Unsecured Personal Loans

Unsecured Personal Loans a program of borrowing money that may be we need. At the time this is very much development of the Business Loans. This is a remarkable progress in the world of Loans. Because with a lot of facilities and ease of. But borrowing money to develop a simple and fast.

All this convenience is a thing that makes us happy. Because of the ease of borrowing money in fast and we will get the money in a way too fast. And of course safe and not complicated in borrowing money. With borrowed money and given the ease of good. So our business is growing. And we need not be too difficult to borrow money. Because of the ease of facilities have been provided by several service borrowing. So we will be very easy to get.

Borrowing money in the amount we need. And also a quick service in borrowing money is a capital for the convenience we deal with services in borrowing money. By doing so, will help what we need and what we want when we are in financial trouble us. So we are very easy with the many services borrowing money faster this way. Requirements without the need of many complex and tiring. We already have the money we want. And of course money is a problem we face will be finished quickly.

Iklan

Parpol Islam Kehilangan Ideologi, Kecuali PKS

Pengamat Sosiologi Islam Prof Dr H Nur Syam MSi menilai, partai politik (parpol) Islam saat ini telah kehilangan ideologi keislamannya. "Pemilih parpol Islam saat ini tidak melihat unsur ideologis, kecuali pemilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," katanya di Surabaya, Minggu (22/2). Ketika dikonfirmasi tentang nasib parpol Islam dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada 9 April 2009, ia menyatakan, unsur ideologis saat ini bukan menjadi faktor penentu dalam memilih.

"Karena itu, parpol Islam yang mengusung ideologi keislaman saat ini tidak akan dipilih, karena faktor keislaman yang melekat, kecuali PKS yang antara lain dipilih karena dianggap Islam," katanya.

Guru Besar Sosiologi di Fakultas Dakwah (FD) IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan, kegagalan parpol Islam mempertahankan ideologi keislaman itu akibat pragmatisme masyarakat. Baca lebih lanjut

Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi

Pernahkah kita mendengar ataupun membaca seseorang yang menyatakan demokrasi itu kufur? Demokrasi adalah produk barat? dsb. Pernahkah? Insya Allah sebagian besar pasti pernah mendengar hal tersebut. Apalagi di dunia maya ini, komentar-komentar sejenis mungkin sangat banyak, dan mungkin terlalu pedas hingga tidak lagi berbuah komentar, tetapi celaan, cacian bahkan hujatan yang kental dengan nuansa tendensiusnya.

Kurang dari beberapa minggu kita nanti akan melakukan Pemilu yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Indonesia. Dan “pesta demokrasi” pun dimulai. Dengan itupula komentar-komentar pembela dan penghujat demokrasi bertebaran. Saling serang sana-sini, saling lempar pernyataan dan klaim sepihak. Dan ini sebagian besar dilakukan oleh kalangan umat Islam sendiri.

Demokrasi menantang umat Islam untuk bertanding! Bagi yang tidak ingin bertanding sebaiknya diam dan menjadi penonton setia, dan bagi pemainnya sebaiknya tidak perlu mengikuti komentar-komentar penonton yang pada hiruk-pikuk berteriak-teriak. Pemain sudah selayaknya berkonsentrasi kepada cara pemenangan pertandingan tersebut, tentunya dengan sesuai syar’i. Tingkat ke syar’ian ini pun sering menjadi polemik, antara komentar penonton dan para pemain yang sedang bertanding.

Baca lebih lanjut

Takut Al Qassam, Tentara Israel Memakai Pampers

pam_thumb[1]
Bukan hanya bayi yang mengenakan popok alias pampers. Tetapi tentara Yahudi-Israel juga mengenakannya. Tapi bukan karena mereka suka ngompol. Ini disebabkan karena mereka takut buang air di luar kendaraan tempur karena khawati serangan para pejuang Al-Qassam.

Mungkin karena ketakutan itulah yang membuat alas an pasukan Israel hingga memutuskan mengenakan Pampers. Gara-gara sikapnya yang lucu ini, para pemuda Palestina memberi julukan baru pada mereka dengan sebuah Jaish Pampers (tentara Pampers).

Julukan ini bukanlah tanpa dasar, para pejuang Al-Qassam berhasil mengungkap bahwa pasukan Israel memakai penampung air seni, yang biasa dipakai anak-anak atau para manula. Baca lebih lanjut

Demokrat, Golkar, dan PDIP Kecam Iklan PKS

Iklannya bisa dilihat dibawah ini:

JAKARTA – Iklan politik PKS yang beredar di berbagai media massa lagi-lagi menuai kontroversi. Setelah menampilkan Soeharto di antara deretan tokoh yang disebut guru bangsa, sekarang partai berasas Islam itu kembali beriklan dengan menjual rekaman fakta ketidakakuran para elite nasional. Misalnya, SBY dengan Megawati dan Jusuf Kalla dengan Sri Sultan HB X.

Konsep iklan politik PKS itu sebenarnya sederhana saja. Yakni, tampilan sejumlah kliping koran yang menggambarkan pertentangan terbuka para tokoh tersebut. Tentu saja iklan politik itu mengundang reaksi keras dari para elite Golkar, Demokrat, serta PDIP.

’’Dalam berpolitik, tetap harus mengedepankan etika dan moral. Jangan memprovokasi orang per orang atau kelompok per kelompok, apalagi parpol yang satu dengan parpol lain,’’ tegas Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengomentari iklan PKS itu seusai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kemarin (14/2).

Menurut dia, parpol-parpol peserta Pemilu 2009 memiliki agenda yang jauh lebih strategis. Misalnya, mengantisipasi potensi meningkatnya angka golput. ’’Itu lebih penting daripada saling menjatuhkan,’’ ujarnya. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009) Baca lebih lanjut

Keluarga dan Tetangga Berebut Dukun Ponari


Jombang: Praktik pengobatan ala Ponari di Desa Balongsari, Jombang, Jawa Timur, sudah ditutup. Ribuan warga dari berbagai kota yang antre menunggu penyembuhan dari Ponari sudah tak bisa bertemu sang dukun cilik (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Tapi bagi keluarga dan warga sekitar masih ada masalah yang belum selesai. Ayah Ponari, Khomsin, bersengketa dengan warga yang rumahnya dipinjam untuk praktik pengobatan. Si pemilik rumah dikabarkan berusaha menguasai Ponari. Akibat perselisihan itu Khomsin harus dirawat di rumah sakit. Ia mengaku dipukul rivalnya. "Kepala [dipukul]..pakai tangan," kata Khomsin, Ahad (15/2). (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Mengapa Ponari jadi rebutan? Rupiah mungkin jawabnya. Selama tiga pekan berpraktik terkumpul lebih dari setengah miliar rupiah. Ponari, bocah kelas tiga sekolah dasar ini tentunya belum memikirkan keuntungan apapun dari batunya yang dipercaya bisa menyembuhkan. Tapi kondisi membuat Ponari terenggut dari masa kecilnya. Bahkan sekolah pun tak diikutinya selama ia berpraktik.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Mensingkapi Kontes SEO “Kampanye Damai Pemilu 2009”

Beberapa hari ini keyword "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" menjadi laris manis, pertarungan para master SEO Indonesia kembali disibukkan dengan kontes tersebut. Setelah kontes SEO Busby SEO Test berakhir, para master SEO Indonesia bertanding kembali. Sudah seharusnya kontes-kontes SEO seperti ini harus sering dipertandingkan. Disamping untuk menjadi ajang berlatih para newbie SEO juga memberikan pengetahuan bahwa perebutan keyword SEO bukanlah sebuah permainan anak kecil. Yah walaupun seorang Profesor sekalipun, jika sudah menyatakan memperebutkan keyword dalam SEO adalah permainan anak kecil, maka sangat disayangkan sekali. Karena jelas kurang dewasa sekali saat memberikan statement tersebut.

Ups, kembali ke kontes SEO "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009". Kontes ini digelar mungkin bermaksud agar saat kampanye harus dengan damai, sehingga pemilu di Indonesia tahun 2009 ini menjadi pemilu yang menyenangkan dan menentramkan banyak pihak. Hal seperti ini seharusnya di backup oleh pemerintahan. Namun karena mungkin hal ini belum terpikirkan oleh tim Menristek, jadi mungkin mas Pogung menjadikan keyword "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" sebagai ajang kampanye untuk selalu melakukan kedamaian.

Terbukti sekali, bahwa setiap pemilu, ribut-ribut sudah mulai dimulai. Mulai dari rebutan keyword "Pemenang Pemilu 2009" atau "Partai Pemenang Pemilu 2009" yang akhirnya dimenangkan oleh salah satu partai tertentu. Hingga partai-partai saling menjatuhkan satu sama lainnya. Padahal banyak hal yang harus kita ambil hikmah dari peristiwa-peristiwa pemilu yang lalu. Semoga saja kampanye yang dilakukan mas Pogung dengan mengadakan kontes SEO sebagai awal untuk selalu berkampanye dengan damai dalam setiap pemilu di Indonesia. Bagi yang bertanding, semoga sukses ajalah! Selamat bertanding.