MEMALUKAN: Istri Mendagri Arab Saudi Ngutil (Lagi)


Inilah gaya hidup beberapa wanita high class di Arab Saudi. Karena mungkin terasa terkekang sehingga dia harus menghabiskan waktunya untuk "mengutil" di negara lain (Paris). Dia mungkin takut kalau mengutil di Arab Saudi bisa di potong tangannya! Maka dari itu, mari belajar Islam yang benar, bukan berarti Islam-nya orang Arab mesti benar! Karena orang Arab memang gudangnya kejahilan. Jadi mari belajar Islam tanpa harus membanggakan ke-Araban. Belajar Islam karena pemahaman, bukan karena doktrin atau pemaksaan, insya Allah menjadi seorang mukmin yang bertaqwa. Silahkan menyimak berita berikut ini:

Reputasi Arab Saudi sebagai salah satu negara termakmur di muka bumi tercoreng di Paris, Prancis. Dan, yang melakukan bukan warga sembarangan, tapi seorang putri istana. Yakni, Maha al-Sudairi yang juga istri Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef bin Abdul Aziz.

Sudairi meninggalkan tagihan sebesar 89 ribu euro (sekitar Rp 1,26 miliar) di toko busana kelas atas Key Largo, Paris, yang tak terbayar. Pengelola toko pun berang dan mengajukan izin menyita barang-barang milik sang putri ke pengadilan. Pengadilan menyetujuinya.

Terjadilah insiden memalukan di Hotel George V, tempat Sudairi menginap, kemarin (13/6). Juru sita datang dan harus bersitegang dengan para staf sang putri. Ke mana Sudairi? Seperti dilaporkan AFP, dia ngumpet di kamar hotel bintang empat yang dimiliki oleh keponakan laki-lakinya, Pangeran Alwaleed bin Talal, itu.

"Kami terpaksa harus memanggil konsulat Arab Saudi secara pribadi untuk turut membantu menyelesaikan masalah itu," kata Jacky Benazerah, pengacara Key Largo, kepada AFP.

Akhirnya, setelah tiga jam berdebat, pihak Sudairi bersedia membayar tagihan sebesar 89 ribu euro itu. Tapi, tidak dibayar langsung kemarin, namun ditransfer pada Rabu depan (17/6).

Lalu, benarkah sang putri dari negara petrodolar itu sengaja ngutil alias menilap pembayaran? Pihak Sudairi membantahnya. Dia, seperti ditirukan sejumlah staf, mengatakan bahwa para stafnya lalai melihat tagihan tersebut sehingga tak terbayar.

Namun, bantahan itu kontras dengan sejumlah bukti yang disajikan Benazerah. Sudairi, sebagaimana ditulis harian Le Journal du Dimanche, menunggak tagihan sebesar 10 juta euro (sekitar Rp 141,4 miliar) di sejumlah tempat komersial elite di Paris, termasuk Hotel Crillon.

Benazareh menambahkan, toko pakaian dalam Aux caprices de Lili yang letaknya di seberang Hotel George V juga berencana menuntut Sudairi. Pasalnya, sang putri diduga menilap sejumlah barang dari toko itu, di antaranya, celana dalam, handuk, dan pakaian renang. (war/ttg)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Jiaaahh,,
    Bikin malu negara ISLAM!!!!!
    -_-”
    Gara2 nila setitik rusak sus sebelanga…

    Kedai

    Jawab Jaisy01:
    🙂
    Dari jaman setelah khulafa’urashidin berakhir, sebenarnya sudah tidak ada negara Islam di dunia ini. Tetapi yang mengadopsi hukum Islam pada sebuah negara banyak, yah seperti Arab Saudi sendiri yang mengadopsi hukum Islam, tetapi tidak bisa disebut negara Islam.
    Pokoknya MEMANG MEMALUKAN 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: