Demokrat, Golkar, dan PDIP Kecam Iklan PKS


Iklannya bisa dilihat dibawah ini:

JAKARTA – Iklan politik PKS yang beredar di berbagai media massa lagi-lagi menuai kontroversi. Setelah menampilkan Soeharto di antara deretan tokoh yang disebut guru bangsa, sekarang partai berasas Islam itu kembali beriklan dengan menjual rekaman fakta ketidakakuran para elite nasional. Misalnya, SBY dengan Megawati dan Jusuf Kalla dengan Sri Sultan HB X.

Konsep iklan politik PKS itu sebenarnya sederhana saja. Yakni, tampilan sejumlah kliping koran yang menggambarkan pertentangan terbuka para tokoh tersebut. Tentu saja iklan politik itu mengundang reaksi keras dari para elite Golkar, Demokrat, serta PDIP.

’’Dalam berpolitik, tetap harus mengedepankan etika dan moral. Jangan memprovokasi orang per orang atau kelompok per kelompok, apalagi parpol yang satu dengan parpol lain,’’ tegas Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengomentari iklan PKS itu seusai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kemarin (14/2).

Menurut dia, parpol-parpol peserta Pemilu 2009 memiliki agenda yang jauh lebih strategis. Misalnya, mengantisipasi potensi meningkatnya angka golput. ’’Itu lebih penting daripada saling menjatuhkan,’’ ujarnya. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Firman menyebut pihaknya akan mengkaji sejauh mana dampak iklan itu bagi Golkar. Kalau ada unsur kesengajaan black campaign, Panwaslu tentu harus menegur.

Meski begitu, dia mengaku tidak mau terjebak lagi dalam polemik iklan yang menguntungkan pencitraan PKS. ’’Kalau kami persoalkan, pasti ini akan jadi iklan gratis bagi PKS. Kami tidak mau lagi,’’ ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok juga menyebut iklan politik PKS itu tidak etis. Padahal, kata dia, masih banyak pilihan isu kampanye yang lebih santun. ’’Jangan mengeksploitasi kejelekan orang. Apalagi, PKS itu partai dakwah yang seharusnya mengedepankan akhlaqul-karimah,’’ tegasnya.

Dia juga menilai iklan politik itu tidak pantas dikeluarkan partai politik yang ikut berkoalisi dalam pemerintahan SBY. ’’PKS itu merasa sebagai partai pemerintah atau partai oposisi? Faktanya, mereka partai pemerintah. Menterinya di kabinet lebih banyak daripada Partai Demokrat,’’ ungkapnya.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Apakah meminta iklan itu dicabut? ’’Masyarakat sudah cerdas. Biar mereka yang menilai. Biasanya kampanye seperti itu, yang rugi yang berkampanye sendiri,’’ jawabnya.

Politisi PDIP pun ikut berpendapat. Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo mengakui substansi iklan tersebut memang mengajak persatuan. Perseteruan para elit politik, kata Ganjar, ternyata diterjemahkan sebagai konflik. ’’Kalau bicara substansi memang tepat. Iklan tersebut mengajak persatuan. Tapi cara yang ditempuh seperti itu tidak etis. Itu kan malah memprovokasi,’’ katanya.

Meski begitu, pihaknya takkan menuntut PKS. Kata dia, kalau PDIP menuntut atau melaporkan PKS ke Bawaslu itu berarti iklan tersebut berhasil memancing. ’’Ya, kita biarkan saja. Syukur-syukur kalau mau menarik iklan tersebut. Akan lebih baik kalau mau meminta maaf,’’ kata politisi muda partai banteng itu.

Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan tidak akan menghentikan penayangan iklan politiknya dari media massa. ’’Bahan-bahan yang kami ambil kan dari materi-materi media juga. Jadi, tidak akan dicabut,’’ tegasnya. (pri/aga)(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

26 Tanggapan

  1. Hohohohoo..

    Politik itu memang seperti itu yaw..

    hhhmm…Lihat ajah dech, apa yang bisa mereka lakukanhanya beseteru saja sedangkan rakyat di bawah kelaparan..

    Salam Bocahbancar…

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/01/31/fenomena-beasiswa-dan-lowongan-kerja-di-negeriku/

  2. seperti pertandingan sepak bola dipimpin wasit yang tidak tegas…hehehe…

  3. Berpolitik juga harus cerdas Bung, jangan mencaci maiki, j jangan mendiskreditkan partai lain, masyarakat itu kritis, dan hukum alam yang nyleneh menuai kenylenehannya, sehingga ia tak kan bertahan lama. Lebih baik kita beradu argumen yang intelek dan berpikiran positif sehingga kita akan menuai hal yang baik, dan berdampak baik juga.

    Regards, agnessekar.wordpress.com

    Jawab Jaisy01:
    Loh, ada apa toh ini? Datang-datang kok bilang mendiskriditkan, mencaci maki partai lain. Ini ada apa yah? Ini maksudnya beradu argumen apa? Dan saya berfikiran negatif apa yah? Iya, mungkin saya kurang/tidak intelek seperti anda. Insya Allah, saya akan selalu berkhusnudhon dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain sehingga menuai hal yang baik dan berdampak baik kepada yang lainnya.

    Terima kasih atas kunjungannya.

  4. Moga2 yang dikritik tetap pakai pepatah lama “anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu” tidak malah “anjing menggonggong dilempari kafilah”.
    Jangan mudah terpancing, enjoy aja, biarkan parpol2 itu masing2 berkreasi, masyarakat bisa saja menilai….

  5. Hahaha… Oknum politik kita sekarang saling menjatuhkan… Sebenarnya itu malah menunjukkan kejelekan mereka sendiri… Lihat aja di TV ada kan acara saling ejek seperti di TPI, Sepertinya ga ada yang bener…

  6. biasa lah.. mereka kan lagi cari sensasi…
    tapi, kalo partai2 yang cari sensasi gituh, biasanya jadi ga laku di masyarakat… 😀

  7. aya-aya wae!!!!

  8. salam!!!

    udah deh sama aja!!!
    semua iklankan bt cari simpati,,,,,, termasuk PKS serang tinggal buktiin aja

  9. waduuhh maaap ga gaul niy..
    iklanya kaya apa ya????
    ada yang punya filenya??

    Jawab Jaisy01:
    Coba cari di Youtube mas 🙂

  10. Presiden PKS sudah merendahkan orang lain terutama golongan artis dan sudah berkata sombong…..jadi kalo begini ja mach gak kaget…………..Kayaknya PKS beneran nafsu pengen mimpin negeri….trus apa bedanya PKS ma partai yang lain?……..Partai Dakwah pasti tau kalo merendahkan orang lain itu gak boleh trus ngapain presidennya sesumbar ngerendahin artis…….coba cari di kompas.com kalo aku bohong…………..kalo memang simpatisan juga harus cerdas dan objektif kalo salah ya diteguh gak perlu simpatisan pada nutup2i………….Kayaknya 2009 bakalan panas

    Salam Ukhuwah

    Jawab Jaisy01:
    Saya sudah membaca komentarnya Presiden PKS Tifatul Sembiring mengenai hal tersebut. Mungkin perlu di ingat, itu hanya komentar, karena jelas artis-artis tersebut banyak yang bukan anggota parpol sebelumnya, tetapi hanya direkrut menjelang pemilihan caleg. Jadi sangat dimungkinkan diragukannya kredibilitas kemampuan artis-artis tersebut dibidang politik, selain artis yang memang benar-benar bertahun-tahun telah menjadi anggota partai. Tentunya kalau kredibilitas menipu “penonton” telivisi sih nggak usah diragukan lagi! 🙂

    Kalau nafsu untuk memperbaiki negeri apa nggak kita support tuh? Daripada kita sakit hati atas geraknya PKS, mending kita saling bekerjasama dalam memperbaiki negeri ini. 🙂

    Yups, simpatisan harus kritis. Tetapi kadang simpatisan juga sadar diri, kalau pemain itu lebih mengetahui medan peperangannya. Jadi sikap kritis para simpatisan tentu tidak boleh mengindahkan adab tentang “paling benar sendiri pendapatnya”. Yups, bakalan panas Pemilu 2009 besok. Tetapi kita tetap harus “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

    Keep Ukhuwah. 🙂

  11. Selamat sore Pak, maaf maksud saya bukan ke personil Bapak, tetapi kepada kampanye mendatang, agar partai-partai yang ada berkampanye dengan etika dan tidak menyalahi ketentuan, Saya memberikan komentar dengan pikiran jernih, karena itu tidak berburuk sangka pada siapa pun, hanya warning saya. Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    Jawab Jaisy01:
    Selamat sore juga Bu. Wah, maaf yah Bu, saya kira ditujukan ke saya 😀 (jadi saya bingung, ini ada apa yah? Ada apa? 😀 ) Yups, semoga saat kampanye mendatang dapat memberikan etika dan tidak menyalahi aturan dan tidak lagi saling mengklaim keberhasilan satu sama lainnya yah Bu. Yups, semoga komentar dengan pikiran jernih dapat memberikan pencerahan kepada semua pihak. Sukses selalu untuk anda. (maafkan saya yang telah menjadi bingung 😀 )

    Terus berjuang untuk yang terbaik demi Indonesia ini yah Bu.

  12. hhmm tapi sekarang saya bersimpati ma caleg PKS ditempat saya soale dah kelihatan profile nya hehehe…

    Jawab Jaisy01:
    Yups, pokoknya PKS = Partai Kita Semua 😀

  13. Hendaknya semua kita mampu mengambil pelajaran / hikmah dari setiap kejadian yang ada. Diperlukan kebesaran jiwa untuk mampu mengoreksi kekurangan diri / partai masing-masing.

  14. begitulah politik 🙂

  15. ha..ha..ha ternyata orang indonesia masih belum dewasa ,emosional dan agak ‘terbelakang’ soal beginian.

    Saya bukan kader PKS tapi menurut saya, iklan PKS ini “STANDS AMOUNG THE CROWD”.Beda bangetsss.
    Disaat partai-partai lainnya beriklan dengan menjual mimpi-mimpi indah dan menina bobokan rakyat dengan janji-janji manis sembako murah,BBM turun,mengatasnamakan pedagang pasar bablah..bablah..blah…blah… PKS cukup berani membuat konsep yang beda.
    bagi saya sebenarnya iklan yang dibuat PKS ini sudah jadi hal yang lumrah di dunia.sebagai contoh iklan Obama dan McCain di saat kampanye lalu.
    Kalau anda lihat iklan kampanye Obama maupun McCain di TV modelnya ya kayak punya PKS ini.isinya bukan janji-janji manis tapi fakta yang dicoba dibeberkan ke publik walau itu pahit.
    Kalau para elit yang disinggung (baca:Golkar,PDIP) marah dan merasa “ditohok”,yah..itu memang bener kok.emang mereka selama ini gak sadar ya ‘pertikaiannya” dilihat rakyat banyak.
    lihat aja perseteruan SBY-JK tentang komentar Ahmad Mubarok kemaren.
    Rakyatnya susah eh presiden ma wapresnya asik bersitegang buat kepentingan partainya sendiri.

    Jadi menurut saya kemarahan Golkar,Demokrat & PDIP ini timbul karena mereka seperti sedang dilihatkan sebuah cermin yang memperlihatkan gambaran buruk mereka yang selama ini lebih sering gontok-gontokan daripada mikirin rakyat.”buruk rupa ceermin dibelah” deh.

    Kalau iklan PKS ini dinilai menyalahi etika lalu apakah iklan2 janji-janji bombastis ala prabowo atau “main-main data” ala Demokrat yang cenderung MEMBODOHI masyarakat dinilai sesuai etika.padahal sejatinya mereka sedang “ngibuli” rakyat.

    ga percaya?di iklannya demokrat bilang harga2 sembago TURUN,rakyat miskin TURUN padahal faktanya mulai februari ini sembako naik,jumlah rakyat miskin menurut rilis BAPPENAS awal februari ini justru MENINGKAT.kalau sudah begini apa masih beretika?

    kalau dibandingkan iklan PKS sih justru iklan2 menjual mimpi dan data2 palsu itu yang tidak beretika karena membodohi masyarakat.Lagipula pesan yang saya tangkap dari iklan PKS itu——> “Hei para elit (Baca;SBY,JK,Mega,Sultan) Untuk Apa Kalian gontok-gontokan,lihat dong rakyat kalian,lagipula bukankah kita masih satu Bangsa?”

    Sebagai orang yang melek informasi tentunya kita harus lebih pintar membedakan mana yang mendidik dan mana yang tidak.

    thanks.

  16. mau saling serang,sindir,atau apapun itu…terserah…emang hobinya politisi ya begitu itu.
    hanya ada 2 pilihan SYAR’I atau GOLPUT..

  17. Emang gue pikirin, terserah deh. saya urusi diri sendiri aja dulu baru orang lain.

  18. PKS = Partai Kurang Sreg

    Jawab Jaisy01:
    Ada yang bilang:
    PKS = Partai Kader Santun
    PKS = Partai Kita Semua
    PKS = Pojok Kanan ataS
    PKS = Partai Kyai Santri
    dll.

    Jadi, so what gitu loh!

  19. Banyak pertanyaan tentang pks dan saya dapat sedikit pengetahuan untuk ngintip di blog …….(ada pks nya)

    http://nirwansyahputra.wordpress.com/

    ada manfaatnya juga sedikit banyak jadi tau……….

    Jawab Jaisy01:
    Yah, semoga anda juga bisa dapat sedikit pengetahuan disini tentang PKS
    Insya Allah ada manfaatnya juga sedikit banyak jadi lebih tahu tentang PKS dari orang PKS-nya sendiri 😀

  20. Kalo emang itu beneran Headline yang ada di koran-koran Indonesia, berarti PKS dah membantu membuka mata masyarakat Indonesia biar melek fakta. Dan karena semua itu dari Media, bisa dipastikan keobjektivannya kan?
    Eh BTW, partai lain juga boleh kok nampilin fakta-fakta tentang PKS. termasuk yang jelek2 (kalo ada). Tapi harus jujur, dan objektiv. bukan fitnah. fair kan?

    Jawab Jaisy01:
    Seeep, harusnya gitu. 😀

  21. Selalu saja jadi kontroversi…

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, tambah ok kan akh 😀
    Berarti Media DPP PKS telah berhasil dalam setiap iklan yang ditampilkan

  22. @ mustolikh : membantu membuka mata masyarakat indonesia?? bukannya sama saja dengan partai lain, jangan sok lah …..
    partai lain tidak mau kok ngikutin langkah pks buat iklan seperti ini. ngikutin ghibah ? no way lah .
    spt sabda rasulullah : “……… kalaupun benar itu ghibah, kalau salah itu adalah dusta..” (maaf kalau kurang lengkap kutipannya).

    Jawab Jaisy01:
    Benar, partai lain tidak bisa mengikuti PKS karena bingung kalau ngikutin PKS. Tetapi fakta, PKS mampu membuat isu-isu yang membakar jenggot Partai Besar. Padahal PKS sangat kecil dibandingkan partai-partai yang disinggungnya. Inilah fakta, PKS mampu menjadi lawan yang tangguh bagi partai besar.
    Ghibah? Bisa anda tunjukkan diskripsi ghibah yang anda maksud? Bukankah malah nyata-nyata dalam Iklan tersebut (diatas bisa anda lihat) menginginkan persatuan pemimpin bangsa!? Dan yang jelas-jelas rakyat melihat memang tidak akur. Tukang becak yang suka ngobrol dengan saya saja tahu kalau para elit partai sukanya bertengkar. Lah, kok ada partai ngajak bersatu para elit partai dibilang ghibah!

    Saya beritahu hadits tentang ghibah sebenarnya :
    “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tahukah kalian, apa itu ghibah.” Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Yaitu, engkau menceritakan saudaramu apa yang tidak ia suka.” Ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan benar-benar ada pada saudaraku?. Beliau menjawab: “Jika padanya memang ada apa yang engkau katakan, maka engkau telah mengumpatnya dan jika tidak ada, maka engkau telah membuat kebohongan atasnya.” Riwayat Muslim. ”

    Nah sedangkan apa yang dilakukan PKS bukan membicarakan kejelekan, tetapi memaparkan bagaimana ketidakharmonisan pemimpin bangsa ini untuk kembali bersatu. Jadi apakah memaparkan ketidakbersatuan sebuah kejelekan? Lalu seandainya ada orang mengatakan “ayo umat Islam mari bersatu padu melawan Yahudi” Lah apakah juga ghibah namanya?

    Lah, sekarang apakah @ mataraman juga tidak melakukan ghibah dengan menyatakan “bukannya sama saja dengan partai lain, jangan sok lah …..

    Semoga bermanfaat.

  23. Apa Hakikat Pemilu?
    Ditulis pada 10 62009vUTC01bUTCSat, 31 Jan 2009 23:00:41 +0000 2006 oleh antosalafy
    Soal 48. Apabila ditanyakan kepadamu: Apa hakikat pemilu?

    Maka jawablah: Pemilu termasuk bagian dari aturan demokrasi yang bertentangan denan syariat Allah yang benar. Pemilu ini merupakan salah satu bentuk menyerupai orang-orang kafir, sedangkan menyerupai mereka tidak diperbolehkan. Di dalamnya terdapat kerusakan dan bahaya yang sangat banyak, sama sekali tidak ada sedikit pun manfaat dan tidak pula faedah bagi kaum muslim. Di antara madharat terbesar yang ditimbulkannya: menyamakan kebenaran dengan kebatilan, orang yang memilih kebaikan dengan orang yang memilih kebatilan dengan jalan voting (suara terbanyak), meruntuhkan sikap al-Wala’ wal-Bara’ (sikap loyalitas dan permusuhan), memecah-belah persatuan kaum muslimin serta menyebarkan benih-benih permusuhan, kebencian, berpartai-partai, sikap fanatisme di antara mereka, kecurangan, penipuan, tipu muslihat, menghabiskan dan menyia-nyiakan waktu sekaligus harta, menghancurkan tabiat kewanitaan, dan meruntuhkan kepercayaan terhadap syari’at Islamiyyah dan ahlinya.

    Sumber: Mengenal Dasar-Dasar Tauhid, Fiqih, & Aqidah–terjemahan dari Kitab Mabadiul Mufidah fi At-Tauhid wa Al-Fiqih wa Al-Manhaj karya Syaikh Abu Abdirrahman Yahya Bin Ali Al-Hajuri hafidhahullah, Penerbit Maktabah Al-Ghuroba, hlm. 77-78.

    DIarsipkan di bawah: Abu Maulid Menulis, Akidah, Fatwa Ulama, Manhaj, Tanya Jawab Kontemporer

    Jawab Jaisy01:

    MENINJAU DALIL

    “Dari Ibn Umar ra berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”
    HR. Ahmad,Abu Daud dan at Tabrani.

    Ketika Islam mulai berkembang di Madinah, banyak orang-orang Yahudi (ahlul kitab) yang telah masuk ke dalam agama Islam. Rasulullah SAW ingin mengetahui jumlah umat Islam pada saat itu, oleh karenanya harus dapat dibedakan antara orang-orang Yahudi yang sudah masuk Islam dan orang-orang Yahudi yang tidak masuk Islam, hal itu sangat penting bagi syiar Islam dan untuk mengetahui kekuatan Islam juga untuk menghindari penyusupan musuh-musuh Islam ke dalam tubuh Islam, untuk mencapai tujuan ini Rasulullah SAW memerintahkan untuk membedakan diri dengan orang-orang Yahudi, pada saat itu yang paling menunjukkan ciri khas Yahudi dan Nasrani adalah mencukur jenggot dan memanjangkan kumis, maka untuk membedakan diri dengan mereka Rasulullah SAW memerintahkan agar umat Islam memanjangkan jenggot dan menipiskan kumis.

    Imam Ahmad [Lihat Al-Musnad II/366] meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : ”Panjangkanlah jenggot dan potonglah kumis. Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani”.

    Perintah Rasulullah SAW pada hadits kedua tersebut, nampaknya sebagai penjelas bahwa hadits yang pertama di atas larangan penyerupaannya adalah dalam hal jenggot dan kumis dan tidak dimaksudkan untuk hal-hal yang lainnya, sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat memperkuat bahwa tidak semua perbuatan harus diselisihi :

    1. Bekam, adalah pengobatan yang telah dilakukan oleh orang-orang jahiliyah, namun Rasulullah SAW dan para sahabat melakukannya, bila hadits yang pertama mempunyai makna yang umum, maka semestinya Rasulullah SAW dan para sahabat tidak melakukannya.

    2. Perang, adalah sesuatu yang biasa dilakukan oleh orang-orang kafir dan jahiliyah sebelum Rasulullah saw lahir.

    3. Membuat parit untuk strategi perang oleh Rasulullah SAW atas saran sahabatnya, ide ini bukanlah dari Islam tetapi dari orang-orang Persia yang tentu orang-orang kafir.

    4. Bentuk kerajaan untuk sebuah pemerintahan seperti pada masa setelah Muawiyyah, bentuk kerajaan, asal muasalnya bukanlah dari Islam tetapi berasal dari bangsa-bangsa kafir sebelum masa Rasulullah SAW bahkan hingga pada zaman kita sekarang ini tetap dipertahankan oleh bangsa kafir seperti Inggris, Perancis dan lain sebagainya, tidak seorang ulamapun memerintahkan untuk menyelisihi bentuk negara kerajaan.

    5. Pembuatan penjara pada masa Umar ra, di mana penjara telah biasa dibuat oleh pemerintahan kafir di negeri-negeri di luar wilayah Islam, dan masih banyak contoh perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dan kafir namun tidak diselisihi oleh umat Islam baik pada masa Rasulullah SAW maupun pada masa kekhalifahan.

    Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa kalimat “Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka” dalam hadits pertama di atas tidak memiliki arti secara umum atau global, nampaknya hanya perbuatan-perbuatan tertentu saja yang harus diselisihi, dan setiap perbuatan yang harus diselisihi Allah SWT dan RasulNya SAW akan menunjukkan perbuatan mana yang harus diselisihi dan akan menjelaskan pula alasan dan tujuan dari penyelisihan tersebut, Allah SWT dan Rasulnya tidak hantam kromo, yang baik dari orang-orang kafir dan menguntungkan Islam dan umat Islam maka akan dipakai selama hal itu menyangkut urusan antar manusia, sebaliknya bila akan merugikan Islam dan umat Islam dan menguntungkan musuh-musuh Islam maka Allah dan Rasulnya akan memerintahkan untuk menyelisihinya, berikut salah satu contoh ayat al-Qur’an tentang hal tersebut :

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (Muhammad):”Raa’ina”, tetapi katakanlah:”Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir sik-saan yang pedih.

    QS. 2:104

    Ayat tersebut adalah larangan bagi umat Islam untuk menyerupai orang-orang Musyrik dan Yahudi yang biasa mengatakan Raa’inah (perhatikan dan dengarkan Muhammad), walaupun kata-kata itu bagus yaitu dapat berarti untuk memperhatikan dan mendengarkan Rasulullah SAW, namun kata-kata seperti itu biasa mereka lakukan dengan tujuan mengejek dan menyepelekan perkataan dan dakwah Rasulullah SAW, maka Allah SWT memerintahkan agar umat Islam tidak ikut-ikutan mengatakan kata-kata tersebut yang dapat berarti mengejek dan menyepelekan Rasulullah SAW dan sebagai gan-tinya Allah SWT memerintahkan untuk mengatakan “Unzhurna”.

    Nampak jelas, bentuk perbuatan yang harus diselisihi maupun alasan dan tujuan menyelisihinya, dan nampak jelas manfaat bila menyelisihinya.

    Demokrasi Tidak Tasyabbuh

    Orang-orang yang menghukumi perjuangan melalui demokrasi sebagai tasyabbuh – menyerupai orang-orang Barat/Kafir- hanya karena demokrasi berasal dari orang-orang Barat/Kafir sangat nyata menunjukkan bahwa mereka hanya menginginkan yang penting DEMOKRASI HARAM. Kita akan buktikan sikap mereka tersebut.

    Menurut mereka, berjuang melalui Demokrasi sebagai tasyabbuh karena menurut mereka demokrasi berasal dari orang-orang kafir. Baiklah kita akan terima anggapan mereka tersebut untuk penyederhanaan.

    Sekarang mari kita lihat beberapa contoh yang berasal dari orang-orang kafir :

    1. Membayar pajak tahunan kendaraan, ini berasal dari ajaran Yahudi dan Nasrani yang terdapat dalam kitab mereka.

    2. Sistem pendidikan berjenjang, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi, sis-tem pendidikan ini lahir bukan dari Is-lam tetapi dari orang-orang kafir.

    3. Libur sekolah atau kerja pada hari Sab-tu atau Minggu merupakan hari libur yang berasal dari Yahudi dan Nasrani, Sabtu sebagai hari suci Yahudi dan Minggu sebagai hari suci Nasrani dan semua itu berasal dari kitab mereka.

    4. Penggunaan uang kertas atau logam sebagai alat pembayaran, alat pembayaran ini berasal dari orang-orang kafir dan bukan dari Islam, sedang Rasulullah dan para sahabat menggunakan logam emas atau perak sebagai alat pembayaran.

    5. Gelar pendidikan seperti LC, MA, S Ag, Dr, dan lain-lain merupakan gelar-gelar yang mengikuti aturan orang-orang Barat/Kafir.

    6. Membayar pajak 10% untuk setiap barang atau jasa seperti pajak tagihan telepon, beli pulsa, beli barang-barang tertentu dan lain-lain, semua itu bersumber dari kitab Yahudi dan Nasrani.

    Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang berasal dari Barat/Kafir yang bersumber dari kitab Yahudi atau Nasrani –Bible-.

    Namun sampai detik ini, tidak sekalipun keluar dari mulut mereka bahwa hal-hal tersebut hukumnya haram atau sebagai tasyabbuh bila diikuti/dilakukan oleh umat Islam, padahal kalau mereka menilai demokrasi sebagai tasyabbuh bila diikuti, maka contoh-contoh tersebut akan jauh lebih nyata tasyabbuhnya bila diikuti, karena sumbernya sangat nyata dan jelas dari Bible, tapi mereka hanya lantang mentasyabbuhkan demokrasi.

    Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan bungkamnya mereka terhadap hal-hal yang berasal dari Barat/Kafir tersebut :

    1. Mereka hanya ingin mengharamkan demokrasi.

    2. Mereka telah menikmati hal-hal yang berasal dari Barat/Kafir tersebut, misalnya anak-anak mereka bersekolah di sekolah-sekolah yang mengadopsi dari sistem Barat/Kafir, mereka bekerja karena ijazahnya di dapat dari pendidikan sistem kafir, mereka mempunyai mobil jadi tidak peduli mem-bayar pajak mobil yang mengikuti sistem kafir, mereka libur kerjanya hari Sabtu atau Minggu.

    3. Mereka tidak memahami konteks dari dalil-dalil agama yang mereka kutip –tekstualisme-.

    4. Mereka telah diperalat oleh Yahudi/Nasrani.

    Melihat ketidak konsistenan mereka dalam menghukumi tasyabbuh hal-hal yang berasal dari Barat/Kafir, maka, merupakan sebuah kebodohan bila mengikuti pendapat yang mengatakan ikut demokrasi adalah tasyabbuh kepada orng-orang kafir.

    Wallahu a’lam.

    Dalam Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdillah ibn Baz tentang pemilu bisa dilihat disini
    Fatwa Pertama

    Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang dasar syariah mengajukan calon legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan hukum Islam atas kartu peserta pemilu dengan niat untuk memilih para da’i dan aktifis sebagai anggota legislatif. maka beliau menjawab :

    Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal itu tergantung pada niatnya, setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Oleh karena itu tidak ada masalah untuk masuk ke parlemen bila tujuannya memang membela kebenaran serta tidak menerima kebatilan. Karena hal itu memang membela kebenaran dan dakwah kepada Allah SWT. Begitu juga tidak ada masalah dengan kartu pemilu yang membantu terpilihnya para da’i yang shalih dan mendukung kebenaran dan para membelanya, wallahul muwafiq.

    Liwa’ul Islam – Edisi 3 zulqa’dah 1409 H

    Fatwa Kedua

    Majalah Al-Ishlah Emirat melakukan wawancara dengan Syaikh Bin Baz dan menuliskan laporannya pada edisi 241 tanggal 13 Juni 1993, berikut ini petikannya :

    Al-Ishlah : Apakah para ulama dan duat wajib melakukan amar ma’ruf nahi munkar dalam bidang politik ? Dan bagaimana aturannya ?

    Syaikh Bin Baz : Dakwah kepada Allah SWT itu mutlak wajibnya di setiap tempat. Amar makruf nahi munkar pun begitu juga. Namun harus dilakukan dengan himah, uslub yang baik, perkataan yang lembut, bukan dengan cara kasar dan arogan. Mengajak kepada Allah SWT di DPR, di masjid atau di masyarakat.

    Bila dia memiliki bashirah dan dengan cara yang baik tanpa berlaku kasar, arogan, mencela atau ta’yir melainkan dengan kata-kata yang baik. Dengan mengatakan wahai hamba Allah, ini tidak boleh semoga Allah SWT memberimu petunjuk. Wahai saudaraku, ini tidak boleh, karena Allah berfirman tentang masalah ini begini dan Rasulullah SAW bersabda dalam masalah itu begitu. Sebagaimana firman Allah SWT :

    Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. QS. An-Nahl : 125

    Ini adalah jalan Allah dan ini adalah taujih Rabb kita. Firman Allah SWT :

    Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. QS. Ali Imran : 159

    Dan tidak merubah dengan tangannya kecuali bila memang mampu. Seperti merubah istri dan anak-anak-nya, atau seperti pejabat yang berpengaruh pada sebuah lembaga. Tetapi bila tidak punya pengaruh, maka dia mengangkat masalah itu kepada yang punya kekuasaan dan memintanya untuk menolak kemungkaran dengan cara yang baik.

    • Fatwa Ketiga

    Al-Ishlah : Para mahasiswa banyak bertanya tentang hukum masuknya para ulama dan duat ke DPR, parlemen dan ikut pemilu pada sebuah negara yang tidak menjalankan syariat Islam. Bagaimana aturannya ?.

    Syaikh Bin Baz : Masuknya mereka berbahaya, yaitu masuk ke parlemen, DPR atau sejenisnya. Masuk ke dalam lembaga seperti itu berbahaya namun bila seseorang punya ilmu dan bashirah serta menginginkan kebenaran atau mengarahkan manusia kepada kebaikan, mengurangi kebatilan, tanpa rasa tamak pada dunia dan harta, maka dia telah masuk untuk membela agama Allah SWT, berjihad di jalan kebenaran dan meninggalkan kebatilan.

    Dengan niat yang baik seperti ini, saya memandang bahwa tidak ada masalah untuk masuk parlemen. Bahkan tidak selayaknya lembaga itu kosong dari kebaikan dan pendukungnya. Bila dia masuk dengan niat seperti ini dengan berbekal bashirah hingga memberikan posisi pada kebenaran, membelanya dan menyeru untuk meninggalkan kebatilan, semoga Allah SWT memberikan manfaat dengan keberadaannya hingga tegaknya syariat dengan niat itu. Dan Allah SWT memberinya pahala atas kerjanya itu.

    Namun bila motivasinya untuk mendapatkan dunia atau haus kekuasaan, maka hal itu tidak diperbolehkan. Seharusnya masuknya untuk mencari ridha Allah, akhirat, membela kebenaran dan menegakkannya dengan argumen-argumennya, niscaya majelis ini memberinya ganjaran yang besar.

    (Al Ishlah edisi 242-27 Dzulhijjah 1413 H. Terjemahan ini dinukil dari buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama’ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan).

    • Fatwa Keempat

    Pimpinan Jamaah Ansharus sunnah Al-Muhammadiyah di Sudan, Syaikh Muhammad Hasyim Al-Hadyah bertanya kepada Syaikh bin Baz pada tanggal 4 Rabi’ul Akhir 1415 H.

    Dari Muhammad Hasyim Al-Hadyah, Pemimpin Umum Jamaah Ansharus-Sunnah Al-Muhammadiyah di Sudan kepada Samahah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mufti umum Kerajaan Saudi Arabia dan Ketua Hai’ah Kibar Ulama wa Idarat Al-buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta’.

    Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
    Saya mohon fatwa atas masalah berikut :

    Bolehkah seseorang menjabat jabatan politik atau administratif pada pemerintahan Islam atau kafir bila dia seorang yang shalih dan niatnya mengurangi kejahatan dan menambah kebaikan ?

    Apakah dia diharuskan untuk menghilangkan semua bentuk kemungkaran meski tidak memungkinkan baginya ? Namun dia tetap mantap dalam aqidahnya, kuat dalam hujjahnya, menjaga agar jabatan itu menjadi sarana dakwah. Demikian, terima kasih wassalam.

    Syaikh Bin Baz : Wa ‘alaikumussalam wr wb.
    Bila kondisinya seperti yang Anda katakan, maka tidak ada masalah dalam hal itu. Allah SWT berfirman : “Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan”.

    Namun janganlah dia membantu kebatilan atau ikut di dalamnya, karena Allah SWT berfirman,”Dan janganlah saling tolong dalam dosa dan permusuhan”.

    Waffaqallahul jami’ lima yurdhihi, wassalam wr. wb.

    Ada juga fatwa dari:
    Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
    Syaikh Shalih al-Fauzan Hafizhahullah

    Tapi karena teralalu banyak, maka hanya itu saja.

    Sekarang anda ingin mengikuti ulama yang memang mengikuti manhaj Salaf, atau hanya orang yang menisbatkan diri bermanhaj salaf?

  24. partai mana aja+sama aja….
    ujung2nya kekuasaan.kalo udah berkuasa ya ntar lupa rakyat.

    Jawab Jaisy01:
    hehehe, yang terpenting saya tidak pernah dilupakan, dan saya juga tidak pernah melupakan tetangga2 saya. Gitu aja kok repot! 😀

  25. Weeiii.. buanyak banget komentarnya.. Numpang nampang doang aah.. heheheh.. Pokoknya Pe Ka Es emang JEMPOOLL

    Makanya kasih dana yang banyak buat PKS biar ndak kreatif kayak gini. Kalau dana kurang, jadinya ya musti sangat kreatif.. hehehehe

    Jawab Jaisy01:
    Hehehe, silahkan nampang Pak. Tapi hati-hati dikecam nanti kalau sering nampang hiihihihii.
    Hehehe, jadi teringat sama komentar Yusuf Kalla ketika di konferensi Golkar “Kalau bagi kita (Golkar) uang 1 milyard tidak ada apa-apanya. Tetapi kalau kita kasih uang 1 milyard ke PKS, bisa jadi konstituen Golkar habis dan bisa lebih besar dari Golkar”

Tinggalkan Balasan ke Ramadhan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: