Inilah wajah mahasiswa kita: Bentrok Berdarah Kampus UMI Makassar


Gunakan Parang, Panah, Badik, dan Senpi Rakitan

MAKASSAR – Mahasiswa sebagai calon intelektual bangsa seharusnya lebih banyak bertindak dengan pemikirannya. Namun, tidak demikian halnya dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kali kesekian terjadi bentrok antarmahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Kemarin yang bentrok adalah mahasiswa fakultas teknik melawan anggota Mapala (mahasiswa pencinta alam) Cakrabuana UMI. Bentrok yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut mengakibatkan tiga mahasiswa terluka dan kritis.

Ketiga korban terluka berasal dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UMI. Mereka adalah Fajrin, Bom-bom, dan Gazhali.

Fajrin mengalami luka sangat serius setelah dibacok di bagian belakang kepala. Luka tersebut menganga kurang lebih 5 cm. Bom-bom mengalami tiga luka terkena anak panah, yaitu di tangan kiri, paha, dan pantat. Sedangkan Gazhali terluka pada tangan kiri yang nyaris putus akibat sabetan parang. Dia juga mengalami luka serius di kepala akibat terkena lemparan batu.

Sumber di lokasi kejadian mengatakan, bentrokan tersebut dipicu dendam lama antardua kelompok mahasiswa. Fajrin, yang dievakuasi ke RS Labuang Baji, tahun lalu juga sempat ditikam mahasiswa Mapala UMI.

Selain itu, pemicu lainnya terkait penempelan panflet Mapala di fakultas teknik dalam rangka perekrutan anggota baru Rabu, 5 November. Ketika itu, mahasiwa teknik menolak dan merobek semua panflet tersebut. Itulah yang menyebabkan anak mapala tersinggung sehingga mengancam akan menyerang ke teknik.

Namun, mahasiswa teknik mendahului menyerang sekretariat mapala. Akibatnya, kaca bagian depan sekretariat mapala tersebut pecah.

Tak terima sekretariatnya dirusak, mapala menyerang balasan. Sempat terjadi kejar-kejaran di kampus hingga keluar kampus.

Saat di luar kampus itulah, Fajrin terkena bacokan. Dia dibacok di depan pintu masuk kampus, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo. Fajrin terkena parang ketika mencoba menghadapi sekitar 30 mahasiswa mapala seorang diri.

Tidak jelas siapa yang membacok Fajrin. Yang pasti, hanya beberapa detik setelah terkena sabetan parang Fajrin yang terus mencoba mengejar akhirnya roboh bersimbah darah di tengah jalan. Beberapa warga berupaya menyelamatkan Fajrin dengan membawa ke RS Ibnu Sina.

Bentrokan berakhir saat aparat kepolisian dari Polresta Makassar Timur, Polsekta Panakkukang, dan Perintis Polda Sulsebar tiba di lokasi kejadian. Mahasiswa yang terlibat bentrokan berhamburan melarikan diri. Setelah situasi agak reda, aparat kepolisian menyisir hingga ke dalam kampus.

Saat penyisiran, polisi menemukan senjata api dan senjata tajam di beberapa lokasi di kampus UMI. Senjata api yang disita petugas yaitu dua papporo (senjata rakitan asal Palopo) aktif dan siap ditembakkan serta sepucuk pistol rakitan berisi peluru. Senjata tajam yang diamankan yaitu tiga parang, empat badik, satu busur, dan tiga anak panah. (m07-amr/jpnn/ruk)

Iklan

7 Tanggapan

  1. dulu pemuda (mahasiswa juga) bersumpah demi bangsa dan negaara yang terkenal dengan sumpah pemuda-nya di tahun 1928. lha sekarang pemuda banyak disumpahin orang se-bangsa dan negara…
    kacau–kacau– sebagai mantan mahasiswa, aku malu dengan polah mahasiswa sekarang ini… hanya masalah sepele aaja jadi berabe.. ๐Ÿ˜ฆ

  2. HEEEEEBAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTT
    JAAAAAAAGGGOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    DAN
    TOOOOOOOOOOOOLOOOOOOOOOOOOOO

    SEHARUSNYA MASALAH ITU DISELESAIKAN DENGAN MUSYAWARAH , APAPUN BENTUK MASALAH ITU HARUSNYA DENGAN BERUNDING..

    B U K A N SI BA’JI APALAGI A’BORONG-BORONG
    CCCCCCCC EEEEEEEE MEEEEE NNNNN LOOO

    • “maaf saudara adnan yang semoga dimuliakan oleh Allah, komentar anda saya hapus. Karena jorok serta ada unsur celaan dan menghina. Mohon diperbaiki bahasanya” (by admin)

      Jawab Abu Jaisy:
      Dulu saat saya menjadi mahasiswa, pasti ada persengketaan dengan sesama fakultas. Tetapi tidak ada saling adu jotos, walaupun panas, tetapi hati tetap dingin. Dan perlu diperhatikan, saya sendiri pelatih beladiri mahasiswa. Di Surabaya tercatat ada 4 mahasiswa dari Makasar yang dulu ikut pelatihan beladiri yang saya adakan. Dan semuanya aktivis pergerakan. Bukan aktivis preman!

      Semoga Allah memudahkan perjuangan anda, tanpa perlu menumpahkan darah saudara anda sendiri!

  3. saya kira penyelesaian masalah itu dengan musyawarah bukan dengan bentrok, berkelahi,tapi kenapa masih banyak saja permasalhan yang di selesaikan dengan bentrok ? TANYA KENAPA,ENJOY AJA.

    Jawab Jaisy01:
    Seep, bener sekali bos. Salut buat bos armania ๐Ÿ˜€

  4. JADI MANUSIA ITU HARUS PUNYA PRINSIP DAN PENDIRIRAN.KARENA KITA SEMUA NANT MATI. PAKAH KALIAN MAU MATI CUMA-CUAM ? TANYA KENA PA???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    Jawab Jaisy01:
    Sabar bos! Ampun ๐Ÿ˜€

  5. klu memang sdh tidak ada jalan lagi mari kt jihad cess…….tp di jln yg benar okey……..

  6. maju terus mahasiswa indonesia………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: