Oknum Kader PAN Memperkosa Penyanyi Dangdut

Penyanyi Dangdut Diah Kristin alias Titin Kharisma mendatangi Kepolisian Resort Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/12) dengan didampingi ibu dan kakaknya. Sang Artis yang terkenal lewat tembang SMS versi house music ini melaporkan atas tindakan penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh KA, seorang pengusaha dan pengurus harian Partai Amanat Nasional (PAN) Sidoarjo.

Warga Desa Punggul, Gedangan, Sidoarjo, ini mengatakan bahwa awalnya dia diajak untuk mempromosikan album pertamanya. Tetapi, ketika pelaku dalam kondisi mabuk membawanya kesebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, dengan dijaga dua pengawal pribadinya. Hingga terjadilah peristiwa pemerkosaan tersebut. Selain KA, korban perkosaan tersebut menyebutkan beberapa anggota Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) juga terlibat dalam aksi pemerkosaan terjadi.

Dengan adanya laporan tersebut, polisi cepat bertindak. Namun karena lokasi pemerkosaan tersebut bukan didaerah Sidoarjo, melainkan di wilayah kepolisian Surabaya. Maka Polres Sidoarjo tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya melimpahkan kasus tersebut kepada wilayah hukum kepolisian Surabaya. Sangat ironis, disaat setiap partai-partai dalam masa kampanye berebut simpati masyarakat. Tetapi oknum kader PAN tersebut malah berbuat tindakan asusila yang menjijikkan tersebut. Apakah ini cerminan kader partai yang akan dipilih untuk menjadi wakil rakyat? Semoga masyarakat tidak salah pilih dalam Pemilu 2009 nanti.

Iklan

Muslim Rusia Dipaksa Belajar Agama Kristen

Dalam acara tahuan "Christmas Readings" di Moskow pada bulan Januari 2008, Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, Andrey Fursenko mengatakan, "menerapkan ajaran agama-agama langit di level pemerintahan baik di tingkat federal, regional maupun tingkat pemerintahan kota, merupakan tindakan yang terlarang." Menurut Fursenko, yang paling penting bagi siswa dan orang tuanya adalah memberikan kebebasan memilih pada mereka untuk menghindari kontroversi.

Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 14 Februari 2008, sekitar 227 pemuka agama Kristen di Rusia mengirimkan surat pada Vladimir Putin (mantan presiden Rusia) yang isinya mendukung inisiatif dari Gereja Kristen Ortodoks Rusia untuk memasukkan ajaran agama Kristen dalam mata pelajaran sekolah. Para pemuka agama Kristen menyebut mereka yang menolak inisiatif ini sebagai para penganut nihilisme dan tidak toleran terhadap Gereja Ortodoks Rusia, Gereja Ortodoks Kristen dan pada pengikutnya.

Tapi dua bulan kemudian, pada bulan April, lebih dari 1.700 cendekiawan Rusia yang pendukung sekularisme mengirimkan petisi pada Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang isinya meminta Presiden tidak mengabulkan inisiatif kalangan gereja untuk memasukkan ajaran agama Kristen sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah umum. Para cendikiawan sekuler itu beralasan, pemaksaan pelajaran agama akan menimbulkan ketegangan dan akhirnya perpecahan di Rusia.

Pada bulan yang sama, Dewan Mufti Rusia secara resmi menyampaikan keberatannya jika di sekolah-sekolah umum Rusia hanya diajarkan tentang budaya, sejarah dan tradisi dari satu agama saja, karena akan menimbulkan konflik agama dan etnis di Rusia. Baca lebih lanjut

Rusuk sang Pelempar Sepatu Remuk, Dihujani Bogem Mentah Paspampres

BAGHDAD – Bagi yang berangan-angan meniru ulah wartawan Iraq, Muntadar al-Zaidi, melempar sepatu ke presiden AS sebaiknya berpikir dua kali. Sebab, aksi yang memalukan Presiden George W. Bush itu berbuah petaka. Meski sepatu yang diarahkan ke kepala penggagas Perang Iraq itu meleset, Muntadar harus menerima hujan bogem mentah dari Paspampres dan agen rahasia AS. Akibatnya, lengan dan tulang rusuknya patah.

Kondisi mengenaskan Muntadar dipublikasikan Durgham al-Zaidi, adik laki-lakinya, kepada Agence France-Presse kemarin (16/12). "Dia mengalami patah tulang lengan dan rusuk akibat perbuatan pasukan keamanan Iraq," ujarnya. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci sejak kapan Muntadar mengalami cedera, entah ketika berada di tahanan atau sesaat setelah diamankan pasukan Iraq.

Saat ini, kata Durgham, wartawan stasiun televisi swasta Al-Baghdadia tersebut ditahan di kompleks berpengamanan superketat, yakni Zona Hijau Baghdad. "Dia disekap atas perintah Muaffaq al-Rubaie, penasihat keamanan nasional Iraq," lanjutnya. Selain tulang lengan dan rusuk yang patah, mata dan lengan laki-laki 28 tahun itu robek. Sejumlah saksi menuturkan bahwa luka robek di wajah tersebut sudah terlihat saat Muntadar dikeler petugas.

Dalam kesempatan itu, Durgham mengungkapkan keterkejutannya atas aksi sang kakak. Kendati demikian, dia tetap bangga. "Aksi tersebut dia lakukan dengan spontan. Dia mewakili jutaan warga Iraq yang sejak lama ingin mempermalukan tirani AS," ucap laki-laki yang sering mendampingi kakaknya dalam tugas liputan sebagai juru kamera itu seperti dilansir CNN. Baca lebih lanjut

15 Tokoh Muda Berpengaruh

Tak Seorang pun Anak Elite Politik Masuk

JAKARTA – Meskipun Pilpres 2009 telanjur "terjebak" pada dua figur sentral, yaitu SBY dan Megawati, upaya untuk memunculkan tokoh-tokoh alternatif, terutama tokoh muda, tak pernah padam. Sebanyak 15 pemimpin muda berpengaruh kemarin (16/12) di-launching majalah Biografi Politik yang dinakhodai Yudi Latief.

"Kalau ada yang bilang kita tengah kemarau kepemimpinan, itu aneh. Negeri ini murung karena terlalu banyak yang bicara masalah, bukan solusi, dan terlalu banyak berkutat pada sosok-sosok lama ketimbang mengangkat figur-figur muda," kata Yudi Latief, ilmuwan Universitas Paramadina, di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, kemarin (16/12). Selengkapnya nama 15 tokoh muda berpengaruh lihat grafis.

Yudi Latif menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan kualitatif dalam menobatkan 15 tokoh muda berpengaruh. Menurut dia, para tokoh muda itu adalah orang-orang yang sukses di bidang masing-masing. Riri Riza, misalnya, merupakan sutradara muda yang sukses.

Karya terakhirnya, film Laskar Pelangi yang diangkat dari buku karya Andrea Hirata, menyedot jutaan penonton dan sangat menginspirasi.

"Pramono Anung juga sukses membangun manajemen parpol yang rasional dan memenangi ratusan pilkada di PDIP," ujar Yudi. Baca lebih lanjut

Trophies to the spirit of success

Entering new higher schools and even getting new jobs is easy as having a great life. Our lives will run smoothly of what we have in the past and present. Such as academic scores, experiences and even some corporate awards. These corporate awards are such as kinds of informal activities or educations we get in and out of learning process as they called outdoor activities. Getting these awards are not only when we are at school, but also when we are at work as they support to bring us up of successful or good carrier.

Corporate awards are important additional awards which help us to attract people or some organization when we want to involve with them. They are as our potential points to get the first chair of any moments, for example being a student who has some corporate awards such as basketball trophies, soccer trophies, gymnastic trophies and many more. Those can make us become a very useful asset of school. There will be possibility for us to get additional facilities of earning some bucks will be real.
Baca lebih lanjut

PKS: Ada Upaya Terencana Bakar Rumah Simpatisan

DEPOK – Indikasi pembakaran secara disengaja di delapan titik kebakaran rumah simpatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin nyata. Ditemukan barang bukti tiga bundel kain yang telah dibasahi minyak tanah, yang diduga dilemparkan ke tiga titik rumah yang dibakar.

Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi mengatakan, tepat 10 meter di depan rumah ada dua warung yang ikut terbakar. "Ini diduga salah sasaran," tegas Mujtahid di kantornya, Senin (15/12/2008).

Menurut Mujtahid, besar kemungkinan kejadian yang terjadi bersamaan di delapan titik itu merupakan kebakaran yang terencana dan terorganisir.

"Saat kebakaran di gedung DPD Sabtu 13 Desember pagi, kami menilai itu kebakaran biasa, tapi setelah Senin dini harinya ada kebakaran lagi di rumah simpatisan PKS kami memutuskan untuk melaporkan ini ke polisi," terangnya. Baca lebih lanjut

Puluhan Ribu Orang Sambut Hari Jadi Hamas


KOTA GAZA–MI: Puluhan ribu pendukung Hamas berkumpul di kota Gaza pada Minggu untuk menandai hari jadi ke-21 pembentukan gerakan Islam itu, yang secara keras merebut Jalur Gaza pada tahun lalu.

Bus penuh pengunjukrasa mengarus ke kota itu dari wilayah padat di seberang, melambaikan bendera hijau Gerakan Perlawanan Islam tersebut.

"Hamas bergerak mulai dari pelemparan batu sampai senjata dan roket, dari dukungan awal beberapa ribu orang sampai dukungan jutaan di negara Arab dan seluruh dunia," kata salah seorang pejabat tertinggi gerakan itu di Gaza, Mahmud Zahar, di laman Hamas. "Gerakan itu berhasil dalam menyerang keamanan negara Israel," katanya.

Hamas meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan anggota parlemen Palestina pada Januari 2006, tapi tetap didaftarhitamkan sebagai kelompok teroris baik oleh Eropa Bersatu maupun Amerika Serikat dan Israel. Televisi Hamas menyebut pengunjukrasa pada sore di lapangan Katiba di pusat kota itu di berjumlah ratusribuan.

Kepala pemerintah Hamas di Gaza, Ismail Haniya, dijadwalkan tampil di unjukrasa itu, yang bertujuan menunjukkan kekuatan dalam ketegangan gerakan tersebut dengan pemerintah Presiden Mahmud Abbas, yang berpusat di Tepi Barat. Baca lebih lanjut