Kemenangan KarSa Buktikan Quick Count Tak Selalu Tepat


Surabaya – Hasil penghitungan cepat atau quick count perolehan suara Pilgub Jatim putaran kedua yang dilakukan tiga lembaga survei benar-benar di luar prediksi.

Jika pada penghitungan cepat, 4 November lalu pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) berhasil mengungguli Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dengan selisih suara antara 1-2 persen.

Dari penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan
KaJi memperoleh suara sebanyak 50, 44 persen, dan KarSa mendapat 49,56 persen.

Sedangkan versi Lingkaran Survei Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.

Disusul Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menyatakan pasangan KaJi memperoleh
50,71 persen, sedangan KarSa selisih tipis dengan memperoleh 49,29 persen.

Sayangnya, semua penghitungan cepat yang dilakukan oleh tiga lembaga survei gugur begitu saja. Karena dari hasil rekapitulasi suara secara manual yang dilakukan KPUD Jatim, hasilnya justru bertolak belakang.

Pasangan KarSa yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN dan PKS berhasil mengungguli KaJi dengan perolehan suara yang cukup tipis. KarSa mendulang 7.729.944 (50,20%). Sedangkan pasangan KaJi hanya mendapatkan suara sebanyak 7.669.721 (49,80%).

Dengan hasil resmi penghitungan suara KPUD Jatim yang dilakukan di Hotel Mercure Grand Mirama, Selasa (11/11/2008) itu, maka pasangan KarSa tampil sebagai pemenang dalam Pilgub Jatim putaran kedua dengan perolehan suara yang hanya selisih 60.223 suara dari KaJi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jatim. Mari bersama-sama mewujudkan Jatim yang makmur, sejahtera dan maju. Ini adalah kemenangan rakyat Jatim semuanya," katanya saat ditemui di Posko KarSa di Jalan Comal, Surabaya.(bdh/gik)

43 Things Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Iklan

2 Tanggapan

  1. Sejak sebelum kejadian pilgub, quick count memang tidak selalu tepat. quick count menggunakan metode statistik dengan toleransi sampai dengan 2% atau dengan ketepatan 98% saja. Quick count tetap metode yang paling akurat dalam melakukan penghitungan suara, sekaligus sebagai control, dengan catatan, dipandang secara ilmiah, dan independen.

  2. justru kemnangan KARSA membuktikan demokrasi kita telah ternodai oleh otak-otak intelektual yg busuk !!!!

    Jawab Jaisy01:
    Yups, memang demokrasi sangat busuk bagi pihak yang kalah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: