Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!


Masya Allah, saya di fitnah! Hehehehe, lucu…lucu. Kebencianmu telah membuatku tertawa 😀 semoga engkau sadar dengan ucapan2 dimulutmu! Wahai Admin blog, apakah anda memang ingin berbicara dengan saya secara terbuka? Tanpa harus ditutupi2? Kenapa anda menfitnah saya, dengan pernyataan yang tidak pernah saya lakukan? Anda ini kok cari2 masalah saja! Dulu saya berdialog dengan teman2 anda atau mungkin anda sendiri diblog yang lain, kalian lari. Hujjah kalian bagaikan daun yang berserakan! Coba belajar lagi, jangan asal saja kalau nulis di blog! Kalian itu tahu Adab nggak sih!? Ngaku umat Rasulullah kok nggak BERADAB sama sekali!

Anda ini harus belajar tata bahasa yang betul. Jangan asal saja! Pertanyaaan dan pernyataan itu lafalnya jelas! Jika anda ingin membuat pertanyaan, maka lafalkan dengan jelas, bukan seperti membuat pernyataan. Dan diantaranya ada pernyataan disebuah pertanyaan. Anda ini lulusan mana sih SDnya?

Saya tidak pernah mempersoalkan masalah2 Furu’ yang seperti ini. Anda ini kurang kerjaan yah!? Anda kira sudah merasa pinter yah? Nggak ada orang lain yang sepintar anda yah? Lalu anda sudah merasa benar yah? Sudah merasa akan masuk surga sendiri yah?

Apa mau dilanjut neh masalah PKS?

Itulah komentar saya di blog ini http://hotarticle.org/salafush-sholih-pun-bermaulid/ (saya tampilkan biar tetap ada detailnya)

Saya bingung, saya lagi search nick saya (Jaisy01) tercantum di sebuah blog itu. Ee… setelah saya klik and lihat dan dibaca seluruhnya kok adminnya menfitnah saya.

Ini jelas mereka sudah kerjaannya tukang fitnah. Dulu menfitnah PKS, sekarang giliran saya yang difitnah. Mereka itu bodoh atau tidak yah? Mengikuti ulama salaf itu jelas, harus dilakukan. Walaupun bukan mengikuti Hizb Salafi!

Entah apa maunya blog itu, ketika sedang berdialog dan hujjah (argumennya) kalah, mereka lari dan tidak ingin melanjutkan dialog. Eee… ditempat lain mereka menjelek-jelekkan bahkan menfitnah saya! Permasalahan-permasalahan furu’iyah diangkat-angkat kayak nggak ada kerjaan aja selain itu!

Apalagi admin blog tersebut menyatakan bahwa saya adalah “(Ini pertanyaan, bukan pernyataan. Hati2, teman Anda, Jaisy01, telah rusak cara berfikirnya hingga sering menafsirkan pertanyaan sebagai pernyataan. Anda jangan sampai seperti itu juga. Jawab saja pertanyaan di atas dg “ya” atau “tidak”.)”
mereka menyatakan bahwa cara berfikir saya telah rusak. Masya Allah, entahlah mereka muslim atau bukan. Kerjaannya mencari masalah dengan muslim yang lainnya!

Mereka menfitnah saya dengan diblog yang tidak ada hubungannya dengan saya! Ini apa maksud mereka? Apakah benar-benar permusuhannya dengan umat Islam begitu kuat? Sehingga sudah merasa paling benar! Saya tidak habis pikir, orang-orang kayak gitu. Diajak berdialog malah lari, setelah nggak ditanggapi “memukul” dari belakang.

Yaa Allah, lindungilah aku dari fitnah-fitnah kaum munafik, musyrik dan kafir.

Iklan

8 Tanggapan

  1. Biarkan mereka berbicara dan mengadu domba sesama muslim ^^ rasul S.A.W tidak pernah mengajarkan seperti itu. diamkan saja, dan doakan mereka. seiring waktu insyaallah terhimpung angin ^^, insyaallah angin tersebut yang baik mendapatkan mereka hidayah jalan lurus.

    saya lagi hairan juga dengan lambang penerbit pun ikut dimacam-macamkan dan di suruh lebar luaskan yang tidak sepantasnya dan sama seperti menyebar luaskan fitnah dengan penyuruhan pembuatan website diperbanyak.

    kalaupun website diperbanyak benar dengan dakwah yang shahih saya sangat senang dan mendukung sekali.

    sekarang dengan pembuatan website msalafi lagi ^^

    hati-hati dengan fitnah dan bid’ah (ingat wasiat Rasul S.A.W)

    jangan dianggap bercanda atau permainan.

    ya allah ya rab.

    allah maha mengetahui dan maha adil

  2. Anda salah mengira. Anda bnyak berbicara dngan mengedepankan emosi jadi tak punya banyak waktu berpikir. Nampak dari cara anda berkomentar

    Jaisy01: Wah, kayaknya anda yang salah mengira 😀 anda tahu masalahnya apa sih sebenarnya? Anda hanya menilai dari satu sisi komentar terakhir saya, lalu bagaimana anda bisa langsung menyimpulkan? Coba, maksudnya yang mengedepankan komentar dengan emosi tolong di perlihatkan. Bisa jadi, apa yang saya katakan biasa, mungkin terlalu keras bagi anda. Atau bisa juga sebaliknya, anda berkata biasa tetapi keras bagi saya.

  3. Ada bnyak bidah yang dkrjakan dewasa ini. Yaitu pembukuan alquran yg anda baca oleh abu bakar, penambahan titik dan baris dlm huruf al quran, shalat tarawih berjamaah jadi satu imam oleh umar, penjadian satu mushaf quran oleh usman. Dll. Yg jelas2 tak dilakukan rasul. Tapi kenapa anda setuju n ikut??? Logo itu melambangkan lembaganya. Kalau FIFA pake logo bola basket kan gk match. Kalo logo penerbit islam gambarnya gereja kan keterlaluan. Kalo kepnduan pks pake lmbg fleur de lys nya trinitas eropa gmana gt loh. Realistis bung!

    Jawaban Jaisy01:
    Wah, anda ini kalau gitu perlu belajar banyak Bung! Hehehe, lucu komentar anda. Maaf. Apa saya membahas bid’ah? Kapan saya membahas bid’ah? Di forum mana saya menyatakan bid’ah2? Baik, untuk menambah wawasan anda. Didalam hadits jelas Rasulullah menyatakan bahwa “…Ikutilah aku (Rasulullah Muhammad), Sahabat-sahabatku, tabi’in dan tabi’it…” Jelas bukan, apa-apa yang dilakukan oleh sahabat itu bukan bid’ah. Karena kita juga disuruh Rasulullah untuk mengikutinya. Baik saya beritahu, dijaman Abu Bakar ada usulan dari Umar ketika banyak Hafids Quran yang syahid dalam peperangan. Jadi yang mengusulkan adalah Umar. Namun apa yang dikatakan Abu Bakar? Jelas Abu Bakar menyatakan kepada Umar “Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan dan diajarkan Rasulullah?” Ini kalimat yang sangat jelas. Bahwa Abu Bakar sangat berhati-hati dalam masalah hal yang berbau “penambahan atau perbaruan” Anda harus tahu Tarekh bin Sirrahnya. Tidak memukul rata! Jadi jelas, anda harus belajar banyak. Jangan berlaku sombong ketika baru memulai belajar dengan berkomentar merasa yang paling tahu dan paling pinter! Ada dasarnya ketika anda harus mengatakan sesuatu, jangan asal saja!

    Masalah logo. Baik, sebaiknya anda harus belajar desain dulu. Salah satu seorang desain grafis sudah menyatakan di blog ini. Bahwa setiap logo apapun, jika imajinasinya desain grafis tersebut nyeleneh. Sebagus apapun logo itu, bisa menjadi lucu bahkan buruk. Image yang ada pada logo yang disandingkan dengan sesuatu hal yang buruk adalah sebuah penisbatan bergambar. Dan itu sudah jelas, seseorang ingin menyatakan bahwa logo itu sama atau persis dengan yang disandingkannya. Dan itu jelas fitnah terselubung! Silahkan baca artikel Islam saya mengenai “Hakekat Fitnah”. Anda pernah bertabayyun dengan pembuat logo yang ingin anda maksudkan? Lah kalau berdasarkan prasangka, bahwa logo ini mirip logo gereja, logo ini mirip logo trinitas, dsb. Berarti anda telah melakukan sesuatu yang kesalahan besar. Silahkan anda membaca hadits berikut “…”Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu suka mencampuri urusan orang lain, janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling benci membenci, dan janganlah kamu saling jauh menjauhi…”

    Sangat banyak sekali orang-orang yang menyerupakan sesuatu hal, termasuk logo yang disandingkan dengan sesuatu yang nyeleneh. Termasuk orang-orang Islam yang berkategori munafik, yang menyandingkan logo-logo yang dipakai segolongan umat Islam yang berbeda paham untuk diserangnya. Apakah dengan saling serang-menyerang umat satu dengan yang lainnya adalah sebuah kebaikan? Lalu dimana adab tabayyun atas ajaran Rasulullah? Jika kita mengaku umat Rasulullah Muhammad, kenapa tidak saling bahu-membahu dalam kebersamaan walaupun berbeda? Lalu siapa yang ingin melegitimasi bahwa Islam itu berbeda? Islam itu satu, yang dipersatukan oleh Iman dalam jiwa dan hati. Lalu apakah kita ingin bercerai-berai dengan membuat masalah antar umat Islam? Coba difikir, ini insya Allah lebih realistis dengan realistis yang anda harapkan.

    Dan sampai saat ini, bahkan detik ini. Saya tidak pernah melihat orang-orang yang berani menampilkan logo-logo yang disamakan di Blog yang bercirikan munafik itu di media cetak manapun. Berarti jelas, itu adalah fitnah! Karena mereka tidak akan berani sekonyol itu. SAYA TANTANG SEMUA ORANG YANG MENYANDINGKAN LOGO-LOGO ITU DITAMPILKAN DI MEDIA CETAK DENGAN TERBITAN KANTOR YANG JELAS! Sampai detik ini mereka masih belum berani! Jadi keberanian mereka hanya pada penulisan di blog yang tak tentu arah, mereka menyerang siapa saja yang tidak sepaham dengan mereka. Jadi mereka adalah kumpulan para PENGECUT berjamaah yang terorganisir. 😀

    “(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi”

    Jadi jangan anggap menyamakan logo tersebut adalah hal yang baik, sedangkan kalian sendiri tidak pernah beratabayyun dengan pemilik logo tersebut! Karena itu merupakan hal yang sia-sia.
    “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

    “Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw pada suatu ketika naik mimbar, lalu dengan suara lantang beliau memanggil: “Wahai orang yang beriman hanya dengan lisan, dan perkataan iman itu tidak sampai di hati, janganlah kamu menyakiti kaum muslimin dan jangan pula membuka rahasia mereka. Barangsiapa membuka rahasia sesama muslim, maka Allah akan membuka rahasia dirinya. Dan barangsiapa suka membuka rahasia orang lain, pasti rahasia dirinya akan terbuka dengan lebih keji sekalipun rahasia itu berada di dalam perut binatang kendaraannya.”

    Insya Allah ini sangat jelas dan sangat realistis. Bagaimana tanggapan anda Mrrudi?

  4. Kan ada juga hadist. Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya. Maka demikian ada bidah hasanah n dhlalah. Hal itu tercermin dari hadist yang anda sebut permulaan. Dengan jawaban umar. Logo bisa mirip kalo proses transformasinya sedikit. Saya sendiri sering bikin logo. Kalo ada 10 transformasi jangankan logo pks bintang davidpun bisa jadi peta dunia

    Jawab Jaisy01:
    Wah, kayaknya anda harus benar2 banyak belajar mrrudi! 😀
    Untuk hadits yang anda sebutkan tadi (Barang siapa melakukan kebiasaan baru yang baik dalam agama. Maka baginya pahalanya dan pahala org2 yang mengikutinya. Brg siapa melakukan kebiasasaan bru yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang2 yang mengikutinya) Tolong sebutkan perawi and sanadnya. Dan hadits tersebut no berapa. Insya Allah saya kroscek langsung biar saya tahu lafadznya yang jelas. Untuk Umar, emang Umar menjawab apa? Apa Umar yang ditanya? Atau Umar yang memberikan stimulusnya? Tolong anda baca sekali lagi, kayaknya anda benar2 ghurur dalam mengambil kesimpulan. Wah, anda harus benar2 belajar lagi dengan mendalam mrrudi jangan sepotong-potong kalau belajar.

    Lah, maksud anda gimana tentang logo? Kan sudah jelas, kalau orang2 desain yang kurang kerjaan dan sukanya ngotak-ngatik logonya seseorang. Apalagi disandingkan dengan logo yang pada dasarnya adalah musuh besarnya sebuah organisasi, atau malah memberikan stigma bahwa organisasi itu dicitrakan seperti apa yang dia inginkan, ini jelas bentuk fitnah!

    Maaf, anda kalau mau diskusi jangan ngalor-ngidul nggak jelas apa yang dibahas. Jadi jika anda komentar, sebaiknya dengan ilmu yang benar, bukan pada pikiran anda yang pada dasarnya tidak mempunyai dasar yang benar. OK. 😀

  5. mrrudi, jangan habiskan energi Anda di sini. Ini bukan masalah Anda. Sayalah yg dipermasalahkan. Terimakasih atas perhatian Anda. Doakan saja mereka, sebagaimana mereka mendoakan kita. Bukankah mereka selalu mendoakan kita agar selalu diberi hidayah?

    Jawab Jaisy01: Benar, sebaiknya mrrudi menghabiskan energi untuk menghasut, menfitnah, menghujat segolongan Islam yang lainnya. Mungkin itu yang dimaksud Artikelislami. Doakan saja saya dan saudara2 muslim yang lainnya untuk bersabar menerima hasutan, hujatan serta fitnahan.

  6. o ya, mengenai hadits itu, coba dicek di sini.

    Jawab Jaisy01: Iya, insya Allah saya sudah mengetahui.

    Saya berikan pengertian tentang Bid’ah secara komplet insya Allah. Dan tidak sepotong-sepotong pemahaman seseorang ulama yang membuat kita Taklid Buta terhadap ulama. Ini akan menambah wawasan kita:

    1. Pengertian Bid\’ah Secara Bahasa

    Secara bahasa bid\’ah itu berasal dari ba-da-\’a asy-syai yang artinya adalah mengadakan dan memulai. Dan kata \”bid\’ah\” maknanya adalah baru atau sesuatu yang menjadi tambahan dari agama ini setelah disempurnakan.

    2. Pengertian Bid\’ah Secara Istilah dan Perbedaan Pandangan

    Secara istilah, bid\’ah itu didefinisikan oleh para ulama dengan sekian banyak versi dan batasan. Hal itu lantaran persepsi mereka atas bid\’ah itu memang berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang meluaskan pengertiannya hingga mencakup apapun jenis yang baru (diperbaharui), sedangkan yang lainnya menyempitkan batasannya.

    Kelompok Pertama

    Mereka yang meluaskan batasan bid\’ah itu mengatakan bahwa bid\’ah adalah segala yang baru diada-adakan yang tidak ada dalam kitab dan sunnah. Baik dalam perkara ibadah ataupun adat. Baik pada masalah yang baik atau yang buruk.

    a. Tokoh

    Diantara para ulama yang mewakili kalangan ini antara lain adalah Al-Imam Asy-Syafi\’i dan pengikutnya seperti Al-\’Izz ibn Abdis Salam, An-Nawawi, Abu Syaamah. Sedangkan dari kalangan Al-Malikiyah ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani. Dari kalangan m1 seperti Ibnul Abidin dan dari kalangan Al-Hanabilah adalah Al-Jauzi serta Ibnu Hazm dari kalangan Dzahiri.

    Bisa kita nukil pendapat Al-Izz bin Abdis Salam yang mengatakan bahwa bid`ah perbuatan yang tidak terjadi pada masa Rasulullah SAW, yang terbagi menjadi lima hukum. Yaitu bid\’ah wajib, bid\’ah haram, bid\’ah mandub (sunnah), bid\’ah makruh dan bid\’ah mubah.

    b. Contoh

    Contoh bid\’ah wajib misalnya belajar ilmu nahwu yang sangat vital untuk memahami kitabullah dan sunnah rasulnya. Contoh bid\’ah haram misalnya pemikiran dan fikrah yang sesat seperti Qadariyah, Jabariyah, Murjiah dan Khawarij. Contoh bid\’ah mandub (sunnah) misalnya mendirikan madrasah, membangun jembatan dan juga shalat tarawih berjamaah di satu masjid. Contoh bid\’ah makruh misalnya menghias masjid atau mushaf Al-Quran. Sedangkan contoh bid\’ah mubah misalnya bersalaman setelah shalat.

    c. Dalil

    Pendapat bahwa bid\’ah terbagi menjadi lima kategori hukum didasarkan kepada dalil-dalil berikut :
    Perkataan Umar bin Al-Khattab ra tentang shalat tarawih berjamaah di masjid bulan Ramadhan yaitu :

    Sebaik-baik bid\’ah adalah hal ini.

    Ibnu Umar juga menyebut shalat dhuha\’ berjamaah di masjid sebagai bid\’ah yaitu jenis bid\’ah hasanah atau bid\’ah yang baik.
    Hadits-hadits yang membagi bid\’ah menjadi bid\’ah hasanah dan bid\’ah dhalalah seperti hadits berikut :

    Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi\’ah (kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat.

    Kelompok Kedua

    Kalangan lain dari ulama mendefinisikan bahwa yang disebut bid\’ah itu semuanya adalah sesat, baik yang dalam ibadah maupun adat.

    Diantara mereka ada yang mendifiniskan bid\’ah itu sebagai sebuah jalan (tariqah) dalam agama yang baru atau tidak ada sebelumnya (mukhtara\’ah) yang bersifat syar`i dan diniatkan sebagai tariqah syar\’iyah.

    a. Tokoh

    Diantara mereka yang berpendapat demikian antara lain adalah At-Thurthusy, Asy-Syathibi, Imam Asy-Syumunni dan Al-Aini dari kalangan Al-Hanafiyah. Juga ada Al-Baihaqi, Ibnu Hajar Al-`Asqallany serta Ibnu Hajar Al-Haitami dari kalangan Asy-Syafi\’iyah. Dan kalangan Al-Hanabilah diwakili oleh Ibnu Rajab dan Ibnu Taymiyah.

    b. Contoh

    Contohnya adalah orang yang bernazar untuk puasa sambil berdiri di bawah sinar matahari atau tidak memakan jenis makanan tertentu yang halal tanpa sebab yang jelas (seperti vegetarian dan sebangsanya).

    c. Dalil

    Dalil yang mereka gunakan adalah :
    Bahwa Allah SWT telah menurunkan syariat dengan lengkap diantaranya adalah fiman Allah SWT :

    Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni\’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…(QS. Al-Maidah : 3)

    Juga ayat berikut :

    dan bahwa adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An`am : 153)

    Setiap ada hadits Rasulullah SAW yang berbicara tentang bid\’ah, maka selalu konotasinya adalah keburukan. Misalnya hadits berikut :

    bahwa segala yang baru itu bid\’ah dan semua bid\’ah itu adalah sesat.

    Terlepas dari semua itu. Jadi, bid’ah yang buruk dan sesat adalah dalam urusan ibadah mahdah dan ritual Islam yang tidak memiliki landasan sama sekali. Adapun yang memiliki landasan atau urusan muamalah yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti komputer, hp, radio, tv, dan semacamnya bukanlah termasuk bid’ah. Bahkan, ia termasuk yang disuruh untuk dikembangkan oleh Rasul saw., “Hikmah adalah barang hilang milik mukmin. Maka, di manapun ia menemukannya, ia lebih berhak atasnya.”. Kita juga harus ingat bahwa ketika Umar melakukan bid’ah dengan penyesuaian tarif mahar, dengan serta merta Umar langsung di protes oleh seorang wanita, dan akhirnya Umar harus mengkoreksi fatwanya tersebut. Apalagi dalam masalah yang melibatkan bab shalat, pastilah para shahabat protes bila apa yang diprakarsai Umar itu termasuk bid’ah.

    Inti dari semua itu, jangan menyamakan semua bid’ah adalah sesat, atau bahkan menyamakan semua bid’ah dengan hasanah. Ada sesuatu yang harus di ingat dengan ucapan Abu Bakar “Bagaimana aku berbuat suatu hal yg tidak diperbuat oleh Rasulullah”, Inilah cermin untuk berhati-hati. Sebagaimana Amr Bin Ash ketika ditanya oleh masalah mengenai Taqwa, “Taqwa itu adalah ketika engkau berjalan, dan di jalan itu banyak terdapat duri-duri tajam yang akan melukai kakimu. Dan Pasti engkau akan berhati-hati untuk berjalan!” Jadi taqwa adalah berhati-hati dalam melangkahkan tubuh ini!

    Hal yang paling penting adalah, tidak merasa bahwa pendapat ulama kita lebih unggul daripada pendapat ulama yang lainnya, dan akhirnya menghujat, menjelekkan bahkan menfitnah segolongan umat Islam yang lain apalagi ulama!

    Kedewasaan kita menerima ilmu, manakalah ketika kita tahu keberagaman pola fikir orang yang lainnya, serta memahami apa yang mereka perbuat!

    Apakah umat Islam akan selesai perkaranya dengan menjelek-jelekkan umat Islam yang lainnya? Tentu jika kita melakukan itu, pastilah kita telah melakukan bid’ah Dhallalah yang akan terjerumus pada lembah kesesatan yang paling dibenci oleh Allah dan Rasulullah.

    Admin ArtikelIslam. Apakah anda pernah saya hujat tanpa sebab apapun? Apakah anda pernah saya lecehkan tanpa sebab apapun? Apakah saya pernah menfitnah anda dengan mengatakan bahwa “cara berfikir anda rusak“?

    Anda seharusnya tahu adab2 tentang berdiskusi. Ketika anda telah menyatakan selesai, maka tidak ada lagi masalah yang perlu di pendam lagi dalam hati! Masya Allah. Pendapat anda saya bantah dengan akhsan (baik) tetapi anda malah menfitnah saya dengan jelas! Bertobatlah.

  7. Wah, jawaban Admin Blog puanjang banget. Salut neh buat Admin yang bisa dengan jelas menjawab komentar-komentar orang-orang yang “dirinya paling benar”.

    Btw, saya heran ini bahasannya fitnah apa bid’ah sih? kan jelas-jelas di atas disebutkan “Saya difitnah, oleh orang yang mengaku dirinya paling benar!” tapi kok merembet ke masalah bid’ah? Seharusnya yang dibahas apa benar admin blog ini difitnah apa tidak. Gitu ajaloh kok merembet masalah bid’ah.

    Kalau komentar saya, memang admin ini benar-benar di fitnah. Saya melihat artikel yang dimaksud, memang “jaisy01” tidak ada kaitannya dengan artikel itu. Tetapi kok malah dipublikasikan di komentar apalagi admin “hotarticle” yang menfitnah dengan mengatakan “pikirannya rusak”. Saya geli membaca artikelnya si pemilik blog “hotarticle” kayaknya ada dendam pribadi dengan “jaisy01” 😀

    Jawab Jaisy01: Hehehe, iya yah. Kok masalah bid’ah yah? padahalkan masalahnya adalah fitnah!

    Yah, mungkin ada dendam pribadi dengan saya. Padahalkan saya sudah mengclearkan semuanya, tidak ada perasaan apapun. Kalau mereka mau berdialog yah saya mau, kalau mereka mau berhenti yah saya akan berhenti. Tetapi kok mereka malah mukul saya dari belakang. Padahal saya kan sudah males menghadapi anak2 kecil kayak mereka (ups maaf ghurur and takabur neh. Astagfirllah).

    Biasanya mereka kalau berani yah di blog2 kayak gini, tapi kalau diajak benar2 dialog mereka akan lari. Jadi sebaiknya jangan terlalu dipikir pusing anak2 kecil itu. 😀 mau dibuat serius ayoo…, mau dibuat bercanda ayoo…

    Terima kasih telah berkunjung Mas 😀

  8. […] ini tidak tanggung-tanggung menfitnah seseorang dengan sangat mudah tanpa keimanan dalam Islam (lihat disini). Entah apakah mereka memang diajarkan seperti itu oleh Habaibnya! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: