Menlu Israel Bakal Usir Warga Arab Palestina


Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni melarang warga Arab Palestina tinggal di Israel jika terbentuk negara Palestina merdeka. Ia mengatakan, orang-orang Arab Palestina harus meninggalkan wilayah Israel begitu negara Palestina terbentuk.

"Solusi saya untuk tetap mempertahankan negara Yahudi dan negara demokrasi Israel adalah solusi dua negara (Israel dan Palestina) dengan konsensi-konsensi yang jelas dan tegas," kata Livni saat berbicara di depan siswa-siswi sekolah menengah di Tel Aviv.

Livni melanjutkan, "Selain itu, saya akan melakukan pendekatan dengan orang-orang Palestina di Israel, yaitu mereka yang kita sebuat sebagai orang Arab Israel. Saya akan katakan pada mereka ’solusi bagi status kewarganegaraan Anda ada di tempat lain’."

Mengomentari pernyataan Livni, anggota kabinet Israel dari warga Arab, Ghaleb Majadeleh mengatakan bahwa akar dari warga Arab Israel sudah tertanam jauh sebelum negara Israel berdiri di atas tanah yang diklaim Israel sebagai wilayahnya.

"Mereka (Arab) adalah penduduk negara ini dimana hak, kewarganegaraan dan status kependudukan mereka tidak perlu dinegosiasikan lagi," tukas Majadeleh.

Anggota Parlemen Israel dari kalangan Arab, Ahmed Tibi mendesak Livni untuk menjelaskan pernyataannya tentang warga Arab. Menurutnya, pernyataan-pernyataan Livni sama dengan pernyataan Bibi, sebutan untuk Benjamin Netanyahu, pimpinan partai oposisi Israel yang sangat anti-Arab dan anti-Palestina.

"Dia (Livni) harus memutuskan apakah ia akan membiarkan jutaan orang Arab tanpa identitas kebangsaan dan tanpa hak politik atau ia bermaksud memindahkan jutaan orang Arab ke negara baru yang akan dibentuk," tukas Tibi.

Para pejabat Israel, termasuk Livni mungkin sudah menderita amnesia berat bahwa negara Israel yang mereka klaim sebagai negara bangsa Yahudi, berdiri di atas tanah air orang-orang Arab Palestina. Atau Livni pura-pura lupa, kalau orang-orang Yahudi Zionis telah merampas rumah, harta dan tanah milik orang-orang Arab Palestina untuk membangun negara ilegal Israel. (ln/ArN)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

    Jawab Jaisy01:

    Insya Allah, kami tidak akan pernah rela. Maka saudara-saudara Hamas kami terus berjuang tanpa mimpi-mimpi tentang khilafah. Khilafah tidak akan dibentuk dengan kata dan mimpi, tetapi dengan ilmu yang matang serta implementasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: