Capres Muda Bukan Harga Mati


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring mengatakan, wacana calon presiden (capres) dari kalangan muda bukan `harga mati`, namun hanya sebuah usulan agar memiliki pemimpin yang produktif.

"Usulan itu disampaikan karena berdasarkan penelitian usia produktif dinilai antara 30-50 tahun," kata Sembiring dalam Dialog Kepemimpinan Nasional di Medan, Jum`at (5/12) malam.

Dalam politik, lanjut Tifatul, tidak ada usulan dengan harga mati yang harus diterima oleh semua kelompok, termasuk wacana capres dari kalangan muda.

Namun usulan itu disampaikan untuk kepentingan bangsa dan negara agar kepemimpinan nasional dapat berjalan maksimal karena dipimpin kalangan usia produktif.

Usulan tersebut juga didasarkan dari sejarah kepemimpinan nasional dan internasional yang pemimpinnya banyak muncul dari kalangan usia muda.

Tifatul mencontohkan Soekarno yang menjadi presiden pada usia 42 tahun, Soeharto pada usia 44 tahun, dan John F. Kennedy yang menjadi presiden Amerika Serikat pada usia 40 tahun. "Bahkan Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun)," katanya.

Meski demikian, PKS tidak ingin memaksakan persyaratan usia itu harus diterima. "Kalau semuanya serba `hitam putih` bisa `repot` Senayan nanti," katanya.

"Kalau tidak mau capres `balita` atau di bawah 50 tahun terpaksa `artalita` atau di atas 50 tahun," katanya, seraya bercanda. [EL, Ant]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: