Pesta dan Bencana


Perayaan tahun baru kemarin dipenuhi dengan kemerihan seperti ditahun-tahun yang lainnya. Perayaan yang meriah dan mahal berada di setiap kota-kota. Tak luput hingga ratusan juta lebih dana siluman hanya untuk pesta tahun baru!

Ironis memang, saat perayaan-perayaan pesta tahun baru melenakan setiap orang, tak luput orang-orang bersalam-salaman saat pesta tahun baru dimulai. Dengan bersalam-salaman layaknya lebaran.

Inilah dunia kita, inilah Indonesia kita. Ketika saudara-saudaranya sedang dilanda musibah. Banjir maupun tanah longsor dan berberbagai bencana yang lainnya sedang merebak dimana-mana. Kita lupa akan saudara-saudara kita yang sedang terlanda bencana. Kita lupa hingga kita akan tersadar saat bencana-bencana itu akan menimpa kita! Lalu apakah kita akan menunggu bencana itu datang menghampiri kita hingga kita teringat akan pedihnya penderitaan?

Dalam Al An’am ayat 63 dijelaskan “Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”.”

Sungguh sangat ironis sekali, ketika kita lupa! Perbuatan kemaksiatan terus berada di benak dan perilaku kita. Hingga bencana-bencana itu terus silih berganti datangnya. Apakah kita akan menyalahkan pemerintah yang memang tidak becus dalam menangani bencana? Ataukah menyalahkan atas nama “efek pemanasan global”? Padahal semua kesalahan ada pada diri kita! Ada pada sikap dan perilaku kita! Apakah kita tidak ingat dengan peringatan Allah di Asy Syuura ayat 30! Yang berbunyi “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Semua musibah adalah atas perbuatan kita sendiri. Apa yang kita lakukan, akan menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan mengira jika satu orang berbuat maksiat, maka orang-orang yang lain tidak terkena akibatnya! Seseorang yang berbuat kemaksiatan pastilah seluruh orang akan menerima akibat perbuatan satu orang. Maka dari itu, kita harus saling mengingatkan dan mencegah seseorang yang akan berbuat maksiat. Cegahlah dengan bahasa yang lembut, cegahlah dengan keteduhan bahasa. Hingga hati seseorang itu menjadi luluh dengan keteduhan dalam keikhlasan bahasa lembutmu. Kita semua bertanggung jawab atas apa yang melanda bumi ini!

Berita dari teman-teman P2B Kepanduan DPD PKS Sidoarjo, setelah menjadi pasukan yang ikhlas dalam membantu korban bencana banjir di daerah Madiun, Ngawi dan Bojonegoro. Mengatakan bahwa masyarakat yang terkena banjir sangat memprihatinkan. Banyak sekali warga yang berdiam diri diatas genting rumah-rumah mereka pada kelaparan. Saat tim P2B bergerak kesana, banyak sekali warga yang minta dievakuasi. Permintaan warga ini karena tim P2B dengan perahu karetnya tidak memungut biaya sepeserpun dari warga yang meminta dievakuasi. Karena kabarnya, para tim evakuasi selain tim P2B dari DPW PKS Jatim meminta bayaran. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka dimintai harga untuk mengangkut mereka minimal Rp 400.000/warga, bahkan ada yang lebih lagi sekitar 4 juta. Makanya, warga enggan untuk dievakuasi karena permintaan bayaran dari tim evakuasi bencana selain dari tim P2B dari PKS. Karena berita dari media massa maupun televisi dan radio yang menyatakan bahwa warga enggan di evakuasi karena takut barang-barangnya hilang. Padahal warga enggan untuk dievakuasi karena dimintai bayaran. Namun, saat dikonfirmasi pernyataan tersebut. Tim evakuasi selain tim P2B membantah akan hal tersebut.

Ironis memang, ketika seseorang sudah terkena bencana akhirnya harus mendapat kerugian lagi. Semua itu terlepas dari kita saat melakukan pesta tahun baruan. Kita lupa akan saudara-saudara kita yang terkena bencana silih berganti. Semoga kita kembali ingat bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat menikmati kegembiraan yang kita rasakan. Dan semoga kita tidak harus mendapatkan bencana hanya karena rasa sayang dalam persaudaraan kita hilang! Wallahualam.

Jaisy01 Only

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: