Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir


Beberapa saat yang lalu, saya pernah membuat beberapa postingan dengan berjudul "Apakah benar kader HTI munafiq?" dan "Hizbut Tahrir Menyesatkan Hamas" Karena sudah kebiasaan Hizbut Tahrir menjadi organisasi yang selalu "mempertanyakan" kredibilitas keislaman organisasi Islam. Tetapi sayang, beberapa pertanyaan saya tidak pernah dijawab. Baik, inilah daftar pertanyaan saya yang tidak pernah dijawab oleh Hizbut Tahrir:
1. Hizbut Tahrir Menyatakan kufurnya Demokrasi, tetapi apakah benar Hizbut Tahrir menyatakan totalitas untuk menolak demokrasi?
2. Jika Hizbut Tahrir menolak demokrasi, dan menyatakan bahwa aturan manusia tidak boleh ditaati karena setiap muslim harus menaati aturan Allah. Sedangkan dalam demokrasi itu ada beberapa aturan, seperti aturan hukum berlalu lintas, membuat KTP, dll. Apakah semua ini tidak akan diikuti oleh kader Hizbut Tahrir?
3. Ketika Hizbut Tahrir membolehkan demonstrasi setelah mengharamkannya dulu, padahal dalam setiap demonstrasi ada aturan hukum yang dibuat oleh demokrasi untuk mengatur massa para pendemo. Dan tentu surat ijin dalam demonstrasi, jelas ini harus dilakukan oleh Hizbut Tahrir. Lalu apakah selama ini Hizbut Tahrir tidak melakukan hal tersebut?
4. Hizbut Tahrir menyatakan bahwa tidak ada penegakan syari’ah selama khilafah belum terbentuk. Lalu apakah selama ini kader Hizbut Tahrir tidak menjalankan syari’at selama khilafah belum terbentuk?
5. Hizbut Tahrir dulu ketika diajak berdemonstrasi untuk menurunkan sembako, menurunkan BBM menolak dengan alasan "Jika khilafah sudah terbentuk, semua itu akan terwujud dengan baik secara sendirinya" tetapi kenapa beberapa waktu lalu Hizbut Tahrir melakukan demo untuk menuntut pemerintahan menurunkan sembako dan BBM?
6. Ketika Hizbut Tahrir menyuarakan khilafah, lalu apakah untuk membuat khilafah setiap orang harus bergabung dalam jamaah ini?
7. Pada saat Khilafah sudah terbentuk lalu khilafah itu didapatkan dari jamaah Islam yang lain dan tidak sesuai dengan prinsip Hizbut Tahrir, apakah Hizbut Tahrir menerima atau tidak khilafah tersebut?
8. Dalam Hizbut Tahrir, apakah tidak pernah diajarkan masalah khilafiyah tentang fiqh maupun ijtihad seorang ulama kah? Karena dari banyak kasus, kader Hizbut Tahrir tidak memahami beberapa kaidah fiqh dan masalah khilafiyah.
9. Apakah setiap kader Hizbut Tahrir dibolehkan mencari-cari kesalahan orang lain? Karena dibanyak kasus, media Hizbut Tahrir selalu mudah mencari kesalahan-kesalahan gerakan Islam yang lain.
10. Apakah dalam Hizbut Tahrir dihalalkan untuk menyesat-nyesatkan gerakan dakwah yang lain, yang tidak sesuai dengan konsep Hizbut Tahrir?
11. Dibeberapa Kasus, kader Hizbut Tahrir menggunakan jasa layanan pengacara untuk mengikuti persidangan. Padahal konsep Hizbut Tahrir jelas mengharamkan demokrasi, tetapi kader Hizbut Tahrir kok terbawa arus mengikuti hukum demokrasi. Apakah hal ini tidak menjadi sebuah kemunafiqan bagi kader Hizbut Tahrir?

Sebenarnya daftarnya pertanyaannya banyak sekali. Tetapi saya menunggu kader Hizbut Tahrir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil yang belum terjawab ini.
Dibeberapa forum, kader Hizbut Tahrir tidak pernah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi mereka yang bertanya terus-terusan. Jadi mungkin mereka lupa dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah dijawab ini.

Bagi Kader Hizbut Tahrir, tafadhol menjawab pertanyaan ini, setelah banyak bertanya.

About these ads

61 Tanggapan

  1. Seandainya saya kader HT :

    males ah..
    comment tp dibalez banned !
    capeek dech..
    :)

    Jawab Abu Jaisy:
    Mas Aden yang baik. Silahkan berkomentar, tetapi yang fokus.
    Tetapi jika komentarnya tidak fokus ngalor-ngidul nggak karuan. Maka saya akan banned

  2. 1. Hizbut Tahrir Menyatakan kufurnya Demokrasi, tetapi apakah benar Hizbut Tahrir menyatakan totalitas untuk menolak demokrasi?
    jawabannya : Insyaallah, selalu dalam fikroh (pemikiran) dan thariqoh (metode) Rasullullah. Tidak ada jalan melalui demokrasi.

    Jawab Abu Jaisy:
    Jika totalitas, maka sudah seharusnya kader Hizbut Tahrir tidak mengikuti aturan demokrasi tanpa alasan apapun. Bisa?

    2. Jika Hizbut Tahrir menolak demokrasi, dan menyatakan bahwa aturan manusia tidak boleh ditaati karena setiap muslim harus menaati aturan Allah. Sedangkan dalam demokrasi itu ada beberapa aturan, seperti aturan hukum berlalu lintas, membuat KTP, dll. Apakah semua ini tidak akan diikuti oleh kader Hizbut Tahrir?
    Jawabannya : Bila sosialis menggunakan KTP dan peraturan lalulintas apakah ini juga produk sosialis? Koq sama ya produk sosialis. he4x…becanda. KTP adalah bebas nilai. tidak ada kaitannya dengan Demokrasi

    Jawab Abu Jaisy:
    Kita disini tidak membicarakan sosialis, karena jelas berbeda dengan Islam, dan tentu berbeda dengan Hizbut Tahrir. Kayaknya antum harus banyak membaca lagi deh, KTP itu produk dari Demokrasi untuk mengetahui sistem kependudukan. Dan itu sebuah aturan bukan yang antum katakan “bebas nilai”. JIka tidak ada kaitannya dengan demokrasi, maka KTP bukan barang yang dikeluarkan saat kepemimpinan feodal diawal-awal. Diawal-awal kartu identitas seperti KTP itu hanya untuk orang-orang Asing, setelah itu dipertengahan Belanda membuat aturan lagi setiap penduduk harus mempunyai identitas/KTP (kalau diceritakan bisa jadi buku sejarah nih). Maka dari itu KTP itu bentuk hukum dari Demokrasi untuk mengatur setiap masyarakat didalamnya.

    3. Ketika Hizbut Tahrir membolehkan demonstrasi setelah mengharamkannya dulu, padahal dalam setiap demonstrasi ada aturan hukum yang dibuat oleh demokrasi untuk mengatur massa para pendemo. Dan tentu surat ijin dalam demonstrasi, jelas ini harus dilakukan oleh Hizbut Tahrir. Lalu apakah selama ini Hizbut Tahrir tidak melakukan hal tersebut?
    Jawabannya : itu hanya perkara administratif. Lagi-lagi tidak ada kaitannya dengan Demokrasi.

    Jawab Abu Jaisy:
    Dalam setiap hukum, termasuk hukum administrasi (ini juga dalam ilmu hukum dibentuk oleh pemerintahan Demokrasi). Ada yang dinamakan tertib administrasi, nah kalau nggak tertib yah salah. Sedangkan kalau antum hanya mengatakan “hanya perkara administratif” berarti antum tidak tahu sama sekali bahwa setiap demonstrasi itu wajib untuk melaporkan kepada kepolisian. Jika tidak maka akan ada tindakan hukum yang diberikan. Nah ini jelas sudah tertera di Undang-Undang hal tersebut. Undang-Undang yang mengatur masalah demonstrasi itu juga produk Demokrasi. Jadi secara otomatis Hizbut Tahrir memasuki sistem Demokrasi, karena jika tidak melapor akan ada sanksi Hukum yang akan dikeluarkan oleh Undang-Undang Demokrasi.

    4. Hizbut Tahrir menyatakan bahwa tidak ada penegakan syari’ah selama khilafah belum terbentuk. Lalu apakah selama ini kader Hizbut Tahrir tidak menjalankan syari’at selama khilafah belum terbentuk?
    Jawabannya : Jelas melakukan syariat. Karena Khilafah dan memperjuangkan tegaknya Khilafah (juka belum tegak) juga salah satu kewajiban kaum muslimin Selain kita melakukan shalat, puasa, zakat, haji.

    Jawab Abu Jaisy:
    Lalu apakah ketika KH Muhammad al-Khaththath mengatakan bahwa “sebelum tegaknya Daulah di Madinah menurut al-Khaththath, tidak ada aktivitas fisik (militer) yang dilakukan Rasulullah, walaupun pengikut Rasul menginginkannya” Sebuah kesalahan yang besar? Sedangkan kita semua tahu, di periode Makkah itu aktivitas Syari’ah seperti Shalat, puasa, zakat dan haji. dll. Belum diterapkan. Jangan sampai tebang pilih syari’at loh!

    5. Hizbut Tahrir dulu ketika diajak berdemonstrasi untuk menurunkan sembako, menurunkan BBM menolak dengan alasan “Jika khilafah sudah terbentuk, semua itu akan terwujud dengan baik secara sendirinya” tetapi kenapa beberapa waktu lalu Hizbut Tahrir melakukan demo untuk menuntut pemerintahan menurunkan sembako dan BBM?
    Jawabannya : itu perkara uslub (cara) untuk memperkenalkan Khilafah dalam mengatasi kenaikan BBM.

    Jawab Abu Jaisy:
    Wah yang benar saja, ketika demonstrasi Hizbut Tahrir dalam menuntut kenaikan bahan pokok dan BBM, tidak ada aplikasi destruktif kecuali hanya “jika khilafah berdiri maka semua ini teratasi” setelah itu orator mengatakan “Sebaiknya pemerintah harus segera menurunkan harga-harga yang melambung tinggi” kurang lebih seperti itulah. Nah ini kan lucu, logikanya bahwa ketika meskipun khilafah tidak berdirii kalau pemerintahan menurunkan harga-harga yang melambung tinggi tersebut berarti tidak diperlukan khilafah dong!? Dan dalam sirrah-kan juga diberitakan bahwa hal-hal negatif seperti kenaikan BBM, bahan-bahan pokok, KKN saat khilafah Islam juga pernah terjadi.

    6. Ketika Hizbut Tahrir menyuarakan khilafah, lalu apakah untuk membuat khilafah setiap orang harus bergabung dalam jamaah ini?
    Jawabannya: Jelas tidak harus. Namun ketika seide (syariat dan Khilafah) akan terlihat seakan-akan bergabung.

    Jawab Abu Jaisy:
    Nah, berarti tidak ada yang salah dengan jamaah dakwah yang lain yang juga memperjuangkan khilafah walaupun tidak dengan cara Hizbut Tahrir! Dengan begitu sudah seharusnya Hizbut Tahrir tidak mencampuri urusan ijtihad gerakan dakwah lain. Benar begitu kan!

    7. Pada saat Khilafah sudah terbentuk lalu khilafah itu didapatkan dari jamaah Islam yang lain dan tidak sesuai dengan prinsip Hizbut Tahrir, apakah Hizbut Tahrir menerima atau tidak khilafah tersebut?
    Jawaban: Bila memenuhi rukun-rukun negara Islam sesuai dari pemikiran dan thariqoh rasulullah kenapa tidak.

    Jawab Abu Jaisy:
    Dalam artian, bahwa jika hal tersebut sesai dengan landasan syar’i dengan dalil yang sesuai. Bukan berarti dari ijtihad Hizbut Tahrir semata kan?

    8. Dalam Hizbut Tahrir, apakah tidak pernah diajarkan masalah khilafiyah tentang fiqh maupun ijtihad seorang ulama kah? Karena dari banyak kasus, kader Hizbut Tahrir tidak memahami beberapa kaidah fiqh dan masalah khilafiyah.
    Jawabannya: jelas dipelajari. Namun yang diambil adalah hujah terkuat. Mujtahid saja harus berubah koq ketika salah, masa yang muqolid tidak.

    Jawab Abu Jaisy:
    Hujjah yang terkuat itu ditemukan manakalah satu sama lainnya mampu memberikan dalil yang sesuai. Jadi pada dasarnya dalam fiqh itu tidak ada hujjah yang terkuat, tetapi yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ketika berbeda pandangan, hujjah mereka sama kuatnya, dan dalil mereka sama sesuainya. Tetapi bukan berarti harus menafikkan ulama yang satu. “Jangan kalian mempersatukan dunia ini dengan madzhabku, karena jika itu yang terjadi maka akan timbul fitnah. Karena setiap sahabat itu diturunkan oleh Allah dibeberapa wilayah. Satu sama lainnya berbeda isi dikepalanya. Dan satu sama lainnya mempunyai kekuatan dalil sesuai dengan hukum syara'” (ucapan seorang ulama salaf).
    Nah berarti sangat jelas sekali, didunia ini banyak sekali mujtahid. Seperti di Hizbut Tahrir mempunyai Mujtahid sendiri, dan di gerakan dakwah yang lainnya mempunyai mujtahid sendiri. Maka kedua-duanya mempunyai dalil yang dipegang teguh satu sama lainnya. Maka tidak boleh satu sama lainnya merasa paling benar dan unggul dari apa yang diputuskannya. “Bisa jadi anda yang benar dan saya yang salah, bisa jadi saya yang benar dan anda yang salah” (Ucapan sorang ulama salaf). Inilah kaidah fiqh yang banyak sekali tidak diketahui oleh kader Hizbut Tahrir.

    9. Apakah setiap kader Hizbut Tahrir dibolehkan mencari-cari kesalahan orang lain? Karena dibanyak kasus, media Hizbut Tahrir selalu mudah mencari kesalahan-kesalahan gerakan Islam yang lain.
    Jawabannya: hanya diperbolehkan mengungkap fakta bukan opini. Bila faktanya harus mengungkap kesalahan, walau berat. Insyaallah berguna.

    Jawab Abu Jaisy:
    Namun seringnya yang terjadi adalah opini itu yang dijadikan fakta. Karena belum tentu fakta yang disebutkan Hizbut Tahrir adalah realitas fakta dari gerakan dakwah yang lain. Jika seperti itu, berarti Hizbut Tahrir tidak mengerti kaidah syara’ dalam menasehati seseorang. Dan bisa jadi menyebar aib bahkan fitnah kepada seseorang. Dan Rasulullah paling membenci orang-orang yang melakukan hal tersebut. Dan perlu diperhatikan, bahwa mencari-cari kesalahan itu sangat dibenci oleh Rasulullah dengan alasan apapun! Jika Hizbut Tahrir melakukan itu, berarti Hizbut Tahrir telah mengikhlaskan diri untuk dibenci Rasulullah dan Allah.

    10. Apakah dalam Hizbut Tahrir dihalalkan untuk menyesat-nyesatkan gerakan dakwah yang lain, yang tidak sesuai dengan konsep Hizbut Tahrir?
    Jawabannya: Hanya diperbolehkan menyesatkan yang tidak sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah.

    Jawab Abu Jaisy:
    Al Quran dan As Sunnah versi siapa? Tentu bukan versi Hizbut Tahrir kan? Seperti halnya mengikuti demokrasi itu dalam pandangan Hizbut Tahrir adalah kufur maka hal itu sesat. Lalu bukan berarti Hizbut Tahrir dapat menyesatkan gerakan dakwah yang lain ketika mengikuti demokrasi bukan? Jika seperti itu maka kontras sekali!

    11. Dibeberapa Kasus, kader Hizbut Tahrir menggunakan jasa layanan pengacara untuk mengikuti persidangan. Padahal konsep Hizbut Tahrir jelas mengharamkan demokrasi, tetapi kader Hizbut Tahrir kok terbawa arus mengikuti hukum demokrasi. Apakah hal ini tidak menjadi sebuah kemunafiqan bagi kader Hizbut Tahrir?
    Jawabannya: Begitulah kekuatan sistem yang diemban penguasa. walaupun tidak sepakat tetap dipaksa untuk digunakan. walaupun tidak sepakat tetap dipaksa untuk digunakan. walaupun tidak sepakat tetap dipaksa untuk digunakan. Oleh karenanya diperlukan dakwah ke penguasa untuk menerapkan Syariah lewat Khilafah.

    Jawab Abu Jaisy:
    Dengan begitu, Kader Hizbut Tahrir telah mengikuti demokrasi itu sendiri. Padahalkan sudah jelas, ada pilihan disitu. Kalau nggak ingin mengikuti Demokrasi, kader Hizbut Tahrir tinggal pasrah dengan keputusan yang dijatuhkan hakim. Tidak perlu memakai pengacara. Nah kalau memakai pengacara berarti sudah terjerumus kedalam demokrasi itu sendiri. Kenapa harus merasa dipaksa oleh penguasa? Toh jika memang menjadi mujahid hidup itu tidak dengan keterpaksaan! Jika merasa terpaksa, berarti jelas tidak totalitas dalam mengharamkan demokrasi. Dan kita tidak menafikkan bahwa di Timur Tengah Hizbut Tahrir tidak mampu eksis dan berkembang, karena di Timur Tengah terdapat ahlul ilm yang sangat banyak. Kecuali di Eropa, dikebanyakan negara demokrasi itulah Hizbut Tahrir lebih mudah eksis dalam pergerakannya. Yang tentu tidak banyak ahlul ilm syara’ di negara demokrasi tersebut. Nah kenapa bisa terjadi hal seperti itu?

    Masih ada pertanyaan lagi?

    Jawab Abu Jaisy:
    Sebelum menanyakan hal yang lain, mari kita bicarakan dulu 11 point tersebut

    • Wah, jelas koment anda bertolak belakang dengan HT. Intinya anda tidak sepakat dengan HT, it ok. Hanya anehnya mengapa yang dicari-cari HT menceburkan diri dalam Demokrasi. Padahal fakta yang anda lihat tidak ada kaitannya sama sekali dengan demokrasi. Kecuali anda tidak mengerti Demokrasi itu seperti apa. Saya bukan murobi anda jadi saya tidak punya argumentasi untuk menjelaskan kepada anda. Bukan begitu? Semoga tidak.

      Jawab Abu Jaisy:
      Tidak sepakat dengan Hizbut Tahrir? Mungkin bisa dibalik, kader Hizbut Tahrir yang tidak sepakat dengan saya! Loh, realitasnya memang kita semua tidak terlepas dari Demokrasi kok! Lah apa anehnya orang bertanya begitu kepada Hizbut Tahrir? Yang anehkan orang ditanya nggak bisa jawab tapi ngamuk-ngamuk. Loh, malah saya melihat fakta bahwa Hizbut Tahrir masuk kedalam arena Demokrasi itu sendiri. Saya pernah berdialog dengan salah satu ketua dan pengurus DPD HTI, mereka menyatakan bahwa mereka akan mengikuti pemilu juga “Tetapi untuk tahun 2009 ini kami sepertinya belum siap”. Nah itu jawabannya, jelas realitasnya Hizbut Tahrir lambat laun akan ikut pemilu juga. Dan sistem-sistem yang kita pakai ini produk dari demokrasi. Apakah ada sistem KTP dalam jaman Rasulullah? Lalu apakah ada hukum lalu lintas di jaman Rasulullah? Apakah ada Hukum Penerbangan dijaman Rasulullah? Itu semua terjadi ketika Demokrasi monarki itu terbentuk. Jadi secara gitu loh, bahwa kita semua mengikuti demokrasi itu sendiri sadar dan tidak sadar!
      Loh, apa urusannya dengan Murabbi saya? Setiap orang mempunyai isi kepala masing-masing. Setiap orang mempunyai dalil masing-masing. Di PKS, meskipun Murabbi, tidak bisa mendoktrin untuk mengikuti pikiran beliau. Kecuali hanya mengarahkan saja. Jadi kami mempunyai dalil sendiri-sendiri tentang masalah apapun. Nah itulah kemajemukan madzhab kami. Jika antum bertanya kepada 1000 orang Murabbi, maka akan ada 1000 juga jawaban yang berbeda. Jelas sekali hal ini menambah kredibt point bahwa kami bukan hasil doktrinan apalagi para pentaklid buta. Bukan begitu? Semoga Iya.

      NB: Jika sikap antum seperti ini, berarti antum menafikkan prinsip antum “Namun yang diambil adalah hujah terkuat. Mujtahid saja harus berubah koq ketika salah, masa yang muqolid tidak.” Sangat jelas sekali, antum tidak mengedepankan hujjah yang terkuat, tetapi mengedepankan emosi dan ego yang terkuat.

      • ooo.. begitu. Ini perkara pendapat antum ya. get out from your desk. life your live aja. mungkin akan menambah cakrawala.

        Jawab Abu Jaisy:
        Dalam Islam orang berpendapat itu sah-sah saja. Karena jelas itu sunnatullah! Makanya dunia ini penuh dengan keindahan dari setiap argumentasi seseorang. Kita berpendapat, tetapi harus bertanggung-jawab. Bukan berpendapat tetapi berlepas tangan ketika dimintai pertanggung-jawabannya.

        Mujtahid saja bisa salah, apalagi yang muqolid. Bagaimana mungkin seseorang yang mengerti tidak melihat kesalahan yang ada pada dirinya.

        Jawab Abu Jaisy:
        Mujtahid ketika salah berijtihad itu akan mendapatkan 1 pahala, maka dari itu para mujtahid Salaf tidak pernah mengklaim pendapatnya lebih benar dari pendapat para ulama yang lain. Ini intinya! Kesalahan terbesar seseorang itu menganggap dirinya lebih benar daripada orang lain. Maka dari itu Rasulullah melarang kita mencampuri urusan orang lain, dan kita lebih dikhususkan untuk selalu memperbaiki diri. Istilahnya “Bagaimana kita melihat orang lain lebih salah daripada kita, sedangkan kita tidak tahu kebenaran dari kesalahan kita”. Maka dari itu, Syari’at Islam melarang kita melecehkan, mencela apalagi menfitnah orang lain atas persepsi diri kita sendiri.

  3. sebenarnya saya bukan kader HT, saya dari Persis, tapi saya orang yg tertarik mempelajari harokah HT ini, akan mnjawab sepengetahuan saya
    1. hizbut tahrir memandang masalah demokrasi ini sebagai hal yg mendasar (usul) dari agama. HT mengasumsikan demokrasi itu sistem musyrik/kufur krna kedaulatan utk membuat aturan bukan di tangan Tuhan tpi di manusia. Ga ada cerita Islam bisa diterapkan scra kaffah di negara dmokrasi, dari dlu smpe skarang.
    2. bkankah rosul juga sbelum jadi pemimpin negara Islam, ikut dlam keanggotaan negara Mekkah wlaupun beliau tidak suka sistemnya yg jahiliyyah?
    3. Bukankah rosul juga sbelum jadi pemimpin pemerintahan dg sistem ala bliau, ikut dalam tata aturan Mekkah yg tidak menyimpang?
    4.di sini tidak boleh ada penyamaan antara “menegakkan” & “menjalankan”. menegakkan artinya “menjaga” ke-kaffah-an dari Syariah itu & cuma dengan khilafah syari’ah itu bisa “terjaga”. HT selama ini menjalankan syariah. mreka sholat, shaum, zakat. lalu, bukankah mendakwahkan “penjaga” khilafah itu juga berarti “nyar’i”?
    5.sperti kata Muhamad Rahmat Kurnia, dari DPP HTI, pndekatan mreka trhadap realitas itu ada 2: 1) pndekatan jngka pendek, (menambal skuat tenaga kebocoran2 di “sarung jelek&rusak” (demokrasi) ini. 2) pndekatan jngka panjang mendakwahkan Khilafah sbgai penjaga syari’ah tegak (mengganti dengan sarung baru).
    6.HT mnurut saya cuma “mendakwahkan”/mempromosikan. Untuk kekuasaan penyelenggara khilafahnya, itu perlu dikonfirmasi ke pengurus HT stempat.
    7.tentu saja!! bila tidak, mreka mnelan ludah sendiri. tidak boleh juga dipersepsikan mreka ingin kekuasaan. Husnudzonnya mreka cuma “berdakwah” blum tntu “ingin jadi penyelenggara”.. dan 1 hal yg harus dipahami, khilafah itu bukan negara 1 madzhab. di dlm nya bisa terjadi banyak madzhab (ini juga terjadi di zman Khulafaur Rosyidin) & khilafah berhak mengadopsi 1 ajaran dari madzhab trtentu. Tapi, untuk masalah pemahaman, ini BUKAN dengan cara Pidana (yg beda madzhab dg khalifah hrus dihukum), tapi persuatif edukatif, misal dg diskusi, pndidikan, dll.
    8. itu bisa dikonfirmasikan ke ke HT. tapi mnurut saya itu hanya masalah pengkaderan saja, karna ga smua kader HT dari institusi pndidikan Islam.
    9. yg ini saya ga tau. tanya ke pengurus HT.
    10. saya blum tabayyun (klarifikasi) kalo HT suka mnyesatkan gerakan lain.
    11. u rosul juga yg menginginkan sistem Islam munafik gara-gara wktu periode Mekkah beliau ikut tata aturan orang2 jahiliyyah?

    mungkin itu jawaban-jawabannya…semoga mencerahkan…

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan akhi, untuk jawaban antum. Ana kira bisa mewakili jawaban ana untuk @ agung
    Tanpa mengurangi rasa hormat ana kepada antum. Dari beberapa jawaban antum ini malah bertolak belakang dengan Ushul (prinsip) Hizbut Tahrir. Walaupun ada yang hampir sama. Hal yang perlu ditekankan adalah, bagaimana kita selalu menjaga ukhuwah dengan gerakan Islam yang lain, tanpa harus mencari-cari kesalahan gerakan Islam yang lain. Berbeda ijtihad its, ok. Khilafiyah adalah sebuah hal yang tidak terbantahkan, tetapi menjadi yang paling benar adalah sebuah kesalahan yang besar. Dan hal inilah yang sering terjadi di pemahaman kader Hizbut Tahrir dengan menganggap konsep mereka yang paling lebih benar dari konsep gerakan dakwah yang lain. Ana pernah masuk kedalam Hizbut Tahrir, insya Allah sedikit banyak mengetahui hal ini.

    • Tanpa mengurangi rasa hormat ana kepada antum. Dari beberapa jawaban antum ini malah bertolak belakang dengan Ushul (prinsip) Hizbut Tahrir. Walaupun ada yang hampir sama. Hal yang perlu ditekankan adalah, bagaimana kita selalu menjaga ukhuwah dengan gerakan Islam yang lain, tanpa harus mencari-cari kesalahan gerakan Islam yang lain. Berbeda ijtihad its, ok. Khilafiyah adalah sebuah hal yang tidak terbantahkan, tetapi menjadi yang paling benar adalah sebuah kesalahan yang besar.
      Dan hal inilah yang sering terjadi di pemahaman kader Hizbut Tahrir dengan menganggap konsep mereka yang paling lebih benar dari konsep gerakan dakwah yang lain. Ana pernah masuk kedalam Hizbut Tahrir, insya Allah sedikit banyak mengetahui hal ini.(

      (masuk jadi apa mas? Jadi daris ya….)
      HT tidak pernah menyesatkan harokah lain, kecuali jika benar-benar terbukti secara nyata melakukan penyesatan terorganisasi, seperti Ahmadiyah.

      Jawab Abu Jaisy: :)
      untuk saksi dari kader HT sendiri bahwa saya pernah ikut HT masih ada loh. Walaupun beliau sekarang berada diluar negeri, tetapi postingan-postingan penyudutannya terhadap umat Islam (khususnya) PKS masih terus dilanjutkan. Dan saya teringat kata-kata pedas beliau ketika saya bergabung dengan Tarbiyah (PKS). Dua hal tersebut membuat saya lebih bersyukur karena keluar dari HT. Silahkan bertanya di corpeseilum.multiply.com. Beliau kakak yang sampai saat ini saya hormati, walaupun kami berbeda “jalan”.

      Coba silahkan mengomentari postingan ini juga:
      Hizbut Tahrir Menyesatkan Hamas
      Apakah pantas Hizbut Tahrir menfitnah Hamas dengan mengatakan “Hamas justru membalasnya dengan melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai menimpa para orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji.”

      atau mengatakan seperti ini “Pemerintah (Hamas) yang berada di bawah pendudukan yang didirikan di atas tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, nyawa kaum Muslim yang dihilangkan, dan darah-darah mereka yang ditumpahkan, terus-menerus berada dalam kondisi seperti ini, sungguh merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin” Sedangkan Hizbut Tahrir sendiri tidak ikut berperang melawan Israel. Karena jelas Hizbut Tahrir tidak mempunyai tentara seperti Hamas. Itu juga atas statement pembesar Hizbut Tahrir!
      Termasuk menfitnah PM Turki Recep Tayyip Erdogan difitnah sebagai Agen Intelegentnya Amerika.

      Maaf-maaf saja, bukan bermaksud apa-apa juga hanya memberitahu. Bahwa Hizbut Tahrir di Timur Tengah tidak begitu diminati oleh umat Islam, kecuali di Eropa. Hizbut Tahrir lebih banyak berkembang di negara demokrasi. Jika antum tanya Ikhwanul Muslimin, mereka tidak hanya berada di 40 negara. Tetapi mereka berada disetiap negara manapun. Maka dari itu majalah Times menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai ancaman besar atas kekuatan kadernya yang lebih banyak dari gerakan Islam yang lainnya diseluruh dunia. Tetapi mereka (IM) tidak pernah mengklaim jumlah kadernya. Karena jelas perjuangan Ikhwanul Muslimin itu bukan perjuangan “klaim” tetapi amal nyata kepada umat daripada hanya omong doang.

      Pantaskan Hizbut Tahrir menfitnah gerakan dakwah yang lain? Yang hanya berlandaskan su’udzhan saat pemberitaannya di buletin Al Islam! Kalau di “list” daftar ke su’udzhonan Hizbut Tahrir, wah bisa menjadi buku tebal mas!

      Yang jelas bagi kami, tidak perlulah Hizbut Tahrir mencampuri ijtihad gerakan lainnya, apalagi bersifat su’udzhan terhadap ijtihad yang dilakukan oleh gerakan dakwah yang lainnya. Toh, selama ini Hizbut Tahrir juga tidak pernah dicampuri urusan mereka. Karena mencampuri urusan orang lain merupakan kesalahan yang dibenci oleh Rasulullah.

  4. assalamu’alaykum…

    mas fajar…bisa request sesuatu gak? kode banner untuk link suaranews.com dan suara01 ini yg bisa di-attach di multiply. syukron sebelumnya.

    oya, oot. tapi, ana yakin u don’t mind it.

    mmm, my comment: cuekin aja. capek. nguras energi. masih banyak yg harus dilakukan. apalagi bentar lagi insya Alloh ramadhan. i miss it so much. mudah2an Alloh kasi kita kesempatan untuk kembali menikmati beribadah di bulan yang berkah itu.

    oot lagi. tepatnya promo. : )
    tp, krn ana yakin (entah napa padahal gak tau orangnya siapa-sok kenal sok dekat yak?-tapi itulah ajaibnya ukhuwwah islamiyah mas fajar gak keberatan.

    numpang: http://fsiekonomi.multiply.com/journal/item/217/muslim_world_islam_is_global_peace_and_love

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan akhi, belum buat kode untuk multply. Insya Allah secepatnya ana buat kode tersebut.
    Hehehe, tetapi kalau dicuekin semakin ngelunjak! :D
    Yups, ukhuwah Islamiyah adalah semangat kebersamaan yang tak akan pernah luntur akan jarak dan warna kulit.

  5. Maaf, sebelumnya anda tau Demokrasi itu seperti apa? Coba jelaskan biar saya bisa mengerti pengetahuan anda tentang demokrasi seperti apa. Setelah itu tolong jelaskan juga Khilafah itu seperti apa. Sekalian biar saya tahu seberapa mengetikah anda tentang khilafah. Terserah mau pakai rujukan siapa, asal semua info yang dapat dipercayai kredibilitasnya.

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan akhi. Sebelumnya sudah ana jelaskan bahwa tidak ada pertanyaan lagi untuk kader Hizbut Tahrir di postingan ini, jadi kewajiban kader Hizbut Tahrir menjawab pertanyaan dan bukan bertanya. Disini kita tidak membahas makna demokrasi, karena nanti akan semakin melebar dan tidak fokus. Jangan menjadi hakim yang merasa paling tahu dari lawan bicara antum, sehingga antum meragukan kredibilitas lawan bicara antum. Hal itu sama dengan tidak sesuai dengan akhlaq seorang muslim.
    Jawab saja pertanyaan, jika tidak bisa tidak perlu dijawab. Dan kewajiban saya setelah banyaknya pertanyaan yang sering saya jawab oleh kader Hizbut Tahrir, maka saatnya saya yang bertanya.

    • bukan untuk me memperlebar. Sebab anda sendiri sedang mngkaitkan aktivitas HT dengan aktivitas menjalankan Demokrasi. Anda tidak sadar?

      Jawab Abu Jaisy:
      Bukannya mengkaitkan, tetapi memang kita tidak bisa terlepas dari Demokrasi itu sendiri. Malah seharusnya antum harus bangga ada orang yang mengingatkan hal seperti ini. Kan sudah jelas, di point terakhir itu kita mempunyai pilihan. Melepaskan semua produk demokrasi atau mengikutinya.

      Begini, Demokrasi adalah sebuah paham dasar dalam menjalankan ketata negaraan. Sedangkan perkara administratif negara tidak lantas bisa dikaitkan dengan urusan ketata negaraan. Sampai disini ada yang tidak jelas?

      Jawab Abu Jaisy:
      Maaf, anda orang hukum? Jika anda orang hukum dan mengatakan itu, anda sangat perlu kembali kebangku kuliah kembali. Sistem hukum ketatanegaraan dan Hukum Administrasi negara itu saling keterkaitan. Karena Sudah sangat jelas sekali hukum ketatanegaraan itu mengatur segala aspek negara itu sendiri termasuk menjadi rujukan Hukum administrasi negara. Jika dijabarkan disini sangat panjang dan akan keluar dari tema postingan. Dan perlu di ingat, hal yang mendasar tentang pengharaman Demokrasi atas kaedah Hizbut Tahrir adalah Idealisme Demokrasi itu sendiri yang akhirnya menjadikan manusia membuat produk hukum itu sendiri, bukan dari hukum Allah. Jadi sangat bertentangan sekali ketika antum mengurus KTP, mematuhi Lalulintas, dll. Karena itu merupakan produk hukum dari tangan manusia bukan hukum dari Allah! Ingat, prinsip hukum dari setiap Demokrasi itu adalah “ketika terjadi peristiwa, maka hukum itu baru tercipta” konsep ini lain dari konsep Hizbut Tahrir yang sudah sangat jelas menyatakan segala periintah Hukum itu dari Allah bukan dari manusia. Apakah anda paham tentang hal ini?

      Administrasi seperti birokrasi pemerintahan itu bisa saja dilakukan oleh semua paham baik itu Demokrasi, Sosialis maupun Islam.

      Jawab Abu Jaisy:
      Jadi dengan ini sudah jelas antum tidak menafikkan bahwa produk hukum administrasi itu buatan dari Demokrasi itu sendiri yang dibuat oleh Manusia untuk mengatur manusia. sedangkan konsep Hizbut Tahrir adalah Dari Allah untuk mengatur manusia. Sangat jelas sekali tulisan anda bertentangan sendiri dengan Hizbut Tahrir!

      Itulah mengapa saya membahas Sosialis dalam menjalankan peraturan lalulintas dan KTP. Ternyata antum belum paham jadi maaf kalu meloncat.

      Jawab Abu Jaisy:
      Antum jika menulis ini harus paham tentang sejarahnya dulu. Dalam sejarah demokrasi, sistem hukum administrasi itu baru tercipta di Barat. Nah para sosialis yang lahir setelah demokrasi juga mengadopsi hal itu. Karena apa? karena para Sosialis itu tidak ingin membuang mentah-mentah produk hukum dari Demokrasi yang memang bisa bermanfaat untuk mereka. Dalam konsep Hizbut Tahrir adalah segala konsep Undang-Undang itu tidak boleh dipatuhi selama bukan Undang-Undang dari Allah. Jadi Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Administrasi, Hukum Ketatanegaraan, Hukum International, dll. Semua itu sebenarnya sudah ada dalam hukum Islam. Tetapi karena produk Demokrasi yang lebih dominan dalam penerapan hukumnya, maka hukum-hukum itu mengacu kepada hukum demokrasi itu sendiri. Nah sudah sangat jelas, orang yang ada di negara Demokrasi itu pasti mengikuti aturan demokrasi. Diakui atau tidak! Karena jika tidak, mereka tentu akan menerapkan aturan-aturan Islam tentang Pidana, Perdata, Administrasi, Ketatanegaraan, dll. Nah, ini jelas lagi-lagi jika memang Hizbut Tahrir ingin menerapkan konsep Hukum Pidana Islam, Hukum Perdata Islam, Hukum Administrasi Islam, Hukum Ketatatanegaraan Islam, dll. Maka Hizbut Tahrir akan melepaskan aturan hukum demokrasi dan tidak memakai hukum Demokrasi sebagai gantinya mereka menerapkan hukum Islam itu sendiri. Jadi pembuatan KTP, Lalu Lintas, dll. Di negara Demokrasi yah tentu saja sangat pasti mengacu kepada kepentingan demokrasi itu sendiri. Itu tidak bisa dinafikkan. Jadi jika anda membuat KTP, mematuhi lalu lintas, dll. Dengan sangat jelas anda mematuhi aturan demokrasi! Apakah antum belum paham masalah ini?

      Nah sebaiknya anda posting mengenai Demokrasi dan Khilafah. Nanti kita diskusikan. Agar anda fokus dalam mengkritisi.

      Jawab Abu Jaisy:
      Loh saya tidak meragukan penerapan hukum Islam. Lalu kenapa saya harus mengkiritisinya? Hal yang mendasar adalah kami mengikuti Demokrasi itu hanya sebagai kendaraan untuk lebih melancarkan penerapan hukum Islam itu sendiri, lebih tepatnya menapaki khilafah dengan belajar terlebih dahulu mengelola sebuah daulah. Hal yang paling memalukan adalah, ketika kita berteriak-teriak “tegakkan syari’at Islam” tetapi yang berteriak itu tidak tahu bagaimana menerapkan syari’at Islam itu sendiri. Bahkan tidak tahu bagaimana mengelola sebuah daerah dan memajukannya sesuai syari’at Islam. Pernahkah konsep Hizbut Tahrir tentang pengelolaan sebuah daulah di presentasikan kepada khalayak umum? Kita tidak perlu bicara muluk-muluk penerapan Syari’at Islam, tetapi kontribusi dari apa yang kita lakukan itu lebih penting. Nah itu akan menjawab tentangan konsep syari’at Islam tentang bagaimana sebuah daerah itu dapat berkembang dan maju, bagaimana orang-orang didalamnya mampu dioptimalisasikan sehingga menjadi SDM yang bermutu, bagaimana siswa-siswanya mampu untuk menjadi pelajar-pelajar yang berprestasi disegala bidangnya. Nah ini berbeda dengan konsep Hizbut Tahrir yang lebih mengacu penerapan syari’at Islam jika sudah terbentuknya khilafah. Jadi pada hakekatnya Hizbut Tahrir belum berbuat apa-apa selain masih berjuang meneriakkan khilafah!

  6. anda aneh ya. berbicara menuduh HTI mencari-cari kesalahan. Lalu anda sedang melakukan apa? Kalau semua jawaban anda sendiri menilai negatif. karena yang bermasalah itu kepala anda.

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah seorang yang bertanya dan belum yakin tentang kiprah Hizbut Tahrir harus dituduh mencari-cari kesalahan? Masya Allah. Sudah berulang kali saya berjidal (berdebat)) dengan kader Hizbut Tahrir dan memang isi otak kader Hizbut Tahrir itu selalu mencela lawan bicaranya ketika mereka tidak mampu menjawab pertanyaan.

    • afwan, ustadz. Ana melihat antum terlalu menjastifikasi. Sebelumnya saya akan meneruskan setelah antum menjelaskan apa itu Demokrasi dan Khilafah.

      Jawab Abu Jaisy:
      Afwan akhi, ana tidak bermaksud menjustifikasi. Tetapi ada hal yang mungkin perlu kita bersama saling mengingatkan untuk selalu totalitas dalam menerapkan manhaj jalan dakwah disetiap pergerakan Islam masing-masing. Sehingga tidak saling menuduh atau mengklaim lebih benar arah manhaj dari pergerakan yang lainnya. Untuk menjelaskan apa itu Demokrasi dan Khilafah, ana rasa tidak perlu karena ana anggap kita sama-sama tahu hal itu. Kecuali jika ana tidak sepakat dengan khilafah Islamiyah baru hal tersebut diperlukan.

      Sebab initinya kan aAnda menganggap HTI melenceng dari pemikirannya yang ining mendirikan Khilafah tanpajalan Demokrasi . Tanpa membahas apa itu Demokrasi dan Khilafah bagaimana bisa kita melihat kebenaran dan kesalahan HT. bukan begitu.

      Jawab Abu Jaisy:
      Khilafah dan Demokrasi jelas landasan yang berbeda. Namun kami meyakini disetiap ujian perjuangan itu ada kemudahan. Jadi saya tidak menganggap Hizbut Tahrir melenceng dari arah pemikirannya. Tetapi ana hanya ingin mengingatkan untuk totalitas dalam menerapkan manhaj dakwah disetiap masing-masing pergerakan. Ana menganggap ada kebenaran dan kesalahan, ada kelebihan dan kekurangan disetiap jalan dakwah masing-masing pergerakan. Ini yang anak koreksi, jika Hizbut Tahrir sering mengkoreksi gerakan dakwah yang lain. Maka selayaknya Hizbut Tahrir menerima koreksi ini. Selama ini kami sering mengirim pertanyaan-pertanyaan dalam komentar untuk mendiskusikan hal ini di situs-situs Hizbut Tahrir tetapi sayang tidak pernah dimuat. Jawaban-jawaban yang kami kemukakan sering dibanned, sehingga terasa kental nuansa “kecurangan” dalam diskusi tersebut. Dengan media blog yang ana buat sendiri ini, para kader Hizbut Tahrir tidak pernah ana banned kecuali yang sudah lepas dari tema postingan dan tidak terarah argumentasinya. Walaupun saya dihujat sekalipun, saya akan tampilkan di blog ini, tetapi kalau sudah melenceng dari arah postingan ana malas melihat orang-orang yang tidak fokus dalam berbicara. Jadi mending dibanned.

  7. Ass.wr.wb! akhi Abu Jaisy! apabila antum benar-benar ingin berbicara atas nama Islam dalam suasana ukhuwah, baiknya antum buang dulu pikiran panas, zerokan semuanya seolah-olah antum tidak ada masalah dengan hizbut tahrir dan para kadernya. “fain tanaze’tum fi syai’in faruddu ilallah” bilhujjatil balighah.afwan! kalau ana perhatikan jawaban & komentar antum tentang hizbut tahrir, tanpak nyata bahwa antum belum mengetahui pemikiran & konsep hizbut tahrir. langkah arifnya apabila antum mengkaji kitab mutabanat hizb tentunya bersama syabab hizb yang matang, insya Allah! antum menemukan kejelasan sebenarnya pandangan & perjuangan hizb. sekali lagi afwan! walau antum pernah berkenalan dengan hizb /”menjadi anggota hizb”, dari jawaban & komentar antum, antum belum betul-betul mendalami hizb / salah paham. andai antum di madura / ke madura ana siap berdiskusi dengan antum dalam suasana ukhuwah islamiyyah. wassalam

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam. Ukhti yang insya Allah dirahmati Rasulullah. Apakah anti juga pernah berbicara seperti ini dengan kader Hizbut Tahrir yang selalu mencela Tarbiyah? Apalagi DPP Hizbut Tahrir yang selalu mencari-cari kesalahan organisasi Islam yang lain. Juga Hizbut Tahrir yang menyesatkan Hamas dengan mengatasnamakan nasehat. Apakah pernah anti berbicara seperti ini kepada mereka-mereka? “zerokan semuanya seolah-olah antum tidak ada masalah dengan hizbut tahrir dan para kadernya” Kalau seperti ini yah jelas nggak ada masalah. Masalahnya kan karena Hizbut Tahrir mempermasalahkan sesuatu, maka dari itu jadi masalah. Seandainya Hizbut Tahrir tidak mempermasalahkan sesuatu dari gerakan Islam yang lain, yah nggak ada masalah. Ana sangat senang sekali dengan setiap perjuangan umat islam seluruhnya, tanpa pandang harakah manapun. Selama mereka memperjuangkan Islam, maka saya adalah bagian dari harakah itu. Jika ana belum mengetahui konsep dan pemikiran Hizbut Tahrir, lalu kenapa pertanyaan-pertanyaan kami tidak pernah dijawab dengan fair oleh DPP HT Indonesia di situsnya? Malah yang ada di banned. Ukhti, ana tidak bermaksud mengusik Hizbut Tahrir. Tetapi Hizbut Tahrir juga tidak perlu mengusik gerakan dakwah yang lain! Ana sudah banyak melihat aktivis ghurur dan ghuluw di Hizbut Tahrir dalam mentandhzir. Inilah yang ana permasalahkan.

    Jika mereka selalu bertanya kepada ana, dan ana selalu menjawab. Sekarang saatnya kader Hizbut Tahrir menjawab pertanyaan ana. Tidak perlu jauh-jauh di Madura, media kita sudah sangat mudah dijangkau. Tafadhol anti jika ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ana sampaikan. Jika anti memang merasa sudah ma’rifatul hizb.

  8. assalmualaikum, urun nimbrung.
    kaji aja kitab mutabanat hizb Mafahimul Khatirah(Pemahaman sesat) AQ Zallum, dengan pola doktrinasi dalam pengkaderan yang menyalahkan, menyesatkan bahkan mengkufurkan semua institusi yang ada inilah yang menjadikan pangkal pemikiran destruktif kader hizb.
    Menganggap dirinya yg paling pinter pemikiran dan jidalnya, sehingga merasa tanpa perlu ada tabayun dengan hikmah dan mauidzah khasanah dalam menyampaikan kritik dan nusrahnya.
    Mendingan muhasabah dulu deh dengan kondisi kader2 hizb: klo baca Quran aja males, shalat jamaah kaga’, ibadah2 sunnah nggk kelihatan syiarx, nggk usah dulu deh mikirin yg mulu’2. Ngaak bakalan amanah khilafah ‘ala minhajul nubuwah apalagi penegakan syariat yg demikian berat akan mampu diemban org2 yg lemah&bermasalah.

  9. Hehehehe..masa sih kader HT g bs jwb itu? Wah.. TERLALUU.. terlalu d buat2.. Kyakx yg punya bl0g ini g pernah bca satupun kitab mutabanat HT..padahal dalam kitab nidzam aja nih..yg n0tabenex kitab awal bai pelajar HT.. Udah di bahas mengenai mana yg namax hadarlah dan madaniah…
    Hadarlah itu..berkaitan antara aqidah,kenapa dem0krasi haram?? Kt kembali pada inti arti dari dem0krasi.. Yaitu ‘suara rakyat disamakan dgn suara tuhan’ jadi,semua hukum pembuatannya di limpahkn kepada manusia..

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, tapi terbukti tuh nggak ada yang bisa jawab sesuai akal sehat. Yang ada hanya, kitab-kitab. Emang kitab mutabanat Al Qurannya HT yah? :D

  10. Sedangkan madaniah,itu berkaitan dgn penggunaan tekn0l0gi.. Jadi,KTP..RAMBU LALU LINTAS..semuanya di masukkan dalam hukum madaniah.. Krn ada ushul fiqih ‘hukum benda adalah mubah sampai ada dalil yg mengharamkanx’ jdi, gak adasalahnya menggunakan benda2 itu.. N gak ada pengaruhx antara penggunaan KTP dgn sistem dem0krasi,krn beda antara hadarlah (ide0l0gi) dan madaniah (tekn0l0gi)
    Terus,masalah mashirah itu,mang ada dalilx kan? Beda antara mashirah dan dem0nstrasi l00.. Waduwh,masa aktifis PKS gak tw? Heh

    Jawab Abu Jaisy: :D
    Semua jawaban anti sudah saya jawab sebelum anti menjawab. Hehehe, yah memang kebiasaan kader Hizbut Tahrir begitu. Saya sudah terbiasa kok. Santai aja!!! :D

    Biar anti dan saudara anti yang lain tidak malu-maluin, itu dijawab dulu sesuai urutannya. Nah baru bahas yang lain. Kalau mau pake dalil yah ayo silahkan. :)

  11. Ana kira pertanyaan apa.. Hehehehe,bukan gak bs d jawab ma aktivis HT kali y? Mungkin antum tanyanya sama yg masih PU (Pengajian Umum) jadi..wajar,jwabanx lugu..w0ng blm pernah bhas kitab mutabanat..hehehe.. Sama nih ma pertanyaan antum.. LUGUUU.. Bgt..jadi kesanx pitnah aja.. C0me 0n kawwand..bersatu dalam barisan, kal0 mw bnyak tau dgn wktu singkat,c0ba ikutlah JM(JalasaManna) yg diadakan perbulan, trus tanyain deh tuh smua, insyallah d jwb.. Hehehehe.. Nice bl0g.. =D

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah, sesama aktivis HT saja menganggap remeh yang lainnya. Bener2 su’udzhan yang akut. Tafadhol anti menjawab kalau merasa sudah ma’rifah!

  12. Akhi.. Dalam idari HT..beda antara mana angg0ta,mana pelajar n mana simpatisan..jadi,kdengaranx antum tanyanya ma yg masih PU..wajar g tau masalah..fiqrah n tariqah HT.. G trgambr hnya ktika kt mengikuti PU.. Jalan masih panjang kawwand untuk memahami bentuk perjuangan HT.., wah..bkanx bl0g ini yg su’udzan, akhi..? Hehehehehe.. Trus yg nganggap remeh siapa y? Perasaan antum yg mengatakan nak HT gak tau masalah khilafiah? Hehehe,tp biarlah..mungkin saran kali y..tp kpan2 saranx yg ma’ruf y akh.. Amin!

    Jawab Abu Jaisy:
    Ukhti, afwan. Nggak perlu terlalu merasa diri paling senior dari kader Hizbut Tahrir yang menjawab komentar disini, apalagi anti akan nganggap orang DPP HTI yang menjawab ini dan berlaku curang dalam berdiallog juga akan menganggap mereka masih orang baru2 yah di HTI? Ini sama halnya anti melecehkan mereka! Dan anti sudah ghurur dan ujub merasa paling senior dari mereka. Afwan, anti tidak perlu banyak komentar. Cukup jawab saja untuk membuktikan anti paling senior dan sudah ma’rifah di harakah yang anti ikuti!

    Su’udzhan kepada Hizbut Tahrir? Hehehehe, aneh! Biasalah, kalau maling biasanya teriak maling. (malas jawabnya)

  13. Ini kali kedua sy ktemu aktivis PKS yg menanyakan masalah KTP-lah, Pistol-lah, rambu lalu lintas-lah.. Dan lah-lah yg lain… Padahal dah jelas ushul fiqih benda… Emang c.. Pistol,Ktp,Rambu lalu lintas gak ada di jaman r0sul,tp bkn brarti g ada hukumx kan? Hehehehe, adalah akh.. Ushul fiqih nya.. Yg tdi sy jelaskan. Dan memang sy lihat kader PKS masih kabur dalam membedakan hal2 ini.. Sampai akhirx trjebak dlm pemanfaatan dem0krasi..!!! Hehehehe..salam ukhuwah akh…

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan ukhti, ini sering kali saya bertemu kader Hizbut Tahrir yang seperti anti. Memang nggak jauh beda pemahaman kalian tentang hal ini sehingga ushul fiqhnya lemah. Jadi sulit sekali menjawab pertanyaan2 yang mudah seperti diatas. Saya sudah memberikan bantahan2 yang kalian persoalkan, coba scroll dan baca lagi secara seksama. Kalian telah melepaskan diri dari statement apa yang biasa kalian lepaskan. Yah contohnya saja masalah berperang, katanya ini belum saatnya, tetapi menyuruh gerakan lain berperang melawan Israel. Katanya Demonstrasi itu haram, eee ternyata ngikut2 demonstrasi. Hukum KTP itu sifat dari hukum administrasi dari hukum demokrasi. Lalu kalian menyepelekan hal yang kalian fatwakan haram. Saya nggak heran, karena ini kebiasaan kalian.

    Oh iya, kalau nggak bisa jawab nggak perlu banyak komentar ukhti. Karena orang yang membaca akan semakin tahu kedangkalan ushul fiqh anti, afwan.

    Yups, salam ukhuwah ukhti.

    (NB: Afwan, biar fokus. Komentar anti kali ini harus menjawab pertanyaan sesuai dengan urutannya, agar terarah diskusinya and biar enak yang bacanya. Kalau tidak, afwan anti tidak ana approve komentarnya. Karena akan membuat komentar yang malah lari dari persoalan. Syukron, tafadhal dijawab. Ana sudah 3x loh minta jawabannya, dan ini ke-4xnya.)

  14. Jawab Abu Jaisy:
    Afwan Ukhti, kalau memang nggak bisa jawab nggak perlu seperti itu :). Ok saya banned komentar anti. Kalau ingin menjalin ukhuwah bisa di link “Tentang kami” bukan disini. Syukron, telah berkomentar.

    NB: Yups, memang banyak sekali blog seperti ini. Yang terpenting saya bukan seperti situs dan blog para khawarij yang mudah menyesatkan gerakan Islam yang lainnya. Yah seperti ada gerakan yang menyesatkan Hamas, padahal nggak memberikan kontribusi yang jelas tapi kalau menyesatkan paling getol

  15. @Abu Jaisy

    Ana sepakat dengan antum. Ana rasa tidak ada kebaikan dari menjawab orang-orang yang tidak mampu bersifat tawazhun.

    @Ukhtifillah

    Yaa ukhti, uhibukkahfillah.
    Ana hanya ingin memberikan sedikit saran kepada anti sebagai saudara muslim. Janganlah menganggap diri paling berilmu dari yang lain. Apalagi anti merendahkan saudara muslim sendiri, seharakah juga. Apakah seperti ini sikap kader Hizbut Tahrir yang marhalahnya lebih tinggi? Ana rasa tidak! Karena orang-orang berilmu akan cenderung bersikap rendah hati, dan mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan jawaban yang baik serta memuaskan. (walaupun yang ana rasakan ketika berkomentar di situs hizbut-tahrir.or.id sudah tidak proporsional karena tidak pernah ada komentar ana yang sedikit ingin mengetahui jawaban tentang pertanyaan yang perlu ditanyakan untuk ditabayyunkan, seperti pertanyaan Abu Jaisy. Ana tetap akan selalu berkhusnudzhan kepada situs tersebut. Yah walaupun ada pertanyaan kecil “kenapa yang pro saja yang ditampilkan? Kenapa tidak menampilkan komentar yang kontra sehingga ada penyeimbang hujjah? Apakah ini untuk mengopinikan bahwa semua orang setuju dengan pemikiran Hizbut Tahrir? Jika seperti ini, jelas hal itu membohongi ummat, dan itu tidak sesuai syari’at” Tetapi tetap ana selalu berkhusnudzhan tanpa menghilangkan daya kritis ana)

    Sesungguhnya setiap orang menjawab dengan kemampuan apa yang dia ketahui. Ana merasa anti masih tidak lebih baik dari kader-kader HTI yang berusaha menjawab pertanyaan diatas, walaupun mungkin tetap tidak terjawab.

    Dan apalagi anti yang hanya berkomentar begitu lalu menganggap diri paling berilmu ketimbang yang lain. Ini malah membuat kita semua tersenyum.
    Ukhti, tidak perlu-lah anti mencela Abu Jaisy dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Cukup satu hal yang mungkin ana dan mungkin semua ikhwah PKS inginkan. Anti bisa berdiskusi dengan baik dan mampu menjawab pertanyaan diatas dengan baik pula. Tidak perlu banyak cela-celaan yang akhirnya saling balas-membalas.

    Afwan yaa ukhti. Mungkin ini kritik pedas, tetapi demi Allah tidak ada maksud apapun kecuali hanya mengingatkan anti. Sungguh ana mencintai anti karena Allah.

  16. walah dalah kok isinya pinter pinteran ngomong,udah pada bener belum sholat nya

    Jawab Abu Jaisy:
    Walah, sampeyan niku dos pundi (Walah, anda ini bagaimana), nanya kok tentang sholatnya. Shalat mau diterima atau tidak yah itu urusan Allah. Nah kalau tata cara shalat itu sesuai dengan ijtihad para ulama. Yah terserah kita mau pake yang mana. Pokoknya nggak seperti teroris yang suka merasa paling benar ibadahnya. Nah anda sendiri shalatnya bener apa nggak loh? (nggak perlu dijawab, jawabannya simpen di yaumul hisab aja yah. Saya nggak berhak mendapatkan jawaban itu)

  17. Hanya terenyuh sj… Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kpd kita semua….salam ukhuwah

  18. ikutan ahhh…………
    saya ini bukan orang islam, saya konghucu, saya setuju dengan HT, yang namanya aturan itu, kalo datangnya dari manusia pasti ujung-ujungnya ribut…ribut….dan ribut.
    Saya punya agama tidak punya kitab suci, tidak punya nabi, cuma pemikiran suci dari pendeta agung kami yang kami panggil nabi.
    Saya salut dengan kalian punya agama, kitab sucinya bagus dan lengkap, nabinya jelas dan bisa dibuktikan, ajarannya indah, dari buang air besar sampai negara ada aturannya, saya salut.
    tapi yang aneh menurut saya punya pikir, kenapa orang islam ribut terus ya, nggak bisa kompak, apanya yang salah ya. thx

    Jawab Abu Jaisy:
    Yaa Rabb, ampunilah pendusta-pendusta yang bergentayangan di Internet. Berikan mereka hidayah untuk kembali menjadi muslim yang kaaffah, bukan pendusta yang kaaffah!

  19. Bismillahirrahmanirrahiim
    Pertanyaan:
    1. Hizbut Tahrir Menyatakan kufurnya Demokrasi, tetapi apakah benar Hizbut Tahrir menyatakan totalitas untuk menolak demokrasi?
    2. Jika Hizbut Tahrir menolak demokrasi, dan menyatakan bahwa aturan manusia tidak boleh ditaati karena setiap muslim harus menaati aturan Allah. Sedangkan dalam demokrasi itu ada beberapa aturan, seperti aturan hukum berlalu lintas, membuat KTP, dll. Apakah semua ini tidak akan diikuti oleh kader Hizbut Tahrir?
    3. Ketika Hizbut Tahrir membolehkan demonstrasi setelah mengharamkannya dulu, padahal dalam setiap demonstrasi ada aturan hukum yang dibuat oleh demokrasi untuk mengatur massa para pendemo. Dan tentu surat ijin dalam demonstrasi, jelas ini harus dilakukan oleh Hizbut Tahrir. Lalu apakah selama ini Hizbut Tahrir tidak melakukan hal tersebut?
    11. Dibeberapa Kasus, kader Hizbut Tahrir menggunakan jasa layanan pengacara untuk mengikuti persidangan. Padahal konsep Hizbut Tahrir jelas mengharamkan demokrasi, tetapi kader Hizbut Tahrir kok terbawa arus mengikuti hukum demokrasi. Apakah hal ini tidak menjadi sebuah kemunafiqan bagi kader Hizbut Tahrir?

    Jawab:
    Saya rasa pertanyaan 1,2,3, dan 11 substansinya sama jadi 1 jawaban untuk 4 pertanyaan, substansinya yakni:
    HT menghukumi DEMOKRASI SISTEM KUFUR, kemudian Demokrasi menghasilkan beberapa produk yang di antaranya: Kewajiban membuat KTP, membuat kartu keluarga, kartu nikah, dan hal2 administratif lainnya.
    Kemudian pada faktanya sebagian besar anggota HTI punya KTP, punya kartu keluarga, kartu nikah dll, kalau begitu HTI tidak konsisten?? Di satu sisi menghukumi DEMOKRASI SISTEM KUFUR, tetapi di sisi lain menggunakan produk hasil Demokrasi, sungguh suatu sikap yg tidak konsisten, atau jika menggunakan istilah yg lebih ekstrim HTI itu juga kafir, kafir karena termakan pernyataannya sendiri yakni menghukumi DEMOKRASI SISTEM KUFUR.

    Kurang lebih seperti itu logika yang Saya tangkap dari pertanyaan Anda.

  20. 1 Jawaban untuk pertanyaan nomor 1, 2, 3, dan 11:

    Untuk menjawab pertanyaan2 tersebut Saya pun akan menggunakan logika dari pertanyaan tsb:
    Anda tahu Bill Gates?? Insya Allah Saya rasa Anda tahu siapa dia. Dia adalah pemilik Microsoft. Insya Allah Saya rasa Anda pun tahu tentang Microsoft (kalau sekarang produk terbarunya Windows 7) dan Anda mungkin sudah menggunakan produk tsb.

    Menurut Anda Bill Gates itu orang Islam atau kafir??
    Anggap saja sampai detik ini dia belum bersyahadat, jadi Saya akan menebak bahwa Anda akan menjawab Bill Gates itu orang kafir.
    Nah, kalau menggunakan logika yang tadi Saya katakan berarti Anda pun tidak konsisten. Mengapa? Karena Anda sendiri yang menghukumi Bill Gates Kafir, kemudian Bill Gates menghasilkan produk yakni Microsoft, kemudian Anda menggunakan produknya. Berarti Anda pun tidak konsisten, di satu sisi menghukumi BILL GATES KAFIR, tapi di sisi lain menggunakan produk yang ia buat. Berarti anda tidak konsisten, atau jika menggunakan istilah yang lebih ekstreme lagi Anda pun kafir, karena termakan oleh pernyataan Anda sendiri.

    Jawab Abu Jaisy:
    Alangkah lebih baik sebuah pertanyaan dijawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Bukan disimpulkan terlebih dahulu dengan langsung menggabungkan pertanyaan. Karena hal ini menjadi tidak terfokus pada satu permasalahan, dan akhirnya melebar. Jawablah satu pertanyaan, setelah itu jawablah pertanyaan yang lain. Rasulullah dan ulama salaf selalu melakukan hal seperti itu!

    Masalah Bill Gates, dia kafir atau bukan. Seharusnya anda tanya saya dulu sebelum menjawab hal ini. Karena dengan menyimpulkan jawaban saya dengan jawaban antum, itu jelas “mengembiri” atas apa yang akan saya jawab nanti. Sebelum mengambil kesimpulan, sebaiknya anda melihat sebagian besar jawaban. Sehingga bisa disimpulkan.
    Jawaban saya untuk Bill Gates, jelas dia kafir. Tetapi untuk yang kedua, saya tidak sesuai dengan jawaban antum. Karena diawal saya tidak pernah menyatakan tidak akan mengambil “manfaat” dari produk non Islam. Apakah ada dalam hukum syara’ yang menyatakan kita tidak boleh mengambil suatu “manfaat” dari orang kafir? Justifikasi anda terlalu mengada-ada. Dan perlu di ingat ada dua kafir Harby dan Qirby. Dan keduanya perlu dibedakan secara jelas. Jadi tidak setiap kafir itu memusuhi Islam dan bahkan Rasulullah mengharamkan darah orang kafir yang dibawah lindungan umat Islam. (Nahkan bisa jadi melebar kalau saya teruskan)

    • Sebenarnya yang mengebiri Anda adalah Anda sendiri. Sudah lupa ya mas dengan peraturan yang Anda buat sendiri??
      Masih ingat tulisan Anda??

      “Jawab Abu Jaisy:
      Afwan akhi. Sebelumnya sudah ana jelaskan bahwa tidak ada pertanyaan lagi untuk kader Hizbut Tahrir di postingan ini, jadi kewajiban kader Hizbut Tahrir menjawab pertanyaan dan bukan bertanya.”

      Sebenarnya bukan hanya mengebiri diri Anda sendiri, namun orang lain pula. Ada tipe orang yang dalam menjelaskan ke orang lain harus bertanya dulu. Lha, ini dilarang bertanya, repot jadinya.
      Untuk, mengakalinya ya Saya bertanya, kemudian Saya membuat prediksi jawaban Anda. Nah, seperti itulah jadinya. Saya pikir, jawaban yang Saya prediksikan tidak akan jauh dengan jawaban Anda.

      Jawab Abu Jaisy:
      Kenapa saya menyekat pertanyaan kalian! Karena pertanyaan kalian sudah saya jawab sebelum kalian bertanya. Lihat artikel-artikel yang lainnya! Seharusnya sebalum kalian bertanya, kalian-kalian memmbaca dulu semua postingan dan jawaban komentar di blog ini sehingga tidak perlu saya menjawab pertanyaan kalian yang sebenarnya sudah saya jawab. Nah kebiasaan kalian ini selalu begitu! Selalu menuduh orang.

      Dan saya tidak pernah berapology dalam menjawab pertanyaan seperti yang anda lakukan. Hal ini jelas bisa menimbulkan fitnah dan bertentangan dengan syari’at! Ini adalah seperkian bukti bahwa kalian tidak memahami syari’at. Kenapa kalian berteriak syari’at sedangkan kalian sendiri yang melanggarnya! Astaghfirllah.

      Adapun masalah Bill Gates, itu hanya untuk mempermudah pemahaman saja. Anda melontarkan pertanyaan ke HT dengan logika yang telah Saya jelaskan sebelumnya, nah Saya mencoba untuk menerapkan logika yang sama ke dalam konteks yang lain. Ternyata berbahaya logika tsb jika dipakai, masuknya bisa saling kafir mengkafirkan.

      Jawab Abu Jaisy:
      HAH!! Kalian menganggap dengan logiknya Karl Marx itu benar! Na’udzubillah tsumma na’udzubillah!

      Adapun masalah menggabungkan, sudah Saya katakan bahwa pertanyaan Anda dari nomor 1-3 kemudian nomor 11 itu substansi (intinya) adalah sama. Bahwa Anda mempermasalahkan ketidak konsistenan pernyataan HT yg mengatakan Kufurnya Demokrasi dengan sikap HT terhadap produk Demokrasi.
      Karena substansinya sama maka saya pikir 1 jawaban sudah cukup untuk menjawab 4 pertanyaan tsb.

      Jawab Abu Jaisy:
      Anda menganggap masalah dalam pertanyaan tersebut bersubstansi sama. Nah jelas, ini anggapan anda saja! Disetiap pertanyaan walaupun muatan subtsansinya sama, anda harus menjawab pertanyaan dengan devinisi yang sesuai dengan pertanyaannya. Dengan menggabungkan jawaban pertanyaan seperti yang anda lakukan, ini jelas mengaburkan konteks dari muatan substansi dalam satu pertanyaan. Dan saya sudah katakan, bahwa Rasulullah dan ulama salaf tidak pernah melakukan seperti yang anda lakukan ini. Lagi-lagi anda melanggar syari’at karena ketidak mengertian anda. Kenapa anda tidak belajar syari’at dulu sebelum berteriak-teriak “TEGAKKAN SYARI”AT….”

      • Yup, mengenai penggabungan itu memang anggapan Saya, mungkin Anda pun memiliki anggapan seperti yang telah Anda kemukakan. Kalau masalah itu, biarkan saja orang yang menilai.

        Jawab Abu Jaisy:
        Subhanallah. Lama sekali anda tidak muncul, kemana saja? :) Sudah ada jawabannya kah?

        Wuih, berat juga yah kalau syarat untuk berdiskusi dengan Anda, Saya harus baca dulu artikel2 yg ada di blog ini.

        Jawab Abu Jaisy:
        Masya Allah, begitu anda anggap berat? Hehehe! Bagaimana anda bisa berkomentar jika anda tidak tahu apa yang saya maksudkan disemua artikel saya? Bukankah hal itu adalah sikap ghuluw. Dan sangat tidak mencirikan orang-orang yang berilmu. :)

        Karl Max punya logika kalau ngantuk tidur, kalau kita punya logika kalau ngantuk tidur, BErarti apa bedanya kita dengan Karl Max…

        Jawab Abu Jaisy:
        Hehehe. Ngeles aja nih anak! :D
        Kalau begitu yah jangan bilang kalau HTI anti demokrasi, berarti HT memang menghalalkan demokrasi. Dan itu atas tanggapan (plin-plan) anda sendiri. :)

        Jujur, Saya baru dengar kalau menggabungkan substansi beberapa pertanyaan itu melanggar syari’at.. Tidak shalat tahajjud saja tidak dikatakan melanggar syari’at kok..

        Jawab Abu Jaisy:
        Hehehe. Masya Allah. Saya kok semakin (maaf) malah geli melihat anda. Maaf, anda benar-benar mengerti syari’at nggak yah? Subhanallah. Saya mohon anda belajar syari’at dulu sebelum berkomentar. Hal seperti ini malah mempermalukan Daris HT seluruhnya. Hehehe. :D

    • “Apakah ada dalam hukum syara’ yang menyatakan kita tidak boleh mengambil suatu “manfaat” dari orang kafir?”

      sama seperti
      “Apakah ada dalam hukum syara’ yang menyatakan haramnya menggunakan KTP???

      Jawab Abu Jaisy:
      Nah dengan begini kan jelas, bahwa HTI MENGHALALKAN DEMOKRASI. Jadi nggak perlu malu-malu mengakui ikut demokrasi :D
      Pemahan KTP sudah saya jawab diatas loh (ada hukumannya bagi orang yang tidak punya KTP, dan itu jelas HUKUM DEMOKRASI)

      • Si A mengatakan bahwa Bill Gates orang kafir, kemudian Bill Gates menghasilkan beberapa produk di antaranya microsoft, lantas Si A menggunakan microsoft, lalu si B berkata ke Si A bahwa Si A tidak konsisten, di satu sisi menghukumi bahwa Bill Gates orang kafir, tapi di sisi lain menggunakan microsoft yang merupakan produk Bill Gates, kemudian Si A membela diri bahwa menggunakan microsoft itu tidak ada larangannya di dalam hukum Syara’.

        Sama seperti:
        HTI menghukumi bahwa Demokrasi sistem kufur, kemudian Demokrasi tersebut menghasilkan beberapa produk seperti KTP, karti keluarga, kartu nikah. lalu anggota HTI menggunakan KTP, lalu ada seseorang yang mengatakan bahwa HTI tidak konsisten, di satu sisi menghukumi Demokrasi sistem kufur, tetapi di satu sisi menggunakan KTP yang merupakan produk Demokrasi, kemudian HTI membela diri bahwa menggunakan KTP tidak ada larangannya di dalam Syara’..

        Jawab Abu Jaisy:
        Maaf, mas ini sudah dijawab kan? kok diulang-ulang jawaban komentar anda. Ok saya copas semuanya biar anda BACA dan di ingat kembal hukum2 KTP dan lain2 tersebut.

        Maaf, anda orang hukum? Jika anda orang hukum dan mengatakan itu, anda sangat perlu kembali kebangku kuliah kembali. Sistem hukum ketatanegaraan dan Hukum Administrasi negara itu saling keterkaitan. Karena Sudah sangat jelas sekali hukum ketatanegaraan itu mengatur segala aspek negara itu sendiri termasuk menjadi rujukan Hukum administrasi negara. Jika dijabarkan disini sangat panjang dan akan keluar dari tema postingan. Dan perlu di ingat, hal yang mendasar tentang pengharaman Demokrasi atas kaedah Hizbut Tahrir adalah Idealisme Demokrasi itu sendiri yang akhirnya menjadikan manusia membuat produk hukum itu sendiri, bukan dari hukum Allah. Jadi sangat bertentangan sekali ketika antum mengurus KTP, mematuhi Lalulintas, dll. Karena itu merupakan produk hukum dari tangan manusia bukan hukum dari Allah! Ingat, prinsip hukum dari setiap Demokrasi itu adalah “ketika terjadi peristiwa, maka hukum itu baru tercipta” konsep ini lain dari konsep Hizbut Tahrir yang sudah sangat jelas menyatakan segala periintah Hukum itu dari Allah bukan dari manusia. Apakah anda paham tentang hal ini?

        Antum jika menulis ini harus paham tentang sejarahnya dulu. Dalam sejarah demokrasi, sistem hukum administrasi itu baru tercipta di Barat. Nah para sosialis yang lahir setelah demokrasi juga mengadopsi hal itu. Karena apa? karena para Sosialis itu tidak ingin membuang mentah-mentah produk hukum dari Demokrasi yang memang bisa bermanfaat untuk mereka. Dalam konsep Hizbut Tahrir adalah segala konsep Undang-Undang itu tidak boleh dipatuhi selama bukan Undang-Undang dari Allah. Jadi Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Administrasi, Hukum Ketatanegaraan, Hukum International, dll. Semua itu sebenarnya sudah ada dalam hukum Islam. Tetapi karena produk Demokrasi yang lebih dominan dalam penerapan hukumnya, maka hukum-hukum itu mengacu kepada hukum demokrasi itu sendiri. Nah sudah sangat jelas, orang yang ada di negara Demokrasi itu pasti mengikuti aturan demokrasi. Diakui atau tidak! Karena jika tidak, mereka tentu akan menerapkan aturan-aturan Islam tentang Pidana, Perdata, Administrasi, Ketatanegaraan, dll. Nah, ini jelas lagi-lagi jika memang Hizbut Tahrir ingin menerapkan konsep Hukum Pidana Islam, Hukum Perdata Islam, Hukum Administrasi Islam, Hukum Ketatatanegaraan Islam, dll. Maka Hizbut Tahrir akan melepaskan aturan hukum demokrasi dan tidak memakai hukum Demokrasi sebagai gantinya mereka menerapkan hukum Islam itu sendiri. Jadi pembuatan KTP, Lalu Lintas, dll. Di negara Demokrasi yah tentu saja sangat pasti mengacu kepada kepentingan demokrasi itu sendiri. Itu tidak bisa dinafikkan. Jadi jika anda membuat KTP, mematuhi lalu lintas, dll. Dengan sangat jelas anda mematuhi aturan demokrasi! Apakah antum belum paham masalah ini?

        Afwan ukhti, ini sering kali saya bertemu kader Hizbut Tahrir yang seperti anti. Memang nggak jauh beda pemahaman kalian tentang hal ini sehingga ushul fiqhnya lemah. Jadi sulit sekali menjawab pertanyaan2 yang mudah seperti diatas. Saya sudah memberikan bantahan2 yang kalian persoalkan, coba scroll dan baca lagi secara seksama. Kalian telah melepaskan diri dari statement apa yang biasa kalian lepaskan. Yah contohnya saja masalah berperang, katanya ini belum saatnya, tetapi menyuruh gerakan lain berperang melawan Israel. Katanya Demonstrasi itu haram, eee ternyata ngikut2 demonstrasi. Hukum KTP itu sifat dari hukum administrasi dari hukum demokrasi. Lalu kalian menyepelekan hal yang kalian fatwakan haram. Saya nggak heran, karena ini kebiasaan kalian.

        Kita disini tidak membicarakan sosialis, karena jelas berbeda dengan Islam, dan tentu berbeda dengan Hizbut Tahrir. Kayaknya antum harus banyak membaca lagi deh, KTP itu produk dari Demokrasi untuk mengetahui sistem kependudukan. Dan itu sebuah aturan bukan yang antum katakan “bebas nilai”. JIka tidak ada kaitannya dengan demokrasi, maka KTP bukan barang yang dikeluarkan saat kepemimpinan feodal diawal-awal. Diawal-awal kartu identitas seperti KTP itu hanya untuk orang-orang Asing, setelah itu dipertengahan Belanda membuat aturan lagi setiap penduduk harus mempunyai identitas/KTP (kalau diceritakan bisa jadi buku sejarah nih). Maka dari itu KTP itu bentuk hukum dari Demokrasi untuk mengatur setiap masyarakat didalamnya.

        Afwan akhi, antum kuliahnya fakultas or jurusan apa? :)
        Didalam semua hukum UU Indonesia, meliputi Hukum Administrasi Negara yang dipanjang tangankan oleh PerPu, PerPres, PerMen, PerDa. Dan semua hukum yang tercantum di dalam Perundang-Undangan itu memiliki Punishment (hukuman). Antum kalau tidak mempunyai KTP, KK, Kartu Nikah itu diancam dengan Perundang-Undangan, meliputi Denda dan hukuman penjara. Hehehehe :D
        Ini tidak jauh beda dengan hukum membunuh, dll.

  21. Lanjutan 1 jawaban untuk 4 pertanyaan:

    Jika menggunakan logika tsb, berarti baik HT ataupun Anda dan orang2 yang menggunakan logika tsb semuanya sama2 tidak konsisten..!!
    Dan baik HT ataupun Anda dan bahkan seluruh manusia di dunia ini semuanya adalah kafir…!! Mungkin hanya anak2 yg belum baligh kemudian meninggal atau orang gila yg kemudian meninggal saja yang tidak kafir..

    Walhasil
    Tentu logika ini sangat berbahaya jika digunakan, karena masuknya bisa jadi saling kafir mengkafirkan sesama muslim.
    Maka dari itu perlu dibedakan mana yang termasuk Hadlarah dan mana yang termasuk Madaniah.

    Penjelasan singkat Hadlarah&Madaniah:
    Hadlarah yakni sekumpulan mafahim (ide yang dianut
    dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. (Peraturan Hidup Dalam Islam oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani bab Hadlarah Islam)
    Madaniah yakni bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. (Peraturan Hidup Dalam Islam Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani bab Hadlarah Islam)

    Contoh:
    Salib, apa yang terbayang di benak Kita jika disebutkan kata Salib?
    Nashrani kan. Yup, salib adalah lambang Nashrani. Nah inilah yang disebut dengan Hadlarah, yakni secara simple didefinisikan sebagai suatu benda yang sudah mempunyai ide tertentu, dalam hal ini Nashrani.
    Tolong bayangkan dipikiran kita, bayangkan bahwa kita hidup sebelum Nashrani ada, atau sebelum Yesus digantung. Apa yang terbayang dipikiran kita jika disebutkan kata-kata Salib?? Pasti tidak akan terbayang apa2, dan kita tidak akan terbayang Nashrani karena Saya tadi memerintahkan agar Kita membayangkan jika kita hidup sebelum Nashrani datang. Bahkan jika dihadapkan di depan kita tanda salib pun (yg bentuknya mirip plus minus itu) kita pun tidak akan terbayang Nashrani.
    Nah inilah yang dinamakan Madaniah, yakni secara simple didefinisikan sebagai benda yang belum mempunyai ide atau pandangan tertentu.

    Walhasil, DEMOKRASI SISTEM KUFUR, lantas kemudian Demokrasi tsb menghasilkan produk-produk, tidak lantas kemudian produk2 tsb menjadi kufur semuanya. Kita lihat dulu apakah mengandung nilai2 yang bertentangan atau tidak.
    Dan hal ini bukan lah sebuah sikap ketidak konsistenan, tetapi sebuah sikap yang selalu mengikatkan diri dengan Syara’.
    Tidak ada larangan dalam al-Qur’an, sunnah, Ijmak, dan Qiyas yang melarang membuat KTP, begitu pula kartu keluarga, begitu pula Kartu Nikah, itu semua tidak ada larangannya.
    Berbeda halnya dengan produk Demokrasi yang menyatakan bahwa orang yang membunuh dipenjara sekian tahun, atau denda sekian bulan, hal ini tentu bertentangan dengan yang diperintahkan Allah, di dalam Islam orang yg membunuh itu harus dibalas dengan dibunuh atau membayar diyat jika pihak keluarga terbunuh memaafkan.

    Jadi, walaupun kita menghukumi Bill Gates Kafir, tidak lantas kita menjadi kafir karena telah menggunakan produknya, selama memang halal boleh2 saja. Windows itu kan teknologi, ia bebas nilai (value free), ia merupakan Madaniah.

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Maaf, apakah antum sadar dalam menulis ini? (semoga antum khilaf). Analogy yang antum jelaskan diatas, adalah ciri analogy Karl Marx! “Mainstream perubahan fikiran, setiap orang mampu dikendalikan oleh apa yang nanti menjadi keputusan bersama” Ini sudah jelas ditentang dalam Islam.
    Jika antum menyebut salib, maka bagi saya yang insya Allah sedikit mengetahui ilmunya maka akan mengatakan bahwa “Salib itu merupakan bentuk hukuman dari berbagai kerajaan untuk menyiksa para tawanan perang atau narapidana” dan salib itu tidak serta-merta hanya pada saat “Yesus” dihukum. Tetapi itu merupakan jauh sebelum Yesus lahir, hukum penyaliban itu sudah terjadi. Jangan sampai saja, ketika ada orang menyebut “ooo itu Gudang Garam” lalu antum langsung bereaksi tanpa berfikir lagi bahwa itu adalah merk dagang rokok! Padahal Gudang Garam bisa jadi memang gudangnya garam. Ini mainstream Karl Marx akhi! Logika seperti ini ngawur, bisa mengaburkan kebenaran.

    Demokrasi sistem kufur, kan sudah jelas bagi HTI. Masa mau (mencla-mencle) bersilat lidah. Sudah dijelaskan bahwa semua hukum selain hukum Allah adalah hukum kufur dalam pandangan Hizbut Tahrir adalah harga mati.

    Afwan akhi, antum kuliahnya fakultas or jurusan apa? :)
    Didalam semua hukum UU Indonesia, meliputi Hukum Administrasi Negara yang dipanjang tangankan oleh PerPu, PerPres, PerMen, PerDa. Dan semua hukum yang tercantum di dalam Perundang-Undangan itu memiliki Punishment (hukuman). Antum kalau tidak mempunyai KTP, KK, Kartu Nikah itu diancam dengan Perundang-Undangan, meliputi Denda dan hukuman penjara. Hehehehe :D
    Ini tidak jauh beda dengan hukum membunuh, dll.

    Nah yang jadi larangan itukan sudah jelas, bahwa semua produk hukum negara adalah produk dari Demokrasi. Dan semua itu ada punishment jika kita melanggar. Jadi jangan dipilah-pilah, semua hukum di Indonesia ini yah produknya dari Demokrasi yang antum anggap kufur! Dengan begitu sudah jelas, bahwa seharusnya semua ini haram karena bersifat hukum kufur bagi HTI! Jika seperti Ini malah membuktikan bahwa Hizbut Tahrir Plin-plan dalam berijtihad. Ingatkah ketika tahun 1998 ketika itu Demonstrasi masih menjadi fatwa haram bagi Hizbut Tahrir. Dan ketika LDK “pecah” dengan membentuk KAMMI dan ketika KAMMI demonstrasi menentang Orde Baru, banyak dikecam karena melakukan perbuatan kufur oleh “HTI”. Nah ketika pemerintah sudah “terguling”, entah berapa lama akhirnya ada fatwa didalam Hizbut Tahrir tentang “bolehnya” berdemonstrasi.

    Dengan begitu kesimpulan diatas, yang menyatakan bahwa “Jadi, walaupun kita menghukumi Bill Gates Kafir, tidak lantas kita menjadi kafir karena telah menggunakan produknya, selama memang halal boleh2 saja. Windows itu kan teknologi, ia bebas nilai (value free), ia merupakan Madaniah.”
    Kalau begitu Hizbut Tahrir meskipun menghukumi Demokrasi kufur, maka tidak serta merta HTI kufur jika menggunakan demokrasi jika menggunakan produknya begitu yah? :) jika seperti ini berarti sama saja (maaf) “menjilat ludah sendiri”.

    • Maaf, dari jawaban yang Anda berikan terlihat sekali bahwa Anda salah dalam memahami tentang apa yang Saya maksudkan, bahkan Anda sampai mengatakan bahwa pemikiran Saya seperti Karl Max. Inilah yg kadang suka membuat Saya sebal jika berdiskusi melalui tulisan. Panjang sekali kalau harus menjelaskan ulang. Wew…

      Jawab Abu Jaisy:
      Hehehehe. Nah selalu seperti ini! Kalau berbeda dengan definisinya dianggap tidak paham. Tadikan saya sudah katakan, bahwa jawaban dengan logika anda itu jelas-jelas seperti definisi Karl Marx dalam menguraikan kebenaran. Itu jelas sesuai dengan pemahaman anda tentang Demokrasi itu sendiri bukan! Dengan begini sudah jelas anda berusaha bersilat lidah mencari pembenaran dari kesalahan hujjah anda :D
      Hhehehehe, sebal? Yaa Allah. :D
      Anda ini ingin berniat berdiskusi dengan logika atau berdiskusi dengan emosi? Ini adalah seperkian bukti-bukti bahwa Hizbut Tahrir kalau berdiskusi selalu dengan emosi! Sehingga tercermin sebagai gerakan “EGOIS” yang selalu ingin memaksakan orang lain sesuai dengan pemikirannya. Dengan kata lain bahwa “Kebenaran itu hanya pada Hizbut Tahrir, kalau yang lain SALAH!”
      Diskusi dengan menulis itu memang sangat melelahkan bagi orang-orang yang hanya senang berbicara tanpa melakukan aplikasi dari yang dia bicarakan.

      • Bagi Saya (bagi Saya mas) memang diskusi lewat tulisan memang menyebalkan, makan banyak sekali waktu. Bagi Saya justru seseorang terlihat kekafa’ahannya saat diskusi langsung face to face, karena bisa terlihat apakah dia buka syaikh google dulu atau tidak saat menjawab sebuah pertanyaan.

        Jawab Abu Jaisy:
        Yah, itu bagi anda. Tetapi bagi seorang yang berilmu diskusi dimanapun its ok-ok saja. Mau face to face silahkan, mau melalui tulisan silahkan. Nah itu bagi orang yang berilmu. Memakan banyak waktu? Semua diskusi itu memakan banyak waktu mas! Yah, sebaiknya nggak perlu dijadikan “memakan banyak waktu” itu sebuah alasan. Hehe, membuka Syaikh google? (picik sekali pikiran anda) :D

        Emosi??? Emang di tulisan mana sih saya tampak marah2??

        Jawab Abu Jaisy:
        Maaf mas, anda dulu kuliah dimana dan fakultas apa yah? Hal seperti yang anda sebutkan tersebut ada di materi kuliahan setiap fakultas (insya Allah) biasanya di semester I atau II.

        Mungkin Saya harus buat emoticon senyum kali ya?/ Gimana sih caranya? Jujur Saya tidak tahu…

        Jawab Abu Jaisy:
        Gini…gini coba gabungkan “:” dan “)” nah nanti ada insya Allah anda bisa tersenyum :D

  22. 4. Hizbut Tahrir menyatakan bahwa tidak ada penegakan syari’ah selama khilafah belum terbentuk. Lalu apakah selama ini kader Hizbut Tahrir tidak menjalankan syari’at selama khilafah belum terbentuk?

    Jawab:
    Kalau yang Saya ketahui tidak seperti itu.
    Yang Saya ketahui HT menyatakan bahwa:

    “Kita tidak akan dapat menegakkan Syari’at Islam secara kaffah selama Khilafah belum terbentuk.”

    Kata kaffah nya itu yang menjadi kunci, bahwa Kita memang tidak akan dapat menegakkan Syari’at Islam secara kaffah selama Khilafah belum berdiri, hal tersebut bukan berarti kita sekarang tidak dapat menegakkan Syari’at Islam sama sekali, kita bisa menegakkan Syari’at Islam, namun tidak akan kaffah.
    Mengapa? Karena Syari’at Islam itu dalam penegakkannya ada yang dapat ditegakkan secara individu, ada yang dapat ditegakkan oleh kelompok, dan yang hanya dapat ditegakkan oleh negara.

    Saat ini, dimana Khilafah belum tegak, syari’at yang dapat kita laksanakan hanyalah berkisar pada individu dan kelompok. Individu seperti: shalat, zakat, shaum, naik haji. Kelompok seperti: Mengoreksi penguasa, dll.
    Bagaimana dengan syari’at Islam yang hubungannya dengan negara? Ya, bagaimana lagi? HT sebagai kelompok tidak bisa menegakkannya karena itu wewenang negara. Dan jangan berfikir bahwa negara tsb adalah negara yang ada saat ini, Presiden bukanlah Khalifah, Khalifah bukanlah presiden, Khilafah adalah khilafah bukan berbentuk Presidensial atau parlementer.
    Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Mau tidak mau harus memperjuangkan tegakknya Khilafah, karena selama Khilafah belum tegak maka kita belum menjadi muslim yang kaffah.

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi, antum masuk Hizbut Tahrir tahun berapa yah kalau boleh tahu? Ini jelas dikatakan oleh pembesar Hizbut Tahrir (Ust. Ismail Yusanto, dan diamini oleh pembesar yang lain) bahwa Syari’at Islam tidak bisa dijalankan jika khilafah belum terbentuk.
    Kalau kuncinya kaffah, seharusnya antum tidak boleh mengelompokkan syari’at kepada hal-hal tertentu. Ini jelas mengaburkan syari’at Islam! Jika mengatakan “dimana Khilafah belum tegak, syari’at yang dapat kita laksanakan hanyalah berkisar…” Ini tentu sangat ganjil, bahkan pemahaman seperti mirip dengan pemahaman NII (Negara Islam Indonesia) yang sudah difatwakan sesat oleh MUI. Bukankah Allah tidak membani kita dengan beban yang tidak sanggup kita pikul!? Jika khilafah belum datang, maka kita harus mengerjakan syari’at Islam sesuai dengan kemampuan kita. Ini sudah jelas berarti Allah memberikan kemudahan bagi hamba-hambanya untuk mampu melaksanak syari’at kedalam diri kita sehinga mengaplikasikan kepada masyarakat luas dengan sesuai kemampuan kita. Dengan begitu, kaffah itu sendiri bukan berdasarkan ada atau tidaknya khilafah itu terbentuk. Apakah antum akan menjustifikasi sahabat Rasulullah di perang Badar sebagai seorang mukmin yang tidak kaffah karena pada saat itu Khilafah belum terbentuk? Wah, jangan sampai! Dengan begitu analogi antum ini jelas sudah terpatahkan tentang kekaffahan yang antum maksud! Allah itu tidak melihat hasilnya, tetapi Allah itu melihat usaha yang dikerjakannya. Jika memang Khilafah itu menjadi kunci kekaffahan seorang muslim, berapa milyar ulama-ulama (bahkan Syaikh Taqiyuddin An Nabhani) dianggap bukan seorang muslim yang kaffah. Dengan begitu tentu, hal yang patut menjadi pertanyaan “Bagaimana mungkin seorang Syaikh yang belum Kaffah menjadi panutan umat Islam yang lain?”

    Dan bukankah syari’at yang antum sebutkan “shalat, zakat, shaum, naik haji” Adalah turun ketika khilafah sudah terbentuk/terjadi!? Nah seharusnya antum tidak mengerjakan hal-hal ini karena khilafah belum terbentuk/terjadi :D

    Jika kita mengelompok-mengelompokkan syari’at akhirnya menjadi rancuh, karena dengan begitu syari’at yang antum pahami adalah hanya sepotong-sepotong yang antum anggap membenarkan gerakan antum sendiri. Bukankah Islam itu Syumul, Syamil dan Mutakamil! Lalu bagaimana kita menerapkan ke-Syumulan, ke-Syamilan dan ke-Mutakamilan Islam ketika kita mengelompok-mengelempokkan syari’at!? Pemahaman yang antum sebutkan sangat jelas membinungkan sekali.

    • Kalau masalah ‘Kaffah’, Alhamdulillah ada beberapa masukan yang dapat saya jadikan pertanyaan untuk ditanyakan ke musyrif Saya. Syuqron.
      Karena ada hal yang perlu Saya pertanyakan ke musyrif Saya, afwan kalau Saya belum bisa berkomentar banyak.

      Jawab Abu Jaisy:
      Yups, tafadhal akhi. Dan jangan lupa beritahu jawabannya kepada saya yah. Biar saya bisa mengetahui perkembangan HTI dari tahun ke tahun seperti apa. Benar, sebaiknya jangan menjawab pertanyaan yang anda belum bisa menjawabnya. Saya kira jawaban diatas juga bukan jawaban dari Hizbut Tahrir, tetapi itu murni dari pikiran anda sendiri. Karena jika jawaban diatas malah menyimpang dari syari’at Islam, dan malah akan memalukan Hizbut Tahrir sendiri!

  23. 5. Hizbut Tahrir dulu ketika diajak berdemonstrasi untuk menurunkan sembako, menurunkan BBM menolak dengan alasan “Jika khilafah sudah terbentuk, semua itu akan terwujud dengan baik secara sendirinya” tetapi kenapa beberapa waktu lalu Hizbut Tahrir melakukan demo untuk menuntut pemerintahan menurunkan sembako dan BBM?

    Jawab:
    Saya tidak dapat menjawab pertanyaan ini dengan baik, karena Saya baru mendengar pernyataan seperti itu. Pernyataan yang mengatakan bahwa HT mengatakan bahwa “Jika khilafah sudah terbentuk, semua itu (menurunkan sembako, BBM, dll) akan terwujud dengan baik secara sendirinya”

    Hanya sejauh yg Saya ketahui HT berdemonstrasi bukan semata agar harga sembako, BBM, dll turun.
    Tetapi lebih karena memanfaatkan momen untuk menyadarkan kepada masyarakat bahwa inilah akibat dari diterapkannya sistem yang bukan Islam. Hal tsb, tidak akan terjadi jika Sistem Islam yg tegak.

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan ziddan akhi. (sekali lagi) Antum sudah berapa lama masuk menjadi Daris HT? Ini jelas-jelas dikatakan oleh Ustad Ismail Yusanto ketika di Bogor (tahun 90-an) dihadapan jamaah. “Jika khilafah sudah terbentuk, semua itu akan terwujud dengan baik secara sendirinya”
    Berapa tahunkah Hizbut Tahrir berteriak-teriak Khilafah? Dan berapa tahunkah ramalan dari Syaikh Taqiyuddin An Nabhani tentang ramalan datangnya khilafah itu? Bukankah menyadarkan masyarakat itu dengan tindakan, bukan degan omongan saja! Rasulullah sebelum berbicara sahabat-sahabat, ulama salaf dan ulama hanif akan selalu mengerjakan sesuatu sebelum diucapkan. Nah seharusnya Hizbut Tahrir seperti itu, tunjukkan dulu “prestasi” yang sudah dicapai Hizbut Tahrir kepada masyarakat, jangan ujug-ujug berteriak Khilafah dan bermaksud menyadarkan masyarakat. Bukankah seharusnya tegaknya khilafah itu karena perbuatan!

    • Saya heran dengan celotehan orang2 yang mengatakan bahwa HT cuma bisa ngomong doang dan tidak berbuat. Maksudnya apa sih?? Apakah mungkin yg mereka maksudkan HT tidak bisa memberikan sesuatu hal yang dapat dirasakan masyarakat. Kalaupun yg dimaksudkan itu apakah mereka tidak melihat? Contoh simpel nya saja saat HT menggelar longmarch atau aksi damai. Lihat berapa banyak orang yang ikut dalam aksi tsb..!! Orang-orang yang ikut dalam aksi-aksi HT adalah sebagai salah satu bukti prestasi HT yakni penyadaran ummat. Mereka yg ikut aksi2 HT itu tidak dibayar mas, sekali lagi TIDAK dibayar, malah kadang2 mereka harus membayar (untuk ongkos)..!! Mereka orang2 yg ikhlas, hasil dari upaya yang selama ini dilakukan HT yakni penyadaran ummat. Bukankah semakin banyak ummat yang sadar berarti semakin banyak pula manusia yang menjadi baik, bukankan dengan begitu berkurang pula kejahatan di dunia ini. Pikirkan lagi atas apa yang Anda katakan.

      Jawab Abu Jaisy:
      Hehehe… kalau ini bukti, berarti seharusnya PKS-lah yang menjadi bukti. :D (bukankah PKS lebih besar massanya setiap kali berdemonstrasi)
      Masalah ikhlas dan tidaknya kita tidak mengetahuinya mas, kecuali Allah. Dan kalau masalah bayar atau tidak dibayar, yah sama saja dengan kader PKS. Bagi kader tidak hanya waktu demo saja memberikan infaqnya, tetapi kader PKS sudah mewajibkan beberapa infaq dan zakat untuk berbagai hal. Jadi tidak harus demonstrasi. Hehehehe….
      Malah saya menganggap bahwa orang yang suka demonstrasi itu yang Omong doang! Coba bayangkan, berteriak “tegakkan syari’at…” tetapi ternyata banyak kadernya yang tidak mengerti Syari’at Islam, bahkan sering kali Hizbut Tahrir melanggar syari’at Islam. Nahkan ini sudah jelas sekali, menegakkan syari’at hanya dengan berkata-kata saja, bukan dengan aplikasi yang nyata. Bukankah Allah sangat murka kepada orang-orang seperti ini! Silahkan baca disini —-> Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi Nahkan, sebelum anda menjawab dan bertanya. Saya sudah menjawab pertanyaan dan jawaban anda! Hanya sering kali kalian tertutupi “kebutaan” melihat kebenaran karena egoisme harakah.

      Atau mungkin maksud dari orang2 yng mengatakan bahwa HT tidak berbuat adalah karena HT tidak masuk dalam parlemen sehingga tidak dapat memberikan perubahan pada Undang2 yg ada. Apakah itu yang mereka maksudkan?? Kalau begitu, ya, itu logika siapa, itu kan logika dari orang2 yng menganggap bahwa Demokrasi dapat dijadikan sebagai jalan perjuangan, tentu berbeda dengan logika HT yng menganggap bahwa Demokrasi bukan lah alat yng dapat dipakai untuk jalan perjuangan. Kalau masalah merubah undang2, HT pun memang sedang berusaha untuk merubah Undang2 tapi tidak dengan parlemen, tetapi dengan jalan penyadaran ummat dan thalabun nusrah sehingga terwujud nya Khilafah.

      Jawab Abu Jaisy:
      Hizbut Tahrir merubah undang-undang? What’s! :D
      Antum tahu apa yang dimasudkan Revisi dan amandemen UU serta siapa saja yang berhak dalam hal ini. Jika antum tahu, pasti antum akan malu dan menarik perkataan bahwa “Kalau masalah merubah undang2, HT pun memang sedang berusaha untuk merubah Undang2 tapi tidak dengan parlemen, tetapi dengan jalan penyadaran ummat dan thalabun nusrah sehingga terwujud nya Khilafah” (Afwan akhi, tolong belajarlah lagi sebelum berstatement. Karena statement yang antum lontarkan membuat orang yang paham tentang Undang-Undang teratawa geli)
      Nahkan jelas, jika Demokrasi bukan alat perjuangan untuk dipakai. Maka sudah seharusnya Hizbut Tahrir tidak memperjuangkan berbagai hukum produk dari demokrasi. Bahkan HTI sampai menuntut ke MK (Mahkamah Konstitusi) bukankah ini alat Demokrasi! :D

      Bukti aplikasi dari gerakan itu tidak hanya dengan Demonstrasi, tidak hanya dengan berada di parlemen. Banyak sekali hal-hal yang lebih dari itu! Saya ingat waktu di Aceh, ada Posko Hizbut Tahrir yang berdiri. Tetapi selama berdiri posko itu, saya tidak mendapati orang-orang yang memang berada di posko tersebut. Kecuali hanya duduk-duduk dan melihat-lihat. Ibarat sebuah posko, maka pokso bantuan tersebut kosong aktivitas. Tidak seperti posko-posko yang lain. Saya mengetahuinya, karena memang posko tempat saya bersebelahan dengan Posko Hizbut Tahrir. Tetapi betapa gencarnya propaganda di buletin dan koran-korannya Hizbut Tahrir tentang posko-posko mereka. Nah Allah paling membenci orang-orang yang hanya berkata-kata tetapi tidak melaksanakan atas apa yang diakatakan. Coba Hizbut Tahrir turun langsung kedalam daerah bencana, bukan hanya sebatas propaganda. Saya ini dulu adalah salah satu tim SAR, sehingga sering sekali masuk kedalam daerah-daerah bencana. Dan yang selalu saya temui posko tepat didaerah bencana selalu PKS! Jika memang benar Hizbut Tahrir mengatakan tentang Syari’at Islam, maka sudah seharusnya bahkan wajib Hizbut Tahrir yang pertama datang di daerah-daerah bencana tersebut. Ini untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar serius memperjuangkan Syari’at Islam! Maka dari itu, kenyataan tidak sesuai dengan perkataan. Berkata benar, tetapi tindakannya tidak ada.

      Saya teringat waktu ngobrol dengan kakak saya yang seorang ummahat HT ketika sebelum berangkat ke Inggris. Beliau dengan keras menentang tentara-tentara Amerika yang menolong orang-orang di Aceh. Bahkan terlihat sangat benci sekali melihat hal-hal seperti itu. Tetapi sayang kakak saya ini tidak datang ke Aceh untuk menjadi relawan bencana. Dan saya memang menyadari, bahwa inilah sikap-sikap kader Hizbut Tahrir. Membenci apa yang bisa dia benci tanpa harus mengaplikasikan kebenciannya kepada tindakan sosial. Yah seperti halnya berkata “Kemiskinan melanda dimana-mana, permasalahan ini harus kita tuntaskan” tetapi hanya sebatas perkataan. Tidak memberikan aplikasi dengan harus memberikan apa yang bisa dia beri untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Nah banyak lagi hal-hal yang harus dilakukan, tidak hanya sebatas Demonstrasi lalu diklaim sudah memberikan penyadaran kepada masyarakat. Dan sebuah bukti diketahui bahwa Hizbut Tahrir hanya berkembang di daerah-daerah Eropa yang notabene adalah negara-negara Demokrasi. Tetapi coba berapa banyak kader Hizbut Tahrir di Timur-Tengah, mereka mengalami stagnan kaderisasi. Karena apa? Karena di Timur Tengah masih banyak ulama-ulama yang hanif. Dan HT tidak seperti Ikhwanul Muslimin yang mampu berkembang dinegara-negara manapun, sehingga dijadikan “warning” di majalah Times karena telah mengakar di semua negara. Intinya adalah “PERBUATAN” bukan hanya Omong Doang.

      • “Hehehe… kalau ini bukti, berarti seharusnya PKS-lah yang menjadi bukti. (bukankah PKS lebih besar massanya setiap kali berdemonstrasi)”

        he..he..juga, Sayangnya Saya tidak pernah bilang kalau PKS ngomong doank, karena Saya pun tahu kalau PKS pun pernah berdemonstrasi. Jadi??? Anda sepakat kan kalau massa yang ikut dalam demonstrasi HTI itu menjadi salah satu bukti bahwa HTI tidak ngomong doank??? (Eitss, sorry saya tidak boleh bertanya, nggak perlu dijawab kalau begitu)

        Jawab Abu Jaisy:
        Hehehe… Subhanallah.
        Maaf, anda ini tahu maksud saya nggak yah?
        Itu dibawahnya saya jelaskan tentang maksud “ngomong doank”. Saya copas ajalah (hiii… males banget mengulang jawaban terus menerus).

        Jawab Abu Jaisy:
        Hehehe… kalau ini bukti, berarti seharusnya PKS-lah yang menjadi bukti. :D (bukankah PKS lebih besar massanya setiap kali berdemonstrasi)
        Masalah ikhlas dan tidaknya kita tidak mengetahuinya mas, kecuali Allah. Dan kalau masalah bayar atau tidak dibayar, yah sama saja dengan kader PKS. Bagi kader tidak hanya waktu demo saja memberikan infaqnya, tetapi kader PKS sudah mewajibkan beberapa infaq dan zakat untuk berbagai hal. Jadi tidak harus demonstrasi. Hehehehe….
        Malah saya menganggap bahwa orang yang suka demonstrasi itu yang Omong doang! Coba bayangkan, berteriak “tegakkan syari’at…” tetapi ternyata banyak kadernya yang tidak mengerti Syari’at Islam, bahkan sering kali Hizbut Tahrir melanggar syari’at Islam. Nahkan ini sudah jelas sekali, menegakkan syari’at hanya dengan berkata-kata saja, bukan dengan aplikasi yang nyata. Bukankah Allah sangat murka kepada orang-orang seperti ini! Silahkan baca disini —-> Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi Nahkan, sebelum anda menjawab dan bertanya. Saya sudah menjawab pertanyaan dan jawaban anda! Hanya sering kali kalian tertutupi “kebutaan” melihat kebenaran karena egoisme harakah.

        Hizbut Tahrir merubah undang-undang? What’s! :D
        Antum tahu apa yang dimasudkan Revisi dan amandemen UU serta siapa saja yang berhak dalam hal ini. Jika antum tahu, pasti antum akan malu dan menarik perkataan bahwa “Kalau masalah merubah undang2, HT pun memang sedang berusaha untuk merubah Undang2 tapi tidak dengan parlemen, tetapi dengan jalan penyadaran ummat dan thalabun nusrah sehingga terwujud nya Khilafah” (Afwan akhi, tolong belajarlah lagi sebelum berstatement. Karena statement yang antum lontarkan membuat orang yang paham tentang Undang-Undang teratawa geli)
        Nahkan jelas, jika Demokrasi bukan alat perjuangan untuk dipakai. Maka sudah seharusnya Hizbut Tahrir tidak memperjuangkan berbagai hukum produk dari demokrasi. Bahkan HTI sampai menuntut ke MK (Mahkamah Konstitusi) bukankah ini alat Demokrasi! :D

        Bukti aplikasi dari gerakan itu tidak hanya dengan Demonstrasi, tidak hanya dengan berada di parlemen. Banyak sekali hal-hal yang lebih dari itu! Saya ingat waktu di Aceh, ada Posko Hizbut Tahrir yang berdiri. Tetapi selama berdiri posko itu, saya tidak mendapati orang-orang yang memang berada di posko tersebut. Kecuali hanya duduk-duduk dan melihat-lihat. Ibarat sebuah posko, maka pokso bantuan tersebut kosong aktivitas. Tidak seperti posko-posko yang lain. Saya mengetahuinya, karena memang posko tempat saya bersebelahan dengan Posko Hizbut Tahrir. Tetapi betapa gencarnya propaganda di buletin dan koran-korannya Hizbut Tahrir tentang posko-posko mereka. Nah Allah paling membenci orang-orang yang hanya berkata-kata tetapi tidak melaksanakan atas apa yang diakatakan. Coba Hizbut Tahrir turun langsung kedalam daerah bencana, bukan hanya sebatas propaganda. Saya ini dulu adalah salah satu tim SAR, sehingga sering sekali masuk kedalam daerah-daerah bencana. Dan yang selalu saya temui posko tepat didaerah bencana selalu PKS! Jika memang benar Hizbut Tahrir mengatakan tentang Syari’at Islam, maka sudah seharusnya bahkan wajib Hizbut Tahrir yang pertama datang di daerah-daerah bencana tersebut. Ini untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar serius memperjuangkan Syari’at Islam! Maka dari itu, kenyataan tidak sesuai dengan perkataan. Berkata benar, tetapi tindakannya tidak ada.

        Saya teringat waktu ngobrol dengan kakak saya yang seorang ummahat HT ketika sebelum berangkat ke Inggris. Beliau dengan keras menentang tentara-tentara Amerika yang menolong orang-orang di Aceh. Bahkan terlihat sangat benci sekali melihat hal-hal seperti itu. Tetapi sayang kakak saya ini tidak datang ke Aceh untuk menjadi relawan bencana. Dan saya memang menyadari, bahwa inilah sikap-sikap kader Hizbut Tahrir. Membenci apa yang bisa dia benci tanpa harus mengaplikasikan kebenciannya kepada tindakan sosial. Yah seperti halnya berkata “Kemiskinan melanda dimana-mana, permasalahan ini harus kita tuntaskan” tetapi hanya sebatas perkataan. Tidak memberikan aplikasi dengan harus memberikan apa yang bisa dia beri untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Nah banyak lagi hal-hal yang harus dilakukan, tidak hanya sebatas Demonstrasi lalu diklaim sudah memberikan penyadaran kepada masyarakat. Dan sebuah bukti diketahui bahwa Hizbut Tahrir hanya berkembang di daerah-daerah Eropa yang notabene adalah negara-negara Demokrasi. Tetapi coba berapa banyak kader Hizbut Tahrir di Timur-Tengah, mereka mengalami stagnan kaderisasi. Karena apa? Karena di Timur Tengah masih banyak ulama-ulama yang hanif. Dan HT tidak seperti Ikhwanul Muslimin yang mampu berkembang dinegara-negara manapun, sehingga dijadikan “warning” di majalah Times karena telah mengakar di semua negara. Intinya adalah “PERBUATAN” bukan hanya Omong Doang.

  24. 6. Ketika Hizbut Tahrir menyuarakan khilafah, lalu apakah untuk membuat khilafah setiap orang harus bergabung dalam jamaah ini?

    Jawab:
    Tidak harus, jika seseorang melihat bahwa ada kelompok lain selain HT yang serius dan ikhlas memperjuangkan Khilafah dan kelompok tsb memiliki visi misi dan gambaran yg jelas tentang road map dan master plan dalam menegakkan Khilafah, ya, silakan2 saja bergabung dengan kelompok tsb.

    Jawab Abu Jaisy:
    Wah, kayaknya Hizbut Tahrir sudah mulai banyak perubahan yah! Alhamdulillah.
    Saya teringat dulu ketika di Surabaya, Seorang ketua DPD menyampaikan taujihnya dengan mengatakan sangat bertolak-belakang dengan jawaban antum. Semoga benar-benar terjadi. Amien.

    • Wallahu’alam, mungkin saja Anda benar, mungkin saja Anda salah dengar..

      Jawab Abu Jaisy:
      Hehehe… yah terserah sajalah. Allah yang Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-hambanya.

      • Yup, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

        Jawab Abu Jaisy:
        Yups, kebenaran itu dari Allah. Maka jangan sampai kita mengklaim lebih benar dari Allah atas ijtihadnya sendiri.

  25. 7. Pada saat Khilafah sudah terbentuk lalu khilafah itu didapatkan dari jamaah Islam yang lain dan tidak sesuai dengan prinsip Hizbut Tahrir, apakah Hizbut Tahrir menerima atau tidak khilafah tersebut?

    Jawab:
    Insya Allah menerima selama sesuai dengan landasan syar’i.
    Hanya di dalam pertanyaan ini yang agak janggal adalah seperti ada anggapan bahwa Khilafah itu berbeda2. Sejauh yg saya ketahui pokok-pokok tentang Khilafah tidak ada perbedaan di kalangan ulama, yang berbeda hanya perkara yg menyangkut cabang.
    Wallahu’alam, Saya memang harus banyak belajar.

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi, landasan Syar’i disetiap gerakan itu berbeda-beda. Bisa jadi antum yang mengatakan syar’i, bagi Hizby Salafy tidak Syar’i, dan bagi IM biasa-biasa saja. Atau sebaliknya. Inilah yang jadi problematika khilafah mulai sejak dulu. Bukankah salah satu kemunculan Khawarij yang mengkufurkan Umat Islam yang lain itu karena landasan Syar’inya berbeda dengan kekhalifahan yang ada! Seharusnya landasan Syar’i yang dijadikan patokan khilafah itu landasan syar’i dari sistem Khilafah itu sendiri, bukan organisasi-organisasi non sistem/pemerintah. Jadi dengan begitu jika khilafah terbentuk dan bukan dari Hizbut Tahrir, maka sudah selayaknya Hizbut Tahrir patuh dan taat tanpa harus membuat “label” kesyar’iannya sendiri. Begitu pula sebaliknya kepada gerakan Islam yang lain.

    Tapi apakah itu bisa terjadi? Entahlah! Dengan sesama gerakan Islam saja Hizbut Tahrir gampang menfitnah sesat, apalagi jika gerakan Islam yang lain menguasai sebuah khilafah! (Yah semoga selalu dapat “mensucikan hati” sajalah).

    • Sudah Saya maksudkan sebelumnya, bahwa yang janggal dari pertanyaan Anda adalah seolah2 Khilafah itu tidak mempunyai konsep yang baku, dan sudah saya katakan bahwa sejauh yg saya ketahui pokok-pokok tentang Khilafah tidak ada perbedaan di kalangan ulama, yang berbeda hanya perkara yg menyangkut cabang.

      Jawab Abu Jaisy:
      Hehehe… Khilafah itu adalah konsep dari apa dan siapa madzhab yang berkembang! Jadi tentu berbeda aplikasi syari’atnya. Anda harus paham itu. Dari mulai Rasulullah, sampai kepada akhirnya dijadikan raja-raja dari khilafah. Semua berbeda konsep dalam penerapan aplikasi syari’atnya. Intinya madhzab siapa yang dominan maka itulah yang akan dijadikan rujukan syari’atnya. Nah, intinya anda hanya sebatas mengatahui dari konsep Hizbut Tahrir. Belum belajar dari sisi yang lain. Dengan begitu anda jumud dalam berilmu, karena kepahaman dari ashabiyah harakah yang anda ikuti. Ini tentu menjadikan anda tidak bisa mengetahui kebenaran diluar harakah anda. Jika masalah khilafiyah, Ijtihad, ikhtilaf atau furu’ (cabang) maka itu berada pada wilayah fiqh. Dalam konteks ini, setiap orang ulama yang hanif berhak berijtihad dalam masalah-masalah tersebut. Dan itu juga termasuk wilayah Demokrasi! Anda harus paham masalah ushul fiqh dulu baru berkomentar tentang masalah furu’ (cabang)

  26. 8. Dalam Hizbut Tahrir, apakah tidak pernah diajarkan masalah khilafiyah tentang fiqh maupun ijtihad seorang ulama kah? Karena dari banyak kasus, kader Hizbut Tahrir tidak memahami beberapa kaidah fiqh dan masalah khilafiyah.

    Jawab:
    Mungkin Anda sudah bertemu dengan jutaan kader HT, sehingga dapat menyimpulkan dengan mengatakan “banyak kasus”. Wallahu’alam.

    Menurut Saya wajar bahwa di dalam sebuah gerakan tidak seluruh anggotanya berilmu banyak dan pintar. Ada yg dijelaskan mengerti dengan cepat, ada yang susah sekali mengertinya.
    Di HT sendiri diajarkan, kalau tidak salah di kitab pertama (Nidzhomul Islam) diajarkan (Saya belum sampai bab tsb, tapi pernah baca).

    Jawab Abu Jaisy: :)
    Akhirnya antum ngaku sendiri, belum sampai kepada masalah yang ditanyakan diatas. Dan dari berbagai “orang-orang pintar” dari Hizbut Tahrir yang berkomentar di blog ini juga sama seperti antum. “Belum sampai” :)

    • Kalau begitu, berarti selama ini yang berdiskusi dengan Anda adalah Daris2 HT.

      Jawab Abu Jaisy:
      Saya tidak tahu mereka siapa. Jadi admin syariahpublications.com adalah sebatas daris? Masya Allah, kok berani yah menjawab pertanyaan-pertanyaan syari’at, padahal dia tidak mengerti syari’at. Seperti anda juga,

      • ???
        Berarti dugaan Saya salah, Saya kira daris. Wallahu a’lam kalau mereka tidak bisa jawab, karena Saya tidak tahu kronologis diskusinya jadi tidak bisa menilai.

        Jawab Abu Jaisy:
        Kalau tidak tahu masalahnya yah tidak perlu berkomentar mas :)

  27. 10. Apakah dalam Hizbut Tahrir dihalalkan untuk menyesat-nyesatkan gerakan dakwah yang lain, yang tidak sesuai dengan konsep Hizbut Tahrir?

    Sejauh yg Saya ketahui sejauh ini HT mengatakan sesat baru ke Ahmadiyah, Lia Eden, dan gerakan2 lain yang memang benar2 sudah merusak pokok2 agama.
    Kalau ke kelompok2 yg lain paling sama dengan perkataan Imam Syafi’ie:
    Saya benar tapi tidak menutup kemungkinan Saya ada salah, Mereka salah tetapi tidak menutup kemungkinan ada benarnya.

    Tambahan:
    Silakan baca link2 berikut:

    http://hizbut-tahrir.or.id/2010/02/02/bantahan-hti-terhadap-permohonan-pengujian-materiil-uu-tentang-penyalahgunaan-danatau-penodaan-agama/

    http://konsultasi-syariah.co.cc/2007/01/19/hukum-memvonis-sesat-sesama-muslim/

    http://adivictoria1924.wordpress.com/2010/03/07/keharaman-dalam-menerapkan-sistem-demokrasi-bukan-masalah-ijtihadiy/#more-484

    Jawab Abu Jaisy:
    Antum bisa lihat link-link yang diatas artikel yang sudah saya sediakan di paragraft pertama. Itu bukti bahwa Hizbut Tahrir Menyesatkan gerakan Islam yang lain.
    Insya Allah dari link-link yang antum sebutkan, sudah pernah saya membaca. Dan sampai saat ini tidak ada dalil qath’i yang menyatakan demokrasi itu adalah kufur dan haram di ikuti. Lihat Artikel saya yang lain:
    Tolong Buktikan Dalil Qath’i Tentang Haramnya Demokrasi!
    Mossad: Jangan Sampai Arab Mengikuti Demokrasi, Biarkan Mereka Menjadi Negara Monarki Absolut
    Pemilu Peluang Perbaikan
    Demokrasi, Barang Curian Milik Islam?
    Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi
    Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?, dll!

    Dari link diatas, sudah jelas bahwa Hizbut Tahrir mulai memperjuangkan Undang-Undang Demokrasi. :)
    Dan ini kontras sekali dengan artikel dari blog yang ketiga adivicotria1924.wordpress.com yang sudah jelas-jelas mengecap demokrasi itu adalah kafir dan haram untuk di ikuti. JIka mengacu kepada artikel tersebut, maka komentar anda diatas sudah terbantahkan semua oleh tulisan artikel tersebut. :)
    Dan ini membuktikan Hizbut Tahrir juga mengikuti ranah demokrasi, walaupun dengan kalimat “terselebung” tentang pembalaan UU Penodaan agama.
    Oh iya, kayaknya dua admin blog tersebut pernah berkunjung kemari dan berdiskusi dengan saya masalah syari’at Islam dan demokrasi.

  28. Terakhir, Saya sempat baca balasan Anda, dan hal tsb semakin menguatkan Saya:
    Diskusi melalui tulisan itu memang menyusahkan, memakan banyak waktu, dan apa yang kita tuliskan belum tentu dapat dipahami dengan baik oleh orang lain.
    Lebih baik memang diskusi langsung.

    Wallahu’alam, oh iya, sebelumnya afwan kalau ada salah.

    Allahu Akbar, sudah malam sekali..

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh..loh balasan yang mana? Ini saja baru akan dibalas semua kok antum ngomong sudah dibalas! Wah ini ada apa yah? (Saya kalau membalas itu tidak langsung saya Approve, saya akan menjawab semua jika memang saya selesai menjawab semuanya. Jadi tidak satu-satu. Masya Allah, belum-belum sudah main fitnah!)
    Diskusi melalui tulisan itu lebih bagus, karakter seorang muslim yang mempunyai kafa’ah dalam bidang keilmuan itu yah diskusinya melalui tulisan. Karena dengan tulisan itu kita akan mengetahui karakter seseorang itu berilmu atau tidak.
    Hehehe… diskusi langsung? Tafadhal datang kerumah ana. Ana juga mantan HT jadi insya Allah tahu karakternya :D
    Antum kayaknya orang baru buka blog saya yah? :D
    Saya pernah juga berdialog dengan Syariah Publications dengan blog/situs (syariahpublications.com) tetapi ternyata kafaah dalam syari’atnya juga lemah. Dan beliau insya Allah mengenal saya, karena beliau juga mengenal salah satu Ummahat Hizbut Tahrir dari Indonesia yang tinggal di Inggris yang saya anggap sebagai kakak saya. Mungkin antum kafa’ahnya bagus dalam bidang syari’at, insya Allah kita bisa bertukar ilmu, atau antum memberikan ilmu antum kepada saya. :)
    Antum mengatakan diskusi melalui tulisan itu menyusahkan, memakan banyak waktu, dan apa yang kita tuliskan belum tentu dapat dipahami dengan baik oleh orang lain, what’s! :D
    Bukankah ketika bertemu itu juga malah menyusahkan, antum harus kerumah saya untuk menemui saya sebagai orang yang akan diajak berdialog (ini sesuai dengan syari’at Islam), dan akan memakan banyak waktu, saat diskusi belum tentu juga akan dipahami oleh orang lain. Atau memang hanya kita berdua? Kalau ini nggak seru, buat seminar saja nanti orang ammah yang akan menilai bukan kita atau antum. :)
    Paham atau tidak seseorang itu bukan berdasarkan pada parameter yang antum pahami, paham tidaknya seseorang itu bukan harus sesuai dengan argumentasi/hujjah antum. Jangan sampai kalau orang yang tidak sepaham dengan argumentasi/hujjah antum lalu antum anggap mereka tidak paham, ini jelas namanya ghurur dan ghuluw dalam berhujjah. Ciri seperti ini dibenci oleh Rasulullah!
    Bagi saya menulis disini lebih menguntungkan, karena saya bisa menulis dengan santai, berhujjah dengan santai (nggak pake ngotot2an kayak di tv kalau debat dengan JIL (Jaringan Iblis Laknatullah)). Dan orang lain juga bisa melihat hikmah dan tsaqafah dari tulisan ini. Disatu sisi pro dan disisi lainnya kontra, terserah orang mau ambil yang mana. :)

    • Balasan yang pertama dan kedua mas…
      Dari balasan pertama juga sudah terlihat bahwa nanti ke depannya akan panjang…. Wheeww…
      Ya, itu pandangan Saya pribadi, karena Saya merasakan sendiri jadi banyak hal yang terbengkalai…

      Silakan, Anda merasa asyik berdiskusi melalui tulisan, sedangkan Saya lebih Asyik berdiskusi langsung. (Subjektif).

      Alhamdulillah, sekarang tidak terlalu malam……

      Jawab Abu Jaisy:
      Masya Allah, ANDA SELALU BERBOHONG! Tidak ada jawaban yang saya “Setujui” satu-persatu. Saya selalu menyetujui semua jawaban dalam satu waktu. Tetapi saya tidak kaget, karena yah seperti inilah jika saya berdialog dengan kader Hizbut Tahrir, selalu berbohong dalam berhujjah. Bagaimana anda menerapkan syari’at jika anda sendiri tukang bohong! Yah silahkan bersilat lidah dalam berbagai kebohongan, insya Allah kami sudah tahu kebiasaan tersebut.
      Saya langsung dan tidak langsung terserah. Tetapi dengan tulisan seperti ini, minimal akan tercatat sebagai bukti hujjahnya daripada hanya berkata-kata akhirnya nanti lupa hujjahnya sendiri, ini yang saya rasakan dulu ketika masih mahasiswa ditahun 2002 berdialog dengan kader Hizbut Tahrir. Dan mereka selalu “lupa” dengan hujjahnya sendiri. Minimal disini sudah terekam perkataan kalian selain dari hisab “yang akan datang”.

  29. Dari jawaban kader Hizbut Tahrir, atas sampai bawah. Kayaknya satu sama lainnya saling bertentangan dalam menjawab. Malah satu sama lainnya simpang-siur. Yang satu menjawab “boleh” yang satu menjawab “tidak”, yang lain menjawab “bingung”.

    Maaf bagi saudara Hizbut Tahrir, tetapi dari setiap jawaban kalian. Terlihat bahwa kalian memang tidak memahami permasalahan yang kalian hadapi sendiri.

    Ciri kaderisasi yang bersifat mendoktrin akan susah menjawab pertanyaan orang-orang yang kritis. Sebaiknya pahamilah ilmu dengan pikiran kita bukan dengan mengikuti mutlak pemikiran orang lain.

    Senang bisa berkunjung.

    Jawab Abu Jaisy:
    Terima kasih kunjungannya

  30. HT menolak Demokrasi…?? katenye demokrasi sistim KUFUR, suruh belajar lagi yang bener syababnya, ngapain member HT ikut PEMILU di Jordania sama libanon, emangnya ditempat entu sistimnya sistim Islam apah??

    Anggota HT di Jordan pernah mengikuti Pemilu padahal jordania kondisi politiknya diluar “standard islam” menurut HT karena UUD Jordania adalah Konstitusi ada ditangan raja, dan sistim yang dipakai oleh Jordania adalah sistim Islam bercampur hukum perancis, sistim pemilu disana adalah Bikameral (majelis Senat/al ayaan jumlahnya 55 orang dan majelis nuwab/utusan jumlahnya 80 orang) tahun 1951 syekh Taqiyudin mengikuti pemilu, nyalonin dirinya sendiri dapat (2300 suara), tapi kalah suara oleh saingannya abdullah na’was dari partai ba’ats yang dapat (5000 suara). ditahun berikutnya 1954, Dawud Hamdan dari HT juga ikut pemilu dicalonkan (atau mencalonkan diri) untuk wilayah kota Al-Quds lalu Abdul-Qadim Zallum, As`ad Tamimi dan Abdulqadir Al-Khatib in Al-Khalil; lalu Ahmad Ad-Da`ur dicalonkan untuk wilayah tulkarem. tapi hanya ad-daur yang lolos, soalnya beliau membuat perencanaan yang sangat matang bersama IM (moslem mrotherhood) saat di lantik, hampir sama dengan anggota parlemenlainnya, Ad-daur disumpah setia ke Raja Yordania dan tanah air. Syaikh Ad Daur menambahkan kata Kepada Allah SWT juga.

    tahun 1954 sekali lagi pendiri HT mengikuti pemilu untuk memperebutkan kursi di Al Quds, Al-Khalil, Jenin dan tulkarem. lagi-lagi hanya ahmad ad-daur nyang menang. …

    sekedar catatan :
    1. HT didirikan pada tahun 1952/1953 jadi disaat HT sudah berdiri, mereka sudah mengikuti Pemilu, diulangi juga pada tahun 1954.
    2. pada tahun 1950-an wilayah tepi barat palestina masih berada dibawah dikekuasaan Jordania sebelum direbut zionis laknatullah israel pada perang arab 1967 yang dimenangkan oleh bangsa kera yahudi laknatullah.
    3. As’ad at tamimi tak lama kemudian meninggalkan Hizbut tahrir karena berbeda faham dan menjadi pemimpin spiritual Jihad Islam (salah satu faksi bersenjata di palestina)
    4. Dawud hamdan juga kemudian hari pisah dari HT

  31. [...] Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir [...]

  32. Assalammu’alaikum

    Kepada seluruh syabab dan syabah HT, hendaklah jangan dihabiskan waktu kita dengan jidal dengan akhi Fajar ini. Lebih baik, kita melakukan IM, HM, LQ, JM atau menulis tentang jawaban dari pertanyaan2 tersebut dengan landasan syar’i di blog masing-masing. Hindarkan mencela lawan diskusi kita, dan berfokus pada metodologi pembahasan syar’i (bersumber dari Qur’an, Sunnah shahiha, Ima’ shahabat, dan Qiyash Syar’i) terhadap setiap masalah. Semoga, Allah subhana wa ta’ala menjauhkan syabab dan kaum muslimin daripada kedengkian dan perpecahan. Aamiieen.

    Assalammu’alaikum

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam. :)
    Senang bertanya, tetapi ketika ditanya selalu lari dari pertanyaan. Mungkin seperti inikah yang antum maksud sesuai syari’at Islam? Tentu bagi jumhur seluruh ulama, cara-cara seperti itu jelas bukan dan tidak sesuai dengan syari’at Islam. Entah kalau syari’at Islam versi Hizbut Tahrir!!?

    Tanyanya di Indonesia, jawabnya (sambil lari ke) Amerika. Hehehe… aneh-aneh saja alibi antum :D
    Dalam adab dialog syari’at Islam, seseorang tidak boleh memunggungi orang yang sedang bertanya, apalagi jawabannya sampai tidak diketahui oleh sih penanya, cara yang seperti antum katakan itu jelas MELANGGAR SYARI’AT ISLAM. Dan jika itu memasuki area Jidal (debat) maka hal itu adalah cara yang KEJI yang biasa dilakukan oleh orang-orang munafiq! Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat-sifat para munafiq. Amien

    NB: Hizbut Tahrir tidak suka mencela? Bukankah menuduh, menfitnah, mencela itu sudah hal yang biasa dalam Hizbut Tahrir! (hehehe… jangan dikira saya tidak tahu)

  33. (edit by admin)

    Jawab Abu Jaisy:
    Terima kasih atas komentar anda, namun perlu diketahui. Kita disini tidak membahas PKS, tetapi membahas Hizbut Tahrir. Masalah PKS sudah ada di link-link yang lainnya diblog ini. Mohon fokus dalam berkomentar, sehingga tidak terkesan “asal” dalam berkomentar.

    Terima kasih atas kunjungannya!

  34. (edit by admin)

    Jawab Abu Jaisy:
    Terima kasih atas komentar anda, namun perlu diketahui. Kita disini tidak membahas PKS, tetapi membahas Hizbut Tahrir. Masalah PKS sudah ada di link-link yang lainnya diblog ini. Mohon fokus dalam berkomentar, sehingga tidak terkesan “asal” dalam berkomentar.

    Terima kasih atas kunjungannya!

    NB: Masalah Partai Islam boleh atau tidak bila dimasuki oleh non muslim, insya Allah sudah saya jawab dibeberapa komentar diblog ini. Dan dalil yang anda sampaikan juga sudah berkali-kali saya jawab dibeberapa forum diskusi. Mohon untuk tidak mengulang-ulang sebuah hujjah, karena bisa terlihat seperti jamaah robotik yang susah berhujjah kecuali disetir oleh si empunya robot
    .

  35. (edit by admin)

    Jawab Abu Jaisy:
    Mohon untuk fokus dalam tema, jangan mengalihkan diskusi dengan tema yang lain. Silahkan dijawab masalah Hizbut Tahrir diatas dan tidak perlu membawa dalil dan hujjah yang tidak ada sangkut pautnya dalam tema diatas.

    Terima kasih atas kunjungannya!

  36. [...] Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir [...]

  37. [...] Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir [...]

  38. Demokrasi di kepala orang2 bisa berbeda. Penulis artikel ini mendefinisikan demokrasi sedemikian rupa sehingga bahkan KTP, SIM dll pun menjadi bagian dari demokrasi, maka lahir aksioma “kita tidak bisa menghindar dari keterlibatan kita dalam demokrasi, hatta kader HT yang anti-demokrasi sekalipun”.

    Ada baiknya penulis artikel ini baca dulu buku “Demokrasi Sistem Kufur” agar mengerti demokrasi seperti apa yang dikufurkan oleh HT dan diharamkan bagi kita untuk mengikutinya.

    Jawab Abu Jaisy:
    Insya Allah, fatwa demokrasi sistem kufur akhirnya sudah mulai pudar. Di Tunisia HT sudah siap ikut pemilu melalui sistem demokrasi. Selama ini, saya selalu disuruh membaca buku “Demokrasi sistem kufur” tetapi selama ini pula saya belum pernah mendapatkan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan saya lebih-lebih kepada orang yang pernah membaca buku “Demokrasi sistem kufur”. Jangan dilihat bendanya (KTP, SIM, dsb) tetapi lihat Undang-Undang yang mengaturnya (KTP, SIM, dsb). Maka jika antum membaca buku “Demokrasi sistem kufur” sudah seharusnya tidak menggunakan segala macam produk demokrasi. Jadi, KTP dan SIM itu produk Undang-Undang Hukum Demokrasi, lalu kenapa masih saja ada orang yang mengkufurkan produk demokrasi tetapi masih memakai KTP, SIM, dsb!!!? Jangan standar ganda…lah :)

    Islam tidak berbicara perasaan, tetapi Islam berbicara atas Nash dengan dalil-dalil syar’i. Semoga bisa dipahami!

  39. senang bisa melihat diskusi di atas, meski dah lama. bgi tman2 HT, JT, dll jgn lupa contreng PKS di pemilu berikutnya,hehe

  40. akhi abu jaisy = ana melihat antm adalah orang yang paling faham keadaan dan thoriqoh sebuah gerakan yang suka mendeskreditkan harokah/kebijakan gerakan lain dalam hal ini HT (itu bisa dilhat dr publikasi2 yang terbit secara resmi dari medianya), krn mungkin antm dulu pernah aktif di dalamnya. hujjah antm cukup kuat namun ana teringat sabda rasulullah kepada Aisyah yang kurang lebih tidak sesuatu yang dibawa oleh kelembutan kecuali kebaikan, mungkin dengan bahasa yang lebih baik dan fokus kepada kaidah n bahasa syar’i lebih baik, uangkapan yang lebih lembut (maklum ana orang jateng..kesaannya klo baca tulisan antm agak keras/panas)..wlo mungkin itu bisa jadi tidak menimbulkan perubahan signifikan tp minimal apa yang kita tulis tidak mengeraskan hati kita, Wallahu A’lam, Barokallahumma fik..

  41. saya juga punya pertanyaan mirip seperti daftar di atas. Beberapa menurut saya sudah terjawab dengan baik oleh aktifis HT terutama pemahaman demokrasi dan produk2 turunannya.

    Hanya saja memang yang masih selalu mengganjal adalah mengapa aktifis HT yang saya kenal seringkali sinis dan nyinyis terhadap perjuangan gerakan lain.

    Padahal alangkah baiknya fokus saja dengan sasaran dan tujuan perjuangannya. Toh setiap gerakan2 tersebut insya Alloh bersyahadat yang sama, musuh islam yang sama, sholatnya sama, dll yang jauh lebih byk persamaanya.

    Kenapa mesti mencemooh? Kalau berbeda keyakinan yah biarkanlah selama tidak menyehtuh kidah. kedepankan berbaik sangka bahwa masing2 gerakan memiliki dasar dan alasan yang insya Alloh dari Quran dan sunnah…

    Namun saya juga memberikan masukan kepada pemilik blog ini supaya mungkin lebih ‘cool’ dan tidak tendensius. Artinya netral menunggu jawaban bukan berasumsi atau berprasangka terlebih dahulu. Saya amat bodoh tentang keislaman (serius, bukan basa-basi or merendah, emang bloon) tapi sepertinya bisa melihat mana diskusi mana debat kusir…

    Secara umum, forum ini membantu pemahaman saya. Terima kasih saudaraku, Abu Jaisy. Semoga Alloh meluaskan ilmu anda sekaligus meluaskan hati anda.

    salam hormat dan persaudaraan kepada semua saudaraku di sini,
    Yudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: