Kecewa dengan VCD Sang Murabbi


Beberapa waktu lalu, ketika film Sang Murabbi diluncurkan. Kami sangat senang sekali. Berharap akan bisa membeli VCDnya dan dapat mengetahui bagaimana seorang Syaikhul Tarbiyah dengan ketawadhu’annya dalam setiap jalan dakwahnya. Sungguh ini adalah keharusan bagi kami untuk memilik VCD Sang Murabbi untuk dapat selalu mengingatkan kita tentang bagaimana dakwah yang terus bergulir dan dengan tetap tawadhu’ dalam menghadapi berbagai rintangan. Bahkan kenikmatan yang melenakan!

Ketika melihat trail filmnya, saya sangat tersentuh dengan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh Almarhum Ustad Rahmat Abdullah. Namun waktu itu, saya berfikir mungkin akan sangat lama sekali menunggu VCD film Sang Murabbi. Karena pasti akan ditayangkan terlebih dahulu di bioskop-bioskop. Tetapi entah karena sebab apa, Film Sang Murabbi tidak jadi untuk ditayangkan dibioskop-bioskop. Dan akan diedarkan dalam bentuk kepingan VCD. Betapa senangnya saya waktu itu, dengan cepat saya langsung mencari beberapa supplier yang menyediakan VCD Sang Murabbi di internet. Setelah kami mendapatkan situs toko internet tersebut. Maka kami pun bertransaksi. Barang akan dikirim setelah pengiriman uangnya.

Setelah itu saya tinggal menunggu kedatangan VCD tersebut. Bayangan untuk segera menonton VCD Sang Murabbi pun terus membayangi dalam diri ini. Dan, ketika sore hari VCD Sang Murabbi pun telah diantar oleh TIKI. Segera saya dan istri langsung membuka covernya. Dan setelah itupun saya langsung memasukkan di DVD Room Laptop. Tetapi setelah lama diotak-atik, tetap tidak bisa. File yang ada di VCDnya kosong. Sampai saya pun pusing mengotak-atiknya, sampai akhirnya istri saya mengatakan “Bi, ini ada tulisan “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” jadi mungkin di computer atau di laptop tidak bisa”

Ternyata memang benar, setelah saya cek memang terlihat diproteksi. Agar tidak ada orang yang membajak VCD tersebut. Yang sangat disayangkan, kenapa tulisan “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” berada di dalam covernya yang pastinya tidak dapat dilihat oleh pembeli. Hal seperti ini merupakan sebuah penipuan dan merupakan bukan hal yang syar’I dalam perdagangan Islam! Harus di ingat bahwa pembeli harus mengetahui bentuk barang sebelum dibelinya. Dan peringatan apapun harus ditampilkan dengan jelas dan bukan disembunyikan!

Satu hal yang lain, bahwa banyak sekali para kader-kader tarbiyah yang tidak mempunyai VCD/DVD Player, dan mereka lebih memiliki Komputer ataupun Laptop yang lebih berguna ketimbang hanya sebuah VCD/DVD Player. Seharusnya para pembuat keputusan dalam pembuatan film tersebut memahami juga. Bahkan beberapa keluarga Ustad-Ustad pun jarang yang mempunyai TV untuk menghindari anak-anaknya menonton tontonan yang merusak moral. Dan hanya mempunyai computer yang dipasang tv tunner agar anak sulit membuka computer jika tidak ada orang tuanya, yang diharapkan tidak menonton tayangan merusak moral.

Walaupun satu hal tentang banyak mana kader tarbiyah yang mempunyai VCD/DVD Player dengan yang mempunyai computer atau laptop masih kontradiksi. Namun hal yang paling harus dilihat adalah, ketika akan menjual apapun harus dengan jelas mencantumkan aturan-aturannya diluar covernya. Bukan didalam cover yang tersembunyi yang akhirnya pembeli tidak mengetahuinya. Dan pasti ketika mengetahui peraturan yang tidak sesuai tersebut pembeli akan sangat kecewa berat.

Ini koreksi bagi ikhwa-ikhwan (saudara-saudara) yang sedang mengerjakan film Sang Murabbi agar lebih berhati-hati dalam berdagang. Urusan ketika orang mau menggandakan atau tidak itu urusan masing-masing! Dan dosanya pun masing-masing. Namun ketika berjualan dan jualan itu mengurangi kadar ketatapan syara’nya itu yang harus lebih diutamakan. Jangan hanya menulis “AKANKAH DAKWAH INI KEDEPAN DIBANGUN DENGAN CARA-CARA YANG TIDAK BENAR? MENGHALALKAN PEMBAJAKAN DENGAN MENGATASNAMAKAN AMAL SHALEH? SESUNGGUHNYA TUJUAN YANG BAIK, HARUS DIBANGUN DENGAN CARA-CARA YANG BAIK PULA.”

Tetapi tulisan itu malah menjadi boomerang bagi VCD tersebut karena menampilkan “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” didalam covernya yang tidak terlihat pembelinya. Apakah ini bukan sama saja menghalalkan segala cara? Dan kalimat ini pun “SESUNGGUHNYA TUJUAN YANG BAIK, HARUS DIBANGUN DENGAN CARA-CARA YANG BAIK PULA” menjadi nasehat bagi “Majelis Budaya Rakyat” agar melakukan sebuah perbaikan dengan cara yang baik pula.

Jangan sampai orang menjadi kecewa seperti saya, ketika ingin menonton Film yang mendidik ini, yang akhirnya tidak dapat ditonton sama sekali. Dan akhirnya VCD Film Sang Murabbi hanya menjadi VCD yang berserakan karena tidak dapat ditonton.

Klarifikasi pihak MBR (Majelis Budaya Rakyat)

assalamua’laikum Wr.Wb…

Salam kenal kenal dan salam ukhuwah.
Saya selaku PJ Film Sang Murabbi, atas nama pribadi dan juga teman-teman di Majelis Budaya Rakyat (MBR), memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya atas segala kekhilafan, kekurangan dan kelemahan kami dalam memproduksi dan mendistribusikan Film Sang Murabbi.

Membaca tulisan antum, sungguh sangat sedih hati saya karena tak ada sekecil biji zahra pun di hati kami, MBR, niat untuk mendzhalimi atau menipu seperti yang antum katakan. Sungguh, sedari awal kami merencanakan dan membuat film ini, kami tidak berfikir mencari untung atau berdagang sehingga jauh dari fikiran kami keinginan untuk memperkaya diri sendiri dengan jalan menghalkan segala cara.

Kami, MBR, hanyalah organisasi seni dan budaya, wajihah dari Departemen Seni dan Budaya DPP PKS yang bertujuan mengamalkan dan menyebarluaskan dakwah di bidang Seni dan Budaya. Kami akui, kami memang sangat tidak berpengalaman dalam hal distribusi. Keahlian kami hanya dalam bidang produksi saja. Lalu, kenapa kami terlibat dalam urusan distribusi, dalam hal muamalah yang bukan bidang keahlian kami? Padahal kami tahu, serahkanlah segala urusan kepada ahlinya? Tidak ada fikiran lain ya akhi, kecuali beban amanah saja.

Film Sang Murabbi ini didanai oleh para ustadz senior, murid-murid almarhum Ust. Rahmat Abdullah allahuyarham. Walaupun para ustadz tersebut mengatakan dana itu adalah dana investasi, tapi sungguh mereka tidak berharap keuntungan karena mereka tahu, bahwa film Sang Murabbi adalah film idealis bukan film ‘hiburan’ yang mudah untuk dijual. Dan bagi kami, MBR, keikhlasan, kesabaran dan pengorbanan para ustadz ini adalah amanah. Dana investasi (pinjaman) yang mereka berikan harus segera kami kembalikan karena telah mengendap selama dua tahun proses pembuatan Film sang Murabbi.

Kami telah berusaha bernegosiasi dengan beberapa distributor untuk memegang hak edar. Tapi, syarat yang mereka berlakukan sangat berat buat kami. Ada yang mau memegang hak edar dengan syarat; menggunakan sistem royalti yang dibayar belakangan berdasarkan jumlah VCD/DVD yang terjual. Atau ada yang mau jadi distributor dengan meminta diskon 50 % dari harga jual VCD yang 30 ribu rupiah dengan sitim konsinyasi (dibayar 3 bulan ke depan). Sungguh, ini sangat berat buat kami karena kami membutuhkan dana segar untuk mengembalikan dana investasi (pinjaman) tersebut. Akhirnya, syuro MBR memutuskan, distribusi kami jalankan sendiri karena akan lebih mudah bagi kami untuk mengontrol arus keluar masuk barang. Dan alhamdulillah, Allah mempertemukan kami dengan beberapa distributor yang dengan lapang hati menerima syarat-syarat dari kami dalam soal diskon dan mau membayar di muka sehingga Insya Allah, jika Allah mengijinkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kami sudah bisa mengembalikan dana investasi (pinjaman) itu.

Begutulah ya, akhi… kurang lebih latar belakangnya, sehingga kami terlibat dalam urusan distribusi ini. Kami menyadari, kerja pertama kami ini, sangat jauh dari kesempurnaan. Karenanya, sekali lagi, kami memohon maaf atas segala kekhilafan kami sehingga membuat antum merasa begitu sangat kecewa. Tapi, sungguh. Tidak ada niat dari kami untuk mendzhalimi atau menipu.

Mengenai proteksi yang kami lakukan, kami telah mencoba menjelaskan dan mengumumkannya kepada banyak kalangan, diantaranya saya menulis di blog saya zul3.multiply.com, di ruang forum seni dan budaya myqur’an serta di milis partaikeadilansejahtera@ yahoogroups.com. Dan yang tak kalah pentingnya, sejak dari awal kami sudah menginformasikan kepada para distributor yang membeli langsung kepada kami untuk memberitahukan kepada para pembeli bahwa VCD Film Sang Murabbi tidak dapat diputar di komputer/laptop, tapi hanya bisa diputar di VCD/DVD Player. Kami telah berupaya untuk menginformasikannya. Tapi, kami juga memahami, tidak semua pembeli mengikuti perkembangan film Sang Murabbi melalui sarana-sarana informasi yang saya sebutkan di atas. Seperti halnya, tidak semua distributor atau agen perlu memberitahukan informasi itu karena itu memang bukan kewajiban mereka, melainkan kewajiban kami sebagai pembuat film sang Murabbi.

Mengenai label pemberitahuan (Informasi proteksi), ketika pertama kali dicetak sebanyak 10.000 eksemplar memang sama sekali tidak tertulis pemberitahuan itu. Ini memang kesalahan kami, karena kami terburu-buru mengejar tenggat waktu pengiriman yang kami janjikan kepada para pemesan inden VCD/DVD Film Sang Murabbi. Tapi, di hari ketiga pengiriman, saat ada beberapa saudara kami yang mencoba bertabayyun, maka pada saat itu juga kami segera menempeli label pemberitahuan (informassi proteksi) di cover depan VCD. Tujuannya, memang mencegah kesalah pahaman dan kekecewaan seperti yang antum rasakan. Alhamdulillah, label pemberitahuan (informasdi proteksi) itu dapat tertempel di sekitar 7000 eksemplar cover depan cetakan pertama. Sehingga bagi sebagian pembeli, mereka bisa memahami bahwa VCD Film Sang Murabbi tidak dapat diputar di laptop atau komputer, melainkan hanya bisa ditonton di VCD/DVD player karena label pemberitahuan (informasi proteksi) terpampang jelas di cover depan.

Untuk pencetakan cover yang kedua (10.000 eksemplar), kami sudah meminta kepada fihak percetakan untuk menambah atau menuliskan label pemberitahuan (informasi proteksi) pada cover VCD Film Sang Murabbi. Alhamdulillah dikabulkan. Akan tetapi, kami sangat terkejut saat mengetahui label pemberitahuan (informasi proteksi) itu, oleh fihak percetakan, dipasang di bagian dalam dengan alasan tidak ingin merusak keindahan desain. Kami sempat mengajukan protes. Kami khawatir, akan ada pembeli yang salah faham. Akan tetapi, fihak percetakan meyakinkan kami bahwa pembeli ketika membukanya pasti akan tahu pemberitahuan ini. Dan ternyata, apa yang kami khawatirkan kini terbukti. Dan kami sangat menyesal. Jelas, dalam hal ini kami yang bersalah karena mempercayai begitu saja penjelasan dari fihak percetakan.

Malam, ini cetakan ketiga dari cover VCD (10.000 eksemplar) datang tepat setelah saya membaca tulisan antum. Alhamdulillah, Allah masih menyayangi kami. Melalui antum, Allah menegur kami dengan cukup keras. Jazakallah ya, akhi. Saya segera menemui fihak percetakan dan mengajukan protes kembali. Fihak percetakan bisa memahami keberatan saya dan mengajukan permohonan maaf. Akhirnya, saya putuskan 10.000 eksemplar cetakan ketiga ini saya tempeli lagi label pemberitahuan (proteksi informasi) di cover depannya. Jadi, pada cover cetakan ketiga ini ada dua label pemberitahuan (proteksi informasi), yaitu di cover depan dan cover dalam. Mudah-mudahan, usaha dan niat baik ini dapat difahami oleh para pembeli sehingga tidak terjadi lagi kesalah pahaman dan kekecewaan seperti yang antum alami.

Ya akhi, rahimakumullah…
Saya mengerti akan kekecewaan antum karenanya, sekali lagi saya dan teman-teman MBR mohon maaf lahir dan bathin atas ketidak nyamanan yang antum rasakan. Di bawah ini saya copy pastekan pemberitahuan dari kami, MBR, mengenai proteksi terhadap VCD film Sang Murabbi.
Yang kami lakukan hanyalah sebuah ikhtiar saja untuk mencegah kerusakan akibat pembajakan. Kami menyadari, cepat atau lambat, proteksi pada VCD Film Sang Murabbi akan bisa dijebol. Tapi setidaknya, kami telah berikhtiar dan berupaya untuk mencoba mencegah, menghambat atau mengurangi pembajakan. Saat ini yang, bisa kami lakukan hanya berserah diri dan bertawakkal saja pada Allah.

Baru-baru ini saya juga tahu, VCD Film Sang Murabbi sebenarnya masih bisa diputar di Komputer atau laptop jika kita memiliki software VLC Player. Hanya saja kita memang belum terlalu familiar dengan software ini.

Akhirul kalam, jika ada waktu mampirlah ke blog saya di zul3.multiply.com. Insya Allah, setiap informasi dan perkembangan dari Film Sang Murabbi, saya selalu update di blog saya. Jazakallah atas teguran dan nasehat antum. Insya Allah, ini menjadi ‘ibroh (pelajaran) yang sangat berarti buat saya dan teman-teman di MBR. Di penghujung Sya’ban dan menjelang Ramadhan ini, kami memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya atas segala kekurangan dan kekhilafan kami. Semoga Allah tetap menjaga dan memperkuat tali ukhuwah kita. Amin ya Rabbal alamin.

jazakallah khairan katsira

zul ardhia (PJ Film San Murabbi)

6 Tanggapan

  1. Pada VCD yang saya terima tulisan “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” ada di luar sampul kok. Meskipun sedikit kecewa, saya bisa memahami keputusan proteksi tersebut karena keputusan yang cukup kontroversial itu diambil pada saat saat terakhir VCD mau digandakan. Saya membayangkan bahwa dalam kondisi yang sudah mendesak seperti itu kadang-kadang banyak hal yang tidak terfikirkan. Untunglah selain memesan VCD, saya juga memesan DVD jadi tetap bisa menonton film tersebut dari laptor karena saya juga nggak punya TV.

    Jawab Jaisy01:

    Yah kalau memang tulisannya “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” berada diluar covernya, insya Allah kami bisa memahami. Namun karena tulisan “FILM INI HANYA DAPAT DIPUTAR DI DVD/VCD PLAYER” dari VCD yang kami beli berada di dalam cover, yang harus dibuka dahulu baru bisa tahu kalau ada tulisan tersebut. Kami sangat menyesalkan akan hal tersebut. Dan untuk membeli DVD, saya masih pikir-pikir karena masih banyak kebutuhan yang lainnya. Yah, alhamdulillah atas izin Allah akhirnya saya pun dapat melihat VCD Film Sang Murabbi di Laptop bersama istri. Dan rencananya menjadi bahan halaqoh untuk pengingatan kita semua. Jadi tidak usah bawa-bawa VCD player segala kalau mau “berkumpul”. (Insya Allah akan menjadi inventaris pribadi software yang kami punya. Insya Allah kami akan menjaga software yang saya punya untuk tidak dicopy oleh setiap orang)

  2. assalamua’laikum Wr.Wb…

    Salam kenal kenal dan salam ukhuwah.
    Saya selaku PJ Film Sang Murabbi, atas nama pribadi dan juga teman-teman di Majelis Budaya Rakyat (MBR), memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya atas segala kekhilafan, kekurangan dan kelemahan kami dalam memproduksi dan mendistribusikan Film Sang Murabbi.

    Membaca tulisan antum, sungguh sangat sedih hati saya karena tak ada sekecil biji zahra pun di hati kami, MBR, niat untuk mendzhalimi atau menipu seperti yang antum katakan. Sungguh, sedari awal kami merencanakan dan membuat film ini, kami tidak berfikir mencari untung atau berdagang sehingga jauh dari fikiran kami keinginan untuk memperkaya diri sendiri dengan jalan menghalkan segala cara.

    Kami, MBR, hanyalah organisasi seni dan budaya, wajihah dari Departemen Seni dan Budaya DPP PKS yang bertujuan mengamalkan dan menyebarluaskan dakwah di bidang Seni dan Budaya. Kami akui, kami memang sangat tidak berpengalaman dalam hal distribusi. Keahlian kami hanya dalam bidang produksi saja. Lalu, kenapa kami terlibat dalam urusan distribusi, dalam hal muamalah yang bukan bidang keahlian kami? Padahal kami tahu, serahkanlah segala urusan kepada ahlinya? Tidak ada fikiran lain ya akhi, kecuali beban amanah saja.

    Film Sang Murabbi ini didanai oleh para ustadz senior, murid-murid almarhum Ust. Rahmat Abdullah allahuyarham. Walaupun para ustadz tersebut mengatakan dana itu adalah dana investasi, tapi sungguh mereka tidak berharap keuntungan karena mereka tahu, bahwa film Sang Murabbi adalah film idealis bukan film ‘hiburan’ yang mudah untuk dijual. Dan bagi kami, MBR, keikhlasan, kesabaran dan pengorbanan para ustadz ini adalah amanah. Dana investasi (pinjaman) yang mereka berikan harus segera kami kembalikan karena telah mengendap selama dua tahun proses pembuatan Film sang Murabbi.

    Kami telah berusaha bernegosiasi dengan beberapa distributor untuk memegang hak edar. Tapi, syarat yang mereka berlakukan sangat berat buat kami. Ada yang mau memegang hak edar dengan syarat; menggunakan sistem royalti yang dibayar belakangan berdasarkan jumlah VCD/DVD yang terjual. Atau ada yang mau jadi distributor dengan meminta diskon 50 % dari harga jual VCD yang 30 ribu rupiah dengan sitim konsinyasi (dibayar 3 bulan ke depan). Sungguh, ini sangat berat buat kami karena kami membutuhkan dana segar untuk mengembalikan dana investasi (pinjaman) tersebut. Akhirnya, syuro MBR memutuskan, distribusi kami jalankan sendiri karena akan lebih mudah bagi kami untuk mengontrol arus keluar masuk barang. Dan alhamdulillah, Allah mempertemukan kami dengan beberapa distributor yang dengan lapang hati menerima syarat-syarat dari kami dalam soal diskon dan mau membayar di muka sehingga Insya Allah, jika Allah mengijinkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kami sudah bisa mengembalikan dana investasi (pinjaman) itu.

    Begutulah ya, akhi… kurang lebih latar belakangnya, sehingga kami terlibat dalam urusan distribusi ini. Kami menyadari, kerja pertama kami ini, sangat jauh dari kesempurnaan. Karenanya, sekali lagi, kami memohon maaf atas segala kekhilafan kami sehingga membuat antum merasa begitu sangat kecewa. Tapi, sungguh. Tidak ada niat dari kami untuk mendzhalimi atau menipu.

    Mengenai proteksi yang kami lakukan, kami telah mencoba menjelaskan dan mengumumkannya kepada banyak kalangan, diantaranya saya menulis di blog saya zul3.multiply.com, di ruang forum seni dan budaya myqur’an serta di milis partaikeadilansejahtera@ yahoogroups.com. Dan yang tak kalah pentingnya, sejak dari awal kami sudah menginformasikan kepada para distributor yang membeli langsung kepada kami untuk memberitahukan kepada para pembeli bahwa VCD Film Sang Murabbi tidak dapat diputar di komputer/laptop, tapi hanya bisa diputar di VCD/DVD Player. Kami telah berupaya untuk menginformasikannya. Tapi, kami juga memahami, tidak semua pembeli mengikuti perkembangan film Sang Murabbi melalui sarana-sarana informasi yang saya sebutkan di atas. Seperti halnya, tidak semua distributor atau agen perlu memberitahukan informasi itu karena itu memang bukan kewajiban mereka, melainkan kewajiban kami sebagai pembuat film sang Murabbi.

    Mengenai label pemberitahuan (Informasi proteksi), ketika pertama kali dicetak sebanyak 10.000 eksemplar memang sama sekali tidak tertulis pemberitahuan itu. Ini memang kesalahan kami, karena kami terburu-buru mengejar tenggat waktu pengiriman yang kami janjikan kepada para pemesan inden VCD/DVD Film Sang Murabbi. Tapi, di hari ketiga pengiriman, saat ada beberapa saudara kami yang mencoba bertabayyun, maka pada saat itu juga kami segera menempeli label pemberitahuan (informassi proteksi) di cover depan VCD. Tujuannya, memang mencegah kesalah pahaman dan kekecewaan seperti yang antum rasakan. Alhamdulillah, label pemberitahuan (informasdi proteksi) itu dapat tertempel di sekitar 7000 eksemplar cover depan cetakan pertama. Sehingga bagi sebagian pembeli, mereka bisa memahami bahwa VCD Film Sang Murabbi tidak dapat diputar di laptop atau komputer, melainkan hanya bisa ditonton di VCD/DVD player karena label pemberitahuan (informasi proteksi) terpampang jelas di cover depan.

    Untuk pencetakan cover yang kedua (10.000 eksemplar), kami sudah meminta kepada fihak percetakan untuk menambah atau menuliskan label pemberitahuan (informasi proteksi) pada cover VCD Film Sang Murabbi. Alhamdulillah dikabulkan. Akan tetapi, kami sangat terkejut saat mengetahui label pemberitahuan (informasi proteksi) itu, oleh fihak percetakan, dipasang di bagian dalam dengan alasan tidak ingin merusak keindahan desain. Kami sempat mengajukan protes. Kami khawatir, akan ada pembeli yang salah faham. Akan tetapi, fihak percetakan meyakinkan kami bahwa pembeli ketika membukanya pasti akan tahu pemberitahuan ini. Dan ternyata, apa yang kami khawatirkan kini terbukti. Dan kami sangat menyesal. Jelas, dalam hal ini kami yang bersalah karena mempercayai begitu saja penjelasan dari fihak percetakan.

    Malam, ini cetakan ketiga dari cover VCD (10.000 eksemplar) datang tepat setelah saya membaca tulisan antum. Alhamdulillah, Allah masih menyayangi kami. Melalui antum, Allah menegur kami dengan cukup keras. Jazakallah ya, akhi. Saya segera menemui fihak percetakan dan mengajukan protes kembali. Fihak percetakan bisa memahami keberatan saya dan mengajukan permohonan maaf. Akhirnya, saya putuskan 10.000 eksemplar cetakan ketiga ini saya tempeli lagi label pemberitahuan (proteksi informasi) di cover depannya. Jadi, pada cover cetakan ketiga ini ada dua label pemberitahuan (proteksi informasi), yaitu di cover depan dan cover dalam. Mudah-mudahan, usaha dan niat baik ini dapat difahami oleh para pembeli sehingga tidak terjadi lagi kesalah pahaman dan kekecewaan seperti yang antum alami.

    Ya akhi, rahimakumullah…
    Saya mengerti akan kekecewaan antum karenanya, sekali lagi saya dan teman-teman MBR mohon maaf lahir dan bathin atas ketidak nyamanan yang antum rasakan. Di bawah ini saya copy pastekan pemberitahuan dari kami, MBR, mengenai proteksi terhadap VCD film Sang Murabbi.
    Yang kami lakukan hanyalah sebuah ikhtiar saja untuk mencegah kerusakan akibat pembajakan. Kami menyadari, cepat atau lambat, proteksi pada VCD Film Sang Murabbi akan bisa dijebol. Tapi setidaknya, kami telah berikhtiar dan berupaya untuk mencoba mencegah, menghambat atau mengurangi pembajakan. Saat ini yang, bisa kami lakukan hanya berserah diri dan bertawakkal saja pada Allah.

    Baru-baru ini saya juga tahu, VCD Film Sang Murabbi sebenarnya masih bisa diputar di Komputer atau laptop jika kita memiliki software VLC Player. Hanya saja kita memang belum terlalu familiar dengan software ini.

    Akhirul kalam, jika ada waktu mampirlah ke blog saya di zul3.multiply.com. Insya Allah, setiap informasi dan perkembangan dari Film Sang Murabbi, saya selalu update di blog saya. Jazakallah atas teguran dan nasehat antum. Insya Allah, ini menjadi ‘ibroh (pelajaran) yang sangat berarti buat saya dan teman-teman di MBR. Di penghujung Sya’ban dan menjelang Ramadhan ini, kami memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya atas segala kekurangan dan kekhilafan kami. Semoga Allah tetap menjaga dan memperkuat tali ukhuwah kita. Amin ya Rabbal alamin.

    jazakallah khairan katsira

    zul ardhia (PJ Film San Murabbi)

    ekakurnia wrote on Aug 25
    Assalamu’alaikum wr wb,
    Ikhwah fillah yang dirahmati Allah swt, berikut ini ana forwardkan
    Penjelasan dari al Akh Zul Ardhia selaku penanggung jawab Film Sang Murobbi
    tentang proteksi yang dilakukan terhadap VCD tersebut. Semoga Allah
    senantiasa merahmati kita semua. Inilah indahnya ukhuwwah yang Allah
    karuniakan kepada kita dalam berislam dan dan berukhuwwah. Kita dapat
    bertabayyun dan memahami kondisi yang sebenarnya. Jazakumullahu khairon
    katsiro….

    darizul ardhia sunarto
    kesyarif.almuhandis @gmail.com
    tanggal25 Agustus 2008 02:42subjekPenjelas an Majelis Budaya Rakyat tentang
    VCD Film Sang Murabbi

    Assalamua’laikum, akhi…

    salam kenal dan salam ukhuwah.
    afwan, kalau pada perkenalan pertama ini ana merepotkan antum. Ana mau minta
    bantuan antum untuk memasukkan penjelasan MBR tentang VCD Film sang Murabbi
    ke dalam millis pkssejahtera@ yahoogroups. com
    ana udah coba memasukkan, tapi rasanya ngga masuk karena setelah terkirim
    ngga ada di inbox ana.
    jadi, afwan, ana harus minta bantuan dan merepotkan antum nih…
    Mudah-mudahan antum ngga keberatan.

    jazakallah ya, akhi…

    zul ardhia

    assalamua’laikum Wr.Wb..

    Ikhwah fillah yang dimuliakan Allah…
    Saya, selaku PJ Film Sang Murabbi, atas nama pribadi dan teman-teman di
    Majelis Budaya Rakyat (MBR), memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para
    pembeli VCD Film Sang Murabbi atas ketidak nyamanan yang muncul karena
    proteksi yang kami lakukan terhadap VCD tersebut sehingga tidak bisa diputar
    di laptop atau PC dan hanya bisa diputar di VCD/DVD Player.

    Ide untuk memproteksi VCD tersebut memang baru muncul belakangan, beberapa
    hari sebelum penggandaan dilakukan ( tanggal 9 Agustus). Beberapa orang
    teman menasehati kami (MBR) untuk mencari cara mencegah, mengurangi atau
    memperlambat pembajakan. Akhirnya, atas bantuan seorang kawan, kami (MBR)
    pun mendapatkan tips dan softwarenya. Sungguh, tidak ada niatan buruk dari
    kami (MBR) dalam melakukan proteksi ini kecuali keinginan untuk mengamalkan
    kebaikan dan meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan akibat pembajakan.

    Karena kesibukan kami (MBR) dalam melakukan pendistribusian terhadap jumlah
    pesanan inden baik melalui transfer rekening dan di acara Pekan Tarbiyah,
    yang mencapai angka ribuan, maka pemberitahuan proteksi terhadap VCD Film
    Sang Murabbi baru kami (MBR) dapat lakukan di tanggal 16 Agustus melalui
    blog saya di zul3.Multiply. com dan blog M.
    Yulius (KetUm MBR) di klubkitakemon. multiply. com serta di forum dialog Seni
    Budaya MyQur’an.

    Kami (MBR) menyadari bahwa kerja kami jauh dari kesempurnaan. Masih banyak
    kelemahan dan kekurangan kami (MBR) dalam memproduksi Film Sang Murabbi.
    Film ini merupakan produk pertama kami (MBR) dalam upaya memberikan tontonan
    alternatif (film) bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, sekali lagi, kami
    (MBR) memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak
    nyamanan yang muncul akibat proteksi terhadap VCD Film Sang Murabbi.

    Kami (MBR) juga memahami, proteksi terhadap VCD Film Sang Murabbi bukannya
    tidak mungkin untuk dibongkar sehingga bisa dibajak. Tapi, paling tidak kami
    (MBR) telah berupaya dan berikhtiar untuk mencegah, mengurangi atau
    memperlambat pembajakan tersebut. Selebihnya, kami (MBR) hanya berserah
    diri, bertawakkal, kepada Allah SWT saja.

    Semoga Allah meridhai niat baik ini dan mencegah kita dari
    perbuatan-perbuatan buruk. Kami (MBR) mempercayai, setiap tujuan yang baik
    harus dibangun dengan cara-cara yang baik pula. Atas perhatian dan
    pengertiannya, kami (MBR) mengucapkan : Jazakallah Khairan Katsira..

    Zul Ardhia (PJ Film Sang Murabbi).

    Jawab Abu Jaisy:

    Syukron yaa akhi atas tabbayyunnya. Alhamdulillah jadi semua jadi clear. Tulisan diatas bukan bermaksud menjustifikasi, atau bahkan ingin menjatuhkan MBR (Majelis Budaya Rakyat) tetapi hanya koreksi total atas kekhilafan yang terjadi. Insya Allah saya sudah memaafkan saat seorang bidadari yang diperuntukkan Allah mengingatkan ana dengan keteduhan hatinya 😀 Namun betapapun kami harus tetap mengingatkan di blog ini untuk menjadi koreksi bagi Tim MBR.

    Terlepas dari semua itu, kami sangat berbangga ketika jiwa-jiwa ini tertunduk akan dosa dan pengakuan penyesalan atas segala khilaf yang terjadi. Tiada hal yang paling menyejukkan ketika tarbiyah kita memasuki ranah-ranah yang jarang difikirkan oleh harakah dakwah yang lainnya. Dan betapa indahnya ketika kita telah tertarbiyah dengan benar, sehingga kita akan selalu berlapang dada mengakui kekhilafan dalam perbuatan kita dan akan selalu memperbaikinya. Inilah Tarbiyah Islam, yang selalu bersikap lemah lembut terhadap saudara umat Islam seluruhnya.

    Syukron atas tabayyun yang dapat membuat kami akan selalu tersenyum dengan usaha dakwah yang tak henti dalam amal dan ilmu yang nyata. Barakallah untuk seluruh tim MBR.

  3. Wah…. ceritanya seru juga, meski belum nonton baru dengar cerita yang mau pasang saja sudah seseru ini… 😆 sabar ya akhi… 😳 Ana jadi tambah penasaran isi filmnya….

    Jawab Abu Jaisy:

    Insya Allah bagus akh, banyak ibroh yang akan kita dapatkan dalam film tersebut. Yah, hal-hal yang membuat kita tersadar akan pentingnya berjuang tanpa kenal rasa takut, dan selalu ikhlas dalam perjuangan. Pelajaran yang harus setiap hari kita dapatkan 😀

  4. saya cuman ngasih tau cara membongkar proteksinya.. tapi gak mengcopy untuk dibajak..
    jadi tidak melanggar aturan kan? 🙂

  5. beli vcd/dvd player aja g bisa…payah…

  6. Alhamdulillah clear sudah urusan teknis yang memang tetap akan clear jika dasar yang dipakai adalah menjaga ukhuwwah. Teruslah berusaha dalam da’wah seni budaya sebagai media alternatif bagi insan seperti kita yang terus mencoba berusaha menjadi orang benar ditengah serbuan ketidakbenaran; salam kenal

    Jawab Abu Jaisy:
    Iya, kalau niat ingin mengingatkan sesama saudara, insya Allah hati akan selalu terbuka. Tanpa ada perasaan dengki, hasud, dll. 🙂
    Salam kenal juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: