Salah kaprah tentang Ta’jil


“Jalan-jalan yuk, sambil cari ta’jil. Untung-untung kalau sholat dimasjid dapat ta’jil gratis”

Mungkin kalimat yang senada sering kita dengar saat bulan puasa. Ta’jil merupakan persepsi kebanyakan orang Indonesia sebagai makanan ataupun kue istilah dalam Islam saat puasa ramadhan.

Hal yang patut kita cermati, ketika kita tidak mengerti arti ta’jil lalu dengan PeDenya berkata kalimat senada seperti yang diatas. Padahal, ta’jil merupakan bahasa Arab untuk asal kata “Menyegerakan” berbuka puasa. Jadi sangat lucu ketika kita mengucap “Jalan-jalan yuk, sambil cari ta’jil. Untung-untung kalau shoalt dimasjid dapat ta’jil gratis” karena mencari “menyegerakan (ta’jil)” di jalan, atau dimasjid.

Salah kaprah mengenai ta’jil ini berkembang luas di Indonesia. Yang tanpa perlu lagi mengetahui hakekat ta’jil itu sendiri. Banyak yang mengira, ta’jil merupakan jajanan yang dijual ataupun makanan yang disuguhkan ketika berbuka puasa. Karena pada hakekatnya ta’jil (menyegerakan) merupakan anjuran Rasulullah kepada kita “Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Allah ’Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka."

Jadi jangan sampai kita salah kaprah mengira bahwa ta’jil itu adalah makanan berbuka puasa. Tetapi ta’jil adalah “menyegerakan” untuk berbuka puasa. Dengan begitu kita tidak lagi mencari atau membeli "menyegerakan" untuk berbuka puasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: