Inilah Caleg Kita Semua!

Cikarang, Bekasi Calon anggota legislatif (caleg) terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (dapil) 3 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Budi mengundurkan diri.

"Alasan pengunduran diri karena terjadi kesalahan penghitungan pada hasil rekapitulasi perolehan suara," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi Adi Susila di Cikarang, Senin.

Ia mengatakan surat pengunduran diri Budi telah disampaikan kepada KPU Kabupaten Bekasi, Jumat (15/5) lalu, sesaat setelah rapat pleno penetapan caleg terpilih.

"Kami sudah terima suratnya, tapi yang bersangkutan tidak memberi alasan mengenai pengunduran dirinya sebagai caleg terpilih," katanya.

Budi adalah caleg PKS Kabupaten Bekasi dengan nomor pada daftar calon tetap (DCT) nomor 6. Baca lebih lanjut

Iklan

Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”

Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Baca lebih lanjut

JIL Membuat Sensasi Lagi

Dalam beberapa waktu lalu, JIL membuat sebuah buku tentang “musuh-musuh didalam selimut” mereka menyebutkan PKS, HTI, Salafy adalah musuh didalam selimut yang akan menumbangkan Indonesia dan dijadikan negara Islam.

Tetapi anehnya, untuk mendongkrak naiknya penjualan buku itu, JIL membuat sensasi kebohongan. Orang-orang JIL berbohong bahwa buku mereka dicekal dan para pemilik toko buku diteror oleh seseorang.

Semua itu dibantah oleh para pemilik toko buku. Silahkan lihat dibahwa ini:

Jakarta – Toko buku besar menepis isu menolak menjual buku ‘Ilusi Negara Islam’ karena mendapatkan teror. Bantahan itu antara lain disampaikan Gramedia dan Gunung Agung.

“Saya belum dengar, dan setahu saya tidak pernah ada. Itu sama sekali tidak ada,” kata General Manager Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2009).

Nugroho sendiri menyangsikan bila zaman sekarang masih ada teror terkait hal-hal seperti itu. “Apa masih ada (teror) ?” tambah dia.

Nugroho, mengaku belum tahu apakah Gramedia sudah mendapat tawaran soal buku itu, atau juga melakukan pemasaran. Pastinya, dia menegaskan, laris atau tidak laris suatu buku pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

“Saya coba cek dulu soal buku itu,” imbuhnya.

Bantahan soal adanya teror juga disampaikan pihak Toko Buku Gunung Agung, seorang staf di bagian penjualan yang enggan disebutkan namanya menyebut tidak pernah ada teror atau ancaman.

“Mungkin nanti setelah ramai diberitakan kita akan menjual buku ini,” ujar staf itu sambil berkelakar.

Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy, sebelumnya menyatakan, toko buku besar tidak mau menjual buku Ilusi Negara Islam karena kena teror. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei itu akhirnya dijual langsung oleh The Wahid Institute dan bisa di-download secara gratis. Buku ini kini menjadi kontroversi dan ramai dibahas di sejumlah milis.

(ndr/iy/detik)

Dan setelah saya baca, ternyata isinya cuman nipu-nipu umat.

Insya Allah hasil dari bacaan saya akan saya publikasikan di blog ini.