Milis Salafi, tidak bisa bahas masalah sepeleh

Ketika saya nggak ada kerjaan, saya mencoba untuk mengecek salah satu email saya yang ikut milis dari para "pengaku" bermanhaj Salaf, kalau saya biasa menyebutnya Hizb Salafi. Yah memang saya selalu berkunjung dan sesekali melontarkan beberapa pertanyaan, atau hanya memperhatikan pertanyaan seseorang. Dari berbagai pertanyaan. Milis Hizb Salafi ini lebih pintar jika menjawab "Siapa Surury, siapa Ikhwaniyin, dll." Pokoknya kalau masalah-masalah siapa yang mereka "anggap" sesat, pembuat bid’ah, para Hizby, pasti dengan mudah mereka menyebutkan berbagai macam jawabannya. Bahkan terlihat semangat sekali. Apalagi mempublikasikan penerbit-penerbit buku yang tidak boleh dibaca. Mereka sangat mudah sekali, bahkan terlihat pintar sekali. Tetapi lucunya kalau masalah hal-hal yang bersifat "sepeleh" agaknya mereka kurang ilmu dalam memahami agama. Contohnya aja, ditanya soal qunut, ditanya soal adzan, ditanya soal shalat tarawih, ditanya soal zakat, soal fiqh, dll. Lucu mereka ini, kalau membicarakan orang lain, menilai sesaat orang lain sangat pintar sekali. Tetapi kalau masalah Islam sendiri yang "sepeleh" malah nggak bisa jawab. Malah ada yang jawab, tetapi jawabannya "asal" aja. Entah mereka ini benar-benar bermanhaj Salaf, atau hanya mengaku-ngaku. Bahkan lucunya, mereka mengagungkan ucapan seperti ini : ""Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah maka berhati-hatilah darinya, dan siapa yang duduk dengan ahli bid’ah tidak akan diberi al-hikmah. Dan saya ingin jika antara saya dan ahli bid’ah ada benteng dari besi yang kokoh. Dan saya makan di samping Yahudi dan Nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid’ah" (Hayo siapa yang mengucapkan ini?)

Masalah sepeleh saja mereka belum bisa jawab. Kok yah berani-beraninya menvonis orang lain dengan begitu bersemangat. Bahkan mempertanyakan keilmuan orang lain dari keilmuannya diri mereka masing-masing. Meskipun saya hanya kadang berkomentar di milist tersebut, tetapi saya lebih banyak mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang sepeleh dan tersenyum saja ketika mereka menjawab tanpa dasar ilmu para ulama Salaf. Dan selalu tersenyum geli saat, melihat komentar tentang masalah Surury atau Ikhwaniyin. Saya malas untuk meladeni mereka, karena yang pastinya bukan ilmu yang didapatkan, tetapi taklid buta yang akan keluar dari statementya. Hehehe, lucu. Masih kanak-kanak saja kok sudah berani menjustifikasi ulama!

Iklan

Akhir Kesombongan Bush Junior (Taujih Mursyid ‘Aam IKHWAN)

Bush Junior dan orang-orang sekitarnya telah memakai pakaian kesewenang-wenangan. Mereka menyandang pedang kesombongan. Mereka bermimpi akan keagungan kekaisaran tanpa mengetahui bahwa sejarah akan berputar. Perputaran itu sangat cepat menghampiri setiap orang yang berbuat zalim.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad, seorang Nabi yang Ummi lagi dipercaya, kepada keluarganya, sahabatnya dan para tabi’in sampai pada hari kiamat kelak…

Sistem diktator tidak tertuju kecuali hanya kepada rakyat sipil biasa dengan berbagai alasan untuk tetap melanggengkan kekuasaan dan mewujudkan mimpi penguasa.

Ini adalah teori lama yang diperbaharui. Pertarungan antara hak dan batil akan terus berlanjut, antara penentang kebenaran dan pembelanya, antara orang-orang yang mencari kebenaran dan orang-orang yang memalsukannya. Pertarungan, dimana para diktator saling berdialog dengan cara memonopoli kebenaran.

Orang-orang yang memandang dirinya mampu untuk mengepung alam ini dan menundukkannya dengan hawa nafsu mereka, seperti apa yang dilakukan oleh Bush Junior dan orang yang berada di sekitarnya; mereka tidak pernah membaca sejarah dengan baik.

Bacalah, agar mereka mengetahui akhir perjalanan kezaliman dan permusuhan. Mereka senang mengulang-ulang perbuatan “Atila, Raja Hown”, sebuah kerajaan Barbar di mana kezaliman telah membujuk rajanya untuk menguasai dunia ini dengan cara penghancuran dan siasat cerai-berai. Mereka bertingkah seperti yang telah dilakukan “Nerron” tanpa sadar bahwa akhir dari perjalanannya itu bagaikan api yang menyambar dedaunan kering sehingga api tersebut membakarnya. Seperti itulah akhir dari ketamakan mereka. Baca lebih lanjut

Training For Woman

A lot of practice place and or place training for woman. But make woman as instructor or trainers place that prepare tool like that. With training place quantity Womens Trainers will make woman self-supporting in will do a certain. Woman really want pleasant training place so much, can give freshment.

Baca lebih lanjut