rasulullah saw tapi bagaimana caranya?! tentu dengan berguru pada para ulama salaf saleh & ulama setelahnya karena merekalah warotsatul anbiya

    Jawab Abu Jaisy:
    Yah, tetapi biar menjadi lebih halus. Kita beri’tiba’ kepada Rasulullah. Jadi walaupun ulama salaf berbeda pandangan dalam masalah sesuatu. Jika datangnya dari mereka-mereka tentu kita harus juga mengikutinya. Dan saling menghargai dari perbedaan fiqh dari ijtihad mereka-mereka.

    perkataan ente : Alangkah lebih baik dialog ini kita akhiri
    – tidak apa2 akhi. terima kasih sudah mau berdiskusi dengan ane. terus terang saya baru kali ini bisa berdiskusi dengan bebas seperti ini. Sebelumnya saya hanya bisa tersenyum saja ketika teman saya ada yang dgn mudah membid’ah2kan. Daripada silaturrahim rusak dan panjang urusannya yah jadi mending senyum aja deh.

    Jawab Abu Jaisy:
    Barrakallahu fik.
    Mari kita tidak mudah mengklaim bid’ah, sesat, dll. Selama bukan ranah ushul akhidah atau tauhid. Ada banyak pekerjaan setiap muslim dari kehidupannya, daripada berdebat hal yang malah membuat kita lalai dari sesuatu yang penting. Saya juga paling malas jika berdebat masalah khilafiyah atau ijtihad para ulama salaf. Karena kebenaran ijtihad dari para ulama yang patut kita hormati itu merupakan otoritas dari Allah. Bukan otoritas dari para mad’u yang hanya seumur jagung mendapatkan ilmunya lalu dengan mudah mengklaim sana-sini.
    Syukron akhi telah berkenan mampir diblog saya.

  85. oke deh kalo gitu, akhir kata saya cuma mau mengutip 2 hadits nabawiyah semoga bermanfaat bagi yang membacanya

    “Zaid bin Arqam meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: ” sesungguhnya aku meninggalkan dua pusaka bagi kalian, yaitu kitabullah dan keturunanku. sesungguhnya kedua pusaka itu tidak akan berpisah sehingga mendatangiku di haudh (telaga). Perhatikanlah, bagaimana kalian memelihara kedua pusaka itu sepeninggalku.” (HR.Muslim no.2408)

    “sesungguhnya ummatku tidak akan bersepakat atas kesesatan, maka bila kamu melihat ada perbedaan pendapat -fa’alaikum bis sawadil a’zhom- maka berpeganglah kalian dengan kelompok mayoritas.” (Sunan Ibnu Majah juz 1/414-415)

  86. WAHABI…PERTANYAAN APA UNTUK ANA?

    Jawab Abu Jaisy:
    LIHAT SENDIRI DIATAS!

  87. NT KAYA BANCI GA BERANI NAMPILIN POSTINGAN ANA HUEHEHEE….BISANYE NGEBACOT DOANG

    Jawab Abu Jaisy:
    HEHEHE, PASTI NGAJINYA ADA MATERI “CARA MENGHINA ORANG YANG BAIK DAN BENAR” YAH? HEHEHEHE!

    SEPERTI INIKAH YANG MEREKA BILANG NGAJI DI KETURUNAN RASULULLAH? :D

  88. NT BERKEDOK DIBALIK AHLAQ..PADAHAL ISINYA BUSUK NIH TAMPILIN…JGN JD BANCI LG YE HUEHEHEHEHE

    Jawab Abu Jaisy:
    SORRY BRO, DISINI BUKANNYA TEMPAT PENFITNAH, PENDUSTA, PENCURI AYAM, DAN PEN-PEN LAINNYA :D
    HEHEHEHE, EMANG LO SIAPA NYURUH2 GUA! HEHEHEHEHE

    YANG PATUT LOE DENGER.

    “SOK TAU BANGET KALAU LOE NGANGGAP GUA IKUT HIZB SALAFY!” HHEHEHEHEHE!

    FITNAHAN LOE GUA HAPUS, ENEG GUA LIHATNYA!

    OH IYA SEKEDAR USUL, GIMANA KALAU BRO NYIPTA’IN “JAMAAH FITNAH INDONESIA” BIAR KLOP, NANTI DISITU DI ISI KAJIAN CARA MENJADI PENCACI, PENGHUJAT, PENFITNAH YANG BAIK DAN BENAR. HEHEHHEEH

    OTRE! :D

  89. Memangnya apa yang salah dengan Majelis Rasulullah? Apakah Anda merasa bahwa Anda berada di atas jalan yang lurus?

    Jawab Abu Jaisy:
    Tolong bersikaplah proporsional. Diatas jelas-jelas menujukan kepada “PENGANUTNYA” bukan Majelis Rasulullahnya. Jadi bedakan antara kedua itu! Dan lihat juga Oknum Penganut Majelis Rasulullah yang gampang sekali menyesatkan umat Islam yang lain, setaraf organisasi besar yang tertua di Indonesia (Muhammadiyah) saja mudah dicap sesat oleh Oknum penganut Majelis Rasulullah.

    “SAYA TIDAK PERNAH MENYATAKAN KESESATAN MAJELIS RASULULLAH”

  90. Assalamualaikum…

    Semga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-NYA kepada kita semua.
    Saya (Insya Allah) yg seorang muslim merasa miris melihat dan membaca blog ini. Saya bukan jamaah Majelis Rasulullah dan bukan pula kader PKS. Karena Islam saya Lailahailallah Muhammadarasulullah…dan ilmu agama saya tidak ada apa2nya dibanding Akhi semua.
    Buat apa kalian saling memperdebatkan semua itu, kita bukan Malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan…tapi kita semua adalah hanya seorang anak manusia yang memang tempatnya SALAH… Jadi apa salahnya kalau kita sama2 mengakui kesalahan. Karena kesalahan yang tidak terlihata adalah kesalahan yang tidak disengaja… Marilah kita sama2 ber-Istghfar mohon ampun kepada-NYA.
    Karena pada dasarnya semua dari “golongan” kalian mempunyai Oknum2 yang memang tidak dapat dikendalikan, karena memang banyaknya Jamaah/Kader. Dan itu pasti terjadi pada semua jenis organisasi.
    Saya pribadi pernah bertemu atau bahkan berbicara langsung dengan mereka….ya memang, kalo kita menanggapi dengan kedangkalan pikiran maka akan ada terjadi “Fitnah” karena masing2 merasa yg paling benar dan terkesan menyalahkan yang lain…. Tapi pada saat itu (Alhamdulillah) saya hanya mendengarkan dan hanya tersenyum.
    Karena saya yakin, apa yang diajarkan oleh MR dan PKS adalah tidak seperti itu.. Itu semua terjadi karena kurangnya Ilmu dan pemahaman. Tapi saya yakin apabila mereka sudah mencapai tingkatan Ilmu dan pemahaman yang baik, pasti mereka tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti itu.
    Saya sendiri banyak membaca artikel2 tentang Habib Munzir, Habib Umar, Hidayat Nurwahid dan lain-lain, dan saya sangat menghormati beliau semua.
    Jadi mulai sekarang marilah kita akhiri semua ini…kita masing2 introspeksi diri dan jangan saling menganggap paling benar dan menyalahkan yang lain. Marilah kita sama2 berIstighfar.
    Karena Allah SWT telah berfirman ” Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”, dan Allah akan meminta bertanggung jawaban kita semua di akhirat kelak….

    Saya mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan…
    Semoga Allah senantiasa melimpahkan Ampunan-NYA untuk diri saya khususnya..dan seluruh umat pada umunya.

    Wassalam….

  91. ku tengok dari komentar-komentar yg masuk, kalian semua orang-orang baik. nah, karena kita sudah di ikat persaudaraan dengan tali aqidah, mari kita lapang dada terhadap perbedaan dan bekerjasama pada hal yg dapat disepakati. ok abang sekalian. i love you.

  92. Sadar Wooooooooooooooy,,,,,,,,,,,, Maen Sesat Sesat Aje NT,, Masih Mendingan Dah Dibilang Sesat yang penting kite kaga’ bilang NT sesat.Kite Kite yang demen ma Majlis Ta’lim seperti MAJLIS RASULULLAH SAW binaan Al-Habib Munzir Almusawa tou Majlis Ta’lim Dzikir dan Sholawat Nurul Musthofa binaan Ad-Daa’i Ilalloh As-Sayyid Al-Habibana Hasan Bin Ja’far Bin Umar bin Ja’far Bin As-Syaikh Asseggaf Kaga’ Pernah tuh nganggep nganggep yang laen sesat??? Malahan Al-Habib Munzir dan As-Sayyid Hasan As-Seggaf justru merasa bahwa Majlis yg dibinanya hanya sekedar mengajak kepada pemuda/i tuk rajin bersholawat & Baca Qur’an….

    Jawab Jaisy01:
    Woooooooy, lihat judulnya wooooy “PENGANUT” Bedakan antara penganut dan jamaahnya. Lihat artikel yang lain, masa orang yang menfitnah muslim itu nggak sesat? Masa orang munafik itu nggak sesat? Yah jelas sesat dong. Gue nggak bilang “MAJELIS RASULULLAH”nya, yang gue pertanyakan penganutnya. Oh iya tuh, lihat postingan gue yang lain —-:> Kebodohan Blog Artikelislami Yang Katanya Penganut Majelis Rasulullah, Yang Menyesatkan Muhammadiyah

    Iya Habib Munzhir nggak pernah menyesatkan orang, tapi lihat noh! Salah satu anak didiknya yang doyan menyesat-nyesatkan umat Islam yang lain! Doyan fitnah lagi! Wah, parah dah pokoknya!

    • ini adalah cuuplikan perkataan Hb Munzir di situs http://www.majelisrasulullah.org

      Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

      Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

      Saudariku yg kumuliakan,
      demikian dalam undang undang, namun faktanya berbeda, justru sangat banyak wahabi yg masuk PKS, cabang MR terus berbenturan dengan wahabi, dan sebagian besar mereka anggota PKS,

      dan saya lihat Pak Tiff memang sedang bersungguh sungguh membenahi PKS dari wahabi, maka kita dukung semoga berhasil, maka saya lampirkan ucapan terimakasih pada pak Tiff di web ini, agar wahabi yg berada ditubuh PKS itu sadar bahwa presiden PKS mendukung ahlusunnah waljamaah dan MR, maka agar mereka surut dan merubah diri.

      Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

      Wallahu a’lam

  93. Astagfirullah……
    Ya Allah kenapa hamba-hambaMu ini senantiasa berselisih bukankah kita saudara semuslim????
    Apakah kita tak terpikirkan bagaimana saudara-saudara semusllim kita sekarang???
    Dimanakah kita saat saudara muslim palestina, dikerumuni desingan peluru zionis???
    Dimana kita saat saudara muslim di thailand selatan ditembaki dalam ke khusu’kan sujud subuh mereka???
    Dimana kita saat saudara-saudara muslim disekitar kita dirongrong kristenisasi???
    Dimana kita?????????????????????
    Jika kita adalah umat muslim yang merasa bersaudara satu sama lain, mari kita kirimkan al-fatekha untuk saudara muslim kita yang masih berjuang di jalan Allah.
    Al-Fatekha………….

    “Orang menerima pahala seperti apa yang ia niatkan, dan hanya ia dan Allah yang tahu apa yang diniatkan dalam hati”

  94. Assalamualakum warahmatullahi wabarakaatuh.

    Limpahan Anugerah dan Maghfiraoh Nya semoga tercurah pada hari-hari anda

    hehehe..seru juga nih akang jaisy main saut-sautan..hehehe…

    Saran dikit lebih baik komen2 nya ditutup aja akang jaisy. kami kira kalau ada pengikut MR yang menfitnah ulama2 seperti Syehk Hasan Al bana mungkin orang tersebut belum mengetahui siapa Hasan Al banna. Mungkin pengikut MR karena terlalu bersemangat dalam berdakwah hingga menuduh syesch Hasan Al bana sebagai salah satu faham wahabi (kalau benar penulis di blog jamaah MR). Kami lihat sdr Jaisy sudah meminta maaf kepada para jamaah MR lainnya dan menghappus artikel yang cukup heboh dikalangan para jamaah MR dan kami rasa sebelum sdr Jaisy meminta maaf kami yakin para jamaah MR memaafkan saudara Jaisy. Apalgi sdr Jaisy aktifis sebuah partai yang cukup dikenal dimata masyarakat santun dalam berpolitik, menjalankan shalat 5 waktu berjamaah dan awal waktu.. itu adalah salah satu partai yang sdr cintai sebagai partai politik yang cukup simpatik di kalangan masyarakat indonesia.

    Untuk para jamaah MR cukuplah dan maafkanlah saudara kita sesama muslim. Anggap ini sebagai kesalahfahaman antara penulis blog dengan sdr. jaisy. Tetaplah para jamaah MR untuk terus membela panji suci Nabi suci Muhammad Shallau alaihi wasallam.

    Akhir kata semoga sukses cita cita saudara jaisy

    Wallahu`alam
    Wassalam

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam Warrahmatullah Wabarrakatuh.

    Semoga Allah melimpahkan rahmat untuk semua umat Islam.
    :) tidak saut-sautan sih. Hanya ingin membuat proporsional saja. Karena saya tidak pernah menyatakan diri Majelis Rasulullah sesat, kok dituduh menyesatkan. Yang saya tuduh sesat adalah oknum penganut majelis Rasulullah yang sudah beberapa kali melakukan fitnahan kepada saya.

    Dengan meminta maaf itu sebenarnya sudah saya tutup. Untuk fitnahannya bukan hanya Syaikh Hasan Al Banna, tetapi saya juga difitnah dan beberapa orang yang berkomentar di blognya juga difitnah. Kalau bersemangat sih sah-sah saja, tetapi harus diatur semangatnya. Jangan sampai niatnya baik, tapi malah berdosa dan masuk neraka. Kan jangan sampai, makanya saya berusaha mengingatkannya. Eee… kok malah saya dicaci-maki sama oknum Majelis Rasulullah yang nggak jelas mereka benar ikut kajiannya apa bukan.

    Dan dengan meminta maaf postingan ini, merupakan kewajiban saya (walaupun saya merasa tidak bersalah) sebagai seorang muslim. Dan bertanggung-jawab atas apa yang saya postingkan. Ini tidak sesuai denga postingan yang ngaku-ngaku sebagai penganut Majelis Rasulullah, yang langsung hilang begitu saja. Tanpa meminta maaf kepada orang-orang PKS atas cacian-makian terhadap kader PKS dan para ulama-ulama umat Islam. Dan sebelum itupun saya sudah memaafkan dia, hanya saja saya juga tidak akan pernah lepas untuk mengingatkan siapa saja, termasuk diri saya atas perbuatan khilaf yang kita semua lakukan.

    Setiap kader PKS, tanpa dikomandoi insya Allah telah memaafkan oknum yang tidak jelas dan mengatasnamakan Majelis Rasulullah tersebut.
    Dan sekira ketika antum memberikan taujih ini kepada kami, antum pun agar lebih terarah taujihnya juga kepada blog artikelislami.wordpress.com yang selalu menghina umat Islam dengan mengatasnamakan Majelis Rasulullah.

    Amien.

    Barrakallah..

  95. Assalamu’alaikum.
    Akhi.. jumpa lagi kita.

    Kalau berkenan, ana ingin membaca artikel yang telah antum hapus. Bisa dikirim ke email ana.

    Syukron..

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam.
    Iya, jumpa lagi akh. Syukron telah silahturahim, afwan ana belum mampir di gublog mewah antum :)
    Afwan, tadi sudah dicari-cari file wordnya, kayaknya nggak ada di laptop saya. Kayaknya ketinggalan di komputer rumah orang tua saya. Sebelum pindah rumah lupa backup nya. Afwan akh.

    Tsumma afwan, belum bisa memberikan apa yang antum butuhkan.

  96. yang jelas faham MR sama pks fahamnya beda kok.hati hati aktivis PKS sering ngaku ngaku kalo ulama tertentu anggota pks juga ,padahal di belakang mereka membid:ahkan .banyak kok buktinya .sebenarnya pks masuk transnasional kerjaanya menyusup ke faham faham lain ntuk cari pengikut…hati hati .baca aja buku ILUSI NEGARA ISLAM

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, Islam kok pake “faham” segala. Emangnya kayak kristen gitu? Ada faham2nya! Kalau Islam yah Islam. Kitabnya yah Al Quran, pedoman lainnya Al Hadits. Masalah ijtihad ulama, itu biasa. Ingatloh, Imam Syafi’i saja tidak pernah mengklaim dirinya yang paling benar! Imam Maliki malah melarang orang menyebarkan madzhabnya keseluruh umat Islam. Sampeyan wes moco durung!? Sampeyan jangan kayak si Penfitnah oknum yang mencatut Majelis Rasulullah pemilik blog Artikelislami. Dia saya mintai pertanggungjawaban langsung Ngacir, kabur. Itu ciri-ciri penfitnah dan pendusta, akan lari jika dimintai pertanggungan-jawaban. Tapi ilingo (ingatlah) ada pertanggung-jawaban yang tidak akan bisa lari dari apa yang kalian fitnahkan nanti!

    Hehehe, di PKS itu emang banyak ulamanya. Tuh Kakaknya Habib Munzir jadi salah satu dewan syuro PKS. Habib Munzir sendiri sering ngisi kajian di DPP PKS. Anak adiknya Gusdur juga kader PKS. Di Jombang, di Pesantren Tebu Ireng (pusatnya NU) beberapa ustad dan kyainya juga kader PKS. Malah ada salah satu pengurus Pesantren Tebu Ireng yang jadi sekretaris DPD PKS Jombang.

    Mas, wes nggak jaman ngomong-ngomong bid’ah (Mas, Sudah nggak jaman ngomong tentang bid’ah). Itu isu Jadul (Jaman dulu, red). Dan saya sendiri mantan pengurus Cabang PMII Surabaya, serta sekretaris PMII Kom Ubhara juga masuk PKS.
    Malah ada seorang kyai di Tebu Ireng yang bangga disebut dirinya PKS, katanya “Kalau PKS mengikuti sunnah seperti yang saya lakukan ini. Berarti saya adalah PKS”. Mas… Mas, kalau ngomong NU, Insya Allah saya juga punya darah NU walaupun orang tua saya basicnya Muhammadiyah karena kakek saya salah satu pembesar NU di Madiun.

    Kalau ngomong transnasional, mending mas nggak perlu beragama Islam. Islam ini agama transnasional. Hindu, Budha, Kristen, Islam semua itu agama transnasional di Indonesia. Belajar sejarah kebudayaan dulu, jangan asal ngumbar omongan. NU itu juga “mursyid” tasawwufnya dari luar Indonesia, berarti juga transnasional. Hehehehe! Ngomong yoh dipikir toh mas… mas :D

    Hehehe, masih ada saja yah yang percaya dengan buku itu! Buku yang sampeyan banggakan itu sudah saya telanjangi di blog ini mas. Coba search diatas dengan kata “menelanjangi buku ilusi negara Islam”. Lucunya para penelitinya pada mundur semua, lalu yang paling lucu. Masa editor kok nggak bisa ngelihat? Hehehehe. Aneh, penumpang bus yang disupir sama orang buta :D

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: