Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall

Dari iklan PKS tentang Sumpah Pemuda, yang menampilkan Kh. Ahmad Dahlan, Kh. Hasyim Asy’ari, Ir. Soekarno, Moehammad Natsir. Harus dituntut oleh PBNU dan Ortom Muhammadiyah. Sungguh memilukan, tokoh-tokoh ormas Islam terbesar tersebut lebih terasa ingin menjadikan tokoh-tokoh nasional itu adalah milik mereka sendiri. Dan lebih terasa aroma ketaklidan kepada ulama serta ashabiah dalam golongan. Ketika seorang tokoh sudah diklaim sebagai milik Nasional, maka semua boleh mengaguminya.

Lalu apakah dengan menampilkan sosok tokoh nasional tersebut PKS hanya menjadikan tokoh nasional tersebut sebagai komoditas politik? Pertanyaan yang aneh! Bagaimana tidak, sudah seharusnya dan kewajiban kita semua termasuk partai-partai di Indonesia ini untuk menampilkan sosok-sosok pahlawan nasional. Sosok yang dapat menjadi tauladan dan panutan semua rakyat.

Saya jadi ingat ketika kuliah, dari ribuan Mahasiswa baru yang mengikuti mentoring. Hanya 10% saja yang tahu siapa itu Kh. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari. Inilah bukti nyata bahwa tokoh nasional tersebut tidak setenar Imam Bonjol, Sultan Agung, Cut Nyak Din, dll. Tetapi ketika ada yang mempelopori untuk memperkenalkannya dengan slogan-slogan yang mengagumkan. Ternyata malah diprotes oleh orang-orang yang “merasa” berhak memiliki.

Baca lebih lanjut

Iklan

Inilah wajah mahasiswa kita: Bentrok Berdarah Kampus UMI Makassar

Gunakan Parang, Panah, Badik, dan Senpi Rakitan

MAKASSAR – Mahasiswa sebagai calon intelektual bangsa seharusnya lebih banyak bertindak dengan pemikirannya. Namun, tidak demikian halnya dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kali kesekian terjadi bentrok antarmahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Kemarin yang bentrok adalah mahasiswa fakultas teknik melawan anggota Mapala (mahasiswa pencinta alam) Cakrabuana UMI. Bentrok yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut mengakibatkan tiga mahasiswa terluka dan kritis.

Ketiga korban terluka berasal dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UMI. Mereka adalah Fajrin, Bom-bom, dan Gazhali.

Fajrin mengalami luka sangat serius setelah dibacok di bagian belakang kepala. Luka tersebut menganga kurang lebih 5 cm. Bom-bom mengalami tiga luka terkena anak panah, yaitu di tangan kiri, paha, dan pantat. Sedangkan Gazhali terluka pada tangan kiri yang nyaris putus akibat sabetan parang. Dia juga mengalami luka serius di kepala akibat terkena lemparan batu.

Sumber di lokasi kejadian mengatakan, bentrokan tersebut dipicu dendam lama antardua kelompok mahasiswa. Fajrin, yang dievakuasi ke RS Labuang Baji, tahun lalu juga sempat ditikam mahasiswa Mapala UMI. Baca lebih lanjut

BBM Turun Rp 500, 1 Desember nanti

Jakarta-Menyusul kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium bersubsidi senilai Rp500 per liter, pemerintah akan menyesuaikan harga BBM tersebut setiap bulan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, mengatakan penyesuaian harga setiap bulan itu mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

"Jadi setiap bulan akan ada pengumuman. Setiap bulan disesuaikan. Jadi misalkan nanti kemudian ada penurunan lagi kita evaluasi lagi. Tergantung penurunan harga internasional yang disetarakan dengan ICP (Indonesian Crude Price-red)," jelas Purnomo.

Evaluasi setiap bulan itu akan berlaku sejak mulai berlakunya penurunan harga premium pada 1 Desember 2008.

"Karena itu kebijakan penurunan harga kita mulai 1 Desember, agar sesuai dengan evaluasi bulanan. Untuk evaluasi kita menggunakan harga ICP bulan sebelumnya," ujar Purnomo.

Namun, apabila terjadi kenaikan harga minyak dunia, Purnomo berjanji kenaikan harga BBM premium bersubsidi tidak akan lebih dari harga Rp6.000, per liter.

Besaran penurunan harga premium senilai Rp500 per liter yang mulai berlaku 1 Desember 2008, menurut Purnomo, didapatkan dari mengeluarkan pajak dari harga jual premium bersubsidi per liter.

Karena kebijakan penurunan harga itu, lanjut dia, pemerintah harus menambah subsidi sebesar Rp750 miliar pada Desember 2008 dengan proyeksi pemakaian BBM premium bersubsidi sebanyak 1,5 juta kiloliter. Baca lebih lanjut