Parpol Islam Kehilangan Ideologi, Kecuali PKS


Pengamat Sosiologi Islam Prof Dr H Nur Syam MSi menilai, partai politik (parpol) Islam saat ini telah kehilangan ideologi keislamannya. "Pemilih parpol Islam saat ini tidak melihat unsur ideologis, kecuali pemilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," katanya di Surabaya, Minggu (22/2). Ketika dikonfirmasi tentang nasib parpol Islam dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada 9 April 2009, ia menyatakan, unsur ideologis saat ini bukan menjadi faktor penentu dalam memilih.

"Karena itu, parpol Islam yang mengusung ideologi keislaman saat ini tidak akan dipilih, karena faktor keislaman yang melekat, kecuali PKS yang antara lain dipilih karena dianggap Islam," katanya.

Guru Besar Sosiologi di Fakultas Dakwah (FD) IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan, kegagalan parpol Islam mempertahankan ideologi keislaman itu akibat pragmatisme masyarakat.

"Masyarakat sekarang memilih parpol bukan karena ideologi, bukan karena kepentingan tertentu, dan juga bukan karena orientasi program parpol tertentu," katanya. Menurut dia, masyarakat saat ini menentukan pilihan dalam Pemilu 2009 karena kedekatan dan pembinaan yang dialami secara emosional dari kader parpol tertentu. "Jadi, parpol yang mendapatkan suara besar nantinya bukan lagi karena ideologi, kepentingan, atau program, tapi sejauhmana kader parpol mampu melakukan pembinaan kepada masyarakat," katanya.

Ditanya tentang "pembinaan" kader parpol yang dimaksud, ia mengatakan hal itu berkaitan dengan perjuangan total kader parpol kepada masyarakat dari waktu ke waktu. "Kalau ada kader parpol yang mendekati masyarakat saat Pemilu, maka dia akan justru dimintai money politics dan belum tentu dipilih, karena masyarakat akan memilih parpol yang pro-rakyat dalam waktu yang lama, bukan hanya mendekati Pemilu," katanya.

Ia menambahkan, tokoh yang diminati masyarakat secara ideologis juga sudah tidak ada, kecuali dua nama yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri. "Jadi, parpol ke depan jangan mementingkan aspek ideologis, apakah ideologi kepartaian maupun ideologi ketokohan, melainkan melakukan pembinaan masyarakat sejak awal," katanya. [TMA, Ant/Gatra]

6 Tanggapan

  1. PKS masih ada ideologi? ideologi apa yang di emban PKS? Islam?? saya tidak pernah melihat iklan PKS yg menyerukan syariat islam, yang ada partai ini pragmatis, sudah berubah arah perjuangannya,

    Jawab Jaisy01:
    Jika anda seorang muslim maka ingatlah ini
    “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu suka mencampuri urusan orang lain, janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling benci membenci, dan janganlah kamu saling jauh menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu. Seorang muslim dengan muslin lain adalah saudara. Janganlah saling menganiaya, jangan saling men­dengki, dan jangan saling menghina. Sebab taqwa itu di sini (di dalam hati.” Berkata demikian Rasulullah sambil menunjuk ke arah dada. Selanjutnya beliau bersabda: “Menghina terhadap sesama muslim termasuk perbuatan dosa. Setiap muslim dengan muslim lain adalah haram dirampas darahnya, kehormatannya, dan harta bendanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).”

    Saya juga tidak melihat organisasi Islam yang mampu mengaplikasikan syari’at. Mana ada organisasi Islam yang mampu menerapkan syari’at Islam? Kecuali hanya mereka yang NATO berteriak-teriak dijalan tanpa membawa solusi yang realistis!

    Berubah arah perjuangannya? Emang dulu perjuangannya apa? Dan sekarang perjuangannya apa? Dan apakah benar dugaan anda seperti itu? Ataukan anda hanya orang-orang yang sok tahu tentang PKS?

  2. ketika pilkada maluku, PKS berkoalisi dengan PAN dan mengadakan konser dengan mengundang inul daratista, dan ribuan kader+simpatisan pks yang ikut bergoyang (liputan6.com), baru-baru ini iklan pks juga menggunakan artis yang tidak menggunakan jilbab….

    Jawab Jaisy01:
    Apakah benar pada saat pilkada Maluku kader PKS berjoget? Jelas anda telah menfitnah PKS! Jika anda tidak bertobat, di akhirat nanti jutaan kader PKS akan menuntut fitnahan yang anda utarakan ini. Coba anda lihat ini —> “Apakah benar kader HTI munafiq?” dan anda bisa juga melihat ini —> “PKS Berniat Somasi Atas Fitnah Liputan 6 SCTV

    Untuk iklan PKS yang artisnya tidak memakai jilbab. Seharusnya anda tidak hanya ke PKS, tetapi juga kebeberapa partai Islam yang lainnya, yang juga artisnya ada yang tidak memakai jilbab. Anda kok baru tahu sekarang? Padahal tahun 2004 PKS juga mengiklankan dengan artis yang tidak memakai jilbab loh. Jelas, ini mencerminkan PKS bukan partai yang ekslusif, PKS adalah partai inklusif yang mampu diterima banyak pihak. Ingat, ada juga iklannya yang menampilkan biarawati loh! Nahkan anda pasti belum tahu 🙂 mereka bersaksi bahwa PKS mampu menerima perbedaan tanpa harus bersikap arogan dalam perjuangannya. Ini modal awal kepercayaan mereka, yang mereka jelas-jelas mendapatkan manfaat dengan adanya PKS. Ini juga sebuah penjelas tentang aplikasi syari’at, mampu mengayomi semua lapisan masyarakat. Jadi tidak hanya berteriak-teriak syar’iat Islam, tetapi hanya NATO.

  3. artai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan menjual isu syari’at Islam pada Pemilu 2009. “Ini agar PKS bisa menempatkan orangnya di kekuasaan. Soal syariat Islam dan sebagainya, sudah tidak relevan lagi bagi PKS,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS (FPKS) Zulkieflimansyah, di Jakarta, Jum’at (30/12/2009).

    Untuk itu, katanya, pihaknya mengaku siap berkoalisi dengan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurutnya, konstituen PDIP yang unik menjadi daya tarik utama PKS mendekati partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

    “Kaum nasionalis di PDIP memiliki potret yang agak berbeda dan unik dengan kalangan nasionalis yang ada di partai lain. Oleh karena itu, koalisi PKS-PDIP adalah salah satu agenda besar kami,” lanjut Zul, sapaan akrab peraih doktor ekonomi dari univeritas bergengsi di Inggris.

    Ia menambahkan, koalisi dengan PDI, bisa membuat tokoh Islam naik ke tampuk kekuasaan. “Kami sih inginnya, bagaimana agar bisa berkoalisi dengan PDIP, tapi kami yang menang,” kata Zul.”Terus terang, bagi PKS, lebih menarik kalau misalnya Pramono Anung berpasangan dengan Hidayat Nurwahid yang keduanya merupakan tokoh-tokoh muda. Kalkulasi politiknya pun lebih mudah.”

    Berkoalisi dengan PDIP, aku dia, akan mempercepat tercapainya dua agenda besar PKS. Pertama, PKS ingin mendudukkan tokoh Islam di pusat kekuasaan. “Tujuannya adalah untuk memberantas radikalisme Islam. Karena siapapun yang sudah merasakan susahnya memimpin, akan mengerti betapa salahnya akar radikalisme,” kata Zul.

    Agenda kedua adalah melakukan reformasi umat Islam. “PKS bukan semata-mata partai politik. PKS sekaligus sebuah gerakan moral yang tujuan pendiriannya adalah untuk mempercepat reformasi internal di kalangan umat Islam,”tandasnya. (WarnaIslam, 30/01/09)

    Jawab Jaisy01:
    Sangat jelas bukan. PKS tidak menjual isu murahan bertajuk Syari’at Islam. Berteriak-teriak syari’at tanpa aplikasi adalah sebua hal yang memalukan bagi PKS. Yang terpenting adalah aplikasi dari syari’at Islam itu sendiri. Tanpa harus berteriak-teriak. Sudah sangat jelaskan statement pembesar-pembesar PKS. Lalu apa yang salah? Jangan sampai menjadi orang-orang yang hanya mencari-cari kesalahan loh yah. Ingatlah ini! “Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab prasangka adalah sejelek-jelek perbuatan (pembicaraan). Janganlah kamu saling mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain, Janganlah saling menghina, Janganlah saling dengki mendengki, Janganlah saling jauh menjauhi, dan Janganlah saling mengumbar emosi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari)”

    Ok 🙂

  4. oh… jadi pertanyaan saya anda menjawab itu adalah sebuah serangan? sempit sekali cara berfikir anda? padahal tinggal dijelasin urusan selesai.. malah anda menuduh saya memfitnah? jangan su’uzhan?. padahal apa yang saya sampaikan adalah fakta bukan pendapat,. anda tinggal lihat liputan6.com teruz klik video search Pilkada Maluku Diwarnai Aksi Goyang Ngebor / (http://www.liputan6.com/politik/?id=161861)

    Jawab Jaisy01:
    Oh, jadi anda menganggap saya menjawab sebuah serangan anda? Sempit sekali pemikiran anda! Demi Allah, apakah kalian akan menganggap selesai masalah ini jika sudah dijelaskan? Apakah demi Allah tidak ada lagi su’udzan kader-kader HTI terhadap PKS jika dijelaskan semua ini? Sungguh saya tidak pernah bersu’udzan terhadap anda kecuali menjawab fakta dari kesu’udzanan kalian! Anda menyatakan fakta? Dimana faktanya? Anda hanya berpendapat bahwa disitu dihadiri oleh simpatisan dan kader PKS. Ini sangat jelas! Mana ada kalimat kader PKS yang hadir di acara tersebut kecuali karena kesu’udzanan anda! Kalimat mana dalam berita tersebut yang menyatakan kader PKS hadir di acara tersebut? Lihat jelas-jelas “Massa yang menghadiri kampanye pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional ini bersemangat menyaksikan gerak tubuh Inul. Bahkan, seorang penonton pingsan akibat berdesak-desakan.” Tidak ada yang menyebutkan kader PKS. Jadi jelas anda telah menfitnah! Dan bagaimana anda menyatakan demokrasi kufur, sedangkan anda sendiri mengambil media demokrasi untuk dijadikan hujjah anda! Sikap kemunafiqan apalagi ini?

    ya sesuai tema donk, anda mengatakan PKS masih ada ideologi!! saya katakan TIDAK! karena anda sendiri menyetujui wanita gak pake jilbab..itu yang saya katakan ingin memahamkan umat dengan islam / meraih suara sebanyak-banyaknya dengan langkah pragmatis?

    Jawab Jaisy01:
    Kalimat mana yang saya menyetujui tentang wanita tidak memakai jilbab. Anda jangan menfitnah lagi! Prasangka anda sangat akut sekali. Saya jelas-jelas menyatakan PKS sebagai partai yang mampu menaungi siapa saja dan dapat diterima semua pihak. Ini sangat jelas bahwa esensi Syariat Islam telah ditegakkan oleh PKS. Temanya ideologi, nah sedangkan anda menjawab tidak. Mana bisa anda menyatakan TIDAK padahal masalah ideologi itu masalah qolbu. Dan hanya Allah lah yang tahu. bagaimana anda menjawab TIDAK? Apakah anda sudah menjadi representatif Allah sehingga menyatakan TIDAK? Masya Allah

    oh… jadi anda mengatakan syariat islam adalah isu murahan??? astaghfirullah….. saya yakin anda sering baca qur’an ada bacalah q.s al-maidah 44-47, 50.. banyak sekali perintah Allah yang menyerukan agar kembali kepada Allah…

    Jawab Jaisy01:
    Astaghfirllah. Anda hanya menyatakan bahwa syari’at Islam sebagai isu? Pantesan cuman isu! Kita tidak membuat isu syari’at Islam, karena nggak penting kalau hanya isu! Tetapi aplikasi dilapangan, bagaimana syari’at Islam mampu menjembatani perbedaan tersebut. Bagaimana syumulnya syari’at Islam yang memberikan kedamaian pada setiap orang yang berada didekat setiap muslim. Jelas, ngapain buat isu-isu sambil membawa ayat Al Quran dijalan-jalan kalau perilaku anda seperti ini? Prasangka buruknya terhadap umat Islam yang lain begitu kuat, apakah anda tidak menjadikan hadits-hadits tersebut sebagai sebuah syari’at? Masya Allah!

    saya mau nanya apa yang dilakukan rasulullah ketika bilal disiksa? keluarga yasir? dan sahabat-sahabat lain yang disiksa pada periode makkah?.. yang rasul lakukan adalah teriak-teriak doank mengkampanyekan laa ilahaillallah muhammadarrasulullah… tapi ketika berdiri daulah islam di madinah, maka rasulullah menjaga setiap kehormatan individu..

    Jawab Jaisy01:
    Apa yang dilakukan Rasulullah. Masya Allah, Rasulullah tidak berteriak. Ada fase perjuangan disitu! Bahkan Rasulullah menyeruh kepada setiap muslim untuk dapat membebaskan Bilal dan yang lain. Sehingga Abu Bakar hanya bisa membebaskan Bilal dengan harga yang sangat mahal. Dan ingatkah anda terhadap seorang yang berteriak-teriak pada fase itu menyatakan diri ketauhidannya kepada khalayak umum, sehingga dipukuli oleh kaum kafir khuraisy! Orang itu malah disuruh oleh Rasulullah untuk pergi, dan datang lagi ketika Islam sudah menjadi kuat. Anda baca sirroh secara benar-benar atau nggak yah? Bingung saya kalau hanya sepenggal-sepenggal ilmu yang seperti anda ini!

    pa yang bisa kita ambil pelajaran dari siroh nabi tersebut? No Action Talk Only ya anda benar, karena rasul juga sebelum berdirinya daulah islam di madinah yang beliau lakukan talk only.. tapi dengan memahamkan umat dengan islam, dan kembali kepada syariat islam… nah hendaknya kita melakukan aksi sesuai dengan solusi.. sekarang begini orang yang mencuri maka hukumannya potong tangan bukan penjara… dan semua permasalan yang mel;anda kaum muslimin saat ini adalah karena tidak adanya negara yang menerapkan syariat islam secara total…

    Jawab Jaisy01:
    Sekarang apa yang anda dapat pelajari dari sirroh jika hanya sepenggal-sepenggal saja? Rasulullah tidak hanya Talk Only, tetapi bergerak dengan strategi-strateginya. Tidak hanya talk only! Benar harus dengan solusi, tetapi solusi tersebut harus sesuai dengan realitas. Jangan membuat solusi tapi malah memperparah keadaan! Kata siapa orang mencuri hukumnya hanya potong tangan? Hehehe, ingat sirroh lagi! Sebelum di potong tangan orang tersebut dipenjara. Belajar sirroh lagi! Jika memotong tangan pencuri itu juga harus ada korelasi dengan pemimpinnya. Ini tidak asal potong tangan! Ada etikanya disitu, apakah khalifahnya mampu menaungi daerah yang diperintahnya, apakah si pencuri itu mencuri karena memang pekerjaan, dll. Ini harus dilihat semuanya, tidak asal saja. Anda dan teman-teman anda harus memahami ini. Ingatlah, jangan malah membuat orang lari dari Agama Allah ini! Maka masuklah Islam secara total, secara syumul dan syamil hingga membuat anda mutakamil! Bukan setengah-setengah pemahaman seperti ini.

    saya ini bingung dengan anda syariat islam koq murahan? anda ini PKS yang JIL ya? karena temenku PKS dia memang tidak setuju dengan apa yang dilakukan sekarang.. tapi dia mengatakan masih ada harapan untuk membenahi PKS,. nah kalo anda sepertinya malah mengokohkan PKS yang tlah keluar jalur.. bedakanlah antara kepemimpinan rahmat abdullah dengan hilmi aminudin… klu mu diskusi lebih lanjut no saya ini 0857 8096 9444, silahkan anda menghubungi saya.. nama saya “syawal”,

    Jawab Jaisy01:
    Masya Allah. Anda menfitnah lagi! Kapan saya menganggap syari’at Islam murahan? Astaghfirllah, semoga Allah memudahkan pintu taubat kepada anda. Saya menyatakan “isu” ingat sekali lagi yah “isu” syari’at Islam! Bagaimana mungkin syari’at Islam hanya dijadikan isu, bukan pedoman? Masya Allah, anda menyamakan saya dengan JIL. Astagfirllah, benar-benar anda terlalu mudah mentandzir umat Islam yang lain. Ciri-ciri khawarij! Yah itu terserah teman anda. Itulah hebatnya kader PKS, tidak taklid! Hehehe, membenahi PKS. Yups, tentu PKS harus selalu dibenahi untuk memperkuat gerakan ini! Tentunya bukan dengan serampangan menyerang gerakan Islam yang tidak sesuai dengan motede! Hehehe, kedua-dua ustad tersebut adalah seorang ustad yang kami hormati! Hanya orang-orang BSH (Barisan Sakit Hati) saja yang tidak menyukai salah satunya. Dulu tahun 1998 Ustad Rahmat Abdullah juga dinilai negatif, sekarang ustad Hilmi. Insya Allah saya akan membahas total tentang para intelegent yang menyerang PKS.
    Jika ingin diskusi lebih lanjut kepada saya silahkan telfon saya di “031-60136768” nama Saya Fajar Agustanto. Silahkan menghubungi saya.

  5. ketika persoalan dikembalikan pada manusia, maka yang terjadi adalah perbedaan pendapat, dan tidak akan ada ujungnya… akan tetapi dengan landasan apa kita memandang suatu perbuatan?
    jika landasan yang dipakai adalah asas manfaat, maka yang terjadi ya pragmatisme,.
    akan tetapi sebagai seorang muslim maka landasan yang dipakai adalah aqidah islam yang didalamnya terpancar bahwa setiap perbuatan manusia terikat dengan hukum syariat islam, yaitu hukum yang berasal dari Allah.. ingat islam bukan mengekang, tapi mengarahkan manusia menjadi makhluk yang bermartabat, tidak seperti sekarang ketika hukum Allah ditinggalkan, manusia menjadi makhluk yang bejat dan biadab…
    ingat!! berjuang itu untuk islam bukan untuk partai..

    Jawab Jaisy01:
    Benar sekali, jika masalah sebuah persoalan dikembalikan kepada manusia pasti terjadi perbedaan pendapat. Benar sekali, dengan dasar apa kita berpendapat?
    Bagaimana anda menyatakan jika mengambil sebuah asas manfaat tersebut merupakan pragmatisme? Dengan dasar apa, anda menyatakan tersebut? Bagaimana anda menyatakan seorang ulama al-Fakhr ar-Rāzi sebagai orang yang pragamtis dengan berpendapat “yaitu sesuatu yang bermanfaat adalah halal dan sesuatu yang mendatangkan mudharat adalah haram” dengan pendapat anda seperti itu? Masya Allah, ciri khawarij lagi!
    Yah benar, landasan itu harus sesuai dengan syari’at Islam yang harus dijadikan tolak ukur. Tetapi ketika landasan tolak ukur yang sama-sama mempunyai hujjah dalam Al Quran dan Sunnah. Maka kedewasaan dalam pemahaman kita yang dituntut untuk mampu menilai perbedaan tersebut. Bukan “dipaksa” untuk selalu mengikuti ulama tertentu! Imam Malik jelas menyatakan hal tersebut adalah fitnah. Ingatlah Islam mengatur semuanya dalam syari’atnya. Dengan itu manusia dapat bermartabat. Ada adab disetiap pergaulan. Dan Syari’at Islam melarang orang untuk berprasangka buruk apalagi menfitnah. Ingat itu! Dan ingatlah, HT=hizb=Partai! Maka janganlah berjuang karena partai, tetapi berjuanglah untuk Islam!

  6. orang klo emang dah ga suka ya gitu… nggak pake mikir ngomongnya….

    kepada mas fajar…. yang sabar ya mas… susah mengubah pola pikir seseorang krn sudah mengakar dan penuh kebencian….

    andai saja semua bisa berpikir jernih….

    Jawab Abu Jaisy:
    Amien. Terima kasih do’anya. Insya Allah akan berusaha terus bersabar 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: