Demonstrasi antara menyampaikan kritik atau menghujat?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah berasbda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau hendaklah diam".

Sitiran sebuah hadits Rasulullah tersebut adalah pengingat kita semua untuk berbuat baik dalam segala hal. Termasuk dalam menyampaikan pendapat maupun kritikan. BBM (Bahan Bakar Minyak) telah dinaikkan oleh pemerintah. Demonstrasi dimana-mana, untuk menuntut agar BBM tidak dinaikkan. Kenaikan BBM ini memang realitas dari pemerintahan kita yang tidak berdaya dalam mengelola sebuah negara.

Demonstrasi untuk menyampaikan pendapat, dan kritikan kepada pemerintah. Adalah sangat sah, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan :

Sahabat Abdillah Thariq bin Syihab Al-Bajili telah berkata, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw sambil duduk bersimpuh: "Ya Rasulallah, manakah jihad yang paling utama?" Jawab Rasulullah: "Menegakkan kebenaran di hadapan pemimpin yang zhalim." (HR. Nasai dengan sanad yang shahih).

Dasar berkata yang benar kepada penguasa yang zhalim, jelas itu merupakan termasuk salah satu jihad yang utama. Jadi, demonstrasi dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah jelas dapat dibenarkan. Namun yang perlu diketahui adalah, akhlaq ataupun adab dalam menyampaikan pendapat tersebut. Cara bagaimana kita menyampaiakan pendapat harus sesuai dengan ketentuan sopan santun yang baik.

Baca lebih lanjut

Lowongan : Dibutuhkan segala lulusan!

Sehubungan dengan kenaikan BBM, banyak pekerjaan yang perlu diisi. Beberapa lowongannya adalah Pengemis, perampok, penodong, jambret, pencuri kampung, pemulung dan masih banyak lagi. Bagi yang berminat dan tidak takut dosa dan tak takut malu, lamaran beserta CV diserahkan langsung di bagian manager pengemis dan pemulung di kota terdekat anda. Dan bagi perampok dan sejenisnya, lamaran dan CV diserahkan di ketua gank masing-masing kelompok perampok, penodong, jambret, pencuri kampung, pemulung. Bagi yang sudah bergabung dimohon langsung bertobat. Terima kasih atas perhatiannya.

Pesta Kebangkitan Nasional, Sebuah Nestapa Menghamburkan Uang Negara

Disaat rencana akan naiknya BBM. Pesta Kebangkitan Nasional diselenggarakan. Amat sangat lucu ketika jajaran pembesar negara menyatakan anggaran negara semakin lama semakin menipis hanya gara-gara mensubsidi BBM. Hingga BBM harus dinaikkan sekitar 80% kurang lebih. Ironis memang, pesta yang pasti sangat tidak sedikit biayanya itu menjadikan negara ini benar-benar negara yang tidak berprikemanusiaan. Bagaimana tidak? Ketika BBM akan dinaikkan, rakyat dihibur dulu dengan tontonan yang wah. Hanya untuk “sekedar” melupakan rencana kenaikan BBM.

Perlu di ketahui, anggaran pemerintah pertahun untuk rakyat miskin hanya sekitar 3 milyar lebih. Padahal ada sebuah lembaga social (YDSF) yang bisa menganggarkan dana pertahunnya untuk alokasi rakyat miskin mencapai kurang lebih 20 milyar. Padahal kita ingat semua, bahwa “orang-orang miskin dan anak-anak terlantar dibiayai oleh negara”Nah apalagi alokasi BBM yang hanya sekitar 100 ribu perbulan. Ditambah beberapa kilo gula. Apakah hanya sebatas itu pemerintah memberikan kompensasi kepada rakyat kecil? Padahal, secara garis besar jika BBM dinaikkan maka semua kebutuhan akan naik pula. Nah kalau hanya 100 ribu perbulan, mana bisa cukup. Sedangkan anak-anak juga akan masuk sekolah. Pasti kebutuhannya akan sangat besar dirasakan oleh masyarakat kecil. Bukan para konglomerat ataupun orang kaya. Dampak yang paling besar adalah, menciptakan lapangan pekerjaan sebagai pengemis disetiap harinya. Itu semua karena dampak kenaikan BBM!

Baca lebih lanjut

Nasionalisme, Pancasila. Kamu hapal nggak neh?

Saat melihat John "pantau" dari Trans TV, Selasa 20 Mei 2008. Yang bertanya tentang Pancasila. Saya jadi teringat ketika mahasiswa dahulu, ketika seorang Maba (Mahasiswa Baru) saya tanya "Apa kamu hafal pancasila?" nah ketika sedang berfikir lama. Saya bentak "Kamu komunis yah! Pancasila aja nggak hafal" Akhirnya, John Pantau membuktikan bahwa sebagian besar orang sudah melupakan Pancasila. Entalah, apakah nasionalisme itu termasuk Pancasila atau Pancasila adalah Nasionalisme? Yah semoga saja ada yang mau menjawab!?

Hamas Kecam Pidato Bush di Forum Ekonomi Dunia

hamastunju_300_0[1]
Damaskus – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam keras pidato Presiden Amerika Serikat George W. Bush di hadapan Forum Ekonomi Dunia di kawasan wisata Syarm el Syaikh, Mesir, yang menyerukan masyaratkat dunia untuk melawan gerakan Hamas.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan biro penerangan Hamas di Damaskus, Ahad (18/05), dikatakan, “Gerakan mengecam keras seruan presiden Amerika untuk menghadapi gerakan Hamas yang diasampaikan di negeri Arab terbesar. Yaitu seruan yang merupakan provokasi jeas terhadap geraan yang mendapatkan kepercayaan mayoritas rakyat Palestina di dalam pemilu legislative yang disaksikan dunia sebagai pemilu yang besrih dan transparan.”

Gerakan Hamas menegaskan bahwa provokasi ini disampaikan Bush setelah sebelumnya berpidato di hadapan sidang Knesset Israel yang berisi penuh pujian terhadap Israel dalam peringatan 60 tahun berdirinya Negara penjajah tersebut dari hasil merampas tanah Palestina. Bush menyebut dalam pidatonya Israel adalah “tanah bangsa pilihan”. Hal ini menunjukan sejauh mana keberpihakan Amerika terhadap entitas perampas tersebut.

Hamas menegaskan bahwa “Ancaman Bush dan terornye ini tidak akan menggetarkan Hamas. Tidak akan mengendorkan gerakan untuk melanjutkan penjalanannya dalam jihad melawan penjajah. Hamas akan tetap menjadi duri bagi pemerintah Amerika dan antek-anteknya di kawasan. (seto)

Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?

Apakah sistem Demokrasi dan partai itu termasuk dalam ajaran Islam? Lalu bagaimana dengan Partai yang mengatasnamakan memperjuangkan Syariat Islam tapi juga memperjuangkan sistem Demukrasi?

Suhartanto
tantoeni@yahoo.co.id
Jawaban

Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dunia politik adalah dunia yang sarat jargon dan ungkapan yang bernada bombastis, karena memang watak dunia politik adalah bagaimana mengajak dan mengumpulkan pendukung.

Sudah barang tentu sebuah jargon yang diusung tidak selamanya sesuai dengan definisi dan kriteria baku yang dikenal. Namanya juga iklan, biasanya agak bombastis dan tidak selalu seperti apa adanya. Maka kita keliru kalau menilai suatu jargon politik dengan pengertian baku yang ada di buku pelajaran.

Jargon Demokrasi

Dan salah satu jargon yang sekarang ini sedang ngetrend adalah jargon demokrasi. Sehingga semua orang berkata tentang demokrasi. Tapi masing-masing punya pengertian dan maksud yang berbeda. Istilah boleh sama, tapi definisi dan esensi bisa saja berbeda.

Bukankah seorang Soekarno juga mengusung istilah demokrasi? Namun di sisi lain, banyak kalangan yang menilainya juga sangat diktator. Setidaknya untuk kurun dan kalangan tertentu.

Bukankah Soherto juga mengusung istilah demokrasi? Namun semua kita tahu bahwa istilah demokrasi yang dimaksud oleh seorang Soeharto tentu sangat berbeda dengan istilah yang dimaksud oleh Soekarno.

Hasilnya, kita boleh bilang bahwa meski jargon demokrasi itu digunakan semua orang, tapi isi, esensi, makna dan batasannya bisa saja sangat berbeda.

Dan tentunya kita tidak bisa menyamakan istilah demokrasi yang diusung seorang Soekarno dengan demokrasi yang digagas oleh Seoharto. Dan keduanya bisa saja sangat berbeda dengan istilah demokrasi yang kita kenal sebagai penjabaran trias politika yang ada dalam kamus atau buku sejarah.

Mengapa Istilah Demokrasi Laris Manis?
Baca lebih lanjut

Anggota F-PKS Al-Muzzammil Yusuf Tidak Ikut Rombongan DPR yang Plesir ke Argentina

Tidak seperti yang telah diberitakan berbagai media nasional terkait kepergian (baca: plesir) anggota DPR ke Argentina, terkait studi banding untuk membahas RUU Pilpres, di mana ada nama-nama anggota DPR yang pergi ke negara tersebut (seperti yang diberitakan KOMPAS tanggal 16 Mei 2008), setelah dicek ternyata nama angggota F-PKS Al-Muzammil Yusuf yang diberitakan ikut serta TERNYATA TIDAK IKUT dalam rombongan plesiran tersebut.

Hal ini diperoleh eramuslim setelah yang bersangkutan mengirim pesan singkat kepada kami yang menyatakan bahwa dirinya TIDAK IKUT serta ke Argentina. Isi pesan singkat tersebut lengkapnya adalah:

“Info untuk teman-teman media. Saya TIDAK IKUT rombongan Pansus RUU Pilpres ke Argentina. Kalo teman-teman media sdh ada yang memuat nama saya (Sy dengar termasuk Eramuslim, wlpn sy blm baca sendiri) MOHON di RALAT. Tentang siapa sj yang berangkat, silakan teman-teman media tanya langsung pimp/sekt Pansus. Wass. Al-Muzzammil Yusuf (F-PKS)”

Dengan adanya ralat berita ini maka nama yang bersangkutan dianggap tidak pernah ada dalam daftar nama anggota DPR yang ikut rombongan plesiran tersebut. Dan berita ini merupakan ralat dari kami. (rz)(eramuslim)

300 Ribu Tentara AS di Irak & Afghanistan Terkena Depresi

Washington – Bahaya bunuh diri dan gangguan mental mengancam pasukan AS yang bertugas di Irak dan Afghanistan. Institut Nasional Kesehatan Mental di negeri Paman Sam ini pun memperingatkan akan bahaya yang mungkin terjadi.

Seperti dikutip AFP, Selasa (6/5/2008), ada sekitar 1,6 juta pasukan AS yang bertugas di negeri konflik tersebut. Dan sekitar 18-20 persennya atau 300 ribu pasukan menunjukan gejala post-traumatic stress dissorder (PSTD) dan depresi.

Hal itu seperti yang dinyatakan Kepala Institut Kesehatan Mental Thomas Insel dalam konferensi pers pertemuan Asosiasi Psikiatri Amerika. Dia juga memperkirakan, 70 persen dari para penderita gangguan psikologis dan mental tersebut tidak mendapatkan bantuan perawatan dari Departemen Keamanan dan Bagian Veteran.

Insel memperingatkan agar penanganan segera dilakukan, jika tidak maka tentara yang terkena depresi dan PSTD itu bisa melakukan bunuh diri atau mengalami gangguan mental. “Ini bisa menciptakan kondisi buruk bagi sektor kesehatan publik,” tambah Insel.

Data menunjukan 4 ribu tentara AS tewas sejak invasi pada 2003 lalu dan sekitar 400 lainnya tewas di Afghanistan sejak invasi pada 2001 lalu. ( ndr / rdf )
(detik)

JIKA ORANG-ORANG KAFIR BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEHIDUPAN, TETAPI PARA MUSLIM BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEMATIAN. KARENA SYAHID CITA-CITA YANG TERTINGGI BAGI PARA MUJAHID-MUJAHIDAH . DAN MEREKA TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH MEREBUT NEGERI-NEGERI ISLAM YANG DIKUASAI OLEH PARA KAFIR.

Al Quran Jadi Sasaran Latihan Tembak, AS Minta Maaf

Baghdad – Gara-gara menggunakan Al Quran sebagai target dalam latihan tembak, seorang tentara AS ditarik dari Irak. Pejabat militer AS pun telah meminta maaf atas sikap anak buahnya yang memicu protes itu.

Seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya itu diamankan setelah polisi Irak menemukan Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam dengan lubang peluru di sampulnya pada pekan lalu di Irak barat.

Panglima tertinggi Angkatan Perang AS di Baghdad Mayor Jenderal Jeffrey Hammond menemui kepala suku Radhwaniya di pinggiran barat ibukota untuk memohon maaf.

“Saya datang untuk meminta maaf,” kata Hammond kepada pemimpin suku. “Pada kesempatan ini dengan rendah hati saya mohon maafkan saya dan tentara saya,” ujar Hammond seperti dikutip AFP, Senin (19/5/2008).

Sedangkan pejabat militer AS lainnya menciumi Al Quran dan memberikan hadiah Al Quran kepada kepala adat dalam upacara minta maaf. Dalam kesempatan itu juga dibacakan surat permintaan maaf dari tentara yang bersangkutan.

“Saya dengan tulus berharap tindakan saya tidak mengurangi kemitraan yang sudah dikembangkan oleh dua negara ini. Tindakan saya ini sangat gegabah dan tak bertanggung jawab, tetapi di lubuk hati saya tidak ada niat untuk berbuat jahat,” ujar Hammond, mengutip surat yang ditulis tentara berpangkat sersan tersebut.

Sersan itu lalu dipindahkan dari Irak untuk mengikuti pemeriksaan pendahuluan. “Prajurit itu dipertanyakan kedisiplinanya karena tindakannya menembak Al Quran. Kami melatih semua tentara kami sepenuhnya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan mereka,” imbuh dia.

Sedangkan juru bicara militer Kolonel Bill Buckner mengatakan mereka melihat insiden ini sebagai suatu hal yang serius dan bermasalah.

“Panglima koalisi sudah memberi penjelasan kepada pemimpin lokal hasil pemeriksaan serta mengungkapkan penyesalan mendalam. Mereka juga sudah melakukan tindakan disipliner bagi tentara yang terlibat dan dia sudah disingkirkan dari Irak,” pungkas Buckner.

( mly / nrl )
(detik)

TERLIHAT JELAS PERMUSUHAN MEREKA TERHADAP ISLAM

Mari Kita Berjuang Bersama Untuk BBM

114735p[3]
Mensingkapi akan dinaikannya BBM, memang harus membuat kita jengah. Walaupun realitas harga minyak dunia sekian lama sekian naik harganya, bukan berarti harus menaikkan BBM. Komentar JK, yang menyatakan para pendemo yang menolak kenaikan BBM adalah demonya orang-orang kaya. Sangat tidak beralasan! Jelas sekali, jika BBM naik yang terkena imbas para rakyat kecil! Jika orang kaya mensingkapi, kenaikan BBM. Yah pastilah mereka akan tenang-tenang saja, walaupun imbasnya juga terkena. Tetapi dampaknya tidaklah sesignifikan para rakat kecil yang biasanya bekerja dengan peluh bercucuran. Mereka tidak sama dengan para pejabat yang bekerja dengan ac yang mendinginkan. "Sudah bekerja keras, BBM naik, Sembako naik. Sudah nggak beres negara ini!" itu unggakapan seorang tukang becak yang ngobrol saat ngopi bersama saya di sebuah warung. "Loh Pak, nanti kan dapat BLT!" ucap saya, jawab tukang becak tersebut hanya "Halah Mas, BLTnya yang dulu cuman 300 ribu. Nggak cukup Mas, buat biaya satu bulan!" Saya hanya tersenyum, tanpa berminat melanjutkan perbincangan tersebut. Walaupun tukang becak itu, masih berbincang-bincang dengan temannya sesama profesi.

Nah, sekarang 300 ribu saja nggak cukup. Apalagi 100 ribu perbulan? Entah realitas para penentu kebijakan tersebut bagaimana? Padahal jelas, gaji-gaji para pejabat penentu kebijakan berjuta-juta. Kenapa tidak harus mengurangi gaji-gaji itu untuk kepentingan masyarakat? Entahlah mungkin mereka sudah lupa atau bahkan tidak tahu arti melarat. Pernah juga seseorang bertanya kepada saya! Kok PKS nggak demo sih masalah BBM ini? Karena saya salah satu HUMAS, maka saya jawab. "Iya, PKS sudah punya delegasi yang akan menyuarakan kita. Walaupun tidak bisa signifikan, dan kalah dengan suara terbanyak dengan wakil yang lainnya. Namun itu sudah termasuk perjuangan kita. Nah untuk yang demo-demo masalah itu, karena memang mereka nggak punya wakil rakyat di DPR. Jadi mereka demonstrasi. Lah, kalau di PKS, nggak usah Demo, bilang saja kepada wakil2nya yang ada di DPR, biar mereka yang memperjuangkan! Jadi, gunanya wakil2 itu untuk memperjuangkan rakyat. Lalu apa gunanya kalau kita punya wakil rakyat nggak kita gunakan! Kalau bisa, setiap hari kader PKS smsin wakil2 rakyatnya di DPR, untuk mengingatkan bahwa kader2 PKS menolak kenaikan BBM yang akan menyengsarakan kita semua."

Jadi, ada yang berjuang di parlemen. Ada yang diluar parlemen, intinya kita sama-sama berjuang untuk kepentingan bersama. Tidak usah lagi, saling menjatuhkan satu sama lainnya. Jika sudah ada umat Islam yang berjuang disisi lain, maka kita berjuang disisi lainnya. Biar kompak. OK! Mari kita berjuang bersama.