Lebih Baik Mengkaitkan Peledakan Dengan Pemilu, Daripada dengan Islam!


Peledakan besar terjadi di dua hotel bintang lima di kompleks Mega Kuningan, yakni Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton merupakan serangan manusia yang abnormal. Kontroversi-pun mencuat, memaksa para pemimpin negara ini berkomentar, memaksa para mantan calon presiden-pun juga berkomentar. Hal yang membuat saya lega adalah pernyataan SBY bahwa bom itu terkait dengan Pemilu, tidak terkait dengan agama (red, Islam). Berbeda dengan komentar dua mantan Capres yang lebih menyudutkan Teroris bermuatan agama (red, Islam). Hal ini membuktikan bahwa SBY masih memandang Pemilu sebagai faktor utama kekacauan peledakan tersebut. Dan tidak langsung menuduh faktor agama dibalik ini semua. Jelas sekali ini membuktikan bahwa SBY masih memandang norma keislaman-nya sehingga tidak mengkait-kaitkannya dengan "islam". Mungkin hal ini karena SBY berada pada koalisi partai Islam yang mendukungnya. Ada sedikit kejelasan bahwa SBY, sekarang lebih hormat terhadap umat Islam ketimbang capres yang lainnya.

Spekulasi dari pengamat pun berdatangan, seperti tadi malam dialog antara para pengamat gerakan Islam Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan tokoh Intelegent Hendropriono. Hendropriono langsung menuduh bahwa aksi itu dilakukan oleh gerakan Wahabi, dan pemerintah juga harus berhati-hati kepada pergerakan Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Pernyataan itu disanggah oleh Azyumardi Azra yang menyatakan "Terlalu dini jika mengatakan begitu. Kalau kita langsung mengarahkan telunjuk kepada salah satu ormas Islam, kita bisa dimarahi,"
Spekulasi mantan intelegen Hendropriono ini memang tidak lain hanya untuk selalu menuduh gerakan Islam agar diredam untuk tidak dapat berkembang dan bertumbuh kuat. Dan juga spekulasi ini untuk membingungkan umat agar saling tuduh-menuduh, karena aksi-aksi seperti juga ini biasa ditunggangi para "intelegent" untuk membuat kerusuhan di Indonesia. Dengan begitu, sangat jelas sekali pernyataan SBY yang menyatakan peledakan itu merupakan akumulasi ketidaksenangan orang terhadap SBY yang dapat memenangkan kembali kursi kepresidenannya..
Mengingat komentar Jusuf Kalla beberapa tahun yang lalu. Yang melarang penyebaran buku-buku Islam, dan beberapa nasyid untuk dijual. Hingga akhirnya Bapak Hidayat Nurwahid meluruskan prasangkaan JK tentang buku-buku Islam dan beberapa nasyid. Juga mengingat kembali bagaimana suami Megawati Soekarno Putri (Taufiq Kiemas) ketika diundang mengisi materi kuliahan di salah satu universitas di Singapura. Taufiq Kiemas menyatakan bahwa PKS merupakan sekumpulan teroris yang memasuki parlemen. Jika seandainya PKS tidak ikut tergabung dalam koalisi SBY saat itu dan saat ini. Pasti pihak intelegent dan kepolisian langsung memeriksa Partai dakwah tersebut! Karena pastinya akan macam-macam tuduhannya. Dan tidak perlu dielakkan sudah pasti akan dibubarkan partai dakwah tersebut. Hal ini karena PKS masih berada pada lingkaran kekuasaan, maka ada jaminan kepercayaan pemerintahan dengan PKS. Dan tentu saja jaminan atas kepercayaan pemerintah kepada PKS ditujukan juga kepada jaminan ormas Islam yang lain. Sehingga ada posisi tawar Islam dalam parlemen! Walaupun tidak langsung siginifikan, diakui atau tidak para umat Islam yang berada di parlemen telah memberikan kontribusi keislamannya dari setiap kinerjanya. Jadi, PKS ketika berkoalisi dengan SBY untuk saat ini merupakan salah satu jawaban yang tepat dan solusi yang baik dalam keberlangsungan dakwah Islam.
Iklan

Satu Tanggapan

  1. g ada yang lebih baik dua2nya, bener kan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: