Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”


Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Dalam buku tersebut, orang-orang JIL menolak terhadap Wahabi. Yang mereka sebut sebagi antek-antek Saudi untuk menghancurkan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa sebelum serangan ke World Trade Center (WTC), pemerintah Saudi memang membiayai al-Qaedah, kelompok yang menggunakan kekerasan bersenjata dalam berbagai aksi-aksi agitatif dan destruktifnya. Namun setelah serangan 11 September 2001, terutama setelah al-Qaedah menyerang Kerajaan Arab Saudi, pemerintah Saudi sepertinya berhenti membiayai gerakan terror tersebut.

Dalam sejarah, Taliban di Afganistan tempat bermukimnya Al Qaedah sebelum penyerangan 11 September 2001. Merupakan tempat yang paling dibenci oleh Arab Saudi karena bermukimnya para “calon-calon” pemberontak Arab Saudi. Dengan begitu, sangat jelas sekali mana mungkin Arab Saudi membiayai “musuh” mereka sendiri! Dan Arab Saudi beberapa puluh tahun selalu bergantung kepada militer Amerika, untuk mengamankan negaranya. Jelas, manamungkin Arab Saudi memerangi “saudara” karib mereka!

Dalam buku Ilusi Negara Islam disebutkan bahwa Arab Saudi malu atas perbuatan Juahaiman yang makar terhadap pemerintahan karena ajaran wahabi. Padahal Yaroslav Trofimov (dalam sebuah buku “Kudeta Mekah”) menjelaskan, bahwa Arab Saudi malu karena tidak mengetahui akan gerakan tersebut, karena berkonsentrasi pada pergolakan Iran kala itu. DanArab Saudi tidak menganggap Juhaiman sebagai wahabi, tetapi diklaim sebagai khawarij. Itu seperti ucapan Juhaiman sendiri yang menyatakan “setiap orang yang berbeda dengan pemerintah Saudi, maka mereka dianggap sebagai khawarij."

Dengan begitu, analisisi para penulis buku “Ilusi Negara Islam” ini kurang pas, bahkan tidak singkron dengan sejarah yang sebenarnya, kecuali hanya prasangka bohong tanpa ilmu dalam menulis.

Ditulisan yang lain. Penulis buku “Ilusi Negara Islam” ini ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk mengikuti liberalisasi Islam. Dengan menyatakan beberapa kasus dalam Indonesia, tentang penyusupan yang orang-orang Wahabi, Ikhwanul Muslimin, HTI, dll. Mereka menyatakan bahwa, ada kelompok-kelompok local yang menjadi tangan Wahabi, dalam berorientasi tujuan yang sama. Yaitu Formalisasi Islam.

Dengan begitu maksud penulis buku “Ilusi Negara Islam” adalah, setiap orang yang ingin menjadikan Islam sebagai panduan formal, maka mereka termasuk antek atau agen Wahabi.

Mungkin juga termasuk saat sholat Ied yang berada dalam terbuka/lapangan. Karena ajaran ini tidak ada sebelumnya di Indonesia, kecuali setelah Kh. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) yang mengajarkan hal tersebut dan beliau juga diklaim sebagai wahabi bau kencur oleh kyai yang lainnya. Jika begitu, berarti sangat banyak sekali orang Indonesia yang sudah menerima “ajaran” wahabi.

Mungkin buku “Ilusi negara islam” ini ingin memberikan konteks atau dalam pengertian “Bahwa setiap ajaran dari Rasulullah yang datang dari Wahabi, harus ditolak!”

Didalam buku “Ilusi Negara Islam” itu juga menyebutkan bahwa DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) dianggap sebagai jama’ah Salafi (wahabi). Padahal orang-orang Salafy sendiri sangat membenci Hizby sebagaimana dengan penerapan DDII. Bagaimana Sebuah gerakan yang dibenci tetapi didanai? Hanya dengan asumsi DDII mengirimkan mahasiswa untuk belajar ke Timur Tengah, mereka bisa disebut antek-anteknya Saudi? Apa Timur Tengah hanya Arab Saudi saja? Kalau begitu orang-orang yang didanai oleh LSM-LSM Amerika tentu juga mereka antek-antek Amerika! Logika yang sama persis dapat digunakan bukan? Seperti orang-orang JIL yang bersekolah Amerika dan Eropa (red, Barat) atas dana Amerika dan Eropa tentu mereka adalah antek-antek Amerika dan Eropa. Logika yang malah menjatuhkan kredibilitas buku “Ilusi Negara Islam” itu sendiri. Karena orang-orang yang berada dibalik penulisan buku ini adalah kebanyakan juga sekolanya di Amerika.

Dibuku itu juga Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai antek wahabi. Karena lulusannya dari LIPIA yang didanai oleh Saudi mendirikan gerakan Tarbiyah dan Jama’ah Salafi Indonesia. Tentunya tidak termasuk Ulil Abshar Abdala (Salah satu dedengkot JIL) yang juga alumni LIPIA. Selama ini tidak ada organisasi Jama’ah Salafi Indonesia. Yang ada adalah penyebutan dengan Salafy saja oleh kader-kader Salafy. Dan mereka Salafy sangat anti dianggap sebagai jama’ah. Hal ini membuktikan penulisan buku ini tidak bisamemberikan analisis yang kuat.

Dibuku itu juga dikatakan bahwa, kedekatan Ikhwanul muslimin dengan wahabi lebih dekat dari pada HTI. Karena Gamal Abdel Nasser ketika membubarkan Ikhwanul Muslimin dan melarang semua kegiatannya di Mesir. Yang jadi rujukan “Manifestasi Gerakan Tarbiyah” Bagaimana Sikap Muhammadiyah?” Dari bapak Haedar nashir. Padahal buku ini sarat dengan kontroversi. Dan penulisannya kental dengan rasa “sakit hati” si penulis terhadap PKS. Silahkan baca disini –à https://suara01.wordpress.com/2007/12/01/manifestasi-gerakan-tarbiyah-dalam-sikap-muhammadiyah/

Bagaimana bisa dekat antara Salafy dan Ikhwanul Muslimin. Padahal buku-buku salafy sendiri menjustifikasi Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan sesat! Jelas sekali, peristiwa Palestina (Jalur Gaza) ketika diserang oleh Israel kemarin, sangat jelas Arab Saudi tidak berbuat apa-apa. Itu karena yang menguasai Jalur Gaza adalah Hamas yang berafiliasi pada Ikhwanul Muslimin. Dan Arab Saudi sangat anti sekali terhadap Ikhwanul Muslimin. Peristiwa besar seperti ini saja luput dari analisis penulisan buku itu (Ilusi Negara Islam). Bagaimana dengan analisis yang lain?

Dengan melakukan fitnah seperti ini, maka Indonesia akan sulit sekali Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Karena kekotoran hati dan fikiran para liberalis.

Bersambung di Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam” 2

Iklan

8 Tanggapan

  1. Wah, benarkah spt itu? keji bgt klo niat nulis buku tujuannya spt itu.

  2. kenapa kalo sekedar “ilusi” musti dilawan dengan “rekomendasi strategis” dari keluarga besar LIBFORALL Foundation ??
    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/05/22/ilusi-negara-islam-kenapa-ilusi-dilawan-rekomendasi-strategis/

    Salam …

  3. […] Sumber (Politikana) Artikel Terkait: Buku ‘Ilusi Negara Islam’ Mengadu Domba Ummat Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam” […]

  4. Ramai2 pada mbantah ni buku…. dr berbagai kelompok.. ketjuali dr salafy neh blm ada tanggapan. Ato emang gak perlu ditanggapin kalik yah… Hehehe

    Jawab Jaisy01:
    Iya neh, pada bantah bukunya. Saya bukan bermaksud membantah, hanya pengen menelanjanginya saja hihihihii biar keliahatan benar-benar. 😀
    Kalau hizby Salafy nggak tahu mungkin ada buku itu nyangkut2 mereka. Lah setiap buku-buku yang bukan referensi syaikh/ustad mereka, pasti nggak dibaca! Jadi nggak tahu. Nanti tunggu saja kalau mereka tahu, biasanya lebih keras tandzhirnya 😀
    Tanggapan diatas cuman untuk orang-orang yang ragu, jadi kalau nggak ragu nggak perlu ngebaca tanggapan itu. 🙂
    Ok, terima kasih mas atas kunjungannya. 🙂

  5. JIL makin lama makin kayak Zionist Yahudi yah … 😀

    Jawab Jaisy01:
    Loh, bukannya memang antek2nya Zionist? 😀

  6. ha ha ha judulnya ngeri deh. kok menelanjangi sih. nanti kan bikin masuk angin. pakai bahasa yang datar-datar saja, misalnya “membantah buku …” terus sapaya kuat pakai maraji’ yang primer, misalnya karya-karya yang dirujuk orang-orang salafy, atau ikhwanul muslimin dst. Kalau bikin bantahan itu kayak bung adian husaini dan teman-2nya gitu lho, banyak maraji’nya. walau saya sendiri bukan pendukung adian.

  7. saya setuju dengan pendapat kebaikan di balas dengan kebaikan tapi kalau kejelekan tentu tidak dengan kejelekan . setelah saya baca artikel ini sebaliknya

    Jawab Jaisy01:
    🙂 Kebaikan itu bukan berarti ketika ada orang yang menawari hal yang memabukkan lalu kita menganggap orang yang memberikan itu adalah orang baik. Kebaikan itu adalah ketika kita disodori hal yang memabukkan lalu kita mendakwahinya agar berada dijalan yang benar. Itulah kebaikan 🙂
    Bisa dijelaskan kebalikan tulisan saya dari yang anda maksud?

  8. Kalo penulis mampu bikin buku yang menandingi buku Illusi tersebut, menurut ane bikin aja..,jangan cuma beraninya berkoar lewat blog gak “gentle” kayaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: