Mewaspadai PROVOKASI

Godaan meterial dunia. Seorang muslim sangat mungkin menjadi sasaran empuk rayuan harta dan jabatan.

Sesungguhnya setan telah berputusasa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di Jazirah Arab. Akan tetapi (ia masih semangat) untuk memprovokasi (memecah belah) antara mereka (HR. Muslim)

Hadist shahih yang diriwayatkan Imam Muslim itu menjelaskan antara lain, bahwa setan sudah berputus asa dan tidak lagi berharap akan disembah oleh orang-orang yang melaksanakan shalat. Akan tetapi, sang setan tidak akan henti-hentinya menanamkan kebencian dan memprovokasi kaum muslimin untuk mengorbankan permusuhan dan pertempuran didalam tubuh mereka. Ini sebuah peringatan penting dari Rasululloh SAW. Jika sampai terjebak dengan provokasi itu, tentu saja banyak kerugian yang akan menimpa kita. Di antara kerugian itu adalah sebagaimana yang Allah SWT gambarkan dalam ayat :

QS. Al Anfal 8:46.
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sebenarnya, ketika kondisi setiap pribadi muslim dan hubungan antar pribadi muslim kokoh, segala intervensi dan provokasi dari luar tidak akan terlalu efektif. Akan tetapi, jika gempuran itu dilakukan secara gencar dan terus menerus, tidak mustahil ada juga pengaruhnya terhadap jiwa dan pemikiran kaum muslimin. Setan yang melakukan provokasi itu bisa jadi dalam bentuk jin, bia juga dalam sosok manusia. Disinilah kita dituntut untuk senantiasa menancapkan kewaspadaan. Diantara hal-hal yang perlu diwaspadai itu adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Iklan

Tifatul Bantah Cagub PKS Disebut Penjudi

Jakarta – Beberapa hari lalu kita disuguhi tayangan ’berbau’ politis di salah satu TV swasta. Dalam tayangan tersebut, pria yang mirip calon Gubernur Sumatera Selatan yang diusung PKS, PDIP dan PPP, Syahrial Oesman tampak sedang berjudi di sebuah tempat judi ternama di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden PKS Tifatul Sembiring menganggap hal itu merupakan cara-cara yang dipakai Orde Baru dalam menghabisi lawan-lawannya.

"Mental Orde Baru ini adalah orang-orang tidak siap bersaing secara sehat, tidak siap berdemokrasi, tidak siap berbeda pendapat. Mereka merasa bahwa hati rakyat dapat dibeli dengan uang," ujar Tifatul dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Rabu (20/8/2008).

Menurut Tifatul, ciri-ciri Orde Baru dalam menghancurkan musuhnya di antaranya dengan menfitnah. Baca lebih lanjut

Pemerintah Mesir Larang Ikhwanul Muslimin Gelar Acara Buka Puasa Bersama

pic3(71)[1]
Untuk pertama kalinya selama 20 tahun, pemerintah Mesir melalui departemen dalam negerinya melarang Ikhwanul Muslimin menggelar acara buka puasa bersama yang digelar di hotel berbintang lima di Kairo. Padahal acara buka puasa bersama yang melibatkan sekitar 1. 500 undangan itu, sudah menjadi tradisi tahunan organisasi Ikhwanul Muslimin.

Perihal larangan itu disampaikan oleh Muhammad Mahdi Akef, pemimpin Ikhwanul Muslimin. "Larangan ini membuat buruk reputasi dan martabat Mesir, serta memberikan kesan bahwa situasi Mesir tidak stabil, yang berdampak negatif pada kondisi ekonomi, politik dan sosial, " kata Akef.

Akef tidak memberitahukan apa alasan kementerian dalam negeri melarang acara buka puasa bersama yang digelar ala gala dinner itu. Ia hanya menyatakan, dirinya berharap Tuhan akan memulihkan "kewarasan" mereka yang melarang acara tersebut. Sejauh ini, kementerian dalam negeri Mesir belum memberikan komentar atas larangan tersebut. Baca lebih lanjut

PM GAM: Penerapan Syariat Islam Bukan Prioritas GAM

Perdana Menteri GAM Malik Mahmud menyatakan, penerapan syariah Islam dalam proses penegakan hukum untuk kasus pelanggaran kesusilaan dan tindak pidana, bukan skala prioritas pihak GAM, sebab masih ada prioritas-prioritas lain yang harus didahulukan.

“Masalah syariat Islam untuk sekarang bukanlah prioritas kita, kita masih ada prioritas yang harus didahulukan,”katanya disela-sela Konferensi Internasional Membangun Perdamaian Abadi di Aceh, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin(14/08).

Menurutnya, jika mengikuti perjuangan GAM sejak dulu, perjuangan tersebut bukan berdasarkan agama, dan hingga sekarang masih tetap sama.

Lebih lanjut Mahmud menegaskan, penggunaan syariah Islam di Aceh, ide awalnya bukan dari pihak GAM, hal itu terwujud dikarenakan sejak dahulu agama Islam sudah berkembang dengan pesat di Aceh.

Ia menambahkan, penerapan syariah dilaksanakan berdasarkan adat-istiadat yang berlaku dan diterapkan di Aceh.

“Itu bukanlah yang diinginkan oleh seluruh masyarakat, Islam di Aceh adalah Islam tradisional, tetapi syariat Islam itu bukanlah seperti yang ada di Aceh,” tandasnya.(novel)

Pria Nigeria Miliki 86 Istri dan 170 Anak

Seorang Pria asal Nigeria, Muhammad Bello Abubakar, memiliki 86 istri dan 170 anak mengatakan kepada pria lain agar tidak mengikuti jejaknya.

Pria berusia 84 tahun ini mengatakan, ia sanggup melakukan hal ini semata-mata karena karunia Tuhan. "Itulah sebabnya mengapa saya bisa mengontrol ke 86 istri saya," ujarnya seperti dilansir dari BBC.

Pria yang dulunya pernah menjadi guru dan ulama ini menambahkan, para istrinya rela ia menjadi suaminya karena reputasinya sebagai seorang tabib.

"Dari ke 86 istri saya tak satupun yang saya mencarinya, semuanya mencari saya dan minta dinikahi, dan kembali seperti yang saya katakan bahwa ini adalah karunia tuhan jadi saya rela menikahi mereka begitupun sebaliknya," katanya. Baca lebih lanjut