Mahfudz Siddiq Ragu Koalisi Prapemilu Terwujud


JAKARTA – Pembicaraan koalisi prapemilu yang digagas Bachtiar Chamsyah menyisakan pertanyaan. Tidak semua partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah SBY-JK merasa dilibatkan.

Apakah mereka akan ditinggalkan? Ketua DPP PKS Bidang Perencanaan Mahfudz Siddiq mengatakan tidak merasa rugi partainya tak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Sebab, menurut dia, bertemunya petinggi PPP, Demokrat, Golkar, dan PKB hanyalah merupakan pembicaraan awal. "Biasa sajalah karena memang masih sangat dini, tak perlu dipersoalkan," ujarnya.

Mahfudz ragu, gagasan membentuk koalisi prapemilu akan bisa terealisasi. Menurut dia, koalisi baru mungkin dilaksanakan setelah pemilu legislatif. "Sah-sah saja sebenarnya, tapi apakah bisa terealisasi? Petanya kan sama-sama belum tahu," katanya.

Ketua DPP PAN Hakam Naja juga menyatakan, partainya tidak merasa dipinggirkan dengan tidak diundang ke pertemuan yang digagas PPP. ’’Saya juga tidak tahu, apakah yang mengundang dan diundang suaranya dalam pemilu nanti lebih besar daripada yang tidak diundang,’’ sindirnya.

Dia menegaskan, parpolnya selalu berusaha berpikir positif. Meski begitu, lanjut Hakam, gagasan membangun koalisi antarparpol sebelum pemilu legislatif cenderung prematur. Sebab, sekalipun ada survei-survei politik yang bisa dijadikan ukuran potensi kekuatan parpol-parpol, sistem pemilu legislatif mendatang berbeda jauh dengan pemilu sebelumnya.

Salah satu yang paling mendasar adalah penerapan sistem suara terbanyak dalam menetapkan caleg terpilih sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Belum lagi, imbuh Hakam, jumlah peserta pemilu bertambah, sedangkan jumlah pemilih diprediksi justru berkurang.

’’Tidak ada yang tahu bagaimana hasil pemilu nanti. Terlalu banyak variabel yang memengaruhi. Jadi, semua perlu bersabar, tunggulah sampai ketahuan hasil pemilu legislatif dan konfigurasi parlemen,’’ jelasnya.(dyn/pri/mk)

Iklan
%d blogger menyukai ini: