Caleg PKS Dibaiat Antikorupsi


JAKARTA – Menjelang berlaga dalam pemilihan umum, sekitar 500 orang calon anggota legislatif PKS berbondong-bondong ke Jakarta. Mereka berkumpul di ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, untuk mengucapkan sumpah setia antikorupsi.

“Janji ini adalah janji di mata Allah, bukan hanya di mata manusia,” ujar Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminuddin di hadapan ratusan caleg yang hadir. Tampak di antaranya Menpora Adhyaksa Dault, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan mantan Wakapolri Adang Daradjatun.

Setiap caleg PKS harus menghindari pendapatan yang haram maupun syubhat (tidak jelas). “Tidak boleh melakukan korupsi dan hal yang merugikan rakyat serta selalu biasa hidup sederhana,” ujarnya, lalu ditiru seluruh caleg.

Selain itu, para caleg harus berjuang menggunakan segenap kemampuan moral dan material untuk kemenangan dan kemaslahatan umat. “Siap menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah dan politik dan menaati semua kebijakan partai dalam suka dan duka,” lanjut Hilmi.

Janji keempat adalah memperjuangkan aspirasi rakyat dan kemaslahatan bangsa dengan penuh amanah, bersih, peduli, profesional, dan berpedoman pada aturan yang berlaku. Yang kelima menjaga integritas moral dan kehormatan diri serta citra partai.

“Apabila saya tidak memenuhi baiat, saya siap menerima sanksi apa pun yang ditetapkan partai,” ujar ulama karismatis di kalangan kader PKS itu.

Selain mengambil sumpah setia caleg, Hilmi memberikan rumus 5 W untuk memenangkan pemilu. Lima W itu adalah winning value, winning concept, winning system, winning team, dan winning goal. “Tanpa adanya 5 W atau tidak terpenuhinya syarat-syarat 5 W, ikhtiar kita bagi datangnya kemenangan sangat lemah,” ujarnya.

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengingatkan agar seluruh caleg bekerja secara berjamaah. “Tidak boleh ada yang mengampanyekan diri sendiri. Partai ini adalah partai dakwah yang dijalankan secara kolektif, bukan untuk ambisi pribadi,” katanya. (rdl/tof)

Iklan

19 Tanggapan

  1. kalau tidak mau korupsi tinggalkan parlemen, kaum muslimin sekarang sudah banyak yang melek tentang siapa PKS.
    Bagaimana mungkin Islam yang mulia ditegakkan dengan cara batil oleh da’i2 ilalkursi semacam PKS. Kalau antum mu’min sodiq tentu mencukupkan diri dengan Al Qur’an dan Sunnah yang melarang korupsi, tindakan ini hanya iklan politik saja supaya tercapai target pemilu dengan begitu tercapai kursi sekaligus uang. Akan lebih baik PKS mempublikasikan arkannul bai’atnya hasan al bana biar kaum muslimin yang mayoritasnya awam tau siapa sihh PKS.

    Jawab Abu Jaisy:

    Yah kalau tidak mau korupsi lalu mengasingkan diri itu mah tidak pernah diajarkan Rasulullah. Alhamdulillah, benar. Sekarang kaum muslimin sudah melek tentang PKS, siapa PKS dan apa saja kegiatannya. Di desa saya, dulu nggak ada yang tahu PKS, dan sekarang Alhamdulillah. Kalau ditanya PKS sudah banyak yang tahu, jawabannya beragam kalau ditanya PKS, “PKS itu kadernya sholeh-sholeh, suka sholat dimasjid. Dan nggak membeda-bedakan golongan Islam” ada lagi yang lain bilang, “PKS itu orangnya nggak suka banyak omong, kalau mau ngadakan baksos langsung setiap bulan dilakukan”, saya bingung kok bisa ada yang ngomong itu yah? Padahal dirumah saya nggak ada atribut PKSnya. Lalu siapa yang bisa sampai membuat hati para muslimin di desa saya sampai sebegitu senengnya sama PKS. Ini realitas!

    Yah kalau saya insya Allah selalu berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah seperti hadits dibawah ini “Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw pada suatu ketika naik mimbar, lalu dengan suara lantang beliau memanggil: “Wahai orang yang beriman hanya dengan lisan, dan perkataan iman itu tidak sampai di hati, janganlah kamu menyakiti kaum muslimin dan jangan pula membuka rahasia mereka. Barangsiapa membuka rahasia sesama muslim, maka Allah akan membuka rahasia dirinya. Dan barangsiapa suka membuka rahasia orang lain, pasti rahasia dirinya akan terbuka dengan lebih keji sekalipun rahasia itu berada di dalam perut binatang kendaraannya.” (HR. Tirmidzi)”

    Jadi jika hanya dengan lisan dan perkataan saja, lalu kita tidak bergerak mana bisa dikatakan orang yang beriman. Jika kita berteriak tolak korupsi tapi tidak pernah digoda dengan korupsi lalu mana bisa kita berkata kebal dengan korupsi?

    Yups, semoga suara PKS tercapai targetnya. Agar Allah memudahkan penerapan hukum-hukum-Nya dinegara ini. Hingga banyak akhwat berjilbab dengan bebas, bahkan berjilbab dengan menggunakan foto saat akan membuat Ijazah, mengurus SIM, dll. Tanpa harus ditakut-takutkan dengan peraturan-peraturan negara yang tidak jelas. Dan semoga dengan kemenangan PKS, karyawan-karyawan yang tidak dapat sholat dengan leluasa, tidak mendapatkan jaminan kesehatan yang nyata, tidak mendapatkan kehidupan yang layak akhirnya terminimalisir dan semoga tidak ada sama sekali kasus-kasus seperti itu. Apakah anti tahu permasalahan negara ini ketika kaum beriman harus mundur dari parlemen? Anti tahu konsekwensi dari itu semua? Anti lahir tahun berapa? Apakah anti lupa bagaimana tahun yang lampau jilbab adalah hal yang sangat menjijikkan bagi negara ini? Jangan anggap kebebasan yang anti lakukan saat ini adalah buah dari kemerdekaan anti sendiri, Tidak! Ini adalah perjuangan umat Islam sejak dari dulu, sejak saat-saat Islam dipinggirkan. Boleh berkembang tapi tidak boleh tinggi! Bagaimana umahat-umahat yang berjilbab harus terkena cibiran bahkan ludahan dari masyarakat Indonesia dulu! Ukhti, perjalanan dakwah kami tidaklah instan. Tidak mudah dan tidak dengan mengawasi gerakan dakwah lain. Gerakan dakwah kami adalah gerakan yang terarah, berkesinambungan dalam keteraturan setiap dimensi dari perjuangan Islam ini. Kami tidak berteriak-teriak lagi! Tapi kami akan berbicara sambil bekerja. Hingga akhirnya Allah memberikan hadiah kepada negara ini dengan kebebasannya. Umat Islam ditantang oleh kaum kafir berlaga di parlemen, apakah kita takut dan lari atau malah kita datang dan berperang! Konsekwensi kami tanggung, cibiran, umpatan, makian, hujatan sudah kami tanggung sejak dakwah ini lahir, sejak kaum ummahat berjilbab dengan ketentuan syara’ ini harus diasingkan dan selalu dipantau oleh para intel yang berseliweran. Bahkan tidak tanggung-tanggung para suami-pun harus bersembunyi-sembunyi untuk mengelabui intel-intel itu. Apakah anti tidak ingat jaman-jaman itu? Atau anti hanya memikirkan jaman sekarang saja! Mari kita ingat dengan demo besar-besaran, ribuan jilbab putih menguasai gedung DPR/MPR. Bagaimana ustad-ustad yang di DPR memperingatkan keras para polisi yang sembarangan membuka Jilbab akhwat yang sedang difoto untuk membuat SIM! Bagaimana ketika ustad-ustad yang di DPR Ikhlas bersumpah untuk tidak korupsi agar partai lain juga meniru hal itu! Inilah PKS, fenomenanya menjadi pergunjingan setiap gerakan Islam. Mereka menolak atau mendukung, dan tidak sedikit kejadian PKS menjadi musuh bersama dalam setiap “pertarungannya”

    Ana hanya ingin memperingatkan saudara muslim dengan Al Hujuraat 11 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

    10 Wasiat Hasan Albanna, silahkan dibaca :

    1. Segeralah laksanakan sholat pada waktu anda mendengerkan adzan, bagaimanapun kondisinya
    2. Bacalah Al Quran, cermatilah, dengar atau berzikirlah kepada Allah, jangan habiskan waktumu terhadap sesuatu yang tidak berguna
    3. Bersungguh-sungguhlan berbahasa Arab yang fasih, karena yang demikian itu syi’ar Islam
    4. Jangan banyak berdebat dalam setiap hal, karena perdebatan tidak bisa mendatangkan kebaikan
    5. Jangan banyak tertawa, karena hati yang tersambung dengan Allah akan tenang dan teduh
    6. Jangan bercanda, sesungguhnya umat pejuang hanya mengenal keseriusan
    7. Jangan keraskan suaramu melebihi hajat pendengar, karena itu mengganggu
    8. Jauhilah menggunjing, melukai hati pihak-pihak lain, jangan berbicara kecuali dengan kebaikan
    9. Berkenalanlah dengan siapa saja yang engkau temui dari saudaramu, meski tidak diminta, karena azas dakwah kita adalah cinta dan saling mengenal
    10. Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia, bantu orang lain agar ia bisa memanfaatkan waktunya. Jika engkau sedang bekerja, maka ringkaslah dalam mengerjakannya

    Ada yang salah dengan 10 wasiat tersebut?

  2. Syari’at mana yang berhasil al ikhwan tegakkan dikolong jagad ini selama pergerakan kalian?Hukum2 Islam mana yang bisa kalian tegakkan secara daulah dibumi Allah ini,tunjukkan pada kaum muslimin. Kalau antum katakkan Sudan dengan kudeta putih(istilah anis matta Lc(lucu),justru disana di ibu kota Sudan berdiri patung salib terbesar di dunia yg itu merupakan simbol kesyirikan.Muslim yang paling awampun tau syirik merupakan musuh syari’at terbesar yakni Tauhid.Belum lagi perang saudara sampai hari ini mana teriakkan ukhwahmu hai orang berakal??? Pepatah Arab mengatakan hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama.(sengaja tidak pakai nusus karena Al ikhwan dangkal ilmunya dlm masalah ini !!! (fakta lho).).Al ikhwan gagal dimana-mana di Afrika Utara maupun di jazirah Arab termasuk di Mesir sendiri,di Aljazair lebih mengerikan lagi. Lagi pula A’imatus sunnah mana yang menempuh jalan seperti jalannya hasan al bana tunjukkan kepada kaum muslimin kalau kalian mu’min sodiq.Haruskah kita jadi keledai? Tentang 10 nasihat, al bana cuma mencopy ulama sunnah di kitab2 mereka nasihat ulama sunnah lebih lengkap dan ribuan kali lebih baik.

    Jawab Abu Jaisy:

    Anti ingin bukti syariat mana yang ditegakkan oleh Ikhwan? Anti hidup di Indonesia, bebas merdeka menggunakan hijab, bahkan bercadar pun. Sekarang sudah bukan hal yang aneh lagi! Bagaimana polisi sekarang menghargai orang yang berjilbab dengan membolehkan berfoto untuk pembuatan SIM. Jenggot yang suami anti punya itu juga tidak dicap sebagai lambang teroris, kajian yang anti lakukan setiap saat itupun tidak dibubarkan oleh Kodim wilayah anti. Inilah sedikit keberhasilan yang dihadiahkan oleh Allah atas ustad-ustad diparlemen yang memperjuangkannya! Kami tidak ingin berteriak, tetapi kami ingin bertindak.

    Sudan adalah pergolakan atas tindakan kaum muslim yang munafik hingga mengobarkan perjuangan suci para muslim yang hanif. Kudeta kuda putih yang anti sebutkan adalah hasil dari ketidakberdayaan muslim disana atas perjuangan missionaris yang dapat memaksa parlemennya mengikuti apa kata mereka. Seharusnya pertanyaan yang paling penting! Dimanakah saudara-saudara muslim yang lainnya, ketika muslim Sudan kelaparan, teraniaya dengan kebodohan hingga missionaris datang dan menolong mereka! Dimanakah saudara muslim yang katanya “raja minyak” semua, memberikan bantuan untuk mengentaskan kelaparan saudara muslim di Sudan! Jelaslah Rasulullah, memberitahukan tentang kefakiran yang akan menimbulkan kekufuran. Orang yang lapar anti ceramahi Tauhid, dengan missionaris yang membawa uang dan makanan. Lebih mereka utamakan missionarisnya! Jangan anggap mereka tidak beriman, tapi anggaplah dimana keimanan kita para muslim yang katanya “bersaudara”, hingga melihat saudaranya seperti itu masih berteriak menyalahkan muslim yang lainnya!

    Apakah anti tidak tahu bahwa pemicu perang saudara bisa saja seperti bahasa yang anti pakai! 🙂
    Seharusnya jika kita berukhuwah dengan jalan Islam, dengan jalan iman. Maka tidak ada kata selain saling mengingatkan dengan kelembutan dan saling bantu membantu dalam keimanan. Bukan manyalahkan Umat Islam yang lainnya, apakah sebegitu hebatkah anti hingga mampu menyalahkan umat Islam yang lainnya?

    Ukhti, apakah hadits yang ana sebutkan merupakan kedangkalan dari para ikhwan. Atau karena anti yang lebih pintar hingga anti harus menyangkal hadits itu! Apakah seperti itukah para pemegang Tauhid, hingga berani menjustifikasi umat Islam yang lainnya lebih bodoh daripada anti dan golongan anti?
    “Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw pada suatu ketika naik mimbar, lalu dengan suara lantang beliau memanggil: “Wahai orang yang beriman hanya dengan lisan, dan perkataan iman itu tidak sampai di hati, janganlah kamu menyakiti kaum muslimin dan jangan pula membuka rahasia mereka. Barangsiapa membuka rahasia sesama muslim, maka Allah akan membuka rahasia dirinya. Dan barangsiapa suka membuka rahasia orang lain, pasti rahasia dirinya akan terbuka dengan lebih keji sekalipun rahasia itu berada di dalam perut binatang kendaraannya.” (HR. Tirmidzi)”

    Apakah Al Hujuraat 11 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” Sudah bukan referensi umat Islam yang bertauhid, hingga boleh membodohkan orang lain tentang ajaran Islam? Hingga menobatkan diri anti dan golongan anti sebagai orang yang terpintar!

    Sebaliknya, dimana golongan anti ketika Afrika dan Jazirah arab sedang terjadi perpecahan. Apakah golongan anti diantara yang berpecah tersebut atau bahkan yang menimbulkan perpecahan? Kegagalan itu adalah langkah nyata bagi ikhwan atas pergerakan mereka. Mereka tidak berdiam diri ketika melihat kezhaliman, kecuali bergerak untuk meneriakkan keadilan. Bagaimana bisa dikatakan orang beriman, kalau hanya berkata-kata tanpa perbuatan nyata? Biarlah kami berjuang, biarlah kami tidak tahu kapan agama Islam ini dimenangkan oleh Allah, yang terpenting kami bukan berbicara saja tanpa berbuat apa-apa.

    Ukhti, apakah anti sudah menerapkan nasihat ulama sunnah yang lebih lengkap dan ribuan kali lebih baik? Apakah sikap dari tulisan anti mencerminkan nasihat dari ulama salaf? Lalu nasihat dari ulama salaf mana yang membodohkan muslim yang lainnya? Apakah anti belajar bagaimana seorang Imam Ahmad dan Imam Syafi’i dalam menerima pendapat yang berlainan. Bahkan dalam ibadahpun mereka berbeda pendapat, apakah Imam Ahmad atau sebaliknya Imam Syafi’i mengecap kebodohan diantaranya? TIDAK. Mereka mempunyai akhlaq yang baik, hingga Hasan Albanna merangkumnya dalam 10 wasilahnya! Dengan mengkopy hal tersebut berarti memang terbukti Hasan Albanna adalah salah satu pengikut ulama salaf. Tidak ada hal yang menyimpang dari 10 poin wasilah Hasan Albanna tersebut.

    Apakah menjustifikasi, mengolok, mencaci, memaki mendengki diajarkan dalam oleh ulama Salaf? TIDAK! Mereka adalah ulama-ulama yang hanif, yang selalu berkasih-sayang terhadap setiap muslim. Bahkan yang berbeda pendapatpun dengan mereka, mereka salalu mencerminkan akhlaq yang kuat. Dan saling membenarkan pendapat ulama yang berbeda satu sama lainnya!

    Apakah keimanan dalam ulama salaf, dibentuk dengan cacian, makian dan seluruh perbuatan buruk yang dilarang dalam Islam? TIDAK! Ulama salaf adalah ulama yang senantiasa berkata dengan kebaikan, atau diam jika tidak ada kebaikan dalam tutur katanya.

    Kecuali hanya ulama-ulama Syalaf, perusak dari Islam. Yang mendengki umat Islam yang lainnya, mencaci-memaki perjuangan umat Islam yang lainnya, tanpa turut mengangkat pedang seperti layaknya ulama-ulama salaf sebenarnya!

  3. Atau kalian akan menghibur diri dengan mengatakan,, ini resiko perjuangan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Sungguh Islam tidak akan pernah menjadi baik dengan dakwah semacam kalian. Sebaiknya kita sekalian segera bertaubat dengan mengiklhaskan agama hanya mengharap wajah Allah dan carannya mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya.

    Jawab Abu Jaisy:

    Benar, kami selalu menghibur diri untuk selalu beristiqomah dalam jalan juang kami! Tidak ada yang kami inginkan dari perjuangan kecuali keridho’an Allah atas langkah-langkah kami. Kegagalan yang anti sebut, adalah langkah nyata bagi ikhwan atas perjuangannya.

    Sungguh apakah anti sudah melampaui batas dari kehendak Allah? Hingga mampu menjustifikasi bahwa Islam tidak akan pernah menjadi baik dengan dakwah kami! Istighfar Ukhti. Dan ingatlah buku-buku tentang kesyirikan yang dibuat oleh golongan anti. Menyatakan bahwa “Hari ini akan hujan” saja sudah menjadi kesyirikan, apalagi menyatakan “Tidak akan pernah”!

    Ukhti, kami menerima pendapat semua umat Islam. Kami menghargai segala pendapat umat Islam, tetapi kami tidak pernah menyatakan pendapat kami lebih benar. Tetapi kami lebih sering, menyatakan pada diri-diri halaqoh kami untuk saling mengingatkan tentang keimanan. Dan saling mengingatkan agar tidak saling mencaci-maki, berdusta, menghasut, dll. Dan selalu mengingatkan untuk saling berkhusnudhon kepada umat Islam yang lainnya! Dan kami lebih senang ketika umat Islam satu dan yang lainnya berjuang bersama-sama menegakkan Diennul Islam ini! Daripada harus saling menuduh satu sama lainnya. Bagaimana indahnya, ketika gerakan Islam ini bergerak sesuai jalurnya. Bagi yang mengkhususkan mengajarkan keTauhidan, maka ajarkan dengan sebaik-baiknya. Begitupula umat Islam yang lainnya, yang berada di parlemen. Mengajarkan cara hanif dalam melakukan segala hal. Saling mendukung dan bahu-membahu menjadikan dakwah Islam ini agar tidak seperti buih yang diramalkan oleh Rasulullah.

  4. Semenjak jaman Sukarno pun siapa yang mau berhijab tdk ada larangan,jauh sebelum gerakan al ikhwan masuk ke Indonesia. Di jaman Suharto pun tidak ada larangan orang berhijab, UU mana yang melarang orang berhijab secara umum yang pernah diterapkan pemerintah Indonesia. Ya jelas ditangkap Kodim kalau kajiannya mencaci maki pemerintah dari rumah satu ke rumah lainnya (mantan nih..jadi tahu). Mana standarmu menerima kebaikan dari semua orang apa pemerintah tidak punya kebaikan. Atau mungkin pemerintah sudah kafir seperti takfirnya sayiid qutthub di Zilalil Qur’an. Lucunya ketika ditawari posisi pemerintahan yes boss alasannya klise ingin merubah dari dalam.Kalian pingin tau jenggot sunnah nabi yang mulia ini sejak kapan dijadikan simbol teroris? Sejak hasan al banna membentuk tandim khos yang mana tandim ini yang melakukan peledakan fasilitas umum ,pembunuhan, penculikan yang tindakan ini dilanjutkan oleh sayyid qutthub setelah albanna tewas.Karena pelakunya setelah ditangkap adalah orang berjenggot walaupun sayyid qutthub dan beberapa al ihkwan berkamuflase mencukur jenggotnya.Dan akirnya sayyidpun tewas digantung, ma’af saya tidak katakan mereka berdua syahid seperti yang kalian katakan karena ada larangan mengatakan si fulan syahid dalam Hadits Imam Bukhari,kecuali siapa2 yang ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya. Jadi kalian jangan menggigau berhasil menerapkan syari’at jenggot ini. Apa bener al ikhwan tidak mencaci ulama? apa kamu buta qaradawi dan komplotannya mencaci maki Syaikh Bin Baz
    pada perang teluk yang pertama dengan memuji setinggi langit saddam hussein, baru setelah kenyataan politik tidak
    mendukung mereka bersilat lidah oh..ya saddam memang jahat dan keji.Dan bahkan Al Ikhwan kafirkan Syaikh Bin Baz soal fatwa berdamai dengan Israel,lagi2 setelah melihat kenyataan hamas pun berdamai dengan israel. Oh ya kita memang lemah …. Syakih Bin Baz benar, padahal ketika berkampanye menipu rakyat Palestina mengatakan tdk ada kata damai dgn yahudi, yahudi harus dihapus dari peta. Sok tau Fiqul waqi’ ternyata orang yang bodoh tentang waqi’.Sekeras keras Tahdzir Ulama sunnah(ingat bukan cacian atau ghibah) tidak ada yang mengkafirkan hassan al banna dan sayyid qutthub. Lucunya kalian kadang2 mencatut nama harum kibaril Ulama untuk mengelabuhi kaum muslimin.Jadi jangan putar balikan fakta siapa yang mengajar berdusda.
    wahai politisi yang berkedok agama.Soal bantuan ke Sudan apa mesti lapor kalian kalau mengeluarkan bantuan justru pemerintah Saudi yang paling banyak mengucurkan dinar untuk mengatasi kelaparan tentunya dengan nasihat para Ulama. Dan juga tidak benar kefakiran lebih dekat kepada kekafiran adalah hadits nabi tapi itu perkataan Ali ibnu Abi Thalib.Tidak ada dalam kamus Ahlus Sunnah memberikan bantuan disertai mengibarkan bendera( seperti PKS) itu merusak keiklhasan.Adapun membantu hasan at turabi tentu tidak .Masak mau dibantu orang yang mengajarkan persamaan agama lewat partai ibrahimi yang mengatakan adalah boleh bagi muslim berganti agama baik kristen atau yahudi serta pelecahan dia terhadap hadits nabi tentang lalat. Adapun perkataan Ulama (afwan ana hanya mengutip) Islam yang mulia ini tidak akan jadi baik dan mendapatkan kemenagan dengan dakwah kalian, bukanlah syirik, tentunya dengan dalil dari Al Qur’an dan Sunnah.Dalil dari Qur’an adalah Surah An Nur ayat 55 (lihat tafsir Ibnu Katsir) dalil dari As Sunnah adalah Hadits kisah perang Hunain, yang mana pasukan kaum muslimin yang baru masuk Islam ketika fatkhu Makkah meminta pedangnya digantungkan di pohon keramat Dzatu Anwat sebagai mana yang dilakukan orang2 musyrik. Sisi pendalilanya adalah pasukan yang dipimpin manusia terbaik Rasulullah saja tidak mendapatkan kemenangan ketika didalamnya ada orang yang meminta syirik padahal belum melakukanya.
    Bandingkah dengan cara kalian PKS yang untuk mendapatkan kursi harus mengandeng kuburiyyun,artis,ahlul maksiat bahkan menempatkan caleg
    kristen.Apa begitu agama kita mengajarkan siasah? ,Apakah Indonesia mau kamu jadikan kelinci percobaan seperti di Afrika Utara? Tentang mengambil ilmu dari semua kaum muslimin bukanlah prinsip Islam para ulama dahulu sangat berhati-hati meriwayatkan sanad.Lalu apa gunanya Imam Bukhari,Imam Muslim dan para Imam Ahlu Hadits memisahkan yang shahih dan yang palsu.Adapun khilaf antara A’imatus sunnah yang mereka saling berlapang dada hanya terjadi pada perkara yg memang belum jelas dalilnya tidak terjadi pada aqidah karena aqidah mereka sama, adapun terhadap perkara bid’ah mereka semua sangat keras mengingkarinya. Bandingkan dengan kalian yang sok santun (tapi menghujat juga) demi untuk mendapatkan suara kaum muslimin ketika pemilu.Apakah kalian juga mengambil ilmu dengan orang yang seperti Al Halaj, Ketauilah sayyid qutthub mengatakan perkataan yang sama tentang Wihdatul wujud seperti Al Hallaj di Zilalil Qur’an Tafsir Surah Al Ikhlas (lihat tafsirnya).
    Apakah orang merendahkan Dzat Allah dan mengucapkan perkataan yang lebih kotor dari yahudi dan nasrani pantas diambil ilmunya? Atau mungkin kalian bersilat lidah dengan mengatakan sayyid sastrawan ulung dia gunakan bahasa tingkat tinggi tidak begitu maksudnya.

    Jawab Abu Jaisy

    Semenjak jaman Soekarno belum ada hijab, jilbab yang seperti anti kenakan. Yang ada hanya “selendang” yang biasa untuk dikenakan saat tahlilan, yang biasa anti dan golongan anti bilang bid’ah, Anti perlu belajar lagi yang lebih dalam, masuknya ikhwan sebelum kemerdekaan Indonesia. Lihat saja negara mana yang berani menyatakan kedaulatan Indonesia kecuali Mesir atar desakan Hasan Al-Banna. Wah, anti ini tarekh negaranya kayaknya terkacaukan nih!

    Dijaman Soeharto tidak ada pengajian macam anti lakukan sekarang. Wah, lagi-lagi anti perlu banyak belajar sejarah Indonesia. Setiap orang yang berkumpul lebih dari 2 orang itu sudah harus ijin di kantor polisi, dan harus menandatangani segala macam aturan ketat untuk membuat perkumpulan! Nah kan anti tidak tahu! Apa pernah PKS menyatakan pemerintah tidak punya kebaikan? Wah, kayaknya anti harus lebih jeli lagi mengawasi PKS. Malu dong kalau salah kayak gitu! Hehehe, Sayyid Quthub mah bukan mentakfirkan kafir, tidak pernah ada takfir kafir ukhti. Wah kayaknya anti termakan buku-buku yang nggak mendidik sejarah sama sekali. Siapa yang nulis yak?

    Yang nawarin menduduki jawabatan siapa? PKS tidak pernah ditawari, tetapi diamanahi sesuai dengan proporsi dan kapasitas masing-masing. Ingat ukhti “serahkan kepada yang ahlinya” Waduh kayaknya anti lugu banget yah. Klaim teroris sejak dulu yah jenggotnya, makanya kalau pegawai pemerintah terutama TNI dan Polri tidak diperbolehkan berjenggot melainkan harus berkumis. Wah-wah benar-benar anti harus belajar banyak neh!

    Hehehe, tandhzim khos, apaan? Hehehe aneh-aneh aja nih yang suka mentahdzir. Ukhti sejak kapan Ikhwan melakukan pembunuhan, peledakan, dan segala macam tuduhan yang tidak pernah terbuktikan kecuali hanya tuduhan buku-buku yang nggak punya “penulisan” beneran. Anti ini lucu, sejak kapan ikhwan mencukur jenggot karena kamuflase? Sejak ditangkap dan sampai dihukum mati pun masih berjenggot.

    Sayyid Quthub insya Allah syahid bukan karena anti yang menganugerahi, tetapi ulama-ulama besar seperti Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz, apa perlu ana tunjukkan buku-buku beliau yang benar-benar prihatin atas syahidnya Sayyid Quthub. Dan beliau salah satu yang menggelari Syahidnya Sayyid Quthub, bahkan mencerca orang-orang yang bilang Sayyid Quthub dalam buku yang anti bilang tadi.

    Masya Allah, anti ini akhwat kalau makai bahasa itu yang halus. Jangan buta-butakan orang yang nggak buta. Walaupun begitu insya Allah ana tahu kok, ana juga pernah masuk hizb Salafi anti. Anti bisa lihat sejarah ana di sini (riwayatku dulu) Kalau memang benar Syaikh Yusuf Qaradhawi mencaci-maki Syaik bin Bazz bisa dikopikan disini. Jangan sedikit-sedikit mencaci-maki, tapi bahasanya santun. Yang mencaci maki itu yah kayak bahasa anti, yang biasa nyebut-nyebut segala macam binatang maupun kata-kata yang tidak layak diperdengarkan menjadi hal yang biasa diperdengarkan bagi hizb Salafi! Padahal Rasulullah melarang umatnya berkata-kata kasar, lah kok ada orang yang ngaku salafi ngomongnya serampangan kayak gitu! Salafi apa Syalaf sih!?

    Hahaha, ups. Afwan ana kok semakin tambah pengen tertawa yah ukh. Anti ngambil sumber kok yah dari golongan anti sendiri! Wah, pantesan jumud masalah sejarah, lah semua diputarbalikkan kayak gitu!

    Ana harap jangan membawa-bawa nama Syaik bin Bazz yang dimuliakan Allah. Jika sifat anti seperti tidak mengenal segala macam kerendahan hati Syaikh bin Bazz. Mending pake yang lain aja ukh! Ana miris, kasihan dengan Syaikh bin Bazz nanti ketika saatnya kelak ternyata apa yang anti ucapkan bertolak belakang dengan ucapan Syaikh bin Bazz.

    Kapan Hamas berdamai dengan Israel? Anti ini punya internet kok yah nggak pernah baca berita sih!

    Soal bantuan di Sudan, emang sih Saudi selalu diam-diam. Dan hasilnya pun diam-diam juga. Ana pernah ngobrol dengan ikhwah salafi yang berkata seperti itu. Ana tanya, akhi apakah antum pernah memberikan bantuan 100 juta langsung kepada korban gempa bumi atau korban Lumpur lapindo? Jawabannya, “Kami kalau menyumbang tidak pernah memakai nama organisasi” Setelah itu ana heran, kok bisa antum menyumbang jutaan rupiah kok nggak ada nama organisasinya. Emang antum nyumbangnya kemana? Kalau kepengngsian harus jelas organisasinya apa, biar nanti ada pertanggung-jawabannya disetiap pemasukan POSKOnya” Si akhi ini bingung, katanya “itu yang nyumbang ustad-ustad ana. Ana nggak ikut kesana” Masya Allah ana pengen ketawa, Semua yang tercantum dalam jumlah besar itu harus ada nama organisasinya, kalau nggak ada bisa kayak missionaris Kristen yang senang sembunyi! Apalagi kayak teroris yang suka ngebom-ngebom gitu. Hehehe

    Ukhti pemahaman hadits anti seberapa sih? Masya Allah, Bunyinya kayak gini yah ukhti silahkan di cek sendiri sama ustad-ustad anti sanadnya biar anti tahu sendiri “Hampir saja kemiskinan berubah menjadi kekufuran. (HR. Ath-Thabrani)” Anti kayak mau ilmiah tapi ilmu anti malah membuat ana pengen ketawa.

    Ukhti, masalah keikhlasan itu ada dalam hati. Tidak bisa orang lain melihat keikhlasan seseorang kecuali Allah SWT. Apakah anti tidak tahu, kalau Saudi memberikan bantuan dengan bendera Saudi, lalu apakah nanti kita mengecap bahwa pemerintah Saudi tidak ikhlas karena ada label negaranya. Wakakaka, ups. Anti ini hidup di jaman jahiliyah apa nggak sih? Membawa bendera hanya sebagai pemberitahuan dan system administrasi dari setiap negara itu kewajiban. Masa anti menjadi representatif mengambil hak Allah tentang melihat orang ikhlas apa nggaknya!

    Perkataan anti jelas terlihat syirik, wah kalau gini kok anti malah bersilat-lidah sih? Perkataan “Tidak akan pernah” adalah representatif seharusnya perkataan Allah, bukan perkataan orang “Adapun perkataan Ulama (afwan ana hanya mengutip) Islam yang mulia ini tidak akan jadi baik dan mendapatkan kemenagan dengan dakwah kalian, bukanlah syirik, tentunya dengan dalil dari Al Qur’an dan Sunnah” Dalil yang anti sebutkan jelas sekali tidak pas dengan karakteristik PKS. Kayaknya ustad anti memaksakan dalil tersebut. Syaikh bin Bazz saja menggap ini hanya masalah khilafiah dalam Islam. Lah kok sok banget ustad anti melebihi pandangannya Syaikh bin Bazz. Wah, ini yang dilarang dalam Islam, yaitu Taklid buta terhadap ulama. Apapun kata ulamanya tidak dikritisi, malah mengutip pernyataan yang salah. Mari merujuk ucapan Syaik bin Bazz “Barangsiapa mengatakan ‘Hai Musuh Allah’ padahal kenyataannya tidak demikian, maka ucapan itu akan kembali kepadanya. Siapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka tuduhan itu akan menimpa salah satu di antara keduanya. Ada seorang yang melewati orang lain yang berbuat dosa. Lalu dia mengatakan, ‘Demi Allah! Allah tidak akan mengampunimu. Allah berfirman, ‘Siapa orangnya yang bersumpah bahwa Aku tidak mengampuni Fulan? Sesungguhnya Aku mengampuninya dan Aku hapus amal perbutanmu”.

    Beruntunglah kami di Tarbiyah yang dengan senantiasa saling mengingatkan dengak kelembutan, dan kesantunan dalam setiap akhlaq dalam islam ini.

    Anti dah tabayyun kalau dengan PKS? Apa yang anti sebutkan tersebut apakah benar-benar terjadi? Atau hanya sebatas prasangka buruk terhadap kami? Tolong buktikan bahwa kami punya caleg Kristen didaerah mayoritas Islam, dan tolong sebutkan caleg yang tidak proporsional dari setiap setiap calegnya. Jangan bersilat lidah lagi loh ukh!

    Hehehe, untuk perkara bid’ah sama semuanya ukh. Nah kalau masalah furu’ dan khilafiah itulah perbedaan pandangan dari ulama salaf dulu. Nah dulu nggak ada demokrasi, jangan serta merta dong mengecap orang yang ikut demokrasi adalah sesuai dengan pandangan anti. Dijaman para ulama salaf saja demokrasi belum ada, dan masalah khilafiah sudah banyak. Nah apalagi jaman sekarang! Setiap ulama punya pandangan sendiri-sendiri. Yah seperti di Saudi pun, punya pandangan sendiri-sendiri dengan berbagai macam pandangan! Silahkan melihat pandangan Syaikh bin Bazz tentang demokrasi (silahkan dilihat) Ukhti, meskipun dulu ulama-ulama salaf yang saling berbeda pandangan tetapi mempunyai hujjah dalam dalil setiap hadits-hadits Rasulullah, tetapi berbeda interpretasi. Yah seperti sekarang. Bukan tidak ada dalil seperti yang anti bilang. Wah kayaknya anti benar-benar harus belajar banyak ukh! Anti jumud dan taklid buta kalau mengandalkan ilmu hanya pada kajian “ilmiah” yang anti ikuti!

    Kami bukan sok santun kok ukhti. Tetapi kami hanya ingin berlemah lembut terhadap sesama muslim. Dan tolong kalau memang ada kata hujatan yang kami lakukan bisa dikirim artikelnya pada kami, untuk kami kroscekkan dibukunya langsung. Kalau ana mau, mempublikasikan hujatan para ustad-ustad hizb salafi terhadap segala hal bisa ana tampilkan dengan panjang ukh.

    Untuk masalah Wihdatul wujud seperti Al Hallaj di Zilalil Qur’an, anti bisa membaca sendiri ungkapan Syaikh bin Bazz sendiri (klik disini) atau ulama yang lain(silahkan juga dibaca) Ukhti jangan sampai anti menjadi orang yang di ingkari oleh Syaikh bin Bazz seperti ini (silahkan baca disini)

    Sayyid Quthub bukan ulung dalam bermain bahasa, tetapi hanya ulama setaraf Syaikh bin Bazz yang lebih mudah mencerna ilmu-ilmu Sayyid Quthub. Bahkan Syaikh bin Bazz mencerca orang yang menganggap Sayyid Quthub sesat. Nah kalau anti emang sulit memahami hal itu kayaknya! Karena tsaqafah anti harus diperdalam lagi.

    Anti perlu belajar banyak, jangan baru dapat ilmu tapi sudah merasa tahu semuanya. Anggap saja kami ikhwan yang bodoh yang terus belajar, daripada orang yang merasa pintar ternyata kemampuan hujjahnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuang masih sedikit, berani menjustifikasi seseorang. Sama halnya seperti ustad-ustad hizb salafi yang sering menjadi rujukan, padahal kalau ditelusuri ternyata malah bertentangan satu dengan yang lainnya. Debat tanpa ilmu akhirnya jadi “JIDAL BILA ADAB WA IHTIJAJ BI GHAIRI ‘ILMIN”

    Dengan kerendahan hati, ana mengingatkan kepada anti dengan hadits ini. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda: “Cukuplah bagi seorang termasuk berbuat jahat, jika ia menghina saudaranya sesama muslim.”

    Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda: “Mencaci seorang muslim adalah perbuatan fasiq, dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.”

    Nasihat karena Allah adalah nasihat yang didasari cinta dan benci karena Allah, sehingga kasih sayang dan kelembutan yang nampak, bukan kata-kata kasar lagi menghakimi.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu lembut, menyukai kelembutan dalam segara urusan.”

    Siapa yang diharamkan dari sifat lembut, maka telah diharamkan dari semua kebaikan.” (HR. Muslim dari Jarir bin Abdullah. Ibid, no. 636)

    Dan ada kisah menarik disini ukh, tafadhol dibaca “Sebuah kepanitiaan bedah buku nampak bingung memilih buku apa yang menarik untuk dibahas. Ada yang usul, “Bagaimana jika buku A?”, dijawab oleh rekannya yang rajin mengkritik orang, “Jangan, buku itu tidak ada nilainya.” Lalu, “Kalau buku B?”, rekannya menjawab lagi, “Oh jangan juga, penulisnya menyimpang.”“Waduh apa ya, kalau buku ini?”, rekannya menjawab, “Apalagi yang ini, lebih parah dari sebelumnya.” Panitia yang lain heran dan kagum, “Hebat, ente tahu betul ketiga buku itu. Apa sudah membaca semuanya?” Dia menjawab, “Belum kok, saya cuma baca buku kritiknya saja.”

    Kisah ini menggambarkan adanya manusia yang rajin dan pandai mengkritik sana-sini, tetapi akalnya tidak digunakan. Ia hanya menggunakan akal orang lain melalui buku kritikan, tanpa melihat sendiri objek yang dikritik. ‘Kelucuan’ yang tidak lucu ini lahir lantaran semangat meluruskan tanpa dibarengi dengan ilmu dan niat yang baik, sekadar i’tizaziyah (jago-jagoan). ‘Ini lho saya, bisa tahu kesalahan si Fulan dan si Alan’.Ilmu dalam sebuah nasihat laksana modal bagi para pedagang. Bukan pedagang namanya, jika hanya memiliki kios, promosi, manajemen, tanpa adanya modal barang dagangan. Niatnya ingin meluruskan yang bengkok, memperbaiki yang rusak, meralat yang keliru, justru menjadi bahan tertawaan lantaran ketiadaan bekal dalam itu semua.Para da’i harus memiliki keduanya, yaitu debat dengan etika dan berhujjah dengan ilmu,

    Contoh bagus adalah ‘debat’ melalui tulisan ringan antara Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz rahimahullah dengan Syaikh Yusuf al Qaradhawy hafizhahullah tentang masalah perjanjian damai antara Palestina dengan Israel yang menghangat satu dekade yang lalu. Syaikh Al Qaradhawy posisinya sebagai penentang, sedang Syaikh bin Bazz mendukungnya. Tulisan kedua imam ini dihiasi kata-kata saling memuji, bersih dari zhan buruk, dan -tentunya- ilmiah. Lihat dalam Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid III, karya Syaikh Yusuf al Qaradhawy.

    Semoga bermanfaat.

  5. maju terus pantang mundur

  6. kepada saudara muslim jangan menanggapi artikel blog ini karena sama saja kita menanggapi orang gila…

  7. Puuusiiiingg!!!!!

  8. Ya Allah, cintakan kami pada iman,
    hiaskan iman dalam hati kami
    bencikan kami pada kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan
    serta jadikan kami tergolong pada orang-orang yang mendapat petunjuk….aamiiin

  9. 10 Wasiat Hasan Albanna, silahkan dibaca :

    1. Segeralah laksanakan sholat pada waktu anda mendengerkan adzan, bagaimanapun kondisinya
    (lihat pada saat pawai kampaye PKS yg berkoalisi dg partai lain apakah mereka sholat pada waktunya???)
    2. Bacalah Al Quran, cermatilah, dengar atau berzikirlah kepada Allah, jangan habiskan waktumu terhadap sesuatu yang tidak berguna (pawai kampanye PKS bukankah sesuatu yang menghabiskan waktu)
    3. Bersungguh-sungguhlan berbahasa Arab yang fasih, karena yang demikian itu syi’ar Islam (Apakah da’i2 PKS bisa berbahasa arab?? salah satu contoh Ustadz Fais al bin saen dikota malang apakah dia menguasai bahasa arab??)
    4. Jangan banyak berdebat dalam setiap hal, karena perdebatan tidak bisa mendatangkan kebaikan (lihat bagaimana PKS hadir di acara TVone untuk debat partai)
    5. Jangan banyak tertawa, karena hati yang tersambung dengan Allah akan tenang dan teduh
    6. Jangan bercanda, sesungguhnya umat pejuang hanya mengenal keseriusan
    7. Jangan keraskan suaramu melebihi hajat pendengar, karena itu mengganggu
    8. Jauhilah menggunjing, melukai hati pihak-pihak lain, jangan berbicara kecuali dengan kebaikan
    9. Berkenalanlah dengan siapa saja yang engkau temui dari saudaramu, meski tidak diminta, karena azas dakwah kita adalah cinta dan saling mengenal
    10. Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia, bantu orang lain agar ia bisa memanfaatkan waktunya. Jika engkau sedang bekerja, maka ringkaslah dalam mengerjakannya
    (PKS berkoalisi dengan PDS di papua dimana PDS merupakan partai yang dilandaskan kekafiran, BAGAIMANA MUNGKIN MEREKA RELA BERTEMAN DENGAN MUSUH MUSUH ALLOH??????)
    hasan al-banna merupakan tokoh yang ingin mempersatukan syi’ah dan sunnah, padahal sudah jelas bahwa syi’ah adalah kelompok kafir karena mereka mengatakan bahwa Al-Quran yg ada tidaklah sempurna serta mereka mencela para sahabat Rosul sholallohu ‘alaihi wasalam, serta mengatakan Ibu kaum muslimin yaitu Aisyah sebagai penzina??? serta banyak kebobrokan lainnya seandainya kita mau melihat dari sudut pandang Al-Quran dan As-Sunnah yang di tafsirkan oleh para sahabat Rosul sholallohu ‘alaihi wasalam

    Jawab Abu Jaisy:

    1. Segeralah laksanakan sholat pada waktu anda mendengerkan adzan, bagaimanapun kondisinya
    (lihat pada saat pawai kampaye PKS yg berkoalisi dg partai lain apakah mereka sholat pada waktunya???)

    Kalau dari PKS, insya Allah pasti sholat pada waktunya. Kalau untuk koalisi, yah terserah mereka. Kita hanya menyarankan, untuk sholat pada waktunya.

    2. Bacalah Al Quran, cermatilah, dengar atau berzikirlah kepada Allah, jangan habiskan waktumu terhadap sesuatu yang tidak berguna (pawai kampanye PKS bukankah sesuatu yang menghabiskan waktu)

    Yang menyatakan kampanye PKS menghabiskan waktu adalah kalian sendiri. Bisa juga kalau seandainya, saya mengatakan bahwa kalian menghabiskan waktu dikajian-kajian tanpa amal yang pasti. Kalau kami mencari ilmu, setelah itu mengamalkannya. “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS An-Nahl: 125).”

    3. Bersungguh-sungguhlan berbahasa Arab yang fasih, karena yang demikian itu syi’ar Islam (Apakah da’i2 PKS bisa berbahasa arab?? salah satu contoh Ustadz Fais al bin saen dikota malang apakah dia menguasai bahasa arab??)

    Antumkan hanya memberi contoh salah satu, bukan salah dua 😀 apakah anda benar-benar yakin kalau di PKS tidak ada orang yang fasih bahasa arab?

    4. Jangan banyak berdebat dalam setiap hal, karena perdebatan tidak bisa mendatangkan kebaikan (lihat bagaimana PKS hadir di acara TVone untuk debat partai)

    Apakah PKS setiap hari atau setiap saat berdebat di TVOne? Dan berapa banyak perdebatan PKS, ketimbang perdebatan orang-orang yang mengaku “Salafi”. Disitu kan tidak dinyatakan haramnya perdebatan!

    10. untuk masalah koalisi, silahkan dilihat disini —>
    http://www.al-ikhwan.net/apakah-melakukan-koalisi-politik-merupakan-bidah-bagian-ke-1-2006/
    http://www.al-ikhwan.net/apakah-melakukan-koalisi-politik-merupakan-bidah-bagian-ke-2-2006/
    Yah, jangan karena kami tidak sesuai dengan golongan kalian, hingga kalian tidak berbuat adil.

    Bekerja sama dengan kafir saja dibolehkan kok, apalagi dengan Syiah? “NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA ’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHUNA BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI”

    Yah, kalau saling melihat kebobrokan, antum dan golongan antum pun dilihat bobrok oleh golongan lain. Yah, kalau begitu nggak selesai-selesai. Yah biarkan mereka meyakini apa yang mereka yakini, dan kita meyakini apa yang kita yakini!

  10. kayaknya mas Fajar Agustyanto ini Caleg dari PKS yah?? Dapil mana ? getol benar membela nya

    Jawab Abu Jaisy:
    Kekekek 😀 saya bukan caleg kok pak. Saya hanya memberitahukan tentang kebenarannya saja pak. Kasihan PKS dijadikan sasaran tembak siapa saja, kalau ada yang nembak yah berarti harus ada yang ngasih perlindungan biar aman dari sasaran tembak 😀

    Hehehe, saya cuman nggak seneng dengan orang yang suka tergesa-gesa berfatwa tentang orang yang berada di parlemen itu orang kufurlah, sesatlah, bid’ahlah, dsb. 😀

    Kalau jadi caleg, mungkin saya Dapil 1 membawahi area WordPress, Blogspot, Multiply, Hi5, Twitter dan Friendster kali yah? 😀

  11. Yang menyatakan kampanye PKS menghabiskan waktu adalah kalian sendiri. Bisa juga kalau seandainya, saya mengatakan bahwa kalian menghabiskan waktu dikajian-kajian tanpa amal yang pasti. Kalau kami mencari ilmu, setelah itu mengamalkannya

    Jawaban:
    (Afwan yang anda maksud kajian tanpa amal yang pasti itu bagaimana? Apakah sholat sesuai dengan yang dilakukan Rosul  , berpuasa sesuai dengan yang dilakukan Rosul  , zakat sesuai dengan yang dilakukan Rosul  , serta amalan lain sesuai dengan yang diajarkan Rosul  serta berdakwah sesuai dengan yang contohkan Rosul  adalah amalan yang tidak pasti menurut anda? Serta amalan lain yang di syari’atkan oleh Rosululloh  . Kalau anda mengatakan menghabiskan waktu dengan kajian berbeda dengan kampanye, karena kampanye menghabiskan waktu dengan sesuatu yang bertentangan denga syari’at, sedangkan dengan kajian kita menambah Ilmu syari’at yang digunakan untuk beribadah di jalan Alloh  “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-KU” (QS: Adz-Dzariat :56). “Menuntut Ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah No.224). Kalau anda menyamakan antara menghabiskan waktu degan kampanye dengan kajian, mungkin karena kajian yang anda ikuti hanya membahas masalah politik, aib pemerintah serta demokrasi, hal ini dapat dilihat dari amalan-amalan yang kalian lakukan seperti demonstrasi dan pemilu)

    Jawab Abu Jaisy:
    Benar, amal yang pasti itu adalah shalat, berpuasa, zakat, dll. Seperti tuntunan Rasulullah. Lalu apakah hanya sebatas itu amalan Rasulullah. Apakah jika Rasulullah menyuruh kita berlatih memanah, lalu sampai saat ini kita masih berlatih memanah? Apakah kalau berlatih dengan tembak itu sebuah keharaman atau kebid’ahan? Hehehe, antum ini prasangkanya sangat tinggi sekali. Apakah kami setiap hari berkampanye? 😀 Hehehe
    Apakah kami tidak pernah ikut kajian? Apakah kami lebih bodoh pemahaman syari’atnya ketimbang kalian? Apakah kami setiap kajian hanya membahas masalah politik? Dan apakah ketika kajian politik itu sebuah yang haram? (kalau iya, berarti antum termakan ujub dan dzan)

    Whats? Aib pemerintah. Heehehe. Antum perlu belajar yang lebih banyak kayaknya. Jangan salah loh, PKS adalah bagian dari pemerintah, karena ada di Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. Jadi PKS adalah pemerintahan itu sendiri. Jadi seharusnya anda ini yang malu. Karena antum telah menfitnah bagian dari pemerintah! Antum melarang orang membuka aib pemerintahan. Tetapi antum sendiri malah membuka pintu makar terhadap pemerintahan! Hehehe lucu.

    Hal-hal demonstrasi, demokrasi dan pemilu itu ranah pertandingan bagi kami. Kalau nggak mau atau takut bertanding yah jangan jelek-jelekin yang lagi bertanding dong 😀

    Sampai saat ini belum ada pemerintah Islam yang benar-benar menaungi Islam. Lalu dakwah antum apakah hanya sekedar menyampaikan tauhid. Lalu nanti menguasainya dengan mengkultuskan raja sebagai pemimpin atau khalifah yang turun-temurun? Apakah seperti itu pemerintahan yang diajarkan Rasulullah?

  12. Kalau kami mencari ilmu, setelah itu mengamalkannya

    Jawab:
    (Apakah demonstrasi serta membeberkan aib pemerintah adalah amalan yang ada tuntunannya dari Rosul  ? Dalam sebuah hadits Rosululloh  bersabda ( artinya ): “barangsiapa ingin menasehati seorang penguasa maka jangan tampakan terang-terangan, akan tetapi hendaklah ia mengambil tangannya dan menyendiri dengannya. Jika ia menerima (nasehat) darinya maka itulah ( yang diinginkan-red ) dan jika tidak menerima maka ia telah melaksanakan kewajibannya”(HR. Ahmad, Ibnu Abu ‘Ashim, di shohih kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah, no. 1096-1098)
    dalam demonstrasi kalian juga menyertakan para wanita, padahal Alloh  berfirman ( artinya ) : “Dan hendaklah tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.” (QS: Al-Ahzab: 33)

    Apakah ikut dalam pemilu dan menghalalkan demokrasi adalah amalan yang di syari’atkan oleh Rosul  ? Rosululloh  pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah  ( artinya ): “Wahai Abdurrahman bin Samaurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan, karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong ( oleh Alloh  dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika deserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. Bukhori dalam Shohihnya no. 7146)
    Beliau  bersabda ( artinya ): “tidaklah dua ekor serigala lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada merusaknya agama seseorang terhadap agamanya karena ambisinnya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 2482, di shohihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad, 2/178)

    Demokrasi merupakan amalan orang-orang kafir yang bertentangan dengan syari’at Islam, sama halnya seperti valentine dan sebagainya sedangkan Rosululloh  telah menyatakan ( artinya ) : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Shahabat Abdulloh bin ‘Umar  , di shohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’ no. 6025)

    Jawab Abu Jaisy:
    Ingat, kami adalah bagian dari pemerintah. Hukum demonstrasi yang anda sampaikan ini adalah ijtihad para ulama-ulama. Anda punya dasar, kami juga punya dasar. Silahkan dilihat disini (hukum demonstrasi)

    Sebenarnya saya sudah berikan linknya, Silahkan dilihat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdillah ibn Baz fatwa tentang Pemilu dan demokrasi (Fatwa Seputar Partai Politik)

    Yah jangan sampai anda mengkafirkan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdillah ibn Baz karena fatwa beliau tentang pemilu dan demokrasi.

  13. Antumkan hanya memberi contoh salah satu, bukan salah dua apakah anda benar-benar yakin kalau di PKS tidak ada orang yang fasih bahasa arab?

    Jawab:
    (Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada yang bisa berbahasa arab. Yang menjadi permasalahan adalah seorang yang kalian anggap ustadz namun tidak bisa berbahasa arab (nahwu maupun tasrif) kemudian menyampaikan kajian, padahal salah satu sebab tersesatnya seseorang menafsirkan Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah karena tidak pahamnya seseorang mengenai bahasa arab. Kalau orang yang tidak bisa berbahasa arab kemudian kalian jadikan ustadz, serta tidak ada penginnkaran dari yang lain bukankan besar kemungkinan akan ada salah dua, tiga, empat dan seterusnya. Seperti orang-orang yang dijadikan murobbi oleh kalian padahal mereka tidak menguasai mengenai Al-Qur’an dan Al-Hadits, adapun yang mereka kuasai mungkin buku panduan murobbi yang kalian buat dan terbitkan sendiri)

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah memberitahukan kebenaran itu dilarang dalam Islam? Apakah menyampaikan sesuatu walaupun hanya satu ayat adalah sebuah kebid’ahan dalam Islam? Apakah saling memberikan gelar yang baik adalah sebuah keharaman dalam Islam? Apakah julukan ustad itu hanya pada analogi bisa berbahasa Arab atau nggak? Tolong sebutkan ustad PKS yang menafsirkan Al Quran dengan penafsirannya sendiri, insya Allah kita sama-sama langsung kroscek.

    Saya juga sering mengikuti kajian salafi loh! Tidak sedikit kesalahan-kesalahan orang yang dianggap ustad setiap kali menyampaikan kajian. Malah sempat teman-teman dari tarbiyah langsung mengklarifikasinya ke ustad tersebut. Walaupun Ustad tersebut terlihat tidak berbesar hati dengan pengingatan beberapa bahasa Arab yang “gratul-gratul”nya. Teman-teman tarbiyah tetap tersenyum! 😀 (walaupun beberapa teman ada yang “grundel”). Mungkin karena nggak ada buku panduang Murabbinya. Jadi kalau di ingetin tidak berbesar diri mengakui kesalahannya. Mungkinkah seperti ini yang akan dijadikan ustad?

    Ingat, kami tidak taklid kepada salah satu ustad. Kami menghargai setiap ustad-ustad. Karena itulah hal-hal yang diajarkan oleh setiap muslim. Mungkin antum perlu tahu, bahwa disetiap kajian salafi yang saya ikuti ada dua faksi. Satu sama lainnya mengklaim dirinya paling salaf. Dan satu sama lainnya saling merendahkan, bahkan tak tanggung-tanggung menyerang pribadi langsung. Masya Allah apakah seperti ini yang akan menjadi murabbi kita? Di Satu Masjid ada dua kajian Salafi, satu sama lainnya menyerukan untuk tidak mengikuti kajian yang lain. Kalau bagi kami “Ilmu kok dibatesi dengan ketaklidan. Biarkan kami sendiri yang menilai siapa yang berhak kami ikuti, bukan orang-orang selalu mendoktrin dengan perkataan-perkataan serampangan!” Jadi kami lebih leluasa mau mengikuti kajian manapun tetap “ENJOY AJA!” Salaf kok dimonopoli sepihak, namanya “mengebiri” Ulama salaf itu!

  14. Apakah PKS setiap hari atau setiap saat berdebat di TVOne? Dan berapa banyak perdebatan PKS, ketimbang perdebatan orang-orang yang mengaku “Salafi”. Disitu kan tidak dinyatakan haramnya perdebatan!

    Jawab:
    (Alloh  berfirman ( artinya ): “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tenang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh(Al-Qur’an) dan Rosul (Sunnahny, jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS: An-Nisa’: 59)
    Apakah dalam perselisihan pendapat di media maupun di parlemen kalian kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul  ?
    Memang tidak setiap saat, namun sudah sering baik secara individu yang mewakili kalian maupun secara berkelompok di media elektronik, dan tidak menutup kemungkinan kalau kalian akan muncul lagi di TVOne dalam debat partai)

    Jawab Abu Jaisy:
    Kenapa kalian tidak mengingatkan pembesar-pembesar Saudi? Kenapa malah raja dan pembesar Saudi bergabung dengan orang kafir di pertemuan pembahasan kesepakatan G-20? Padahal perselisihannya jelas meruncing! Lalu apakah raja dan pembesar Saudi mengharuskan untuk kembali ke Al Quran dan Sunnah atas perselisihan tersebut? Hehehe 😀 (bahkan sampai ada acara minum samapanye segala. Apakah hanya pembesar dan raja saudi yang boleh seperti itu yah?)

    PKS tidak pernah menantang debat. Tetapi jelas-jelas diundang untuk berdebat! Setiap muslim tidak pernah mencari musuh, tetapi ketika musuh datang, maka jangan pernah untuk mundur! Dan kami tidak pernah mengharamkan perdebatan. Tetapi meminimalisir perdebatan. Nah kalau yang punya acara orang lain, nanti kalau tidak datang kalian bilang penakut, pengecut, dll. 😀

    Nah sekarang, kalian sendiri apa tidak lebih sering berdebat? Nggak ada ujan nggak ada angin, langsung main serang. Ngajak orang berdebat secara serampangan. Pokoknya pukul rata dengan dalil dan ijtihad ulama sendiri. Sudah merasa paling benar sendiri. Nah karena perdebatan kalian nggak difasilitasi dengan TVone, mungkin (ini mungkin loh) ada kecemburuan and iri karena nggak diundang berdebat. Lah, kalau kalian yang diundang mau bicara’in apa? Bicara masalah ekonomi juga kalian pasti bingung karena nggak pernah ngurus daerah. Nah, padahal topik-topik seperti itu lebih banyak menjadi perbincangannya.

    Jadi memang nggak menutup kemungkinan, pembesar-pembesar PKS akan diundang berdebat lagi untuk beradu argumentasi dalam mengentaskan keterpurukan Indonesia ini. Siap-siap nonton yah! 😀

  15. 10. untuk masalah koalisi, silahkan dilihat disini —>
    http://www.al-ikhwan.net/apakah-melakukan-koalisi-politik-merupakan-bidah-bagian-ke-1-2006/
    http://www.al-ikhwan.net/apakah-melakukan-koalisi-politik-merupakan-bidah-bagian-ke-2-2006/
    Yah, jangan karena kami tidak sesuai dengan golongan kalian, hingga kalian tidak berbuat adil.

    Jawab:
    (Apakah sama perjanjian yang dilakukan oleh Rosul  dengan yang kalian lakukan, bukankah kalian melakukan perjanjian dengan orang kafir karena tujuan mendapatkan kekuasaan yang berkedok dakwah islam. Koalisi yang PKS lakukan dengan PDS di papua adalah dalam ranggka pemilihan gubernur, apakah orang yang kalian calonkan dalam pemilihan gubernur di papua adalah seorang muslim? Ataukah orang kafir?.
    Firman Alloh  ( artinya ): “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS: Al-Maidah: 51)
    “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman pada Alloh dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan Rosul-nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, ataupun keluarga mereka.” (QS : Al-Mujadalah :22)
    “Hai orang-orang yang beriman janganlah engkau mengambil musuh-KU dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita berita Muhammad), karena rasa kasih sayang.” (QS : Al-Mumtahanah : 1)

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, jelas-jelas antum tidak membaca link yang ana berikan. Hehehe aduh, mana bisa dikatakan Ilmiah kalau seperti ini! Yang namanya Ilmiah itu mengambil dari berbagai sudut, bukan satu sudut yang terletak pada penafsiran sendiri. Yah, mohon untuk dibaca dulu baru berkomentar. Ini namanya ghurur dalam berpendapat! Apakah seperti ini yah contoh umat Islam yang baik itu?

    Hehe, Prasangka anda kepada kami benar-benar “sakit”! Antum menuduh kami bahwa tujuan utama mendapatkann kekuasaan! Kekuasaan itu hal yang terpenting dalam peluasan daerah. Jangan sampai antum menghina Rasulullah karena kekuasaannya mampu menyebarkan Islam hingga seluruh dunia. Apakah Rasulullah mengirim sebuah surat kepada raja-raja dan pemimpin kabilah untuk memeluk agama Islam dengan hanya status sebagai seorang Rasul saja? Apakah seperti itu sirrohnya? 😀

    Kalau antum ingin semuanya harus Islam. Saya tanya dulu, kenapa Obama mendapatkan dukungan dari raja saudi dan beberapa ulama-ulamanya? Padahal Obama bukan seorang muslim! Dan kenapa Saudi berkoalisi dengan negara-negara kafir di G-20? Bahkan pemimpin G-20 adalah orang kafir! Apakah hanya saudi saja yang boleh yah? 😀

    Nah, mungkin karena antum hanya berkutat dengan itu-itu saja. Sehingga antum tidak bisa berfikiran luas dan jauh kedepan. Sehingga jumud dalam berfikir! Jadi akhirnya yang tahu koalisi dengan orang kafir cuman PKS aja. 🙂

  16. Yah, kalau saling melihat kebobrokan, antum dan golongan antum pun dilihat bobrok oleh golongan lain. Yah, kalau begitu nggak selesai-selesai. Yah biarkan mereka meyakini apa yang mereka yakini, dan kita meyakini apa yang kita yakini!

    Jawab:
    (Apakah anda menafikan amar ma’ruf nahi mungkar? Dengan membiarkan orang meyakini sesuatu yang mereka yakini walaupun itu bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Hadits?
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar tentang bolehnya menyebutkan keburukan ahli bid’ah, beliau berkata, ”Seperti tokoh-tokoh ahli bid’ah yang mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah atau ibadah yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah, memperingatkan umat dari bahaya mereka berhukum wajib menurut kesepakatan kaum muslimin, hingga pernah Imam Ahmad ditanya : “Manakah orang yang lebih engkau cintai orang yang berpuasa, sholat dan i’tikaf ataukah orang yang berbicara tentang keburukan ahli bid’ah ?” Beliau menjawab, “Jika seorang sholat dan i’tikaf hanya untuk dirinya sendiri, tetapi orang yang berbicara keburukan ahli bid’ah ?” Beliau menjawab, ”Jika seorang sholat dan i’tikaf hanya untuk dirinya sendiri, tetapi orang yang berbicara keburukan ahli bid’ah untuk seluruh kaum muslimin dan ini yang lebih utama. Berarti berbicara keburukan ahli bid’ah lebih utama dan bagian dari jihad fardlu kifayah menurut kesepakatan kaum muslimin. Kalau tidak ada orang melakukan hal itu, maka agama lambat laun akan rusak. Bahkan lebih berbahaya dari penjajah, karena penjajah hanya merusak fasilitas fisik, sementara ahli bid’ah merusak hati lebih dahulu. (Majmu’ Fatawa 28/231-232).

    Jawab Abu Jaisy:
    lahkan jelas, Agama dia dengan agama saya berbeda. Kenapa harus dipermasalahkan lagi! Kalau dia tidak memusuhi tentu sudah kewajiban bagi kita memberikan ketentraman kepada mereka juga. Gitu aja kok repot!

    Saya juga menghormati Ibnu Tiamiyah, tetapi bukan berarti saya taklid dengan beliau! Kesepakatan itu dilihat prioritasnya. Manakalah sesuatu yang baik kita tolak untuk menghindari masalah yang lebih buruk lagi. Adalah sebuah keharusan! Dengan keyakinan anda seperti itu, apakah demi Allah anda ketika melihat orang berbuat bid’ah langsung mengatakan kepada orang tersebut dengan mengatakan “KAMU TELAH BERBUAT BID’AH!”?

    Iya kalau orang yang nggak ngerti agama sama sekali tidak akan bertindak apapun, karena tidak mengerti arti bid’ah. Tetapi ketika anda berhadapan dengan orang-orang NU atau bahkan Kyai-kyai NU apakah benar bisa seperti itu? Hehehee, pernah ada salah satu ustad “Salafi” yang diundang oleh kyai-kyai NU saja nggak datang (entah nggak berani atau emang ada udzur Syar’i). Lah kalau cuman dalam buku-buku saja, saya kira sama halnya dengan pengecut yang selalu melempar batu dan bersembunyi.

    Kami tahu bahaya bid’ah! Tetapi kami bukan orang-orang yang serampangan dengan mudah berlebih-lebihan dalam mentakfir setiap orang! Ada adab dalam berdakwah, bukan main serang sana-sini sambil lari! Iya kalau Imam Ahmad dan Ibnu Taimiyah, mereka selalu siap untuk bertanggung-jawab atas stutment yang dibuat. Tetapi sekarang? Apakah ada ulama “salafi” indonesia yang bersedia hadir menerima undangan para kyai-kyai NU!? Kalau negara paling hukumannya penjara, atau paling enggak maksimal mati.

    Nah kalau hukum masyarakat, walah bisa-bisa kayak si Kancil “Ayo lekas ditangkap jangan diberi ampun” Heheeh disiksa dulu baru dibakar. Nah untuk mencegah hal-hal seperti itulah yang harus difikirkan! Ingat kasus Lombok? Bagaimana “Salafi” diberita-berita disiarkan sebagai aliran sesat yang meresahkan warga, hingga warga harus membakar masjidnya. Jangan hanya berfikir bahwa “Ini jihad kami dalam menyuarakan Tauhid”, tetapi berfikirlah bagaimana berjihad dengan cara elegan dan cantik. Masa kalah sama orang-orang jaman dahulu, kalah sama orang-orang Arab yang datang lebih awal hingga bisa memikat orang dengan agama Islam dalam keindahan akhlaq dan kesantunan adab serta politik dakwahnya yang memikat hati.

    Jadi berdakwah itu juga harus dengan politik! Bukan main serang aja, bisa konyol kalau jaman sekarang.

  17. “NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA ’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHUNA BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI”
    (“kita saling tolong-menolong dalam perkara-perkara yang disepakati dan saling toleran dalam perkara-perkara yang diperselisihkan”
    Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz
    Beliau berkata: “Ya, wajib untuk saling tolong menolong dalam perkara yang disepakati berupa kebenaran, dakwah kepada kebenaran tersebut dan memperingatkan (umat manusia ) dari apa yang dilarang Alloh  dan Rosul-Nya. Adapun saling toleran dalam perkara yang diperselisihkan , maka tidak dibenarkan secara mutlak, bahkan harus dirinci. (Yaitu) di saat perkara tersebut termasuk masalah ijtihad yang tidak ada dalilnya secara jelas, maka tidak boleh diantara kita saling mengingkari. Sedangkan bila perkara tersebut jelas-jelas menyelisihi nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka wajib diingkari dengan hikmah, dan diskusi dengan cara yang terbaik.” (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 3/58-59. Lihat Zajrul Mutawahin Bidharari Qa’idah Al-Ma’dzirah wat Ta’awun, karya Hamd bin Ibrahim Al-Utsman, Hal 128)

    Jawab Abu Jaisy:
    “Adapun toleran dalam perkara yang diperselisihkan, maka tidak dibenarkan secara mutlak, bahkan harus dirinci. (Yaitu) di saat perkara tersebut termasuk masalah ijtihad yang tidak ada dalilnya cara jelas, maka tidak boleh diantara kita saling mengingkari”

    Insya Allah sudah sangat jelas kan! Kenapa kita harus mengingkari dengan masalah ijtihad? Apakah ketika Syeikh bin Baz kontra dengan pendapat Syekh Al bani lalu kita mengingkari salah satunya? Bagi saya mereka ulama yang patut dihormati. Tetapi saya tidak pernah taklid dengan siapapun, bahkan kepada qiyadah atau ulama saya di PKS. Saya adalah saya, yang selalu ingin berfikir sesuai dengan kata hati saya, tidak saya perkenankan siapapun mengintervensi “otak” saya! Dengan begitu saya bisa berfikir dengan bebas dalam menerima setiap ilmu.

    Dan cobalah berdiskusi dengan baik dan ingkari dengan hikmah. Akhlaq dan Adab dalam berdakwah jelas-jelas sudah dinyatakan oleh Syeikh bin Baz. Lalu kenapa anda malah ingin melepaskan apa-apa yang diajarkan oleh Syiekh bin Baz?

    Nasihat karena Allah adalah nasihat yang didasari cinta dan benci karena Allah, sehingga kasih sayang dan kelembutan yang nampak, bukan kata-kata kasar lagi menghakimi.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu lembut, menyukai kelembutan dalam segara urusan.”

    Dan mari kita renungi perkataan Syaik bin Bazz “Barangsiapa mengatakan ‘Hai Musuh Allah’ padahal kenyataannya tidak demikian, maka ucapan itu akan kembali kepadanya. Siapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka tuduhan itu akan menimpa salah satu di antara keduanya. Ada seorang yang melewati orang lain yang berbuat dosa. Lalu dia mengatakan, ‘Demi Allah! Allah tidak akan mengampunimu. Allah berfirman, ‘Siapa orangnya yang bersumpah bahwa Aku tidak mengampuni Fulan? Sesungguhnya Aku mengampuninya dan Aku hapus amal perbutanmu”.

  18. Baz, 3/58-59. Lihat Zajrul Mutawahin Bidharari Qa’idah Al-Ma’dzirah wat Ta’awun, karya Hamd bin Ibrahim Al-Utsman, Hal 128)

    Selain itu bai’at yang kalian lakukan adalah bai’at bid’ah
    Asy-Syaikh Sholih Fauzan hafidzahulloh berkata ( artinya ) :“Bai’at tidak (boleh) diberikan kecuali kepada pemimpin (penguasa) kaum muslimin. Adapun aneka ragam bai’at yang diberikan kepada selain pemimpin kaum muslimin maka merupakan bai’at yang bid’ah.” (Fiqhus Siyasah Asy-Syar’iyyah, Hal 9-10)

    Syi’ah merupakan kaum yang mengkafirkan pada sahabat Nabi , bahkan istri Nabi  yang merupakan ibu kaum muslimin
    http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=900
    http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=897

    Jawab Abu Jaisy:
    Tujuan sepuluh Rukun Bai’at Hasan Al banna bisa dilihat disini

    Yah kalau antum anggap bid’ah, terserah. Toh itu pernyataan kalian sendiri, bukan pernyataan Rasulullah! Dan itu masalah pemikiran. Mana ada sih orang yang berfikiran sama semuanya? Yang terpenting tidak merasa benar sendiri dan menjadi hakim pada yang lain adalah prinsip kami!
    Kalau pemikiran sama semua, yah kayak robot. Mau digerakkan kemana aja juga “Bep..bep..bep”

  19. abu jaisy, antum pinter berdalih ya !!! mudah2an bisa antum pertangung jawab kan nanti semua nya di akhirat..
    jika kalian mempergunakan sarana yg sama,cara yg sama dgn mereka dan tunduk kepada undang2 mereka walau pun kalian mendapat suara mayoritas apa lantas kalian bisa menerap kan HUKUM MANYORITAS ????? JAWABAN NYA TIDAK BOLEH !! bukti selama 60th dan banyak negara2 yg menjadi korban,cobapikirkan dgn hati yg tulus wahai akhi jaisi.kami tdk lah menganggap SAH penyimpangan mereka dari shirathal mustakim.mudah2an bermamfaat.

    Jawab Jaisy01:
    🙂
    Akhi/ukhti. Tidak ada dalil yang qoth’i tentang ini. Antum jangan sampai menjadi pengambil keputusan yang jelas itu representatif Allah. Jika main dalil mari kita bermain, jangan asal hanya taklid buta terhadap ulama, hal itu akan membutakan kebenaran. Coba antum baca disini —> Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi

    Insya Allah setiap apa yang kita ucapkan menjadi pertanggungjawaban kita nantinya, seperti antum juga akan mempertanggungjawabkan apa yang antum utarakan disini. Jangan karena tidak mempunyai dasar yang kuat atas sebuah dialog, lalu dengan serta merta mengatakan “pinter berdalih”. Jika itu adalah sebuah kebenaran yang antum sendiri belum bisa membantahnya, maka antum harus berlapang-dada untuk mengakui kelamahan dasar yang antum pakai. Ulama salaf, selalu berlapang dada dalam mengakui kelemahan hujjah jika kalah dalam berhujjah dengan ulama yang lainnya. Dan itu hal yang biasa dalam Islam.

    Sampai saat ini tidak ada negara yang mampu menerapkan hukum Allah dengan sempurna. Tidak ada sama sekali! Ini adalah usaha kita, tidak harus semua turun pada satu perjuangan, tetapi harus ada perjuangan-perjuangan yang lainnya dari lini manapun. Tidak terfokus pada satu hal! Jadi sarana bisa berbeda-beda, tidak satu dan sama itu-itu saja.

    Dan sampai saat ini saya belum mengetahui ada orang yang tidak tunduk terhadap undang-undang kafir. Siapa orangnya? Jika ada di Indonesia atau orang diluar indonesia (Arab Saudi pun tunduk dengan undang-undang kafir) jika ada orang seperti itu, maka dia salah satu orang munafiq yang berusaha menyembunyikan kemunafiq-annya. Korban-korban yang antum maksud adalah orang-orang yang senantiasa berpegang dari perjuangan untuk menegakkan panji-panji Islam kembali. Mereka tidak merasa menjadi korban, tetapi mereka merasa itu adalah pengorbanan yang pada dasarnya adalah konsekuensi perjuangan. Apa yang antum anggap penyimpangan, bisa jadi kebenaran di sisi Allah SWT.

    Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: