Perubahan tak dapat menunggu. Jangan lewatkan waktu, demikian yang diungkapkan grup Disko R&B asal kota Bologna, Change, di antara sebuah lagu klasik bertitel Don’t Wait Until Night. Hal itu disadari betul oleh Ahmad Zaafan (29 tahun), masyarakat Kairo, Mesir.
Lelaki ini menyatakan khawatir mengenai kondisi negaranya. Sepanjang lahir ke muka bumi hingga sekarang ini menjadi seorang psikolog, tidak lebih dari sosok Husni Mubarak-lah yang menjadi afiliasi Zafaan mengenai kekuasaan. Ketika Negara lain merasakan transisi demokrasi, Zaafan cuma dapat mendengarkan sumpah jabatan Mubarak setiap lima tahun sekali.
Beserta segala keadaan tersebut, Zaafan tak dapat menunggu lagi. Gelora perubahan sangat kuat buat ia bendung. Alhasil, ruang perawatan dia tinggalkan demi mendatangi barak kesehatan sukarela di tengah Lapangan Tahrir, Kairo.
Filed under: Berita Ditandai: | Ahmad Zaafan, Aktivis menikah, demonstrasi mesi, gelora perubahan, Husni Mubarak, Kairo, Lapangan Tahrir, masa transisi, Mubarak, Perubahan, Tahrir Square



[...] This post was mentioned on Twitter by suara, suara. suara said: Ada Romantisme Dalam Aksi Demonstrasi Mesir, Aktivis Anti Pemerintahan Mesir Menikah Disaat Aksi: Perubahan tak … http://bit.ly/gloXE6 [...]