Partai Demokrat Protes Isu Jilbab untuk Black Campaign


JAKARTA – Kubu capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tidak nyaman dengan isu jilbab yang mencuat akhir-akhir ini. Partai Demokrat menganggap pihak yang mengembuskan isu jilbab untuk black campaign telah memolitisasi dan merendahkan agama tertentu.

Kubu SBY-Boediono kemarin (29/5) menghelat konferensi pers khusus untuk merespons isu tersebut. Pernyataan disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Ali, dan anggota tim sukses Rizal Mallarangeng.

Menurut Anas, agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat. "Kami mengimbau siapa pun untuk tidak memolitisasi agama. Jangan dijadikan alat politik, apalagi hanya alat kampanye untuk kepentingan politik jangka pendek," tutur Anas di Kantor Bravo Media Center (BMC) kemarin. (tom/noe/agm)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Ketua MUI: Tifatul lecehkan agama

    PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) yang memulai melontarkan isu jilbab menjelang Pilpres. Namun PKS berusaha mengakhiri dengan cara yang tidak simpatik. Bahkan PKS tampak kedodoran saat Presiden PKS Tifatul Sembiring menyebut jilbab hanya masalah selembar kain. Pernyataan Tifatul ini langsung memantik reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ucapan Tifatul tersebut dinilai sebagai pelecehan terhadap agama Islam.

    Ketua MUI KH Amidan mengatakan, Tifatul seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang bias meresahkan masyarakat seperti itu. Untuk itu Amidhan mengaku keberatan bahwa masalah jilbab dianggap sebagai hal yang enteng.
    Dia menjelaskan perintah menutup aurat menggunakan jilbab diperintahkan dalam Al Quran. �Itu tidak menjual agama lagi, tapi itu melecehkan agama karena telah meredusir perintah Al Quran untuk menutup aurat. Itu sangat tidak tepat,� kata KH Amidhan saat dihubungi wartawan di Surabaya, Rabu (3/6) kemarin.

    Dia juga mengatakan masalah jilbab tidak ada kaitannya dengan kesuksesan mengatasi masalah ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Dia juga menegaskan masalah jilbab sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dan jadi komoditas politik.�Yang resah kan PKS sendiri,� tegasnya.

    KH Amidhan menilai seluruh istri capres atau cawapres memiliki sikap yang baik dan santun sehingga pemakaian jilbab atau tidak, semestinya tidak perlu dipersoalkan. Jika para capres dan cawapres tersebut tiba-tiba berjilbab menjelang pilpres maka bisa dianggap sebagai tindakan yang kontraproduktif dan jadi bahan tertawaan publik. �Misalkan ibu Ani Yudhoyono diminta memakai jilbab, itu pemaksaan namanya,� katanya.

    Lebih lanjut dia menyesalkan adanya statemen tersebut keluar dari mulut Presiden PKS Tifatul Sembiring hanya demi kepentingan kekuasaan. �Statemen itu (jilbab hanya selembar kain) harus ditarik oleh Tifatul,� katanya.n

    http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=18258

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: