HIzbut Tahrir Menyesatkan Hamas

Saya miris ketika melihat lembar buletin HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang berjudul "Penguasa Hamas Menapaki Jejak Penguasa Fatah, Sejengkal Demi Sejengkal, Sehasta Demi Sehasta" pada edisi 462.

Saya berusaha berkhusnudhon saat membaca buletin tersebut. Tetapi lama kelamaan kok yah gerah juga dengan serangan-serangan HT yang selalu mendiskriditkan umat Islam yang lainnya. Pada suatu kalimat didapati kata "Fatah Dan Hamas tidak mencerminkan Islam dan kaum Muslim", ini sebuah ke su’udhanan yang sangat membuat hati miris. Sekelas sebuah gerakan Islam international tetapi tidak mempunyai etika dalam mengingatkan dengan cara yang baik, bahkan disuatu kalimat yang membuat hati ini berdesir atas kelakuan penulis buletin itu "Keduanya hanyalah sekelompok kecil dari rombongan kafilah yang menyimpang dari jalan", sikap su’udhan yang sangat akut! Baca lebih lanjut

Iklan

Polisi Mesir Arogan, Menangkap Mahasiswa Indonesia

Mesir meningkatkan insentisitasnya dalam mengejar para kader Ikhwanul Muslimin. Karena Pemerintahan Mesir sangat takut sekali dengan gerakan oposisi terbesar di Mesir. Tidak terkecuali mahasiswa Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di negeri itu pun ditangkap. Sejumlah 4 orang mahasiswa dinyatakan mengikuti gerakan teroris (Hamas), karena membuat situs "ikhwan" dan memajang fotok syeikh Ahmad Yasin.

Pernyataan polisi Mesir sungguh sangat mengada-ada. Padahal gerakan Hamas merupakan gerakan Islam yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina, namun diklaim sebagai Teroris. Perlu diketahui Mesir sudah sangat lama bekerja sama dengan Amerika dan Israel serta Arab Saudi untuk meredam perjuangan umat muslim di Palestina. Penangkapan para tokoh ikhwan beberapa waktu lalu juga merupakan "pesanan" karena ketakutan pemerintahan Mesir atas begitu kuatnya dominasi Ikhwanul Muslimin diseluruh daerah Mesir. Meskipun dari puluhan tahun para pemimpin Ikhwanul Muslimin ditangkapi, tetapi dominasi kekuatan oposisi ini terus membesar. Dan tidak pernah sama sekali terlibat aksi pemberotakan ataupun makar dalam sejarah Mesir.

Ke empat Mahasiswa ini bernama Faturrahman, Ahmad Yunus, Azril, Tasrih Sugandi. Keempat mahasiswa ini berasal dari Riau. Menurut kesaksian Faturrahman, mereka disiksa dan bahkan disetrum kemaluannya oleh Polisi Mesir. Namun ke empat mahasiswa ini akhirnya dilepaskan tanpa alasan yang jelas. Ini sangat jelas sekali, bahwa tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin menjadi target utama untuk dibasmi dimanapun berada, tidak terkecuali PKS yang juga (menurut Syeikh Yusuf Qaradhawi) berafiliasi terhadap Ikhwanul Muslimin tidak akan luput dari target untuk dihancurkan. Islam tidak akan pernah tegak dengan hanya semangat, tetapi tegaknya Islam karena rintangan yang akhirnya mengukuhkan kekuatan Iman untuk terus menuju keberhasilan kejayaan Islam yang telah di janjikan Allah.

Di Amerika, Generasi Mudanya Malas Pergi Ke Gereja

Sebagaimana diberitakan Christian Today Ahad lalu, survei ARG menyatakan bahwa 95 persen kaum muda Kristen AS berusia 20-29 tahun, rutin menghadiri gereja pada saat usia sekolah dasar hingga menengah pertama.

Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja.

Penelitian America’s Research Group (ARG) yang bertemakan; “Mengapa kaum muda meninggalkan gereja” ini, dan kemudian diterbitkan dengan judul “Already Gone”, sangat mencengangkan gereja.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Baca lebih lanjut