15 Tokoh Muda Berpengaruh


Tak Seorang pun Anak Elite Politik Masuk

JAKARTA – Meskipun Pilpres 2009 telanjur "terjebak" pada dua figur sentral, yaitu SBY dan Megawati, upaya untuk memunculkan tokoh-tokoh alternatif, terutama tokoh muda, tak pernah padam. Sebanyak 15 pemimpin muda berpengaruh kemarin (16/12) di-launching majalah Biografi Politik yang dinakhodai Yudi Latief.

"Kalau ada yang bilang kita tengah kemarau kepemimpinan, itu aneh. Negeri ini murung karena terlalu banyak yang bicara masalah, bukan solusi, dan terlalu banyak berkutat pada sosok-sosok lama ketimbang mengangkat figur-figur muda," kata Yudi Latief, ilmuwan Universitas Paramadina, di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, kemarin (16/12). Selengkapnya nama 15 tokoh muda berpengaruh lihat grafis.

Yudi Latif menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan kualitatif dalam menobatkan 15 tokoh muda berpengaruh. Menurut dia, para tokoh muda itu adalah orang-orang yang sukses di bidang masing-masing. Riri Riza, misalnya, merupakan sutradara muda yang sukses.

Karya terakhirnya, film Laskar Pelangi yang diangkat dari buku karya Andrea Hirata, menyedot jutaan penonton dan sangat menginspirasi.

"Pramono Anung juga sukses membangun manajemen parpol yang rasional dan memenangi ratusan pilkada di PDIP," ujar Yudi.

Bagaimana tokoh lain? Dia menyampaikan, Adhyaksa Dault merepresentasikan orang muda di kabinet. Sementara itu, Irman Gusman merupakan senator muda berprestasi, sedangkan Khofifah Indar Parawansa adalah pemimpin muda perempuan. Di bidang lain, Marty Natalegawa adalah diplomat yang karirnya paling menjulang dan Sandiaga Uno merupakan pengusaha muda yang sukses sekaligus memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Yudi melanjutkan, Denny J.A. dinilai berhasil memperkenalkan survei sebagai instrumen pemilu dan konsultan yang memenangi pilkada paling banyak. Andy F. Noya punya program televisi dengan rating tertinggi yang sangat menginspirasi dan Usman Hamid mencerminkan tokoh NGO yang secara politis terus mengawal kasus Munir beserta kasus-kasus pelanggaran HAM lain.

Di antara 15 tokoh muda yang berpengaruh itu, tidak ada nama politikus muda yang selama ini disebut sebagai bagian dari politisi dinasti. Misalnya, Puan Maharani, putri Megawati; Yenny Wahid, putri Gus Dur; atau Edie Baskoro, putra SBY.

Adhyaksa Dault menyampaikan, tokoh-tokoh muda harus tumbuh menjadi para negarawan. "Mereka ini merupakan orang-orang yang menjadi pelayan bagi negara," katanya.

Sementara itu, Tifatul Sembiring mengatakan, pemilu 2009 akan menjadi kesempatan terakhir bagi tokoh-tokoh nasional yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Karena itu, dia optimistis bahwa Pemilu 2014 akan menjadi era baru yang diwarnai dengan munculnya wajah-wajah fresh.

"Tidak ada lagi politik dinasti atau politik ala satria piningit. Kita harus membuat bangsa ini lebih optimistis," ujarnya. (pri/tof)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: