Ada Orang Jahil Yang Menyatakan Bahwa Saya Menghujat


Iseng-iseng saya melihat salah satu blog yang pernah saya singgahi. Atas pemberitahuan dari salah seorang komentator blog saya (Mas Eko). Bahwa ada blog yang “berulah”. Saya kira ulahnya menfitnah PKS lagi, ternyata kali ini menfitnah blog saya kalau blog ini berisi tentang hujatan. Terpampang di judulnya “Aktivis PKS Menghujat”. Saya ingin tertawa. Ternyata setelah saya baca postingannya, si admin blog tersebut rupanya mempunyai solidaritas terhadap kawannya si ArtikelIslami.

Entah metodologi ilmu apa yang admin blog tersebut pakai, yang menyebutkan bahwa saya menghujat. Saya beberapa kali menantang admin ArtikelIslami untuk membuat seminar tentang PKS, tetapi nggak berani. Eh, malah ini ada orang jahil yang ingin menfitnah saya telah melakukan perbuatan menghujat seseorang. Kalau seandainya dia mau mengkonfirmasikan kepada saya, dimana letak hujatan saya itu lebih baik. Dan itu memang metode Islam dalam menyebarkan berita. Tetapi admin blog tersebut, mengangkat postingan kalau saya telah menghujat tanpa tabayyun sama sekali. Ini adalah bentuk fitnah yang biasa dilakukan oleh orang-orang munafik dan kafir untuk memerangi umat Islam.

Saya tantang Blog Anisah.890.com untuk membuktikan tentang PKS. Saya tantang semua prasangka dari blog tersebut untuk membuktikannya. Saya siap untuk mempublikasikan di koran nasional sekalipun. Tetapi ingat, konsekuensinya! Jika sampai 1 minggu tidak ada tindakan dari blog tersebut dalam klarifikasinya diblog saya ini (suara01.wordpress.com). Maka saya menganggap blog tersebut sebagai blog pecundang yang hanya ingin mencari sensasi. Berarti kebenaran tuduhan fitnahnya terhadap PKS benar-benar nyata! Saya anggap sebagai blog ahlul fitnah yang sangat jelas. Dan blog tersebut blog termunafik saat ini yang saya ketahui. Saya tunggu konfirmasinya mulai dari postingan ini dikeluarkan.

Iklan

3 Tanggapan

  1. waduh …. sepertinya damai lebih indah 😀

    Jawab Jaisy01:
    Iya, saya sebenarnya tidak pernah ada niatan untuk seteru-seteruan. Apalagi perang-perangan. Tapi kok yah ada saja yang “memulai”. Kalau damai itukan indah! 😀

    Jadi blogger yang baik, tanpa harus mendiskriditkan pihak tertentu adalah sebuah keharusan. Tetapi manakalah ada yang mendiskriditkan, maka sudah saatnya kita jawab. Dan bukan sedikit2 menyatakan berprasangka tanpa ada bukti, bisa menfitnah pihak2 tertentu. Kasihan kalau ada pihak yang difitnah dan kita tidak menjawab fitnahan tersebut.

    Yang terpenting. Damai itu indah, dan tentunya membuat kita lebih nyaman dalam berblogger. Sukses yah mas/mbak 🙂

  2. Setelah nimbrung dari tahun 1999 dalam pemilu pertama yang dianggap jurdil aku tetap pada pendirianku untuk selalu memilih partai yang didirikan oleh kalangan pendidikan yang mengedepankan dakwah. Namun untuk tahun 2009 ini aku harus berfikir ulang apakah tetap pada pendirianku itu atau mencoba memilih yang lain.

    Diantara kekecewaanku adalah :

    1. Dalam pilkada Purworejo, cabup yang dicalonkan PKS sudah nyata menjadi tersangka kasus korupsi APBD tetapi tetap saja diusung. Apakah masih kekurangan orang? Sekarang terbukti, Marsaid sudah dipenjara tetapi mana dukungan PKS terhadapnya. Dalam politik tidak ada teman abadi, hanya kepentingan abadi yaitu kekuasaan.

    2. Dalam pilkada Jateng, cagub yang dicalonkan PKS disangka korupsi APBD tetapi tetap saja diusung. Memang sampai sekarang belum terbukti tetapi sekali lagi, apa tidak ada orang lain!
    3. Dalam pilkada DKI, katanya keluarga cagub bersih dari tindak korupsi, tapi kenyataannya dipanggil KPK diduga terlibat dengan Arthalita Suryani.

    4. Pilkada Banten PKS menyalonkan Marissa Haque. Untung saja tidak gol menjadi gubernur. Sangat disayangkan PKS koq mencalonkan orang yang temperamen seperti itu. Terlepas dia benar atau tidak, emosional yang meledak sangat tidak cocok menjadi dan menduduki jabatan publik. Pertikaian dua cagub (yang satu jadi gub beneran) lebih mirip pertengkaran ibu rumah tangga. Memplesetkan apa yang serng dikatakan Megakarti (plesetan Megawati) di republik mimpi, “Itulah kalau pemimpinnya perempuan….”

    5. Beberapa kali lebaran nampak sekali keputusan 1 syawal yang dikeluarkan majlis syura ga pengen berseberangan dengan pemerintah. Beragama koq terkooptasi kepentingan politik.

    6. Dalam pemilu 2004, bagaimana kader tergiring oleh salah satu DPP untuk membela dan mendukung Wiranto dengan alasana Wiranto sudah TOBAT! namun di detik-detik terakhir dengan malu-malu melirik dan memilih Amien Rais. Andai saja dari awal sudah diikrarkan Amien Rais mungkin akan menang. Atau ini hanya akal-akalan saja untuk menggembosi Amien Rais?

    7. Iklan kampanye pemilu 2009 ini beberapa kali tersandung entah itu dengan partai lain, atau malah yang terakhir TIDAK PUNYA KEPEKAAN TERHADAP WONG CILIK yang pernah dikecewakan Soeharto. Polemik berkembang, eh malah Ust Tif seolah cuci tangan ga tau apa-apa. Sudah capek-capek kader membela mati-matian kebijakan materi iklan dengan mengatakan Soeharto layak jadi guru bangsa, diakhir cerita presiden PKS meralatnya.

    Jawab Jaisy01:
    Wah, kalau kecewa sih biasa mas. Sudah banyak yang juga merasa kecewa, tetapi juga tidak sedikit yang senang loh.

    1. Dalam Pilkada Purworejo, mungkin anda bisa langsung tanya ke DPD PKS yang terkait. Karena setiap DPD PKS dengan yang lainnya mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam menentukan calon. Jadi tidak bisa digeneralisasikan bahwa semua seperti yang anda katakan. Benar, dalam politik tidak ada musuh dan teman abadi. Kekuasaan itu bukan tujuan kami, tetapi adalah hakekat menegakkan kalimat Allah. Apakah Rasulullah sebelum berkuasa berani menyatakan dirinya disetiap surat2nya kepada raja hanya sebatas Rasul semata? Silahkan dibaca Tarekh dan Sirronya.

    2. Disangka itu belum tentu terbukti, masih ada %50 perbandingannya sebelum terbukti. Karena kita negara hukum, maka tidak bisa kita bermain dengan prasangka tanpa bukti yang kuat. Kenapa tidak kader PKS sendiri? Sekarang saya mau tanya, apakah kader PKS sudah menguasai DPRD Jateng sehingga bisa dengan “sok” mau mengajukan calon dari internal PKS? Kita hidup di negara demokrasi, kita tidak bisa memaksakan kehendak apa yang kita inginkan, ada mekanisme tahapan demokrasi yang secara otomatis harus dilalui. Nah kalau negara Islam yah ok2 aja!

    3. Sudah saya katakan, hukum tidak bisa dijadikan asumsi. Ada pembuktian yang harus dilakukan, dan harus kuat dalam setiap pembuktiannya. Kalau hanya diduga, disangka, dsb. Itu tidak bisa didasarkan sebagai bukti sebagai dakwaan.

    4. Masalah Marissa Haque sebagai wakil gubernur, jadi bukan Marissa Haque bukan dicalonkan sebagai gubernur. Dan masalah temperamen apa nggak, setiap wanita memang temperamen, lalu apakah gubernur banten juga tidak temperamen. Jadi sebagiknya bukan hanya Marissa Haque yang anda kritisi, tetapi gubernur banten yang sekarang.

    5. Anda seharusnya juga belajar masalah ijtihad dari setiap ulama. Jadi jika anda sudah mempelajari ijtihad setiap ulama dengan didasari masalah fiqh masing-masing, maka pertanyaan seperti ini tidak akan pernah muncul dalam benak anda. Anda sendiri belum tahu keputusan dewan Syuro’ PKS masalah ini! Silahkan anda melihat bayan Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS di situsnya.

    6. Anda salah. Anda hanya mengikuti berita! Yang membela Wiranto itu adalah ustad Anis Matta, dewan syuro’ belum memutuskan dalam mempertimbangkan berbagai calon yang semuanya nggak kredibel. Jadi istilahnya, mencari kucing buluk yang nggak buluk-buluk amat. Itu sulit sekali! Dan wacana Amien Rais pun sudah bergaung dibawah Ustad Hidayat Nurwahid. Jadi ada dua versi, antara Wiranto dan Amien Rais. Dan yang terpilih Amien Rais kala itu. Hehehe, yah memang andai saja PKS langsung menentukan calon presidennya Amien Rais insya Allah menang. Karena menurut Amien Rais kader PKS adalah penentu kemenangan, bukan kader PAN sendiri 🙂 Saya juga orang Muhammadiyah, insya Allah saya tahu track record Amien Rais dalam beberapa catatan saya. Dan dengan melihat video pernyataan Amien Rais di Banyuwangi yang sudah sangat dengki terhadap PKS, menambah daftar track record saya. Karena yang dibicarakan Amien Rais hanya asums, prasangka dan tidak ada buktinya. Masa ulama kok menghina orang, apakah ini contoh ulama yang kita patuhi? Padahal kader PKS ketika sudah tahu bahwa Amien Rais yang jadi calon presidennya, langsung melaksanakan program-program yang sudah seharusnya dilaksanakan. Jadi setelah muncul isu pernyataan Amien Rais di Banyuwangi, banyak sekali kader PKS yang akhirnya kecewa dengan Amien Rais. “Sudah dibela mati-matian, kok malah mukul dari belakang!” ucap salah satu teman.

    7. Yah, setiap orang punya wacana masing-masing. Presiden PKS Ustad Tifatul Sembiring menyatakan bahwa Iklan yang dilakukan oleh TPPN PKS merupakan kebijakan dari Ustad Anis Matta. Kalau ingin melihat artikel2 masalah ini, saya kasih artikel yang sudah ada di blog ini. Silahkan dilihat:

    Iklan PKS yang “Berhasil”
    Soal Iklan Soeharto, Internal PKS Pecah
    PKS Tegaskan Kontroversi Iklan Tokoh Nasional Tak Perlu Terjadi
    PKS Akan Pertemukan Ahli Waris Soeharto dan Soekarno
    PKB Bela PKS Soal Iklan Soeharto ‘Pahlawan’
    Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall
    Ayo… Rame-Rame Somasi PKS…

    Semoga bisa bermanfaat. Maaf atas keterlambatan jawaban saya, karena ada beberapa blog saya yang harus ditangani secara serius.

  3. Ustadz, artikel tentang perfeksionisnya dah jadi belum?

    Jawab Jaisy01:
    Insya Allah, tunggu saja yah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: