Iklan PKS yang “Berhasil”


Beberapa waktu saya sedang konkow-konkow dengan para kuli tinta. Sudah kebiasaan, sejak jadi wartawan dulu kebiasaan itu masih melekat. Walaupun sekarang sudah menjadi “orang biasa” yang “biasa” juga menulis. Beberapa kali teman-teman media melontarkan beberapa topik yang segar dan “mungkin” juga masih segar. Saat enak-enaknya minum susu kopi (Susu kopi apa kopi susu yah? Ah, yang terpenting sama nikmatnya), seseorang nyeletuk “Lagi-lagi PKS berhasil. Mulai dari dulu PKS memberikan sensasi di media yang membuat “gerah” dan mendapatkan sambutan pula”. Ada beberapa yang tersenyum, ada juga yang tidak menunjukkan ekspresi sama sekali.

Tak lama ada sambutan jawaban dari yang lain. “Iya, saya juga salut sama tim media PKS yang bisa begitu eye catching dalam mengemas sesuatu. Ini jangan-jangan tim media PKS memang orang media “beneran”” tak lama sambutan jawaban dari wartawan lain juga datang “Iya, tapi tuh iklannya ada iklannya Soeharto. Apa nggak munafiq tuh PKS, dulu aktivisnya menurunkan. Sekarang jadi Guru Bangsa atau Pahlawannya”. Jawab dari yang nyeletuk pun terlontar “Ah, biasa aja tuh. Yang terpenting bagi kita untuk dicermati adalah, bagaimana mereka mengemas tema-tema yang bisa mengena. Herannya, ini partai kecil kok yah punya ide-idenya cemerlang. Bisa bikin pada “bangun” semua. Yah contohnya aja, Tifatul Sembiring melontarkan wacana pemimpin muda. Tuh partai-partai sudah kebakaran jenggot. Dan iklan yang ini juga, banyak yang kebakaran jenggot juga. Meski nggak punya jenggot kayak Tifatul Sembiring, juga kebakaran jenggot” Hehehee, banyak yang pada ketawa.

Seseorang yang lain pun mengomentari. “Iya, terlepas dari kontroversi ini. Kita melihat PKS memang lebih pintar mengemas sesuatu. Kita semua paham, kalau salah satu iklan ataupun berita yang berhasil “meledak” itukan sering dibicarakan dan menjadi topic utama. Nah, PKS memang telah berhasil!” Tak lama, saya juga ingin mengomentari hal tersebut “Yah, bagi saya semua pahlawan dan guru bangsa punya “cacat” semuanya! Kita lihat semua iklan yang ditampilkan oleh PKS, ada Soekarno, Soeharto, M. Natsir, Bung Tomo, Kh. Hasyim Asy’ari dan Kh. Ahmad Dahlan. Mereka mempunyai cacat dimasing-masing era. Yah sebelumnya kita contoh saja, Kh. Ahmad Dahlan. Bagi sebagian yang lain, Kh. Ahmad Dahlan bukanlah seorang pahlawan atau guru bangsa, tetapi tukang menbid’ah-bid’ahkan dari ajaran yang lainnya. Kalau Kh. Hasyim Asy’ari, beliau juga tidak diterima oleh beberapa kalangan karena cara beliau berdakwah. Jika Soekarno, dia mempunyai catatan buruk telah menganggap M. Natsir sebagai pemberontak, pernah memenjarakan Buya Hamka. Kalau M. Natsir, bisa dilihat bagaimana beliau dikabarkan seorang pemberontak yang ingin merebut Indonesia, di buku sejarah SD kita dulu kan begitu! Kalau Bung Tomo, baru-baru digelari Pahlawan, karena ada masalah dengan Soekarno. Nah, tinggal Soeharto. Yang punya track record buruk di era Reformasi ini.

Jika semua dilihat keburukan-keburukannya, bisa nggak selesai-selesai. Karena setiap manusia punya track record sendiri-sendiri. Kewajiban manusia, apalagi seorang muslim sebuah hal yang harus ditekankan untuk melihat setiap orang yang meninggal untuk dibicarakan kebaikan-kebaikannya. Jika dia seorang muslim, yah harus memaafkan apa yang dilakukan seorang muslim yang lain ketika melakukan kesalahan. Yah terlepas dari itu, saya sih terserah mereka-mereka”

“Jadi teringat sesuatu nih. Ingat nggak ada salah satu wartawan yang saat itu getol sekali ingin mempublikasikan kalau PKS itu bentukan dari BIN, dananya dari Cendana, dll. Tapi “keder” juga, karena bukti-buktinya tidak pernah didapatkan dari sumber “teliksandinya” celetukan itu membuat beberapa wartawan “senior” tertawa. Jadi malu, ketika seseorang teman menyindir seperti itu. Saya ingat, waktu dulu saya begitu giat mencari “pembenaran” tentang “siapa dibalik PK”. Tetapi karena nggak punya bukti apapun, akhirnya saya mengurungkan diri. Takut disomasi sama pihak PK atau PKS saat itu. Tetapi akhirnya saya menemukan bukti, kalau PKS itu memang “Bersih, Peduli dan Profesional” Terus berjuang rekan-rekan PKS.

From: http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=12027&post=1

Artikel senada juga bisa dilihat disini :
Langkah Kuda PKS
Muhammadiyah dinilah kurang dewasa tanggapi iklan politik PKS
“The Last of the Mohicans” di Balik Iklan PKS

Iklan

13 Tanggapan

  1. lain dengan yang saya baca di media massa, disebut pengamat politik ada yang mengatakan strategi PKS ini kurang tepat karena isu yang tidak populis meskipun jadi perbincangan tapi kan sesuatu yg “bad”.
    PKS harus hati2 lho kalau masih ingin “istiqomah” dengan paltform semula jangan terburu “nafsu”..

    ——-
    NB :
    gara2 kasus ini ada yg menyebut PKS sudah “terbelah ” ada yg garda keadilan ( yg masih istiqomah kinerjanya) ada yg garda sejahtera ( yg mulai melek urusan duniawi 🙂 )

    juga suara internal tidak satu lagi , perihal iklan ini ,Tifatul menyebut ini kesalahan, Anis Matta ” ini sebagai ilustrasi untuk merajur mozaik bangsa”. Hidayat “PKS tidak pernah angkat Soeharto jadi Pahlawan”, seorang di DPP ( saya lupa namanya ) ” sengaja membuat iklan kontroversi , biar awet dalam ingatan publik..weleh…:(

    – trus yg paling teranyar ketua DPD Depok hengkang dari PKS…why ..?

    Jawab Jaisy01:
    🙂 artikel diatas dikutip dari dialog sesama teman2 saja. Yah, setiap orang itukan punya pandangan yang berbeda-beda. Dan saya ingat kata seorang Anis Matta dialog disalah satu televisi swasta, yang menyatakan bahwa “Pengamat itu tidak tahu apa yang sebenarnya kita lakukan, karena mereka hanya mengamati dari luar, bukan masuk kedalam sistem partai”

    Kalau menurut saya, kalau internal PKS “pecah” bukankah sudah sejak lama (sejak didirikannya partai tersebut) terjadi perbedaan pandangan di internal PKS. Tetapi sampai saat ini belum pernah ada “Hot News” bahwa “Perpecahan” internal PKS membawa kepada perpecahan partai. Inilah yang unik dari PKS. Kalau masalah garda-garda’an, sampai saat ini saya tidak pernah mendapatkan informasi seperti itu. Kalaulah seandainya ada informasi yang valid masalah tersebut, pasti bisa jadi hot news 😀

    Untuk masalah mantan Ketua DPD PKS Depok (M. Sholeh) yang pindah ke PBB. Yah bagaimanapun kita harus menghargai pilihan individu dalam perjuangan politiknya mau masuk yang mana. Namun perlu diketahui, bahwa sudah sejak lama dinon-aktifkan beliau dari kegiatan kepartaian (mungkin ada masalah internal di DPD PKS Depok) hingga akhirnya beliau harus memilih gerbong politik yang lain. Hal seperti ini sebenarnya sering terjadi, namun yang perlu menjadi patokan. Apakah internal DPP pusat ketika menyelesaikan sebuah masalah dengan hanya menurut ego masing-masing pihak? Jikalau itu yang dilakukan, akan terbentuk PKS-Perjuangan 🙂
    Yah, yang terpenting pemilu 2009 nanti. Apakah dengan dicalonkan sebagai caleg, beliau dapat mendongkrak penuh suara PBB, jangan sampai PBB hanya dimanfaatkan saja oleh beberapa pihak yang hanya ingin meraih populeritas semata. Karena kita semua tahu, bagaimana kader PKS dalam memilih gerbong politiknya.

  2. Saya sempat simpati terhadap PKS, tapi…Astagfirullah…apakah menampilkan perempuan tanpa tutup aurat, punker, sebut2 amal PKS, mengangkat diktator sebagai pahlawan, dan iklan-iklan lainnya yang kacau, itu merupakan bagian daripada milah Islam? Lalu pantaskah mengklaim pks sebagai tentara Allah?. Banyak sekali tindakan-tindakan dan pernyataan PKS yang tidak mencitrakan mereka sebagai partai Islam.
    Mungkin hanya pks satu-satunya partai yang “ngaku” Islam yang paling doyan sama perilaku riya dan ujub. Saya rasa tidak pantas mereka mengklaim diri sebagai partai dakwah. Karena saya analisa dari iklan-iklan PKS (termasuk iklan di tahun 2004-an), didalamnya tidak pernah mengajarkan keikhlasan, yang ada memuji-muji diri dan menyebut-nyebut amal pks. Sebagai partai dakwah seharusnya mereka hapal QS:2:264 yang bunyinya “janganlah kalian menghilangkan pahala (sedekahmu) dengan menyebut-nyebutnya”. Tapi saya yakin mereka pasti hapal, namun sebagaimana saya ketahui bahwa PKS sebetulnya adalah Pencari Kekuasaan Semata.

    Jawab Abu Jaisy:
    ingat loh, PKS = Partai Kita Semua
    Sudah benar iklan PKS seperti itu, daripada nanti kalau iklan orang-orang berjilbab semua nanti dibilang eksploitasi agama. Ah, manusia! Banyak maunya.
    ingatlah, “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.” Muttafaq Alaihi.”

    Wah, kehebatan anda masalah mengetahui keikhlasan sebuah organisasi apa sudah setara dengan Allah yah? Kok sampai tahu itu perbuatan riya, ujub sampai mengetahui masalah keikhlasan. Jelas, hal itu hanya Allah-lah yang berhak menghakimi. Kecuali anda sudah menjadi representasi dari Allah itu sendiri, Astaghfirllah. Ingatlah, definisi ikhlas dalam terminologi syari’at ““menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah”” dan Ada yang mengatakan juga bahwa ikhlas adalah “membersihkan amalan dari komentar manusia”, yaitu jika engkau sedang melakukan suatu amalan tertentu maka engkau membersihkan dirimu dari memperhatikan manusia untuk mengetahui apakah perkataan (komentar) mereka tentang perbuatanmu itu. Cukuplah Allah saja yang memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu untukNya. Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu). Hal ini adalah penjelasan dari Syaikh Abdul Malik.

    Menyebut-nyebut keberhasilan PKS itu adalah bukti keberadaannya. Nanti kalau PKS ngeklaim partai dakwah lalu nggak terbukti, anda mungkin sewot lagi dengan bilang “mana buktinya, partai dakwah kok nggak memberikan kemaslahatan ummat”. Halah manusia, memang banyak maunya.
    Yah saya hanya mengingatkan anda dan sekalian kelompok anda
    “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah berprasangka. Sebab prasangka itu sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu saling mencari-cari kekurangan dan kejelekan orang lain janganlah bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi satu sama lain. Jadilah hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Orang muslim adalah saudara sesama muslim, yang di antara mereka dilarang saling menyakiti dan saling menghina. Taqwa itu berada di sini (sambil Rasulullah menunjuk ke arah dada). Cukuplah seseorang dikatakan melakukan kejelekan bila dia menghina sesama muslim. Orang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga kehormatan, rahasia, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan Mus­lim).”

  3. kunjungi http://www.pkswatch.blogspot.com, disana akan anda temui ikhwan-ikhwan Jamaah Tarbiyyah sejati, bukan Muqalid, dan bukan korban doktriner statis.

    Jawab Abu Jaisy:
    Iya, insya Allah saya sudah beberapa kali mengunjungi. Hem, jadi menurut terminologi anda bahwa kader Tarbiyah sejati seperti itu yah? Hehehe, apa nggak kepikiran kalau mereka binaan2 Intelegent yang bermaksud untuk menghancurkan umat Islam. Ingatloh, sudah tertangkap beberapa agen Intelegen yang menyusup di PKS. Dan mereka punya banyak binaan-binaan, nah mungkin saja si Dos salah satu binaannya kale! Yang akhirnya jadi tim BSH (Barisan Sakit Hati).
    Oh iya, saya dulu sudah membuat artikel untuk yang salah satunya untuk si Dos. Mungkin bisa anda lihat disini —-:> https://suara01.wordpress.com/2008/04/14/hakekat-nasehat/

    Malah saya sangat bingung, kalau ada orang getol banget kayak si Dos, dibilang kader Tarbiyah sejati! Lucu sekali, ada orang yang ghuluw dan ghurur dibilang sejatinya seorang muslim yang tertarbiyah? Masya Allah.

    Ingatlah, “Sahabat Irbadh bin Sariyah ra telah berkata: Rasulullah saw pernah menasehati kami dengan nasehat yang keras, hingga membuat hati gemetar dan air mata mengucur, deras. Kemudian kami berkata: “Ya Rasulallah, seakan-akan nasehatmu ini merupakan nasehat yang terakhir. Maka berikanlah wasiat kepada kami.” Sabda Rasulullah: “Aku berwasiat kepadamu agar selalu bertaqwa kepada Allah, patuh dan taat (kepada pimpinan) sekalipun yang memimpinmu seorang hamba sahaya. Sebab barang-siapa di antara kamu sepeninggalku nanti masih hidup, maka dia akan melihat perbedaan pendapat yang merajalela. Ketika perbedaan pendapat sudah terjadi, maka berpegang teguhlah kepada sunahku dan sunah khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunah itu dengan gigi taringmu (hingga tidak bisa lepas), Dan jauhilah perkara-perkara baru. Sebab setiap yang bid’ah pasti tersesal” (HR. Abu Dawud).”

    Dan selama ini saya tidak pernah ter-doktrin bahwa Tarbiyah adalah sebuah jalan yang paling benar dari gerakan Islam yang lainnya. Dan orang-orang yang terdoktrin adalah orang-orang yang ghurur dan ghuluw dalam berpendapat. Bahkan merasa paling benar pendapatnya dan pendapat golongannya. Mereka adalah orang-orang yang terdoktrin. Mungkin saja salah satu binaan intelegent yang tidak tahu bahwa qiyadahnya dulu adalah intel yang menyusup untuk mengacak-acak umat Islam agar terus berpecah-belah.

    Oh iya, kenapa tidak memakai nama satu saja. Dede atau Abu Faridz saja, dan berkomentar di satu komentar. Hal itu akan lebih baik, daripada seperti ini kesannya kayak komentar yang “menipu” dan komentar yang “memaksakan”.

    Terima kasih atas kunjungannya.

  4. peace…
    keep in Partai Kita Semua…!

  5. hmm…
    saya baru baca koment ini brader…
    intelijen ya..? menarik juga…
    ada beberapa komentator aktif di blog tsb. apakah mereka sehaluan jg dg DOS?
    tapi ttg isi artikel DOS, saya kira itu sebuah potret realita. entah apa di balik itu semua. toh, kita mengambil apa2 yg sesuai dg al qur’an dan sunnah.
    btw, syukron telah membuka wawasan saya dari sisi lain ttg DOS

    Jawab Jaisy01:
    Beberapa orang di PKS pernah dibina Intelegent tetapi banyak sekali yang tidak sadar atau bahkan sudah ikut menjadi “agen”. Dan beberapa agen intelegen pun sudah banyak yang terindentifikasi, makanya banyak yang “loncat” (takut ketahuan). Sekarang ada sebuah pertanyaan! Apakah seluruh yang diberitakan DOS tentang PKS adalah kebenaran mutlak? Lalu apakah DOS lebih pintar dari dewan Syari’ah pusat sehingga dia merasa “jago-jagoan” dalam Ilmu? Setiap muslim sudah jelas diajarkan adab-adab dalam segala hal, termasuk dalam menampilkan nasehat. Insya Allah antum bisa membaca disini —:> Hakekat Nasehat

    Ok Bro 😀 Semoga bermanfaat.

  6. satu lagi brader
    tenang FKP. menarik sekali membaca tulisan2 DOS, baik berupan tulisan asli maupun koment. dimana FKP seolah dalam beberapa hal tidak sejalan dg PKS.
    kemudian…halah, apa ya..?
    jadi bingung mo nanya apa tadi..
    intinya, gmn pendapat brader about FKP?

    Jawab Jaisy01:
    Dibeberapa segmen (saya sebut segmen karena PKS memang ingin menyajikan “film” yang selalu bersegmentasi) bertema tentang judul-judul yang kadang membuat intelegent bingung. Bahkan kesannya mereka telah “berhasil” mengacak-acak PKS. Padahal dalam prinsip media, hal tersebut sudah sangat biasa bagi partai kecil seperti PKS untuk menunjukkan gaungnya. Jadi kontroversi-kontroversi sebenarnya hal yang biasa di sebuah organisasi. Sebuah organisasi akan pecah manakalah satu sama lainnya tidak sejalan dengan pemikiran organisasi.

    Nah sekarang, mari kita bersama-sama berfikir. Apakah PKS ada yang memecahkan diri menjadi PKS-Perjuangan? 🙂
    Kalau yang BSH (Barisan Sakit Hati) di PKS, sangat banyak sekali. Dan mereka sering “loncat-loncat”an. Jadi bisa kita simpulkan saja, bahwa orang yang menganggap di tubuh PKS terjadi perpecahan adalah orang-orang yang sudah terdiaknosis sudah masuk keperangkap sebuah grand design rencana yang dilakukan tim Media PKS. Padahal belum nyata bukti-bukti konkrit yang jelas, kecuali hanya prasangka yang dibumbui sebuah kalimat-kalimat justifikasi sehingga terkesan benar adanya. Padahal sudah sangat jelas Rasulullah menyatakan “Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong”. Hadits ini tidak akan berlaku bagi intelegent yang ingin merusak dan mengacak-ngacak umat Islam agar saling berseteru.

    Dan hanya orang-orang Islam yang keruh hatinya saja yang akan menjadikan dasar pembenar sebuah bukti prasangka yang dipaparkan oleh para intelegent-intelegent yang ingin merusak kebersatuan umat Islam.

    Ingat nggak bro saat tahun 2001-an, PKS di perkenalkan dengan isu sebagai partai Teroris. Beberapa pemboman marak pada 2001-2005 itu termasuk salah satu konspirasi untuk menjatuhkan PKS. Beberapa waktu lalu isunya, PKS partai Wahabi, lalu dikalangan harakah dakwah yang lain PKS diisukan sudah tidak sesuai dengan Syari’at Islam atau sudah melanggar kaedah-kaedah syari’at Islam. Wah, pokoknya neh Partai bener-bener jadi Partai Kontroversial Sekali. Banyak yang takut kalau PKS benar-benar menguasai negara, makanya dengan berbagai isu tersebut agar intelegen mampu dengan mudah memetakan setiap gerakan-gerakan Islam, tentunya agar tetap kondusif, para agen-agen tersebut disebar untuk memprovokasi setiap gerakan dakwah. Hanya PKS-lah yang tidak pernah mempermasalahkan setiap harakah dakwah atas setiap mazhab yang berbeda. Tetapi PKS tetap diserang sana-sini oleh setiap gerakan. Nah, biar nggak jadi konyol kayak FIS Al Jazair, makanya PKS harus mampu beradaptasi dalam perjuangannya, jangan sampai keras terjang sana-sini tapi nggak ada strategy, bisa konyol nanti.

    Ketika partai-partai berbasis Islam telah berguguran, dan berpecah belah. PKS masih tetap eksis dengan personil-personil yang tidak pernah ingin memecahkan diri, apalagi membuat partai baru sekira seperti PKS-Perjuangan. Inilah yang membuat intelegen-intelegen takut terhadap PKS. Beberapa pembesar-pembesar PKS pernah di undang BIN, dan berdialog masalah teroris. Dan mungkin perlu pembahasan khusus atau “Off the record” 😀

    Ok, bro semoga bermanfaat.

  7. i see… i see…
    but brader, ada satu(sebenernya banyak c) yg saya cemaskan. kadangkala kita seolah merasa mengendalikan apa yg kita ciptakan, namun ternyata, ciptaan itu malah yg berbalik mengendalikan kita.
    dalam hal ini, saya khawatir klo2 saudara2 kita itu tanpa sengaja dan tanpa disadari melakukan hal2 yg sesungguhnya telah melenceng dari garis dakwah yg lurus.
    klo memang strategi2 tsb, kemudian reaksi berantai dari strategi tsb memang masih dijalurnya, mungkin saja tak ada riak2 yg sedikit banyak mengusik pikiran.
    saya ingat pernah membaca di detik, ada kader (?) pks yg mengatakan bahwa ini (saat itu iklan suharto) adalah seperti ‘mengencingi air zam2’. saya cuma sedikit aneh aja. lha itu kn pepatah utk mengatakan bahwa ada seseorang yg demi mencari popularitas, lantas melakukan hal2 yg aneh bin ajaib nan tercela. kenapa menggunakan kata2 itu? ato sarkas-nya, apakah cara2 (baca : aneh bin ajaib nan tercela) seperti itu yg hendak dijadikan wasilah utk mencapai tujuan? semoga saja tidak.
    beberapa waktu yg lalu, katanya ada iklan di TV yg menampilkan wanita yg kasiyatun ‘ariyatun. katanya lho…maklum, ga punya TV. 🙂
    apakah kekhawatiran saya di atas hendak segera diejawantahkan?

    kemudian tentang BIN, wallohu a’lam. ada juga teman yg bertanya; bagaimana klo ternyata itu adalah skenario di atas skenario?

    btw, mohon pencerahannya di tulisan saya yg terbaru..
    jazakallohu khoiron
    barokallohufiika

    Jawab Abu Jaisy:
    Sesuatu hal itu tidak dapat kita prediksi, semua juga bisa seperti yang bro bilangkan!? 🙂
    “Ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri” inilah hal yang harus kita ingat. Hal-hal yang tidak pasti, merupakan sesuatu yang biasa, dan pasti terjadi dimanapun berada. Seperti kita menciptakan sesuatu yang bermaksud untuk kita kontrol tetapi malah berbalik mengontrol kita, adalah merupakan ketidakpastian disetiap organisasi Islam. Siapa yang menjamin? Tidak ada, kecuali Allah.

    Reaksi-reaksi itu hal yang biasa. Dan banyak sekali orang-orang yang ada di dunia maya ini mengaku-aku kader PKS. Tetapi saat ditanya benar-benar mereka pasti takut untuk memberitahukan siapa dia. Padahal kader PKS tidak pernah diajarkan menjadi pengecut yang selalu bersembunyi dibalik ketiak komentarnya sendiri (hehehe bau kale? 😀 ). Apalagi, kader PKS tidak pernah diajarkan untuk mengaku-aku didepan umum menyatakan diri kader PKS, kecuali mereka yang menjadi BSH (Barisan Sakit Hati), kalau yang ini sering terjadi.
    Dibeberapa tempat, ada orang mengaku-aku kader PKS dengan tampang yang meyakinkan, tetapi ternyata waktu di selidiki mereka adalah komplotan penipu yang selalu membawa-bawa nama PKS.
    Untuk iklan PKS masalah Soeharto, bisa dilihat komentar “Dwi A.” di sini —-> “Iklan PKS yang berhasil

    Untuk masalah “wanita yang mengenakan pakaian namun tidak menutup tubuhnya (kasiyatun ‘aariyatun)” Hal yang harus diperhatikan adalah kesyumulan PKS dalam berdakwah. Ini merepresentasikan bahwa PKS mampu diterima banyak pihak, bukan hanya orang yang berjilbab saja yang boleh “nyontreng” PKS. Seandainya saja PKS memakai orang yang berjilbab dalam iklan tersebut, apakah akan terlepas dari kontroversi yang seperti ini? Tentu tidak! Orang-orang yang sudah terjangkiti penyakit hati akan mempunyai seribu alasan untuk menyerang PKS. Sebuah hal yang harus kita ingat adalah bagaimana selalu mampu berkhusnudhon kepada setiap perjuangan umat Islam. Di AKP sendiri sebelum memenangkan pemilu di Turki, mereka tidak mempermasalahkan hal itu, namun sekarang sudah sedikit terlihat hasilnya. Penghapusan UU anti berjilbab di Turki sudah dicabut, beberapa orang sudah merasakan kenikmatan bagaimana ketika orang Islam mampu memimpin dengan karakter Islam. Jadi, perjuangan memerlukan strategi. Hal yang paling harus kita ingat, bahwa apa yang akan dilakukan oleh PKS harus melalui mekanisme Syuro’ itu sendiri. Dan Dewan Syuro PKS bukan orang-orang dungu yang tidak mengerti masalah syari’at. Nah, kalau umat Islam satu sama lainnya berkhusnudhon-kan enak yah bro!? 🙂

    Skenario diatas skenario, yah memang bisa saja terjadi. Hal itu adalah kemungkinan atas ketidakpastian, nah di organisasi Islam sendiri tidak ada yang tidak tersusupi oleh intelegen. Ketika ada sebuah organisasi Islam yang mengaku-aku tidak bisa tersusupi oleh intelegen maka, dia akan ditertawakan oleh BIN 🙂
    Karena pada dasarnya, setiap gerakan Islam yang muncul di Indonesia ini adalah “titipan” intelegen untuk memecah dan mengkotak-kotakkan umat Islam.
    Semoga bermanfaat bro 🙂

  8. Hal yang harus diperhatikan adalah kesyumulan PKS dalam berdakwah. Ini merepresentasikan bahwa PKS mampu diterima banyak pihak, bukan hanya orang yang berjilbab saja yang boleh “nyontreng” PKS.

    hmmm…
    mungkin dalam hal ini saya berbeda pendapat dg antum. terutama mengenai penerapan makna ‘kesyumulan’.

    klo memang alasan kesyumulan itu dijadikan sbg tameng utk mengesahkan suatu hal yg -kita tahu- melanggar syariat, saya rasa itulah salah satu kecemasan saya.
    inilah mungkin yg saya definisikan sebagai ‘kadangkala kita seolah merasa mengendalikan apa yg kita ciptakan, namun ternyata, ciptaan itu malah yg berbalik mengendalikan kita.’.

    disini, teman2 seolah sudah concern, bahwa kesyumulan itu adalah sesuatu yg mutlak utk suatu tujuan. sampai disini, sebenarnya belum ada yg terlalu ‘keluar dari rel’. karena kita tahu bahwa islam itu utk seluruh manusia.
    islam itu bukan menara gading yg tak terjangkau. saya kira kita sepakat. pertanyaannya adalah, bagaimana agar islam menjangkau seluruh manusia?

    dalam menjawab pertanyaan ini, teman2 yg membuat iklan itu saya kira sedikit keluar dari rel. benar, bahwa setiap manusia mestinya merasakan indahnya islam. namun bukan berarti nilai2 islam itu sendiri kita biaskan sampai benar2 bias.

    Jawab Jaisy01:
    Nilai2 Islam tidak bias kok. Disitu kan jelas yang di Iklankan PKS! Bukan Islam. Walaupun PKS berazas Islam, PKS tidak dapat direpresentasikan pada satu titik Islam. Di Iklan tersebut tidak hanya wanita yang tidak berjilbab saja yang ditampilkan, tetapi orang yang berjilbab pun ditampilkan. Jadi kesyumulan dalam hal ini adalah dakwah PKS itu dapat mengena, saya tidak membicarakan kesyumulan Islam, hal itu sudah tidak perlu dibicarakan karena sudah mutlak.
    Masalah memakai Jilbab dan tidak itu masalah hidayah Allah dan termasuk diperoleh dari sebuah pemahaman. Di kewanitaan PKS sendiri sering memberikan kajian-kajian kepada orang yang belum berjilbab, apakah itu salah? Lalu kalau seandainya ada orang yang tidak berjilbab tetapi senang terhadap PKS apakah itu salah?
    Kami membicarakan masalah kesyumulan dalam berdakwah. Tetapi tidak membicarakan konsep syari’at yang dipaksakan langsung kepada setiap orang yang belum mampu menerima konsep syari’at tersebut. Dalam metode dakwah ada marhalah-marhalah yang harus dilalui. Rasulullah sendiri tidak langsung memaksakan orang yang tidak mengerti Islam untuk langsung mengikuti syari’at Islam. Tetapi orang tersebut diberikan pengertian terlebih dahulu tentang syari’at. Jadi tidak asal dalam menerapkan hukum.

    Dalam Ilmu Hukum itu ada yang dinamakan inconditional law. Atau sesuatu yang belum saatnya diterapkan, tetapi harus diterapkan suatu saat nanti. Didalam Sirrah juga sudah dicontohkan hal-hal yang seperti itu. Sekarang, kalau menurut Bro apakah saat ini kita harus memaksakan untuk menerapkan syari’at Islam, sedangkan kondisi perpolitikan dan konspirasi yang melanda umat Islam begitu kontraproduktif dengan Islam? Di Arab Saudi sendiri tidak penuh dilaksanakan Syari’at Islam, bahkan mereka juga melakukan pelanggaran yang mutlak dalam syari’at Islam dengan membentuk sebuah kerajaan. Apalagi Arab Saudi sendiri lebih senang bekerja sama dengan orang-orang kafir (nasrani dan yahudi) daripada dengan umat Islam yang lainnya. Hal seperti ini mungkin saja ada metode-metode khusus yang ingin dilakukan oleh Saudi dalam medan dakwahnya.

    Seperti halnya PKS, yang sudah menganggap isu syari’at Islam itu tidak relevan lagi. Karena jelas, syari’at Islam itu bukan di-isukan. Tetapi diterapkan, minimal bagi kita sendiri dan jamaah umat Islam walaupun belum sampai kepada negara. Tetapi bukan berarti membuat metode-metode khusus untuk menarik simpati orang yang belum mengenal syari’at Islam dengan cara memilih mudhorat yang lebih kecil daripada mudharat yang lebih besar.

    Sekarang seandainya iklan PKS memakai orang yang berjilbab, apakah lepas dari kontroversial seperti ini?

    Permasalahan umat Islam itu begitu kompleks, ada banyak masalah yang melanda umat Islam. PKS memberikan image akan pluralitasnya Partai tersebut. Ini juga tidak terlepas dari mengelabui “sesuatu”. Apakah ada jaminan ketika PKS menang, maka PKS tidak dikudeta seperti partai2 Islam yang ada didunia ini? Nah dengan memperbaiki image PKS mampu diterima banyak pihak otomatis PKS bukan partai teroris yang selalu jumud dalam memahami sebuah konteks syari’at Islam. Ada skala prioritas dalam segala hal, dan tentunya tidak bisa kita terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Bro bisa lihat, Arab Saudi saja kalau di mata Amerika dianggap negara Islam yang moderat. Tetapi kalau di Indonesia apakah anggapan seperti itu ada? Tidak! Karena itulah peta perpolitikan bro, dan karena itulah peta intelegent asing yang ingin mengkotak-kotakkan Islam agar mampu diredam.

    Islam itu boleh berkembang, tetapi Islam tidak boleh bertumbuh besar apalagi berbuah. Islam layaknya bonsai bagi para “intelegent”.
    maka dari itu, pergerakan dakwah yang baru-baru bermunculan. Ada Hizbuttahrir, ada Hizb Salafi, ada PKS (Tarbiyah), ada JT, ada MMI, ada NII, dll. Semua tumbuh, dan adakah yang satu sama lainnya mampu bekerja-sama dengan baik? Kecuali PKS yang ingin selalu merangkul semua umat Islam tanpa membedakan madhzab dan ijtihad ulama-ulama satu sama lainnya. Inilah kesyumulan dakwah PKS, yang insya Allah mampu diterima banyak pihak.

    wanita yg kasiyatun ‘ariyatun itu, saya kira kita juga sepakat, bahwa itu bukan ciri2 islam dan tidak pula mencerminkan islam. (lihat secara realita, bukan dalam iklan). lalu, apa sebenarnya yg hendak dicapai dg menampilakan wanita seperti itu dalam iklan PKS? kesyumulan? aduh brader, sayang sekali klo kita bicara kesyumulan namun kita membuat kenyataan jadi pembenaran…. [duh, naga2nya jadi agak menghujat nih…afwan jiddan]

    Jawab Jaisy01:
    Bro, insya Allah saya sudah jelaskan, bahwa kesyumulan itu bukan berdasarkan pada konsep syari’at itu. Tetapi konsep dalam dakwah PKS untuk menarik sebuah simpati kepada orang yang belum mengenal PKS. Mungkin bro belum tahu, bahwa di kantor PKS sering kali didatangi orang-orang yang ingn ngaji di PKS, atau menginginkan diadakan pengajian di RT atau RW didaerah mereka, yang di isi oleh ustad-ustadzah PKS. Karena dakwah itu tidak menjadi pemaksa dan pendoktrin, tetapi penyeru dan pemahaman yang didapatkan. Dalam sebuah pengajian yang dikelola istri saya sendiri, ada wanita yang baru ngaji 3 bulan saja sudah memakai Jilbab, lalu ada yang 1 tahun masih belum memakai jilbab, dan alhamdulillah sekarang sudah memakai jilbab semua.
    Nah ini bro, ada metode dakwah yang tidak boleh kita nafikkan!
    Saya tidak pernah ingin menjadikan apa yang saya katakan sebagai pembenaran, tetapi kita harus lebih memahami realitas dengan jelas. Harus memahami kesyumulan masalah yang akan dan telah terjadi. Itu bisa menjadi ibroh yang sangat baik. Yah, dalam Islam sudah sangat jelas diajarkan bagaimana cara dakwah yang baik, dan bagaimana cara berbicara yang baik. Tidak menghujat, selalu menghargai pendapat orang lain, mampu menerima masukan dari orang lain, dan mampu mengkaji dari kebenaran lawan bicaranya. Itulah, indahnya Islam. Benar nggak bro 🙂

    tanpa bermaksud membuat kotak dalam kotak dalam kotak, klo kita sendiri sebagai umat islam tidak bangga (baca:malu) dengan syariat berjilbab, maka hendak kemana islam kita bawa? tanpa bermaksud membuat kotak dalam kotak dalam kotak, ke arah kesyumulan seperti apa?

    Jawab Jaisy01:
    Kita mesti tetap bangga terhadap syari’at Islam. Tetapi jilbab adalah masalah hidayah yang diberikan oleh Allah melalui sebuah pemahaman. Islam itu syumul, alangkah indahnya ketika kita membuat kesyumulan Islam itu dalam dakwah yang syumul juga, sehingga orang mampu menerima kesyumulan Islam, dan akhirnya orang memahami serta mengerti syumulnya Islam. Dan mereka akan ikut serta berjalan dalam kesyumulan dakwah tersebut dengan mengikuti kesyumulan Islam. Dan kita akan mendapatkan indahnya kesyumulan ukhuwah Islam yang mampu menggetarkan musuh-musuh Islam, daripada saling berbantah-bantahan dalam setiap medan perjuangan Umat Islam masing-masing.

    Semoga bermanfaat bro 🙂

  9. he-eh, salah memahami masalah kesyumulan…maaf..maaf…
    sangat bermanfaat sekali penjelasan dari brader…
    wokeh deh, afwan telah mengganggu waktu brader yg berharga dg menanyakan sesuatu yg ga penting kaya gini :mrgeen: maklum, oon. hehehe

    senang sekali bisa diskusi kaya gini. saya akan mencoba mencerna kalimat per kalimat dari brader. masih sedikit bingung mengenai kesyumulan secara khusus dan secara umum. jazakalloh khoir. barokallohu fiik

    Jawab Jaisy01:
    Insya Allah kalau saya bisa menjawab saya akan menjawab.
    Pokoknya enak-enakan ajalah, and yang terpenting nggak saling dengki2an, yah nggak bro 😀
    And salah satu yang terpenting juga, Mari kita bekerja sama dalam masalah yang memang bisa disepakati. 🙂
    Terus berjuang bro!

  10. yang jelas untuk saat ini saya masih simpatik dengan PKS entah kedepannya cuman saya kecewa dengan caleg DPRD kota serang..mereka terlalu sombong..

    Jawab Jaisy01:
    Yah, kita do’akan saya mas yang sombong biar nggak sombong lagi. Biasalah mas, manusia yang sering berbuat kesalahan. Makanya kita ingatkan Caleg DPRD itu diblog ini, walaupun dari PKS, Caleg (Calon anggota Legislatif) yang sombong harus di ingatkan 🙂

  11. Assalamu’alaikum.
    Bro, maap neh, kok saya agak ga nyambung dengan jawaban anda ya…
    Begini:
    Di jawaban anda menanggapi komentar dede di atas yang menanggapi PKS sebgai partai yg suka riya dan ujub, anda mengingatkan agar kita semua menjauhkan diri dari prasangka:

    Jauhilah berprasangka. Sebab prasangka itu sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu saling mencari-cari kekurangan dan kejelekan orang lain janganlah bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi satu sama lain. Jadilah hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Orang muslim adalah saudara sesama muslim, yang di antara mereka dilarang saling menyakiti dan saling menghina. Taqwa itu berada di sini (sambil Rasulullah menunjuk ke arah dada). Cukuplah seseorang dikatakan melakukan kejelekan bila dia menghina sesama muslim. Orang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga kehormatan, rahasia, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan Mus­lim).”

    Tapi kok di lain pihak (di saat DOS “dibela” dan disebut sebagai jamaah tarbiyah sejati oleh saudara Abu Faridz), anda malah bilang:

    “Hem, jadi menurut terminologi anda bahwa kader Tarbiyah sejati seperti itu yah? Hehehe, apa nggak kepikiran kalau mereka binaan2 Intelegent yang bermaksud untuk menghancurkan umat Islam. Ingatloh, sudah tertangkap beberapa agen Intelegen yang menyusup di PKS. Dan mereka punya banyak binaan-binaan, nah mungkin saja si Dos salah satu binaannya kale! Yang akhirnya jadi tim BSH (Barisan Sakit Hati).

    Saya ulangi, “nah, MUNGKIN SAJA si Dos salah satu binaannya KALE!” (saya perbersar kata2nya biar jelas)
    Kata “Mungkin saja” dan “Kale” bukannya itu mencerminkan prasangka buruk yang notabene anda nasihatkan agar dijauhi dari hati2 kaum muslimin? Padahal belum terbukti bahwa si Dos memang anggota intelejen tersebut.
    Afwan nih, saya ga kenal dg Dos, saya hanyalah orang awam… bukan pula kader. Namun saya juga mengakui bahwa saya dulu pernah ikut tarbiyah PKS. (haduuhhh jadi ga nyambung sama pembahasan hehee). Jadi seperti terkesan anda HANYA membela apa-apa yang sinkron dengan anda dan menjatuhkan dengan dalih “mungkin saja”, atau “kale!” kepada siapa-siapa yang tidak sinkron dengan anda.
    So, gimana tuh bro solusi (lah, kok solusi???) mensinkronkan jawaban antum buat oarng2 yg menghujat PKS dan yang membela DOS? Maksudnya gini,
    Org yg menghujat PKS anda sodorkan dg hadits “Jauhilah berprasangka. Sebab prasangka itu sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu saling mencari-cari kekurangan dan kejelekan …”
    Tapi kok kepada orang yg membela DOS anda tidak mengaplikasikan hadits tersbut kepada diri anda pribadi? Coz ujung-ujungnya orang-orang AKAN MENILAI PKS dilihat dari kader atau simpatisannya (salah satunya anda)
    Sekali lagi maaf lho, Peace aja nih buat anda dan semuanya 🙂

    Jawab Abu Jaisy:
    Yups, thank’s bro. Pengingatannya.
    Hanya saja ada sedikit kebingungan saya dengan si DOS. Si DOS memang mantan anggota PKS (Tarbiyah), dan setelah itu Wallahu’alam sekarang. Dan mantan murabbi si DOS sekarang ini pindah kepartai nasionalis yang mendukung orde baru. Dan yang paling banyak mengeluarkan biaya pencintraannya di tv-tv. Beliau (mantan murabbi) si DOS merupakan petinggi PKS yang “didepak” karena “ketahuan” oleh PKS sebagai “intelegen”.

    Nah, sekarang kenapa si DOS selalu memposting “kritikan” terhadap PKS? Kenapa kritikan tersebut juga tidak ditujukan kepada mantan murabbinya yang sekarang berada dipartai lain? Ini menjadi pertanyaan yang besar! Kalau bukan intelegen lalu siapa? (mungkin juga BSH= Barisan Sakit Hati dari PKS). Jadi dengan “alibi” seperti itu, bisa jadi si DOS dalam hal ini dapat mengkrucut pada agenda intelegen untuk merusak PKS. Mungkin saja si DOS bukan intelegen, tetapi bisa juga mungkin si DOS antek intelegen yang dia tidak tahu dia menjadi antek intelegen. Yah kemungkinan dari prasangka ini bisa benar dan bisa tidak. Tetapi sekarang yang harus menjadi pertanyaan, apa yang si DOS bisa lakukan untuk umat Islam ini? Selain dia membuat bingung dan bimbang umat Islam tentunya! Sekarang di PKS terjadi beberapa screening, karena beberapa intelegen sudah mempunyai banyak mutarabbi yang siap dijadikan antek-antek intelegen. Maaf, bahasan ini tidak saya jelaskan secara lengkap. Karena ini sebenarnya tidak boleh disebar-luaskan.

  12. wah… seru sekali diskusinya! boleh saya link webnya?

    Jawab Abu Jaisy:
    Iya, silahkan. Insya Allah saya link juga web mas woro. 🙂

  13. Hmm… tapi tetap saja bro, bagaimanapun juga sampai terbukti benar bahwa DOS memang intelejen, tetap kita tidak boleh berperasangka buruk kepadanya, INI DENGAN CATATAN JIKA KITA MERUJUK PADA DALIL YG ANTUM SEBUTKAN. Tapi klo ga mau merujuk ya sah-sah saja kita atau siapapun menganggap DOS sebagai intelejen, atau bahkan yahudi sekalian…

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, benar atau tidaknya intelegentkah si DOS, tidak bisa saya utarakan disini. Ada beberapa teori-teori intelegent yang menyusup dan disusupkan atau tidak sadar bahwa dirinya termasuk agen intelegen. Dan hanya intelegen yang mampu mengenali intel yang lain. Saya nyatakan bahwa saya tidak berprasangka akhi. Dan tidak perlu-lah dibeberkan sesuatu yang patut ditutupi, saya hanya memperingatkan seseorang agar selalu berhati-hati terhadap orang lain. Hal ini bukan sebuah kesalahan. Jadi saya tidak ingin langsung menuduh DOS binaan intelegent, walaupun mungkin saya mengetahui bahwa dia binaan intelegent. Insya Allah saya tidak berprasangka, tetapi murujuk dari alibi-alibi, bukti serta realitas yang terlihat.

    Jika dengan beberapa asumsi tersebut kita berhak untuk berperasangka buruk kepada DOS, maka rasanya kita harus adil dan menerima siapapun, entah itu Hizb salafy, Salafy yang sebenarnya, atau yang lainnya yg menuduh PKS itu telah menyimpang disebabkan ulah oknum2nya. (ini dengan catatan jika kita menghukumi orang berdasarkan kaidah antum, karena bagaimanapun telah terbukti bahwa banyak oknum PKS yang memang menyimpang).

    Jawab Abu Jaisy:
    Saya tidak berasumsi, tetapi saya hanya mengingatkan. Tentunya saya mengingatkan atas sesuatu yang sudah terjadi dan agar orang tidak tertipu lagi dengan kejadian tersebut.
    Nah kalau bro mau jujur juga, seharusnya bro membaca lengkap pernyataan si dede. “Mungkin hanya pks satu-satunya partai yang “ngaku” Islam yang paling doyan sama perilaku riya dan ujub. Saya rasa tidak pantas mereka mengklaim diri sebagai partai dakwah. Karena saya analisa dari iklan-iklan PKS (termasuk iklan di tahun 2004-an), didalamnya tidak pernah mengajarkan keikhlasan, yang ada memuji-muji diri dan menyebut-nyebut amal pks. “ dan beberapa ketidak-senangannya terhadap PKS.
    Kalau oknum kader PKS, itu hal yang biasa. Mereka juga manusia bukan malaikat yang selalu berbuat benar, tetapi tidak semua kader PKS selalu berbuat salah. Nah jika sudah merujuk pada PKS-nya, maka itu merujuk pada keseluruhan kader. Nah apakah hal itu adil? Maka dari itu saya jawab dengan hadits tersebut. Jadi kita menghukumi personal bukan keseluruhan. Nah seharusnya juga (ini nasehat saya kepada bro kalau bersedia dinasehati) bro melihat tulisan para komentar dan tulisan jawaban saya secara tawazun, sehingga jelas antara adil dan tidaknya saya menjawabnya. Kalau masalah oknum, yah tidak hanya PKS, semua umat Islam juga pernah melakukan kesalahan. Jadi kita menghukuminya personal orang Islam, tetapi bukan Islamnya. Dan mari hati kita selalu berbaik sangka kepada setiap orang Islam yang berjuang untuk menegakkan kembali kejayaan Islam. Dan tidak timbul dzan di hati kita, hanya karena perbedaan ijtihad.

    Intinya adalah…..BERBUAT ADIL-LAH… Jika kita bisa menasihati orang dengan kata2: “janganlah berburuk sangka…bla bla bla…”, kita pun harus demikian, karena sesungguhnya salaf (pendahulu kita) itu adil.

    Jawab Abu Jaisy:
    Yups, benar. Mari kita saling berbuat adil dalam segala hal. 🙂

    Afwan bro, saya di sini tidaklah berusaha utk mengcounter antum atau siapapun. Saya hanya ingin kita selaku umat islam yang mengaku bermadzhab ataupun bermanhaj manhajnya salafus shalih (bukan hizb salafi) agar benar2 menerapkan apa-apa yang telah diajarkan. Jangan sampai karena ketahazuban kita kepada suatu golongan yang kita anggap benar, terus kita menerapkan KETIDAK-ADILAN pada golongan lain….

    Jawab Abu Jaisy:
    Yups, terima kasih atas nasehatnya bro. Insya Allah sangat bermanfaat sekali. Setiap umat Islam bermanhaj para “pendahulu” dan setiap madzhab itu harus merujuk pada ulama salafusholeh. Dan para ulama-ulama salaf selalu berbaik sangka dan saling mendukung dari setiap ijtihad masing-masing ulama yang hanif dan sholeh. Sehingga satu sama lainnya mampu menerima ijtihad masing-masing dengan lapang dada tanpa harus ada dzan dihati, serta saling memuliakan ijtihad ulama yang lainnya daripada mengunggulkan ijtihad pribadi. Jangan sampai kita taklid kepada ulama satu dan merendahkan ulama salaf yang lain. Mari kita berusaha bermanhaj salaf dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: