Pemilu Peluang Perbaikan

Oleh: Muhith Muhammad Ishaaq
Dosen STID DI Al Hikmah Jakarta

Perimbangan keterwakilan kaum muslimin di parlemen sampai sekarang ini masih jauh dari proporsional dibandingkan dengan non muslim. Kalau jumlah mereka di negeri ini tidak lebih dari 20% maka semestinya jumlah mereka di parlemen tidak lebih dari 20% pula. Tetapi kenyataan proses dan hasil pemilu beberapa kali di negeri ini, kalangan non muslim dapat masuk ke senayan bahkan dengan menaiki kendaraan partai yang beraroma Islam.

Perubahan pola pemilu dari memilih partai menjadi memilih orang, tentu menjadi terobosan baru di negeri ini. Harapan positif dari perubahan ini bagi umat Islam semoga masih terus ada, karena memang umat Islam inilah, umat yang tidak pernah habis harapannya – mereka meyakini bahwa tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir. (QS. Yusuf:78)

Perubahan pemilu kepada pemilihan langsung membuka kepanikan bagi kaum minoritas, mereka akan sulit –secara kultural- mendapatkan suara dari pemilih muslim yang menjadi pemilih mayoritas di negeri ini. Mengandalkan suara dari kelompoknya saja tentu sangat kecil peluang untuk memperoleh kursi parlemen sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya. Baca lebih lanjut

Iklan