MUI Diperkirakan akan Segera Haramkan Rokok


Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar muzakarah tahunan di Padang Panjang, Sumatra. Rokok dan yoga akan dibahas pula

Meskipun merokok lebih banyak mengandung mudharat, tetapi sangat sulit dihentikan. Kenyataan tersebut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam waktu dekat segera mengeluarkan pernyataan fatwa haram merokok. Agar lebih efektif, MUI berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah.

"Dasar pernyataan haram lebih disebabkan merokok sama sekali tidak membawa manfaat, sebaliknya malah membawa mudharat. Baik dari segi ekonomi maupun dari segi kesehatan. Sehingga tidak salah hal tersebut akan menjadi pembahasan utama dalam Muzakarah MUI Nasional yang akan dilaksanakan di Padangpanjang, Sumbar 26-27 Januari 2009," ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar Gusrizal Gazahar kepada para wartawan, kemarin.

Gusrizal memaklumi, fatwa itu tentu akan mengundang pro-kontra di tengah warga, terutama konsumen dan produsen rokok. Apalagi rokok merupakan salah satu sumber perekonomian dan lahan pekerjaan bagi sebagian orang. Namun hal tersebut, tidak dapat dijadikan pembenaran untuk membiarkan warga terus merokok, sebab banyaknya mudharat yang didapat dari rokok, menyebabkan kesehatan jadi terganggu. Begitu juga dengan perekonomian warga, lebih banyak tersedot untuk membeli rokok, daripada memenuhi keperluan gizi keluarga.

MUI sendiri sudah memperkirakan aksi yang timbul dari pascadikeluarkannya fatwa tersebut. Sehingga untuk efektifitas penerapan fatwa tersebut, MUI nantinya akan menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam hal sosialisasi kepada warga Sumbar.

Pertemuan tahunan (muzakarah) MUI di Padang Panjang akan digelar di gedung Diniyyah Putri yang dihadiri Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Dan menurut rencana, sebanyak 400 ulama dari seluruh Indonesia dan 200 ulama se Sumatera Barat akan menghadiri pertemuan penting itu.

Soal pernikahan dini, rokok, golput dan yoga akan menjadi salah satu bahasan paling urgen, di samping beberapa persoalan lainnya.

Dijadikannya Padang Panjang sebagai pusat pertemuan ulama se Indonesia itu, tentu saja membuat Provinsi Sumatera Barat bangga. Itu juga tidak lepas dari label yang dilekatkan kepada Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah. Namun yang paling mendasar adalah, komitmen Pemko Padang Panjang membuat Perda Kawasan Tertib Rokok dan Kawasan Bebas Rokok, sehingga pantas disebut Padang Panjang sebagai satu-satunya kota di Sumbar yang memiliki Perda Rokok.

"Pertemuan para ulama itu tentu saja akan mengeluarkan keputusan hasil ijtima’ dari Komisi Fatwa MUI yang selanjutnya akan dijadikan fatwa.

Selama ini, soal halal haramnya rokok, pernikahan di usia dini, yoga, golput terus mengemuka dan menjadi polemik yang tak berkesudahan karena tidak memiliki hukum yang tetap dan tegas. [dn/hidayatullah]

Iklan

4 Tanggapan

  1. GANNAS/DUKUNG FATWA HARAM NARKOBA

  2. gannas dukung fatwa haram narkoba

  3. gannas dukung fatwa haram narkoba

  4. NGA ADA KERJAAN YG LAEN YA!
    SKLALIAN AJA HARAM KENTUT DISEMBARANG TEMPAT !!

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe,
    Emang belum tahu yah, kalau kentut sembarangan itu sudah diharamkan! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: