CD Pemurtadan Serbu KUA di Aceh


Air Zamzam hanyalah bisnis dari perusahaan air punya Arab Saudi. Rukun-rukun haji, seperti melempar jumrah dan thawaf tidak beda dengan mainan anak-anak. Ibadah haji sebagai ibadah menyembah berhala dan ibadahnya Bangsa Arab.

Cuplikan di atas adalah inti tayangan sebuah compact disk (CD) dan buku bimbingan ibadah haji yang ditulis dan diterbitkan Drs R Amos. CD ini menjadi berita menghebohkan di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Banda Aceh. Buku dan CD yang dikemas dalam satu paket ini dikirim ke beberapa KUA di Banda Aceh.

Paket yang pertama kali ditemukan oleh Kepala KUA Kecamatan Banda Raya, Drs Yus Adil ini, tergeletak di depan pintu kantor KUA. Paket yang dikemas warna kuning ini pun langsung diambil oleh Yus yang akan masuk kantornya sekitar jam 8.00 Wib.

Yus menjelaskan, paket ini berisi buku tipis berjudul "Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Kalangan Sendiri" yang karangan oleh H Amos. Selain buku, paket itu disertai CD dengan penceramah dalam CD itu juga orang yang sama. Sebelumnya, Yus memang mengikuti pelatihan haji di Jakarta. Saat pelatihan, panitia berjanji mengirimkan buku panduan haji pada peserta. "Saya pikir itu buku kiriman panitia, makanya langsung saya ambil dan masukkan ke ruang kerja," ujarnya.

Setelah membaca beberapa bab dari buku itu, Yus menemukan keganjilan, karena buku ini justru menyudutkan ajaran Islam. "Salahnya, ditulis, Islam berasal dari kalangan budak. Sedangkan Kristen dari raja-raja. Maka, seharusnya pemeluk Islam tunduk pada Kristen," jelasnya.

>Buku ini juga mengupas soal rukun iman dan rukun Islam dengan pembahasan yang melenceng dari sebenarnya. Dalam hal rukun iman dijelaskan bahwa malaikat ada dua yakni, malaikat jahat dan malaikat baik. Yus pun mulai curiga dengan paket ini.

Ia lantas membuka bungkusan CD yang dilampirkan, kemudian menontonnya. Ternyata, isinya sama dengan bukunya. Misinya adalah menyudutkan Islam dan menyiratkan ajakan untuk memeluk Kristen. Selanjutnya, CD dan buku yang mengandung unsur pemurtadan ini dikirimkan ke Kantor Departemen Agama Banda Aceh. Pada hari yang sama, pegawai kecamatan setempat juga mendapatkan paket yang sama. Pihak kecamatan langsung mengirimkan buku dan CD itu ke Pemko Banda Aceh.

Pengiriman paket pemurtadan ini juga diterima tiga KUA lain di Banda Aceh. Yakni, KUA Lueng Bata, KUA Kuta Alam dan KUA Baiturrahman. Munir, pegawai KUA Kuta Alam mengaku langsung menerima paket dimaksud dari tukang pos, Rabu (25/6) sekitar jam 14.30 WIB. Mulanya, ia mengira paket itu dari Departemen Agama (Depag) RI. Sebab, biasanya Depag langsung mengirimkan petunjuk teknis (juknis) kepada KUA di daerah.

Pada hari yang sama, Kepala KUA Baiturrahman, Mansyur juga menerima paket serupa yang diantarkan tukang pos. Mansyur mengungkapkan, pegawainya mengira paket itu surat biasa. Saat dibuka, ternyata buku dan CD pemurtadan. Di KUA Lueng Bata pada hari yang sama, Kepala KUA Muhammad juga menerima paket yang sama. Bentuk tampilan luar paket, semuanya sama. Yus Adil, Kepala KUA Banda Raya dan Munir, membawa amplop ukuran 20 x 15 cm yang berisi buku dan CD pemurtadan ini ke Kandepag Banda Aceh untuk melaporkannya.

Di bagian depan amplop tertera alamat tujuan KUA masing-masing. Di sudut amplop, tertera cap pos Jakarta Timur, dengan prangko Rp 5.000 bermotif bunga pink tua, tanpa alamat pengirim. Disinyalir, si pengirim sengaja memaketkannya ke sejumlah KUA di Banda Aceh, dengan tujuan tertentu.

Menyikapi hal ini, Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Banda Aceh Drs Aiyub Ahmad menyerukan, pada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) agar segera mengirimkan paket tersebut ke Depag Banda Aceh jika mendapatkan paket serupa. Rencananya, Kandepag Banda Aceh akan mengkoordinasikan temuan ini pada pemerintah kota dan instansi terkait. "Kami akan laporkan ke Kejaksaan, karena sangat meresahkan masyarakat," jelasnya.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh Natsir Ilyas menilai, pengiriman paket pemurtadan ke sejumlah KUA dan kecamatan di Banda Aceh merupakan upaya sistematis yang langsung menyerang instansi terkait. Menurutnya, saat ini pengusung misi pemurtadan tidak lagi menyerang masyarakat, api langsung ke lembaga. Karenanya, ia meminta program yang bersentuhan dengan pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh, harus mendapat perhatian serius.

Ilyas menambahkan, selama ini DSI Banda Aceh telah melakukan penyuluhan ke desa-desa sebagai tindakan preventif. Pada 2 Juli lalu, seluruh imeum meunasah di Banda Aceh dihadirkan pada pertemuan akbar. Tujuannya untuk mengefektifkan strategi pelaksanaan syariat Islam di desa-desa. (Andy Sulistiyanto, Ardan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: