Hizb Salafi Makar Jika Tidak Mengikuti Pemilu

Pemilu yang diadakan di Indonesia ini akan segera dilaksanakan, umat Islam wajib hukumnya untuk segera memilih wakil dan pemimpinnya yang akan duduk di parlemen dalam mewakili umat Islam untuk berbicara dan memperjuangkan permasalahan umat Islam. Hal ini sangat jelas, bahwa pemilu adalah tonggak “peperangan” antara umat Islam dengan para munafik dan kafir.

Mungkin sangat banyak pendukung hizb Salafi menyatakan bahwa keharamannya untuk mengikuti pemilu karena hasil dari produk demokrasi yang berasal dari system kufur. Hal yang sangat perlu dipahami adalah, hizb Salafi juga sangat jelas melarang orang untuk makar terhadap pemerintahan atau terhadap penguasa.

Penguasa dan pemerintahan Indonesia sekarang sedang menghadapi hajat besar, yaitu pemilu. Penguasa dan Pemerintah Indonesia sudah “berfatwah” untuk mengikuti pemilu. Mungkin kita bisa melihat dalil-dalil yang sering dijadikan rujukan para hizb Salafi:

Baca lebih lanjut

Iklan

LSI, PKS Partai Islam terbesar dan Paling Islami

Selain sebagai partai Islam yang memiliki elektabilitas tertinggi, Partai Keadilan Sejahtera juga dinilai paling Islami. PKS mengalahkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan.

Oleh : Eman Mulyatman

Jakarta-Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan Partai Demokrat unggul. Demokrat dalam survei mengalahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di posisi empat, yang menempatkannya sebagai partai Islam terbesar.

Berdasarkan survei itu, LSI menyimpulkan tak ada partai Islam yang bisa dikategorikan partai besar, yakni memiliki suara lebih dari 10 persen. Partai Islam kebanyakan berada di papan tengah, dengan PKS memuncakinya.

Sejarah pemilu juga menunjukkan, partai Islam belum pernah menjadi kekuatan mayoritas di pentas politik nasional. Partai nasionalis masih menempati posisi papan atas, dibandingkan partai Islam yang berada di level menengah. Kecenderungan ini, diprediksi masih akan berlanjut pada pemilu tahun ini Baca lebih lanjut

Mantan Mufti Mesir: ”Kita Semua Salafi”

Mantan Mufti Mesir, Syeikh Dr. Nashr Farid Washil menyatakan bahwa dirinya tidak terima bahwa pengikut Salaf hanya terbatas kelompok tertentu saja. Dan perlunya membedakan antara da’i dan mufti.

”Saya menolak sifat salafi hanya pada satu kelompok orang mukmin,” ucap salah satu ulama Al Azhar ini.

Lantas, siapa yang bisa disebut salafi? Syeikh Nashr mengatakan, ”Salafi menurut saya, adalah mereka yang berpegang dengan Al-Quran dan As Sunnah. Maka kita semua adalah salafi,” lanjutnya. Baca lebih lanjut

Film Drama Hasan al-Banna Segera Diluncurkan

Dalam waktu dekat, sebuah serial drama yang mengisahkan sejarah kehidupan dan perjuangan pendiri sekaligus pemimpin Jama’ah al-Ikhwan al-Muslimin (IM) Hasan al-Banna akan segera diluncurkan.

Film tersebut rencananya akan membawa judul besar "Rihlah la Tantahi" (Perjalanan yang Tak Pernah Berakhir). Saat ini, naskah film tersebut tengah digarap di Kairo oleh sutradara sekaligus script-writer Mesir terkemuka, Ayman Salamah.

Harian Mesir berhaluan kiri al-Badil (23/3) mengabarkan, naskah film tersebut kini tengah dalam prosesi penggodogan dan pematangan di tangan beberapa petinggi Jama’ah IM.

Salamah sebelumnya telah sukses menggarap serial "Sirah wa Masirah" (Biografi dan Perjalanan) yang salah satunya menyoroti biografi dan kisah hidup Presiden Mesir Husni Mubarak.

Sementara itu, penanggung jawab produksi serial ini ditangani oleh tiga orang, yaitu Ahmad Saif al-Islam Hasan al-Banna yang juga putra Hasan al-Banna sendiri, Abdul Aziz Makhyun, seniman ternama Mesir, serta Muhsin Radhi, pemilik beberapa arsip dan dokumen langka tentang al-Banna. “Dengan difilmkannya tokoh paling legendaris tersebut, semoga dapat Mengembalikan Jati Diri Bangsa Mesir seutuhnya, untuk kembali kejalan dakwah yang damai dan selalu bersemangat”. [bdl/atjeng/hidayatullah]

Ketua Umum Dewan Da’wah Depok Ditahan

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia kota Depok, H Insan Mokoginta divonis Pengadilan Negeri Bolaang Mongondow 6 bulan penjara. Pengadilan Tinggi Manado pun menolak bandingnya. Gara-garanya ia dianggap kampanye di masjid.

Kejadian itu berlangsung awal tahun ini ketika ia bersama aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hakimudin mengadakan Kajian Kristologi dan Pengobatan Islami (Islamic Healing Center). Di sela-sela ia mengadakan training Kristologi itu, Pak Insan –panggilan akrabnya– menyelipkan gambar anaknya yang menjadi caleg DPR-RI dari PKS Dapil Sulawesi Utara.

Karena alasan itulah, ia kemudian diseret pengadilan negeri setempat menjadi narapidana. Pengadilan pun berlangsung kilat. Hanya sekitar seminggu, awal Maret lalu. Pak Insan langsung diketuk palu melanggar pasal pidana pemilu tentang larangan berkampanye di tempat ibadah. Baca lebih lanjut

Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

Oleh: Dr Ahmad Hatta *

Sebelum orang mengenal nama dukun Ponari, Al-Quran juga mendokumentasikan orang serupa. Namanya juga agak mirip, Samiri

Hidayatullah.com–Nama Ponari tiba-tiba melesat bak meteor. Popularitasnya menyaingi selebritis, bahkan elit politik yang akan bersaing dalam pemilu 2009. Puluhan ribu orang berduyun-duyun mendatangi rumahnya di Jombang. Hampir tak ada media massa yang tidak memberitakan Ponari. Ini terjadi hanya karena ia memiliki batu yang dianggap sakti: bisa memudahkan urusan dan menyembuhkan penyakit. Tapi tahukah Anda, di masa lalu, ada orang yang jauh lebih sakti dari Ponari dan batunya?

Orang tersebut mampu mengubah 180 derajat kaum Bani Israil di Syam (Palestina), hanya dalam beberapa hari: dari beriman kepada Allah menjadi penyembah patung anak sapi yang bersuara. Hal itu membuat marah Musa as. (QS. 20: 86). Bagaimana tidak, kejadian itu berlangsung saat dirinya sedang dipanggil Allah ke Bukit Sinai (Thur) untuk menerima wahyu. Sebelum pergi, Nabi Musa as. sudah berpesan kepada kaumnya agar tetap beriman kepada Allah. Baca lebih lanjut

PKNU Janjikan Pembubaran Ahmadiyah

Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) menjanjikan pembubaran Ahmadiyah jika calon anggota legislatif-nya (caleg) berhasil memperoleh kursi di DPR RI.

"Janji kita, caleg kita akan berjuang sekuat tenaga membubarkan Ahmadiyah begitu menduduki kursi di DPR," kata Juru Kampanye PKNU, Habib Salim Bin Umar Al-Atar, dalam orasinya pada kampanye putaran pertama di Rawa Badak, Jakarta, Sabtu (21/1).

Habib Salim juga mengatakan bahwa telah menggandeng Front Pembela Islam (FPI) untuk mendukung partai berbasis Nahdatul Ulama (NU) tersebut memperoleh suara pada pemilihan umum (pemilu) legislatif yang dilaksanakan pada 9 April 2009. Baca lebih lanjut