Ahli Geologi Temukan Gunung Api Raksasa di Bawah Laut Bengkulu

Di Perairan Bengkulu, Lebih Tinggi daripada Puncak Jayawijaya

BENGKULU – Bengkulu bukan hanya daerah rawan gempa. Info terbaru menyebutkan, para ahli geologi menemukan gunung api raksasa di bawah Laut Bengkulu. Gunung api itu diperkirakan memiliki diameter 50 kilometer dan tinggi 4.600 meter. Lokasinya berada 330 kilometer arah barat Kota Bengkulu.

Gunung api di bawah laut tersebut ditemukan tim gabungan ahli geologi dari Indonesia, AS, dan Prancis. Beberapa lembaga Indonesia yang dilibatkan dalam tim itu adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sementara itu, ada CGGVeritas dari AS dan IPG (Institut de Physique du Globe) dari Prancis. "Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini, kecuali Gunung Jayawijaya di Papua," jelas Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman.

Gunung api di dasar laut itu ditemukan dalam survei dengan kapal seismik Geowave Champion milik CGGVeritas. Area yang disurvei adalah Palung Sunda di barat daya Sumatera. Dasar gunung tersebut berada di kedalaman 5.900 meter, sedangkan puncaknya berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Baca lebih lanjut

Partai Demokrat Protes Isu Jilbab untuk Black Campaign

JAKARTA – Kubu capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tidak nyaman dengan isu jilbab yang mencuat akhir-akhir ini. Partai Demokrat menganggap pihak yang mengembuskan isu jilbab untuk black campaign telah memolitisasi dan merendahkan agama tertentu.

Kubu SBY-Boediono kemarin (29/5) menghelat konferensi pers khusus untuk merespons isu tersebut. Pernyataan disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Ali, dan anggota tim sukses Rizal Mallarangeng.

Menurut Anas, agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat. "Kami mengimbau siapa pun untuk tidak memolitisasi agama. Jangan dijadikan alat politik, apalagi hanya alat kampanye untuk kepentingan politik jangka pendek," tutur Anas di Kantor Bravo Media Center (BMC) kemarin. (tom/noe/agm)

Sayembarakan Buru Pemimpin Taliban

img
LAHORE – Lagi-lagi Taliban berulah. Pelaku penyerangan dan bom bunuh diri di dekat kantor agen intelijen (ISI) Rabu lalu (27/5) ternyata memang mereka. Kemarin (28/5) kelompok teroris itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan ratusan lainnya terluka tersebut.

Hakimullah Mehsud, salah seorang wakil pemimpin Taliban Baitullah Mehsud, kepada Associated Press menyatakan bahwa serangan bunuh diri Rabu lalu itu adalah respons operasi militer di Lembah Swat. Di sana banyak orang tak bersalah menjadi korban. Sebuah kelompok kecil yang menyebut dirinya Gerakan Taliban di Punjab juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Baca lebih lanjut

Ilusi Negara Islam, Sebuah Serangan Liberal Garis Keras

(Kritik untuk Buku “Ilusi Negara Islam”)
Oleh *Sapto Waluyo (Direktur CIR)

Seorang tokoh kharismatik dari pelosok desa Buduran,
Bangkalan, Madura, K.H. Amjad al-Munawwir, berkunjung ke rumah dinas
Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), suatu malam.
Tidak tanggung-tangung, pimpinan pesantren Al-Muhajirin itu
membawa serta isteri, anak dan keluarga besarnya yang tinggal di
Jakarta. Mereka mengendarai tiga mobil berisi penuh penumpang dari
kawasan Tanjung Priok menuju kompleks Widya Chandra hanya dengan satu
tujuan untuk menanyakan langsung: Apa benar mantan Presiden PKS itu
menganut paham Wahabiyah?
Hidayat menjawab dengan tenang seperti pertanyaan serupa yang
diterimanya lewat SMS, email atau posting Facebook, bahwa kaum Wahabi
mengharamkan partai politik. Sedangkan, ia pernah menjadi pendiri dan
ketua partai. Jadi, “nggak nyambung lah nyaw “, kata anak muda zaman
sekarang. Baca lebih lanjut

make gold as share

Now days many people discuss about the global crisis. Everybody seems to become accustomed to follow the news on television, radio, and even the actual one through Internet as the fastest way of communication. People are confused where the right place to have investment is. There are many companies bankrupt or they stop running for couple times to get things back normally. It is hard to trust on one company only when we want to share business. Stocks exchange is one kind of business which has a minimum effect of the global crisis. Baca lebih lanjut

Buku ‘Ilusi Negara Islam’ Mengadu Domba Ummat

By Republika Newsroom

YOGYAKARTA — Peneliti Yogyakarta, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham SS, Nur Khalik Ridwan SAg melakukan protes terhadap buku ‘Ilusi Negara Islam’ yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

”Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,” kata Abdur Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, Senin (25/5).

Dijelaskan Zuli Qodir, isi buku ‘Ilusi Negara Islam‘ bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab isi dari buku tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan. Baca lebih lanjut

Inilah Caleg Kita Semua!

Cikarang, Bekasi Calon anggota legislatif (caleg) terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (dapil) 3 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Budi mengundurkan diri.

"Alasan pengunduran diri karena terjadi kesalahan penghitungan pada hasil rekapitulasi perolehan suara," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi Adi Susila di Cikarang, Senin.

Ia mengatakan surat pengunduran diri Budi telah disampaikan kepada KPU Kabupaten Bekasi, Jumat (15/5) lalu, sesaat setelah rapat pleno penetapan caleg terpilih.

"Kami sudah terima suratnya, tapi yang bersangkutan tidak memberi alasan mengenai pengunduran dirinya sebagai caleg terpilih," katanya.

Budi adalah caleg PKS Kabupaten Bekasi dengan nomor pada daftar calon tetap (DCT) nomor 6. Baca lebih lanjut

Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”

Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Baca lebih lanjut

JIL Membuat Sensasi Lagi

Dalam beberapa waktu lalu, JIL membuat sebuah buku tentang “musuh-musuh didalam selimut” mereka menyebutkan PKS, HTI, Salafy adalah musuh didalam selimut yang akan menumbangkan Indonesia dan dijadikan negara Islam.

Tetapi anehnya, untuk mendongkrak naiknya penjualan buku itu, JIL membuat sensasi kebohongan. Orang-orang JIL berbohong bahwa buku mereka dicekal dan para pemilik toko buku diteror oleh seseorang.

Semua itu dibantah oleh para pemilik toko buku. Silahkan lihat dibahwa ini:

Jakarta – Toko buku besar menepis isu menolak menjual buku ‘Ilusi Negara Islam’ karena mendapatkan teror. Bantahan itu antara lain disampaikan Gramedia dan Gunung Agung.

“Saya belum dengar, dan setahu saya tidak pernah ada. Itu sama sekali tidak ada,” kata General Manager Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2009).

Nugroho sendiri menyangsikan bila zaman sekarang masih ada teror terkait hal-hal seperti itu. “Apa masih ada (teror) ?” tambah dia.

Nugroho, mengaku belum tahu apakah Gramedia sudah mendapat tawaran soal buku itu, atau juga melakukan pemasaran. Pastinya, dia menegaskan, laris atau tidak laris suatu buku pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

“Saya coba cek dulu soal buku itu,” imbuhnya.

Bantahan soal adanya teror juga disampaikan pihak Toko Buku Gunung Agung, seorang staf di bagian penjualan yang enggan disebutkan namanya menyebut tidak pernah ada teror atau ancaman.

“Mungkin nanti setelah ramai diberitakan kita akan menjual buku ini,” ujar staf itu sambil berkelakar.

Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy, sebelumnya menyatakan, toko buku besar tidak mau menjual buku Ilusi Negara Islam karena kena teror. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei itu akhirnya dijual langsung oleh The Wahid Institute dan bisa di-download secara gratis. Buku ini kini menjadi kontroversi dan ramai dibahas di sejumlah milis.

(ndr/iy/detik)

Dan setelah saya baca, ternyata isinya cuman nipu-nipu umat.

Insya Allah hasil dari bacaan saya akan saya publikasikan di blog ini.

Yusuf al-Qardhawi Kritik Perpecahan Antar Kelompok Islam di Somalia

img1
Ketua dewan persatuan ulama muslim internasional Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi mengkritik secara keras perpecahan yang terjadi di Somalia akhir-akhir ini. Perpecahan tersebut terjadi justru di antara sesama kelompok Islam sendiri.

"Hampir seluruh penduduk Somalia adalah muslim, dan hampir semuanya menganut madzhab Syafi’i. Namun sayangnya mereka saling terpecah belah sebab tujuan politis," demikian diungkapkan al-Qardhawi sebagaimana dilansir situs Mafkarah al-Islam (17/5).

Ditegaskannya, justru karena perpecahan itulah pada akhirnya Somalia gagal membangun negara-bangsa. Dan oleh sebab itu pula Somalia turun derajat menjadi negara dunia keempat, tidak lagi ketiga.

Untuk itu, ulama kharismatik asal Mesir itu menyerukan seluruh kelompok Islam di Somalia untuk menghilangkan perbedaan politis, lalu bermufakat dan bersatu padu untuk menyelesaikan masalah internal dan memajukan negara Tanduk Afrika itu. Baca lebih lanjut