Ada Orang Jahil Yang Menyatakan Bahwa Saya Menghujat

Iseng-iseng saya melihat salah satu blog yang pernah saya singgahi. Atas pemberitahuan dari salah seorang komentator blog saya (Mas Eko). Bahwa ada blog yang “berulah”. Saya kira ulahnya menfitnah PKS lagi, ternyata kali ini menfitnah blog saya kalau blog ini berisi tentang hujatan. Terpampang di judulnya “Aktivis PKS Menghujat”. Saya ingin tertawa. Ternyata setelah saya baca postingannya, si admin blog tersebut rupanya mempunyai solidaritas terhadap kawannya si ArtikelIslami.

Entah metodologi ilmu apa yang admin blog tersebut pakai, yang menyebutkan bahwa saya menghujat. Saya beberapa kali menantang admin ArtikelIslami untuk membuat seminar tentang PKS, tetapi nggak berani. Eh, malah ini ada orang jahil yang ingin menfitnah saya telah melakukan perbuatan menghujat seseorang. Kalau seandainya dia mau mengkonfirmasikan kepada saya, dimana letak hujatan saya itu lebih baik. Dan itu memang metode Islam dalam menyebarkan berita. Tetapi admin blog tersebut, mengangkat postingan kalau saya telah menghujat tanpa tabayyun sama sekali. Ini adalah bentuk fitnah yang biasa dilakukan oleh orang-orang munafik dan kafir untuk memerangi umat Islam.

Baca lebih lanjut

Iklan PKS yang “Berhasil”

Beberapa waktu saya sedang konkow-konkow dengan para kuli tinta. Sudah kebiasaan, sejak jadi wartawan dulu kebiasaan itu masih melekat. Walaupun sekarang sudah menjadi “orang biasa” yang “biasa” juga menulis. Beberapa kali teman-teman media melontarkan beberapa topik yang segar dan “mungkin” juga masih segar. Saat enak-enaknya minum susu kopi (Susu kopi apa kopi susu yah? Ah, yang terpenting sama nikmatnya), seseorang nyeletuk “Lagi-lagi PKS berhasil. Mulai dari dulu PKS memberikan sensasi di media yang membuat “gerah” dan mendapatkan sambutan pula”. Ada beberapa yang tersenyum, ada juga yang tidak menunjukkan ekspresi sama sekali.

Tak lama ada sambutan jawaban dari yang lain. “Iya, saya juga salut sama tim media PKS yang bisa begitu eye catching dalam mengemas sesuatu. Ini jangan-jangan tim media PKS memang orang media “beneran”” tak lama sambutan jawaban dari wartawan lain juga datang “Iya, tapi tuh iklannya ada iklannya Soeharto. Apa nggak munafiq tuh PKS, dulu aktivisnya menurunkan. Sekarang jadi Guru Bangsa atau Pahlawannya”. Jawab dari yang nyeletuk pun terlontar “Ah, biasa aja tuh. Yang terpenting bagi kita untuk dicermati adalah, bagaimana mereka mengemas tema-tema yang bisa mengena. Herannya, ini partai kecil kok yah punya ide-idenya cemerlang. Bisa bikin pada “bangun” semua. Yah contohnya aja, Tifatul Sembiring melontarkan wacana pemimpin muda. Tuh partai-partai sudah kebakaran jenggot. Dan iklan yang ini juga, banyak yang kebakaran jenggot juga. Meski nggak punya jenggot kayak Tifatul Sembiring, juga kebakaran jenggot” Hehehee, banyak yang pada ketawa. Baca lebih lanjut

Lebih Banyak Wartawan Online Ketimbang Cetak Dipenjara, Kata CPJ

Washington- Sebagai pencerminan jaman digital, kini lebih banyak wartawan online dipenjarakan di seluruh dunia ketimbang jurnalis media lainnya, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) melaporkan Kamis.

Kelompok pengawas media berkedudukan di New York itu, dalam sensus tahunannya tentang wartawan yang dipenjarakan, menyatakan hingga 1 Desember sebanyak 125 wartawan berada di balik jeruji besi, dua orang lebih sedikit ketimbang periode sama 2007.

Menurut CPJ, 56 dari wartawan yang mendekam di penjara itu adalah wartawan online, para reporter berbasis Web, para blogger atau redaktur online. Angka tersebut melewati jumlah wartawan media cetak untuk pertama kalinya.

Reporter media cetak, redaktur dan fotografer merupakan golongan terbesar dari wartawan yang dipenjarakan, dengan 53 kasus, kata CPJ, seraya menambahkan sisanya adalah wartawan televisi dan radio serta pembuat film dokumenter. Baca lebih lanjut

Bunuh Diri Karena Ketiadaan Dukungan Sosial

Bandarlampung- Psikolog yang juga pengajar di FKIP Universitas Lampung (Unila) Diah Utaminingsih, mengatakan maraknya aksi bunuh diri diantaranya karena kehilangan dukungan sosial.

"Umumnya pelaku bunuh diri adalah remaja dan orang dewasa, bahkan mereka pun berpendidikan. Hal itu diantaranya karena tidak adanya faktor protektif dan kehilangan dukungan sosial," kata dia, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mencontohkan, kasus ayah bunuh istri dan anak di Jawa Timur, kemudian bunuh diri, dari keterangan beberapa saksi pelaku sebagai sosok pendiam.

Artinya, ketika mendapatkan suatu masalah tidak bisa membagi ke orang lain yang dapat memberikan solusi.

Selain itu, sebagai orang dewasa dituntut harus mandiri, dan karena kurang berhasilnya dalam kehidupan sosial, ia merasa dilabel oleh lingkungan pribadi yang gagal, sehingga jalan pintas yang diambil adalah bunuh diri.

Terkait mengajak atau membunuh orang lain, seperti yang juga terjadi di Lampung beberapa hari lalu seorang ayah sebelum bunuh diri membunuh kedua putranya, Diah mengatakan dari perspektif ilmu psikologi seseorang yang ingin bunuh diri ada tiga yakni mempunyai sifat untuk membunuh, dibunuh dan mati.

"Sehingga, punya keinginan untuk membunuh orang lain terlebih dahulu sebelum bunuh diri," katanya. Baca lebih lanjut

Have the Natural Hair Beauty

We all know, hair is a crown for the owning. Hair is not just that we have, but the hair is a crown that we should guard and treated as such. Therefore, we must treat the hair with a natural treatment that later we do not damage the hair. So should we come to the hairdresser that is able to treat our hair. With the coming in the salons, then we will get the treatment Hair Salon Chalont are good and the maximum.

Baca lebih lanjut