Mengungkap korupsi malah di bui!

BENGKULU – Ironi terjadi di dunia hukum Bengkulu. Ketua DPRD Kota Bengkulu Ahmad Zarkasi SP yang mengungkap dugaan korupsi proyek pengadaan buku Diknas malah dijebloskan ke penjara.

Hukuman tersebut harus diterima setelah dia dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Atas tindakannya itu, dia divonis bersalah dengan hukuman satu bulan penjara.

Sedangkan laporan korupsi yang disampaikan tidak jelas penyelidikannya. ”Mengapa bukan kasus korupsinya yang diusut dulu. Jika tidak terbukti, baru pencemaran nama baiknya yang diperiksa,” sesalnya, sesaat sebelum eksekusi putusan pengadilan atas dirinya kemarin.

Sejak pukul 19.15 Jumat malam lalu, politisi PKS itu resmi menjalani masa hukumannya di Lapas Kelas II A Malabero. Dia ”diantar” Kasi Pidum Kejari Bengkulu Fauzi SH dan Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu yang juga menjadi jaksa penuntut umum kasusnya, Agus Irawan.

Selama proses eksekusi tersebut, Zarkasi terlihat tenang dan banyak tersenyum. Dia menyalami puluhan kader PKS yang ikut mengantar ke lapas.
Baca lebih lanjut

Iklan

Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!

Masya Allah, saya di fitnah! Hehehehe, lucu…lucu. Kebencianmu telah membuatku tertawa 😀 semoga engkau sadar dengan ucapan2 dimulutmu! Wahai Admin blog, apakah anda memang ingin berbicara dengan saya secara terbuka? Tanpa harus ditutupi2? Kenapa anda menfitnah saya, dengan pernyataan yang tidak pernah saya lakukan? Anda ini kok cari2 masalah saja! Dulu saya berdialog dengan teman2 anda atau mungkin anda sendiri diblog yang lain, kalian lari. Hujjah kalian bagaikan daun yang berserakan! Coba belajar lagi, jangan asal saja kalau nulis di blog! Kalian itu tahu Adab nggak sih!? Ngaku umat Rasulullah kok nggak BERADAB sama sekali!

Anda ini harus belajar tata bahasa yang betul. Jangan asal saja! Pertanyaaan dan pernyataan itu lafalnya jelas! Jika anda ingin membuat pertanyaan, maka lafalkan dengan jelas, bukan seperti membuat pernyataan. Dan diantaranya ada pernyataan disebuah pertanyaan. Anda ini lulusan mana sih SDnya?

Saya tidak pernah mempersoalkan masalah2 Furu’ yang seperti ini. Anda ini kurang kerjaan yah!? Anda kira sudah merasa pinter yah? Nggak ada orang lain yang sepintar anda yah? Lalu anda sudah merasa benar yah? Sudah merasa akan masuk surga sendiri yah?

Apa mau dilanjut neh masalah PKS?

Itulah komentar saya di blog ini http://hotarticle.org/salafush-sholih-pun-bermaulid/ (saya tampilkan biar tetap ada detailnya)

Saya bingung, saya lagi search nick saya (Jaisy01) tercantum di sebuah blog itu. Ee… setelah saya klik and lihat dan dibaca seluruhnya kok adminnya menfitnah saya.

Ini jelas mereka sudah kerjaannya tukang fitnah. Dulu menfitnah PKS, sekarang giliran saya yang difitnah. Mereka itu bodoh atau tidak yah? Mengikuti ulama salaf itu jelas, harus dilakukan. Walaupun bukan mengikuti Hizb Salafi!

Entah apa maunya blog itu, ketika sedang berdialog dan hujjah (argumennya) kalah, mereka lari dan tidak ingin melanjutkan dialog. Eee… ditempat lain mereka menjelek-jelekkan bahkan menfitnah saya! Permasalahan-permasalahan furu’iyah diangkat-angkat kayak nggak ada kerjaan aja selain itu!

Apalagi admin blog tersebut menyatakan bahwa saya adalah “(Ini pertanyaan, bukan pernyataan. Hati2, teman Anda, Jaisy01, telah rusak cara berfikirnya hingga sering menafsirkan pertanyaan sebagai pernyataan. Anda jangan sampai seperti itu juga. Jawab saja pertanyaan di atas dg “ya” atau “tidak”.)”
mereka menyatakan bahwa cara berfikir saya telah rusak. Masya Allah, entahlah mereka muslim atau bukan. Kerjaannya mencari masalah dengan muslim yang lainnya!

Mereka menfitnah saya dengan diblog yang tidak ada hubungannya dengan saya! Ini apa maksud mereka? Apakah benar-benar permusuhannya dengan umat Islam begitu kuat? Sehingga sudah merasa paling benar! Saya tidak habis pikir, orang-orang kayak gitu. Diajak berdialog malah lari, setelah nggak ditanggapi “memukul” dari belakang.

Yaa Allah, lindungilah aku dari fitnah-fitnah kaum munafik, musyrik dan kafir.

Terbongkar Lagi, Fitnah Fatah terhadap Hamas

Selain Palestine Information Center yang berhasil mengungkap dokumen rahasia strategi Fatah untuk menghancurkan Hamas, surat kabar Jerusalem Post edisi Senin (1/10) membeberkan upaya-upaya yang dilakukan oleh para intelejen Presiden Mahmud Abbas untuk menjatuhkan citra Hamas.

Mereka membuat rekaman video palsu di mana dalam video itu diperlihatkan rekaman pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan, berusia 16 tahun, dan pelakunya dibuat sedemikian rupa seolah-olah dari anggota Hamas. Pembunuhan itu disebutkan terjadi pada bulan Juli.

Badan intelejen Fatah sengaja mengontak harian Israel Jerusalem Post dan mengirimkan video palsu itu ke harian tersebut, untuk memfitnah bahwa Hamas telah melakukan tindakan brutal di Jalur Ghaza.

Para intelejen pro-Fatah itu juga memberikan nomor telepon dua orang yang mereka sebut sebagai saksi mata atas peristiwa pembunuhan itu, pada harian Israel tersebut.

Namun Jerusalem Post segera meralat artikel tentang video itu, setelah memastikan bahwa isi rekaman video tersebut hanya akal-akalan Fatah untuk menyudutkan Hamas. Mereka mendapat kepastian bahwa video itu palsu, dari para pembaca dan blogger yang mengkritisi berita tentang rekaman video buatan Fatah itu.
Baca lebih lanjut

Ternyata Muslim Inggris lebih setia kepada negaranya ketimbang non-Muslim

Lembaga survei ternama Gallup menemukan fakta bahwa warganegara Inggris yang memeluk agama Islam lebih setia dan nasionalis ketimbang warganegara Inggris lainnya.

Temuan ini secara langsung telah membantah pernyataan sejumlah pejabat pemerintah Inggris yang menuding Muslim Inggris sebagai warganegara yang tidak nasionalis dan tidak memiliki toleransi yang besar.

Gallup Polling juga menyatakan bahwa mayoritas dari Muslim Inggris tidak merasakan bahwa jilbab atau kerudung membatasi aktivitas mereka dengan warganegara lainnya.
Baca lebih lanjut

Menulis Novel Atau Cerpen Islam Tetap Bid’ah dan sesatkah?

Pada suatu kali saya sedang mengisi sebuah kajian para anak-anak SMA, tentang materi bahayanya pergaulan bebas dalam remaja. Seperti biasa, sikap anak-anak SMA pasti akan cepat tertidur plus borring jika kita membawakan materi-materi yang menurut mereka tidak sesuai dengan kebiasaan mereka, apalagi bertolak-belakang dengan kebiasaannya. Jadi hanya satu yang harus saya kerjakan, membuat para siswa ini bahagia dan akhirnya merenungi apa yang mereka lakukan adalah kesalahan. Memberikan pemahaman bukan penekanan. Memberikan pengetahuan, bukan justifikasi. Alhasil, setiap materi yang saya lakukan alhamdulillah, insya Allah menjadi terapresiasikan dengan baik.

Sesi tanya jawab adalah sesi yang mengasyikkan, sesi yang lebih dari 70% waktu yang saya khususkan. Mulai dari masalah pacaran, masalah pergaulan, masalah jalan-jalan, orang tua dan segudang permasalahan siswa yang biasa-biasa saja. Tetapi sebuah pertanyaan muncul dari seorang aktivis lembaga dakwah sekolah. Sebuah pertanyaan yang membuat saya tergugah. Yaitu sebuah pertanyaan “Ustad, apakah benar. Menulis novel ataupun cerpen adalah perbuatan yang sia-sia? Dan merupakan bid’ah yang sesat!” Saya benar-benar tergugah, tergugah untuk pentingnya menjawab keraguan-keraguan ini, Sebuah pertanyaan yang pernah saya dapatkan di sebuah media chatting juga, termasuk salah satu blog yang berisi tentang sia-sia dan keharamannya menulis Novel maupun Cerpen Islami. Apakah benar?
Baca lebih lanjut

Massa AKKBB Didatangkan dari Cirebon

Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang dikerahkan untuk melakukan aksi demonstrasi di Lapangan Monas pada 1 Juni 2008 dan berakhir bentrok dengan Front Pembela Islam (FPI) didatangkan dari Cirebon.

Kuasa hukum anti-Ahmadiyah Mahendradata usai bertemu Anggota Komisi III di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (19/6), menjelaskan bahwa massa yang lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak itu semula dijanjikan akan berwisata ke Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta.

Mahendradata mengemukakan, kedatangan massa AKKBB ke Jakarta dari Cirebon itu menggunakan bus ber-AC dan tidak diberitahu akan melakukan aksi unjuk rasa.

Namun, menurut Mahendradata, sekitar 90 persen di kerumunan massa AKKBB itu adalah warga Ahmadiyah. Kondisi itu memicu emosi aktivis FPI yang saat itu sangat gencar menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Dengan adanya pengerahan massa Ahmadiyah itu, menurut Mahendradata, diperkirakan bahwa aksi kekerasan di Monas sengaja direkayasa. “Ada skenario untuk menciptakan kekerasan antara FPI dengan Ahmadiyah,” ujarnya.

Adanya skenario menciptakan kekerasan di Monas itu, lanjutnya, juga bisa diindikasikan dengan tidak adanya tokoh penting dalam aksi AKKBB.

Aksi kekerasan di Monas telah diusut polisi. Komandan Laskar Islam, Munarman, juga telah menyerahkan diri ke polisi setelah pemerintah menerbitkan SKB mengenai penghentian aktivitas Ahmadiyah.

Polisi telah menetapkan Munarman sebagai tersangka. Begitu juga pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka sekaligus ditahan oleh pihak kepolisian. [EL, Ant] (Gatra)

Pertama Kalinya, Ulama Saudi Kritik Tajam Usamah Bin Laden

Ulama terkenal Saudi, Salman bin Fahd Al-Audah, melontarkan kritik yang jarang ia lakukan terhadap pemimpin organisasi Al-Qaidah Usamah bin Laden. Al-Audah menganggap bahwa tindakan bin Laden menjadi sebab terbesar berbagai kesulitan yang dialami umat Islam di berbagai negara saat ini.

Dalam sebuah acara televisi channel MBC Saudi, yang berjudul “Hujar Zaweya”, Al-Audah mengingatkan bin Laden dengan perkataannya, “Apa alasan kita atas penghancuran luar biasa yang terjadi di Irak dan Afghanistan? Bahkan peperangan itu kini memicu berkobarnya perang antar etnik yang begitu menghancurkan negara itu dan negara tetangganya. ” Al-Audah melanjutkan rangkaian pertanyaannya kepada bin Laden, “Siapa yang mengambil untuk dari upaya perubahan Maroko, Aljazair, Saudi Arabia dan lainnya menjadi negara yang ditakuti dan wilayah yang tidak aman bagi seseorang?”
Baca lebih lanjut