KH Ma’ruf Amin: Salafi Harus Merobah Cara Dakwah


ma_thumb[1]
Buntut salah paham yang membuat warga Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung Lombok Barat menyerang jamaah Salafi membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berkomentar.

Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi. Menurut Ma’ruf, peristiwa terjadi akibat sifat egoisme beberapa kelompok yang suka menyalahkan golongan lainnya yang berbeda pandangan.

“Golongan ini tidak mau toleransi dengan pemahaman yang berbeda dengan mazhab mereka inilah yang menyulut kemarahan warga,” tutur Ma’ruf kepada hidayatullah Selasa siang.

Menurut Kiai Ma’ruf, pihak MUI sebelumnya sudah mengingatkan aktivis Salafi agar memperbaiki sifat ananiyah mazdhabiyah yang menganggap dirinya paling benar dan menyalahkan golongan yang lain yang menurutnya salah. Meski menurut Ma’ruf, hal tersebut masih dalam taraf ikhtilaf yang dibolehkan, namun hingga kini belum mau ada tanda-tanda perubahan.

Padahal kalau masih dalam skala majalul ihktilaf perbedaan yang masih dibolehkan maka tidak boleh asal menyalahkan.

“Berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas salah,” tuturnya. Agar hal itu tidak terjadi kembali, Ma’ruf menasehati agar para aktivis Salafi merubah cara dakwah agar lebih baik dan memikat golongan lain yang berbeda pandangan.

Selain itu, Ma’ruf juga menyayangkan anarkisme masyarakat atas peristiwa ini. Ma’ruf yang juga salah satu pengurus pusat PBNU meminta warga NU tidak boleh mengekpresikan kemarahannya dengan cara anarkisme karena hal itu berujung konflik. “Sebaiknya, perselisihan seperti itu diselesaikan secara kekeluargaan, “ujarnya.

Sebelum ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat mengatakan, kasus serangan warga ini sebenarnya tak ada masalah yang terlalu serius. Menurutnya antara kelompok Salafi dan warga sama-sama menganut ahlussunnah wal jamaah.

Sekretaris MUI, Tuan Guru Haji Mahaly Fikri, mengatakan, kelompok Salafi tak menyimpang dari ajaran Islam. Hanya saja, katanya, penyebaran ajaran itu tak dikemas sesuai dengan kultur agama yang dianut warga.

"Warga menjadi tersinggung dan terjadi tindak anarkis," katanya di Mataram kemarin.

Di Lombok Barat, sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik penganut Salafi. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk. [ans/hidayatullah]

About these ads

4 Tanggapan

  1. musuh yang nyata itu setan,,,

  2. setan musuh yg nyata, ana menginginkan salafi berahklak yng mulia , agar dakwa bisa diterima oleh masyarakat luas.

  3. yaAllah berilah kesabaran pada umat muslim serta lunakkanlah hati dan lisan orang2 yang ngaku salafy….amin

  4. Sebaiknya bapa MUI yang terhormatlah yang harus jadi penengah, di mana letak kesalah pahamanya, kemudian yang salah berilah pencerahan berdasarkan ilmu yang bisa di pertanggung jawabkan,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: