Pesta Kebangkitan Nasional, Sebuah Nestapa Menghamburkan Uang Negara


Disaat rencana akan naiknya BBM. Pesta Kebangkitan Nasional diselenggarakan. Amat sangat lucu ketika jajaran pembesar negara menyatakan anggaran negara semakin lama semakin menipis hanya gara-gara mensubsidi BBM. Hingga BBM harus dinaikkan sekitar 80% kurang lebih. Ironis memang, pesta yang pasti sangat tidak sedikit biayanya itu menjadikan negara ini benar-benar negara yang tidak berprikemanusiaan. Bagaimana tidak? Ketika BBM akan dinaikkan, rakyat dihibur dulu dengan tontonan yang wah. Hanya untuk “sekedar” melupakan rencana kenaikan BBM.

Perlu di ketahui, anggaran pemerintah pertahun untuk rakyat miskin hanya sekitar 3 milyar lebih. Padahal ada sebuah lembaga social (YDSF) yang bisa menganggarkan dana pertahunnya untuk alokasi rakyat miskin mencapai kurang lebih 20 milyar. Padahal kita ingat semua, bahwa “orang-orang miskin dan anak-anak terlantar dibiayai oleh negara”Nah apalagi alokasi BBM yang hanya sekitar 100 ribu perbulan. Ditambah beberapa kilo gula. Apakah hanya sebatas itu pemerintah memberikan kompensasi kepada rakyat kecil? Padahal, secara garis besar jika BBM dinaikkan maka semua kebutuhan akan naik pula. Nah kalau hanya 100 ribu perbulan, mana bisa cukup. Sedangkan anak-anak juga akan masuk sekolah. Pasti kebutuhannya akan sangat besar dirasakan oleh masyarakat kecil. Bukan para konglomerat ataupun orang kaya. Dampak yang paling besar adalah, menciptakan lapangan pekerjaan sebagai pengemis disetiap harinya. Itu semua karena dampak kenaikan BBM!

Jika kita mau berfikir kembali, pasti ada banyak cara daripada menaikkan harga BBM. Semua kegiatan negara bisa dipangkas, seperti halnya perayaan-perayaan yang hanya bersifat seremonial, tetapi hanya menyenangkan para penguasa saja. Apalagi, gaji-gaji para petinggi negara dan daerah harus pula dipangkas untuk mengurangi beban pembiayayaan negara. Toh, kalau pemimpin kita mau “merakyat” pastilah akan sangat mudah melaksanakan beberapa cara tersebut. Namun, kebanyakan para pemimpin kita disana lebih mementingkan diri mereka sendiri. Memperkaya keluarga, saudara dan kolega mereka sendiri. Mereka sudah tidak mau lagi merasakan beban penderitaan rakyat yang bertubi-tubi dihantam terus oleh ketidakstabilan harga-harga pokok yang kian hari melambung tinggi. Semua itu sudah harus menjadikan kewajiban pemerintah untuk meminimalisir kemiskinan yang cenderung membuat rakyat tercekik.

Jadi, perayaan-perayaan dan gaji yang besar dari para pemimpin kita harus segera dipangkas. Untuk membantu dalam mengatasi krisis melambungnya harga minyak dunia. Kalau hanya dengan menaikkan BBM. Tentu yang jadi korban yah rakyat kecil. Karena jelas sekali, pekerjaan rakyat kecil yang notabenenya sudah miskin. Harus merasakan pula melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Yah semoga orang-orang yang berada di puncak pimpinan ini sadar akan besarnya nanti tanggungjawab yang akan di emban dalam pertanggungjawabannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Iklan
%d blogger menyukai ini: