Mensingkapi Tuduhan dan Fitnahan terhadap PKS

Maraknya tuduhan-tuduhan maupun fitnahan yang dilayangkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang sangat merisaukan. Betapa sengitnya para pendengki yang begitu kuat rasa irinya menjadikan pandangan dan penglihatannya tidak berfungsi. Tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dituduhkan untuk menjatuhkan PKS merupakan cara yang terus digulirkan oleh orang-orang ataupun organisasi yang merasa tersaingi.

Fenomena ini seharusnya sudah menjadi wilayah yang harus disingkapi dengan benar-benar serius. Sebuah tuduhan dan fitnahan ketika tidak dijawab dengan serius maka akan bergulir bak bola salju yang terus menggelinding. Namun, persoalan yang serius ini harus dijawab pula dengan kesantunan akhlaq yang telah diajarkan Rasulullah.

Kita ingat bagaimana istri Rasulullah difitnah oleh kaum munafik, bagaimana tidak. Seorang istri Rasulullah (Aisyah) dikabarkan selingkuh dengan sahabat Rasulullah (Shafwan) sendiri hanya karena pada saat itu Siti Aisyah berjalan dengan di iringi sahabat Rasulullah dari belakang yang bermaksud ingin melindungi. Tetapi karena hati munafik itu memang bersifat pendengki, maka dengan cara itu orang-orang munafik menjatuhkan Rasulullah dari umatnya dengan tuduhan dan fitnahan yang keji. Betapa pedihnya hati Aisyah yang dikabarkan berbuat hal yang sangat keji tersebut. Hati seorang suami mana yang tega melihat istri kesayangannya di kabarkan selingkuh, padahal tidak! Baca lebih lanjut

Iklan

Madza Ya’ni Intima’i Lil Ikhwan? (Apa Komitmen Saya Terhadap Al-Ikhwan?)

Ustadz As-Sayyid Syu’aib

Dosen Program DR dalam falsafah Islamiyah

________

Komitmen terhadap Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah komitmen kepada Islam seperti yang difahami oleh Al-Ikhwan Al-Muslimun, dan hal itu bukan karena fanatik, atau cenderung kepada salah satu partai, atau merendahkan orang lain yang tidak satu fikrah dengannya, namun komitmen kepada Islam dalam lingkup ke universalannya, ke umumannya, ke sempurnaannya serta keintegralannya dan berikut karena keimanan terhadap undang-undang kehidupan.

Jika dikatakan kenapa ada tandzhim? karena itu merupakan sarana bukan tujuan untuk para penjaga fikrah dan meneruskan kelanggengannya, karena kelanggengan menjadi jaminan akan berdirinya Negara Islam dan penerapan syariat Islam di muka bumi ini, dan tidak mesti orang yang menjaganya dari Al-Ikhwan atau bukan, yang terpenting adalah agama Allah menjadi tinggi.

Dan Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah jamaah yang kaya akan komunikasi dan interaksi, dan bahwa sejarah begitu banyak peristiwa dan kejadian, warisan begitu kaya akan ide dan dakwah, luas akan semangat yang selalu baru, kaya akan ideologi, ilmu, bahasa, sastra, matematika, seni, negeri, fiqh, syariah, politik, ekonomi, tsaqofah dan sejarah.. etc.

Senda gurau bukanlah solusi! Baca lebih lanjut

Mahmood Abbas Tangkapi Mufti dan Imam Masjid

Setelah Hamas melakukan penahanan untuk menyelidiki pelaku “bom Gaza” pada Jumat (25/7) dan telah membebaskan sebagian besar dari mereka. Ganti pihak Fatah melakukan penangkapan terhadap beberapa Imam Masjid dan Ulama.

Pada hari Ahad (27/7), para petugas kemanan milik pemerintahan Mahmood Abbas melakukan penangkapan terhadap lebih dari 50 tokoh Hamas di Tulkarem, baik yang menjadi imam masjid, dai, mufti, atau tokoh masyarakat.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa beberapa masjid, madrasah Al-Quran, serta Perpustakaan Dar Al Hadits di Tulkarem menjadi sasaran para petugas keamanan, hingga jumlah  korban penangkapan semakin meningkat. Baca lebih lanjut

Terima kasih atas pertolongan-Mu yaa Rabb

Jundullah baru

Jaisy Muhammad Alif

Sebuah pengalaman yang insya Allah tak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang akan menjadi cerita, kelak saat si kecil beranjak dewasa.

Sejak divonis oleh dua dokter dan satu bidan. Bahwa kelahiran anak pertama kami, harus melalui operasi cesar. Karena bayinya lebih besar dari perkira’annya. Bayi yang berada di kandungan istri saya beratnya sekitar 3,8 kilogram. Jadi menurut dua dokter yang biasa kami temui (control) menyatakan bahwa, bayi kami harus di operasi. Tidak mungkin akan melahirkan secara normal. Sebuah tantangan yang berat, karena istri saya ingin agar melahirka secara normal. Tetapi, kami terus berdoa agar dimudahkan oleh Allah.

Dalam beberapa hari, istri saya pun merasa sudah tidak kuat menahan rasa sakit, karena kemungkinan si kecil ingin segera keluar. Menurut perhitungan, memang seharusnya anak kami sudah lahir, tapi kenyataan memang perhitungan manusia tidak bisa menjadi patokan. Setelah itu, kami pun bergegas kerumah sakit. Tepatnya di RSUD Sidoarjo. Kami langsung menuju UGD (Unit Gawat Darurat) yang setelah itu langsung di tempatkan di ruang kehamilan. Saat di cek lagi, ternyata bayi saya tidak sebesar yang diberitahukan dua dokter tersebut. Jika di dokter yang biasa kami temui mereka menyatakan bahwa berat bayi dalam kandungan saya sekitar 3,8 kg. Tetapi di RSUD, setelah di cek berat badannya tidak sampai 3,8 kg. Bahkan dokter RSUD menyatakan sekitar 3,5 kg. Hati ini langsung bersyukur, karena kemungkinan besar proses kelahiran anak saya bisa normal.
Baca lebih lanjut

Bunga Islam Von Wismar

Oleh Ineu

Minggu siang saat langit diselimuti warna biru cerah, saya bergegas menuju masjid untuk menunaikan sebuah amanah yang rutin selama ini saya jalani. Ketika sampai di tujuan, sekelompok ibu muda yang biasa saya bimbing membaca al-Quran telah berkumpul di salah satu sudut ruang. Segera saya hampiri mereka sembari mengucap salam dan memeluk satu persatu wajah-wajah yang senantiasa saya rindukan itu. Tak lama kemudian kami pun membentuk lingkaran kecil dan secara bergiliran mulailah lisan para ibu muda itu melafalkan ayat demi ayat firmanNya.

Waktu terus merambat hingga tiba saatnya kami mesti menghentikan kegiatan membaca Al-Quran beserta artinya itu untuk kemudian memasuki sesi diskusi seputar pendidikan anak sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu selama ini. Namun tiba-tiba sebuah tanya bernada keheranan meluncur dari lisan seorang ibu dengan aksen Jerman yang sangat kental.

“Warum baca al-Qurannya selesai?. Apa kalian sudah capek?.Kalau begitu silahkan kalian berhenti tapi saya mau teruskan bacaannya sendiri.”
Baca lebih lanjut

Sebuah Catatan Kecil dari Brisbane

Oleh Abdul Rahman Jamil

Tinggal dalam lingkungan yang jauh dari norma Islam memang bukan hal yang mudah. Salah satu kesulitan terbesar adalah saat waktu sholat ketika sedang berpergian, fasilitas seperti musholla atau sekedar praying room rasanya sulit sekali ditemui. Akhirnya, keseringan sholat diakukan disembarang tempat. Namun, Alhamdulillah semua tempat itu masuk kategori bersih dan terawat, jadi rasanya nyaman saat diri ini menghadapkan diri keharibaan Illahi.

Di balik kesulitan tentu ada kemudahan, begitu memang Sunatullah. Saya semula tidak mengira, di balik sikap mereka yang sepertinya individualis justru tersimpan sikap sangat menghormati sesama manusia. Yang rasanya, hampir sulit saya temui di negeri kita yang katanya mayoritas penduduknya muslim. Baca lebih lanjut

Rezim Zionis Langgar Kesepakatan Lagi, Bangun Pemukiman Baru di Har Homa

Tanggal 9 Juli 2004, International Court of Justice (ICJ) menyatakan tembok pemisah yang dibangun rezim Zionis Israel di Tepi Barat ilegal dan harus diruntuhkan. Hari Rabu kemarin, tepat empat tahun sudah sejak ICJ mengeluarkan perintah itu, rezim Zionis tetap tak bergeming, pembangunan tembok pemisah tetap dilanjutkan. Israel bahkan memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Pernyataan yang dirilis pemerintah kota Har Homa menyebutkan, komisi distrik telah menyetujui pembangunan 920 unit rumah baru untuk pemukiman Yahudi di Har Homa, kota yang oleh warga Palestina dikenal dengan nama Jabal Abu Ghneim. Di kota itu, terdapat sekitar 10 ribu warga Israel yang membangun rumahnya dengan merampas tanah-tanah milik warga Arab. Baca lebih lanjut