Puluhan Ribu Orang Sambut Hari Jadi Hamas


KOTA GAZA–MI: Puluhan ribu pendukung Hamas berkumpul di kota Gaza pada Minggu untuk menandai hari jadi ke-21 pembentukan gerakan Islam itu, yang secara keras merebut Jalur Gaza pada tahun lalu.

Bus penuh pengunjukrasa mengarus ke kota itu dari wilayah padat di seberang, melambaikan bendera hijau Gerakan Perlawanan Islam tersebut.

"Hamas bergerak mulai dari pelemparan batu sampai senjata dan roket, dari dukungan awal beberapa ribu orang sampai dukungan jutaan di negara Arab dan seluruh dunia," kata salah seorang pejabat tertinggi gerakan itu di Gaza, Mahmud Zahar, di laman Hamas. "Gerakan itu berhasil dalam menyerang keamanan negara Israel," katanya.

Hamas meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan anggota parlemen Palestina pada Januari 2006, tapi tetap didaftarhitamkan sebagai kelompok teroris baik oleh Eropa Bersatu maupun Amerika Serikat dan Israel. Televisi Hamas menyebut pengunjukrasa pada sore di lapangan Katiba di pusat kota itu di berjumlah ratusribuan.

Kepala pemerintah Hamas di Gaza, Ismail Haniya, dijadwalkan tampil di unjukrasa itu, yang bertujuan menunjukkan kekuatan dalam ketegangan gerakan tersebut dengan pemerintah Presiden Mahmud Abbas, yang berpusat di Tepi Barat. Baca lebih lanjut

Kepahlawanan M Natsir Masih Relevan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kepahlawanan mantan perdana menteri M Natsir masih relevan untuk diteladani hingga kini.

Dalam pidatonya pada acara syukuran masyarakat Sumatera Barat atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada M Natsir di Gedung Serba Guna PT Semen Padang di Padang, Sabtu (13/12) malam, Presiden Yudhoyono menegaskan, keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada M Natsir sangat tepat meski diakui terlambat dilakukan.

Sikap M Natsir yang sejak awal sepak terjangnya menunjukkan sikap anti-kolonialisme dan imperialisme yang tegas, menurut Presiden, adalah salah satu pertimbangan kuat untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional.

"Ketika dominasi penjajah amat kuat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, beliau dengan tegas memperlihatkan sikap anti-kolonialisme. Itulah yang mendasari mengapa saya putuskan memberi gelar pahlawan nasional," tutur Kepala Negara.

Sikap M Natsir yang anti-penjajahan itu, lanjutnya, masih relevan untuk diaktualisasikan saat ini melalui semangat mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil. "Sekarang, ketika kita sudah merdeka, kita ingin tatanan dunia yang adil, bukan dikontrol oleh kekuatan tertentu," ujar Presiden Yudhoyono. Baca lebih lanjut

Astronom: Yesus Lahir Bulan Juni

Astronom Australia, David Reneke memprediksi kelahiran Yesus Kristus bukan jatuh pada tanggal 25 Desember, seperti yang dirayakan umat Kristiani sedunia seperti sekarang ini.

Seperti dilansir Telegraph, Kamis lalu, Reneke mengungkapkan jika ditilik dari peristiwa ’bintang terang natal’ di Betlehem 2000 tahun silam, seharusnya Natal jatuh pada tanggal 17 Juni. Bintang terang natal itulah yang dikisahkan dalam tradisi Kristiani menuntun tiga orang majus pada bayi Yesus Kristus untuk mempersembahkan, mur emas, dan kemenyan.

Penelitian yang dilakukan oleh astronom mengasumsikan, bintang terang natal atau lebih dikenal bintang Betlehem yang terlihat di langit, merupakan kombinasi planet Venus dan Jupiter. Ketika itu, kedua planet berada pada posisi terdekat dan menjadikannya lebih bersinar terang dari biasanya.

Dave Reneke menggunakan sebuah program komputer yang sangat kompleks dan rumit untuk memastikan posisi langit pada malam kelahiran Yesus di Betlehem 2000 tahun silam. Reneke mengakui, kondisi astronomi di malam kelahiran Yesus dinilai sangat spektakuler dalam bidang astronomi. Baca lebih lanjut

Menlu Israel Bakal Usir Warga Arab Palestina

Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni melarang warga Arab Palestina tinggal di Israel jika terbentuk negara Palestina merdeka. Ia mengatakan, orang-orang Arab Palestina harus meninggalkan wilayah Israel begitu negara Palestina terbentuk.

"Solusi saya untuk tetap mempertahankan negara Yahudi dan negara demokrasi Israel adalah solusi dua negara (Israel dan Palestina) dengan konsensi-konsensi yang jelas dan tegas," kata Livni saat berbicara di depan siswa-siswi sekolah menengah di Tel Aviv.

Livni melanjutkan, "Selain itu, saya akan melakukan pendekatan dengan orang-orang Palestina di Israel, yaitu mereka yang kita sebuat sebagai orang Arab Israel. Saya akan katakan pada mereka ’solusi bagi status kewarganegaraan Anda ada di tempat lain’." Baca lebih lanjut