Wahbah Zuhaili dan Qaradhawi Fatwakan Hewan Kurban untuk Gaza

Setelah beberapa waktu lalu Mufti Besar Mesir Syeikh Dr. Ali Jum’ah mengeluarkan fatwa yang menyerukan untuk menyalurkan hewan dan daging kurban kepada para penduduk Gaza dan Palestina, kini Syaikh Prof. Dr. Wahbah Zuhaili menyusul untuk mengeluarkan fatwa serupa.

Dalam keterangannya yang dikutip Islamonline (4/12), Wahbah yang juga guru besar Fikih Islam pada Universitas Damaskus, mengatakan bahwa "dalam waktu sekarang ini, para penduduk Gaza menjadi priorotas utama untuk mendapatkan jatah hewan dan daging kurban, mengingat kondisi mereka yang tengah diterpa krisis."

Profesor pengarang kitab rujukan Islam kontemporer itu bahkan menghukumi penyaluran hewan dan daging kurban untuk masyarakat Gaza dan Palestina mendekati kepada wajib. "hal tersebut dihukumi syibh (menyerupai) wajib," ungkapnya.

Terkait pencegatan kapal bantuan Al-Marwa milik Libya yang membawa ribuan ton barang bantuan untuk penduduk Gaza oleh Angkatan Laut Israel, az-Zuhaili turut mengecam tindakan tersebut. Baca lebih lanjut

Capres Muda Bukan Harga Mati

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring mengatakan, wacana calon presiden (capres) dari kalangan muda bukan `harga mati`, namun hanya sebuah usulan agar memiliki pemimpin yang produktif.

"Usulan itu disampaikan karena berdasarkan penelitian usia produktif dinilai antara 30-50 tahun," kata Sembiring dalam Dialog Kepemimpinan Nasional di Medan, Jum`at (5/12) malam.

Dalam politik, lanjut Tifatul, tidak ada usulan dengan harga mati yang harus diterima oleh semua kelompok, termasuk wacana capres dari kalangan muda.

Namun usulan itu disampaikan untuk kepentingan bangsa dan negara agar kepemimpinan nasional dapat berjalan maksimal karena dipimpin kalangan usia produktif.

Usulan tersebut juga didasarkan dari sejarah kepemimpinan nasional dan internasional yang pemimpinnya banyak muncul dari kalangan usia muda.

Tifatul mencontohkan Soekarno yang menjadi presiden pada usia 42 tahun, Soeharto pada usia 44 tahun, dan John F. Kennedy yang menjadi presiden Amerika Serikat pada usia 40 tahun. "Bahkan Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun)," katanya.

Meski demikian, PKS tidak ingin memaksakan persyaratan usia itu harus diterima. "Kalau semuanya serba `hitam putih` bisa `repot` Senayan nanti," katanya.

"Kalau tidak mau capres `balita` atau di bawah 50 tahun terpaksa `artalita` atau di atas 50 tahun," katanya, seraya bercanda. [EL, Ant]

Mer-C Tolak Pekan Kondom Nasional

Lembaga sosial di bidang medis, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), menyayangkan dan menolak program Pekan Kondom Nasional (PKN), 1-7 Desember 2008, yang dilaksanakan pemerintah dalam memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). Demikian pernyataan tertulis MER-C yang di Jakarta, Sabtu.

Program PKN diawali dengan Konferensi Kondom pada 1 Desember di Hotel Marriott, dibuka Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie.

Konferensi Kondom ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan kondom sebagai alat kesehatan dalam mengatasi penyebaran penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV.

Namun kampanye kondom ini justru bisa menimbulkan pemahaman yang salah terhadap penggunaan kondom yang kelak malah meningkatkan penyebaran penyakit yang sudah menjangkiti 194 kabupaten di Indonesia.

MER-C mengingatkan bahwa kondom tidak akan berpengaruh terhadap penyebaran HIV karena proses penularan virus HIV terbesar di Indonesia adalah melalui jarum suntik pengguna narkotika dan zat adiktif (49,1 persen), lalu hubungan seksual 46,2 persen (heteroseksual 42,1 persen dan homoseksual 4,1 persen).

Dengan kata lain, narkotika dan perilaku seks bebas adalah penyebab utama menyebarnya HIV/AIDS di Indonesia.

Metode kampanye penggunaan kondom sebagai "penangkal" penularan HIV juga dinilai MER-C tidak tepat karena ukuran pori-pori kondom lebih besar daripada ukuran virus HIV.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ukuran pori-pori kondom lebih besar daripada virus HIV sudah tersebar luas, tapi ternyata tidak diperhatikan atau sengaja diabaikan oleh para aktivis penanggulangan HIV/AIDS, demikian pernyataan MER-C.

Data menunjukkan bahwa ukuran pori kondom adalah 1/6 mikron, sementara ukuran virus HIV adala 1/250 mikron, itu sebabnya virus HIV bisa sangat leluasa menembus kondom.

Ketidakamanan kondom ini juga sudah diserukan oleh berbagai pihak di antaranya ketua Gereja Katolik Mozambik (September 2007) dan Gereja Katolik Vatikan (tahun 2003). Baca lebih lanjut

Dr.Mahdi Akif, Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin: Ikhwan antara Pemilu, Media, dan Perjuangan

Anda masih kelihatan optimis melihat masa depan dakwah ini? Apa yang membuat Anda seperti itu?

Pertama-tama, Allah Azza Wa Jalla telah berjanji untuk selalu membela mereka yang memperjuangkan agama-Nya. Dia telah memerintahkan kita untuk selalu berkerja keras dan menolak segala rasa frustrasi. Semua kader harus percaya akan pertolongan Allah Rabbul Aziz, dan bangga akan nilai dan prinsip agama ini.

Kita harus merasakan kebesaran, kekuatan dan harapan yang ada pada ajaran kita. Islam telah menyebarkan nilai dan prinsip ke seluruh dunia dan membuat kita semua untuk melakukan ibadah yang benar. Nilai dan prinsip ini menyuruh kita untuk melayani bangsa kita, dakwah kita dan Islam itu sendiri. Semoga Allah Rabbul Alamin selalu menolong kita dalam melaksanakan tugas yang besar ini.

Saya heran jika ada kader dakwah yang meyakini agama dan jamaah ini bisa merasa resah akan kondisi politik dan keamanan saat ini. Untuk seorang muslim, dunia ini hanya persinggahan yang sebentar, dan menuntutnya dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas dan melayani agama, negara dan umatnya.

Saya heran jika mentalitas seperti itu ada pada mereka yang memimpin negara. Allah menyuruh kita untuk melayani umat manusia, dan negara dalam seluruh aspek kehidupan, baik itu budaya, pendidikan, ekonomi atau bahkan olahraga.

Saya heran pada terhadap pemerintah yang menolak sekelompok generasi yang sangat baik, yang telah dibentuk oleh nilai-nilai Islam, dan manhaj Islam, yang menurut Hasan Al Bana, seharusnya pemerintah Mesir menerima mereka dengan sepenuh hati. Tapi, semua kader dalam jamaah ini menyandang beban yang berat, dan dalam kondisi yang berat pula, dan hanya orang-orang yang mempunyai kekuatan yang bisa menjalaninya.

Pemilu 2005, Ikhwan mendapatkan 88 kursi di parlemen. Semua orang larut dalam kemenangan. Tapi, kemudian trennya menurun. Semua itu memberikan efek negatif kepada Ikhwan.

Mengenai periode kebanggaan setelah 2005 itu, Ikhwanul Muslimin memenangkan sejumlah kursi yang dianggap sebagai hasil yang menggembirakan, jika dibandingkan dengan jumlah total kursi yang ada. Kami mendapatkan 150 sampai 160 kursi dari 450 kursi yang ada. Namun, hasil ini ternyata malah menjadi peringatan bagi lawan dan para koruptor yang ingin tetap berada dalam posisinya.

Mereka melihat sebuah semangat yang menyebar di seluruh penjuru negeri. Semangat untuk dekat dengan Allah, berperilaku baik, keadilan, kebebsan dan sirkulasi (pergantian) kekuasaan yang juga baik. Tapi mereka tidak menginginkan itu terjadi, sehingga mereka melancarkan serangan balik yang menikam terhadap jamaah ini.

Saya menyadari ini melalui seseorang yang saya pikir telah mengatakan sebenanrya. Tekanan demikian muncul dengan amandemen terhadap konsitusi yang selama ini menjadi tameng bagi tirani dan ketidakadilan, dan membuatnya menjadi legal. Itu semua diatur oleh pengadilan militer, membekukan ases rakyat, dan juga merampas tempat tinggal mereka. Tapi ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat kami, bahkan semakin membuat kami solid di semua wilayah. Lagipula, hak asasi dan masyarakat luas sudah lama mengecam tindakan represif itu.

Orang-orang ini tidak punya rasa malu—bayangkan total asset IM itu hanya berjumlah 20 sampai 24 ribu pounds, tidak lebih dari harga hadiah yang diberikan oleh seorang laki-laki di antara mereka kepada tunangannya. Mereka menangkap seorang lelaki renta, hanya karena menjual minuman, dan mereka yang menjebloskan orang tak bersalah ke dalam penjara adalah penjahat yang sesungguhnya. Kami—Ikhwan—punya pikiran, serta sikap, perilaku, dan pandangan yang baik dan masuk akal. Kami tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada diri kami, sebaliknya kami lebih peduli pada nasib orang lain, dan bagaimana membuat mereka semua menjadi baik. Tapi ada sekelompok orang yang tidak ingin kami melakukan hal itu.

Tahun 2004, saya mengusulkan sebuah Rencana Reformasi. Di tahun 2005, kami mulai berusaha mengumpulkan semua pihak dan golongan politik di negeri ini, memprakarsai koalisi dan membuat Ikhwan menjadi sebuah ‘tauladan’, terutama dalam memandang setiap permasalahan dari segala sudut. Kami mengumpulkan 36 Sekretris Jenderal, dari 36 anggota koalisi, dan kami bahkan mengambil 9 kursi dari 36 itu. Tapi koalasi ini gagal, dan saya sendiri tidak yakin, jika pemerintah atau seseorang yang berada dibalik kegagalan itu.

Kemudian, kami bergabung dengan Front Pembaruan Nasional (National Front of Change) yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Dr. Aziz Sedki. Beliau terus mengatakan berulang-ulang sampai akhir hayatnya: “Kalianlah satu-satunya kelompok yang aktif di Mesir.”. Saya mengatakan kepadanya, “Kami mendukung Anda, dan kami ingin pemperbaiki negeri ini dan menyatukannya.” Setelah beliau wafat, tak ada lagi yang menggantikannya. Bahkan, sampai saat ini, ketika kami semua berkumpul, semua tokoh politik dan kaum cendikiawan selalu mengatakan: “Kami ingin Ikhwan kembali memprakarsai koalisi lagi.” Saya bilang, kami siap dan kami sekarang sedang menyiapkannya, insya Allah.

Bagaimana para kader Ikhwan yang masih muda menyelesaikan semua masalah ini?

Ikhwan adalah bagian dari masyarakat Mesir. Kami terdiri dari mahasiswa, pekerja, pengusaha, pedagang dan lainnya, yang masing-masing mempunyai pembina. Setiap kader Ikhwan selalu memberikan yang terbaik dalam sistem yang baik dalam hidupnya. Dan, Ikhwan sendiri tidak membebani seorang kaderpun di luar batas kemampuannya. Ketika kami mengatakan bahwa kami sedang memperbaiki diri sendiri, keluarga dan lingkungan, kami benar-benar memfokuskan diri pada hal itu. Dan, kami akan berusaha menjadi ‘tauladan’ di Mesir. Inilah yang kami ajarkan kepada anak-anak kami. Kami ajarkan kepada mereka, bagaimana menyelesaikan masalah, bagaimana menerima arahan (taujih), berpikir dengan pengetahuan yang produktif, dengan dan keyakinan yang benar. Inilah misi kami terhadap saudara-saudara kami yang lain.

Ketika saya memperhatikan saudara-saudara saya, saya melihat mereka pun melakukan hal yang sama. Kami selalu mencari sesuatu agar kami kuat, dengan perilaku yang baik, pengetahuan yang luas dan keyakinan yang nyata. Inilah sesuatu yang tak akan bisa dilakukan oleh orang lain.

Ini berarti Ikhwan mempraktikan apa yang Imam Al Bana sebutkan—untuk mendirikan Negara Islam, maka dirikanlah Islam di dada setiap orang dulu?

Betul. Setiap orang harus memulai dari dalam dirinya dulu dan keluarganya. Saya pikir, apapun ancaman yang datang dari kekuatan militer dan rejim korup, tak akan ada efeknya terhadap proses reformasi. Semakin sering kader kita menerapkan konsep ini, maka semakin cepat pula rejim itu jatuh.

Aksi secara kolektif, seperti pemilihan ketua mahasiwa, pemilihan dewan syuro, mereka mempunyai takaran tersendiri akan kondisi dan kalkulasinya masing-masing. Saya persilakan semua orang dari Partai Nasional Demokratik atau Dewan Pengambil Kebijakan mereka untuk menyetujui hasil pemilihan ini.

Bagaimana dengan kampanye media yang selalu negative terhadap Ikhwan?

Media terbagi ke dalam dua kelompok , media bayaran—kita semua tahu dan kami tidak memberikan respon balik. Saya sarankan kader Ikhwan agar jangan mempedulikannya atau membacanya. Saya tidak memberikan perspektif saya pribadi terhadap pers yang demikian, itu sesuatu yang nyata terjadi. Jika saya hidup dalam jamaah Ikhwan, wajar jika realitas yang ada di Ikhwan yang membimbing dan mengarahkan saya, bukanya media yang sinis. Pernah sebuah media menurunkan berita bahwa Ikhwan akan membunuh ketuanya. Ini adalah konyol sekali. Saya tidak membaca dan menanggapi media seperti ini.

Kategori media yang kedua, adalah media yang menyatakan mencari kebenaran, menyajikan pro dan kontra. Saya menghargai orang-orang seperti ini. Walaupun mereka skeptis, fakta di lapangan selalu menunjukan bahwa Ikhwan sangat dekat dengan ibadah kepada Allah, dan juga jujur terhadap rakyat. Waktu akan terus membuktikannya.

Ada juga suara yang lain yang bisa dipercaya, tapi sayangnya saya tidak tahu sumbernya. Media ini menceritakan Ikhwan, dan kemudian menulis: “Saya tidak tahu mereka, dan saya membedakan mereka dalam segala hal.” Mereka tahu fakta, tapi hanya sedikit dari mereka yang mau menyatakannya. Ada banyak kalangan di Mesir seperti, professor, atau ilmuwan yang menyatakan pandangan mereka dengan jujur. Saya respek kepada mereka, karena hanya orang-orang tertentulah yang bisa menyelesasikan masalah seperti itu.

Apa ini berarti Ikhwan itu tidak menoleransi kesalahan?

Tidak. Saya mendengarkan siapa saja yang mengkritik qiyadah Ikhwan, dan saya menyambutnya. Tapi saya harap siapapun yang mengkritik kami, datang untuk mengetahui kebenaran dan situasi sebenarnya. Kader Ikhwan kadang-kadang mengkritik tanpa tahu isu dan kondisi yang sebenarnya. Tapi, selalu melegakan jika ada seseorang yang menyampaikan kritiknya. Saya tidak pernah marah kepada orang yang menyampaikan kritik kepada saya. Saya tidak sempurna, kadang salah juga kadang benar.

Ikhwan menoleransi kesalahan.Tapi, ada perbedaan antara kesalahan dan kelalaian. Hanya sedikit sekali kader Ikhwan yang melakukan kesalahan-kesalahan. Salah itu manusiawi dan merupakan bagian dari kekuatan—bukan kelemahan—bagi mereka yang mencari kebenaran. Baca lebih lanjut

Ulah Pemukim Yahudi Undang Kutukan Jordania

Amman- Jordania pada hari Sabtu mengutuk apa yang mereka sebut serangkaian agresi terhadap warga sipil Palestina oleh pemukim Yahudi di kota Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat Sungai Jordan.

Jordania mendesak pemerintah Israel agar menghentikan aksi provokatif semacam itu.

Menteri Luar Negeri Jordania Salahiddin Al Bashir mengatakan, "Pemerintah Jordania dengan keras mencela agresi yang dilakukan oleh pemukim terhadap warga sipil Palestina dan percaya serangan semacam itu akan memiliki dampak berbahaya pada proses perdamaian."

Beberapa sumber Palestina mengatakan pemukim Yahudi melepaskan tembakan Jumat, membuat seorang pria Palestina dan putranya cedera, setelah tentara Israel memaksa pemukim Yahudi ultranasionalis mengosongkan satu bangunan berlantai empat yang menjadi sengketa di Al-Khalil. Baca lebih lanjut

Working in world health

Health is required for each person. Similarly, the medical workers is also needed by each hospital. With training in accordance with the capacity of a person, then a Medical Assisting can become a professional in the field, with a good professional level. But the health needs of each patient’s hospital will be very quick. Because of their dedication and professional charged that high. But they must be trained with very good in implementing the various medical knowledge that they will apply in the working world.

Examples are when a real UltraSound Tech School taught how to use technologi health that will provide many benefits. So the impact will be so good that in applying the technology to useful. All this is done to educate or train a person who will be ready to work in the world with a health professional dedication and a high of work. Baca lebih lanjut

The increasingly sophisticated technology

The modern era has provided evidence of how rapidly technology has resulted in a human into a case that is very useful. Start from Refurbished Networking Switches and that can provide many benefits. With a variety of other technologies that are generated as routers, servers, with up to the Security Telecommunications Products. All the technology is very useful for human beings. Baca lebih lanjut