Habiburrahman El Shirazy dituduh Yahudi?


Setelah saya membaca di sebuah blog yang membahas “El Shirozy adalah Nisbat Syiah atau Yahudi …? (amaduq01.wordpress.com)” Saya sedikit tersentak. “Masya Allah” ucap saya seketika itu. Seorang yang notabenenya termasuk dai, dituduh Yahudi oleh seorang yang tidak jelas keislamannya. Walaupun blognya bertajuk islam semuanya, tetapi saya masih sanksi dengan keislamannya. “Masa umat Islam seperti itu?”

Sebuah tanda tanya besar bagi apa yang dituliskannya. Yaitu, apa maksud dituliskannya artikel itu! Apakah menuduh? Berprasangka? Atau bahkan menfitnah?

Baik kita kupas artikel tersebut. Dengan Detail Insya Allah.

1
El Shirozy adalah Nisbat Syiah atau Yahudi …?

Bismillah ar rahman ar rahim

Penulis mendengar untuk pertama kalinya nama Habiburrahman el Shirozy di sebuah surat kabar harian nasional, Republika. Penulis membaca nama itu pada saat Novel Ayat-Ayat Cinta dimuat sebagai cerita atau novel bersambung setiap hari di harian Republika. Sudah sangat lama.

Yang membuat penulis merasa asing adalah nisbat El Shirozy di belakang nama Habiburrahman. Terasa asing karena memang nama ini jarang dan mungkin belum pernah penulis dengar. Nama-nama nisbat yang sering penulis dengar adalah nama-nama nisbat seperti al Jufri, al Habsyi, al Katiri yang terkenal di kalangan para Habib, kemudian al Jawi, al Qahthani, al Turki, Al Mishri, Al Banjari, al Bantani, al Qorni (yang menunjukkan nisbat daerah asal sang empunya nama) dan nama-nama lainnya yang sering dipakai pula oleh orang-orang ”salafy”(belum tentu bermanhaj salaf-hanya klaim) seperti as salafy, al atsary, dst (yang konon dalam buku Beda Salafy dengan Salaf dikatakan sebagai nishbat yang tidak boleh). Atau kalaupun tidak nama nisbat, yang tidak asing di telinga penulis biasanya nama marga seperti Shihab, Baswedan, Sungkar, Bawazier, Ba’asyir, dst. Nah, kata El Shirozy, adalah sangat asing dalam telinga penulis.

Pada waktu itu, saya bertanya dalam hati, ”Apa sih maksud El Shirozy ini?”

– Jawaban. Untuk pertama kalinya, penulis artikel ini menunjukkan rasa penasarannya, agar terlihat seperti kritis dalam mencari sebuah “penisbatan” sebuah nama “El Shirozy”. Disini Aroma keganjilan pada artikel tersebut belum terlihat jelas!

2
Apakah Habiburrahman (lebih akrab disebut dengan Kang Abik) ini berasal dari keluarga bermarga Shirozy? Atau apakah dia berasal dari daerah bernama Shiroz? Atau apakah ada makna lainnya? Pandangan kalau Kang Abik berasal dari daerah Shiroz, tentunya tidak mungkin, karena faktanya Kang Abik lahir di Jawa Tengah atau tepatnya di Semarang atau Demak. Seharusnya kalau demikian, mestinya namanya adalah Habiburrahman El Demaki atau El Samaranji, atau El Asyhari, dan atau El Jawi.

Berati kalau demikian, hanya ada kemungkinan bahwa Kang Abik berasal dari keluarga bernama Shirozy. Ternyata saya lagi-lagi salah. Nama keluarganya ternyata tidak ada embel-embel Shirozy sedikitpun.

”Lantas apa?” pikir saya waktu itu.

– Jawaban. Penulis Artikel ini masih menggiring pembaca untuk melihat bagaimana “sok seriusnya” dalam mencari makna El Shirozy. Disini juga masih belum terlihat aroma keganjilannya.

3
Setelah sekian tahun, pertanyaan itu kembali menyeruak dalam ingatan penulis. Apalagi setelah pemilik nama nisbat misterius tersebut berhasil membuat karya monumental yang spektakuler berupa sebuah novel bertajuk ”Ayat-Ayat Cinta” yang berhasil menjadi sebuah novel mega best seller. Tak hanya itu, film yang diangkat dari karya novelnya ditonton oleh tidak kurang 3 juta orang. Sungguh sebuah prestasi yang spektakuler. Namun, seiring dengan kesuksesannya muncul kontroversi yang tidak sedikit dan tidak sembarangan. Sehingga kemudian, pertanyaan misteri El Shirozy itu kembali terngiang.

Pada suatu hari, seorang kawan, memberitahu penulis agar penulis mencari (lebih tepatnya investigasi) tentang nama El Shirozy ini.

Saya bertanya,”kenapa memangnya?”

Dia menjawab,”saya merasakan aura yang aneh ketika mendengar nama itu.”

”Saya menduga ini ada kaitannya dengan nisbat di kalangan Syiah seperti nisbat Shadr dalam nama Mulla Shadr atau Muqtadha el Shadr. Atau kalau tidak, saya merasakan adanya aura Yahudi dalam nama itu.” tambahnya.

”Masak sih, mas?” tanya penulis.

”Masak Kang Abik bisa terkait dengan Yahudi atau Syiah? Dia itu dulu ustadz di Ma’had Abu Bakar lho mas. Alumni al Azhar lagi?” tanya penulis.

Terakhir, kawan penulis mengatakan,”makanya, cari dulu saja!”

Kemudian saya mencari-cari di internet beberapa hari dengan memasukkan kata-kata kunci di mesin pencari internet (search engine). Hasilnya, nol besar. Saya tidak memperoleh titik terang sama sekali.

Jawaban. Disini sudah mulai agak jelas, keganjilan dalam mengupas makna El Shirozy. Ada aroma yang menyengat tentang apa yang dinamakan “BERPRASANGKA BURUK” terhadap umat Islam. Coba baca “”saya merasakan aura yang aneh ketika mendengar nama itu.” Jelas, disini penulis ingin mengatakan kepada pembaca. Bahwa ada keanehan didalam nama maupun diri Habiburrahman El Shirozy. Disini masih belum jelas, keanehan tersebut baik atau buruk.
– Kalimat kedua. Coba dibaca “”Saya menduga ini ada kaitannya dengan nisbat di kalangan Syiah seperti nisbat Shadr dalam nama Mulla Shadr atau Muqtadha el Shadr. Atau kalau tidak, saya merasakan adanya aura Yahudi dalam nama itu.” tambahnya.”  Ini jelas. Ada aroma kental ketidaksenangan penulis ataupun teman penulis kepada Kang Abik. Dengan mengkait-kaitkan Habiburrahman El Shirozy dengan penisbatan kaum syiah, ataupun bahkan kaum yang dibenci umat Islam. Yaitu, kaum Yahudi. Jelas sekali Prasangka buruknya bukan?
– Kelimat ketiga. “Terakhir, kawan penulis mengatakan,”makanya, cari dulu saja!” Nah, untuk mencari “Pembenaran” dari argumentasinya, maka penulis artikel tersebut searching di internet, guna bertujuan memuluskan rencana penghancuran nama Habiburahman El Shirozy. Dan Alhamdulillah, di internet tidak ada apa yang penulis artikel itu inginkan. Lucu juga penulis artikel tersebut, beliau mengatakan “dengan memasukkan kata-kata kunci di mesin pencari internet (search engine). Hasilnya nol besar.” Tetapi tidak mengatakan kata kunci apa yang dia pakai untuk mencari di internet atas nama El Shirozy. Ini sangat jelas, ketidakjelasan penulis dalam memberikan data yang falid atas apa yang beliau tuliskan. Merupakan sebuah kesalahan besar dalam bidang akademik. Dan bukan hal yang ilmiah. Karena Penulis tersebut, hanya memberikan “asumsi” kepada pembaca, bahwa “kata El Shirozy” tidak ada dalam internet. Silakan coba pembaca mencari sendiri dengan mengetikan kata “El Shirozy” atau sejenisnya di Search Engine.

4
Beberapa waktu kemudian atau beberapa hari yang lalu, sebagaimana biasanya, saya mencari berita-berita baru di internet untuk mengisi berita di http://muslimdaily.net dan blog saya tentunya (http://amaduq01.wordpress.com). Dalam mesin pencari, secara tidak sengaja, tertaut sebuah situs yang selintas berisi kata kunci Shiraz. Sejenak saya berpikir, saya jadi teringat kata El Shirozy. Diawali rasa penasaran, saya buka link site tersebut. Ternyata hanya berisi berita tentang sebuah ledakan kecelakaan. Namun, ledakan itu terjadi di sebuah kota bernama Shiraz. Dan daerah Shiraz itu ditulis dibelaknganya Iran. ”Shiraz, Iran”. Muncul frame-frame yang berjalan di depan mata saya tentang perkataan teman penulis di atas.

Setelah mendapatkan kata kunci tersebut saya kemudian menuju ke wikipedia. Saya masukkan kata kunci Shiraz. Kemudian sesaat kemudian keluarlah beberapa temuan.

Shiraz ternyata adalah nama sebuah daerah atau kota tua di Iran bagian selatan atau barat laut. Kota Shiraz adalah kota dengan populasi terbesar kelima di Iran setelah Teheran, Mashhad, Esfahan, dan Karaj. Dalam sensus pada tahun 2006, jumlah penduduk kota Shiraz mencapai total populasi sebesar 1,711,186 jiwa. Shiraz terletak di provinsi Fars. Kota ini sempat menjadi kota yang cukup terkenal sebagai pusat perdagang yang populer selama ribuan tahun. Pada masa pemerintahan Dinasti Zand, Shiraz sempat menjadi Ibukota Persia (1750-1781). Pada Abad ke 13, Shiraz dikenal sebagai daerah pusat kesenian, kebudayaan, sastra, pujangga, penyair, dan para pelajar. Kata Shiraz sendiri berasal dari sebuah lembaran dari tanah liat yang ditemukan pada tahun 1970, yang diduga telah berumur 2000 SM, yang bertuliskan nama kota itu yaitu Tirazis (Tiraziš). Kemudian, kata itu mengalami perkembangan dan perubahan secara phonetic menjadi /tiračis/ or /ćiračis/. Dalam bahasa persia kuno disebut /širājiš/; dan dalam masa modern berubah menjadi Shirāz.

– Jawaban. Ini sangat ganjil sekali. Pertama tidak menemukan, dengan kata-kata El Shirozy tetapi akhirnya menemukan dengan kata “Shiraz”. Semua juga tahu kalau, dalam namanya banyak yang menyunting dengan “Shirazy” bukan hanya “Shiroz”. Dan kata kunci apa yang hingga penulis artikel tersebut menemukan kata “Shiraz” sendiri tidak disebutkan. Ini Aneh, kalau dalam bahasa hukumnya. Dan untuk kalimat yang lainnya tidak begitu penting menurut saya untuk dibahas. Karena hanya berdasarkan letak “teretorial” sebuah wilayah.

5
Pada Abad ke 13, kota ini bisa dikatakan menjadi sebuah kota pusat peradaban sehinggal disebut sebagai Dar al-Elm / Darul Ilmi (Negeri Ilmu). Pada masa ini, kota ini menjadi pusat seni dan sastra sehingga kemudian melahirkan tokoh-tokoh yang cukup terkenal. Diantara tokoh-tokoh yang lahir dari rahim kota Shiraz adalah penyair bernama Sa’di dan Hafez penganut aliran kebatinan Roozbehan dan seorang philosof Mulla Sadra. Dan yang tidak kalah pentingnya, Shiraz merupakan sebuah kota yang menjadi tempat tinggal mayoritas kaum Yahudi Iran. Di kota inilah, konon, mayoritas penganut Yahudi Persia berkewarganegaraan Iran tinggal dan dilindungi. Lantas, kenapa kang Abik memilih nama El Shirozy di belakang namanya? Atas alasan yang mana? Kalaupun alasan karena Shiraz adalah kota yang pernah menjadi pusat sastra, kenapa beliau lebih memilih Shiraz tidak kota yang lain?

Di kota yang terkenal sebagai kota bunga dan kota anggur ini, juga dilahirkan seorang tokoh pendiri Aliran (Sesat) Baha’i, Sayyid Ali Muhammad. Pada 22 Mei 1844, dia mendeklarasikan misi pertamanya sebagai rasul pembawa risalah baru. Dan kemudian, dia menjadikan kota ini sebagai kota suci pengikut Baha’i dan kota tempat tujuan haji dan ziarah.

– Jawaban. Lagi-lagi penulis tersebut bersikap aneh. Pertama kota itu disebut Darul Ilmi (Negeri Ilmu). Dan setelah itu, menyebutkan penyair bernama Sa’di dan Hafez penganut aliran kebatinan Roozbehan…. Lalu menyatakan “dan tidak kalah pentingnya Shiraz merupakan sebuah kota yang menjadi tempat tinggal mayoritas kaum Yahudi Iran” Ini maksudnya apa? Apa seorang Muslim tidak boleh menamakan sebuah mesjid yang lain dengan nama Al Aqsha, karena Al Aqsha letaknya berada di kawasan daerah jajahan Israel? Ini sangat lucu sekali pernyataan didalam pertanyaannya! Lalu kenapa jika ada Yahudi dilindungi? Apakah penulis artikel itu tidak tahu bahwa dijaman Rasulullah Yahudi pun bisa kita lindungi selama mereka membayar Jizyah. Dan darah mereka haram untuk dibunuh selama tidak memusuhi kita! Lucu juga pertanyaanya. Apa kapasitas penulis tersebut menanyakan nama Shirazy? Lalu jika seandainya benar, lalu kenapa? Apakah haram? Kapasitas keharaman suatu daerah dijadikan nama itu berdasarkan apa? Ada dalil Qath’inya nggak? Atau hanya penafsiran semata!

6
Konon, pernah terjadi sebuah isu rencana pembantaian atas kaumYahudi di kota ini pada tahun 1910 (mungkin holocaust kecil), dikarenakan adanya isu atau rumor bahwa kaumYahudi memiliki niatan untuk membunuh gadis-gadis muslim. Namun, pada akhirnya kaum Yahudi yang tewas hanya sebanyak 12 orang sedangkan yang terluka sebanyak 50 orang. Sementara 6000 orang Yahudi lainnya yang tinggal di kota ini ditekan oleh rasa mencekam karena harta-harta mereka dijarah. Apakah mungkin juga atas alasan ini, muncul iringan musik soundtrack Schindler’s List dalam Ayat-Ayat Cinta The Movie…?

Setelah saya membaca sekilas tentang hal di atas, saya mulai bertanya apakah jangan-jangan benar apa yang dikatakan oleh kawan penulis di atas. Apakah maksud Kang Abik menggunakan kata El Shirozy di belakang nama Habiburrahman? Apakah karena kota itu menjadi daerah tempat lahirnya aliran Baha’i? Atau karena alasan tempat lahirnya Mulla Sadra atau Mulla Shadr? Atau karena alasan bahwa Shiraz adalah kota tempat tinggal mayoritas Yahudi di Iran? Atau karena alasan lainnya? Sehingga, adakah keterhubungan antara soundtrack Schlinder’s list dan Yahudi dengan El Shirozy? Atau justru sebutan ”Kang” Abik yang berhubungan dengan ”Kang” Jalal alias Jalaluddin Rahmat yang notabene adalah penyebar akidah Syiah di Indonesia? Wallahu a’lam. (fikreatif/bbs)

– Jawaban. Apa maksudnya “Apakah mungkin juga atas alasan ini, muncul iringan musik soundtrack Schindler’s List dalam Ayat-Ayat Cinta The Movie…?” Apakah ini bentuk justifikasi? Atau apa? Ini jelas sangat janggal, ada maksud-maksud yang tidak baik didalamnya.
– Nah, paragraft terakhir ini. Jelas membuat sebuah stigma, dari alur penulisannya kearah yang diinginkan penulis tersebut. Coba lihat “Setelah saya membaca sekilas tentang hal di atas, saya mulai bertanya apakah jangan-jangan benar apa yang dikatakan oleh kawan penulis di atas” Tidak dijelaskan, apa maksud dari yang dikatakan oleh kawan penulis tersebut. Ini sangat bermakna “syubhat” ada kekacauan dalam penulisan diatas. Bahwa apa yang dia ingin katakan tidak jelas dengan apa yang ingin dituliskannya. Apalagi kalimat tanya justifikasi kental nuansanya, coba kita baca kata ini “Apakah maksud Kang Abik menggunakan kata El Shirozy di belakang nama Habiburrahman? Apakah karena kota itu menjadi daerah tempat lahirnya aliran Baha’i? Atau karena alasan tempat lahirnya Mulla Sadra atau Mulla Shadr? Atau karena alasan bahwa Shiraz adalah kota tempat tinggal mayoritas Yahudi di Iran? Atau karena alasan lainnya?” Ini sangat kental sekali dengan kalimat tanya justifikasi. Seperti dituliskan diatas, bahwa Aliran Baha’I adalah aliran sesat. Terkesan sekali bahwa terselip sebuah pertanyaan “Apakah karena engkau mengikuti aliran sesat (Baha’i)maka engkau menggunakan nama Shirozy?” atau juga terkesan dengan pertanyaan “Apakah karena engkau Syi’ah, maka engkau menggunakan nama Shirozy?” Atau juga sebuah pertanyaan “Apakah karena engkau Yahudi, maka engkau menggunakan nama tempat tinggal Yahudi (Shirozy)?”

Pemilik Blog dan penulis artikel tersebut, sudah di klarifikasi oleh banyak orang dikolom komentarnya. Tetapi dia tetap teguh dengan pendiriannya bahwa apa yang dituliskan tidak membawa dampak apa-apa. Padahal jelas, sekali aroma berprasangka, menuduh dan menfitnah ada di balik semua pertanyaan itu!Saya kutip dalam sebuah hadits “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu suka mencampuri urusan orang lain, janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling benci membenci, dan janganlah kamu saling jauh menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu. Seorang muslim dengan muslin lain adalah saudara. Janganlah saling menganiaya, jangan saling men¬dengki, dan jangan saling menghina. Sebab taqwa itu di sini (di dalam hati.” Berkata demikian Rasulullah sambil menunjuk ke arah dada. Selanjutnya beliau bersabda: “Menghina terhadap sesama muslim termasuk perbuatan dosa. Setiap muslim dengan muslim lain adalah haram dirampas darahnya, kehormatannya, dan harta bendanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).Bagi pembaca, berhati-hatilah dengan orang-orang yang mengaku Islam. Perhatikanlah, apakah perilaku blognya itu mempunyai akhlaq yang baik, dengan tidak membuat fitnah, membuat Ghibah, Berprasangka, atau bahkan menjustifikasi gerakan Umat Islam yang lainnya. Karena banyak sekali yang mengaku Islam, lalu mereka mengklaim diri mereka yang “paling benar” dan diluar kelompoknya adalah orang-orang yang berbuat kesalahan. Karena jangan-jangan itu adalah blog musuh-musuh Islam yang ingin memecah belah umat Islam. Umat Islam adalah satu jiwa dan tubuh. Dimanapun, dan kapanpun, setiap keberadaan umat Islam adalah saudara. Entah dia NU, Muhammadiyah, HT, Salafi, Tarbiyah, JT, Persis, Al Irsyad, dll. Jika mereka dizhalimi, maka kewajiban umat Islam yang lainnya adalah turut membantu untuk memerangi kezhaliman. Maka berhati-hatilah dengan mengikuti gerakan-gerakan yang mengklaim hanya golongan mereka yang paling Ahlussunnah waljamaah, atau yang lainnya.

Iklan

23 Tanggapan

  1. […] Bukan Omong Kosong wrote an interesting post today on Habiburrahman El Shirazy dituduh Yahudi?Here’s a quick excerptDan daerah Shiraz itu ditulis dibelaknganya Iran. ”Shiraz, Iran”….Kota Shiraz adalah kota dengan populasi terbesar kelima di Iran setelah Teheran, Mashhad, Esfahan, dan Karaj….Shiraz ternyata adalah nama sebuah daerah atau kota tua di Iran bagian selatan atau barat laut…. […]

  2. Bismillah. Ini satu lagi, contoh orang yang nggak bisa menganalisa kebenaran, fakta, prasangka, su’udzon, ilmu, dan kritis.

    Kamu kira dengan kamu membahas artikel seperti itu juga berart sebuah kebenaran??? Sesungguhnya justru kamulah yang telah lancang.. menuduh dan memfitnah saya terhadap sesuatu yang tidak pernah saya katakan. Tunjukkan bukti bahwa saya telah memfitnah Kang Abik yang notabene juga guru saya… ha??? jangan sok deh..??? nyantai aja men…

    kalau mau dialog, lewat online aja!!! YM aja..

  3. Waks, HAHAHAAH Ups. Maaf!

    artikel diatas jelas. Silakan dibantah jika saya salah! Tolong disebutkan kesalahan saya dimana? 😀

    Insya Allah, jika saya memang salah, saya siap untuk meminta maaf. Tetapi harus dibantah dengan jelas, dan benar-benar sesuai dengan apa yang anda tuliskan.

    Tulisan yang anda buat, sudah jelas-jelas saya kupas. Jadi silakan di bantah dimana letak kesalahan tulisan saya.

    Saya malas jika anda dialog lewat Online. Dari mulai 1995 saya di chatting dan di forum internet, saya malas meladeni orang-orang yang merasa pinter. Nanti isinya pasti debat kusir, karena hanya berdua saja! Lebih baik disini, jadi kita semua bisa melihat dengan jelas. Jadi semua pembicaraan bisa terekam dengan baik 😀

    Terserah anda mau mengatakan saya apa. Sejak dari dulu saya malas jika hanya “berdua-duaan” tanpa yang lain tahu, Ok 😀

    Bismillah. Ini satu lagi, contoh orang yang nggak bisa menganalisa kebenaran, fakta, prasangka, su’udzon, ilmu, dan kritis. <—- Yah, jangan hanya nulis doang. Coba buktikan yang nggak sesuai yang mana!? Jadi jangan omong doang yah! 😀 saya jadi mikir (Emangnya hanya anda yang paling bisa yah, menganalisa kebenaran, fakta, prasangka, su’udzon, ilmu dan kritis? Sok banget’s!) 😀

    Kamu kira dengan kamu membahas artikel seperti itu juga berart sebuah kebenaran???” <— saya tidak menyatakan yang paling benar, tetapi saya hanya mengupas apa yang anda tuliskan. Apalagi yang anda tuliskan jelas-jelas tendensius.

    Sesungguhnya justru kamulah yang telah lancang.. menuduh dan memfitnah saya terhadap sesuatu yang tidak pernah saya katakan.” <— Silakan jika memang saya menuduh anda, silakan anda buktikan dimana tuduhan anda, menuduh saya telah lancang menuduh dan menfitnah anda terhadap sesuatu yang tidak pernah anda katakan!

    Tunjukkan bukti bahwa saya telah memfitnah Kang Abik yang notabene juga guru saya… ha???” <—- Loh Saya tidak menuduh anda, saya hanya mengupas artikel anda! Jadi jelas bukan!?

    Anda ingin ilmu, tetapi saya sangkal dengan ilmu, anda malah terlihat emosi. 😀 Santai…santai!

    Yah, silakan dijawab dengan ilmu lah! Ok. Kalau bisa perlihatkan dalil dalam hujjah anda dengan berbagai sumber dari Agama Islam, jika memang anda beragama Islam sih!

    Nyantai aja man, jangan sok deh 😀

  4. @jaisy
    iya mas santai emang anda hanya menulis dari tulisan orang lain. bagus2 anda. anda tdak su’udzon, itu hanya copyian dari tulisan orang lain. :):):):):)
    goooooooood……….salam kenall. deh….
    http://www.212baca.wordpress.com
    kalau memang begitu, ya berarti ada indikasi penyebaran ajaran, entah syi’ah, yahudi atau lain. sangat disayangkan sebuah karya hebaat, tapi ada tujuan yang merusak aqidah orang. udahhhhhhhhhhh. damai2 jangan bertengkar……

  5. dua-duanya lucu… hi… hi… hi…

  6. wuaaaa…artikelnya puanjang banget boz…

    boz link mu udah ta add….add punyaku yach…thanks

  7. Ass. akhi jaisy, sy tersenyum2 ketika membaca artikel anda. saya adalah temen semenjak kecil kang Abik mulai dari MTs Tsanawiyah Futuhiyyah, dahulu dia mondok di Pesantern Annur pengasuh KH Abdul Basyir Hamzah. setelah itu aku dan kang Abik melanjutkan ke MAPK Solo, di sana selama 3 tahun. lulus tahun 1995, karena nasib kang Abik terbang ke Mesir dan aku di Jogya.
    tahukah sampeyan nama ayah dari kang Abik? namanya adalah Bpk Saerozi, beliau adalah seorang lurah di Banget Ayu, dahulu, terakhir kali aku ke sana beliau menjabat urah di daerah Penggaron Semarang. jadi El Shirazy itu dinisbatkan kepada nama Bapaknya, bukan Yahudi atau Syiah sebagaimana sampeyan duga (tapi karena sampeyan tulis di internet jadi bukan bentuk praduga lagi, melainkan sudah menjurus kepada fitnah) dan saya tahu persis siapa itu Bpk Saerozi beliau adalahmurid dari Kyai Muslih Mranggen, siapa yang tidak kenal dengan Kyai Muslih yang dikenal sebagai ulama’ yang disegani oleh senatero ulama’ di Nusantara ini. Nah..sekarang secara jujur dan jantan berani tidak sampeyan minta maaf kepada kang Abik sahabat saya semenjak kecil bahkan hingga kini. saya tidak akan menuduh sampeyan yang macem-macem, mbok yao sampeyan itu baca-baca dahulu buku-buku karya Kang Abik terutama yang satu itu “Fenonema Ayat-ayat Cinta” yang ditulis Anif Sirsaeba, adiknya yang mempunyai nama asli Ahmad Munif, hampir mirip dengan aku. adiknya juga kenal baik dengan aku, lha wong kita dahulu sering main ke rumah, gantian. gimana kang Jais? sekarang sudah jelas tho.? monggo yen sampeyan cukup jentle….nyuwun ngapuro sama kang Abik dan seluruh umat Islam yang ngefans ama kang Abik karena telah sampeyan lukai perasaannya.

    • Kang Munif, sorry sibuk ngurus kewan ra sempat ngrewangi konco diplintir-plintir, cukup wakil sampean wis mewakili konco2 MAPK sak Asatidze kalo habib bukan syiah. Ta’awanuu …..

      Jawab Abu Jaisy:
      se…se’ tah. Kie sopo toh Kang Munif iku? 😀
      Aku Kang Fajar, Pak’e Jaisy. Yo ojo ngunu toh. Kabeh podo ngrewangi konco-konco lanek diplintir-plintir seng ra apik. Lah kalau wakil-wakilan, iso podo mundur dewe2 karo ngomong “wes sampeyan ae seng wakil’e”. Poko’e kerjasama seng apik-apik ae yoh Kang 🙂
      Syukron kang, sambang’e nangkene

  8. Hehehe, afwan. Kayaknya antum salah persepsi. Ana malah menjawab tuduhannya bukan malah menuduh 😀 silahkan melihat kalimat yang ana “merahkan” itu jawaban ana. Bukan malah menuduh loh! 😀

    Kalau memang ada tulisan yang ana “merahkan” terlihat menyudutkan ustad Habiburrahman, bahkan menuduh beliau. Ana siap untuk meminta maaf. 🙂

    Syukron. (tafadhol dibaca lagi)

  9. lucu… jaka sembung bawa tumpeng…

    Jaisy01 : Weleh Ioen Toh 😀 yang lucu dimana neh? Apa karena Ioen suka melucu? 😀 Ioen pengen jadi Jaka Sembung sambil bawa tumpeng toh. Yah Monggo, silakan 😀 . Insya Allah kalau disini nggak ada yang otoriter and nggak pake emosi2an. Disini, selama hujjahnya jelas insya Allah saya akan menerima. Tapi jangan kayang yang lain, baca sedikit langsung menyimpulkan. Rasulullah pantang melihat persoalan hanya dari melihat saja! Apalagi cuman baca sekelumit 🙂

    Ok, Jaka Sembung Ioen. 😀

  10. assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

    wis to ah,:d
    podo lucune 😀
    seeep.mantaf….
    yo nak meh hujjah yo nggo dalil sing syar’i tor shohih 😀
    ocree 😀
    akh jaisy01 syukran dah ke chan #ikhlas
    ana cari di chan #cafeislam,antum g ada 😀
    malah ngumpet
    afwan klo ada salah kata

    wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

  11. Sebenarnya sdr. jaisy ini justru sedang membela habiburrahman el shirazy … tapi ada yang salah sangka …

    Nah ternyata jelas bahwa yag mengaitkan kang Abik dengan Yahudi atau syiah .. salah besar … ternyata shirazy adalah nisbat ke nama bapaknya …

    dah jelas kok … thanks infonya ..

  12. ahhhhhhhhhhhh cape deeeeeeeeeeeh
    cari topik lain yg bagus bisa tentang aac yg heboh.
    ato emang aac cerita biasa yg dibikin orang lain jadi luar biasa,
    bisa juga emang aac yg biasa biasa trus di konsumsi ma orang yg ga bisa menerima jadinya terkesan sangat luar biasa
    ato kita bisa biasa-biasa saja terhadap apa yg di karyakan oleh sapa… kang abik……
    maaf saya orang biasa yg ga suka sama hal yg luar biasa….
    wasalam………..

    Syukron,

  13. waah…syp lagi nanti yg dituduh yahudi, syi’ah dll
    lagi tren y???

    Jawab Jaisy01:

    hehehe, nanti ada Syi’A ada Syi’B dan Syi’C 😀
    mungkin “tinggal tunjuk-tunjuk apa susahnya sih” ucapan yang biasa nunjuk-nunjuk. Tapi belum sadar, setiap orang yang nunjuk-nunjuk itu ada tiga jari yang menunjuk kearah dirinya sendiri.

  14. bagaimana islam akan kuat klo’ yg merusak org islam sendiri, masa’ sesama agama saling menjelek2kan, kang abik yg solehnya kaya’ gitu masih aja ada yg memfitnah

    Jawab Jaisy01:
    Yah kita doakan agar yang menfitnah sadar akan perbuatannya. 🙂

  15. MANTAPS,,,GARA-GARA NAMA JADI PADA BERTENGKAR,,,,
    “APALAH ARTI SEBUAH NAMA”, YANG PENTING ITU AQIDAH ISLAMIYAHNYA, WAH-WAH-WAH,,,DAMAI AJ,,,KALO SALING MAAF MEMAAFKAN KARNA KEKHILAFAN BUKAN SESUATU YG HINA,,,
    MENDING KITA BERSATU MEMBERANTAS ALIRAN SESAT, TERUTAMA SYIAH LAKNATULLAH…

  16. @jaisy01: hihi… kenapa sih? novelnya itu menyentuh jiwa, banyak orang yang berubah dan tersadar…
    anda bisa menjamin anda lebih baik dari dia di hadapan Allah swt? di hadapan Nabi Muhammad?

    sudahlah, kita itu satu saudara, kenapa coba nyari-nyari kesalahan saudara sendiri, justru harus menutupi kan? kalo yang baca gak islam terus dengki dan menyebarkan artikel sodara kepenjuru indonesia. Siapa yang bertanggung jawab atas fitnah ini dihadapan Allah?

    Kalomau nyari kesalahan, cari kesalahnya hilter keq, bush keq, ahmadiyah kenapa mesti kesalahan seorang muslim seperti habiburrahman? kesalahannya juga cuma dari nama, coba tanya ke kang abik, shiraz itu apa, jangan nanya ke google dulu, terus analisis sana-sini…

    mungkin kita tahu ilmu seseorang dangkal, tapi kita gak tahu sedalam apa imannya..

    saya tercenung tentang suatu kisah sahabat yang jadi imam dan membaca al kafirun [koreksi kl slh] saja tidak lancar. bayangkan! dizaman nabi, membaca al kafirun tidak lancar. lalu sahabat yang lain mengadukannya kepada nabi. ‘Dia lebih baik dari kalian’ [jgn tanya saya ini sumber drmana, nomor brp, lengkapnya gimana krna ilmu saya kurang]

    Jawab Jaisy01:
    Maaf mas, sebaiknya mas membaca dengan cermat. Jika mas membaca tulisan saya lebih cermat insya Allah tidak akan berkomentar seperti ini. dan juga sebaiknya membaca beberapa jawaban-jawaban komentar saya sehingga insya Allah akan tahu apa yang saya tulis.

    Insya Allah saya tidak pernah mencari kesalahan2 Ustad Abik.

  17. MALAS AH..bahas yang beginian..saya lihat kang abik cukup produktif menulis..jangan jangan ente mau cek juga andrea hirata atau penulis yang dari amerika misalnya…kurang kerjaan..baca bukunya aja biar relax

    Jawab Jaisy01:
    Iya saya juga malas kalau melihat orang yang gampang berkomentar tetapi tidak tahu isi dari apa yang dikomentari! Saya sarankan mas Dedy untuk lebih giat membaca daripada berkomentar tanpa memahami isi bacaannya. Terima kasih, telah berkunjung.

  18. wakakakak, afwan bro. jadi pengen ketawa baca dua koment di atas. percuma dunk dari kecil sampe besar belajar baca tapi ga di pake….
    koq ya masih ada orang2 seperti itu…
    keknya mereka sama sekali ga baca isi tulisan ini..
    xixixi

    Jawab Jaisy01:
    🙂

    Yah mungkin terlalu bersamngat saja komentarnya.

  19. assalamu’alaikum mas
    saya tersenyum-senyum membca tulisan+komen atas blog anda ini..
    tersenyum kecut,,karena sebegitu mudahnya menuduh orang lain atas dasar prasangka

    tersenyum manis,melihat analisis anda thd “tulisan prasangka” itu

    tersenyum bahagia,mambaca komen sdrku muslim yang tahu fakta sebenarnya ttg nama itu,,

    namun lagi2 sy tersenyum sangat kecut,,stelah adanya penjelasan diatas,,lalu ada saudaraku muslim yg lain yang sebegitu semangatnya menuliskan counter komen atas dasar kebencian dan prasangka tanpa mau membaca atopun melihat fakta kebenaran yang telah tesajikan di depan mata dalam tulisan ini,,,
    mudah2an mrk sperti itu karena ketidakpahaman atau ketidakmengertiannya akan esensi dr tulisan anda ini,,

    dan insya Allah tanpa bermaksud menggurui Ms Jaisy
    sebagai sesama muslim,,sy hanya bs memberikan masukan,,untuk menghindari KESALAHPAHAMAN pembaca dlm memahami esensi atau maksud tulisan anda,,mungkin akan lebih indahnya jika lebih memperhatikan gaya/tata bahasa penulisan dan disertai keterangan2 yg dianggap perlu,,
    sehingga tdk terjadi lg komentar2 yg menggelikan itu,,
    Wallahu’alam
    syukron y akhi,,wassalam

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumsalam

    Syukron atas pengingatannya. Yah memang kalau nggak judul yang “sensasional” gitu nggak menarik perhatian. Sebenarnya yang terpenting menurut saya saat itu adalah, bagaimana setiap orang dapat membaca isi dari apa yang saya tulis bukan melihat judul yang saya tulis.

    Memang banyak orang jika sudah melihat/membaca judulnya saja, maka mereka sudah merasa bisa “menyimpulkan” tanpa perlu lagi membaca. Inilah yang akhirnya menimbulkan prasangka, padahal Islam melarang umatnya untuk tergesa-gesa dalam segala hal. 🙂

    Syukron atas kunjungannya.

  20. Allah maha pengampun……. tapi manusia yang memang slalu berbuat salah dan khilaf.
    Smoga kekhilafan atas dhaif manusia dapat diampuni dan mendapat tambahan rahmat sehingga kita bisa berfikir dengan lebih jernih dalam bimbingan Allah.
    Setiap orang yang membuat karya di Indonesia pasti diimbangi dengan pro kontra yang cukup besar. Dari sekedar forum diskusi sampe buat buku rapor merah atau rapor biru.
    Penilaian terbaik seseorang adalah dari Allah. Benar atau fitnah suatu kabar adalah dari dhaif manusia. Seoarng manusia mendapat pahala atau dosa berasal dari Allah. Memaafkan dan dimaafkan adalah masalah hati.

  21. Saya pernah koq membaca penjelasan Kang Abik di Koran Kompas. Coba googling di Internet dengan kata kunci: shirazy saerozi, pasti ketemu artikel yang dimaksud.

    • rewel kabeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: