Mensingkapi Tuduhan dan Fitnahan terhadap PKS


Maraknya tuduhan-tuduhan maupun fitnahan yang dilayangkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang sangat merisaukan. Betapa sengitnya para pendengki yang begitu kuat rasa irinya menjadikan pandangan dan penglihatannya tidak berfungsi. Tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dituduhkan untuk menjatuhkan PKS merupakan cara yang terus digulirkan oleh orang-orang ataupun organisasi yang merasa tersaingi.

Fenomena ini seharusnya sudah menjadi wilayah yang harus disingkapi dengan benar-benar serius. Sebuah tuduhan dan fitnahan ketika tidak dijawab dengan serius maka akan bergulir bak bola salju yang terus menggelinding. Namun, persoalan yang serius ini harus dijawab pula dengan kesantunan akhlaq yang telah diajarkan Rasulullah.

Kita ingat bagaimana istri Rasulullah difitnah oleh kaum munafik, bagaimana tidak. Seorang istri Rasulullah (Aisyah) dikabarkan selingkuh dengan sahabat Rasulullah (Shafwan) sendiri hanya karena pada saat itu Siti Aisyah berjalan dengan di iringi sahabat Rasulullah dari belakang yang bermaksud ingin melindungi. Tetapi karena hati munafik itu memang bersifat pendengki, maka dengan cara itu orang-orang munafik menjatuhkan Rasulullah dari umatnya dengan tuduhan dan fitnahan yang keji. Betapa pedihnya hati Aisyah yang dikabarkan berbuat hal yang sangat keji tersebut. Hati seorang suami mana yang tega melihat istri kesayangannya di kabarkan selingkuh, padahal tidak!

Yah, PKS pun kini sama dengan Bunda Aisyah. Yang dituduh dan di fitnah dengan bertubi-tubi. Ketidaksanggupan kader PKS dalam menjawab ataupun bersikap diam, ini menjadikan tuduhan-tuduhan maupun fitnahan-fitnahan tersebut menjadi pembenaran bagi para pendengki. Sudah seharusnya jika memang kader PKS mengetahui hal-hal yang membuat para pendengki itu mempengaruhi orang lain untuk membenci PKS, maka sudah kewajiban kader-kader PKS untuk meluruskannya. Memberitahu kebenarannya, dengan tentu membantah dengan cara yang baik. Dalam Al Quran, Allah berfirman “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.( QS. An Nahl 125)”

Namun jika ada kader PKS yang tidak memiliki pemahaman yang cukup untuk menjawab, maka sudah seharusnya kader PKS tersebut harus lebih meningkatkan kemampuan tsaqofahnya (keilmuan) untuk dapat menjawab dengan baik, atas tuduhan dan fitnahan yang ditujukan kepada PKS.

Klasifikasi dalam tuduhan dan fitnahan PKS biasanya terbagi menjadi dua. Yaitu antara kubu orang Islam dan kubu Sekuler. Biasanya dari kubu orang-orang Islam yang keruh hatinya, akan menuduh atau bahkan menfitnah PKS dengan berbagai hal. Termasuk dengan menyatakan : PKS merebut kader-kader Ormas Islam, PKS menggunakan fasilitas Ormas Islam, PKS anti Tahlilan, PKS anti Bid’ah, PKS tidak memperjuangkan syariat Islam, PKS berafiliasi kepada madzhab Wahabi, PKS partai kufur, PKS partai selokan, dan berabagai hal yang dituduhkan untuk menjatuhkan PKS. Mereka iri dengan keberhasilan dakwah PKS yang mampu merambah berbagai sector.

Untuk tuduhan dan fitnahan kaum sekuler kepada PKS, biasanya mereka menyatakan: PKS merongrong kedaulatan RI, PKS akan menjadikan negara Islam, PKS partai Radikal, PKS bukan partai nasionalis, dan banyak lagi. Berbagai hal tuduhan tersebut untuk mencegah agar PKS tidak dapat berkembang dan bukan menjadi pesaing bagi kaum sekuler.

Dari dua sudut tersebut, PKS dibombardir oleh dua kelompok. Satu sisi kelompok Islam yang pendengki dan keruh jiwanya, dan satu sisi kaum sekuler yang memang ingin agar Islam tidak ikut campur dalam masalah urusan politik.

Jelas dalam Islam digambarkan orang-orang dalam Al Quran orang-orang pendengki itu adalah musuh yang sangat krusial bagi umat Islam. “Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar” (QS. Al Ahzab 60).

Orang-orang munafik itu tidak akan pernah lepas untuk menjatuhkan, menuduh dan menfitnah umat Islam “ Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS. At-taubah 107)”

Mereka tidak akan pernah ingin, ketika Islam ini kembali berjaya. Orang-orang munafik itu akan terus mencari kelemahan-kelemahan umat Islam untuk dijadikan sebuah tuduhan dan bahkan fitnahan. Perbuatan-perbuatan mereka memang sangat keji dan sangat dimurkai oleh Allah. Dalam sebuah hadits “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Barangsiapa menutur kejelekan seseorang dengan mengada-ada dalam rangka menghina dan meremehkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam siksa neraka sehingga dia bisa membuktikan apa yang dikatakannya itu.” (HR. Thabrani).”

Dakwah tanpa rintangan bukanlah sebuah sunnahtullah, rintangan-rintangan maupun cobaan-cobaan yang melanda dakwah umat Islam adalah hal yang biasa. Tetapi keluarbiasaan, ketika dakwah Islam tercemari oleh prilaku umat-umat Islam yang mempunyai “penyakit” dalam hatinya. Sudah seharusnya, jika ada umat Islam yang siap memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam berbagai hal, harusnya saling mendukung dan menyemangati. Saling koreksi maupun kritikan adalah kewajiban, tetapi menilai tanpa bertabayyun adalah sebuah kemunkaran. Apalagi dengan menuduh dan menfitnah, maka perilaku tersebut adalah condong pada kesesatan!

saduran dari http://suaranews.com

5 Tanggapan

  1. lucu ya….
    komentarnya kok parah banget kata2nya.
    sangat kasar dan seolah2 itu bukan perkataan orang yg berpendidikan.
    cenderung pragmatis, tapi saya liat semua kader PKS emang orangnya pragmatis. berani juga berbohong untuk kepentingannya.
    menurut saya, penyamaan kasus istri Rasulullah (Aisyah) dengan kasus PKS ini tidak tepat sama sekali. karena memang kasusnya pun beda.
    selamat berjuang aja dech, demi kemuliaan islam ya, bukan untuk kepentingan pribadi.
    salam semuanya….

    Jawab Jaisy01:
    Sebelumnya.
    Lucu yah, dari komentar anda. Seolah-olah anda mempersepsikan diri sebagai orang yang berpendidikan.
    Memahami komentar dan artikel saja tidak bisa! Belajar lagi sebelum berkomentar, malu dong! Anak saya yang SD saja sudah diajari pengertian artikel dan komentar. Yah, saya bisa bilang anda ini adalah prematur intelektual. Biasa, kaum munafik biasanya ingin disebut intelektual, tapi yah itu “prematur”.
    Anda termasuk orang Islam Pendengki dan keruh jiwanya atau kaum sekuler yang tidak ingin Islam berjaya?
    Yah memang fitnahan orang munafik seperti komentar anda diatas adalah sebuah realitas yang tidak terbantahkan dari setiap perjuangan umat Islam. Kasus beda antara bunda Aisyah dengan PKS? Yah semua contoh punya kasus yang berbeda-beda! Tetapi esensinya sama. Sudah ma’arifatul islam apa belum sih? Gitu aja kok harus dijelaskan!
    Yah, yang pasti kita selalu berjuang untuk kepentingan umat Islam. Bukan pragmatis golongan yang suka OMDO (Omong Doang). Thank’s yah Bro! (sori bro gue agak senewen hari ini, ditambah komentar fitnah loe. Seandainya ada pertanggungjawaban yuridis di dunia maya, sudah pasti langsung saya somasi komentar anda ini! Berhubung pertanggung-jawabannya kepada Allah, maka saya meminta Allah untuk menyadarkan kemunafikan atas fitnahan loe. Sebelum nyawa loe dihempaskan dari tubuh loe!)

  2. sabar akhi…Allah maha mengetahui setiap gerak langkah hambanya. Tetap beramal, tetap berkontribusi, tetap bermanfaat, tetap bersih, peduli dan profesional..

    “Hai orang-orang yang beriman..bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta bersiap siagalah diperbatasan negerimu!!!”

    antum ‘alamu bi umuri dunyakum…

    salam smangat!!

    Jawab Jaisy01:
    Syukron. Insya Allah akan tetap sabar

  3. assalamu’alaykum, kembali lagi kepada essensi dakwah dan tarbiyah yang universal, saya pikir ini masalah persepsi, politik adalah salah satu bagian dari dakwah. soal kasus pks dan bunda Aisyah, masalahnya adalah esensi buruknya atau jeleknya memfitnah.. kita harus lebih dewasa dalam berpolitik (tentunya dimulai dengan dewasa dalam beragama). akhi ndak usah terlalu senewen, fahamilah mereka salah persepsi saja. Ndak pantes rasanya kita mengumbar kata-kata munafik segampang itu pada saudara kita… apabedanya kita dengan mereka yang ‘memfitnah’ dan sibuk dengan kata-kata untuk PKS. Janganlah kebencian kamu terhadapsuatu kaum membuat kamu tidak berlaku adil, adillah, karena keadilan mendekati ketaqwaan.. Oke bro…. ingat satu hal yang membuat musuh-musuh Islam membenci PKS ketimbang partai Islam lainnya… ideologi dan fikrahnya, wajar mereka menghasud saudara seiman kita untuk ber suuzhan pada PKS.. yuk semakin dewasa… bi idzinillah, yang terbaik dan benar akan menang, kemenangan PKS adalah kemenangan hati nurani rakyat Indonesia…

    Jawab Jaisy01:
    Waalaikumslam.
    Syukron pengingatannya. Afwan, untuk kata2 munafik ini hanya sekedar mengingatkan saja. Saya tidak berani mengecap “mereka” sebagai munafik. Sebagaimana Rasulullah selalu mengingatkan bahaya munafik itu sendiri 🙂
    Syukron ukhti.

  4. Gak ada satupun penjahat yang ngaku bahwa dia penjahat, penjara penuh bung!..

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, penjahatnya lagi komentar neh? 😀

  5. udah ah…yang penting beramal!. munafik dan bukan munafik kan diliat dari amalnya. ayo terus berda’wah, jalan jihad masih panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: