Takut Al Qassam, Tentara Israel Memakai Pampers

pam_thumb[1]
Bukan hanya bayi yang mengenakan popok alias pampers. Tetapi tentara Yahudi-Israel juga mengenakannya. Tapi bukan karena mereka suka ngompol. Ini disebabkan karena mereka takut buang air di luar kendaraan tempur karena khawati serangan para pejuang Al-Qassam.

Mungkin karena ketakutan itulah yang membuat alas an pasukan Israel hingga memutuskan mengenakan Pampers. Gara-gara sikapnya yang lucu ini, para pemuda Palestina memberi julukan baru pada mereka dengan sebuah Jaish Pampers (tentara Pampers).

Julukan ini bukanlah tanpa dasar, para pejuang Al-Qassam berhasil mengungkap bahwa pasukan Israel memakai penampung air seni, yang biasa dipakai anak-anak atau para manula. Baca lebih lanjut

Demokrat, Golkar, dan PDIP Kecam Iklan PKS

Iklannya bisa dilihat dibawah ini:

JAKARTA – Iklan politik PKS yang beredar di berbagai media massa lagi-lagi menuai kontroversi. Setelah menampilkan Soeharto di antara deretan tokoh yang disebut guru bangsa, sekarang partai berasas Islam itu kembali beriklan dengan menjual rekaman fakta ketidakakuran para elite nasional. Misalnya, SBY dengan Megawati dan Jusuf Kalla dengan Sri Sultan HB X.

Konsep iklan politik PKS itu sebenarnya sederhana saja. Yakni, tampilan sejumlah kliping koran yang menggambarkan pertentangan terbuka para tokoh tersebut. Tentu saja iklan politik itu mengundang reaksi keras dari para elite Golkar, Demokrat, serta PDIP.

’’Dalam berpolitik, tetap harus mengedepankan etika dan moral. Jangan memprovokasi orang per orang atau kelompok per kelompok, apalagi parpol yang satu dengan parpol lain,’’ tegas Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengomentari iklan PKS itu seusai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kemarin (14/2).

Menurut dia, parpol-parpol peserta Pemilu 2009 memiliki agenda yang jauh lebih strategis. Misalnya, mengantisipasi potensi meningkatnya angka golput. ’’Itu lebih penting daripada saling menjatuhkan,’’ ujarnya. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009) Baca lebih lanjut

Keluarga dan Tetangga Berebut Dukun Ponari


Jombang: Praktik pengobatan ala Ponari di Desa Balongsari, Jombang, Jawa Timur, sudah ditutup. Ribuan warga dari berbagai kota yang antre menunggu penyembuhan dari Ponari sudah tak bisa bertemu sang dukun cilik (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Tapi bagi keluarga dan warga sekitar masih ada masalah yang belum selesai. Ayah Ponari, Khomsin, bersengketa dengan warga yang rumahnya dipinjam untuk praktik pengobatan. Si pemilik rumah dikabarkan berusaha menguasai Ponari. Akibat perselisihan itu Khomsin harus dirawat di rumah sakit. Ia mengaku dipukul rivalnya. "Kepala [dipukul]..pakai tangan," kata Khomsin, Ahad (15/2). (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Mengapa Ponari jadi rebutan? Rupiah mungkin jawabnya. Selama tiga pekan berpraktik terkumpul lebih dari setengah miliar rupiah. Ponari, bocah kelas tiga sekolah dasar ini tentunya belum memikirkan keuntungan apapun dari batunya yang dipercaya bisa menyembuhkan. Tapi kondisi membuat Ponari terenggut dari masa kecilnya. Bahkan sekolah pun tak diikutinya selama ia berpraktik.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)