Atur Kembali Langkahmu


Diamlah sejenak saat engkau merasa lelah dan pejamkanlah matamu dalam kenikmatan hening dibenakmu. Mulailah melangkah tanpa tergesa-gesa, tetapi atur nafasmu dalam laju langkah kecilmu. Mulailah tapaki langkahmu dengan keoptimisan. Atur gerak lajumu untuk lebih mempercepat langkahmu. Ubah gaya saat engkau beranjak dalam melangkah. Semakin lama, semakin engkau akan merasakan kenikmatan saat engkau berjalan.


Rasakan tapakmu melangkah dalam langkah kepastian. Tegap dalam langkah yang menggemuruh. Percepat langkahmu saat engkau merasa bisa mempercepat langkahmu, tetapi ingatlah kerikil tajam serta rintangan-rintangan menghadang. Sebelum itu, persiapkan dulu bekal-bekalmu. Agar engkau bisa dengan mudah mempercepat langkah serta lebih siap dalam menghadapi kerikil tajam serta hadangan rintangan-rintangan yang tak kenal rasa kasihan. Itulah kehidupan, jalani jika engkau ingin terus hidup. Berjalanlah dengan kehidupanmu, untuk menapaki setiap langkah-langkah diatas terjal kerikil dan bebatuan yang menghadang. Jangan engkau risaukan apa yang menghadangmu di jalan yang engkau lalui, tapi risaukanlah persiapan apa yang akan membuatmu siap untuk menghadapi kerikil dan bebatuan yang menghalangi jalanmu

Tetaplah berkomitmen dalam diri, tetap atur nafas ketika engkau lelah berlari dalam melangkah. Tetapi pantang untuk berhenti walaupun sesaat. Berjalanlah pelan dengan sambil membawa kenangan-kenangan. Baik dan buruk kenangan dijalan, adalah sebuah perjalanan yang akan sangat berharga dalam menapaki perjalanan selanjutnya. Jangan engkau berlari sebelum engkau tahu manfaat berlarimu, apalagi jangan engkau berlari karena hanya menghindar dari rintangan. Karena pasti rintangan-rintangan yang akan kita hadapi diperjalanan yang lain akan lebih berat dan dahsyat. Anggaplah rintangan setiap dijalan adalah penambah bekal ilmu tuk menghadapi rintangan yang kan datang. Atau anggaplah itu sebuah latihanmu, untuk menghadapi rintangan yang lainnya. Karena pasti sebuah keniscayaan, rintangan besar telah menunggumu. Apakah engkau akan diam, atau engkau melangkah tanpa menghadapi rintangan itu, atau berlari kembali menjauh dari rintangan itu. Ataukah kita menjadi manusia-manusia baru dalam kehidupan, yaitu manusia yang siap menghadapi rintangan-rintangan besar dengan jiwa yang lapang dalam langkah kepastian.

Tagapkanlah tubuhmu saat melangkah, tetapi jangan engkau merasa sombong saat melangkah. Ringankanlah bebanmu dengan mengurangi setiap beban di setiap pos perjalanan. Hingga saat engkau tiba di tempat tujuan, engkau akan merasa begitu lapang dan merasa ringan dari berat-beratnya beban yang menggelayuti setiap jengkal tubuhmu. Hingga engkau tidak merasa tersengal-sengal dalam melangkah dan berlari dikehidupan ini.

Bagi jiwa-jiwa yang rapuh, bagi jiwa-jiwa yang sulit berjalan dalam kehidupan, bagi jiwa-jiwa yang tak mudah untuk melanjutkan perjalanan. Tersenyumlah mulai saat ini juga, jangan engkau merasa berat saat senyummu mengembang. Iringi senyummu dengan berteriak dalam diri “AKU ADALAH MANUSIA YANG HEBAT DAN KUAT” hentikan sekarang juga perasaan ragu-ragumu. Apalagi hentikan sekarang juga perasaan lemahmu. Sesungguhnya manusia ada mahluk yang diciptakan dalam kesempurnaan. Maka jadilah sempurna! Jadilah manusia sempurna yang siap melangkah dalam detik-detik setiap waktu yang mungkin saja bisa menghempaskanmu. Lebih baik engkau melangkah, dan terhempas. Dari pada duduk diam sambil meratapi betapa berat langkah ini. Karena itu akan lebih menyakitimu. Menusuk dalam kesendirianmu, dan menggerogoti kaki-kakimu hingga engkau benar-benar lemah dalam berjalan.

Jadi, berjalanlah. Berjalanlah dengan apa yang engkau inginkan. Tetapi berjalanlah dengan langkah yang pasti dalam berat beban yang pasti pula. Tetapi jangan terlalu meratapi beban dalam langkahmu, nikmati saja sebagai beban yang akan meringankamu kelak saat perjalanan terakhirmu tiba ditempat tujuan. Hidup itu bebas dalam melangkah disetiap jalan yang akan engkau inginkan. Tetapi ingat, disetiap jalan-jalan itu akan terdapat rintangan-rintangan yang akan menghadangmu. Alangkah lebih baiknya, engkau mengetahui kelemahanmu. Hingga engkau bisa mengambil jalan yang benar-benar terbaik untuk langkahmu. Karena saat engkau salah melangkah, maka beban beratmu akan bertambah. TETAPI JANGAN PERNAH MENYERAH!

Just From Jaisy01

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: