Blog ini merupakan rasa gundah yang terdalam saat melihat banyaknya permusuhan yang dengan terang-terangan menghancurkan umat islam. Berjuang dalam pena adalah alternatif pilihan kami. Dan blog ini tautan dari http://suara01.blogspot.com
Blog ini merupakan rasa gundah yang terdalam saat melihat banyaknya permusuhan yang dengan terang-terangan menghancurkan umat islam. Berjuang dalam pena adalah alternatif pilihan kami. Dan blog ini tautan dari http://suara01.blogspot.com
| ajikinai di NASA Bantah 2012 Akan Kia… | |
| acyl kota di KH Ma’ruf Amin: Salafi Harus M… | |
| andi di Ditemukan Ular Raksasa Kaliman… | |
| JA'FAR SHODIQ AL JAW… di Kumpulan Video Dan Foto Bugil … | |
| kodil di Indonesia Urutan Ke-111 Negara… |
Blog pada WordPress.com. Theme: Digg 3 Column by WP Designer
You need become the most peaceHearth
go to hatidamai.wordpress.com
salam perdamaian !!
Salam damai juga
Salam
salam kenal, salam damai, berjuang lewat media apapun, sejatinya kebenaran harus diungkapkan
Iya, salam damai juga
Benar, mari kita berjuang bersama-sama.
coba berjuang dengan nyata, soalnya kalo blog yang ndengerin siapa?
Jaisy01: Perjuangan kita lakukan dimana pun saat kita berada. Dunia nyata hingga maya adalah sarana perjuangan kita. Hanya satu yang terpenting “Jangan pernah surut untuk selalu berjuang” Salam mas
setuju..
semoga umat islam dapat bersatu.. bersatu.. dan bersatu..
mari sama2 memperkuat persatuan islam melalui berbagai cara, diantara nya melalui dunia maya ini..
Jaisy01: Iya, mari kita berjuang bersama-sama untuk menuju kesuksesan besar Dien-Nya. Sukses salalu Mas
Wahai pemilik blog…
Aspirasikanlah semua komentar yang menurut anda sangat baik untuk disebarkan. caranya…???
Anda pasti lebih tahu…
wassalam…
Assalamualikum,
boleh saya tau email bapak? ada sedikit hal yang saya ingin sampaikan. bila di ijinkan oleh bapak.
wassalam
terima kasih
Jaisy01: Waalaikumsalam
Silahkan di fajar212000@yahoo.com semoga bermanfaat.
tanpa salam, salam bukanlah tujuan kita berislam. buat apa anda mengucapkan salam, tapi gak tahu apa itu salam. mari chat ama aku. tiap hari………………….
http://212baca.wordpress.com/2008/07/11/belajar-secara-mandiri-melalui-imajinasi/#respond
coba dehh…………………
aku juga bgitu akh…
menggunakan dunia maya sebagai sarana pembelajaran dan pemersatu umat islam..
tetep semanget..
Jawab Jaisy01:
Yups, mari kita perekat ukhuwah dalam koridor dakwah Islamiah. Tetap semangat
Jawab Jaisy01:
Senyummu menyejukkanku
HANCURKAN BLOG INI SEKARANG JUGA….
nah lo aja mnciptakan dan membuat jurang permusuhan….liat lah postingan2 lo apa dah mencerminkan untuk mempersatukan umat????
“Blog ini merupakan rasa gundah yang terdalam saat melihat banyaknya permusuhan yang dengan terang-terangan menghancurkan umat islam. Berjuang dalam pena adalah alternatif pilihan kami. Dan blog ini tautan dari http://suara01.blogspot.com”
disarankan untuk abang Jaisy01 :
posting tulisan2 yang menyejukan, tidak menghakimi atau memfitnah, utamakan ukwuwah islam,
yang harus dihadapi seperti abang katakan sendiri adalah : permusuhan yang dengan terang-terangan menghancurkan umat islam
semua umat islam adalah bersaudara dalam satu naungan la illah ha ilallah muhammadurrasulullah
alhamdulillah, blog seperti ini yang harus diperbanyak. Terkadang ada orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu, maka kewajiban kitalah untuk memberitahukannya.
Salam ukhuwah buat akhi Jaisy01, insya Allah, biarpun waktu sy sempit tapi coba sy usahakan utk mnengok blog antum walau tanpa comment (tapi klo sempet akan ngo-ment).
Oya saran, selain tulisan beraroma “Sabili”, mhn diperbanyak jg tulisan beraroma “Tarbawi”.
Jawab Jaisy01:
Syukron atas kunjungan di
Gublogsederhana iniSemoga blog-blog yang lain juga menyusul, tentunya dengan semangat dakwah menjawab segala tantangan jaman. Insya Allah, saya akan memperbanyak muatan “Tarbawinya”. Mungkin memang banyak beraroma “Sabili” karena nama nicknya “Jaisy”
Barakallah.
hidup ini sementara..
Jawab Jaisy01:
Yups, hidup hanya sementara. Kita persembahkan kesemntaraan ini dengan berbuat kebaikan dengan sebaik-baiknya. Yah, walaupun kadang kebaikan kita disalah-artikan oleh orang lain.
Ustadz, mo tanya nih.
Kalo hadits yg ga jelas sanadnya ‘kan disebut hadits lemah bahkan palsu. Nah, kalo ulama ga jelas sanad gurunya bisa dibilang ulama lemah atau palsu ga?
Terus bagaimana kita seharusnya memilih guru? Apakah berpersepsi bahwa ustadz fulan sahih sanadnya, lalu kemudian cari sanad gurunya? Ataukah cari sanad gurunya dulu, baru kemudian kita ikuti ustadz tsb?
gitu dulu ustadz. syukron
Jawab Jaisy01:
Bismillah,
Iya, untuk hadits yang nggak jelas sanadnya dibilang “Dho’if” (lemah) atau “Maudhu’” (palsu). Namun bukan berarti hadits yang nggak jelas sanadnya itu pasti “maudhu’(palsu). Menurut jumhur para ulama, hadits dhoif masih bisa dipakai dalam hujjah. Namun tetap acuannya harus hadits Shahih atau Hasan.
Jika ulama nggak jelas sanadnya? Ini perlu penjelasan. Jika yang disebut nggak jelas sanadnya itu adalah haditsnya, maka itu haditsnya yang disebut dho’if bukan ulamanya. Jika yang disebut nggak jelas sanad gurunya, dan sanad haditsnya sahih atau bahkan hasan. Tetap ulama tersebut tidak bisa dibilang ulama “dho’if” atau “Maudhu’”. “Kebenaran itu bisa didapatkan darimana saja, bahkan pada seorang badui sekalipun”
Yang dimaksud isnad atau biasa kita bilang sanad, bukanlah pada seorang guru kita. Melainkan sandaran kepada perawi yang terpercaya, yang terdiri dari matan-matannya dari mengeluarkan hadits. Seorang ulama (Abdullah bin Mubarak) berkata “Sanad ini dari agama, kalau seandainya tdk ada sanad, maka orang akan berkata sekehendak apa yg ia mau”.
Jadi, selama ulama tersebut mempunyai sanad yang kuat, maka sudah kewajiban kita mengikuti ulama tersebut. Siapapun ulamanya. Para ulama hadits, tidak mau menerima hadits yg datang kpd mereka melainkan kalau ada sanadnya, mereka lakukan yg demikian itu sejak tersebar dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg dipelopori oleh orang-orang Syi’ah. Muhammad Bin Sirin, berkata “Mereka (yakni para ulama hadits) tadi tdk menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata. Sebutkan kpd kami nama rawi-rawi kamu, bila dilihat yg menyampaikan Ahlus Sunnah diterima haditsnya….” Kemudian semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yg sampai kpd mereka. Bila syarat-syarat hadits shahih dan hasan terpenuhi, maka mereka menerima hadits-hadits tersebut sebagai hujjah. dan jika tdk terpenuhi syarat-syarat tersebut mereka menolaknya.
Memilih guru dalam Islam tidak dengan persepsi, tetapi dengan dalil yang dikemukakan. Apakah sanadnya sahih atau hasan ataupun dhohif dan maudhu’ sekalipun. Namun hal yang paling penting, kebenaran itu bisa datangnya dari siapa saja. Jika dalilnya dho’if atau Maudhu’, maka sudah selayaknya kita tidak menerima hujjah dari guru tersebut, tetapi kita tetap menganggapnya sebagai seorang guru, yang kadang bisa benar dan kadang bisa salah. “Ikutilah dua ulama yang saling berbeda pendapat, jika dua-duanya saling menjelekkan satu sama lainnya, maka tinggalkanlah. karena itu sama saja menjerumuskanmu pada dua ulama yang saling tergesa-gesa dalam berfatwa. Tetapi jika kedua-duanya saling memuliakan, maka ikutilah keduanya. Namun pasti hatimu akan membenarkan ulama yang satu. Tetapi ingat ada hati-hati yang lain, yang bertentangan dengan hatimu. Maka saling memuliakanlah.”
Yang terpenting kita nggak usah mencari-cari ini guru yang “menurut” kita benar. Guru satu dengan guru yang lainnya, kadang mempunyai dua sanad yang sahih bahkan hasan. Dengan hujjah yang berbeda, maka terserah kita mau memilih yang mana. Jika kedua-duanya bersanad Shahih dan Hasan. Tetapi jika, sanadnya yang satu dho’if atau maudhu’, dan yang satu shahih dan hasan, maka pilihlah yang shahih dan hasan. Tetapi jangan meninggalkan seseorang yang kita anggap faqih dalam agama, walaupun salah dalam berhujjah. Alangkah indahnya, ketika kita mempunyai banyak guru/ulama yang dapat memberikan banyak ilmu yang berbeda-beda.
Imam Syafi’i menyatakan “Bisa saja saya yang benar, dan anda yang salah. Tetapi bisa juga sebaliknya, saya yang salah dan anda yang benar”
Semoga bermanfaat.
akhi, tidak ada yang berhujjah dengan hadits lemah, yang ada adalah menggembirakan ummat dengan hadits dhoif tentang fadhoil amal, itupun dengan beberapa syarat yang menyebabkan hadits itu hampir tidak mungkin diterapkan
Misalkan ada 2 ustadz, yg satu sanad gurunya tidak jelas, sedang yg satunya lagi sanad gurunya jelas bersambung kepada Imam Bukhori (yang mana Imam Bukhori telah belajar kepada guru-guru yang sanadnya bersambung kepada Rasulullah, dan beliau telah mengambil dan menghafal lebih dari 1 juta hadits dari guru2 beliau). Pertanyaannya, jika 2 ustadz ini berbeda pendapat, maka pendapat siapakah yg lebih layak diambil?
Jawab Jaisy01:
Maaf, saya rasa sudah sangat jelas penjelasan diatas. Dan saya bingung dari pertanyaan seperti ini (bingung bukan tidak bisa menjawab, tetapi pertanyaan-pertanyaan seperti ini biasanya lebih mengarahkan orang agar masuk ke Opini individu)
Perlu diketahui, bahwa semua gerakan Islam “Pasti” mengatakan diri mereka adalah bersanad jelas! Dan “kadang” mereka juga meragukan sanad gerakan Islam yang lainnya. Inilah yang menimbulkan ashabiah terhadap gerakan. Dan membuat taklid buta, karena ilmu mereka hanya berdasarkan pada satu guru/madzhab saja.
Orang yang mengambil Hadits dari Imam Bukhari pun, tidak sedikit yang berseteru dengan pendapatnya masing-masing. Dan perlu diketahui, bahwa semua ulama periwayat hadits itu tidak maksum. Imam Az Zuhri, Imam Ad-Dakhili (salah satu guru Imam Bukhari), Muhammad bin Sirin, dan generasi Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan masih banyak lagi ulama-ulama ahli hadits yang jika disebutkan disini bisa sangat panjang. Mereka tidak maksum, layaknya Rasulullah. Mereka adalah manusia biasa yang dimuliakan oleh Allah.
Sejarah menyatakan bahwa Imam Bukhari memberikan 15.000 hadits hafalan kepada teman2nya yang mengejeknya, karena tidak pernah mencatat hadits2 dari setiap pelajaran yang diikuti, teman2nya tercengang melihat hal itu. Yang dimaksud 1 juta itu bukan hafalan, tetapi menghimpun hadits-hadits Shahih dalam sebuah kitab, bersama gurunya Imam Ishaq. Hadits yang dibukukan tersebut dari 80.000 parawi dan akhirnya disaring menjadi 7275 hadits.
Dan perlu juga diketahui, bahwa kadang juga ada perbedaan antara Imam Bukhari dengan ahli hadits yang lainnya, bahkan Imam Bukhari pun kadang berbeda dalam masalah sanad. Ada juga Imam Bukhari meriwayatkan secara mu’allaq (tanpa sanad).
Saran saya, belajarlah kepada setiap guru. Jangan menganggap guru yang lainnya tidak bersanad dengan benar, dengan guru yang lainnya. Ingat “Jika engkau berniat menyatukan semua umat Islam kepada mazhabku, maka akan terjadi fitnah yang nyata diantara umat Islam. Sesungguhnya Sahabat Rasulullah itu diturunkan didaerah yang berbeda-beda, mereka juga mempunyai fikiran berbeda-beda dan fatwa yang berbeda-beda pula” Jika anda belajar hadits, maka insya Allah anda akan tahu siapa yang menyatakan kalimat ini.
Semoga bermanfaat.
Saya tidak katakan bahwa guru saya maksum. Antum juga perlu ingat bahwa guru2 antum juga tidak maksum. Apakah jika saya meminta Anda untuk menyebutkan sanad guru Anda itu adalah hal yang tidak perlu dan sia2?
Anda tahu mengapa orang Kristen ada yg menganut trinitas dan ada yg unitas. Karena ada Paulus yg ngaku2 sbg murid Yesus, padahal sanadnya terputus dari Yesus. Saya hanya ingin tahu saja, apakah ilmu2 yg diajarkan guru2 Anda itu adalah benar merupakan ilmu yg diajarkan oleh dari para pewaris Nabi atau ilmu yg diajarkan oleh orang yg terputus saandnya. Anda ingat bagaimana Wasil bin Atha telah terputus sanadnya ketika ia memisahkan diri dari Hasan Al-Bashri? Wasil bin Atha telah mengajarkan beberapa ilmu yg tidak bersumber kepada ilmu2 yg Rasul ajarkan.
Cobalah Antum sebutkan sanad Hasan Al-Banna atau Yusuf Al-Qardhawi yg antum ambil ilmunya itu. Saya ingin tahu, lewat jalur mana hingga sanad beliau2 itu bersambung kepada Rasulullah.
Jawab Jaisy01:
Masya Allah, ternyata perkiraan saya benar. Sebenarnya untuk awal saya malas menjawab pertanyaan antum. Tetapi karena saya berusaha berkhusnudhon kepada antum, dan saya jawab sesuai dengan penetapan para ulama-ulama hadits yang faqih. Dengan pertanyaan kedua, saya melihat “indikasi” pertanyaan anda untuk mengarahkan opini. Tetapi saya tetap berkhunudhon.
Dan pertanyaan ketiga, jelas memang antum ingin beropini bahwa ulama-ulama antumlah yang paling bersanad. Tidak usah menyangkal, keashabiahan antum telah membutakan hati antum. Sadarlah!
Anda tahu, bahwa saya tidak pernah mengotak-atik guru anda. Dan saya tidak pernah, membahas masalah guru saya. Yang saya maksud maksum itu para periwayat Hadits, bukan guru antum atau guru saya! Nahkan, jelas anda ingin membuat opini individu. Untuk pertama dan kedua kali anda tidak sama sekali meminta saya untuk menyebutkan sanad dari guru saya! Kapan itu? (baru pertanyaan ketiga, setelah anda kehilangan kesabaran
)
Sebenarnya untuk awal perkataan Muhammad bin Sirin masalah sanad, saya tidak meneruskannya. Karena menghormati anda yang senang dengan bid’ah. Baik inilah pernyataan Muhammad bin Sirin, salah satu gurunya guru
dari Imam Bukhari ““Mereka (yakni para ulama hadits) tadi tdk menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata. Sebutkan kpd kami nama rawi-rawi kamu, bila dilihat yg menyampaikan Ahlus Sunnah diterima haditsnya, tapi bila yg menyampaikan ahlul bid’ah maka ditolak haditsnya”. Jadi, jangan selalu bawa-bawa bid’ah khasanah. Karena Umar pun menyatakan bahwa “tidak ada lagi bid’ah khasanah sesudah ini!” mau tau? Belajar Hadits yang bersanad ok!
Antum ini tahu nggak artinya sanad sih? Masya Allah, saya bingung dengan antum. Sudah (maaf) bodoh, tapi merasa sok pinter. Saya beritahu yang lebih detail (insya Allah) tentang sanad. Isnad atau sanad itu adalah sandaran, maksudnya ialah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yg meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yg awal (sebelum pencatat hadits) dan berkahir pada orang yg sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni para sahabat. Misal Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yg mengeluarkan hadits atau yg mencatat hadits), rawi yg sebelum Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan sahabat yg meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad.
Mungkin karena antum senang dengan bid’ah, maka antum dan golongan antum menciptakan guru yang bersanad. Hehehe, anda ini lucu. Getol bangets menanyakan guru yang bersanad, padahal dalam ajaran Islam tidak pernah diajarkan seperti itu. Pengertian sanad itu seperti diatas, bukan guru/ulama yang antum maksudkan!
Anda ini mau dialog masalah Sanad atau Kristologi, Insya Allah saya juga belajar kristologi. Paulus yang antum katakan tidak bersanad itu salah besar! Salah besar, karena antum tidak tahu arti sanad.
Wasil bin Atha aja tidak dijadikan rujukan karena menyimpang dari ajaran Rasulullah, nah bagaimana dengan yang sudah terbiasa memudahkan kebid’ahan?
Baik, sekarang mana hadits dho’if dan palsu yang dikeluarkan Assyahid Hasan Al banna dan Syeikh Yusuf Qaradhawi. Bisa disebutkan haditsnya? (karena saya juga mempelajari ilmu beliau, saya mengetahui beberapa hadits dho’if yang dipakai Assyahid Hasan Al banna. Tetapi tidak ada yang Maudu’!)
Antum, tidak sia-sia menanyakan sanad guru kami. Karena memang antum tidak mengerti arti sanad itu sendiri. Kalau antum “mengerti”, maka antum akan tersenyum “malu” atas pertanyaan antum sendiri.
Sudah saya jelaskan, bahwa saya mengaji dimanapun tempat kajian itu berada. Walaupun ada khusus tentang telaah dan menghafal hadits, serta muraja’ah Al Qur’an. Kami tidak ingin berashabiah seperti antum. Semua ulama kami hormati dengan sesuai hormat kami kepada ulama-ulama kami.
Lihatlah, apakah anda tidak malu dengan “kesombongan” ilmu anda, padahal tidak tahu apa-apa? Merasa sudah mengikuti Imam Bukhari, merasa sudah tahu Imam Bukhari. Memberikan statement 1 juta hafalan imam Bukhari. Padahal antum tidak tahu apa-apa. Masya Allah!
Saya tidak pernah menyinggung golongan anda, tetapi anda ingin mengarahkan saya keranah perdebatan kusir. Pertanyaan-pertanyaan anda adalah menginginkan jawaban yang saya utarakan sesuai dengan “keinginan” antum. Tetapi berhubung, jawaban saya tidak sesuai jawaban yang antum inginkan. Dengan pertanyaan ketiga, anda sudah tidak sabar ingin melihat jawaban saya sesuai dengan keinginan anda. Dan lagi-lagi, jawaban saya tidak sesuai dengan “keinginan” antum. “Kasihan…”
Nasehat saya kepada antum, belajarlah yang tekun dulu. Belajarlah disemua tempat, sehingga antum tahu kebenaran itu seperti apa. Kebenaran itu akan menentramkan hatimu, hingga tidak keruh dengan serampangan menyerang gerakan lain yang tidak sesuai dengan pemahamanmu. Saya sendiri, saat kecil dibesarkan dengan keluarga Muhammadiyah, mengaji di NU, sekolah di Muhammadiyah, ketika mahasiswa mengikuti kajian di HTI, Jamaah Tabligh, MMI, Salafi, Tarbiyah. Dari ilmu yang berbeda-beda itulah, saya dapat memandang perbedaan itu indah. Walaupun saya baru mengenal Majelis Rasulullah, dari antum yang malah melakukan perbuatan “keji”, saya tetap berkhusnudhon bahwa Majelis Rasulullah tidak seperti perbuatan “keji” antum.
Sadarlah…
Setelah saya membandingkan antara blog artikelislami dengan blognya Jais. Sebagai orang awam, saya lebih banyak menimba ilmu dari blognya si Jais, daripada blog munafik seperti artikelislami. Lihat saja, komentar saya tidak di tampilkan oleh blog artikelislami. Jika dia bukan munafik, lalu apa namanya?
Coba kalau dibaca keseluruhan, memang si Jais ini lebih menginginkan persatuan Islam, dengan tidak membeda-bedakan pemahaman. Saya yakin, dari pemahaman Jais akan banyak orang yang lebih mengerti tentang agama dan lebih toleran tentang perbedaan pandangan para organisasi Islam.
Dari jawaban komentar-komentar si Jais pun tidak seenaknya sendiri, ada bukti-bukti yang ditunjukkan. Ada argumen yang dikuatkan dengan hadits dan sejarah Islam.
Saya salut dengan anda mas jais.
Tapi saya lihat-lihat kok banyak sekali kata2 PKSnya? Emang jais ikut PKS yah? Wah, saya dukung PKS deh kalau gitu. Beberapa kali saya tidak nyoblos karena nggak ada partai yang cocok dengan hati nurani saya, tetapi kalau PKS kader-kadernya kayak si jais ini. Wah, saya ikut dukung.
Bravo PKS.
Jawab Jaisy01:
Terima kasih, semoga umat Islam mendapatkan kemenangan dan kemuliaan nantinya. Amien
Memberikan pengertian baru memang kadang sangat sulit, yah seperti Kh. Ahmad Dahlan saja sampai dibakar suraunya. Apalagi perjuangan Rasulullah. Nah kalau perjuangan saya hanya memberikan pemahaman tentang toleransi dalam memandang ikhtilaf, ‘ijtihad, khilafiayah serta furu’iyah. Bukan semau “gue”.
Saya tidak katakan bahwa sayalah yg paling bersanad. Pada pertanyaan pertama dan kedua saya ingin tahu bagaimana pandangan Anda tentang sanad. Bagi saya, sanad itu penting. Jika bagi Anda itu tidak penting, itu urusan Anda. Pada pertanyaan ketiga saya ingin mengetahui tentang sanad Hasan Al-Banna. Tetapi tampaknya Anda tersinggung. Jangan tersinggung, saya hanya ingin tahu. Itu saja. Siapa tahu Hasan Al-Banna ini memang bersambung sanadnya. Sebab saya tidak ingin asal ikut saja tanpa tahu akan siapa sesungguhnya yang saya ikuti. Karena orang Kristen itu tersesat diantaranya karena asal ikut saja kepada Paulus tanpa penyelidikan lebih mendalam.
Jika Anda semua menganggap saya ini munafiq, itu urusan Anda. Tetapi hati2, karena sikap Anda yang menganggap saya ini munafiq bisa menjadi boomerang bagi Anda sendiri. Bukankah Anda sendiri tidak suka dg orang yg suka menuduh orang lain munafiq, kafir dsb?
Kayaknya tipis harapan untuk bisa berdialog dg Anda tanpa bisa menyinggung perasaan Anda yg sangat sensitif. Anda menganggap saya ashobiah? lalu bagaimana dg sikap Anda thdp PKS?
Sudahlah, saya tdk ingin berpanjang kalam lagi. Saya khawatir, Anda malah tambah meradang.
Take care
Wassalam
Jawab Jaisy01:
Nahkan, karena anda tidak dapat memahami apa yang saya tulis. Sehingga anda menghakimi bahwa saya tidak mementingkan sanad. Anda ini (maaf) sok bodoh apa memang bodoh beneran?
Jelas, anda tidak membaca dengan tenang setiap apa yang saya tulis. Anda tidak tenang membaca jawaban saya, karena memang ada rasa ingin mencari kelemahan dari apa yang saya tulis. Sehingga yah, seperti itu. Terburu-buru dalam membuat statement, masuk wilayah ghurur itu!
Dari awal pertanyaan anda, anda menanyakan sanad. Bukan menanyakan tentang pentingnya sanad pada diri saya. Inilah, jelas anda telah ghurur dan ghuluw dalam setiap pendapat anda. Hehehe, saya tidak tersinggung anda mempertanyakan sanad Assyahid Hasan Al Banna. Tetapi pertanyaan anda itu jelas pertanyaan meragukan sanad Hasan Al Banna, cobalah belajar untuk membuat sebuah pertanyaan yang polos
Untuk awal pertanyaannya kan anda menanyakan sanad. Nah saya berikan pengertian sanad. Setelah itu, pertanyaan kedua anda sudah menjurus kearah guru bersanad dan tidak. Nah, anda sudah mulai menggiring opini kearah tersebut. Jelas, saya memberikan pengertian sanad lagi. Karena anda masih belum mengerti arti sanad. Setelah itu anda “senewen” menganggap maksum yang saya utarakan adalah guru anda, dan mengatakan guru saya juga tidak maksum. Padahal nggak ada hubungannya! Hingga anda benar2 senewen menyebut-nyebut Assyahid Hasan Al Banna dan Syeikh Yusuf Qaradhawi tentang sanadnya. Ini apa hubungannya dengan tema awal? Jelas sekali kalau anda memang ingin sejak awal mensetting pertanyaan tersebut. Tetapi karena jawaban saya tidak pada setiap settingan pertanyaan anda. Maka anda menjadi tidak sabar!
Setiap ulama sanadnya yah para Tabi’it, Tabi’in dan Sahabat. Dan beri’ttiba’ kepada Rasulullah. Tidak ada lagi! Jelas sekali pertanyaan anda tentang Assyahid Hasan Al Banna dan Syeikh Yusuf Qaradhawi adalah sebuah pertanyaan yang konyol bin bahlul! Lah apa maksudnya kalau nggak ingin mencari pembenaran pada “golongan” anda.
Alhamdulillah anda tidak asal ikut, tetapi kok dari setiap pembahasan anda. Anda nggak bisa memberikan hujjah yang pas agar anda tidak terlihat bahwa anda adalah pembebek sejati. Malah sebaliknya, dari setiap ketikan anda malah terlihat anda seperti seorang yang asal ikut-ikutan.
Yah semoga anda tidak tersesat saja, amien.
Saya menganggap munafiq karena perbuatan anda, bukan diri anda. Nah sudah dijelaskan panjang lebar masalah kemunafiqan anda, kok malah sekarang mengelak. Jika anda menuduh saya munafiq, yah silahkan disebutkan kesalahan-kesalahan yang telah menjadikan perbuatan munafiq yang saya lakukan. Dengan sepenuh hati, jika saya melakukan perbuatan itu maka saya siap untuk meminta maaf. Jangan ASBUN (bukan Asmuni loh hehehe). Jika anda tidak ingin dibilang bersikap munafiq dan kafir, yah jangan melakukan perbuatan munafiq dan apa yang dilakukan orang-orang kafir. Gitu aja loh kok repot!
Saya bingung, saat berdialog dengan anda. Anda memang benar-benar ingin berdialog atau hanya sekedar ingin mencari-cari kesalahan saya? Dari dialog-dialog kita yang lalu, hujjah anda terbantahkan semua. Tetapi anda tetap bersikukuh bahwa perbuatan anda benar, apakah ini yang namanya dialog?
Saya ashobiah dengan PKS? Waks, kekekeke. Anda ini kok lucu, jika ada gerakan Islam yang dilecehkan. Maka saya siap untuk berada dibarisan depan membela gerakan tersebut, entah itu gerakan Islam darimana saja! Nah, kalau anda gimana? Apakah malah jadi pihak yang senang melecehkan?
Hehehe, silahkan anda tidak memperpanjang masalah ini. Saya sudah merasakan kok, setiap anda kalah dalam berargumen, anda pasti langsung lari. Yah seperti dialog-dialog yang lalu, sudah kebiasaan anda melarikan diri dari hal-hal yang seperti ini. Nanti ujung-ujungnya menfitnah saya (Hehehe, apa bukan ciri-ciri munafiq tuh?).
Waalaikumsalam
Semoga anda sadar…
Assalâmu ‘alaykum wr.wb…
Salam kenal.
Terus bergerak bersama alqur’an, saudara2ku…
Terus belajar…
Akh Jaisy, tuan rumah yg baik, semoga lebih sabar.
Para tamu, yg telah dimuliakan tuan rumah, watch your manner.
Ana akhûkum fillâh…
Jawab Abu Jaisy:
Iya salam kenal juga
Syukron atas kunjungannya
Amien.
Wah, Anda ini sungguh hebat dalam berhujjah menghadapi orang munafiq. O ya, saya butuh artikel tentang ghibah yang dibolehkan. Saya bisa aja cari pake google. Tp saya lbh sreg kalo Anda yg bahas. Kayaknya lebih tajam. Tlg ya ustadz…
Anda tidak bisa sebutkan sanad Hasan Al-Banna, kemudian ngomong ini dan itu ttg sanad untuk menghindar.
Saya pernah ikut halaqoh PK/PKS hingga 3 tahun yg lalu. Jadi, saya tahu bagaimana pemikiran PKS itu sesungguhnya.
Anda ga tambahin blog PKS Watch sebagai blog munafiq pak?
Hebat sekali Anda, bisa menilai seberapa besar saya menyerap ilmu. Saya memang tidak secerdas Anda, pak ustadz. Saya ikut halaqah sebelum adanya PK. Dan saya kelaur 3 tahun lalu. Tampaknya Anda salah tangkap. Ga apa2, saya lebih sering melakukan itu (salah tangkap). Terserahlah Anda mau bilang saya tukang fitnah, saya munafiq, saya bodoh. Itu ‘kan penilaian Anda yg manusiawi, penilaian manusia yg masih punya nafsu, atau mungkin Anda maqamnya sudah tinggi hingga bisa melihat kemampuan saya? Wallahu a’lam.
Saya hanya anak kecil yg berusaha mengingatkan. Rupanya saya belum tingkatan Anda yg sudah jadi Ustadz. Sedangkan saya hanyalah anak kemarin sore ‘penganut Majelis Rasulullah’. Sedangkan Anda adalah seorang Muslim sejati yg menjadi Ustadz di PKS. Suatu maqom yg tinggi yg tidak mungkin bisa saya capai.
Sabarlah bro….
…wa jâdil hum billatî hiya ahsan….
Sama2 akhil karîm! Ana sebetulnya sedang menasihati diri sendiri. Beberapa tahun yg lalu ana mengotori hati sendiri dgn saling berhujjah dgn saudara seiman beda pemahaman. Dulu sekali. Usia bertambah…
Sampai datang seorang ustadz yg tawadhu menasihati ana dgn amalnya yg banyak (smoga Allâh membalas beliau).
Salam kenal akh, ana pembaca setia tulisan antum (dan komentar2 antum di blog2 lain). Terus menulis, akh, sebagai amal shalih, amin…
@artikelislami, kita hormati tuan rumah yuk akhi…
akûkum fillâh…
Saya setuju. Majelis Rasulullah itu hanif. Si artikelislami pake ngaku sebagai penganut Majelis Rasulullah segala. Emangnya Majelis Rasulullah itu aliran sesat? Kok anggotanya disebut penganut?
Assalamu’alaikum semua…
Salam kenal dan salam perdamaian aja….
Mudah2an seluruh umat Islam dapat selalu mempertahankan dan melaksanakan kemurnian Islam pada dirinya sendiri..
Jawab Jaisy01:
Yups, terima kasih
Salam kenal dan salam damai juga
Waalaikumsalam
wahai saudaraku, salam kenal semoha artikel-artikelmu bermanfaat bagi seluruh umat islam, amin
Assalaamu’alaikum…
Akhi Jaisy01,
Kalau boleh kasih saran, komen2 yang berbau perpecahan tidak usah ditampilkan. Saya khawatir kalau merusak ruh persatuan di sini.
Keep writing…
Jzk,
akhukum fillah
Ya kita memang patut gundah melihat permusuhan yang terang-terangan memalukan dan menghancurkan..
Saya sampaikan kegundahan saya tulisan saya “Ketika Agama Mandul” di blog blogan saya: rozan.mf@blogspot.com.
selam kenal dan silaturahim untuk semuanya
masing2 kita punya aqidah yg memegang masing2 dalil.
jadi peace lah.wallahu a’lam bishowab.
Hanya Allah yg tahu.
Salam kenal dari Makassar.
Senang membaca tulisan anda…….
membaca tulisan antum berjudul : Oknum Kader PAN Memperkosa Penyanyi Dangdut : http://suara01.wordpress.com/2008/12/18/oknum-kader-pan-memperkosa-penyanyi-dangdut/
saya menjadi teringat ttg tulisan antum berjudul :
Apakah benar kader HTI munafiq? http://suara01.wordpress.com/2008/08/04/apakah-benar-kader-hti-munafiq/
yang mempertanyakan apakah saya :
1. apakah sudah tabayun kepada pks?
2. Apakah benar-benar belajar dan mengamalkan tentang adab dalam Islam ?
3. dan kritikan2 lain shg sampai pada mempertanyakan apakah kader hti munafik.
di sana antum mengkritik bahwa kader hti memblowup berita negatif ttg pks yang bersumber dari media sekuler, TANPA KLARIFIKASI.
nah, skrg sy sudah membaca tulisan antum yang NEGATIF KEPADA PAN :
maka saya bertanya :
1. apakah antum sudah klarifikasi/tabayun kepada PAN?
2. dari manakah sumber berita tsb? saya tidak melihat ada sumbernya.
jujur saya khawatir, jangan2 tudingan antum (pertanyaan antum) apakah benar kader hti munafik justru berbalik kepada antum sendiri ” Apakah benar kader PKS munafik”?
ini adalah sebuah masukan membangun dr saya. smg antum tdk salah persepsi.
ganti koment disini ah…
[sekedar curhat]
heran juga ya kadang2 liat balasan koment antum
di satu sisi, kadang2 begitu indah, namun di sisi lain, jauh dari menyenangkan [afwan, kritik terbuka neeeh, termasuk buat diri saya sendiri]
apalgi klo liat di postingan about majelis rosululloh…
pernah mampir ke sini ga bro? http://gubugsurya.wordpress.com/2008/10/30/apakah-allah-mengenal-kita-mencintai-habibullah/
wakakakak, kadang bikin emosi juga seeeh….
senyum dlu ah…
^_^
Mas salam kenal
Saya senang membaca tulisan mas, sangat inspiratif. Dan bagi yang komentar berbahasa kasar itu lebih baik tidak ditampilkan, “eneg” rasanya kalau membaca komentar yang kasar-kasar begitu.
Saya ini orang kristen, tetapi saya senang mengunjungi blog anda. Kalau boleh tahu, anda penulis Joseph Sang Muallaf itu yah?
Walaupun memang saya ragu dengan agama saya, tetapi saya juga tidak mudah untuk langsung berpindah agama.
Tolong bimbing saya mas
Subhanallah…
Banyak belajar juga nih dari mas Abu Jaisy. Semoga Islam bisa jaya kembali seperti masa-masa keemasan dahulu. Amin.
Salam kenal akhi.
hai mas agus aq reza, blog mu bagus
ternyata rame juga yach disini …
salam perubahan dan persahabatan
salam kenal,salam damai, jangan gundah lagi,nulis aja terus,salam.
Assalamu’alakum akhi..
Ana senang membaca tulisan2 antum. Ana minta kalo ada waktu tolong di ulas perbedaan dalam Islam yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan (Ushul dan Furu’).
Ana jg pernah brkunjung ke blog artikel islami. menurut ana sepertinya dia bukan muslim (apalagi pembela Ahlu Sunnah Wal Jama’ah). Tidak ada tulisan2 yang cerdas, semua tulisan substansinya sama, memecah belah umat. Semoga dia cepat2 bertaubat..
Kalo ada waktu ana ingin mendiskusikan beberapa hal dengan antum via japri.
Wassalamu’alaikum…
assalamualaikum…
alhamdulillah dpt pencerahan nih… mksh atas tulisan2nya… sangat bermanfaat…
semoga islam kembali bersatu dan berjaya kembali…
salam kenal akhi…
f1 akh…ane blm dpt ijin dr antum nih… kemarin ane copy paste tulisan antum… f1 ya akh…tp yg ane copy cuma tulisan yg isinya mengingatkan diri kita sendiri…tlg di ijinin ya akh skaligus dimaafkan…
oh iya ya… sykrn katsir akhi…btw klo bc tanggapan2 atas blog antm ini..luar biasa jg ya akhi… ko ane “f1″ sng ya klo ad yg kontra sm tulisan antum… soalnya ane ngerasa dpt tmbahan ilmu atas jwbn2 antm… tp ini bukan berarti ane termasuk memanfaatkan saudaranya diatas kesulitannya kali ya…
terus berjuang ya akhi… doakan ane+saudara2 yg lain jg ttp istiqmah di jalanNya… dan yg hatinya sulit menerima kebenaran akan dibukakan 4wl utk menerima kebenaran itu… semoga ke-ukhuwah-an qt ttp terjaga…amin…
Assalamu’alaikum
Salam kenal mas… berkunjung juga kesini baca artikel artikel Islam.
Bagaimana tanggapan ente tentang pernyataan ulama gadungan yusuf qaradhawi bahwa sayyid quthb adalah orang yang paling bertanggung jawab atas berkembangnya islam radikal.
Atau si qaradhawi hanya ingin menutupi bejatnya IM(Iblis Mesir),yang mana sebagain besar kaum muslimin sudah mengetahui sepak terjangnya yang bejat. Atau dia ingin memutus sanad takfir dan tahjil hanya pada sayyid quthb. Supaya gembong dan engkong teroris mesir hasan al banna ini selamat.
akh syukran jidan ana banyak mendapat ilmu dari antum..
Assalaamu’alaikum.
Afwan sebelumnya, Ana cuma mau tanya…..
Banyak ulama-ulama kibar di Arab Saudi yang mentahdzir Syaikh Yusuf Qaradhawi dan Sayyid Quthb, bahkan menjelaskan kesalahan-kesalahan mereka.
Tolong penjelasannya kepada Ana yang Awam ini??
alhamdulillah sangat bermanfaat akhi…
jzkllh…
assalamulaikum..wr..wb..
akhi… ane mau tanya nih… maksud dari tulisan dr fathi yakan
yang isi nya :
Islam melarang kita berpura2 mengikuti keinginan orang banyak dalam hal yang tidak dibenarkan oleh syariat Allah… sekalipun kecil…. Dalam logika Islam, perbuatan itu dianggap kemunafikan dan melanggar batas2 yang telah ditetapkan oleh Allah…
nah kalo dikaitkan dgn dakwah kita yang sekarang itu bagaimana ya…
sykrn katsirn ya akhi….
wassalam…