Nah loh, Kertas Suara Dibuka Gambar Gus Dur

img2
Kejadian mengejutkan terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Di selembar surat suara, tertempel tiga gambar KH. Abdurahman Wachid atau akrab disapa Gus Dur.

Temuan gambar Gus Dur pada surat suara itu diketahui ketika petugas KPPS melakukan proses penghitungan suara. "Sekitar hitungan ke 57, poster (tempelan kertas) dengan 3 gambar Gus Dur yang berjejer, dan menutupi gambar pasangan calon itu ditemukan. Jadi, hanya dua gambar calon ditepi sedikit terbuka," kata Ketua KPPS di TPS 02 Sukarni.

Tempelan gambar Gus Dur itu menutupi gambar dari Cawapres Prabowo, Capres Susilo Bambang Yudoyono, dan Capres Jusuf Kalla. "Seperti stiker yang ditempelkan dengan lem. Mungkin, dilakukan oleh pemilih. Jadi, usai menggunakan hal pilihnya, kemudian ditempeli gambar yang sengaja dibawa dari rumah," papar Sukarni.

Surat suara bergambar Gus Dur dinyatakan tidak sah oleh sejumlah saksi, dan kemudian dimasukkan ke kotak suara. "Kami menyatakan tidak sah, karena ada gambar itu, dan tidak ada contrengan. Namun, kami tidak membuatkan berita acara," tandas Sukarni, ditemui di rumahnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan hasil penghitungan di TPS 02, pasangan SBY Boediono unggul dengan perolehan 100 suara dari jumlah pemilih hadir sebanyak 218 orang. Disusul, pasangan JK -Wiranto 57, dan terakhir pasangan Mega Prabowo dengan perolehan 47 suara.(dakta)

Cara “Ampuh” Mencegah Flu Babi (PENTING)

Di tahun 2009 ini kita dikejutkan lagi dengan virus terbaru yang dapat menimbulkan penyakit Flu Babi. Virus flu babi adalah grup dari virus influenza yang dapat menyebabkan flu pada babi, di mana virus yang menyebabkan wabah flu pada manusia ini berasal dari strain virus Influenza A type H1N1. Secara genetik virus ini juga ditemukan sebagai bagian dari flu manusia, atau juga flu burung. Nah, untuk upaya pencegahan penularan flu babi ini kita dapat melakukan beberapa langkah sederhana, yakni:

Baca lebih lanjut

Kisah Tragis Mahasiswa Indonesia Yang Ditangkap Intelegent Mesir

Berikut kisah penangkap dan penyiksaan oleh intelejen Mesir yang dituturkan langsung oleh salah satu korban: Peristiwa terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 juni 2009 lalu, saat itu kami di rumah ada lima orang; saya (Fathurrahman-red), Muhammad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi dan Jakfar-teman yang sedang bersilaturahmi ke rumah-. Adapun Ismail-seorang rekan rumah kami yang lain-sedang berlibur bersama teman-teman sedaerahnya asal Tapanuli Selatan ke bukit Sinai.

Sekamir pukul 02.30 dini hari waktu Cairo, rumah kami di datangi 12 orang Mabahist (polisi intelejen Mesir). Lima diantaranya berseragam lengkap dengan senjata laras panjang serta pistol. Sementara tujuh orang lainya berpakaian biasa. Salah seorang diantara mereka membawa linggis dengan panjang lebih kurang satu meter, seorang lain membawa alat penggunting kawat.

Setelah membunyikan bel rumah dengan cara yang tidak sopan sama sekali, akhirnya pintu kami buka dengan perasaan takut dan menegangkan. Ketika masuk salah seorang diantara mereka menanyakan pasport, sementara yang lainya langsung menggeledah rumah mencari sesuatu. Pistol dan senjata laras panjang langsung ditodongkan ke kepala kami. Baca lebih lanjut